Anda di halaman 1dari 4

LANGKAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA

Paradigma baru pariwisata adalah milik rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat DESA merupakan satuan terkecil wilayah dan masyarakat dari bangsa/negara yang menunjukkan keragaman Indonesia. Terbukti keragaman masyarakat sebagai kekuatan bagi tegak/eksistensi bangsa dan negara Republik Indonesia. Wisata adalah kegiatan perjalanan/bepergian untuk bersenang-senang, menggunakan waktu luang untuk memulihkan kekuatan fisik dan spiritual, refreshing (penyegaran) dan kegiatan memperkaya, memperluas serta mengembangkan wawasan seseorang. Sebagai penggerak desa wisata adalah rakyat, rakyat sebagai penentu pokok. Rakyat yang mandiri dan berdikari tanpa investor. Rakyat harus berani tampil terdepan dan menghilangkan belenggu minder (rendah diri), malas, terbelakang dan berjiwa pelayan (budak). Pada hakekatnya rakyat memiliki nilai-nilai budaya/tradisi yang luhur dan harta kekayaan yang tak ternilai yaitu : gotong royong, ramah, alam lingkungan yang indah, seni tradiri/budaya dll. Semua ini sebagai modal dan aset pariwisata. LATAR BELAKANG Eksistensi Desa wisata yang ada sekarang ini muncul dan berkembang berdasarkan kegiatan turun temurun yang menjadi unggulan di desa tersebut. Beberapa hal/kegiatan yang menjadikan desa tersebut sebagai desa wisata antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. Kerajinan menjadi Desa Wisata Berbasis Kerajinan. Seni budaya menjadi Desa Wisata Berbasis Seni Budaya. Pertanian menjadi desa Wisata Berbasis Pertanian. peninggalan wali/tokoh agama menjadi Desa Wisata Berbasis Ritual. Keindahan alam lingkungan menjadi Desa Wisata Berbasis Nuasan Alam

Selain basis-basis desa wisata tersebut, desa-desa di Indonesia memiliki keanekaragaman dan keunikan yang luar biasa. Maka diperlukan kemampuan dan pengetahuan serta kreatifitas dalam menggali potensi desa. LANGKAH Untuk dapat mengetahui dan menggali potensi desa diperlukan langkah/cara agar dapat secara mudah dan jelas apa potensi dan bagaimana metode pengembangannya. A. Cara mengetahui potensi dengan 3P 1. POSISI : mengetahui letak dan geografi desa 2. POTENSI : bagaimana keadaan sumberdaya alam dan sumber daya manusianya contoh : pendidikan, pekerjaa penduduk, greget/semangat dll.

3. PRESTASI : bagaimana capaian serta kemajuan masyarakat dan memiliki prestasi tingkat kabupaten/kecamatan. contoh : juara lomba desa. B. Membentuk lembaga di tingkat desa 1. Lembaga POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) Merupakan lembaga bentukan pemerintah desa yang bertugas dan berperan dalam mensosialisasikan tentang SAPTA PESONA. 2. Lembaga pengelola desa wisata Lembaga ini merupakan bentukan dari tokoh-tokoh masyarakat yang berorientasi pada keuntungan dari jasa pariwisata. Sehingga benar-benar mengelola tamu sampai marketing. Contoh organisasi pengelola desa wisata : 1. 2. 3. 4. Ketua Sekretaris Bendahara Seksi-seksi : a. Pemandu

b. Home stay c. Keamanan d. Promosi e. Keamanan f. Lingkungan CONTOH MANAJEMEN PENGOLAHAN PENGOLAHAN KEUANGAN PAKET /PERORANG HARGA Rp 75.000,No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan HOME STAY MAKAN 2X KAS KAMPUNG PEMANDU SNACK/WELCOME DRINK PENGELOLA Harga Rp 20.000 Rp 16.000 Rp 5.000 Rp 5.000 Rp 4.000 Rp 20.000 Keterangan

TRAVEL JUMLAH TOTAL

Rp 5.000 Rp 75.000

CONTOH: PAKET YANG DITAWARKAN DI DESA WISATA DIY NO 1 2 3 4 5 6 7 8 KEGIATAN PAKET PERTANIAN(BAJAK &TANAM PADI) SEWA SEPEDA PAKET PERAHU NAGA MASAK MAKANAN TRADISIONAL TANGKAP BELUT/ITIK MEMBATIK MEMBUAT GULA JAWA MAKAN ALA KENDURI HARGA Rp 25.000 Rp 10.000 Rp 10.000 Rp 10.000 Rp 10.000 Rp 45.000 Rp 10.000 Rp 25.000 KETERANGAN MINIMAL 10 ORANG

STRATEGI PENGEMBANGAN Rakyat digugah kesadarannya untuk memanfaatkan aset mereka yaitu rumah dan sebagian kamar-kamar mereka menjadi tempat tinggal tamu sementara dan tamu-tamu dijadikan temannya. Tamu tinggal bersama rakyat bisa menikmati kehidupan keseharian warga desa (live in) merasakan sajian makanan dan minuman, serta menikmati alam bernuansa pedesaan, serta menikmati tradisi budaya warga pedesaan. Maka diperlukan penyiapan desa tersebut layak menerima tamu dengan melakukan langkah strategi sebagai berikut : 1. Inventarisasi : Pendataan melalui angket atau wawancara tentang monografi desa. 2. Pemetaan : Berdasarkan data kita melakukan pemetaan 3. Plan/Program : Menyusun program a. Program yang akan dilaksanakan b. Jadwal pelaksanaan 4. Action/pelaksanaan : Melakukan program sesuai jadwal

5. Evaluation : Mengevaluasi apa yang telah dilakukan 6. Tindak lanjut : Merupakan kegiatan lanjutan setelah dievaluasi apa saja yang belum dilaksanakan. 7. Dokumentasi : - Membuat dokumen administrasi - Membuat dokumen foto / CD KEUNTUNGAN Keberhasilan desa wisata dapat diukur dari seberapa besar partisipasi masyarakat/warga desa. Semua warga desa terlibat yaitu bapak-bapak, ibu-ibu rumah tangga, pemuda dan anak-anak serta perangkat desa. Keuntungan warga : 1. Mempererat tali silaturahmi dan rasa persatuan nasional 2. Memperoleh pemasukan uang dari penginapan, jual makanan dan minuman. 3. Pemasukan seperti jasa binatu, sewa kendaraan (sepeda), penjualan sayura-sayuran, cinderamata dll 4. Saling interaksi dengan tamu. 5. Transfer pengetahuan 6. Promosi desa Keuntungan lainnya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Rumah-rumah, jalan-jalan desa, MCK, pekarangan/lingkungan menjadi bersih. Budaya dan atraksi seni tradisi desa terpelihara. Permainan anak/dolanan menjadi hidup Kegiatan warga menjadi semarak seperti pemancingan, praktek bajak di sawah, tangkap belut, dll. Ekonomi warga tumbuh dan meningkat. Membuka lapangan pekerjaan Peningkatan perhatian terhadap lingkungan dan sumber daya alam Peningkatan kesadaran terhadap sumber daya manusia.

SAMPEL: Museum Tani Jawa Indonesia adalah sebagian dari tujuan wisata yang ada di Desa Wisata Candran yang terletak di Desa Kebon Agung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Indonesia. Koleksinya meliputi alat-alat tani, alat-alat dapur tradisional, benih-benih padi, memedi sawah, dll. Museum ini sering mengadakan lomba-lomba yang tidak lain dan tidak bukan adalah bertujuan sebagai langkah pemasaran museum. Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang pernah dilaksanakan oleh museum Tani Jawa Indonesia.