Anda di halaman 1dari 35

STATUS PASIEN

Identitas Pasien
Nama

: Ilyas Ben Umur : 63 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Meurandeh Pekerjaan : Petani Suku/ Bangsa : Aceh / Indonesia Agama : Islam Tgl Masuk RS : 28 April - 2013

Anamnese
Keluhan Utama :Benjolan pada kantong kemaluan. Telaah : Os datang ke RSUD Langsa dengan keluhan benjolan pada kantong kemaluan, hal ini sudah dialami Os lebih kurang 8 bulan yang lalu, bengkak pada kemaluan terjadi

terus menerus, tidak hilang saat istirahat / berbaring, ukurannya tidak berubah sepanjang hari dan tidak disertai nyeri baik saat aktivitas, terjepit maupun saat istirahat. RPT : Hernia sudah dilakukan operasi pada april 2012

Pemeriksaan Fisik
I.

Status Generalisata Keadaan Umum


Sensorium

: Compos Mentis Tek. Darah : 130 / 70 mmHg HR : 68 x/ menit RR : 20 x/ menit

Kepala : simetris, rambut : hitam, ikal

Abdomen
I : Simetris

Leher : dbn, trakea medial, Struma (-)


Thorax Belakang
I
P P A

P : Soepel
P : Tympani A : Peristaltik usus (+)

Ekstremitas : Simetris Atas : dbn : SF : Ka=ki Bawah : dbn , Oedem (: Sonor /-) : SP : Vesikuler,

ST : (-)

II. Status Lokalisata Regio : Scrotalis

Inspeksi : Scrotum tidak simetris terlihat lebih besar, Transiluminasi (+) Palpasi : teraba benjolan seperti balon padat yang berisi air pada scrotum, berbatas tegas, berlobus lobus, permukaannya halus, konsistensi lunak- kenyal. Perkusi :Auskultasi : peristaltik usus (-)

Pemeriksaan Lab

Eritrosit : 390.000 L Leukosit : 8.700 L Trombosit :178.000 L Hb : 12,6 g/dL Ht : 34,1 % Ureum : 25 g/dL Creatinin :1,1 g/dL SGOT : 16 U/I SGPT : 15 U/I KGD Adrandom : 118 g/dL

Pemeriksaan Penunjang
Transiluminasi (+)

Differential Diagnosa

Hidrokel testis Hidrokel Funikulus Spermatokel Hernia Inguinalis Medialis Torsi Testis

Diagnosa Kerja

Hidrokel Testis

Terapi
IVFD RL 20 gtt/i Inj. Cefotaxime 1gr/12 jam Inj. Tramadol / 12 jam Inj. Ranitidin / 12 jam

Tindakan Bedah
Hidrokelektomi

Follow Up
28 April 2013
S : Bengkak pada

29 April 2013
S : Bengkak pada

kantong kemaluan O:
TD : 130/70 mmHg HR : 74 x/I RR : 20 x/i

kantong kemaluan O:
TD : 110/70 mmHg HR : 74 x/I RR : 20 x/i

A : Hidrokel Testis
P : IVFD RL 10 gtt/i

A : Hidrokel Testis
P : IVFD RL 10 gtt/i

Follow Up
30 April 2013
S : Bengkak pada

kantong kemaluan O:
TD : 120/80 mmHg HR : 74 x/I RR : 20 x/i

A : Hidrokel Testis P : Hidrokelektomi IVFD RL 20 gtt/I Inj. Cefotaxime 1gr/12jam Inj. Tramadol /12jam Inj. Ranitidin /12jam

HIDROKEL

Anatomi Testis

Testis adalah organ genitalia pria yang terletak di skrotum. Ukuran testis pada orang dewasa adalah 432,5 cm dengan volume 15-25 ml berbentuk ovoid. Kedua testis terbungkus jaringan tunika albuginea yang melekat pada testis.

Vaskularisasi
Testis mendapatkan darah dari beberapa cabang arteri, yaitu : 1. Arteri spermatika interna cabang dari aorta. 2. Arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior. 3. Arteri kremasterika cabang arteri epigastrika.

Hidrokel
Penumpukan cairan yang berlebihan yang berbatas tegas di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya.

Etiologi
Pada orang dewasa : hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. Penyebab sekunder dapat terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel.

Hidrokel pada bayi : Belum sempurna nya penutupan prosessus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis (hidrokel komunikans) Belum sempurna nya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel

Klasifikasi
a. Hidrokel Testis Kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. Pada anamnesis, besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari. b. Hidrokel Funikulus Kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah cranial dari testis, sehingga pada palpasi, testis dapat diraba dan berada diluar kantong hidrokel. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari.

c. Hidrokel Komunikan
Terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah pada saat anak menangis. Pada palpasi kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan kedalam rongga abdomen.

Patofisiologi

Kelainan testis (tumor, trauma, infeksi)

Sistem sekresi atau reabsorbsi cairan dihidrokel terganggu

Produksi cairan berlebihan oleh testis

Menekan pembuluh darah ditestis Atrofi testis Dan terjadi pembengkakan

Penumpukan cairan ditestis

Kerusakan integritaskulit

Diagnosis Banding
Varikokel varises dari vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna.

Gambar varikokel

Torsi Testis keadaan dimana funikulus spermatikus terpelintir sehingga terjadi gangguan vaskularisasi dari testis yang dapat berakibat terjadinya gangguan aliran darah daripada testis.

Gambar

torsio testis

Tumor

testis

Terapi
Hidrokel biasanya tidak berbahaya dan pengobatan biasanya baru dilakukan jika penderita sudah merasa terganggu atau merasa tidak nyaman atau jika hidrokelnya sedemikian besar sehingga mengancam aliran darah ke testis.

Penatalaksanaan
Aspirasi sebuah jarum atau pembedahan. Tetapi jika dilakukan aspirasi, kemungkinan besar hidrokel akan berulang dan bisa terjadi infeksi. Setelah dilakukan aspirasi, bisa disuntikkan zat sklerotik tetrasiklin, natrium tetra desil sulfat atau urea untuk menyumbat/menutup lubang di kantung skrotum sehingga cairan tidak akan tertimbun kembali. Hidrokel yang berhubungan dengan hernia inguinalis harus diatasi dengan pembedahan sesegera mungkin.

Indikasi untuk Operasi


Hidrokel besar yang mungkin menekan

pembuluh darah Indikasi kosmetik Hidrokel permagna yang besar dan berat (mengganggu aktivitas pasien)

Hidrokelektomi
Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan scrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau plikasi kantonghidrokel sesuai cara Lord. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto.

Komplikasi
1. 2. Kompresi pada peredaran darah testis Jika dibiarkan, hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga menimbulkan atrofi testis. 3. Perdarahan yang disebabkan karena trauma dan aspirasi. 4. Sekunder Infeksi.

ASSALAMUALAIKUM Wr. Wb