Anda di halaman 1dari 35

AMOBILISASI BROMELIN DENGAN MENGGUNAKAN KITOSAN SEBAGAI MATRIKS PENDUKUNG

Oleh :
Ade Amalia 1406.100.055

Dosen Pembimbing : Drs. Refdinal Nawfa, MS

POKOK BAHASAN
1

Pendahuluan Metode
Hasil dan diskusi

2
3 4

Kesimpulan

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Enzim Biokatalisator Limbah Udang

Metode Bath
Kitin

Amobilisasi Enzim

Kitosan

PENDAHULUAN
Permasalahan

bagaimana cara mengamobilisasi enzim bromelin dengan menggunakan kitosan dari limbah udang sebagai matriks pendukung, dan mengetahui aktivitas enzim bromelin yang teramobilisasi terhadap pengaruh waktu, pH, dan konsentrasi substrat yang mempengaruhi kerja enzim, serta pengaruh perulangan penggunaan enzim bromelin amobil terhadap pengurangan kadar protein.

PENDAHULUAN
Tujuan

untuk mengetahui cara mengamobilisasi enzim bromelin dengan menggunakan kitosan dari limbah udang sebagai matriks pendukung Untuk mengetahui aktivitas enzim bromelin yang teramobilisasi terhadap pengaruh waktu, pH, dan konsentrasi substrat yang mempengaruhi kerja enzim Untuk mengetahui pengaruh perulangan penggunaan enzim bromelin amobil terhadap pengurangan kadar protein.

PENDAHULUAN
Batasan

Penelitian :

hanya menguji apakah enzim bromelin yang diamobilisasi dengan kitosan mampu untuk mendegradasi protein dengan pengaruh waktu, pH dan konsentrasi substrat yang mempengaruhi kerja enzim, serta pengaruh perulangan penggunaan enzim bromelin amobil terhadap pengurangan kadar protein secara Kolorimetri (Biuret)

METODE
Alat dan Bahan
Alat

yang digunakan pada studi ini adalah :

freeze dryer, sentrifuge, spektrofotometer, neraca analitik, pH meter, shaker, magnetik stirer, hot plate, oven, termometer, dan peralatan gelas lainnya.
Bahan

yang digunakan pada studi ini adalah :


cangkang udang, buah nanas, NaOH, HCl, (NH4)2SO4, NaH2PO4, Na2HPO4, kasein, aquades, biuret, dan glutaraldehid.

METODE
PROSEDUR KERJA
Buah Nanas Kulit Udang Windu

Fraksi Crude Enzim Bromelin

Kitin

Enzim Bromelin Enzim Amobil Hasil Optimasi Waktu

Kitosan

Hasil Optimasi pH

Hasil Optimasi Konsentrasi Substrat

Hasil Uji Perulangan

HASIL DAN DISKUSI


Isolasi Kitosan
Untuk mengisolasi kitosan dari sampel terdapat tiga tahap, yaitu :

Deproteinasi Demineralisasi Deasetilasi

Hasil isolasi kitosan dari cangkang udang dikarakterisasi gugus fungsinya dengan FTIR

HASIL DAN DISKUSI


Isolasi Kitosan
Gambar Spektra Kitosan

HASIL DAN DISKUSI


Penentuan Protein secara Kolorimetri (Biuret)
o

Penentuan Panjang Gelombang Maksimum


Perubahan warna pada larutan disebabkan adanya reaksi antara larutan tembaga (II) sulfat (dari reagen biuret) dengan larutan kasein. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

HASIL DAN DISKUSI


Penentuan Protein secara Kolorimetri (Biuret)
Kurva Penentuan Panjang Gelombang Maksimum

HASIL DAN DISKUSI


Penentuan Protein secara Kolorimetri (Biuret)
o

Pembuatan Kurva Standart Kasein


Kurva Standart Larutan Kasein

HASIL DAN DISKUSI


Isolasi Enzim Bromelin dari Buah Nanas
o

Prosedur pemurnian enzim adalah dengan pengendapan dengan garam (ammonium sulfat) pada beberapa fraksi.
Tabel Penentuan Berat Protein Terdegradasi oleh Crude Enzim

Fraksi dengan pengendapan larutan ammonium sulfat jenuh


20% 30% 40%

Berat protein terdegradasi (mg)


13,609 15,547 13,221 14,771

50%

HASIL DAN DISKUSI


Amobilisasi Enzim
Penggunaan kitosan sebagai matriks pendukung dalam amobilisasi enzim dapat terjadi dalam 2 metode.

Metode yang pertama adalah metode penjebakan (entraping). Reaksinya adalah sebagai berikut :

HASIL DAN DISKUSI


Amobilisasi Enzim

Metode yang kedua adalah metode ikat silang (cross-linking). Reaksinya adalah sebagai berikut :

HASIL DAN DISKUSI


Uji Aktivitas Enzim Amobil
Pengaruh

waktu terhadap aktivitas enzim


Kurva Pengaruh waktu terhadap aktivitas enzim amobil

amobil
Tabel Pengaruh waktu terhadap aktivitas enzim amobil
Waktu Inkubasi (Jam) Berat protein terdegradasi (mg) 3,87 Aktivitas Enzim (unit)

1,41

4
6 8

8,52
15,50 16,28

1,55
1,88 1,48

HASIL DAN DISKUSI


Uji Aktivitas Enzim Amobil
Pengaruh

pH terhadap aktivitas enzim amobil


Kurva Pengaruh waktu terhadap aktivitas enzim amobil

Tabel Pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amobil


pH Berat protein terdegradasi (mg) Aktivitas Enzim (unit)

6,0 6,5 7,0 7,5

42,64 37,98 35,66 31,01

5,18 4,61 4,33 3,77

8,0

24,8

3,01

HASIL DAN DISKUSI


Uji Aktivitas Enzim Amobil
Pengaruh

Konsentrasi Substrat terhadap aktivitas enzim amobil

Tabel Pengaruh Konsentrasi Substrat Kurva Pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim amobil terhadap aktivitas enzim amobil
Konsentrasi Substrat (ppm) Berat protein terdegradasi (mg) 13,18 17,83 23,26 26,35 34,89 Aktivitas Enzim (unit) 1,60 2,16 2,82 3,20 4,24

2000 2500 3000 3500 4000

HASIL DAN DISKUSI


Uji Perulangan Aktivitas Enzim Amobil
Tabel Pengaruh Uji Perulangan terhadap aktivitas enzim amobil
Perulangan 6jam ke 1 2 3 4 5 Berat protein terdegradasi (mg) 46,51 45,74 44,96 42,63 41,86 Aktivitas Enzim (unit) 5,65 5,56 5,46 5,18 5,08

Kurva Pengaruh uji perulangan terhadap aktivitas enzim amobil

KESIMPULAN

Aktivitas enzim bromelin amobil dari trayek yang dilakukan maksimum pada 6 jam inkubasi, pH 6,0 dan konsentrasi substrat 4000 ppm dengan aktivitas sebesar 5,65 unit. Hasil uji perulangan menunjukkan bahwa pada perulangan pertama aktivitas enzim sebesar 5,65 unit dan 5,08 unit pada perulangan kelima, dimana aktivitas enzim amobil mengalami penurunan sebesar 10,09% setelah 5 kali perulangan.

UJI AKTIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN


STANDART TIROSIN
o

Pembuatan Kurva Standart Tirosin


Kurva Standart Tirosin
6
5 Absorbansi 4 3 2 1 0 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 Konsentrasi (mg/ml) y = 4,116x

Dari hasil uji aktivitas didapatkan absorbansi sebesar 0,2321 dengan aktivitas sebesar 0,039 unit.

PEMBUATAN REAGEN BIURET :


CuSO4 . 5H2O ditimbang 150 mg dilarutkan dalam 50 ml aquades dalam labu ukur 100 ml ditambah KNaC4H4O6. 4H2O ditambahkan 30 ml NaOH 10% dikocok-kocok diencerkan dengan aquades hingga batas Hasil

ISOLASI KITIN
Cangkang Udang ditambah NaOH 3,5% dengan perbandingan 1 : 10 (w/v) diaduk selama 2 jam pada suhu 650C disaring

Residu
dicuci dengan aquades hingga pH netral dikeringkan pada oven 1000C selama 4 jam ditambah HCl 1 N dengan perbandingan 1 : 15 (w/v) diaduk selama 30 menit pada suhu kamar disaring Residu dicuci dengan aquades hingga pH netral dikeringkan pada oven 1000C selama 4 jam

Filtrat

Filtrat

Kitin

ISOLASI KITOSAN
Kitin ditambah NaOH 50% dengan perbandingan 1 : 10 (w/v) diaduk selama 4 jam pada suhu 1000C disaring

Residu
dicuci dengan aquades hingga pH netral dikeringkan pada oven 1000C selama 4 jam Kitosan

Filtrat

PENENTUAN PROTEIN SECARA KOLORIMETRI (BIURET)


Penentuan Panjang Gelombang Maksimum
Larutan Stok Kasein 5333 ppm diambil sebanyak 6 ml ditambah 4 ml reagen biuret diinkubasi selama 20 menit pada suhu 370C diukur absorbansinya pada 500-590 nm dengan interval 5 nm dibuat kurva antara panjang gelombang dengan absorbansi Hasil Blanko : 6 ml aquades ditambah 4 ml reagen biuret

PENENTUAN PROTEIN SECARA KOLORIMETRI (BIURET)


Pembuatan Kurva Standart Kasein
Larutan Stok Kasein 5333 ppm diambil 1.8, 2.2, 2.6, 3.0, 3.3, 3.7, 4.1, 4.5, 4.8, 5.2, 5.6, dan 6 ml ditambah 4 ml reagen biuret diencerkan dengan aquades hingga 10 ml diaduk diinkubasi selama 20 menit pada suhu 370C diukur absorbansi pada 540 nm dibuat kurva kalibrasi antara konsentrasi terhadap absorbansi

Hasil
Blanko : 6 ml aquades ditambah 4 ml reagen biuret

ISOLASI ENZIM BROMELIN DARI BUAH NANAS


Buah Nanas diparut sampai halus diperas hingga diperoleh sarinya disentrifugasi pada 3000 rpm selama 20 menit Supernatan Endapan

diambil 80 ml ditambah 20 ml larutan amonium sulfat jenuh (untuk fraksi 20%) didinginkan dalam lemari es semalam disentrifugasi pada 3000 rpm selama 20 menit Endapan ditaruh di cawan petri ditutup aluminium foil yang dilubangi kecil-kecil disimpan dalam frezer sampai kering Supernatan

Crude Enzim Bromelin

ISOLASI ENZIM BROMELIN DARI BUAH NANAS


Crude Enzim Bromelin diambil 2,5 mg dilarutkan dalam 9 ml kasein ditambah aquades hingga 10 ml dikocok pada kecepatan 110 rpm selama 1 jam diambil sebanyak 6 ml ditambah 4 ml reagen biuret diinkubasi selama 20 menit pada suhu 370C diukur absorbansinya pada 540 nm Hasil

Blanko : 6 ml aquades ditambah 4 ml reagen biuret

AMOBILISASI ENZIM
Kitosan

diambil sebanyak 50 mg ditambah 5 ml larutan buffer pH 7 yang mengandung 5% glutaraldehid ditambah 50 mg enzim digoyang pelan-pelan disimpan dalam frezer semalam dicuci dengan aquades
Enzim Bromelin Amobil

UJI AKTIVITAS ENZIM AMOBIL


Pengaruh Waktu terhadap Aktivitas Enzim Amobil
Larutan Stok Kasein 4000ppm diambil 20 ml dimasukkan ke dalam erlenmeyer ditambah enzim bromelin amobil dishaker dengan kecepatan 110 rpm selama 0, 2, 4, 6 dan 8 jam ditentukan kandungan protein seperti prosedur di atas dihitung aktivitas enzimnya

Hasil

UJI AKTIVITAS ENZIM AMOBIL


Pengaruh pH terhadap Aktivitas Enzim Amobil
Substrat dikondisikan pada berbagai pH (6,0; 6,5; 7,0; 7,5; dan 8,0) diambil sebanyak 17,5 ml dimasukkan ke dalam erlenmeyer ditambahkan 2,5 ml buffer fosfat sesuai pH yang divariasikan ditambahkan enzim bromelin amobil dishaker dengan kecepatan 110 rpm selama 6 jam ditentukan kandungan proteinnya seperti prosedur di atas dihitung aktivitas enzim Hasil

Hal yang sama dilakukan pada kontrol (17.5 ml kasein dengan pH 6,0; 6,5; 7,0; 7,5, dan 8,0 ditambah 2.5 ml buffer fosfat dengan pH yang sesuai).

Pengaruh Konsentrasi Substrat terhadap Aktivitas Enzim Amobil


Kasein 2000, 2500, 3000, 3500, 4000 ppm dikondisikan pHnya menjadi 6,0 diambil sebanyak 17,5 ml ditambah 2,5 buffer fosfat pH 6,0 dishaker dengan kecepatan 110 rpm selama 6 jam ditentukan kandungan proteinnya seperti prosedur di atas dihitung aktivitas enzim Hasil

UJI AKTIVITAS ENZIM AMOBIL

UJI PERULANGAN AKTIVITAS ENZIM AMOBIL


Enzim Bromelin Amobil ditambah 17,5 ml kasein 4000 ppm ditambah 2,5 ml buffer fosfat pH 6,0 dishaker dengan kecepatan 110 rpm selama 6 jam disaring Residu dibilas dengan aquades dimasukkan ke dalam cuplikan yang baru diproses dengan kondisi yang sama diulangi sebanyak 5 kali dianalisis kadar protein yang terdegradasi dihitung aktivitas enzim tiap perulangan Filtrat

Hasil