Anda di halaman 1dari 5

Soal 1: a. Jelaskan prosedur uji lapangan SPT secara singkat. b.

Dari tiga kali pengambilan data N-SPT pada suatu titik (N0, N1, N2), mengapa nilai N0 diabaikan / tidak digunakan ? c. Umumnya, jarak antara suatu titik uji SPT dengan titik lain pada suatu lubang bor adalah sejarak 1.5 m 3 m. Menurut pendapat anda, mengapa jaraknya tidak boleh lebih dekat, misalnya per 0.5 meter atau per 1 meter ? d. Sebutkan satu kelebihan dan satu kekurangan utama metode uji SPT dibandingkan dengan metode uji CPT. Soal 2: Berikut diberikan sebuah borlog dan uji SPT seperti di bawah ini. Jika diketahui bahwa diameter lubang bor adalah sebesar 15 cm, panjang drill rod 4.5 m, dinding lubang bor menggunakan liner, dan hammer SPT menggunakan standard China dimana hammer dilepas / dijatuhkan menggunakan sistem cathead, tentukan nilai N-SPT setelah dikoreksi oleh berbagai faktor lapangan dan faktor overburden pressure tersebut (N1(60)). Berat jenis tanah untuk masing-masing lapisan diperkirakan sebesar : Depth (m) 02 2 6 6 12 12 18 18 20 Jenis tanah Lempung sedang memadat Lempung lunak Lempung konsistensi sedang Pasir halus Pasir kasar n (t/m3) 1.55 1.5 1.6 1.9 2.0 sat (t/m3) 1.65 1.7 1.75 2.1 2.1

BORING LOG BD. 01


Proyek Lokasi : JAKARTA UTARA Started Finished Tested by Ground Water Level: - 0.20 m : 29 Agustus 2010 : 30 Agustus 2010

Hole Code : BD. 01 Depth Thickness : 20 m

Litologi

Dept (m)
1 2 3

Sample

Standard Penetration Test


"N" Value (Blows/cm)

Soil Description

10 20

30 40

50 60

70 80

90

Lempeng lengket, konsistensi sedang memadat, coklat tua N=3

4.00 m

2.00 m

4 5 6 7 8

Lempung lunak, kuning kecoklatan

N=4

N=7

N=15 Lempeng agak lengket, konsistensi sedang, abu-abu muda

10 11 12 13 14

6.00

N=24

N=27

N=45
m 6.00

15 16 17 18

Pasir halus, abu-abu muda N=47

N=53
2.00 m

19 20

Pasir kasar ukuran sedang, abu-abu muda


End of Test

N=64

Remark : : Undisturbed Sample : Disturbed Sample/SPT

Soal 3: Menggunakan data yang telah diberikan pada soal sebelumnya, hitung kedalaman sebuah pondasi tiang pancang yang dibutuhkan jika : - Tiang pancang berupa tiang mini pile berbentuk segitiga dengan masing-masing sisinya berukuran 15 cm. - Faktor keamanan FK diambil sebesar 3. - Beban yang harus ditanggung pondasi adalah sebesar 1 ton. Berat sendiri pondasi diabaikan.

Jawaban Soal 1: a. Prosedur uji adalah sebagai berikut : 1. Persiapkan lubang bor hingga kedalaman titik uji. 2. Masukkan alat split spoon sampler tegak lurus pada lubang. 3. Jatuhkan hammer seberat 63.5 kg dengan ketinggian 76 cm di atas alat sehingga terdorong masuk. 4. Catat berapa kali jumlah tumbukan sehingga alat terdorong masuk sampai 15 cm dan ulangi sampai 3 kali hingga didapat nilai N0, N1, dan N2. 5. Hitung harga NSPT = N1 + N2 (nilai N0 dibuang). b. Saat pengeboran, tanah yang berada di dasar lubang bor akan terganggu baik akibat berat alat bor maupun putaran alat bor. Karena N0 adalah jumlah jatuh palu SPT pada 15 cm pertama, yang otomatis berada di dasar lubang bor, maka N0 diabaikan karena nilainya dianggap telah bias. c. Saat hammer dijatuhkan, maka tanah yang mengalami beban impact hammer akan memadat. Jika tanah memadat, maka nilai N-SPT menjadi lebih tinggi dari kondisi aslinya. Oleh sebab itu, ditetapkan jarak minimum 1.5 meter, yang tujuannya agar titik uji SPT berikutnya tidak terpengaruh oleh pemadatan yang terjadi saat hammer dijatuhkan pada titik uji SPT di atasnya. d. Kelebihan SPT dibandingkan CPT adalah uji SPT dapat dilakukan di kedalaman tanah keras karena tanah dibor dahulu sebelumnya, sementara CPT memiliki batas kedalaman, tergantung dari kapasitas mesinnya. Jika konsistensi tanah lebih besar dari kapasitas mesin CPT, maka alat CPT tidak mampu menembusnya, dan pengambilan data hanya bisa sampai di kedalaman tersebut. Sementara kekurangan SPT adalah tidak kontinunya data. Dengan jarak titik uji 1.5 3 m, maka data yang didapat hanya pada titik-titik tertentu saja, lain dengan uji CPT, yang memiliki pencatatan data per 20 cm, sehingga data lebih lengkap.