Anda di halaman 1dari 10

Artikel Populer IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.

Com

UPS Sebagai Proteksi Kelistrikan Sistem Komputer


Ahmad Supriadi ahmad@datamation.co.id

Lisensi Dokumen:
Copyright 2003 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.

I. PENDAHULUAN Dimasa sekarang ini, di era globalisasi teknologi dan informasi hampir sebagian besar peralatan yang kita gunakan baik dirumah tangga, di kantor m aupun di tempat-tempat umum serta di pabrik menggunakan sumber listrik baik sumber listrik yang berasal dari Sumber listrik Utama seperti PLN, Generating set (Genset) atau dari battery untuk dapat mengoperasikan peralatan tersebut. Oleh karena semua peralatan listrik dibuat berdasarkan spesifikasi tertentu yang dikaitkan dengan harga ataupun bentuk/dimensi serta fungsi kegunaanya, maka jika sumber listrik yang masuk ke peralatan tersebut tidak sesuai sebagaimana yang diisaratkan/ditentukan, akan mengakibatkan terganggunya ataupun bahkan merusak peralatan tersebut. Hampir semua peralatan elektronik, komputer maupun listrik yang bersifat umum selalu akan membutuhkan listrik yang mempunyai bentuk gelombang sinusiodal dengan tegangan dan frekwensi tertentu. Di Indonesia Standard tegangan listrik pada umumnya adalah 220V dan frekwensi 50Hz meskipun untuk sebagian wilayah mungkin masih ada yang menggunakan standard tegangan 110V dan Frekwensi 60Hz. Apabila sumber listrik mengalami gangguan baik berupa perubahan bentuk gelombangnya, besar tegangan dan frekwensi maka akan berakibat langsung terhadap baik-tidaknya peralatan listrik/elektronik/komputer tersebut dapat bekerja. Bahkan yang paling buruk dapat mengakibatkan kerusakan terhadap peralatan tersebut. Oleh karena itu peralatan elektronik/komputer sangat di pengaruhi oleh kwalitas sumber listrik.

II.GANGGUAN LISTRIK Gangguan terhadap sumber listrik dapat berasal dari : Internal Yang dimaksud dengan gangguan internal dari sumber listrik adalah gangguan listrik yang diakibatkan oleh sumber listrik itu sendiri. Seperti kita ketahui sumber listrik utama PLN yang kita gunakan sebelumnya melalui sebuah proses yang panjang mulai dari Pembangkit Listrik,Transmisi tegangan tinggi,Gardu Induk,Gardu Distribusi hingga baru kerumah atau kantor. Selama proses pengiriman energi listrik dari pembangkit hingga ke konsumen tidak selamanya baik, bahkan sering terjadi gangguan seperti terjadinya perubahan tegangan,frekwensi dan lain sebagainya.

Artikel Populer IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com

External Gangguan listrik secara external adalah gangguan terhadap energi listrik yang disebabkan oleh pengguaan peralatan listrik yang lain misalnya di dalam sebuah gedung gangguan listrik dapat timbul karena hidup/mati atau saat starting dan mematikan AC, lift atau alat werder, motor listrik, atau peralatan lain yang dalam waktu yang sangat pendek (sesaat) menarik arus listrik yang besar, atau tiba-tiba pembebanan terhadap sumber listrik dari besar ke beban yang jauh lebih kecil. Hal ini akan menimbulkan gangguan berupa terjadinya perubahan terhadap bentuk gelombang, besarnya tegangan.

Jenis-jenis gangguan terhadap listrik adalah : 1. Power Failure Definition : A total loss of utility power Cause : Can b e cau s ed b y a n u mb er o f ev en ts : lig h tn in g s trikes , d o wn ed p o wer lin es , g rid o v er d e man d s , accid en ts and n atu ral d is asters Possible Computer Symptom : System crashes,hardware damage. 2. Power sag Definition : Short term low voltage Cause : Triggered by the startup of large loads, utility switching, utility equipment failure, lighting and power service that's too small for the demand. In addition to crashes, sags can damage hardware Possible Computer Symptom : System crashes,hardware damage,memory loss. Surge Definition : Short term high voltage Cause : With voltages above 110% of nominal, surges can be triggered by a rapid reduction in power loads, heavy equipment being turned off, or by utility switching. The results can potentially damage hardware. Possible Computer Symptom : Computer system crashes,hardware damage. Spike Definition : Instant and dramatic increase in line voltage Cause : Can be caused by lightning strike and can send line voltages to levels in excess of 6,000 volts. Possible Computer Symptom : A spike almost always results in data loss or hardware damage,processing error,printer or terminal error. Brownout Definition : Reduced line voltage for extended periods of a few minutes to a few days Cause : Can be caused by an intentional utility voltage reduction to conserve power during peak demand periods or other heavy loads that exceed supply capacity. Possible Computer Symptom : system crashes,memory loss,data loss.

3.

4.

5.

Artikel Populer IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com

6.

Noise Definition : High frequency waveform that piggyback on the line waveform Cause : Can be caused by either RFI or EMI interference generated by transmitters, welding devices, SCR driven printers, lightning etc. Possible Computer Symptom : Hardware damage,processing error,printer or terminal error Freqwency variation Definition : A change in frequence stability Cause : Resulting from generator or small cogeneration sites being loaded and unloaded. Frequency variation can cause erratic operation, data loss, system crashes and equipment damage Possible Computer Symptom : Data loss,processing error,System crashes,hardware damage. Switching Transient Definition : Instantaneous high voltage increase Cause : Normal duration is shorter than a spike and generally falls in the range of nanoseconds. Possible Computer Symptom : Memori loss,System crashes,hardware damage. Harmonic distortion Definition : Distortion of the normal waveform generally transmitted by nonlinear loads Cause : Switched mode power supplies, variable speed motors and drives, copiers and fax machines are examples of non-linear loads. Possible Computer Symptom : communication errors, overheating and hardware damage.

7.

8.

9.

10. Common mode Disturbanses Definition : Impulses and EMI/RFI noise with resepect to ground superimposed on the power conductors. Amplitude Milivolts to several volts for noise ; hundred of volts for impulse Cause : Lightning, Poor grounding and shielding,Radio transmission, Normal computer operation, Arching contask. Possible Computer Symptom : Incorrect data transfer from CPU to disk or tape, Input/Output hardware damage, Terminal or printer error 11. Outage Definition : A Zero volt condition lasting longer a halfcycle. Tegangan 0 volt lebih dari periode (10 mili detik) A Zero volt condition lasting longer a halfcycle. Tegangan 0 volt lebih dari periode (10 mili detik) Cause : Accident,lighthing,ground faults,Equipment failure,Utility equipment failure. Possible Computer Symptom : Hardware damage,system crashes.

Artikel Populer IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com

III.PENANGGULANGAN GANGGUAN LISTRIK Untuk mengatasi ganguan listrik seperti yang diatas maka diciptakanlah : A. Voltage Stabilizer : Voltage stabilizer adalah suatu alat listrik dan elektronik yang difungsikan untuk men-stabilkan listrik Utama/PLN, dengan demikian beban/alat elektronik dan komputer yang menggunakan stabilizer, akan lebih terjamin daya tahan-nya. Namun demikian Voltage Stabilizer tidak dapat mengatasi gangguan listrik apabila sumber listrik utama padam secara permanent (lebih dari 1 detik) karena Voltage Stabilizer tidak memiliki batterenya, sehingga bila Sumber listrik utama/PLN mati maka alat tersebut akan ikut mati/down. Stabilizer sering disebut sebagai A.V.R. (Automatic Voltage Regulator), atau Trafo Regulator. Berdasarkan tipe komponen yang digunakan maka Stabilizer dapat dibagi menjadi beberapa macam : a. Menggunakan servo motor. Voltage Stabilizer yang System Penstabilannya, menggunakan motor servo, motor servo akan berputar untuk mendapatkan nilai tegangan yang stabil apabila tegangan input bergeser/berubah dari tegangan referensi yang ditetapkan. Akibatnya diperlukan waktu 2 s/d 5 detik sehingga mencapai titik kestabilan, dan kelemahan dari Stabilizer tidak adanya penyaringan terhadap gangguan listrikseperti (spikes, surge, sag, petir). b. Menggunakan Relay. Voltage Stabilizer tipe ini menggunakan beberapa relay untuk menstabilkan tegangan yang tidak sesuai dengan tegangan referensi, relay akan bekerja bila tegangan listrik naik atau turun. Voltage Stabilizer tipe ini reaksinya cepat, tapi range kestabilan kasar. +/- 5%. Dan Stabilizer tipe ini tidak ada penyaringan terhadap gangguan listrik seperti spikes,surge,sag,dan petir. c. Menggunakan sistim Digital control (DCS). Sistim ini mengkombinasikan relay dan triac (Transistor AC) atau SCR (Silicon Controler Rectifier), dan Stabilizer jenis ini telah melengkapi dirinya dengan system penyaringan terhadap gangguan listrik. Sistim ini lebih canggih dari pada relay diatas.Namun demikian system ini masih memiliki kelemahan belum mampu mengatasi gangguan terhadap perubahan frekwency listrik d. Sistim Ferro-Resonant/ line conditioner. Stabilizer tipe ini merupakan Voltage Stabilizer paling baik, untuk memberikan kestabilan pada beban, reaksi/responsenyapun sangat cepat, hanya perlu 0,04 detik atau 4milidetik saja, sudah stabil, juga menyaring listrik lebih baik dari yang menggunakan sistem digital control. Hal ini disebabkan sistem ferro resonant atau line conditioner mengunakan trafo isolasi, dan kapasitor (untuk meredam spikes, surge, sag, noise,frekwency dan spike dari petir), oleh karena itu sering disebut juga sebagai Line Conditioner atau Power Conditioner. bunyi kipas yang keras untuk mengurangi panas serta, barang-nya yang berat merupakan Kekurangan dari tipe ini.

B. UPS : UPS merupakan singkatan dari Uninteruptible Power System atau juga sering disebut dengan Uninteruptible Power Supply,jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia akan berarti System Daya Kebal Gangguan. Sesuai dengan namanya UPS (system daya kebal gangguan) dapat mengurangi gangguan-gangguan kelistrikan serta dapat memberikan daya listrik sementara pada saat listrik utama/PLN padam. Pada bab selanjutnya akan dijelaskan lebih jauh lagi tentang UPS.

Artikel Populer IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com

IV.JENIS - JENIS UPS

Input

Filter/M OV

AC/DC Rectifier

DC/AC Inverter

Switch Output

AC/DC Charger

Battery

Gambar. Simple Blok Diagram for General UPS Jika dilihat dari bentuk gelombang listrik yang dihasilkan maka UPS dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu : UPS dengan bentuk gelombang Sinusoidal /sinwave seperti gambar berikut ini :

1.

2.

UPS dengan bentuk g elombang step wave dan square wave atau juga disebut dengan Simulated sinewave seperti gambar berikut ini :

atau

UPS jika dipandang dari waktu peralihaan/transfer time pada saat sumber listrik utama padam yang menyebabkan terganggunya beban oleh karena padamnya sumber listrik walaupun sesaat. Maka UPS dapat dibagi menjadi : 1. UPS TIPE OFF-LINE atau NON CONTINOUS atau LINE INTERACTIVE UPS. Blok diagram dari UPS jenis ini dapat digambarkan seperti dibawah ini:

Gambar. UPS tipe OFF LINE

Artikel Populer IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com

Pada UPS jenis OFF LINE, outputnya akan mengalami pemutusan sementara yaitu pada saat Transfer Switch bekerja. Transfer switch akan bekerja pada saat listrik utama padam. Proses ini terjadi dalam waktu kurang dari 4 mili detik, meskipun demikian untuk peralatan yang sensitif terhadap gangguan listrik akan sangat mungkin dapat mengakibatkan gangguan terhadap sistem peralatan yang digunakan. Pada UPS jenis ini beban (output) dari UPS akan mendapatkan sumber listrik langsung pada saat sumber listrik utama (PLN) ada, baru pada saat llistrik utama PLN padam beban mendapatkan sumber ebergi listrik dari UPS. Dengan demikian pada saat sumber listrik utama ada tegangan output akan sangat bergantung pada input sumber listrik utama PLN. Untuk mengatasi hal ini maka dikembangkanlah metode line interactive untuk mengurangi ganguan yang diakibatkan oleh buruknya sumber listrik utama. Blok diagramnya akan menjadi seperti gambar dibawah ini:

Gambar.Perbaikan UPS OFF LINE

Dari gambar diatas terlihat tegangan PLN keluar menuju ke output melalui Automatic Switch,terlebih dahulu distabilkan tegangannya oleh unit stabilizer (AVR = Automatic Voltage Regulator), sehingga pada saat PLN ada tegangan output juga stabil. Tetapi kestabilan dari stabilizer bersifat stepping dimana pada penurunan/kenaikan tegangan input dalam batas tertentu, maka stabilizer akan menaikkan/menurunkan sebesar persentase tertentu sehinggan output dari stabilizer ini tidak begitu baik. 2. UPS ON LINE atau UPS CONTINOUS Blok diagram UPS jenis ini digambarkan seperti dibawah ini :

Gambar. UPS tipe ON LINE Pada UPS ONLINE, output didapat langsung dari inverter dan tidak melalui Automatic Switch seperti pada ups jenis Off line.Dengan demikian UPS tidak mengalami pemutusan aliran listrik sama sekali,pada saat PLN padam karena yang mencatu input inverter pada saat itu berasal dari battery. Mungkin akan timbul pertanyaan bagaimana jika UPS ON LINE unit inverter tidak bekerja. Ini berakibat output tidak akan mendapat tegangan,padahal PLN ada.Hal ini tentu sangat merugikan dimana sumber

Artikel Populer IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com

listrik PLN ada akan tetapi kita tidak dapat menggunakannya. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini maka maka dibuatlah suatu modifikasi.

Dari gambar diatas jika inverter tidak berfungsi maka STATIC TRANSFER SWITCH akan bekerja sehingga output mendapat tegangan langsung dari sumber PLN. Pada saat ini perpindahannya maksimal 0-4 mili detik. Sebaliknya jika inverter telah bekerja normal kembali, maka output akan menerima tegangan dari INVERTER. Perpindahan ini relatif tidak akan menggangu karena bentuk tegangan PLN dan tegangan INVERTER mempunyai phase dan frekwensi yang sama.

DOUBLE CONVERSION VS SINGLE CONVERSION UPS ON-LINE yang telah dibicarakan adalah UPS yang kita sebut dengan UPS double conversion atau dalam standard international IEC 62040-3 disebut dengan VFI = Voltage Freqwecy Independent. Ada jenis lain dari UPS ON-LINE yang disebut dengan single conversion yang kemudian dimodifikasi menjadi delta conversion yang dalam standard internasional disebut dengan VI = Voltage Independent. Bagaimana cara kerja dan perbedaan antara keduanya: UPS DOUBLE CONVERSION (VFI = VOLTAGE FREQWENCY INDEPENDENT)

Gambar. Sistem Double Conversion

Artikel Populer IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com

Pada sistem ini input yang masuk ke UPS dijadikan tegangan DC untuk digunakan sebagian kecil sebagai charger (pengisi batery) dan sisnya digunakan sebagai input dari inverter untuk diubah kembali menjadi tegangan AC. Output yang dihasilkan inverter ini stabil bik tegangan maupun frekwensinya. Tidak tergantung dari tegangan maupun maupun frekwensi dari input,karena inverter membangkitkan sendiri tegangan AC dari tegangan DC yang didapat dari output Rectifier atau dari battery pada saat listri padam, sehingga sistem ini disebut dengan voltage freqwency independent (VFI). Sistem ini disebut dengan Double conversion karena memiliki 2 unit converter AC ke DC dan dari DC ke AC. Kekurangan dari sistem ini adalah mempunyai effisiensi sekitar 92-94% tergantung dari merek- merek UPS. Dan mempunyai input Current Total Harmonic Distortion (Total Harmonik Arus Input) yang cukup besar +/- 25%, tetapi hal ini dapat diperbaiki dengan menggunakan 12 Pulse Rectifier (Rectifier Standard menggunakan 6 pulse penyearah = dioda ) sehingga input THDI (Total Harmonic Distortion untuk I = current) mencapai dibawah 6%. UPS SINGLE CONVERSION/DELTA CONVERSION Sistem lain ON-LINE adalah Single Conversion seperti gambar dibawah ini :

Gambar. UPS Tipe single conversion Pada sistem ini terdapat satu unit peralatan yang berfungsi sebagai pengubah AC ke DC dan juga bertindak sebagai pengubah tegangan dari DC ke AC yang diatur oleh microprosessor. Pada saat sumber listrik ada maka switch S menutup (closed),jika tegangan input dibawah tegangan nominal (220V) maka converter 1 akan bekerja sebagai inverter, battery mencatu converter untuk menghasilkan tegangan AC yang akan disuperosisikan ke beban (load) sehingga didapat tegangan 220 V. Jika perbedaan tegangan input dengan tegangan nominal jauh berbeda maka switch S akan dibuka dan output/load akan mendapatkan catu seluruhnya dari battery. Dalam keadaan normal maka converter akan bekerja sebagai charger yaitu mengubah tegangan AC menjadi DC untuk mengisi battery. Karen dalam UPS ini hanya ada satu converter yang bekerja dari AC ke DC ataupun sebaliknya dari DC ke AC maka sistem ini disebut dengan single conversion. Pada sistem ini setiap kali listrik utama padam maka secara otomatis switch S akan terbuka, hal ini untuk mencegah jangan sampai output dari inverter (converter dari DC ke AC) tidak masuk ke jaringan sumber listrik (PLN).

Perbaikan dari single conversion adalah delta conversion seperti gambar berikut ini :

Artikel Populer IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com

Gambar.Tipe Delta Conversion Agar tidak terjadi pemakaian battery untuk mengkompensasi tegangan output, maka ditambahkan sebuah AC to DC converter 1, yang kapasitasnya hanya 20%dari total power UPS. Fungsinya adalah untuk memberikan kompensasi power/tegangan ke output jika tegangan input terlalu rendah. Tetapi jika power yang di kompensasikan lebih dari 20 % maka sumber daya tetap harus diambil dari battery dan pada saat ini switch S harus dibuka secara otomatis. Sistem ini mempunyai effisiensi yang tinggi karena sebagian besar daya yang disupply ke output bukan berasal dari inverter tetapi hanya max 20% saja.

V.BAGIAN UMUM PADA UPS Pada UPS baik line interaktif maupun on line terdapat beberapa blok atau komponen dasar seperti dibawah ini : Filter Yang dimaksud dengan filter disini adalah blok atau bagianyang berfungsi untuk mengeliminir gangguan kelistrikan seperti yang dijelaskan pada bab I. Untuk jenis UPS line interaktif filter ini disebut dengan Automatic Voltage Stabilizer yang sistem proteksi terhadap gangguan listriknya terbatas. Sedangkan pada UPS jenis Online atau continous filter ini biasanya disebut dengan EMI/RFI. Power supply dan charger Bagian ini berfungsi untuk merubah tegangan AC yang berasal dari PLN atau generator menjadi tegangan searah DC. Tegangan DC ini digunakan untuk menggerakkan komponen Aktif agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan,selain itu sebagian dari tegangan tersebut digunakan untuk mengisi (Charge) Battery. Battery Fungsi utama dari battery pada UPS adalah sebagai media penyimpan energi listrik yang akan digunakan apabila sumber listrik utama/PLN padam.Energi listrik yang disimpan pada battery akan digunakan oleh INVERTER untuk kemudian oleh Inverter dirubah menjadi listrik AC. Inverter Fungsi dari Inverter adalah merubah tegangan DC yang berasal dari battery menjadi tegangan AC yang akan digunakan oleh beban seperti komputer dan lain sebagainya Transfer Switch Sesuai dengan namanya Transfer Switch berfungsi untuk menghubungkan beban ke output INVERTER atau menghubungkan langsung beban ke sumber listrik/bypass proses ini hanya terjadi pada UPS ONLINE. Sedangkan pada UPS line interaktif transfer switch akan menghubungkan beban ke output inverter apabila sumber listrik utama padam

Artikel Populer IlmuKomputer.Com Copyright 2003 IlmuKomputer.Com

VI.DAFTAR PUSTAKA 1.www. apc.com 2.www.laplaceups.com 3.www. powerware.com 4.Diktat Kuliah Teknik Tenaga Listrik Teknik Elektro Univ.Muhammadiyah Jakarta 5.Service Manual LAPLACE UPS 6.User Manual APC UPS 7.User Manual Laplace UPS 8.User Manual SOCOMEC SICON UPS 9.Materi Training UPS APC 2004

VII.BIOGRAFI Ahmad Supriadi . Lahir di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada tanggal 27 Desember 1976. Menamatkan STM di STM Negeri 2, Palembang pada tahun 1995. Pada tahun 1995 merantau ke Jakarta dan bekerja pada PT.Prima Citra Lazuwardi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang UPS hingga tahun 1996. Pada tahun yang sama 1996 melanjutkan pendidikan S1 pada jurusan Teknik Elektro di Universitas Muhammadiyah Jakarta hingga tahun 2001. Selama masa kuliah pada tahun 1999 hingga awat ahun 2002 menjadi Assisten Laboratorium Elektronika Universitas Muhammadiyah Jakarta. Selepas Pendidikan bekerja Sebagai Service Engineer pada perusahaan UPS PT.Laplasindo Pratama hingga akhir tahun 2002. Saat ini bekerja pada perusahaan distributor IT, PT.Datamation sebagai Technical Support untuk produk UPS . Informasi lebih lanjut tentang penulis ini bisa didapat melalui: Email: ahmad@datamation.co.id atau ahmadsupriad1@yahoo.com

10