Anda di halaman 1dari 8

Artikel 1

Drilling, Pemboran (http://artikelbiboer.blogspot.com/2009/12/drillingpemboran.html)


Pemboran dapat dilakukan untuk bermacam-macam tujuan : Penempatan bahan peledak; pemercontohan (merupakan metoda sampling utama dalam eksplorasi); dalam tahap development : penirisan, test fondasi dan lain-lain; dan dalam tahap eksplotasi untuk penempatan baut batuan & kabel batuan (dalam batubara pemboran lebih banyak dibuat untuk pemasangan baut batuan - bolting daripada untuk peledakan). Jika dihubungkan dengan peledakan, penggunaan terbesar adalah sebagai pemboran produksi. Komponen Operasi dari Sistem Pemboran Ada 4 komponen fungsional utama. Fungsi ini dihubungkan dengan penggunaan energi oleh sistem pemboran di dalam melawan batuan dengan cara sebagai berikut : Mesin bor, sumber energi adalah penggerak utama, mengkonversikan energi dari bentuk asal (fluida, elektrik, pnuematik, atau penggerak mesin combustion) ke energi mekanik untuk mengfungsikan sistem. Batang bor (rod) mengtransmisikan energi dari penggerak utama ke mata bor (bit). Mata bor (bit) adalah pengguna energi didalam sistem, menyerang batuan secara makanik untuk melakukan penetrasi. Sirkulasi fluida untuk membersihkan lubang bor, mengontrol debu,mendinginkan bit dan kadang-kadang mengstabilkan lubang bor. Ketiga komponen pertama adalah komponen fisik yang mengontrol proses penetrasi, sedangkan komponen keempat adalah mendukung penetrasi melalui pengangkatan cuttings. Mekanisme penetrasi, dapat dikategorikan kedalam 2 golongan secara mekanik yaitu rotasi dan tumbukan (percussion) atau selanjutnya kombinasi keduanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi unjuk kerja pemboran : 1. Variabel operasi, mempengaruhi keempat komponen sistem pemboran (drill, rod, bit dan fluid). Variabel dapat dikontrol pada umumnya dan mencakup dua kategori dari

faktor-faktor kekuatan pemboran : (a) tenaga pemboran, energi semburan dan frekuensi, kecepatan putar, daya dorong dan rancangan batang bor dan (b) sifat-sifat fluida dan laju alirnya. 2. Faktor-faktor lubang bor, meliputi : ukuran, panjang, inklinasi lubang bor; tergantung pada persyaratan dari luar, jad i merupakan variabel bebas. Lubang bor di tambang terbuka pada umumnya 15 - 45 cm (6-18 inch). Sebagai perbandingan, untuk tambang bawah tanah 4-17,5 cm (1,5-7 in.). 3. Faktor-faktor batuan, faktor bebas yang terdiri dari : sifat-sifat batuan, kondisi geologi, keadaan tegangan yang bekerja pada lubang bor yang sering disebut sebagai drillability factors yang menentukan drilling strength dari batuan (kekuatan batuan untuk bertahan terhadap penetrasi) dan membat asi unjuk kerja pemboran. 4. Faktor-faktor pelayanan, yang terdiri dari pekerja dan supervisi, ketersediaan tenaga, tempat kerja, cuaca dan lain-lain, juga merupakan faktor bebas. Parameter Performansi (Unjuk Kerja) Untuk memilih dan mengevaluasi sistem pemboran yang optimal, ada 4 parameter yang harus diukur at au dipe rkirakan,yaitu : 1. Energi proses dan konsumsi daya (power) 2. Laju penetrasi 3. Lama penggunaan bit (umur) 4. Biaya (biaya kepemilikan + biaya operasi) Pemilihan Alat Bor Pemilihan suatu alat produksi haruslah melalui suatu prosedur yang telah didefinisikan dengan baik. Hal ini merupakan persoalan rancangan rekayasa yang sebenarnya (true engineering design) yang memerlukan suatu pertimbangan harga. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Mendeterminasi dan menentukan spesifikasi kondisi-kondisi dimana alat bor akan digunakan, seperti faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan (pekerja, lokasi,

cuaca dan lain-lain) dengan konsiderasi keselamatan kerja. 2. Menetapkan tujuan untuk fase pemecahan batuan dari siklus operasi produksi kedalam tonase, fragmentasi, throw, vibrasi dan lain-lain (mempertimbangkan batasan pemuatan dan pengangkutan, stabilitas kemiringan lereng, kapasitas crusher, kuota produksi, geometri pit, dll) . 3. Atas dasar pada persyaratan peledakan, merancang pola lubang bor (ukuran dan kedalaman lubang ledak, kemiringan, burden dan spasi). 4. Menentukan faktor drillability untuk jenis batuan yang diantisipasi, mengindentifikasikan metoda pemboran yang mendekati kelayakan . 5. Men-spesifikasikan variabel operasi untuk tiap sistem dibawah pengamatan, meliputi : mesin bor, batang bor, mata bor dan sirkulasi fluida. 6. Memperhitungkan parameter unjuk kerja, termasuk ketersediaan alat, biaya dan perbandingan. Mengamati sumber tenaga dan memilih spesifikasi. Item biaya yang besar adalah mata bor, depresiasi alat bor, tenaga kerja, pemeliharaan, energi dan fluida. Umur bit dan biaya merupakan hal yang kritis namun sulit untuk diproyeksikan. 7. Memilih sistem pemboran yang memuaskan semua persyaratan biaya keseluruhan yang rendah dan memperhatikan keselamatan kerja.
Artikel2(www.google.com/#q=makalah+tentang+pemboran+pada+dunia+pertambangan&hl=en&ei= nlFUajJLsvirAfU1oFA&start=0&sa=N&bav=on.2,or.r_qf.&fp=61f1f6f721dd353c&biw=1366&bih=667)

KESIMPULAN Dalam pemberon dperlukan beberapa metode yang diperlukan di lapangansebagai berikut : 1.BOR TANGAN (BOR SPIRAL dab BOR BANGKA). Metoda ini dipakai untuk eksplorasi dangkal seperti placer deposit dan residual deposit.Metoda ini digunakan pada umumnya pada tahapan eksplorasi rinci, namun adakalanyasecara acak dan setempat dilakukan pada tahap eksplorasi tinjau, terutama pada subtahapprospeksi umum.Ada 2 jenis alat ini, yaitu Bor tangan spiral (Auger drilling) dan Bor bangka (BBB). Adapun Pengamatan Dan Perekaman Data Geologi.Data geologi yang didapatkandari pemboran tangan jarang berupa batuan, tetapi pada umumnya berupa tanah ataubatuan lapuk, dan sedimen lepas. 2.BOR MESIN PUTAR (BOR MESIN RINGAN, BOR PUTAR, BOR INTI danBOR ALIR-BALIK). Ada berbagai macam jenis mesin bor putar, dari yang portable sampai pemboran raksasaseperti pada pemboran minyak yang dapat mencapai kedalaman beberapa kilometer. Adaberbagai jenis, dari mulai packsack (dapat diangkat di atas punggung) sampai bor besarharus dipreteli atau diangkat di truck.Alat pemboran (yang disebut drilling-rig) dinilai dari kemampuannya untuk mencapaikedalaman, kemampuan pengambilan conto batuan dan kemampuan menentukan arah.Selain itu juga kemampuan bergerak di medan merupakan salah satu hal diperhatikan.Mesin-mesin pemboran putar ini mempunyai prinsip yang sama, namun berdasarkankemampuannya dapat dibagi sebagai berikut :1. Bor mesin ringan (portable drilling rig)2.

Bor mesin inti (diamond drilling rig)3. Bor mesin rotari (rotary drilling rigs)4. Bor mesin alir-balik (counterflush drilling rig 3.BOR MESIN TUMBUK (CABBLE TOOL) Jenis mesin pemboran ini sudah jarang dipakai lagi dalam eksplorasi. Batuandipecah dengan pahat yang ditumbuk, dan conto diambil dengan bailer atau drive sampler.Conto yang didapat tidak murni.Pemboran dengan jenis ini umumnya digunakan dalam eksplorasi dasar pada soil, gravel,endapan pasir. Dimana sebagian besar batuan yang dihasilkan telah mengalami gangguan,karena proses pemborannya dilakukan dengan menumbuk tanpa menimbulkan momentputar. Hasil dari pemboran tersebut kemudian dibawa ke laboratorium.Ada berbagai jenis mesin bor perkusi ini, antara lain yang disebut : 1. Cable Tool Drilling Rig.2. Hammer Drill atau Wagon Drill.3. Downhole Hammer Drilling Rig.4. Hammer Drilling Rig with Drive Sampler Metode itu sangat digunakan dalam dunia Teknik Eksplorasi
Artikel3 (http://reallifedasuha.blogspot.com/2011/02/real-life.html)

TEKNIK PEMBORAN
TEKNIK PEMBORAN Di dalam suatu industri pertambangan, kegiatan pemboran adalah suatu aktivitas vital baik dalam pengambilan sample maupun pemboran produksi. Tujuan dari kegiatan pemboran ini ada bermacam-macam , pemboran tidak saja dilakukan dalam industri pertambangan tetapi juga untuk bidang-bidang lain sehingga secara keseluruhan kegitan pemboran bertujuan sebagai berikut:

Eksplorasi mineral dan batubara Ekplorasi dan produksi air tanah Eksplorasi dan produksi gas Eksplorasi dan produksi minyak Peledakan Geoteknik Ventilasi tambang Penirisan tambang

Keperluan perhitungan cadangan Perolehan data geologi Pengontrolan tambang dan Serta pembuatan lubang pipa air untuk PDAM dan kabel listrik untuk PLN, dll Maksud Dan Tujuan Pemboran Dilakukanya pemboran adalah agar dapat mengetahui bagai mana kegiatan pengeboran itu berlangsung, dapat mengetahui tahap tahap dari pada kegiatan pemboran, juga dapat mengetahui peralatan peralatan yang digunakan dalam pengeboran. Sehinga apa bila terjun kelapangan nantinya sudah dapat mengetahui apa apa yang harus dikerjakan juga yang harus dipersiapkan. Dalam pencapaian target dari tujuan tersebut maka dibutuhkan perlengkapan ,tipe serta kapasitas mesin yang berbeda pula , baik dari pemboran yang vertical keatas, kebawah maupun yang horizontal atau miring dengan sudut tertentu. Didalam laporan ini kapasitasnya adalah mengenai pemboran air tanah , adapun pembahasannya adalah sebagai berikut: 1. Peralatan pemboran, meliputi jenis bor , pompa atau kompresor,stang bor, casing, mata bor, dan perlengkapan lainya. 2. Lumpur pemboran 3. Teknis pemboran ,meliputi metode/klasifikasi pemboran dan tahapan-tahapan pemboran.

PERALATAN PEMBORAN Beberapa komponen atau peralatan pemboran yang diperlukan kegiatan pemboran diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Mesin Bor 2. Pompa atau Kompresor 3. Stang Bor 4. Pipa Casing 5. Mata Bor 6. Dan Perlengkapan lainya Artikel4 (http://artikelbiboer.blogspot.com/2010/01/tujuan-pemboran-bawah-tanah.html) untuk

Tujuan Pemboran Bawah Tanah

Jumbo Drill Operasi penambangan tidak dapat dipisahkan dari pemboran. Tambang terbuka maupun tambang bawah tanah memerlukan kegiatan pemboran dalam skala luas. Tujuan pemboran pun jadi beraneka ragam, bukan lagi sesederhana penampakan luar, sekedar membuat lubang pada batuan. Teknik dan alat yang digunakan juga macam-macam: dari alat bor tangan seperti jackleg drill sampai Tunnel Boring Machine (TBM) yang digunakan untuk membuat terowongan dengan diameter beberapa meter.

Untuk tambang bawah tanah, tujuan pemboran dapat dikelompokkan menjadi beberapa: 1. Eksplorasi Eksplorasi adalah upaya untuk menemukan cadangan tambang baru. Cadangan ini secara faktual mesti terdapat dalam suatu lapisan. Selain itu, besar cadangan pun mesti diukur, yang akan menentukan apakah layak tambang atau tidak. Untuk memenuhi persyaratan diatas, maka dilakukan lah pemboran eksplorasi. Alat bor jenis ini dirancang agar dapat memberikan data cadangan yang diperlukan. 2. Mempersiapkan Lubang Tembak Lubang tembak adalah lubang bor yang kemudian akan diisi oleh bahan peledak. Setelah semua siap, batuan kemudian diledakkan untuk membuka terowongan. Beberapa tambang masih mengkaryakan mesin bor jackleg (jackleg drill). Jackleg juga akan selalu dibutuhkan di area sempit dimana mesin yang lebih besar tidak mungkin masuk. Sedang di tambang yang lebih modern, jumbo drill akan menjadi andalan.

Tunnel Boring Machine 3. Penyaliran/Penirisan Tambang (Mine Dewatering) Jumlah air berlebih menjadi masalah klasik tambang bawah tanah. Air dapat berasal dari bermacam sumber: air tanah atau rembesan dari sumber air permukaan (sungai, danau, dll). Jika tidak dikendalikan, air yang melimpah dapat merendam terowongan. Itu sebab, dibutuhkan pemboran yang dikhusukan untuk mengurangi kadar air yang melimpah ini. 4. Mempersiapkan Pilot Holes Contoh penggunaan pilot holes adalah pada saat membuat lubang vertikal (shaft/raise) menggunakan reamer. Reamer merupakan alat bor besar yang ditarik dari bawah keatas untuk membuat lubang vertikal tersebut. Agar dapat ditarik, maka reamer ini diberi tangkai yang disisipkan dalam pilot holes (lubang vertikal pendahuluan dengan diameter jauh lebih kecil dari shaft/raise).
Artikel 5 (http://rumah-kita-keren.blogspot.com/2011/10/geometri-pemboran.html

geometri pemboran
geometri pemboran meliputi diameter lubang bor, kedalaman lubang tembak, kemiringan lubang tembak, tinggi jenjang dan juga pola pemboran. 1. diameter lubang tembak diameter lubang tembak yang terlalu kecil menyebabkan faktor energi yang dihasilkan akan berkurang sehingga tidak cukup besar untuk membongkar batuan yang akan diledakkan, sedang jika diameter lubang tembak terlalu besar maka lubang tembak tidak cukup untuk menghasilak fragmentasi yang baik,

terutama pada batuan yang banyak terdapat kekar dengan jarak kerapatan yang tinggi. diameter lubang tembak yang kecil juga memberikan patahan atau hancuran yang lebih baik pada bagian atap jenjang. hal ini berhubungan dengan stemming, dimana lubang tembak yang besar maka panjang stemming juga aka semakin besar dikarenakan untuk menghindari getaran dan batuan terbang, sedangkan jika menggunakan lubang tembak yang kecil maka panjang stemming dapat dikurangi. ukuran diameter lubang ledak yang akan dipilih akan tergantung pada : 1. volume massa batuan yang akan dibongkar (vulome produksi) 2. tinggi jenjang dan konfigurasi isian 3. tinggi fragmentasi yang diinginkan 4. alat muat yang digunakan 2. kedalaman lubang tembak kedalaman lubang tembak biasanya disesuaikan dengan tinggi jenjang yang diterapkan. dan untuk mendapatkan lantai jenjang yang rata maka hendaknya kedalaman lubang tembak harus lebih besar dari tinggi jenjang, yang mana kelebihan daripada kedalaman ini disebut dengan sub drilling. 3. kemiringan lubang tembak (arah pemboran) arah pemboran yang kita ketahui ada dua, yaitu arah pemboran tegak dan arah pemboran miring. arah penjajaran lubang bor pada jenjang harus sejjajar untu k mrnjamin keseragaman burden yang ingin didapatkan dan spasi dalam geometri peledakan. lubang tembak yang dibuat tegak, maka pada bagian lantai jenjang aan menerima gelombang tekan yang besar, sehingga menimbulkan tonjlan pada lantai jenjang, hal ini dikarenakan gelombang tekan seagian akan dipantulkan pada bidang bebas dan sebagian lagi akan diteruskan pada abgian bawah lantai jenjang. sedangkan dalam pemakaian lubang tembak miring akan membentuk bidang bebas yang lebih luas, sehingga akan mempermudah proses pecahnya batuan karena gelombang tekan yang dipantulkan lebih besar dan gelombang tekan yang diteruskan pada lantai jenjang yang lebih kecil. 4. pola pemboran pola pemboran yang biasa diterapkan pada tambang terbuka biasanya menggunakan dua macam pola pemboran yaitu : 1. pola pemboran segi empat (square pattern) 2. pola pemboran selang-seling (staggered) Pola pemboran segi empat adalah pola pemboran dengan penempatan lubanglubang tembak antara baris satu dengan baris berikutnya sejajar dan membentuk segi empat. Pola pemboran segi empat yang mana panjang burden dengan panjang spasi tidak sama besar disebut square rectangular pattern. Sedangkan pola pemboran selang-seling adalah pola pemboran yang penempatan lubang ledak pada baris yang berurutan tidak saling sejajar, dan untuk pola pemboran selang-seling yang mana panjang burden tidak sama dengan panjang spasi disebut staggered rectangular pattern