Anda di halaman 1dari 8

Pembuatan Alat Pemantau Ruangan pada Gedung Menggunakan Webcam Berbasiskan Bahasa Pemrograman Delphi

Harminanto Prastama
Hp34057@gmail.com

Nina Hendrarini
Nina2bdg@yahoo.com

Setia Jul Ismail


Jul@politekniktelkom.ac.id

Program Studi Teknik Komputer Politeknik Telkom Bandung 2011

ABSTRAK CCTV pada sekarang ini banyak di gunakan untuk membantu petugas keamanan dalam memantau aktivitas baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Namun harga CCTV yang cukup mahal terutama CCTV dengan motor penggerak. Hal ini memberikan penulis sebuah gagasan untuk membuat suatu alat sebagai alternatif pengganti CCTV yang harganya lebih murah namun memiliki fungsi mirip yaitu dengan memanfaatkan webcam dan motor stepper. Untuk mengontrol, menampilkan dan menyimpan hasil tangkapan gambar dari kamera akan di buatkan aplikasi menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7.0 yang dapat diakses melalui komputer yang terhubung dengan webcam dan motor stepper. Tetapi kualitas dari tangkapan gambar webcam tergantung pada kondisi pencahayaan dan juga lensa dari webcam yang digunakan. Kata kunci : CCTV, Webcam, Motor Stepper dan Delphi 7.0

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pada sekarang ini dimana semakin menjamurnya gedung yang memiliki banyak sekali ruangan di dalamnya. Dalam melakukan pengamanan dan pengawasan ruangan pada gedung lazimnya terdapat satpam atau bagian security untuk mengamankan dari segala tindakan kejahatan. Untuk mengamankan dan mengawasi segala aktivitas yang terjadi dalam gedung tersebut biasanya petugas keamanan melakukan pemeriksaan dengan berkeliling secara berkala pada setiap ruangan di dalam gedung. Tapi ini akan sangat merepotkan dan tidak efisien terutama jika petugas keamanan hanya beberapa orang saja.

Untuk mempermudah pengawasan pengelola gedung biasanya akan memasang CCTV(Closed Cirkuit Television). Banyak pengelola gedung memilih CCTV tanpa motor penggerak kamera dikarenakan harga CCTV ini lebih murah dari CCTV dengan motor penggerak yang harganya yang jauh lebih mahal. Jika CCTV tanpa motor penggerak dipasang pada ruangan sempit dan tidak memiliki banyak sudut tidak bermasalah karena ruangan masih dapat terpantau. Tapi CCTV tanpa motor penggerak memiliki sudut pandang yang sangat terbatas akan menjadi suatu kendala jika CCTV tanpa motor penggerak dipasang diruangan yang cukup luas dan memiliki banyak sudut. Hal ini memaksa para pengelola gedung untuk memasang CCTV dengan motor penggerak. Tapi harganya yang relatif lebih mahal

jika di pasang pada banyak ruang tentu harus mengeluarkan banyak sekali dana. Untuk menanggapi masalah tersebut, akan dibuat suatu alat yang memiliki sudut pandang yang luas dalam mengawasi ruangan dan memperingan petugas keamanan dalam melakukan pengamanan. Alat ini akan dibuat dengan mengembangkan dan memanfaatkan teknologi yang sudah ada yang tentu dalam segi biaya berdasarkan hasil kalkulasi perhitungan tergolong lebih murah bila dibandingkan dengan membeli CCTV dengan motor penggerak. Selain itu jika terjadi tindak kejahatan seperti pencurian dapat terlihat dan terekam oleh kamera sehingga petugas keamanan bisa bertindak cepat untuk menindak pelaku kejahatan tersebut. Bila diperlukan hasil dari rekaman kamera bisa dijadikan barang bukti atas kejahatannya. 1.2 Rumusan Masalah 1. Pembuatan alat pemantau ruangan pada gedung menggunakan webcam berbasiskan bahasa pemrograman delphi. 2. Bagaimana membuat driver motor stepper untuk menggerakan arah kamera? 3. Bagaimana membuat aplikasi pengontrol gerakan kamera dan penangkap gambar dari kamera dengan bahasa pemrograman delphi? 1.3 Tujuan Tujuan pembuatan Proyek Akhir ini adalah : 1. Membuat alat untuk memantau ruangan dengan memanfaatkan webcam. 2. Membuat driver motor stepper untuk menggerakan arah kamera. 3. Membuat aplikasi pengontrol kamera dan penangkap gambar dari kamera dengan bahasa pemrograman delphi. 1.4 Batasan Masalah 1. Aplikasi yang dibuat bersifat off-line tidak terkoneksi ke internet. 2. Pada perancangan hardware hanya menggunakan 2 kamera. 3. Perancangan dan perumusan hardware tidak akan dibahas secara mendalam, hanya membahas cara kerja dan aplikasi. 4. Hardware tidak menggunakan microcontroller.

5. Pada perancangan hardware webcam menggunakan kabel USB dan driver motor stepper menggunakan kabel parallel. 6. Panjang kabel USB yang digunakan pada webcam 1,5 meter. 7. Resolusi dari video 640 x 480 pixel. 1.5 Metodologi Penelitian 1.5.1 Studi Literatur 1.5.2 Perancangan sistem 1.5.3 Perancangan Hardware dan Software 1.5.4 Tahap Pengujian dan Analisis 1.5.5 Tahap Pembuatan Laporan 1.5.6 Kesimpulan dan Saran 1.6 Sistematika Penulisan BAB I Pendahuluan BAB II Landasan Teori BAB III Perancangan Sistem BAB IV Pengujian dan Implementasi BAB V Penutup 1.7 Jadwal Kegiatan

2. TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Definisi Web Cam

Webcam adalah kamera video sederhana berukuran relatif kecil. Webcam terintegrasi dengan komputer dengan melalui port USB (pada teknologi sebelumnya kamera terhubung ke komputer melalui port parallel. Webcam menurut jenis nya dibagi kedalam 4 jenis yaitu : 1. Serial dan Parallel port Webcam Webcam jenis ini sudah terlalu tua dan jarang ditemukan lagi, karena sudah tidak diproduksi. Selain itu, kamera jenis ini menghasilkan kualitas gambar yang rendah dan frame rate yang rendah.

Motor stepper bergerak berdasarkan urutan pulsa yang diberikan kepada motor. Motor stepper di bedakan berdasarkan karakteristiknya yaitu : 1. Variable Reluctance (VR) Motor ini terdiri atas sebuah rotor besi lunak dengan beberapa gerigi dan sebuah lilitan stator.

2. USB Webcam Webcam jenis ini merupakan solusi bagi pengguna baru dan amatir. Mendukung fasilitas PnP ( Plug and Play ) dan dapat dihubungkan ke port USB tanpa harus mematikan komputer, tetapi syaratnya sistem operasi komputer harus mendukung USB port. 2. Permanent Magnet(PM) Motor stepper jenis ini memiliki rotor yang berbentuk seperti kaleng bundar (tin can) yang terdiri atas lapisan magnet permanen yang diselang-seling dengan kutub yang berlawanan. 3. Firewire dan Card Based Webcam Firewire adalah salah satu teknologi video capture device yang diperlukan bagi kamera yang mendukungnya. Webcam yang membutuhkan video capture device harganya mahal, tetapi menghasilkan frame rate tinggi.. 3. Hybrid Motor stepper tipe hybrid memiliki gigi seperti pada motor tipe VR dan juga memiliki magnet permanen yang tersusun secara aksial pada batang porosnya seperti motor tipe PM. 4. Network dan Wireless Camera Network Camera adalah perangkat kamera yang tidak memerlukan sama sekali fasilitas komputer, karena dapat langsung terhubung ke jaringan melalui modem. Berdasarkan metode perancangan rangkaian pengendalinya, motor stepper dapat dibagi menjadi jenis unipolar dan bipolar. 1. 1.2 Definisi Motor stepper Motor stepper adalah perangkat elektromekanis yang bekerja dengan mengubah pulsa elektronis menjadi gerakan mekanis diskrit. Unipolar Motor unipolar bergerak dengan diberikan pulsa digital yang terdiri dari tegangan positif dan nol pada salah satu terminal lilitan motor sementara terminal lainnya dicatu dengan tegangan positif konstan.

2.

Bipolar Untuk motor stepper bipolar, diperlukan sinyal pulsa yang berubah-ubah dari positif ke negatif dan sebaliknya. Jadi pada setiap terminal lilitan harus dihubungkan dengan sinyal yang mengayun dari positif ke negatif dan sebaliknya.

A 1 1 0 0 0 0 0 1 1

B 0 1 1 1 0 0 0 0 0

C 0 0 0 1 1 1 0 0 0

D 0 0 0 0 0 1 1 1 0

1.3 Bahasa Pemrograman Delphi Delphi merupakan generasi penerus dari Turbo Pascal. Turbo Pascal yang diluncurkan pada tahun 1983 dirancang untuk dijalankan pada system operasi DOS (yang merupakan system operasi yang paling banyak digunakan pada saat itu). Sedangkan Delphi yang diluncurkan pertama kali pada tahun 1995 dirancang untuk beroperasi dibawah system operasi windows. Kebutuhan akan adanya program aplikasi yang bekerja dibawah system operasi windows serta memiliki antarmuka visual yang user friendly telah memancing minat banyak orang menggunakan bahasa pemrograman yang mampu menyediakan antar muka grafis (Graphical User Interface). 1.4 Port Parallel Port ini memiliki masukan hingga 8 bit atau keluaran 12 bit pada saat yang bersamaan, dengan hanya membutuhkan rangkaian external sederhana untuk melakukan suatu tugas tertentu. Port parallel ini terdiri dari 4 jalur kontrol, 5 jalur status dan 8 jalur data. Dimana fungsi masing-masing pin dapat digolongkan menjadi 3 jalur data, yaitu : 1. 2. 3. Jalur control, memiliki arah bidirectional. Jalur status, memiliki satu arah yaitu arah input. Jalur data, memiliki dua arah, dapat juga berfungsi sebagai pengirim alamat dan data, masing-masing 8 bit, dimana keduanya melakukan transfer data dengan protocol handshaking serta diakses dengan register berbeda. Sisa dari pin adalah sebagai ground.

Sedangkan berdasarkan mode langkahnya, motor stepper dapat dibagi menjadi jenis full stepp dan half stepp.

1. Full stepp
Full stepp yaitu suatu mode motor stepper dimana per langkahnya merupakan pergeseran maksimum antara rotor terhadap stator sehingga mode full merupakan mode tercepat untuk melakukan pergeseran/perputaran namun memiliki kekurangan dari segi torsi yang dihasilkan.

A 1 0 0 0 0 0

B 0 1 0 0 0 0

C 0 0 1 0 0 1

D 0 0 0 1 1 0

2.

Half stepp Half stepp yaitu mode motor stepper dimana pergeseran perlangkah merupakan setengah dari pergeseran yang dihasilkan oleh mode full stepp, sehingga mode half stepp memiliki kecepatan yang lebih lambat dari mode full stepp namun memiliki torsi yang lebih kuat.

3.1.2 Perancangan dan pembuatan perangkat keras berupa driver motor stepper. Pada tahap ini perangkat keras berupa driver motor stepper akan dibuat. Rangkaian ini akan mengendalikan motor stepper. 3.1.3 Perancangan perangkat keras kamera keamanan dengan memanfaatkan webcam. Disini akan dibuat sebuah kamera keamanan dengan memanfaatkan webcam. Yang nantinya kamera tersebut yang akan menangkap gambar yang kemudian di tampilkan oleh aplikasi pada komputer melalui port USB. 3.1.4 Mendefinisikan cara kerja perangkat kamera keamanan beserta aplikasinya User menjalankan aplikasi pengontrol dan penangkap gambar kemudian aplikasi akan menginisialisasi port USB dan port parallel. Pada port USB akan di teruskan dengan mengaktifkan webcam sedangkan pada port pararell diteruskan dengan mengakses perangkat driver motor stepper Pada port USB akan di teruskan dengan mengaktifkan webcam sedangkan pada port pararell diteruskan dengan mengakses perangkat driver motor stepper.

3. PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Perancangan yang akan dilakukan dalam penyelesaian Proyek Akhir ini adalah sebagai berikut : 1. Pembuatan aplikasi untuk pengontrol gerakan motor stepper dan penangkap gambar dari kamera. 2. Perancangan dan pembuatan perangkat keras berupa driver motor stepper 3. Perancangan perangkat keras kamera keamanan dengan memanfaatkan webcam. 4. Mendefinisikan cara kerja perangkat kamera keamanan beserta aplikasinya. 3.1.1 Pembuatan aplikasi untuk pengontrol gerakan motor stepper dan penangkap gambar dari kamera. Pada tahap ini akan dibuat aplikasi yang memiliki berberapa fungsi yaitu : 1. Untuk mengontrol gerakan dari motor stepper. 2. Dan akan di buat juga aplikasi untuk penangkap gambar dari kamera. 3. Gambaran dari GUI dari aplikasi yang akan dibuat

2. Kemudian buat design GUI dari aplikasi. Berikut GUI untuk tampilan awal

GUI untuk penggerak motor

3.2 Skenario Pengujian Pada tahap ini akan dibahas mengenai skenario pengujian yang dilakukan terhadap hardware dan aplikasi pemantau ruangan yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Deplhi. Hasil pengujian akan dianalisis dari beberapa segi, untuk mengetahui berhasil dan bekerja dengan benar sesuai tujuan yang telah ditentukan 3.3 Analisis Kebutuhan Sistem 3.3.1 Spesifikasi Perangkat Keras a) Processor: Intel Core2Duo E7400 2,8 GHz b) Harddisk : - Seagate Baracuda 80 Gb - Seagate Baracuda 1 Tb c) RAM : Corsair 4 GB DDR III d) Webcam : - Logitech Webcam - Genius Webcam 3.3.2 Spesifikasi Perangkat Lunak a) b) c) d) e) Sistem Operasi Word Prosessing IDE Schematic Komponen : Windows Xp 32 bit : Micorosft Word 2007 : Borland Delphi 7 : Proteus 7 : JHVideoCap

3. Pada form 1 sebenarnya terbagi dalam 2 bagian yaitu kamera 1 dan kamera 2. Berikut adalah flowchart dari aplikasi

Mulai

FORM 1

VideoCap1.Driver index := 0; VideoCap2.Driver index := 0;

Kamera 1

Kamera 2

Tidak

Connect

Kamera Setting

Arah Kamera

Tidak

Connect Ya

Kamera Setting

Arah Kamera

Ya

VideoCap1.St artCapture;

VideoCap1.H asDlgFormat

VideoCap1.Dlg VCompression;

VideoCap1.St artCapture; Tidak Capture Ya

VideoCap1.Ha sDlgFormat

VideoCap1.Dlg VCompression;

Tidak

Capture Ya

Video.avi Video.avi

selesai

4. PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI ALAT 4.1 Proses Ruangan Pembuatan Aplikasi Pemantau

Untuk mengendalaikan gerak kamera di buat Unit2.pas dan Uni3.pas yang di panggil melalui tombol arah gerak pada form kamera 1 dan kamera 2. Berikut adalah flowchart untuk mengendalikan gerak Kamera :

1. Dalam pembuatan aplikasi pemantau ruangan menggunakan komponen JHVideoCap untuk menangkap gambar dari kamera.yang sebelum digunakan harus diinstal terlebih dahulu.

Mulai

Arah Kamera

Form2: TForm2; Mode Putar

Ya Kanan Tidak Gerak Kanan

Tidak

Ya Kiri Gerak Kiri

Kecepatan motor

2. Pengujian Putaran motor Puta No ran ()


0

Kamera 1

Kamera 2

Selesai

4.2 Pengujian 1.1 Pengujian Aplikasi Jika aplikasi berjalan dengan baikdan dapat mengakses kamera maka akan tampilannya tampilan seperti berikut : 1 00

900

1800

1.2 Pengujian teknik kompresi video Pada pengujian ini akan diukur besar file video antara yang menggunakan salah satu teknik kompresi video dan tanpa teknik kompresi video. File yang diuji berekstensi avi dengan durasi video yaitu selama 30 detik dan ukuran video 640 x 480 pixel. Uncompressed 180.455 Kb Cinepak Codec By Radius 2.392 Kb

2700

3600

2 Pengujian Perangkat Keras 1.Pengujian padaa kondisi cahaya tertentu

3. Pengujian Kecepatan Motor Pengujian kecepatan motor ini berdasarakan gerak putaran motor sebesar No Kecepatan Waktu (detik) 1 Maksimum 4 detik

2 3

Menegah Minimum

24 detik 51 detik

Yogyakarta: Penerbit Andi, 2010.

[6] W. KOMPUTER, PANDUAN APLIKATIF &


SOLUSI APLIKASI CERDAS MENGGUNAKAN DELPHI, Andi Publisher, 2009.

4. PENUTUP a. Kesimpulan 1. Dari hasil implementasi dan pengujian dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu : 2. Telah dibuat alat untuk memantau ruangan dengan memanfaatkan webcam yang dapat digunakan sebagai alternatif CCTV realtif murah selain itu tidak memerlukan spesifikasi komputer yang tinggi webcam tidak hanya menangkap gambar tapi juga suara. 3. Telah dibuat driver motor stepper untuk menggerakan arah kamera kiri dan kanan. 4. Telah dibuat aplikasi pengontrol kamera dan penangkap gambar dari kamera dengan bahasa pemrograman delphi. Dimana hasil dari tangkapan kamera cukup baik dengan pencahayaan yang cukup terang. a. Saran 1. Untuk pemakaian dengan jarak yang lebih jauh dapat dikembangkan menjadi wireless. 2. Untuk hasil tangkapan gambar pilih kualitas lensa dan fitur webcam yang cukup bagus. 3. Tambahkan codec dari pihak ke tiga untuk menambah teknik kompresi video. 4. Sistem ini dapat di kembangkan menggunakan lebih dari 2 kamera. 5. Untuk mendapatkan arah gerak lain(atas dan bawah) dapat di tambahkan motor stepper pada sisi lain. 6. Arah kamera dapat bergerak secara otomatis kearah kiri dan kanan dengan besaran step tertentu. REFERENSI

[7] SPC, SPC Stepper motor. [8] Z. P. Juhara, Pemrograman DirectX dengan
Delphi, 2002.

[9] T. R. Kuphaldt, "Lessons In Electric Circuits,


Volume V - Reference," 2003.

[10] 2005.

[Online]. Available: http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=10&sub mit.x=13&submit.y=15&submit=next&qual=high &submitval=next&fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2F elkt%2F2005%2Fjiunkpe-ns-s1-2005-234010442984-mikrokontroler-chapter2.pdf. [Diakses 14 Juli 2011]. Project, [Online]. Available: http://delphi.about.com/od/fullcodeprojects/1/aa11 2903a.htm. [Diakses 04 Juni 2011]. 2010. [Online]. Available: http://www.edukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%2 0Belajar/Materi%20Pokok/view&id=173&uniq=al l. [Diakses 6 Juli 2011].

[11] Delphi

[12] E-dukasi.net,

[13] mercubuana, journal mercubuanan, [Online]. Available: journal.mercubuana.ac.id/data/stepper.ppt. [Diakses 14 Juli 2011].

[14] http://lib.uin-malang.ac.id, [Online]. Available:


http://lib.uinmalang.ac.id/thesis/fullchapter/04550051-ibnucatur-mustofa.ps. [Diakses 24 Juli 2011].

[1] B. Achmad, Pemrograman Delphi untuk aplikasi


mesin visi menggunakan webcam, Yogyakarta: Gava Media, 2011.

[2] G. McComb and B. Early, Electronics For


Dummies, Indianapolis: Wiley Publishing, inc, 2005.

[3] Madcoms, Pemrograman Borland Delphi 7,


Yogyakarta: Penerbit Andi, 2007.

[4] M. Cant, MASTERING DELPHI 6, SYBEX,


2001.

[5] W. Sjachriyanto, Teknik Pemrograman Delphi,