ALAT MUSIK TRADISIONAL SASANDO » ALAT MUSIK PETIK Alat Musik Tradisional NTT [ Nusa Tenggara Timur ] Yang

Bernama SASANDO Ini, Adalah Sebuah Alat Musik Petik Tradisional NTT. Alat Musik Petik SASANDO Ini Adalah Alat Musik Petik Tradisional Khas NTT Yang Berasal Dari Pulau ROTE. Alat Musik Petik Tradisional SASANDO Ini, Terbuat Dari Daun Lontar Yang Dibentuk Setengah Belahan Bola. Susunan Daun Lontar Ini Dapat Dikembangkan [ Ketika Akan Dimainkan ] Atau Dikatupkan [ Tidak Digunakan ], Fungsinya Kurang Lebih Adalah Sebagai Resonator Bagi Alat Musik Petik Tradisional SASANDO Ini. Sedangkan Batangan Kayu Bulat Yang Diletakan Melintang Pada Anyaman Daun Lontar Tadi Berfungsi Sebagai Bentangan Dawai Sasando. Adapun Cara Memainkan Alat Musik Petik Tradisional SASANDO Ini Adalah Dengan Cara Dipetik. Jumlah Dawai Yang Digunakan Pada Alat Musik Petik Tradisional SASANDO Diatonis Bervariasi Yaitu, 24 Dawai, 28 Dawai, 30 Dawai, 32 Dawai Dan 34 Dawai. Sedangkan Alat Musik Petik Tradisional SASANDO Yang Bernada Pentatonis, Dan Terdiri Dari 10 Dawai Biasa Disebut Dengan Nama SASANDO GONG

Alat Musik Petik Tradisional SASANDO Ini, Dalam Memainkannya Memiliki Banyak Macam Varian Yang Sedikit Berbeda, Beberapa Contoh Diantaranya Adalah : Teo Renda, Ofalangga, Feto Boi, Batu Matia, Basili, Lendo Ndao, Hela, Kaka Musu, Tai Benu, Ronggeng, Dae Muris Dan Te'o Tonak. Varian Seperti Yang Tersebut Diatas Sudah Merupakan Ragam Yang Baku, Namun Memiliki Sedikit Perbedaan Satu Dengan Yang Lainnya. Perbedaan Antara Varian Yang Ada Ini Dipengaruhi Oleh Beberapa Faktor, Yang Diantaranya Adalah : 1. Rote Terdiri Dalam 18 Nusak Adat Dan Terbagi Dalam 6 Kecamatan. Dengan Sendirinya Setiap Nusak Mempunyai Gaya Permainan Yang Berbeda-Beda. 2. Perbedaan-Perbendaan Ini Masih Dipengaruhi Oleh Kemampuan Musisi Dari MasingMasing Pemain Sasando Gong. 3. Belum Adanya Sistem Notasi Musik Sasando Gong Yang Baku.

Alat Musik Tradisional FOY DOA, Adalah Nama Sebuah Alat Musik Tradisional NTT [ Nusa Tenggara Timur ], Yang Berasal Dari Pulau Flores, Lebih Tepatnya Lagi Adalah Alat Musik Tradisional Yang Berasal Dari Kabupaten Ngada. Bilangan Tahun Pasti Yang Menerangkan Kapan Alat Musik Tradisional FOY DOA Ini Pertama Kali Dibunyikan Atau Ditemukan Tidaklah Pasti Dapat Kita Ketahui. Sebab Tidak Satupun Catatan Atau Referensi Yang Dapat Dipakai Sebagai Rujukan Untuk Memastikan Usia Alat Musik Tradisional FOY DOA Ini.

Alat Musik Tradisional FOY DOA Ini Jika Diartikan, Artinya Kurang Lebih Adalah Suling Ganda Atau Suling Berganda. Alat Musik Tradisional FOY DOA Ini Terbuat Dari Bilah Bambu Kecil Yang Dalam Pemakaiannya Tidak Seperti Layaknya Suling Biasa Lainnya Yang Hanya Menggunakan Sebilah Bambu Saja. Alat Musik Tradisional FOY DOA Terdiri Dari 2 Atau Bisa Saja Lebih Suling Yang Digandeng Dan Dalam Memainkannya Digunakan Secara Bersama-Sama. Karena Cara Memainkan Alat Musik Tradisional FOY DOA Ini Sedikit Berbeda, Yang Mana Mengakibatkan Nada Yang Dihasilkan Dari Alat Musik Tradisional FOY DOA Atau Suling FOY DOA Ini Bisa Berbunyi Sebagai Nada Tunggal [ Bunyi Suling Tunggal ] Namun Bisa Juga Menjadi Nada Berganda [ Bunyi Lebih Dari Satu Suling ]. Tentunya Perbedaan Bunyi Ini Tergantung Keinginan Dari Orang Yang Memainkan Suling FOY DOA Itu Sendiri. Awalnya Suling FOY DOA Ini Digunakan Secara Tunggal, Tanpa Didampingi Alat Musik Lain Dalam Membawakan Sebuah Lagu Atau Nyanyian. Namun Dalam Perjalanannya Suling FOY DOA Ini Kemudian Dibawakan Dengan Menggunakan Alat Musik Lainnya Secara BersamaSama. Alat Musik Lain Yang Juga Sering Digunakan Bersama Suling FOY DOA Ini Antara Lain Adalah Alat Musik Laba Dera Atau Alat Musik Laba Toka. Selain Kedua Alat Musik Tradisional Tadi Masih Ada Juga Beberapa Jenis Alat Musik Yang ternyata Juga Sering Digunakan Sebagai Pengiring Suling FOY DOA, Yaitu Alat Musik Tobo [ Thobo ] Atau Sowito.

Telah Ada Sejak Nenek Moyang Suku Terbesar Di Daratan Timor Ini Masih Hidup Dan Bermukim Di GuaGua. Mungkin Akan Semakin Sulit Menemukan Alat Musik Tradisional KNOBE KHABETAS Ini. Tak Jarang Pula Alat Musik Tradisional KNOBE KHABETAS Ini Kita Jumpai Sedang Dimainkan Dalam Upacara Adat Untuk Event-Event Tertentu Suku Dawan. Jika Kita Amati Secara Sepintas. . Alat Musik Tradisional KNOBE KHABETAS Ini Lebih Banyak Ditemukan Di Rumah-Rumah Ladang [ Rumah Yang Dihuni Hanya Ketika Musim Bertanam Di Ladang ]. Dengan Semakin Mudah Dan Beragamnya Jenis Peralatan Musik Modern. Namun Itu Pun Sudah Tak Banyak Lagi Intensitasnnya. Tergantikan Nuansa Musik Modern Yang Tentunya Tidak Membutuhkan Musisi-Musisi Tradisional Ini Selain Listrik Sebagai Sumber Tenaga Utamanya. Yaitu Salah Satu Suku Asli Yang Mendiami Daratan Pulau Timor. Dalam Memainkan Alat Musik Tradisional KNOBE KHABETAS Ini. Bentuk Dari Alat Musik Tradisional KNOBE KHABETAS Ini. Pada Beberapa Kesempatan. Akan Terlihat Seperti Bentuk Dari Sebuah Busur Anak Panah. Sesuatu Hal Yang Sebenarnya Menarik Untuk Dikaji Secara Ilmiah Atau Menantang Untuk Dilakukannya Penelurusan Sejarah Akan Jejak Keberadaan Dari Alat Musik Tradisional KNOBE KHABETAS Ini Di Masa Lampau. Salah Satu Dari Ujung Alat Musik Tradisional KNOBE KHABETAS Yang Berbentuk Seperti Busur ini Ditiupkan Sambil Memetik Tali [ Dawai ] Pada Regangan Busur Yang Ada. Tidak Ada Sebuah Catatan Atau Dokumen Yang Dapat Dijadikan Acuan Dalam Menelusurinya. Adalah Alat Musik Tradisional Khas Suku Dawan. Alat Musik Tradisional KNOBE KHABETAS Ini Diyakini Oleh Sebagian Besar Kalangan Masyarakat Dawan.ALAT MUSIK TRADISIONAL KNOBE KHABETAS » ALAT MUSIK TIUP Alat Musik Tradisional NTT [ Nusa Tenggara Timur ] Yang Bernama KNOBE KHABETAS Ini. Kapan Pertama Kalinya Alat Musik Tradisional KNOBE KHABETAS Ini Dimainkan Atau Siapa Yang Menemukannya.

ALAT MUSIK TRADISIONAL SUNDING TONGKENG » ALAT MUSIK TIUP .

Alat Musik Tradisional SUNDING TONGKENG Ini Berasal Dari Kabupaten Manggarai. Kemungkinan Besar Adalah Dari Cara Memainkan Alat Musik SUNDING TONGKENG Itu Sendiri. Sedangkan Suling Dalam Bahasa Manggarai Disebut Sebagai Sunding. Penamaan Alat Musik Tradisional SUNDING TONGKENG Ini. Sebagian Lubang Yang Digunakan Untuk Meniup Dililitkan Dengan Lembaran Daun Tala.ALAT MUSIK TRADISIONAL SUNDING TONGKENG » ALAT MUSIK TIUP Alat Musik Tradisional NTT [ Nusa Tenggara Timur ] Yang Bernama SUNDING TONGKENG Ini. Pada Bilah Bambu SUNDING TONGKENG Ini Terdapat Setidaknya 6 Buah Lubang. Alat Musik Tiup SUNDING TONGKENG Ini Berasal Dari Daratan Pulau Flores. Cara Memainkannya Tidak Jauh Berbeda Dengan Cara Memainkan Flute. SUNDING TONGKENG. Tongkeng Yang Dalam Bahasa Manggarai Berarti Posisi Meniup Yang Tegak. Alat Musik Tradisional SUNDING TONGKENG Ini Terbuat Dari Sebilah Bambu Yang Salah Satu Ujung Dari Ruasnya Dibiarkan Tetap Tertutup. . Setidaknya Berarti Posisi Meniup Yang Tegak Terhadap Bilah Bambu Suling. Adalah Sebuah Alat Musik Tiup Tradisional NTT.

ALAT MUSIK TRADISIONAL SASON NUREN » ALAT MUSIK TIUP .

Kata Sason Sendiri Adalah Pengertian Jantan Atau Laki-Laki. Tetapi Ada Pula Yang Menyebutnya Dengan Nama Labaama Kaha. Tokoh Sakti Tadi Dikenal Dengan Nama Edoreo. Kalangan Masyarakat Dari Suku Talibura. Kali Ini Adalah Alat Musik Tradisional NTT Yang Bernama SASON NUREN. Tepatnya Dari Wilayah Solor Barat. Dimainkan Secara Bersamaan. Menurut Penceritaan Dan Riwayat Dari Marsyarakat Tradisional Solor Barat. Alat Musik Tradisional SASON NUREN Ini Berasal Dari Kabupaten SIKKA. Alat Musik Tradisional SASON NUREN Adalah Sebuah Alat Musik Tiup Tradisional NTT.ALAT MUSIK TRADISIONAL SASON NUREN » ALAT MUSIK TIUP Masih Seputar Bahasan Tentang Alat Musik Tradisional NTT [ Nusa Tenggara Timur ]. . Menyebut Alat Musik Tradisional SASON NUREN Ini Dengan Nama Sason Atau Sason Nuren. Masih Dalam Penceritaan Yang Sama Disebutkan Juga Bahwa Edoreo Atau Labaama Kaha Inilah Yang Mampu Untuk Pertama Kalinya Memainkan Sason Nuren Secara Bersamaan. Sedangkan Nuren Memiliki Arti Perempuan. Bentuk Dari Alat Musik Tradisional SASON NUREN Ini Adalah Dua Buah Suling Yang Dalam Memainkannya. Bagi Masyarakat Tradisional Solor Barat. Disebutkan Bahwa Asal Mula Penggunaan Alat Musik Tradisional SASON NUREN Ini Adalah Oleh Seorang Sakti Tempo Dulu Di Wilayah Solor Barat Yang Memiliki Dua Mulut Atau Bermulut Kembar. Alat Musik Tradisional SASON NUREN Ini Adalah Alat Musik Tradisional Yang Berasal Dari Daratan Pulau Flores.

alat-alat musi FOY DOA FOY PAY KNOBE KHABETAS KNOBE OH . 15 March 2010 Berikut ini adalah alat-alat musik dan bunyi-bunyian yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur.Alat musik daerah Written by Administrator Monday.

NUREN SUNDING TONGKENG PRERE SULING Alat Musik Petik GAMBUS HEO .

LEKO BOKO / BIJOL SOWITO REBA MENDUT KETADU MARA SASANDO SASANDO SASANDO LISTRIK .

Alat musik Bunyibunyian KELONTANG TATABUANG THOBO GONG .

.

maka musik digunakan untuk melepas kesepian. maka diadakan Nama alat musik yang terbuat dari kilit bambu dengan ukuran panjang lebih kurang 12. Foy Doa berarti suling berganda yang terbuat dari buluh/bamabu keil yang bergandeng dua atau lebih. yaitu bayi yang baru dilahirkan tidak diperkenankan untuk keluar rumah sebelum 40 hari. Knobe Kbetas. Cara Memainkan. Mungkin musik ini biasanya digunakan oleh para muda-mudi dalam permainan rakyat di malam hari dengan membentuk lingkaran. Hembuskan angin dari mulut secara lembut ke lubang peniup. Fungsi dari alat-alat musik tersebut di atas adalah sebagai pengiring musik Foy Doa. Thobo. Alat musik tiup dari bambu ini dahulunya berfungsi untuk mengiringi lagu-lagu tandak seperti halnya musik Foy Dalam perkembangannya waditra ini selalu berpasangan dengan musik Foy Doa. Cara memainkannya ialah. Bentuk syair. ditengah-tengahnya sebagian dikerat menjadi belahan bambu yang memanjang (semacam lidah) sedemikian halusnya. Apabila pangkal ujungnya ditarik dengan untaian tali yang terkait erat pada pangkalujung terseut maka timbul bunyi melalui proses rongga mulut yang berfungsi sebagai . sementara tali busur dipetik dengan jari.peninggalan yang dapat dipakai untuk mengukurnya. sehingga dapat berfungsi sebagai vibrator (penggetar). re. Meripakan kebiasaaan masyarakat dawan di pedesaan apabila pergi berook tanam atau mengembala hewan mereka selalu membawa alat-alat musik seperti Leku. Untuk menyonsong bayi tersebut keluar rumah setelah berumur 40 hari. Masyarakat Dawan peraya bahwa alat musik Knobe Kbetas telah ada sejak nenek moyang mereka berumah di gua-gua. sementara itu jari-jari tangan kanan dan kiri menutup lubang suara. mi.5 cm. salah satu bagian ujung busur ditempelkan di antara bibir atas dan bibir bawah. Perkembangan Musik Foy Doa. umumnya syair-syair dari nyanyian musik Foy Doa bertemakan kehidupan . dan baru sekitar 1958 musisi di daerah setempat mulai memadukan dengan alat-alat musik lainya seperti : Sowito. alat musik ini digunakan juga untuk upacara adat seperti. dan kemudian udara dikeluarkan dari kerongkongan. dan Laba Toka. go-tuka ate wi me menge. dan Feku. Laba Dera. Awal mulanya musik Foy Doa dimainkan seara sendiri. sol. alat-alat musik ini memiliki ciri khas Kabupaten Ngada Flores yang beribukota Bajawa mempunyai banyak ragam kesenian daerah. Sistem penalaan. yang artinya kami harus rajin bekerja agar jangan kelaparan.Administrator 5 March 2010 adalah alat-alat musik dan bunyi-bunyian yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur. Nada-nada yang diproduksi oleh musik Foy Doa adalah nada-nada tunggal dan nada-nada ganda atau dua suara. Foy Pai. Knobe Oh. Nada-nada yang diproduksi oleh Foy Pai : do. sebagai contoh : Kami bhodha ngo kami bhodha ngongo ngangi rupu-rupu. Heo. Bentuk alat musik ini sama dengan busur panah. Napoitan Li'ana (anak umur 40). Sambil mengawasi kebun atau mengawasi hewan-hewan. Selain digunakan untuk hiburan pribadi. hak ini tergantung selera si pemain musik Foy Doa. antara lain musik Seberapa lama usia musik Foy Doa tidaklah diketahui dengan pasti karena tidak ada peninggalan. fa.

seperti di Sumba terdapat suling hidung. kulit hewan. Suling melodi bernada 1 oktaf lebih. Alat ini mempunyai 4 dawai. dan Nuren berarti perempuan. Alat musik ini bisanya digunakan pada waktu malam hari sewaktu menjaga babi hutan di kebun. Alat musik ini terbuat dari kayu. Dawai pertama bernada do. dan suling pengiring sementar bambu peniup dibunyikan. Nama alat musik tiup ini berhubungan dengan bentuk serta ara memainkannya. Fungsi alat musik ini untuk mengiringi lagu-lagu padang pasir. Buku ruaw bagian bawah dibelah untuk menyaluirkan udara tiupan mulut dari tabung bambu bagian atas. Orang Solor Barat menyebutnya dengan nama Edoreo sedangkan di bagian tengah Solor Barat menyebutnya dengan nama Labaama Kaha. apabula disebut seara puitis menjadi Sason Nuren. Sebagian lubang peniutp dililitkan searik daun tala. yaitu seruas bambu atau buluh yang panjangnya kira-kira 30 cm. atau suling alto bernada sol. Lubang suara berjumlah 6 buah dan bmbu berbuku. setiap nada berdawai dua/double snar. Dan dawai ketiga bernada re. kesayangan. Orang Talibura di Sikka Timur menyebut alat musik ini dengan nama Sason.Alat musik ini terdapat di Solor Barat. Buku salah satu ujung jari dari ruas bambu dibiarkan. tetapi bagian atasnya dipotong untuk tempat meniup. Cara memainkan : suling sopran atau pembawa melodi seperti memainkan suling pada umumnya. Konon menurut erita ia pernah hidup 3-4 abad yang lalu.. Karena posisi meniup yang tegak itu orang Manggarai menyebutnya Tongkeng. dan masing-masing bernama : dawai 1 (paling bawah) Tain Mone. dan dawai ketiga bernada la. Namanya demikian karena suling ini ditiup dari hidung. Buku ruas bagian bawah dibiarkan tertutup. Dengan demikian untuk meniptakan harmoni atau akord. artinya tali laki-laki . Memainkan alat musik ini Alat bunyi-bunyian dari Manggarai ini terbuat dari seruas bambu keil sekeil pensil yang panjangnya kira-kira 15 cm.dan dan bass bernada do. dawai kedua bernada sol. Keualui pada sulign bass. tenor mi. dan bass bernada do. Secara etimologi Sason berarti jantan. merupakan sebutan keramat. Menurut keperayaan penduduk setempat Sason Nuren merupakan suara para peri (nitun). Alat musik ini selain digunakan untuk hiburan pribadi. yaitu sesuai dengan nada yang dipilih. atau dawai pertama bernada sol. Konon menurut erita pula ia mampu meminkan Sason Nuren sekaligus. Sason Nuren merupakan dua buha suling yang dimainkan oleh seorang sendirian. sehingga apabila sedang maminkan lat musik ini orang mengira ada dua pribadi yang sedang memainkan Sason Nuren. seorang tokoh legendaris Solor Barat konon berkepala dua sekaligus memiliki rmulut dua. Alat musik diperkirakan masuk ke Flores Timur sejak masuknya agama Islam sekitar abad 15. dan bass. suling pengiring bernada 2 oktaf. Nada-nada yang dihasilkan adalah do dan re. juga digunakan untuk mengiringi musik gong gendang pada permainan penak silat rakyat setempat. dan paku halus. senar. Suling pengiring ini terdiri dari 2 bambu yang berbentuk silinder yaitu. suling alto. Menurut cerita tua. dan suling pengiring yang berbentuk silinder yaitu. sekaligus bagian belahan bambu itu untuk melilit daun pandan sehingga menyerupai orong terompet yang berfungsi memperbesar suaranya. bambu peniup berukuran keil dan bambu pengatur nada berbentuk besar. sedangkan sunding adalah suling. Fungsi alat musik suling ini untuk menyambut tamu atau untuk memeriahkan hari-hari nasional. dawai kedua bernada re. Cara memainkan alat musik ini seperti memainkan flute. tenor bernada sol. Alat musik petik ini merupakan instrumen berdawai ganda yaitu. Kalau di Kabupaten Belu terdapat orkes suling dengan jumlah pemain ( 40 orang. maka suling alto bernada mi. Umumnya seluruh kabupaten yang ada di NTT memiliki instrumen suling bambu. maka bambu pengatur nada digerakkan turun dan naik. sehingga alat musik ini disebut dengan nama Sunding Tongkeng. bambu peniup yang digerakkan turun dan naik. Orkes suling ini terdiri dari suling pembawa melodi (suling keil). sakral. tenor. Alat gesek (heo) terbuat dari kayu dan penggeseknya terbuat dari ekor kuda yang dirangkai menjadi satu ikatan yang diikat pada kayu penggesek yang berbentuk seperti busur (dalam istilah masyarakat Dawan ini terbuat dari usus kuskus yang telah dikeringkan). alat hiburan.

Kedua ujung bambu dibiarkan. alat musik ini dibuat beberapa buah sesuai Alat musik ini berdawai tunggal ini. Cara memainkan dipukul dengan sebatang kayu sebesar jari tangan yang panjangnya kurang dari 30 cm. Seruas bambu yang dicungkil kulitnya berukuran 2 cm yang kemudian diganjal dengan batangan kayu kecil. Dalam penggabungan ini Lelo berperan sebagai pembei harmoni. Batu matia. Jumlah dawai sama dengan Heo yaitu 4. Belum adanya sistem notasi musik sasando gong yang baku. serta dawainya pun diganti dengan senar plastik. menghibur keluarga yang sedang berduka. Alat musik petik/pukul dari bambu ini berasal dari Manggarai. disitu ada Leko. Te'o Ragam-ragam tersebut sudah merupakan ragam yang baku. Perkembangan Sansando . Basili. Sertiap ruas bambu menghasilkn satu nada. Alat musik petik dua dawai yang biasa digunakan untuk menghibur diri dan juga sebagai sarana menggoda hati wanita. tali tiga bernada la dan tali 4 bernada do. Ofalangga. Cungkilan kulit bambu ini berfungsi sebagai dawai. Reba tiruan ini berfungsi untuk mengiringi lagu-lagu daerah populer. Rote terdiri dalam 18 Nusak adat dan terbagi dalam 6 keamatan. artinya tali perempuan dawai 4 Tain Enf. Kaka musu. artinya tali ana dawai 3 Tain Feto. Alat musik ini selalu berpasangan dengan heo dalam suatu pertunjukan. Koa ada dua Alat musik pukul dari bambu dari Kabupaten Ngada. Tai Benu. Fungsi Leko dalam masyarakat Dawan untuk hiburan pribadi dan juga untuk pesta adat. namun dengan sedikit perbedaan ini dikarenakan : (a). Ronggeng. Untuk keperluan penggiringan. dan usus kuskus sebagai dawainya. Seruas bambu betung yang 1. Dawainya terbuat dari benang tenun asli yang telah digosok dengan lilin lebah. serta nama dawainya pun seperti yang ada pada Heo. Dae muris.dawai 2 Tain Ana. yang juga berdawai satu dimodifikasikan menjadi 12 dawai. terbuat dari tempurung kelapa/labu hutan sebagai wadah resonansi yang ditutupi dengan kulit kambing yang ditengahnya telah dilubangi.Dalam nyanyian ini sering disisipi dengan Koa (semaam musik rap). menghibur keluarga yang sedang mengadakan pesta. sedangkan Heo berperan sebagi pembawa melodi atau kadang-kadang sebagai pengisi (Filter) Nyanyian-nyayian pada msyarkat Dawan umumnya berupa improvisasi dengan menuturkan tentang kejadian-kejadi an tang telah terjadi pda masa lampau maupun kejadian yang sedang terjadi (aktual). Dengan sendirinya setiap nusak mempunyai gaya permainan yang berbeda-beda. Lendo Ndao. Penggeseknya terbuat dari sebilah bambu yang telah diikat dengan benang tenun yang juga telah digosok dengan lilin lebah. Hela. Sasando gong yang pentatonis ini mempunyai banyak ragam cara memainkannya. di tengah bambu dilubangi persegi empat dengan ukuran 5 x 4 m. Feto boi. tali 2 bernada re. artinya tali induk Tali 1 bernada sol. (c). Alat musik petik ini terbuat dari labu hutan (wadah resonansi). Alat musik ini dipercayai pula dapat mengajak cecak bernyanyi dan juga suaranya disenangi makluk Fungsi musik sasando gong dalam masyarakat pemiliknya sebagi alat musik pengiring tari. namun salah satunya dilubangi. dan sebagai hiburan pribadi. sehingga dimana ada heo. Disamping kiri kanan lubang masing-masing dicungkil satu kulit bambu yang kemudian diganjal dengn batangan kayu hingga berfungsi Cara memainkan alat musik ini adalah dengan dipetik atau dipukul-pukul dengan kayu kecil. antara lain : Teo renda. Dalam pengembangannya alat ini dari jenis gesek menjadi alat musik petik.5 tahun yang panjangnya kira-kira 40 m. Cara pembuatannya. (b). Perbedaan-perbendaan ini dipengaruhi oleh kemampuan musikalis dari masing-masing pemain sasando gong. kayu (bagian untuk merentangkn dawai).

ukurannya. Diperkirakan akhir abad ke-18 sansando mengalami perkembangan sesuai tuntutn zaman. dan ini sangat mengganggu kepergian mereka kek kebun. Setiap hari sang anak selalu menangis. untuk jelas lihat ontoh berikut : a. 30 dawai. Ide ini datang dari seorang yang bernama Bapak edu Pah. Alat musik bunyi-bunyian ini terbuat dari tiga belahan kayu bulat kering yang panjangnya 30 cm. Tatabuang dibuat dari batangan kayu Sukun yang digantung berbentuk bulat dan hati dari kayu tersebut dikeluarkan. Rupanya mirip dengan nama Totobuang alat musik dari Maluku. yaitu menggunakan tangga nada diatonis. . karena itu masih banyak binatang buas perusak tanaman seperti Kera. dan di desa ini banyak terdapat orang suku Kera yang menyebut dalam sejarah pelayaran menggunakan perahu kora-kora. Tatabuang yang digantung bernama Letor di Sikka dan yang dipangku bernama Preson di Alat musik tumbuk dari bambu ini berasal Kabupaten Ngada. yaitu digantung seperti Leto dan yang lain diletakkan di atas pangkuan. Alat musik ini berfungsi sebagai bass dalam mengiringi musik Foy doa. di Desa Lamanole Flores Timur disebut Tatabuang. Ara memainkannya ditumbuk ke lantai atau tanah (seperti menumbuk padi). kuningan. Pahimangu/gong kedua yaitu gong yang dibunyikan setelah mamaulu berbunyi. Gong Sumba Barat Kelompok pertama yang terdiri dari 4 buah gong kecil (katala meduk) dengan urutan pemukulan sebagai berikut Mamaalu/gong pertama yaitu gong yang ditabuh/dibunyikan paling pertama. Sebutan Tatabuang hanya terdapat di Lemonale. terciptalah alat musik ini. Pada jaman lampau wilayah pulau komodo masih berhutan. Jumlah dawai yang digunakan oleh sasando diatonis bervariasi yaitu. Perbedaan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain antara lain jumlah gong . Khusus penglaras umunya berkisar pada laras pelog dan slendro. serta penglarasnya. Ketiga belahan kayu ini diletakkan di atas kaki pemain yang sedang duduk dan kemudian dipikul dengan batangan kayu sebesar jari Di Tanalein alat musik ini disebut Leto. dan 34 dawai. Untuk mengusir binatang pengganggu tanaman.Sasando pada mulanya menggunakan tangga nada pentatonis. Pahelungu/gong ketiga yaitu gong yang dibunyikan dengan kecepatan dua kali lebih epat dari gong yang terdahulu. Biasanya digunakan untuk berbagai tujuan. sedangkan bagian atasnya dilubangi. Sasando diatonis khusunya berkembang di Kabupaten Kupang. Kabokang/gong keempat yaitu gong yang dibunyikn sama epatnya dengan gong ketiga dan saling mengisi sehingga terdengar bunyi yang harmonis. Terdapat sebuah erita bahwa asal muasal alat musik ini dari seorang anak yang selalu mau mengikuti orang tuanya ke kebun. misalnya untuk pesta adat. Gong merupakan alat musik yang umum terdapat pada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terbuat dari tembaga. 32 dawai. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya yaitu kira-kira 1960 untuk pertam kalinya sasando menggunakan listrik. 28 dawai. 24 dawai. cara memainkannya. Seruas Bambu betung yang buku bagian bawahnya dibiarkan. yaitu salah seorang pakar pemain sasando di Nusa Tenggara Timur. Kemungkinan besar alat musik ini dibawa oleh suku Kera (Keraf) dari Maluku. mengiringi tarian dalam penerimaan tamu dan sebagainya. Untuk mengatasinya sang ayah membuat Di Lemonale permainan Tatabuang melalui dua cara. Nama-nama gong pada masing-masing daerah tidak sama. atau dari besi.

Kingkang yaitu dua buah gong kecil. dan Gaha yaitu tiga buah gong yang berukuran agak besar (gong bass) yang juga ditabuh secara bergantian. Katalla Bakul atau Gasa dibunyikan seara berganti-ganti untuk mengimbangi keempat gong di atas (kelompok pertama). Gong Alor Nama-nama gong : . Kedua gong ini dibunyikan dengan penuh perasaan. . namun ada juga menyebut dengan nama Gasa. namun apabila dari kedua gong ini hanya dibunyikan salah satunya maka namnya berubah menjadi Toluk.Uto-uto yang juga hanya satu gong .Kelompok kedua yang terdiri dari dua gong besar. . Ote' yaitu dua buah gong sedang.Posa yaitu tiga buah gong besar. . Nama-nama gong : Tetun yaitu dua buah gong keil.Doa yaitu dua buah gong yang dimainkan seara silih berganti. Gong Dawan Gong Dawan yang dimaksudkan di sini adalah dari Amanuban tepatnya di Desa Nusa Timor Tengah Selatan. Gong Sabu Nama-nama gong sesuai dengan cara menabuhnya. Gong Ngada Gong Ngada terdiri dari lima buah dan umumnya berukuran kecil. Gong yang digunakan umumnya berjumlah 6 buah. c. Didale ae. Wo Peibho Abho yaitu dua buah gong yang ditabuh sebagai pengiring gong Leko. e.Dhere yaitu terdiri dari satu gong . d. .Wela yaitu gong yang paling tingi suaranya. Nama-nama gong : . Kbolo' yaitu dua buah gong besar yang dimainkan dengan tidak terlalu cepat. Didala Iki. yang dalam bahasa Anakalang disebut Katalla bakul. Wo Paheli yaitu dua buah gong yang ditabuh sebagai pengiring Leko dan We Peibho Abho. ontoh gong pengiring tari Ledo Hawu : Leko yaitu dua buah gong yang mula-mula ditabuh seara bergantian. b.Dung-dung/kong-kong yaitu dua buah gong sedang.

.

Gong .

Alat musik pukul dari bambu dari Kabupaten Ngada .

Setinggi Tiga Atau Empat Jengkal Orang Dewasa. Sehingga Moko Nekara Ini Pun Dibawa Pulang Ke Kalabahi Pada Tahun 2004. Terdapat Juga Banyak Koleksi Senjata Busur Dan Panah. Moko Nekara Ini Digunakan Untuk Pesta-Pesta Adat Dan Dijadikan Semacam Rebana Atau Induk Gendang. Koleksi Museum Seribu Moko Ini Masih Pula Dijejali Dengan Beberapa BendaBenda Sakral Dan Penting Lainnya Misalnya. Dengan Melihat Ketersediaan Moko Yang Sering Digunakan Sebagai Belis Dalam Perkawinan Masyarakat Alor. Sedangkan Di Tengah-Tengahnya Terdapat Ornamen Berupa Gambar Bintang. Ada Moko "Pung Lima Anak Panah" Yang Biasanya Digunakan Sebagai Mas Kawin Dalam Budaya Alor Pantar. Dari Intensitas Penggunaan Moko Sebagai Mas Kawin Atau Belis Di Kabupaten Alor Ini. Suku Kawali. Kajian Ilmiah Yang Lebih Detail Tentunya Diharapkan Dapat Menjelaskan Makna Atau Tujuan Dari Bentuk Desain Seperti Itu. Mas Kawinnya Berupa Belasan Moko. Antara Lain. Suku Tawaka. Di Sekitarnya Dipajang Pula Secara Berderet 23 Moko Ukuran Kecil. Dan Gadis Yang Dipinang Pun Demikian. Benda Yang Menjadi Representasi Kedatangan Nenek Moyang Masyarakat Alor Yang Datang Menggunakan Perahu Dan Sekaligus Tempat Pelaksanaan Upacara Adat. Selain Moko-Moko Tersebut. Dan Cap Rupa-Rupa Simbol Lainnya. Di Museum Seribu Moko Ini Anda Dapat Menjumpai Moko Yang Paling Besar Yang Adalah Asli Ditemukan Di Alor Yang Diberi Nama Moko Nekara. Sedangkan Moko-Moko Kecil Lain Biasanya Diberi Nama Berdasarkan Ornamen Atau Hiasan Yang Terdapat Pada Moko Tersebut. Sampai Saat Ini Pun. Alor Barat Laut. Penggunaan Moko Sebagai Belis Atau Mas Kawin Ini Masih Menjadi Tradisi Yang Tetap Dilaksanakan Di Kabupaten Alor Ini. Masih Terdapat Beberapa Suku Yang Tetap Menggunakan Moko Ini Sebagai Belis Atau Mas Kawin Yang Belum Tersubstitusi Sepenuhnya. Ada Moko Malayfana Palili Dari Alor Timur. Menurutnya Lokasi Penemuan Moko Nekara Ini Ia Dapatkan Berdasarkan Petunjuk Mimpi Yang Ia Peroleh. Selain Moko Nekara Yang Ditempatkan Di Tengah-Tengah Museum. Sisanya. Bulan. Semakin Besar Jumlah Mahar Atau Belis Dalam Bentuk Moko Ini. Setidaknya Terdapat Lima Wilayah Kesukuan Di Alor Yang Mempunyai Dan Menyimpan Moko Dalam Jumlah Yang Cukup Besar Didalam Masyarakatnya. Alor Barat Daya. Bagian Badan Terdapat Empat Buah Telinga. Darah Biru. Yakni Dua Di Bagian Kanan Dan Dua Di Kiri. "Moko Adalah Simbol Kehormatan Dan Kesetiaan Cinta Bagi Masyarakat Alor". Simon Menggali Di Tempat Yang Telah Dibayangkan Dalam Mimpi. Antara lain Adalah Wilayah Alor Timur. Berbagai Ritual Adat Yang Berlangsung Di Nusa Kenari Ini Kerap Kali Menggunakan Moko Sebagai Salah Satu Panel Ritual Adat. Museum Seribu Moko Di Alor Adalah Sebuah Tempat Yang Tepat Jika Anda Mencari Atau Ingin Melihat Koleksi Yang Lengkap Dari Moko Atau Nekara Perunggu Ini. Dan Hal Ini Bukan Tidak Mungkin. Bentuk Dan Ciri Fisik Dari Moko Nekara Ini Didesain Menyerupai Gendang Atau Tambur. Besarnya Belis Atau Mahar Yang Ditetapkan Dalam Adat Istiadat Perkawinan Didalam Kekerabatan Masyarakat Alor Secara Gamblang Dapat Menggambarkan Status Sosial Dari Yang Bersangkutan. Sekitar Tahun 1976. Berdasarkan Petunjuk Mimpi Itu. Alor Selatan. Ada Perahu Naga. . Berat Moko Nekara Itu Belum Pernah Ditimbang Hingga Saat Ini. Saat Bangun Keesokan Harinya. Paria. Moko Aimala Kumis Besar. Moko Cap Naga. Ada Moko Belektaha Cap Bengkarung. Menunjukan Semakin Tingginya Derajat Atau Status Sosialnya. Dan Suku Balomasali. Suku Kalondama. Setidaknya Demikianlah Warga Masyarakat Yang Beribukota Kalabahi Ini Menamai Nekara Perunggu Ini. Dari Penamaannya Amat Terasa Keinginan Pihak Museum Ini Untuk Mengoleksi Moko Dalam Jumlah Banyak. Sebab Jumlah Moko Yang Berada Di Alor Ini Bisa Melebihi Seribuan Buah.Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Kaya Akan Kebudayaan. Setelah Penemuan Di Kokar Tadi. Bisa Dipastikan Tidak Ada Masyarakat Adat Di Nusantara Ini Yang Mengoleksi Moko Atau Nekara Perunggu Ini Dalam Jumlah Banyak Seperti Suku-Suku Di Alor. Kalau Yang Meminang Adalah Anak Raja Atau Keturunan Raja. Di Bagian Tepi Terdapat Empat Patung Kodok (Satu Di Antaranya Telah Hilang). Kemudian Pemerintah Kabupaten Alor Membangun Museum Khusus Yang Menempatkan Moko Sebagai Koleksi Utamanya. Tepatnya 20 Agustus 1972. Nekara Dibawa Ke Kupang Untuk Dipajang Di Museum Negeri Kupang. Hal Yang Paling Menyolok Adalah Penggunaan Moko Sebagai Mahar Atau Mas Kawin Yang Dalam Wilayah Nusa Tenggara Timur Ini Banyak Dikenal Sebagai Belis. Secara Keseluruhan. Nekara Bertipe Heger I Ini Ditemukan Oleh Simon J Oil Balol Di Dalam Tanah Di Desa Kokar. Salah Satunya Adalah Warisan Zaman Perundagian ( Zaman Perunggu ) Yang Banyak Kita Jumpai Di Kabupaten Alor. Moko Makassar Bunga Kemiri Tangan Panjang. Dan Alor Pantar. Moko Nekara Merupakan Salah Satu Hasil Kebudayaan Perundagian (Zaman Perunggu) Yang Digunakan Masyarakat Sebagai Alat Upacara. Jika Tidak Di Selundupkan Keluar Daerah Ini Tentunya. Bagian Atasnya Datar Atau Rata Sebagaimana Bentuk Kebanyakan Moko. Ada Moko Jawa Telinga Utuh Cap Bintang Dan Cap Satu Bunga. Alor Barat Laut. Misalnya. Tokoh Terhormat Di Masyarakat. Diantaranya Adalah Suku Darang (Raja). Moko. Dalam Masyarakat Adat Pantar Barat Misalnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful