Anda di halaman 1dari 60

Pemboran Dalam Tanah

Menentukan batas antara batuan yang tidak lapuk dan tanah.

Penggalian

Dalam Batuan
Menentukaan sifat batuan dari serbuk hasil pemboran

Memberikan informasi data mengenai keadaan bawahtanah melalui garis lubang pengeboran. Dari setiap pemboran biasanya dibuat sebuah laporan pemboran. Di dalamnya dicatat dengan cermat material-material apa saja yang telah ditemukan, dan selain itu juga kecepatan penetrasi dan perilaku material terhadap alat pemboran.

Teknik pemboran yang sering dilakukan dalam tanah adalah Teknik bor tangan Pengurasan Teknik bor puls Pengeboran secara rotasi

Sebuah bor di putar atau di desak dengan tenaga tangan ke dalam tanah dengan alat-alat bor tangan. Dengan cara ini dapat memperoleh contoh-contoh jenis pasir dan lempung atau gambut yang berkualitas baik hingga kedalaman 10 m.

Dengan bantuan sebuah alat tombak-semprot yang diberikan pahatan dibagian bawah. Untuk mencegah terjadinya runtuhan, lubang bor diberi selubung (casing). Metode ini cukup cepat, namun sukar untuk menentukan material-material yang berada dibawah tanah.

Pipa-pipa bor yang di desak ke dalam tanah, material di keluarkan dengan sebuah puls. Puls ini terdiri dari sebuah pipa yang panjangnya 1 s/d 1,5m dan bagian bawahnya diberi sebuah ujung pemotong. Di bagian atas dari tepi potong tersebut terdapat sebuah katup horisontal, yang menjaga agar tanah yang sudah terambil tidak dapat jatuh dari puls.

Dengan peralatan khusus (sebuah truk dengan sebuah Nordmeyer Mobil driling rig tipe OXBI), kita dapat melakukan pemboran kering hingga kedalaman 60 m. Dengan bantuan pompa sentrifugal, kita dapat melakukan pemboran dengan pompa torak bertekanan tinggi hingga kedalaman 200 m.

Penggalian dilakukan dengan buldozer atau mesin keruk sehingga dapat membuat sejumlah alur yang memungkinkan dilakukannya suatu penelitian terhadap keadaan bawah tanah.

Jauh sebelum abad ke 19 telah dilakukan sejumlah kegiatan penyelidikan ilmu kebumian, yang paling berhasil adalah geodesi dengan "bapak" pendirinya Eratosthenes (275-194 S.M.). Pada abad 18 James Hutton merintis geologi modern dengan konsep "Present is the key to the past". Pada abad 19 mulailah berkembang ilmu kebumian dengan segala cabang kegiatannya seperti : paleontologi, petrologi, geokimia dan lain-lain.

Uji yang harus dilakukan dilapangan untuk menentukan sifat-sifat material contoh : uji penetrasi dan sonder, uji baling-baling, pressiometer dan dilatometer Uji untuk menentukan sifat-sifat massa tanah contoh : uji pembebanan pelat, uji geser untuk bidang yang diskontinu, pengukuran permeabilitas Instrumentasi-lapangan untuk mengikuti perilaku bawahtanah contoh : pengukuran tegangan-air, pengukuran teganganlapangan, pengukuran perubahan bentuk dan perpindahan

Uji penetrasi dan sondir


Uji baling-baling (vane test) Pressiometer dan dilatometer Uji beban pelat Uji geser di lapangan Pengukuran permeabilitas Pengukuran tegangan air Pengukuran tegangan di lapangan Pengukuran deformasi dan pengukuran perpindahan

Pemancangan sebuah pen baja ke dalam tanah untuk membedakan lapisan yang hambatannya besar dengan lapisan yang hambatannya kecil dibagi menjadi 2 jenis : Uji dinamik (SPT) Uji penetrasi statik/Sonder (CPT)

Berupa pemancangan Split Spoon Sampler

Pengepas batang bor

Tabung belah

Dilengkapi dengan konus


Sepatu pendorong

Pemancangan dilakukan

dengan beban seberat 630N yang dijatuhkan dari ketinggian 750mm. Pipa diketok sedalam15cm, lalu.. Catat jumlah pukulan N yang diperlukan untuk memperoleh penetrasi sedalam 300mm.

Fungsi :
Nilai SPT yang diperoleh dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi tanah
SPT

28

32

36

40

41

0
20 40 Pukulan N ft-1 60 80

sedan g
lepas

rapat
Sangat rapat

Sangat lepas

Apa kegunaannya..? Mengukur dan mengevaluasi karakteristik tanah yang meliputi : a. Stratifikasi tanah b. Tipe tanah c. Kerapatan/kepadatan tanah relatif dan kondisi tekanan d. Parameter kekuatan geser

Shibu lijack

Menentukan kedalaman fondasi melalui perkiraan kekakuan dan kekuatan geser dari tanah Secara langsung digunakan untuk mendesain fondasi dengan pasir dan kerikil Secara tidak langsung (kekuatan geser) bisa digunakan untuk piles in clay

Shibu lijack

Shibu lijack

Shibu lijack

Shibu lijack

Dilengkapi dengan konus Caranya?

Pengukuran dilakukan dengan cara mendesak konus dengan v konstan. Gaya yang diperlukan untuk ini kita ukur.

Gaya : luas permukaan konus = hambatan konus

qc = Fc / Ac
Pipa selubung didesak kebawah untuk mengukur hambatan-lekat diantara pipa selubung dan dinding.

fs = Fs / As

hambatan lekat : hambatan konus diukur secara grafis Memberi informasi penentuan lapisan tanah

R f = fs / qc

Shibu lijack

Hambatan konus dan hambatan lekat diukur dengan kotak-kotak beban yang ditempatkan didalam .

MEKANIS sederhana dalam pemakaian ELEKTRIS Pengukuran kedalam tanah tidak terputus Lebih cermat dibandingkan dengan tipe mekanis karena memungkinan pengulangan yang lebih baik dari hasil yang didapat Tidak begitu tergantung pada kesalahan operator KELEBIHAN

MEKANIS Memberikan sebuah pengukuran yang tidak berkesinabungan karena konus selalu harus didesakkan dimuka pipa selubung ELEKTRIS Bisa terjadi gangguan jika pada rangkaian alat bor jika ditambahkan sebuah batang dorong berikutnya.
KEKURANGAN

Shibu lijack

Menghemat biaya dengan keakuratan identifikasi strata geologi. Bisa digunakan untuk memprediksi kapasitas timbunan vertikal. Memberikan perkiraan yang baik akan penyelesaian kedalaman fondasi. Evaluasi seismic bisa digunakan untuk menentukan kecepatan gelombang regangan geser.

Shibu lijack

Berbicara mengenai pensoderan ada juga alat yang biasa digunakan yaitu penetrometer saku

Menentukan gaya geser dilapangan pada lempung. biasanya terbatas pada lempung yang cukup seragam dengan gaya geser sebesar 100KPa. Metode ini hanya sedikit mengganggu tanah.

videonye

Pressiometer Dan

Dilatometer

Alat yang mengembang didalam lubang bor dan mengubah bentuk dinding-dinding lubang bor tersebut. Tujuan uji : menentukan perilaku perubahan teganganlapangan.

Penggunaan didalam tanah contohnya:pressiometer menard

Penggunaan di batuan Contohnya : flat jack


bac k

Dilatometer yang

dikembangkan oleh LNEC terdiri dari sebuah silinder logam berdiameter 66mm &dibungkus dalam selubung karet yang tebalnya 4mm. buah pencatat perubahan induktif, yang dipasang pada jarak 32mm satu sama lainditengah-tengah satuan tekanan yang panjangnya 540mm.

Deformasi diukur oleh 4

KELOMPOK 4

Pada tanah uji ini dilakukan untuk menentukan gaya geser dan perilaku deformasi suatu material dibawah pelat yang dibebani.

Karena kedalaman tanah yang dibebani sebuah bangunan lebih besar, sehingga dalam menggunakan uji ini digunakan skala.

Kelompok 4

Pada uji ini sebongkah batuan atau tanah pada bidang yang dipilih secara khusus dikenakan beban geser langsung

Kelompok 4

Permeabilitas = suatu sifat teknis yang memampukan fluida untuk mengalir dalam media berpori. Uji tinggi-jatuh cara buatan permukaan air pada lubang bor kecepatan surutan air

Uji tinggi naik Pada ketinggian permukaan air yang berbeda lalu diratakan hasilnya Menurunkan/ menaikan permukaan air tanah Uji pengepakan
o o o

Air ditekan ke dalam lapisan oleh pipa berlubang Air dipompa dengan tekanan konstan (15 menit) Lalu diulang dengan tekanan yang berbeda

Permeabilitas lapisan tertentu Dinyatakan dalam Lugeon (1 Lugeon = m/s) 7 10

bac k

Fungsi : Untuk pembebanan atau pembangunan diatas tanah lembek, Pemantauan tekanan air pada lereng-lereng alami Caranya : Paling sederhana = Lubang bor yang diberi selubung sampai kedalaman tertentu lapisan yang ada air nya Tanah sukar air (lempung) = piezometer Alat ukur elektrik = ruang yang diisi air yang bagian atas ditutup membran

bac k

Pada tanah Sel-glotzl = kotak pipih yang diisi oleh oli - punya kekakuan yang tinggi, - ditempatkan pada titik temu pondasi dan bawah tanah, - Mengalirkan Oli ke katup dekat sel - Katup membuka bila tek.pompa =tek.dalam sel - Oli dipompakan ke sekelilingnya - Manometer menunjukan tekanan yang terjadi

Pada Batuan Teknik dongkrak datar Pada permukaan tanah atau terowongan

Caranya : - Letakan flat jack pada alur batuan - Flat jack di pompa dengan hidrolik - Flat jack dilengkapi pencatat

didapat nilai modulus (E)

Teknik over-coring Stress tensor gauge (STG)


1. 2. 3.

Membor lubang (D > 75 mm) Membor lubang koaksial ( D = 37 mm, P = 900 mm)dari dasar lubang pertama STG dicor semen dalam lubang paling kecil ada pias regang pada dinding STG yang dihubungkan ke kabel listrik Hasil pengukuran terlihat dari pias regang Overcoring bor (D>>) untuk meredakan tegangan dan kabel masih terhubung dengan pengukur regangan Membaca pelepasan tegangan yang terakhir Dari teknik flat jack dapat diketahui tegangan dengan mengalikan hasil regangan () dengan modulus(E)

4. 5. 6.
7. 8.

= E *
bac k

Pengukuran deformasi : l + l deformasi linear = l deformasi volumetriks V = 1 + 2 + 3

Perubahan perpindahan Metode mekanik Metode elektrik

manual LVDT

Teknik pemantauan Ekstensometer lubang bor Mencatat berbagai gerak dilapangan dalam massa batuan, Terdiri dari 1 / lebih angker acuan tetap, sebuah acuan di kerah lubang bor, batang antara angkerkerah Inklinometer Probe inklinometer Inklimometer tetap

Inklinometer tetap Di pasang pada tempat tertentu Dapat dibaca pada jarak jauh Inklinometer Probe Ditempatkan pada pipa pengarah Diturunkan ke lubang pengeboran melalui pipa

bac k

Jenis peta geologi Peta khusus


Data yang diketahui dari pensonderan dan pengeboran Data dari hasil penelitian di lapangan atau lab

Daerah rawan pelesakan permukaaan tanah(hazardmaps) - Peta topografi - Peta geologi - Peta hidrologi

Peta teknik-geologis Lahan pembangunan bagian dari penelitian lapangan Dari tempat-tempat pembangunan Terdapat: - Profil & potongan bangunan (waduk ; - Penampakan batuan, - Lapisan dalam galian percobaan

terowongan) ,

Peta geologi permukaan Outerop map Peta ikhtisar geologis Peta struktur Peta Isopach Peta fotogeologi stereoskopik

Penelitian (waktu) 1. Menjelang 2. Sewaktu berlangsung 3. Setelah selesai konstruksi Penelitian (tempat) 1. Kantor Pengumpulan literatur, peta, poto udara,gambar permukaan bumi dari satelit Lapangan Pemetaan geologis, Pengumpulan sampel untuk pemeriksaan lab, pelaksanaan berbagai uji lapangan

2.

Geologi Untuk Teknik Sipil, Drs. P.N.W Verhoef Penerbit, 1994 Id.wikipedia.org En.wikipedia.org Penelusuran www.google.com

Pentingnya ilmu geologi pada penerapan ilmu rekayasa sipil, karena jika terjadi kesalahan-kesalahan kecil pada penelitian lapangan dapat mengakibatkan kerugian yang amat besar dari seperti materi, waktu , bahkan nyawa.