Anda di halaman 1dari 28

PENATALAKSANAAN ANESTESI REGIONAL PADA SECTIO CAESARIA e.

c PLASENTA PREVIA

IDENTITAS

Nama : Ny. Karsitem Umur : 43 tahun Berat badan : 70 Kg Tinggi badan : 160 cm Jenis kelamin : Wanita Alamat : Sanggreman RT 3/ 9, Rawalo, Banyumas Agama : Islam Tgl masuk RSMS : 14 Februari 2011 No. CM : 992378

ANAMNESIS

Seorang wanita G5P4A0, 43 tahun, datang diantar bidan dengan keluhan perdarahan lewat jalan lahir sejak 2 jam sebelumnya, sebanyak 2 pembalut. Terasa nyeri. Kontraksi perut 2x tiap 10 menit, lemah. Air ketuban belum dirasa keluar. Usia kehamilan 30 minggu. Riwayat ANC di bidan. Pasien sudah pernah dirawat di bangsal Flamboyan RSMS sebelumnya disebabkan keluhan yang sama, yaitu pada usia kehamilan 20 minggu dan 22 minggu. Dilakukan USG, hasil menunjukkan gambaran plasenta previa totalis.

Riwayat Obstetri G5P4A0 Anak I : perempuan, 25 th, 3500 gr, spontan, normal Anak II : laki-laki, 20 th, 3400 gr, spontan, normal Anak III: perempuan, 17 th, 3500 gr, spontan, normal Anak IV : laki-laki, 3,5 th, 3500 gr, spontan, normal
Riwayat penyakit dahulu : Riwayat penyakit jantung, asma, hipertensi, diabetes mellitus sebelum kehamilan disangkal pasien

Riwayat penyakit keluarga : Riwayat penyakit jantung, asma, hipertensi, diabetes mellitus pada keluarga disangkal pasien

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : sedang, kesadaran compos mentis Vital sign : TD : 110/70 mmHg N : 80 x/menit, isi dan tegangan cukup, reguler RR : 20 x/menit, reguler, thorakoabdominal T : 36,7 oC Kepala Mata : Conj Anemis (+/+), sklera ikterik (-/-), pupil isokor kanan dan kiri Hidung : discharge(-), nafas cuping hidung (-). Telinga : discharge(-). Mulut : Bibir sianosis (-), malampati II Leher : simetris, deviasi trakea (-), pembesaran tiroid dan KGB (-)

Thoraks Pulmo Inspeksi retraksi Palpasi Perkusi Auskultasi Cor : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi jantung

: Dinding dada simetris kanan dan kiri, tidak ada : Vokal fremitus kanan dan kiri sama : Sonor pada kedua lapang paru : Suara dasar vesicular, tidak ada suara tambahan : Ictus cordis tidak terlihat : Ictus cordis teraba tidak kuat angkat : Batas jantung tidak membesar : Bunyi jantung S1 > S2, reguler, tidak ada bising

Abdomen : Lihat status obstetri

Ekstremitas Edema (-), deformitas (-), akral hangat Status Obstetri Abdomen Inspeksi : Perut membesar sesuai kehamilan Palpasi : Teraba janin tunggal, memanjang, presentasi kepala, punggung kanan, kepala belum masuk PAP, his (+) lemah 2x/ 10 menit Auskultasi : DJJ (+) 155-157 x/menit Pemeriksaan Dalam: Tidak dilakukan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG Obstetri tanggal 13 Desember 2010 Hamil intrauterine tunggal hidup, kepala di bawah, punggung kanan, umur kehamilan menurut biometri 22 minggu 3 hari, HR 142 bpm, regular Taksiran partus 15-04-2011, TBJ 571 gr. Air ketuban banyaknya cukup. Tidak jelas kelainan kongenital primer. Plasenta terletak di bawah menutupi jalan lahir, melewati OUI (plasenta previa totalis).

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tanggal 14 02 2011 Pemeriksaan darah lengkap : Hb : 12,8 g/dl Leukosit : 7.530 ul Ht : 38 % Eritrosit : 4,3 jt/ul Trombosit : 208.000/ul MCV : 86,6 fl MCH : 28,8 pgr MCHC : 33,2 % Hitung jenis : - Basofil : 0,1 - Eosinofil : 0,6 - Batang :0 - Segmen - Limfosit - Monosit : 4,7 PT : 13,4 detik APTT : 29,7 detik

(13 16 g/dl) (5000 10000 ul) (W 37 43 %) (W 4 5 jt) (150000 400000/ul) (80 97 fl) (26 32 pgr) (31 -36 %) (0 1%) (2-4%) (2 5%) : 84,6 (40-70 %) : 10 (25 40 %) (2 8%) (9,8-13 detik) (26-36 detik)

KESIMPULAN
Diagnosis Pre Operatif : G5P4A0 dengan Perdarahan antepartum oleh karena plasenta previa totalis

Status Operatif : ASA 2 (Pasien dengan penyakit sistemik ringan atau sedang)
Jenis Operasi : Sectio Cesaria

PREOPERATIF
1. Informed concent 2. Pasien dijadwalkan untuk menjalani operasi Sectio caesaria dengan segera, oleh karena itu pasien segera distop untuk makan dan minum. 3. Vital Sign: TD 110/70 mmHg N : 80 X/ menit RR : 22x/ menit S : 36,3 C

TINDAKAN ANESTESI
Jenis Anestesi : Anestesi regional Premedikasi yang diberikan : + 5 menit sebelum induksi anestesia, diberikan premedikasi berupa Odancentron 4 mg IV Anestesi yang diberikan: Buvanest spinal 20 mg Maintenance O2 3liter/menit tekanan darah dan nadi dikontrol setiap 15 menit. Oxitocin dimasukkan setelah bayi dilahirkan Fortanest 2 mg Dexametasone 5 mg Asam traneksamat 500 mg Carbazochrome sodium sulfonate vitamin C Vitamin K Ketorolac tromethamine

PEMANTUAN SELAMA ANESTESI


mulai anestesi : 9.30 mulai operasi : 9.35 selesai operasi : 10.50


Monitoring Tekanan darah dan Nadi Durante Operasi
160 140 120 100 80 60 40 20 0 140 140 140 140 145 100 90 80 70 105 80 90 70

Nilai

130 130 130 110 105 100 103 75 70 75 75

Sistolik Diastolik Nadi

9.3 9.45 9.3 9.45 10


jam

10.2 10.3 10.5

Operasi selesai dalam waktu 1 jam 15 menit Pengelolaan Cairan: Maintenance : 2 x 70 = 140 ml/jam Stress operasi : 6 x 70 = 420 ml/jam Perdarahan : 700 ml Urin : 1000 ml Kebutuhan cairan total dalam 1 jam pertama : 140 + 420 + 700 + 1000 = 2260 ml EBV pada wanita dewasa : 65 ml/kgBB sehingga pasien dengan BB = 70 kg EBV = 4550 ml % EBV = 700 ml / 4550 ml x 100% = 15,38 % (> 10 % EBV perlu tranfusi darah)

POST OPERATIF
Pasien dibawa ke VK IGD untuk menghabiskan efek obat anastesi yang diberikan.

PLASENTA PRAEVIA

PERUBAHAN FISIOLOGI WANITA HAMIL

Efek Susunan Saraf Pusat Akibat pembesaran uterus Obstruksi vena cava inferior terjadi distensi pleksus vena epidural, meingkatkan volume darah epidural sehingga mengakibatkan volume LCS berkurang, volume potensial ruang epidural berkurang, tekanan ruang epidural meningkat. Efek Terhadap Respirasi Konsumsi O2 meningkat menit volume meningkat PaCO2 dapat berkurang hingga 28-32 mmhg terjadi alkalosis respiratoris (dapat dikompensasikan dengan penurunan konsentrasi HCO3 dalam plasma).

Efek Terhadap Cardiovaskuler


CO & volume darah mencukupi meningkatnya kebutuhan metabolisme maternal dan fetal. Peningkatan CO ( 40 %) pada kehamilan aterm. HR meningkat 1530%. Pembesaran ruang jantung dan hipertropi miocardial sering terlihat pada echocardiagraf.

Efek Terhadap Renal


Vasodilatasi renal akan menyebabkan RBF dan GFR meningkat 50% selama trimester I kemudian GFR akan menurun ke arah normal pada trimester III. Kreatinin menurun. Terjadi peningkatan renin dan aldosteron sehingga mengakibatkan retensi Na.

Efek Terhadap Gastrointestinal


Sekresi gastrin plasenta akan meningkatkan sekresi asam lambung. Hampir semua ibu yang akan melahirkan memiliki pH gaster < 2,5 dan > 60% dari mereka memiliki volume gaster > 25 cc. Semua ini mengakibatkan tingginya resiko regurgitasi dan aspirasi.

DEFINISI

Plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Pada keadaan normal plasenta terletak dibagian atas uterus

ETIOLOGI

INSIDENSI

berpengaruh terhadap faktor usia ibu yang lanjut, multiparitas, riwayat SC,

previa adalah salah satu penyebab utama perdarahan antepartum. Insidensi meningkat seiring peningkatan umur hamil. Plasenta previa terjadi 1 di antara 200 kehamilan.

KLASIFIKASI
1. 2. 3. 4.

Totalis :apabila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh jaringan plasenta Parsial :apabila sebagian pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta Marginalis:apabila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan Letak rendah:plasenta yang letaknya abnormal pada segmen bawah uterus, akan tetapi blomn sampai menutupi pembukaan jalan lahir. Pinggir plasenta berada kira kira 3 atau 4 cm di atas pinggir pembukaan

DIAGNOSIS

Anamnesis : perdarahan jalan lahir pada kehamilan > 22 minggu berlangsung tanpa nyeri, tanpa alasan, terutama pada multigravida Pemeriksaan luar : bagian terbawah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul Pemeriksaan in-spekulo : pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan servik dan vagina. Apabila perdarahan dari ostium uteri eksternum, adanya plasenta previa harus dicurigai Penentuan letak plasenta tidak langsung : dapat dilakukan dengan radiografi, radioisotope dan ultrasonografi. Nilai diagnostiknya cukup tinggi. Penentuan lokasi dengan USG merupakan metode paling sederhana, tepat dan aman untuk mengetahui lokasi plasenta dan jarak tepi plasenta terhadap ostium, rata rata tingkat akurasinya 96%. Pemeriksaan servik jangan pernah dilakukan kecuali apabila wanita yang bersangkutan sudah di meja operasi dengan segala persiapan.

PENANGANAN
Pada umumnya wanita dengan plasenta previa dapat dibagi sebagai berikut : Ibu hamil dengan janinnya preterm tapi belum ada indikasi untuk melahirkan Ibu hamil dengan janinnya sudah cukup matur Ibu hamil yang sudah In partu Ibu hamil yang mengalami perdarahan sedemikian parah sehingga janin harus segera dikeluarkan walaupun imatur

Apabila hal di atas terdapat salah satunya,maka tindakan yang harus dilakukan adalah: Segera perbaiki kekurangan cairan atau darah dengan memberikan infuse cairan IV (NaCl 0,9% atau RL) Lakukan penilaian jumlah perdarahan Jika perdarahan banyak dan berlangsung terus, persiapkan SC tanpa memperhitungkan usia kehamilan. Jika perdarahan sedikit dan berhenti, fetus hidup tapi imatur, pertimbangkan terapi ekspektatif sampai persalinan atau terjadinya perdarahan banyak Terapi aktif Rencanakan terminasi jika : Janin matur Janin mati atau menderita anomaly atau keadaan yang mengancam

kelangsungan hidupnya Pada perdarahan aktif dan banyak, segera dilakukan terapi aktif tanpa memandang maturitas janin Jika terdapat plasenta letak rendah dan perdarahan yang terjadi sangat sedikit persalinan pervaginam masih mungkin dilakukan, jika tidak SC adalah pilihan utama untuk terminasi. Namun biasanya hampir pada semua kasus plasenta previa dilakukan SC

PERMASALAHAN OPERATIF PASIEN DENGAN PLASENTA PREVIA


Pada ibu:

Resiko kehilangan darah retensi cairan adalah umum pada kehamilan namun persalinan yang lama meningkatkan resiko perdarahan. Perdarahan pada placeta previa perdarahan antepartum. Perdarahan ini terjadi karena uterus mulai dilatasi seiring tuanya kehamilan, perdarahan sepanjang pembukaan cervix selama partus dan akibat trauma plasenta, dapat karena sexual intercourse selama kehamilan. Resiko infeksi selama partus Dapat mengalami emboli karena bekuan darah Resiko histerektomi jika plasenta tidak mau memisah dari uterus.

PADA JANIN:
Resiko utama plasenta previa karena pemisahan plasenta yang agresif dan tibatiba yang mengakibatkan uteroplasental insufisien dan kelahiran prematuritas tidak dapat ditunda. kelainan kongenital resiko trauma selama partus dan resiko perdarahan.

TEKNIK ANESTESI
Teknik anestesi yang dipilih disesuaikan dengan indikasi dan apakah akan dilakukan sectio caesaria. Pada penelitian di Inggris ahli anestesi di sana lebih suka menggunakan teknik anestesi regional pada operasi elektif dan cito