Anda di halaman 1dari 19

Pengaturan ekskresi Na+ dan Cl

Na+ akan difiltrasi dalam jumlah yang besar tetapi akan mengalami transport aktif disemua bagian nefron kecuali ansa henle bagian yang tipis. Dalam keadaan normal, 96% sampai lebih dari 99% Na+ akan direabsorbsi bersama-sama dengan Cl- , tetapi sebagian direabsorbsi melalui proses yang akan mereabsorbsi satu ion Na+ kedalam srkulasi untuk setiap ion H+ yang disekresi oleh tubulus dan ditubus distal sebagian kecil akan direabsorbsi secara aktif bersama dengan sekresi k +

Pengaturan ekskresi Na+ Karena Na+ merupakan kation yang terbanyak dalam CES dan karena garamgaram natrium membentuk lebih dari pada 90% Zat terlarut yang osmotik aktif dalam plasma dan cairan intertisium, jumlah Na+ dalam tubuh merupakan penentu utama volume CES. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa terdapat beberapa mekanisme pengaturan yang dimiliki oleh binatang-binatang darat untuk mengekskresi ion ini. Melalui kerja mekanisme pengaturan ini, jumlah Na + yang diekskresi dapat disesuaikan sehingga mengimbangi jumlah pemasukan dari makanan yang sangat beragam, dan makhluk tersebut akan dalam imbangan Na + . dengan demikian Na+ urin berkisar dari dibawah 1 mEq/hari pada diet rendah garam sampai 400 meq/hari atau lebih bila pemasukan Na + dari makanan cukup tinggi. Selain itu akan terjadi natriuresis bila garam diinfus secara intravena dan penurunan ekskresi Na+ bila volume CES berkurang. Variasi ekskresi Na + dipengaruhi oleh perubahan jumlah yang difiltrasi dan jumlah yang direabsobsi di tubulus. Factor-faktor yang mempengaruhi LFG seperti umpan balik tubuloglomerular, telah diuraikan sebelumnya seperti juga imbangan glomerolutubular dan peran tekanan onkotik di kapiler peritubulus pada proses ini. Factor lain yang mempengaruhi rebsorbsi Na + antara lain kadar aldosteron dalam darah dan hormone-hormon edrenokorteks lainnya. Kadar ANP dalam darah dan hormone natriuretik lainnya, jumlah angiotensin II dan PGE 2 ginjal dan kecepatan sekresi H+ dan K+ di tubulus.

Hubungan ekskresi Na+ dengan sekresi Asam dan K+ Ekskresi Na+ akan meningkat oleh pengaruh obat-obatan yang akan menurunkan sekresi asam oleh ginjal melalui hambatan terhadap anhidrase karbonat. Setelah CO2 atau asam didapat dalam darah, Na+ yang difiltrasikan bersama degan anion asam asam akan diekskresi melalui urin bila jumlah yang difiltrasi melampaui kemampuan tubulus untuk menukar Na + dan H+ . perubahan ekskresi Na+ akibat perubahan kecepatan sekresi K+ cukup kecil. Ekskresi klorida Reabsorbsi klorida akan meningkat bila reabsorbsi HCO 3- menurun. Dan sebaliknya sehingga kadar Cl- plasma akan berbanding terbalik dengan kadar HCO 3- sehingga kadar anion total akan tetap. Dalam beberapa keadaan difusi pasif dapat menerangkan perpindahan Cl- namun demikian Cl- juga meninggalkan lumen tubulus melalui transport aktif sekunder. Pengaturan ekskresi K+ Sebagian besar K+ yang difiltrasi akan diambil dari cairan tubulus melalui reabsorbsi aktif ditubulus proksimal. K+ kemudian akan disekresi ke cairan tubulus oleh tubulus distal. Kecepatan sekresi K+ sebanding dengan kecepatan aliran cairan tubulus melalui bagian distal nefron, karena bila aliran cepat akan kecil kesempatan peningkatan kadar K+ tubulus sampai dapat mencapai nilai yang akan menghentikan sekresi. Bila tidak terdapat factor-faktor lain yang akan mengganggu sekresi ini, jumlah K+ yang disekresi kira-kira sama dengan pemasukan K + , dan imbangan K+ tercapai. Di tubulus distal na+ umumnya direabsorbsi dan K+ disekresi. Tidak ada rumus kaku pertukaran satu banding satu dan sebagian besar perpindahan K+ bersifat pasif Namun demikian ada perpasangan listrik dalam arti migrasi na - intrasel cenderung menurunkan perbedaan potensial antara intrasel dan ekstrasel. Dan hal ini memudahkan perpindahan K+ kedalam lumen tubulus. Karena na juga akan direabsorbsi berkaitan dengan sekresi H+ ada kompetisi untuk mendapatkan na dicairan tubulus. Eksresi K+ menurun jika jumlah na yang mencapai tubulus distal sedikit dan juga akan menurun bila sekresi H meningkat. Bila kadar total K + tubuh tinggi sekresi H akan terhambat. Tampaknya karena terjadi alkalosis intrasel. Sekresi dan ekskresi K+ akan lebih mudah. Sebaliknya sel akan bersifat asam dalam keadaan kekurangan K+ dan sekresi akan menurun. Tampaknya mekanisme sekresi K+ dapat beradaptasi karena jumlah K+ yang diekskresi akan meningkat secara perlahan bila diberikan garam kalium dalam jumlah untuk beberapa lama.

Transpor aktif adalah pergerakan atau pemindahan yang menggunakan energy untuk mengeluarkan dan memasukan ion ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat parmeabel dengan tujuan memelihara keseimbangan molekul kecil di dalam sel. Transpor aktif dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel, dimana muatan listrik ini ditentukan oleh ion natrium (Na+), ion kalium (K+), dan ion klorin (Cl-). Keluar masuknya ion Na+ dan K+ diatur oleh pompa natrium - kalium. Transpor aktif dapat berhenti jika sel didinginkan, mengalami keracunan, atau kehabisan energi. Transpor aktif memerlukan molekul pengangkut berupa protein integral pada membran, dimana di dalam molekul ini, terdapat situs pengikatan. Proses transport aktif dimulai dengan pengambilan tiga ion Na+ dari dalam sel dan menempati situs pengikatan pada protein integral. Energi diperlukan untuk mengubah bentuk protein integral pada membran yang sebelumnya membuka kearah dalam sel menjadi membuka kebagian luar sel. Selanjutnya, ion Na+ terlepas dari situs pengikatan dan keluar dari protein integral menuju keluar sel. Kemudian dari luar sel, dua ion K+ menempati situs pengikatan di protein integral. Bentuk protein integral berubah, dari sebelumnya membuka kearah luar menjadi membuka kearah dalam sel dan ion kalium dilepaskan kedalam sel.

gambar Transfor aktif

Endositosis adalah transport makromolekul dan materi yang sangat kecil ke dalam sel dengan cara membentuk veskula baru dari membran plasma Langkah - langkahnya pada dasarnya merupakan kebalikan dari eksositosis. Sebagian kecil luas membran plasma terbenam kedalam membentuk kantong. Begitu kantong ini semakin dalam, kantong ini terjepit membentuk vesikula yang berisi materi yang didapat dari luar selnya. Endositosis dibutuhkan untuk berbagai macam fungsi yang penting bagi sel, karena endositosis dapat meregulasi berbagai macam proses seperti pengambilan nutrisi, adhesi dan migrasi sel, reseptor sinyal, masuknya patogen, neurotransmisi, presentasi antigen, polaritas sel, mitosis, pertumbuhan dan diferensiasi, dan masuknya obat.

Endositosis merupakan proses pemasukan zat kedalam sel. Proses ini tergolong transport aktif karena melawan kadar gradien (dari konsentrasi rendah kekonsentrasi tinggi) dan memerlukan energi sel. Endositosis terbagi dua, yaitu fagositosis (pemasukan zat padat) dan pinositosis (permasukan zat cair). Contoh endositosis adalah sel darah putih yang memakan bakteri penyakit. Sel tersebut membungkus bakteri dan menangkapnya dalam suatu vakuola makanan yang selanjutnya dicerna oleh lisosom. Endositosis terdiri tiga jenis, yaitu : 1. Fagositosis (pemakan seluler), sel menelan suatu partikel dengan pseudopod yang membalut disekeliling partikel tersebut dan membungkusnya di dalam kantong berlapis-membran yang cukup besar untuk digolongkan sebagai vakuola. Partikel itu dicerna setelah vakuola bergabung dengan lisosom yang mengandung enzim hidrolitik. 2. Pinositosis (peminum seluler), sel meneguk tetesan fluida ekstraseluler dalam vesikula kecil. Karena salah satu atau seluruh zat terlarut yang larut dalam tetesan tersebut dimasukkan ke dalam sel, pinosistosis tidak spesifik dalam substansi yang ditranspornya.

3. Endositosis yang diperantarai reseptor , yang tertanam dalam membran adalah protein dengan tempat reseptor spesifik yang dipaparkanke fluide ekstraseluler. Ekstraseluler yang terkait pada reseptor disebut ligan, yaitu satu istilah umum untuk setiap molekul yang terkait khususnya pada tempat resptor moleku lain. Protein resptor biasanya mengelompok dalam daerah membran yang disebut lubang terlapisi, yang isi sitoplasmiknya dilapisi oleh lapisan protein samar. Protein pelapis ini mungkin membantu memperdalam lubang dalam membentuk vesikula. Endositosis yang diperantarai reseptor memungkinkan sel dapat memperoleh substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah sekalipun substansi itu mungkin saja konsentrasinya tidak tinggi dalam fluida seluler Misalnya, sel manusia menggunakan proses ini untuk menyerap kolesterol dan digunakan dalam sintesis membran dan sebagai prekursor untuk sintesis steroid lainnya. Eksositosi merupakan proses sel mensekresi makromolekul dengan cara menggabungkan vesikula dengan membran plasma, vesikula trnsport yang terlepas dari apatatus golgi dipindahkan oleh sitoskeleton ke membran plsma. Ketika membran vesikula dan membran plasma bertemu, molekul lipid bilayer menyusun ulang dirinya sendiri sehingga kedua membran bergabung. Kandungan vesikula kemudian tumpah kedalam sel. Banyak sel sekretoris menggunakan eksositosis untuk mengirim keluar produk-produk yang dihasilkan oleh sel sekretoris tersebut. Misalnya, sel tertentu dalam pankreas menghasilkan hormon insulin dan menekresikannnya kedalam darah melalui eksositosis. Contoh lain adalah neuron atau sel saraf, yang menggunakan eksositosis untuk melepaskan sinyal kimiawi yang merangsang sel otot. Ketika sel tumbuhan sedang membuat diding sel, eksositois mengeluarkan karbohidrat dari vesikula golgi kebagian luar selnya.

TRANSPOR

PASIF

gambar osmosis Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeable selektif dari bagian yang lebih encer kebagian yang lebih padat. Membran semi permeable harus dapat ditembus pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradient tekanan sepanjang membran. Perpindahan zat terlarut dari konsentrasi rendah ketinggi melalui membrane semi permeable. Osmosis adalah salah satu cairan yang melewati membran dari konsentrasi larutan yang rendah ke konsentrasi larutan yang tinggi. Pada osmosis yang bergerak melalui membran semipermeabel ialah air dari larutan hipotonis (konsentrasi air tinggi, konsentrasi zat terlarut rendah) ke hipertonis (konsentrasi air rendah, konsentrasi zat terlarut tinggi). Larutan, misalnya glukosa mempunyai tekanan osmotik. Tekanan osmotik dapat diukur menggunakan osmometer. Naiknya air pada pipa osmometer dapat dipakai untuk menentukan sebagai tekanan osmotik. Tekanan osmotik dapat dikatakan sebagai tekanan yang diperlukan untuk mencegah pelarut (air) bergerak melalui membran semipermeabel . Larutan gula, garam, dan larutan lainnya, Jika dimasukkan ke dalam osmometer menunjukan adanya tekanan osmotik. Tekanan osmotik yang terkandung pada suatu larutan dinamakan potensial osmotik. Suatu percobaan memperlihatkan bahwa jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan yang hipotonis, sel darah merah akan menggembung. sebaliknya, jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan hipertonis, sel darah merah akan mengkerut (krenasi).

Untuk memahami tentang osmosis, perhatikan Gambar 1.16! Gambar 1.16 menunjukkan proses osmosis. Air akan berpindah dari A menuju B melalui membran semi permeabel sehingga diperoleh hasil larutan isotonis, yaitu konsentrasi air sama untuk dua larutan antara A dan B, walaupun hasil

akhirnya nanti volume antara A dan B berbeda. Setelah terjadi osmosis, maka gambar prosesnya menjadi seperti berikut.

Dari ilustrasi itu dapat disimpulkan bahwa osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis). Peristiwa osmosis dapat kita temukan dalam kehidupan seharihari antara lain pada penyerapan air melalui bulu-bulu akar, dan mengerutnya sel darah merah yang dimasukkan ke dalam larutan hipertonis. 2. Mekanisme Osmosis Pergerakan air berlangsung dari laruran yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permeable. Larutan yang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan larutan didalam sel dinamakan larutan hipertonis, sedangkan larutan yang konsentrasi sama dengan larutan didalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat diluar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah dari pada didalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis. Penyebab utama osmosis adalah penurunan potensial air dalam larutan harus ditekankan terhadap bahwa pernyataan termodinamika dan persamaan yang berasal dari itu menceritakan apa-apa menggunakan tentang tingkat osmosis atau mekanisme.