Anda di halaman 1dari 39

KTS-233-MEKANIKA TANAH I

KONSISTENSI TANAH

Ir.M.Taufik Taib,MT

POKOK BAHASAN
1.Konsistensi Tanah 2.Batas Atterberg 3.Batas Cair, LL 4.Batas Plastis, PL 5.Indeks Plastis, PI

KONSISTENSI TANAH
Adalah salah satu sifat fisika tanah yang Menggambarkan ketahanan tanah pada saat memperoleh gaya atau tekanan dari luar yang menggambarkan bekerjanya gaya kohesi (tarik menarik antara partikel/molekul air) dan adhesi (tarik menarik antara partikel/molekul solid dan air) dengan berbagai kondisi kelembaban tanah

Cohesion & Adhesion


Cohesion is the attraction of one water molecule to another resulting from hydrogen bonding (water-water bond). Kohesi adalah daya tarik dari satu molekul air yang lain yang dihasilkan dari ikatan hidrogen (ikatan molekul airair ).

Cohesion & Adhesion


Adhesion is similar to cohesion except with adhesion involves the attraction of a water molecule to a non-water molecule (water-solid bond). Adhesi mirip dengan kohesi kecuali adhesi melibatkan daya tarik molekul air dengan molekul non-air (ikatan airpadat).

KONSISTENSI TANAH

KONSISTENSI TANAH
Konsistensi dipengaruhi oleh :
Tekstur dan Struktur Partikel Tanah

Dominasi lempung liat/plastic Bahan organik tanah Kadar tinggi gembur dan liat/plastic Kadar koloid tanah Kadar tinggi liat/plastic Sifat atau jenis koloid tanah Dominasi Koloid silikat liat/plastis,

KONSISTENSI TANAH
Penetapan konsistensi tanah dapat dilakukan dalam tiga kondisi, yaitu: basah, lembab, dan kering. Konsistensi basah merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah di atas kapasitas lapangan (field cappacity). Konsistensi lembab merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapangan. Konsistensi kering merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara.

KONSISTENSI TANAH
Klasifikasi secara kualitatif:
Klasifikasi secara kualitatif: Konsistensi Tanah Basah a. Kelekatan / Stickness 0 Tidak lekat/non sticky 1 Agak lekat/slightlystickness mudah dibersihkan 2 Lekat/sticky membersihkan dengan air 3 Sangat lekat/very sticky seperti magnet b. Keliatan / Plasticity 0 Tidak liat/non plastic tidak dapat dibuat gulungan 1 Agak liat/slightly plastic dapat dibuat tapi mudah rusak

KONSISTENSI TANAH
Klasifikasi secara kualitatif:

KONSISTENSI TANAH
Klasifikasi secara kualitatif:

KONSISTENSI TANAH

KONSISTENSI TANAH

BATAS ATTERBERG
(KONSISTENSI)

RESUME :
a. Sifat kohesive tanah dibagi dalam 4 keadaan pokok : - Padat (solid)
- Semi padat (semi solid) - Plastis (plastic) - Cair (liquid) Keadaan-keadaan tersebut terjadi karena adanya perubahan kadar air

( wc)

PADAT

SEMI PADAT

PLASTIS

CAIR

wc
BATAS SUSUT (SL) BATAS PLASTIS (PL) BATAS CAIR (LL)

RESUME :
b. BATAS CAIR ( LIQUID LIMIT = LL) LL = kadar air tanah dimana apabila dibuat goresan pada tanah tersebut dengan spatula standard akan menutup pada 25 kali pukulan.

Apparatus and grooving tool

Groove cut in sample prior to the test

Groove closed over 12.5 mm soil at wL if this requires 25 blows

RESUME :
c. BATAS PLASTIS ( PLASTIC LIMIT = PL) PL = Kadar air tanah dimana apabila tanah tersebut digulung sampai dengan diameter 3.2 mm mulai terjadi retak-retak.

RESUME :
d. INDEKS PLASTIS (PLASTICITY INDEX = IP)

PI = IP = LL - PL

e. INDEKS KECAIRAN (LIQUIDITY INDEX= LI)

LI

w C PL IP

0 < LI < 1 Tanah berada dalam daerah plastis LI > 1 0


SOLID

Tanah dalam keadaan cair/hampir cair SL


SEMI SOLID

PL
PLASTIS

LL
CAIR

LI