Anda di halaman 1dari 8

GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN PENANGANAN KOMPERHENSIP PASIEN DENGAN HALUSINASI DI RSJ Dr.

RADJIMAN WEDIODININGRAT RUANG CUCAK ROWO

Satuan acara penyuluhan ini dibuat untuk melengkapi tugas praktik klinik Keperawatan Jiwa II

OLEH 1. 2. 3. 4. 5. Agung Prasetyo Novi Ayun N. Eka Sulistiawati Yesi Devitasari Zahroturrohmania W. (1101300007) (1101300009) (1101300035) (1101300043) (1101300046)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN MALANG JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN BLITAR APRIL 2013

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan

: Gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran : Penanganan Komperhensip Pasien dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran

Sasaran Waktu Tempat

: Klien (kooperatif) dan keluarga : Pukul 09.00 WIB : Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Ruang Cucak Rowo

A. Latar Belakang B. Tujuan 1. Tujuan Umum Memberikan pengetahuan kepada keluarga dan klien dalam penanganan

komprehensip gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. 2. Tujuan Khusus Memberikan pendidikan tentang : a. Pengertian Halusinasi b. Proses terjadinya Halusinasi c. Tanda-tanda terjadinya Halusinasi d. Jenis-jenis Halusinasi e. Peran serta keluarga dalam merawat klien Halusinasi C. Pelaksanaan 1. Hari/tanggal 2. Waktu 3. Sasaran 4. Tempat Ruang Cucak Rowo 5. Pemberi Penyuluhan : a. Agung Prasetyo b. Novi Ayun N. c. Eka Sulistiawati d. Yesi Devitasari : Selasa, 2 April 2013 : 09.00 WIB : Klien dan keluarga : Rumah Sakit Jiwa Dr. Rajiman Wediodiningrat Lawang

e. Zahroturrohmania W. 6. Metode 7. Media 8. Materi : Ceramah, Diskusi : Leaflet : a. Pengertian Halusinasi b. Proses terjadinya Halusinasi c. Tanda-tanda terjadinya Halusinasi d. Jenis-jenis Halusinasi e. Peran serta keluarga dalam merawat klien Halusinasi 9. Rencana Kegiatan Kegiatan 1. Pembukaan Memberikan salam Memperkenalkan diri Menjelaskan tujuan Memberikan untuk bertanya 1. Kegiatan Inti Menyamakan persepsi Pengertian Halusinasi Proses Halusinasi Tanda-tanda terjadinya Halusinasi Jenis-jenis Halusinasi Peran serta keluarga dalam merawat klien Halusinasi terjadinya 15 menit Menjawab Mendengarkan Mendengarkan Mendengarkan Mendengarkan Bertanya kesempatan 5 menit Waktu Respon

Menjawab salam Mendengarkan Mendengarkan Bertanya

2. Penutup Melakukan evaluasi Memberikan Menjawab

reinforcement Menyimpulkan kegiatan Salam penutup

10 menit

Mendengarkan Menyimpulkan bersama Menjawab salam

10. Evaluasi Pertanyaan : a. Apa yang dimaksut dengan halusinasi? b. Jelaskan proses terjadinya halusinasi? c. Apa tanda-tanda halusinasi? d. Apa saja jenis-jenis halusinasi? e. Bagaimana peran serta keluarga dalam merawat halusinasi?

MATERI PENANGANAN KOMPREHENSIP PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI DENGAR Pengertian Halusinasi adalah pengalaman sensorik tanpa rangsangan eksternal terjadi pada keadaan kesadaran penuh yang menggambarkan hilangnya kemampuan menilai

realitas.(Sunaryo, 2004) Halusinasi adalah persepsi sensori yang salah atau pengalaman persepsi yang tidak sesuai dengan kenyataan (Sheila L Vidheak, 2001 : 298). Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana klien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi, suatu pencerapan panca indra tanpa ada rangsangan dari luar (Maramis, 1998). Jadi, dapat disimpulkan bahwa halusinasi adalah gangguan persepsi tanpa ada rangsangan dari luar ekternal.

Proses Terjadinya Halusinasi Fase Pertama Klien mengalami stress, cemas, perasaan perpisahan, kesepian yang memuncak dan tidak dapat diselesaikan. Klien mulai melamun, dan memikirkan hal-hal yang menyenangkan. Cara ini hanya menolong sementara. Fase Kedua Kecemasan meningkat, melamun, dan berpikir sendiri jadi dominan. Mulai dirasakan ada bisikan yang tidak jelas. Klien tidak ingin orang lain tahu ia tetap dapat mengontrol. Fase Ketiga Bisikan, suara, isi halusinasi semakin menonjol, menguasai dan mengontrol klien, klien terjadi terbiasa dan tidak berdaya terhadap halusinasinya. Fase Keempat

Halusinasi berubah menjadi mengancam, memerintah dan memarahi klien. Klien menjadi takut, tidak berdaya, hilang kontrol, tidak dapat berhubungan secara nyata dengan orang lain di lingkungannya. Tanda dan Gejala Halusinasi 1. 2. Bicara, senyum, tertawa sendiri Mengatakan mendengarkan suara, melihat, mengecap, menghirup (mencium) dan merasa suatu yang tidak nyata 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Merusak diri sendiri, orang lain dan lingkungannya Tidak dapat membedakan hal yang nyata dan tidak nyata Tidak dapat memusatkan perhatian atau konsentrasi Sikap curiga dan saling bermusuhan Pembicaraan kacau kadang tak masuk akal Menarik diri menghindar dari orang lain Sulit membuat keputusan

10. Ketakutan 11. Tidak mau melaksanakan asuhan mandiri: mandi, sikat gigi, ganti pakaian, berhias yang rapi 12. Mudah tersinggung, jengkel, marah 13. Menyalahkan diri atau orang lain 14. Muka marah kadang pucat 15. Ekspresi wajah tegang 16. Tekanan darah meningkat 17. Nafas terengah-engah 18. Nadi cepat 19. Banyak keringat

Jenis-jenis Halusinasi 1. Halusinasi Pendengaran Mendengar suara pembicaraan mengejek, menertawakan, mengancam, tetapi tidak ada sumbernya disekitar 2. Halusinasi penglihatan Melihat pemandangan, orang, binatang atau sesuatu yang tidak ada, tetapi klien yakin ada.

3.

Halusinasi Penciuman Klien mengatakan mencium bau buangan, kemenyan dll yang tidak dirasakan oleh orang lain dan tidak ada sumbernya

4.

Halusinasi Rasa/ Pengecapan Merasa mengecap sesuatu rasa di mulut tetapi tidak ada.

5.

Halusinasi Perabaan Merasa ada binatang merayap pada kulitnya tetapi tidak ada.

Peran Serta Keluarga dalam Penanganan Klien Halusinasi Bantulah mengenal Halusinasi a. Bina hubungan saling percaya b. Diskusikan kapan muncul, situasi yang menyebabkan (jika sendiri), isi, frekuensi Meningkatkan kontak dengan realitas/ kenyataan a. Bicara tentang topik yang nyata tidak mengikuti halusinasi b. Bicara dengan klien secara sering dan singkat c. Buat jadwal kegiatan seharian untuk menghindari kesendirian d. Ajak bicara jika tampak klien sedang berhalusinasi Bantu menurunkan kecemasan dan ketakutan a. Temani, cegahlah isolasi dan ketakutan b. Terima halusinasi klien tanpa mendukung dan menyalahkan c. Beri kesempatan untuk mengungkapkan d. Tetap hangat, empati, tenang, dan lemah lembut Mencegah klien melukai diri sendiri dan orang lain a. Lakukan perlindungan b. Kontrak

DAFTAR PUSTAKA

Stuart GW, Sundeen, Buku Saku Keperawatan Jiwa, Jakarta : EGC, 1995 Keliat Budi Ana, Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa, Edisi I, Jakarta : EGC, 1999 Keliat BA. Asuhan Klien Gangguan Hubungan Sosial: Menarik Diri. Jakarta : FIK UI. 1999 Keliat BA. Proses kesehatan jiwa. Edisi 1. Jakarta : EGC. 1999 Aziz R, dkk, Pedoman Asuhan Keperawatan Jiwa Semarang : RSJD Dr. Amino Gonohutomo, 2003 Tim Direktorat Keswa, Standar Asuhan Keperawatan Jiwa, Edisi 1, Bandung, RSJP Bandung, 2000