Anda di halaman 1dari 7

OPTIMASI PENYERAPAN SINAR MATAHARI MENGGUNAKAN SISTEM TRACKING PADA MODUL SEL SURYA

Yusuf Ismail Nakhoda1, Andry Setiyawan 2


[1,2]

Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang Jl. Raya Karanglo Km. 2 Malang [1] yusuf_nakhoda@fti.itn.ac.id

Abstrak
Energi listrik yang didapatkan dari sumber energi fosil lama kelamaan akan habis dan diperlukan energi alternatif yang dapat diperbarui, diantaranya energi matahari. Indonesia terletak di daerah tropis, maka sinar matahari selalu tersedia dari pagi hari sampai dengan sore hari. Pada penelitian ini, untuk menghasilkan energi listrik yaitu menggunakan modul sel surya. Karena penggunaan modul sel surya untuk menghasilkan energi listrik efisiensinya rendah, maka diperlukan sistem tracking untuk mengoptimalkan penyerapan radiasi matahari. Sistem tracking pada modul sel surya ini dapat bergerak mengikuti arah matahari. Dalam perancangan dan pembuatan peralatan sistem tracking menggunakan mikrokontroler AT 89S8253 sebagai pemroses utama. Untuk gerakan dari modul sel surya terdiri dari dua buah motor DC, dan untuk mendeteksi dari cahaya matahari digunakan RTC (Real Time Clock). Peralatan ini bekerja dengan mengatur arah gerak modul sel surya menurut pergerakan matahari yang nyata tiap waktunya. Hasil pengujian selama 10 jam (jam 07.00 s/d 17.00) menggunakan peralatan modul sel surya sistem tracking ini ternyata dapat mengoptimalkan menyerapan radiasi matahari untuk menghasilkan energi listrik, yaitu pada modul sel surya dalam kondisi diam didapatkan energi listrik rata-rata sebesar 104,96 Wh dan pada modul surya menggunakan sistem tracking didapatkan energi listrik rata-rata sebesar 257,16 Wh atau didapatkan optimasi energi listrik sebesar 145 %. Pada pengujian pergerakan peralatan sistem tracking ini terdapat error rata-rata untuk pergeseran matahari dari arah Timur ke Barat sebesar 7,7 % dan untuk pergeseran matahari dari arah Utara ke Selatan 8,33 %. Kata kunci : modul sel surya, RTC (Real Time Clock), charge control, AT 89S8253, op-amp.

1. Latar Belakang Penggunaan alat kontrol untuk tracking matahari ini sangat diperlukan karena dapat memaksimalkan sebuah modul sel surya untuk menyerap radiasi dari matahari, kontrol dari alat ini dapat menggerakkan modul sel surya ke arah matahari berada yaitu arah Timur, Barat, Utara, Selatan, karena matahari tidak hanya bergerak dari arah Timur Barat tapi juga dari Utara Selatan tetapi pergeseran arah ini kecil. Alat ini mempunyai charge control untuk mengisi sebuah accu, dimana accu ini digunakan untuk menyuplai alat kontrol, sehingga alat ini lepas dari sumber tegangan jala jala, sehingga dapat dikatakan alat ini mandiri. Prinsip alat ini menggunakan

pewaktuan nyata, yaitu mengikuti gerak matahari pada kesehariannya. Kontrol semua sistem diatur oleh mikrokontroler AT89S8253. Mengacu pada latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah ditekankan pada : Bagaimana merancang dan membuat alat kontrol yang digunakan sebagai tracking posisi matahari untuk optimasi penyerapan sinar matahari pada modul sel surya. Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, maka masalah tersebut dibatasi sebagai berikut : 1. Sel surya sudah dalam bentuk modul. 2. Keadaan musim dan cuaca diabaikan.

3. Mikrokontroler yang digunakan adalah AT89S8253. 4. Keakuratan sudut sangat bergantung pada mekanik. 5. Mengenai perhitungan mekanik tidak dibahas dalam penelitian ini. 6. Alat ini diset khusus untuk digunakan di Indonesia menurut letak geografisnya yaitu 6 derajat LU sampai 11 derajat LS. Untuk memahami alat yang akan dirancang, maka akan dijelaskan mengenai teori dasar yang akan berkaitan dengan sistem yang digunakan pada perancangan dan pembuatan, terutama rangkaian RTC (Real Time Clock) sebagai penunjuk arah matahari, mikrokontroler membaca data waktu pada RTC dan dibandingkan dengan pergerakan matahari secara nyata. Maka perlu diketahui teori tentang pergerakan matahari kesehariannya. Berikut merupakan rangkaian RTC(RealTimeClock) :

Gambar 1.Gambar rangkaian RTC(RealTimeClock)[8] Sambil mengitari matahari, bumi juga berotasi sekali dalam 24 jam. Namun, poros rotasi ini tak berimpit dengan poros revolusi, melainkan membentuk sudut 23,5 derajat. Pada tanggal 21 maret, matahari melintasi khatulistiwa dititik vernal equinox dalam perjalanannya dari selatan menuju utara. Vernal equinox ini menandai satu dari dua titik istimewa di sepanjang garis potong antara bidang khatulistiwa langit (perluasan khatulistiwa bumi) dengan bidang ekliptika (bidang orbit Bumi mengitari Matahari). Pada saat tersebut posisi terbit dan terbenam Matahari tepat di arah timur dan barat dan siang malam akan memiliki panjang waktu yang sama, yakni masing-masing selama 12 jam (kata equinox sendiri berarti equal night). Ketika Matahari mencapai titik tertingginya di bola langit dalam gerak semu harian, saat itulah sebatang tongkat tegak di khatulistiwa akan

kehilangan bayang-bayangnya. Tibanya matahari di titik vernal equinox ini menandai awal musim semi dibelahan utara Bumi dan awal musim gugur bagi belahan selatan. Tiga bulan berikutnya, yakni sekitar tanggal 21 Juni, matahari tiba di posisi paling utara (summer solstice) dalam pergerakannya di bola langit. Bagi penduduk belahan utara Bumi, saat ini menandai siang terpanjang (musim panas) pada sepanjang tahun dan sebaliknya, sebagai siang terpendek selama revolusi Bumi bagi mereka yang tinggal di belahan selatan. Setelah berada di titik terjauhnya di utara khatulistiwa, Matahari akan memulai kembali perjalanannya menuju langit belahan selatan dengan melintas kembali di khatulistiwa pada sekitar tanggal 23 September (autumnal equinox). Pada 22 Desember, Matahari pun mencapai posisi paling selatan (winter solstice) yang menandai dimulainya musim panas untuk Bumi belahan selatan dan musim dingin untuk belahan utara. Tetapi pergerakan ini sebenarnya menurut pengamatan kita di bumi saja, sebab yang terjadi menurut ilmu astronomi, justru bumi ini lah yang bergerak. Gerakan bumi ini mengakibatkan posisi matahari yang terlihat dari bumi seolah bergeser Utara-Selatan terusmenerus. Gerakan bumi ini karena efek dari medan gravitasi antar kutub bumi dan matahari. Gerak ini juga akibat gerak revolusi bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi mengakibatkan Matahari sepanjang tahun mengalami pergeseran ke utara dan ke selatan, yakni[7] : a. Tanggal 21 Maret, tepat beredar di khatulistiwa. Matahari terbit dan terbenam tepat di titik timur dan barat. b. Tanggal 21 Juni, tepat berada di lintang 23.5 LU. c. Tanggal 23 September, tepat berada di khatulistiwa lagi, matahari terbit dan terbenam tepat di titik timur dan barat. d. Tanggal 22 Desember, tepat berada di lintas 23.5 LS. 2. Perancangan dan Pembuatan Alat Untuk alat ini atau apapun yang berbetuk otomatis pasti membutuhkan sebuah kontrol yang mampu berpikir dan mengeksekusi dari sebuah masukan pada saat itu juga. Di sini perancang menggunakan kontrol AT89S8253 dan RTC (RealTimeClock), RTC sebagai pewaktu dasar yang nantinya digunakan untuk

mendeteksi arah matahari, sensor limit switch untuk batas dari putaran modul sel surya, apabila tidak digunakan maka alat atau sel surya akan rusak karena menabrak tiang penyangga. Digunakan juga kontrol op amp sebagai pengaman dari charge control, karena alat ini nantinya bersifat mandiri, yaitu tidak bergantung pada sumber tegangan jala jala. Gambar 2 s/d gambar 6 memperlihatkan rancangan perangkat keras alat yang dibuat. Sedangkan diagram alir sistem ditunjukkan pada gambar 7. Gambar 5. Rangkaian Charge Control

Gambar 2. Blok Diagram Sistem

Gambar 6. Gambar Rangkaian driver motor

Gambar 3. Rangkaian Minimum Sistem AT89S8253

Gambar 4. Rangkaian Reset pada AT89S8253

Keterangan : 0 volt = motor berhenti 12volt = motor bergerak arah maju -12volt = motor bergerak arah mundur Tabel 3 memperlihatkan hasil pengujian accu pada saat modul sel surya diam. Sedangkan tabel 4 memperlihatkan hasil pengujian accu pada saat modul sel surya bergerak. Gambar 8 dan gambar 9 memperlihatkan tegangan akhir accu pada jam 17.00 untuk sel surya diam dan bergerak. Tabel 3. Tabel hasil pengisian accu pada saat modul sel surya diam TeganganTegangan Jam Arus Data Awal Akhir Wh Pengisian (A) (Volt) (Volt) 07.001 0.12 11.18 11.18 13.42 08.00 08.002 0.23 11.18 11.20 25.76 09.00 09.003 0.47 11.20 11.29 53.06 10.00 10.004 0.84 11.29 11.37 95.51 11.00 11.005 1.57 11.37 11.57 181.65 12.00 12.006 2.52 11.57 11.84 298.37 13.00 13.007 1.58 11.84 12.07 190.71 14.00 14.008 0.71 12.07 12.29 87.26 15.00 15.009 0.54 12.29 12.34 66.64 16.00 16.0010 0.3 12.34 12.40 37.2 17.00 Tabel 4. Tabel hasil pengisian accu pada saat modul sel surya bergerak

Gambar 7. Flowchart Sistem 3. Pengujian Alat Tabel 1 menunjukkan hasil pengujian RTC. Pengujian RTC ini ditujukan untuk mengetahui ketepatan waktu yang ditunjukkan. Tabel 1. Hasil Pengujian RTC Hari Ke 1 2 3 Waktu RTC 07.00 08.00 12.00 Waktu Pembanding 07.00 08.00 12.00

Hasil pengujian driver motor dimana didapatkan dari pemberian input logic pada masukan driver motor melalui mikrokontroler ditunjukkan pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengujian Driver Motor

TeganganTegangan Jam Arus Data Awal Akhir Wh Pengisian (A) (Volt) (Volt) 07.001 1.07 11.15 11.25 120.38 08.00 08.002 1.63 11.25 11.46 186.8 09.00 09.003 2.01 11.46 11.71 235.37 10.00 10.004 2.27 11.71 11.96 271.49 11.00 11.005 2.52 11.96 12.24 308.45 12.00 12.006 2.53 12.24 12.57 318.02 13.00 13.007 2.48 12.57 12.83 318.18 14.00 14.008 2.28 12.83 13.02 296.86 15.00 15.009 2.05 13.02 13.19 270.4 16.00 16.0010 1.84 13.19 13.35 245.64 17.00 Dari tabel 3 dan tabel 4 didapatkan perbandingan antara yang diam dengan yang gerak: _ xi (1) x= n _ x = rata rata daya (wh/hari) xi = jumlah daya n = banyaknya data Diam : x=
_

Gambar 8. Tegangan akhir accu saat sel surya diam pada jam 17.00

Gambar 9. Tegangan akhir accu saat sel surya bergerak pada jam 17.00 Tabel 5. Error pada alat untuk gerakan perjam Sumber Sudut Error Waktu Cahaya Alat (%) 07.00 75 70 6.67 08.00 60 57 5 09.00 45 47 4.4 10.00 30 31 3.33 11.00 15 14 6.67 12.00 0 0 0 13.00 15 13 13.3 14.00 30 25 16.67 15.00 45 40 11.1 16.00 60 54 10 Tabel 5 memperlihatkan errror pada alat untuk gerakan per jam. Dari data pada tabel 5, maka diperoleh perbandingan sebagai berikut: _ xi x= n

1049.6 10 = 104.96 Wh/hari

Gerak : x=
_

2571.6 10 = 257.16 Wh/hari

Error dari alat kontrol diperoleh dari untuk perjam : x y 100% Error alat = (2) x Keterangan : x = sumber cahaya y = sudut dari alat

x = rata rata error

xi = jumlah error n = banyaknya data 77 100% 10 _ x = 7.7 % x=


_

Error dari alat kontrol diperoleh dari untuk perbulan : x y 100% Error alat = (4) x Keterangan : x = sumber cahaya y = sudut dari alat Tabel 6 menunjukkan error pada alat untuk gerakan per bulan Tabel 6. Error pada alat untuk gerakan perbulan Bulan Juni Mei/Juli April/Agustu s Maret/Septe mber Februari/Okt ober Januari/Nove mber Desember Sumber Cahaya 24 16 8 0 8 16 24 Sudut Alat 22 16 9 0 7 14 21 Err or (%) 8,33 0 12.5 0 12.5 12.5 12.5 diperoleh

Gambar 10. Alat kontrol modul sel surya pada bulan Agustus

Gambar 11. Alat kontrol modul sel surya pada jam 07.00 WIB Gambar 10 memperlihatkan foto alat kontrol modul sel surya pada bulan Agustus. Sedangkan gambar 11 memperlihatkan foto alat kontrol modul sel surya pada jam 07.00 WIB. 4. Kesimpulan 1. Dari hasil pengujian diperoleh daya sebesar 104.96 Wh/ hari pada saat modul sel surya diam, sedangkan pada saat modul sel surya bergerak sebesar 257.16 Wh/ hari. Jadi terjadi peningkatan perolehan daya sebesar 145%. 2. Error kontrol dari alat diperoleh : a. Untuk pergeseran matahari arah timur ke barat, rata-rata error = 7.7 % b. Untuk pergeseran matahari arah utara ke selatan, rata-rata error = 8.33 %

Dari data di tabel 6, maka perbandingan sebagai berikut : _ xi x= n _ x = rata rata error xi = jumlah error n = banyaknya data _ 58.31 x= 100% 7 _ x = 8.33 %

3. Konstruksi mekanik dan berat beban dari modul sel surya mempengaruhi ketepatan sudut. 4. Untuk charge control tergantung dari set point yang diset, karena set point sudah diset 13.8 Volt, jadi proses pengisian berlangsung selama tegangan accu belum mencapai 13.8 Volt, apabila sudah 13.8 Volt otomatis charge control akan memutus tegangan yang mengalir dari modul sel surya. 5. Cuaca sangat mempengaruhi proses pengisian dari accu. Daftar Pustaka [1]. www.Atmel.com.data sheet IC AT89S8253 [2]. http://homepages.westminster.org.uk/el ectronics/voltage [3]. http://wikipedia.org/wiki/Electric_moto r.htm#DC_motors [4]. http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_surya [5]. http://en.wikipedia.org/wiki/Relay [6]. HALINE,Modul Praktikum Mikrokontroler, Kurniawan Jaya Elektronik. [7]. http://falak.blogsome.com/2007/06/22/t itik-balik-utara/trackback [8]. Data Sheet DS12C887, Dallas Semiconductor. [9]. Data Sheet LCDm1632, Seiko Instrument Inc. [10]. Data Sheet LM741, National Semiconductor. [11]. Data Sheet ULN2003, Allegro Semiconductor. [12]. Agfianto Eko Putra, Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55, Gava Media, 2002.