Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN 1.

Umum Sebagai Warga Negara Indonesia sudah sepatutnya kita mengenal dan mengetahui apa arti desa dan pemerintahan yang ada didalamnya serta bagaimana system keuangan dan lembaga yang ada di dalamnya. Desa merupakan satuan pemerintahan yang terkecil yang ada di Negara kita, dimana didalamnya terdapat pemerintahan yang diatur oleh undang-undang dan peraturan pemerintah. Di Negara Indonesia terdapat satuan pemerintahan terkecil yang lainnya, yaitu kelurahan. Tetapi desa berbeda dengan kelurahan. Karena desa bukan bawahan kecamatan seperti halnya kelurahan dalam struktur pemerintahan daerah. Desa atau biasa disebut Udik, menurut definisi universal adalah sebuah aglomerasi permukiman di area pedesaan di wilayah Indonesia. Desa adalah wilayah administratif di bawah kecamatan. Desa dipimpin oleh seorang kepala desa. Ada berbagai sebutan untuk kepala desa di Indonesia. Sebagai contoh di Kutai Barat (Kalimantan Timur) kepala desa disebut kepala kampung atau petinggi. Sejak otonomi daerah di berlakukan di Negara Indonesia, istilah desa bermacam-macam. Di Sumatera Barat misalnya, desa disebut dengan istilah nagari. Berbeda halnya dengan di Papua, desa disebut dengan istilah kampung seperti halnya kebanyakan di wilayah lain di Indonesia. Masih banyak sebutan lain untuk desa di Indonesia. Institusi desa biasanya diambil sesuai dengan karakteristik dan adat istiadat desa tersebut. Hal ini merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan pemerintah terhadap asal-usul dan adat istiadat setempat.

2. Tujuan

Maksud

dan

Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang pengertian desa, dasar hukum yang mengatur desa, pejabat dan pemerintahan desa, serta lembaga kemasyarakatan desa. Dengan tujuan agar pembaca sebagai insan hukum semakin mengerti dan mengetahui tentang desa, dasar hukum yang mengatur desa, pemerintahan desa, lembaga kemasyarakatan desa, urusan pemerintah yang menjadi kewenangan desa, dan keuangan desa.

3. Lingkup

Ruang

Dalam makalah ini hanya membahas tentang pengertian desa, dasar hukum yang mengatur desa, pemerintahan desa, lembaga kemasyarakatan desa, urusan pemerintah yang menjadi kewenangan desa, dan keuangan desa.

BAB II PEMBAHASAN 1. Desa Pengertian desa menurut definisi universal, adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batasbatas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. yang Mengatur Desa a. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat dirubah statusnya menjadi kelurahan. b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Pemerintahan daerah kabupaten/kota dibentuk pemerintahan desa yang terdiri dari pemerintah desa dan badan pemusyawaratan desa. Desa di Dasar Hukum Pengertian

kabupaten/kota secara bertahap dapat di ubah atau disesuaikan statusnya menjadi kelurahan sesuai usul dan prakarsa pemerintah desa bersama badan permusyawaratan desa yang ditetapkan perda. 3. Desa Desa memiliki pemerintahan sendiri. Pemerintahan Desa terdiri atas Pemerintah Desa (yang meliputi Kepala Desa dan Perangkat Desa) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).1 Tetapi berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dalam pemerintah desa terdiri atas kepala desa dan perangkat desa. perangkat desa terdiri dari sekretaris desa dan perangkat desa lainnya. a. Kepala desa Kepala Desa merupakan pimpinan penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Masa jabatan Kepala Desa adalah 6 tahun, dan dapat diperpanjang lagi untuk satu kali masa jabatan. Kepala Desa juga memiliki wewenang menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD. Kepala Desa dipilih langsung melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) oleh penduduk desa setempat. Syarat-syarat menjadi calon Kepala Desa sesuai Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 sbb: 1. Bertakwa kepada Tuhan YME 2. Setia kepada Pacasila sebagai dasar negara, UUD 1945 dan kepada NKRI, serta Pemerintah 3. Berpendidikan paling rendah SLTP atau sederajat 4. Berusia paling rendah 25 tahun 5. Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa 6. Penduduk desa setempat 7. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan hukuman paling singkat 5 tahun
1

Pemerintahan

8. Tidak dicabut hak pilihnya 9. Belum pernah menjabat Kepala Desa paling lama 10 tahun atau 2 kali masa jabatan 10. Memenuhi syarat lain yang diatur Perda Kab/Kota b. Perangkat desa Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Salah satu perangkat desa adalah Sekretaris Desa, yang diisi dari Pegawai Negeri Sipil. Sekretaris Desa diangkat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Walikota. Perangkat Desa lainnya diangkat oleh Kepala Desa dari penduduk desa, yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. 4. Kemasyarakatan Desa Di desa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan, yakni lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat. Lembaga kemasyarakatan ditetapkan dengan Peraturan Desa. Salah satu fungsi lembaga kemasyarakatan adalah sebagai penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan. Hubungan kerja antara lembaga kemasyarakatan dengan Pemerintahan Desa bersifat kemitraan, konsultatif dan koordinatif. Dalam undang-undang no. 32 tahun 2004, di desa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan yang ditetapkan dengan peraturan desa dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Lembaga kemasyarakatan itu sendiri bertugas untuk membantu pemerintah desa dan merupakan mitra dalam memberdayakan masyarakat desa. 5. Pemerintah Yang Menjadi Kewenangan Desa Urusan Lembaga

Dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 dijelaskan kewenangan tersebut mencakup: a. desa. b. c. d. Urusan pemerintahan yang menjadi kewenagnan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa. Tugas pembantuan dari pemerintah, pemerintah provinsi, dan / atau pemerintah kabupaten/kota. Urusan pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundangundangan diserahkan kepada desa. 6. Keuangan Desa Penyelenggaraan urusan pemerintahan desa yang menjadi kewenangan desa didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa), bantuan pemerintah dan bantuan pemerintah daerah. Penyelenggaraan urusan pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa didanai dari APBD. Penyelenggaraan urusan pemerintah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa Sumber pendapatan desa terdiri atas: a. Pendapatan Asli Desa, antara lain terdiri dari hasil usaha desa, hasil kekayaan desa (seperti tanah kas desa, pasar desa, bangunan desa), hasil swadaya dan partisipasi, hasil gotong royong b. c. d. Bagi hasil Pajak Daerah Kabupaten/Kota Bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah pemerintahan e. Hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat. APB Desa terdiri atas bagian Pendapatan Desa, Belanja Desa dan Pembiayaan. Rancangan APB Desa dibahas dalam musyawarah perencanaan Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan urusan Urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal-usul

pembangunan desa. Kepala Desa bersama BPD menetapkan APB Desa setiap tahun dengan Peraturan Desa.

BAB III PENUTUP Kesimpulan :

DAFTAR PUSTAKA