Anda di halaman 1dari 12

Perencanaan adalah merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan

tersebut. Dengan perencanaan itu memungkinkan para pengambil keputusan atau manajer untuk menggunakan sumber daya mereka secara berhasil guna dan berdaya guna. Banyak batasan perencanaan yang telah dibuat oleh para ahli. Dari batasan-batasan yang telah ada dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa perencanaan adalah suatu kegiatan atau proses penganalisaan dan pemahaman sistem, penyusunan konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan demi masa depan yang baik. Dari batasan ini dapat ditarik kesimpulankesimpulan antara lain : a. Perencanaan harus didasarkan kepada analisis dan pemahaman sistem dengan baik. b. Perencanaan pada hakekatnya menyusun konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan misi organisasi. c. Perencanaan secara implisit mengemban misi organisasi untuk mencapai hari depan yang lebih baik. Secara sederhana dan awam dapat dikatakan bahwa perencanaan adalah suatu proses yang menghasilkan suatu uraian yang terinci dan lengkap tentang suatu program atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Oleh sebab itu, hasil proses perencanaan adalah "rencana" (plan). Perencanaan atau rencana itu sendiri banyak macamnya, antara lain : 1. Dilihat dari jangka waktu berlakunya rencana : a. Rencana jangka panjang (long term planning), yang berlaku antara 10-25 tahun. b. Rencana jangka menengah (medium range planning), yang berlaku antara 5-7 tahun. c. Rencana jangka pendek (short range planning), umumnya hanya berlaku untuk 1 tahun. 2. Dilihat dari tingkatannya : a. Rencana induk (masterplan), lebih menitikberatkan uraian kebijakan organisasi. Rencana ini mempunyai tujuan jangka panjang dan mempunyai ruang lingkup yang luas. b. Rencana operasional (operational planning), lebih menitikberatkan pada pedoman atau petunjuk dalam melaksanakan suatu program. c. Rencana harian (day to day planning) ialah rencana harian yang bersifat rutin. 3. Ditinjau dari ruang lingkupnya : a. Rencana strategis (strategic planning), berisikan uraian tentang kebijakan tujuan jangka panjang dan waktu pelaksanaan yang lama. Model rencana ini sulit untuk diubah. b. Rencana taktis (tactical planning) ialah rencana yang berisi uraian yang bersifat jangka pendek, mudah menyesuaikan kegiatan-kegiatannya, asalkan tujuan tidak berubah. c. Rencana menyeluruh (comprehensive planning) ialah rencana yang mengandung uraian secara menyeluruh dan lengkap. d. Rencana terintegrasi (integrated planning) ialah rencana yang mengandung uraian yang menyeluruh bersifat terpadu, misalnya dengan program lain diluar kesehatan. Meskipun ada berbagai jenis perencanaan berdasarkan aspek-aspek tersebut diatas namun prakteknya sulit untuk dipisah-pisahkan seperti pembagian tersebut. Misalnya berdasarkan tingkatannya suatu rencana termasuk rencana induk tetapi juga merupakan rencana strategis berdasarkan ruang lingkupnya dan rencana jangka panjang berdasarkan jangka waktunya. Proses Perencanaan Perencanaan dalam suatu organisasi adalah suatu proses, dimulai dari identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, perencanaan pemecahan masalah, implementasi (pelaksanaan pemecahan masalah) dan evaluasi. Dari

hasil evaluasi tersebut akan muncul masalah-masalah baru kemudian dari masalah-masalah tersebut dipilih prioritas masalah dan selanjutnya kembali ke siklus semula. Lihat bagan Proses Perencanaan dibawah ! Di bidang kesehatan khususnya, proses perencanaan ini pada umumnya menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving) seperti bagan Proses Perencanaan dibawah ! Secara terinci, langkah-langkah perencanaan kesehatan adalah sebagai berikut : 1. Identifikasi Masalah Perencanaan pada hakekatnya adalah suatu bentuk rancangan pemecahan masalah. Oleh sebab itu, langkah awal dalam perencanaan kesehatan adalah mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan masyarakat di lingkungan unit organisasi yang bersangkutan. Sumber masalah kesehatan masyarakat dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain : a. Laporan-laporan kegiatan dari program-program kesehatan yang ada. b. Survailance epidemiologi atau pemantauan penyebaran penyakit. c. Survei kesehatan yang khusus diadakan untuk memperoleh masukan perencanaan kesehatan. d. Hasil kunjungan lapangan supervisi, dan sebagainya. 2. Menetapkan Prioritas Masalah Kegiatan identifikasi masalah menghasilkan segudang masalah kesehatan yang menunggu untuk ditangani. Oleh karena keterbatasan sumber daya baik biaya, tenaga dan teknologi maka tidak semua masalah tersebut dapat dipecahkan sekaligus (direncanakan pemecahannya). Untuk itu harus dipilih masalah mana yang "feasible" untuk dipecahkan. Proses memilih masalah ini disebut memilih atau menetapkan prioritas masalah. Pemilihan prioritas dapat dilakukan melalui 2 cara, yakni : 2.1 Teknik Skoring Yakni memberikan nilai (scor) terhadap masalah tersebut dengan menggunakan ukuran (parameter) antara lain : a. Prevalensi penyakit (prevalence) atau besarnya masalah. b. Berat ringannya akibat yang ditimbulkan oleh masalah tersebut (severity). c. Kenaikan atau meningkatnya prevalensi (rate increase). d. Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut (degree of unmeet need). e. Keuntungan sosial yang diperoleh bila masalah tersebut diatasi (social benefit). f. Teknologi yang tersedia dalam mengatasi masalah (technical feasiblity). g. Sumber daya yang tersedia yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah (resources availability), termasuk tenaga kesehatan. Masing-masing ukuran tersebut diberi nilai berdasarkan justifikasi kita, bila masalahnya besar diberi 5 paling tinggi dan bila sangat kecil diberi nilai 1. Kemudian nilai-nilai tersebut dijumlahkan. Masalah yang memperoleh nilai tertinggi (terbesar) adalah yang diprioritaskan, masalah yang memperoleh nilai terbesar kedua memperoleh prioritas kedua dan selanjutnya. 2.2 Teknik Non Skoring Dengan menggunakan teknik ini masalah dinilai melalui diskusi kelompok, oleh sebab itu juga disebut "nominal group tecnique (NGT)". Ada 2 NGT yakni : 2.2.1 Delphi Technique Yaitu masalah-masalah didiskusikan oleh sekelompok orang yang mempunyai keahlian yang sama. Melalui diskusi tersebut akan menghasilkan prioritas masalah yang disepakati bersama. 2.2.2 Delbeq Technique

Menetapkan prioritas masalah menggunakan teknik ini adalah juga melalui diskusi kelompok namun peserta diskusi terdiri dari para peserta yang tidak sama keahliannya maka sebelumnya dijelaskan dulu sehingga mereka mempunyai persepsi yang sama terhadap masalah-masalah yang akan dibahas. Hasil diskusi ini adalah prioritas masalah yang disepakati bersama. 3. Menetapkan Tujuan Menetapkan tujuan perencanaan pada dasarnya adalah membuat ketetapan-ketetapan tertentu yang ingin dicapai oleh perencanaan tersebut. Penetapan tujuan yang baik apabila dirumuskan secara konkret dan dapat diukur. Pada umumnya dibagi dalam tujuan umum dan tujuan khusus. 3.1 Tujuan Umum Adalah suatu tujuan masih bersifat umum dan masih dapat dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan khusus dan pada umumnya masih abstrak. Contoh : Meningkatnya status gizi anak balita di kecamatan Cibadak. 3.2 Tujuan Khusus Adalah tujuan-tujuan yang dijabarkan dari tujuan umum. Tujuan khusus merupakan jembatan untuk tujuan umum, artinya tujuan umum yang ditetapkan akan tercapai apabila tujuan-tujuan khususnya tercapai. Contoh : Apabila tujuan umum seperti contoh tersebut di atas dijabarkan ke dalam tujuan khusus menjadi sebagai berikut : - Meningkatnya perilaku ibu dalam memberikkan makanan bergizi kepada anak balita. - Meningkatnya jumlah anak balita yang dittimbang di Posyandu. - Meningkatnya jumlah anak yang berat badaannya naik, dan sebagainya. 4. Menetapkan Rencana Kegiatan Rencana kegiatan adalah uraian tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Pada umumnya kegiatan mencakup 3 tahap pokok, yakni : - Kegiatan pada tahap persiapan, yakni keggiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan pokok dilaksanakan, misalnya rapat-rapat koordinasi, perizinan dan sebagainya. - Kegiatan pada tahap pelaksanaan yakni keegiatan pokok program yang bersangkutan. - Kegiatan pada tahap penilaian, yakni keggiatan untuk mengevaluasi seluruh kegiatan dalam rangka pencapaian program tersebut. 5. Menetapkan Sasaran (Target Group) Sasaran (target group) adalah kelompok masyarakat tertentu yang akan digarap oleh program yang direncanakan tersebut. Sasaran program kesehatan biasanya dibagi dua, yakni : a. Sasaran langsung, yaitu kelompok yang langsung dikenai oleh program tersebut. Misalnya kalau tujuan umumnya : Meningkatkan status gizi anak balita seperti tersebut di atas maka sasaran langsungnya adalah anak balita. b. Sasaran tidak langsung adalah kelompok yang menjadi sasaran antara program tersebut namun berpengaruh sekali terhadap sasaran langsung. Misalnya : seperti contoh tersebut di atas, anak balita sebagai sasaran langsung sedangkan ibu anak balita sebagai sasaran tidak langsung. Ibu anak balita, khususnya perilaku ibu dalam memberikan makanan bergizi kepada anak sangat menentukan status gizi anak balita tersebut. 6. Waktu

Waktu yang ditetapkan dalam perencanaan adalah sangat tergantung dengan jenis perencanaan yang dibuat serta kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan. Oleh sebab itu, waktu dan kegiatan sebenarnya dapat dijadikan satu dan disajikan dalam bentuk matriks, yang disebut gant chart. Lihat contoh dibawah ! 7. Organisasi dan Staf Dalam bagian ini digambarkan atau diuraikan organisasi sekaligus staf atau personel yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan atau program tersebut. Disamping itu juga diuraikan tugas (job description) masing-masing staf pelaksana tersebut. Hal ini penting karena masing-masing orang yang terlibat dalam program tersebut mengetahui dan melaksanakan kewajiban. 8. Rencana Anggaran Adalah uraian tentang biaya-biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan sampai dengan evaluasi. Biasanya rincian rencana biaya ini dikelompokkan menjadi : a. Biaya personalia b. Biaya operasional c. Biaya sarana dan fasilitas d. Biaya penilaian 9. Rencana Evaluasi Rencana evaluasi sering dilupakan oleh para perencana padahal hal ini sangat penting. Rencana evaluasi adalah suatu uraian tentang kegiatan yang akan dilakukan untuk menilai sejauh mana tujuan-tujuan yang telah ditetapkan tersebut telah tercapai. Sumber : Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta : Rineka Cipta. 2003. BAB V IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN PRIORITAS A. PENDAHULUAN Untuk meningkatkan kinerja dan mutu perencanaan program kesehatan, diperlukan suatu proses perencanaan yang akan menghasilkan suatu rencana yang menyeluruh (komprehensif dan holistik). Perencanaan kesehatan adalah kegiatan yang perlu dilakukan di masa yang akan datang, yang jelas tujuannya. Langkah-langkah perencanaan sebetulnya bersifat generik, yaitu sama dengan alur pikir siklus pemecahan masalah, langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan adalah : 1. Analisis situasi 2. Identifikasi masalah dan menetapkan prioritas 3. Menetapkan tujuan 4. Melakukan analisis untuk memilih alternatif kegiatan terbaik 5. Menyusun rencana operasional. Kelima langkah pokok di atas harus dilaksanakan secara berurutan (sistematis). Setiap langkah yang dilakukan memiliki tujuan sendiri. Analisis situasi sebagai langkah awal dalam perencanaan harus dilakukan sebaik mungkin, sehingga dapat diperoleh gambaran tentang masalah kesehatan yang ada serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan tersebut, yang merupakan tujuan dari analisis ini, pada akhirnya akan diperoleh hasil dari analisis ini yang merupakan titik tolak perencanaan kesehatan terpadu dan dalam langkah selanjutnya diikuti oleh kegiatan untuk merumuskan masalah secara jelas, sekaligus menentukan prioritas masalah-masalah tersebut. Yang dimaksud dengan masalah dalam perencanaan kesehatan tidak terbatas pada masalah gangguan kesehatan saja, akan tetapi meliputi semua faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk (lingkungan, perilaku, kependudukan dan pelayanan kesehatan). Menurut definisi, masalah adalah terdapatnya kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan. Oleh sebab itu, cara perumusan masalah yang baik adalah kalau rumusan tersebut jelas menyatakan adanya kesenjangan. Kesenjangan tersebut

dikemukakan secara kualitatif dan dapat pula secara kuantitatif. Identifikasi dan prioritas masalah kesehatan merupakan bagian dari proses perencanaan harus dilaksanakan dengan baik dan melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk masyarakat. Sehingga masalah yang ditetapkan untuk ditanggulangi betul-betul merupakan masalah dari masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan untuk menanggulangi masalah kesehatan yang ada, masyarakat dapat berperan aktif didalamnya. B. PEMBAHASAN 1. Identifikasi Perencanaan pada hakikatnya adalah suatu bentuk rancangan pemecahan masalah. Oleh sebab itu langkah awal dalam perencanaan kesehatan adalah mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan. Sumber masalah kesehatan masyarakat dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain : a. Laporan-laporan kegiatan dari program-program kesehatan yang adab. Survailans epidemiologi atau pemantauan penyebaran penyakitc. Survai kesehatan yang khusus diadakan untuk memperoleh masukan perencanaan kesehatand. Hasil kunjungan lapangan supervisi. Dalam menemukan masalah kesehatan diperlukan ukuran-ukuran. Ukuran-ukuran yang paling lazim dipakai adalah angka kematian (mortalitas) dan angka kesakitan (morbiditas). Masalah kesehatan harus diukur karena terbatasnya sumber daya yang tersedia sehingga sumber daya yang ada betul-betul dipergunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang penting dan memang bisa diatasi. Ada 3 cara pendekatan yang dilakukan dalam mengidentifikasi masalah kesehatan, yakni :1. Pendekatan logisSecara logis, identifikasi masalah kesehatan dilakukan dengan mengukur mortalitas, morbiditas dan cacat yang timbul dari penyakit-penyakit yang ada dalam masyarakat.2. Pendekatan PragmatisPada umumnya setiap orang ingin bebas dari rasa sakit dan rasa tidak aman yang ditimbulkan penyakit/kecelakaan. Dengan demikian ukuran pragmatis suatu masalah gangguan kesehatan adalah gambaran upaya masyarakat untuk memperoleh pengobatan, misalnya jumlah orangyang datang berobat ke suatu fasilitas kesehatan.3. Pendekatan PolitisDalam pendekatan ini, masalah kesehatan diukur atas dasar pendapat orangorang penting dalam suatu msyarakat (pemerintah atau tokoh-tokoh masyarakat). 1. Prioritas masalah kesehatan Penetapan prioritas dinilai oleh sebagian besar manager kesehatan sebagai inti proses perencanaan. Langkah yang mengarah pada titik ini, dapat dikatakan sebagai suatu persiapan untuk keputusan penting dalam penetapan prioritas. Sekali prioritas ditetapkan,langkah berikutnya dapat dikatakan merupakan gerakan progresif menuju pelaksanaan. Dalam penentuan prioritas, aspek penilaian dan kebijaksanaan banyak diperlukan bersama-sama dengan kecakapan unik untuk mensintesis berbagai rincian yang relevan. Hal ini merupakan bagian dari proses perencanaan yang biasanya dikatakan paling naluriah. Namun, penetapan prioritas mungkin dapat jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan langkah-langkah lain bila dibuat eksplisit dan menjadi tindakan yang ditentukan secara jelas. Ketrampilan utama yang diperlukan dalam penentuan prioritas dalah menyeimbangkan variabel-variabel yang memiliki hubungan kuantitatif yang sangat berbeda dan dalam kenyataannya terletak dalam skala dimensional yang berbeda pula. Terlalu sering kesalahan timbul akibat memberikan penekanan terlalu banyak pada satu dimensi. Seorang ahli epidemiologi cenderung untuk menilai penetapan prioritas terutama sebagai suatu masalah penentuan mortalitas dan mortabiditas relatif dari masalah-masalah kesehatan tertentu. Pendekatan ini dipakai secara berlebihan dalam versi pertama Metode Amerika Latin dalam perencanaan kesehatan. Ilmuwan sosial, politikus, dan masyarakat umum cenderung memandang penetapan prioritas sebagai suatu tanggapan atas perasaan populer mengenai hal-hal yang penting. Bagi mereka pertimbangan-pertimbangan yang penting adalah : Pertama, apa yang diinginkan masyarakat untuk dilakukan dan yang kedua adalah program kesehatan yang dapat diterima. Para administrator cenderung mengkaji prioritas terutama dalam hubungannya dengan yang disebut oleh metode perencanaan kesehatan Amerika Latin sebagai kerawanan masalah-masalah kesehatan tertentu. Perhatiannya ada pada ketersediaan metode teknis untuk mengendalikan penyakit-penyakit atau kondisi-kondisi yang memerlukan perhatian. Keterbatasan paling serius di Negara berkembang yang bahkan mungkin seringkali lebih berat dari pada kerangka kerja administratif untuk menyediakan pelayanan dan personil yang diperlukan. Para ekonom memberi penekanan khusus pada biaya. Hal inibiasanya merupakan kendala akhir yang menentukan apa yang akan dilakukan, ongkos-ongkos relatif berbagai program pengendalian harus diseimbangkan.

Kebijakan penting dalam menyeimbangkan ongkos perencanaan kesehatan umumnya adalah menyediakan pelayanan kesehatan ke masyarakat secara maksimum dari pada memberikan pelayanan dengan mutu tertinggi kepada sekelompok kecil masyarakat. Perencanaan kesehatan harus mengembangkan ketrampilan dalam semua disiplin ilmu yang diperlukan agar dapat melakukan pendekatan perencanaan yang seimbang. Yang terutama diperlukan adalah indeks-indeks tertentu yang valid di dalam informasi baik kualitatif maupun kuantitatif yang digunakan dalam penilaian ini. Tanpa mengindahkan semua usaha pada pengukuran dan pengelompokkan khusus, si perencana pada akhirnya harus bersandar pada elemen-elemen kebijaksanaan yang tak pasti berdasarkan pengalaman atau evaluasi rencana-rencana sebelumnya dalam membuat keputusan akhir. Untuk dapat menetapkan prioritas masalah ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yakni :a. Melakukan pengumpulan dataUntuk dapat menetapkan prioritas masalah kesehatan, perlu tersedia data yang cukup. Untuk itu perlulah dilakukan pengumpulan data. Data yang perlu dikumpulkan adalah data yang berkaitan dengan lingkungan, perilaku, keturunan, dan pelayanan kesehatan, termasuk keadaan geografis, keadan pemerintahan, kependudukan, pendidikan, pekerjaan, mata pencaharian, sosial budaya, dan keadaan kesehatan.b. Pengolahan DataApabila data yang telah berhasil dikumpulkan, maka data tersebut harus diolah, maksudnya adalah menyusun data yang tersedia sedemikian rupa sehingga jelas sifat-sifat yang dimiliki oleh masing-masing data tersebut. Cara pengolahan data yang dikenal ada tiga macam, secara manual, elektrikal dan mekanik.c. Penyajian DataData yang telah diolah perlu disajikan, ada tiga macam penyajian data yang lazim dipergunakan yakni secara tekstular, tabular dan grafikal.d. Pemilihan Prioritas MasalahHasil penyajian data akan memunculkan pelbagai masalah. Tidak semua masalah dapat diselesaikan. Karena itu diperlukan pemilihan prioritas masalah, dalam arti masalah yang paling penting untuk diselesaikan. Penentuan prioritas masalah kesehatan adalah suatu proses yang dilkukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan metode tertentu untuk menentukan urutan masalah dari yang paling penting sampai dengan kurang penting. Penetapan prioritas memerlukan perumusan masalah yang baik, yakni spesifik, jelas ada kesenjangan yang dinyatakan secara kualitatif dan kuantitatif, serta dirumuskan secara sistematis. Dalam menetapkan prioritas masalah ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, yakni :1. Besarnya masalah yang terjadi2. Pertimbangan politik3. Persepsi masyarakat4. Bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan. Cara pemilihan prioritas masalah banyak macamnya. Secara sederhana dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :a. Scoring TechniquePada cara ini pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan score (nilai) untuk pelbagai parameter tertentu yang telah ditetapkan. Parameter yang dimaksud adalah :1. Besarnya masalah2. Berat ringannya akibat yang ditimbulkan3. Kenaikan prevalensi masalah4. Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut5. Keuntungan sosial yang dapat diperoleh jika masalah tersebut terselesaikan.6. Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah7. Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah.Secara terperinci cara-cara tersebut antara lain :1. Cara BryantCara ini telah dipergunakan di beberapa negara yaitu di Afrika dan Thailand. Cara ini menggunakan 4 macam kriteria, yaitu :a. Community Concern, yakni sejauh mana masyarakat menganggap masalah tersebut pentingb. Prevalensi, yakni berapa banyak penduduk yang terkena penyakit tersebutc. Seriousness, yakni sejauh mana dampak yang ditimbulkakn penyakit tersebutd. Manageability, yakni sejauh mana kita memiliki kemampuan untuk mengatasinya. Menurut cara ini masing-masing kriteria tersebut diberi scoring, kemudian masing-masing skor dikalikan. Hasil perkalian ini dibandingkan antara masalah-masalah yang dinilai.Masalah-masalah dengan skor tertinggi, akan mendapat prioritas yang Tinggi pula. 2. Cara EkonometrikCara ini dipergunakan di Amerika Latin. Kriteria yang dipakai adalah :a. Magnitude (M), yakni kriteria yang menunjukkan besarnya masalahb. Importance (I), yakni ditentukan oleh jenis kelompok penduduk yang terkena masalahc. Vulnerability (V), yaitu ada tidaknya metode atau cara penanggulangan yang efektifd. Cost (C) , yaitu biaya yang diperlukan untuk penanggulangan masalah tersebut.Hubungan keempat kriteria dalam menentukan prioritas masalah (P) adalah sebagai berikut: P = M.I.V C 3. Metode Hanlon & Delbecqa. Metode delbecq

Proses penetuan kriteria diawali dengan pembentukan kelompok yang akan mendiskusikan, merumuskan dan menetapkan kriteria. Pengetahuan dan pengalaman individual para Hasil rumusan analisa keadaan dan masalah kesehatan.Langkah selanjutnya adalah :1. Menginventarisir kriteria2. Menginventalisir dan mengevaluasi kriteriab. Metode HanlonDalam metode Hanlon dibagi dalam 4 kelompok kriteria, masing-masing adalah :1. Kelompok kriteria A = besarnya masalah2. Kelompok kriteria B = tingkat kegawatan masalah3. Kelompok kriteria C = kemudahan penanggulangan masalah4. Kelompok kriteria D = Pearl faktor, dimana :P = KesesuaianE = Secara ekonomi murahA = dapat diterimaR = Tersedianya sumber L = Legalitas terjamin 2. Non Scoring Technique Memilih prioritas masalah dengan mempergunakan berbagai parameter, dilakukan bila tersedia data yang lengkap. Bila tidak tersedia data, maka cara menetapkan prioritas masalah yang lazim digunakan adalah :1. Delphin TechniqueYaitu penetapan prioritas masalah tersebut dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang sama keahliannya. Pemilihan prioritas masalah dilakukan melalui pertemuan khusus. Setiap peserta yang sama keahliannya dimintakan untuk mengemukakan beberapa masalah pokok, masalah yang paling banyak dikemukakan adalah prioritas masalah yang dicari.2. Delbech TechniquePenetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang tidak sama keahliannya. Sehingga diperlukan penjelasan terlebih dahulu untuk meningkatkan pengertian dan pemahaman peserta tanpa mempengaruhi peserta. Lalu diminta untuk mengemukakan beberapa masalah. Masalah yang banyak dikemukakan adalah prioritas. C. KESIMPULAN Identifikasi dan priorita masalah kesehatan merupakan salah satu bagian dari proses perencanaan. Dalam melakukan identifikasi masalah kesehatan, ada beberapa cara pendekatan yang perlu diperhatikan, sehingga masalah yang dikemukakan merupakan masalah yang benar-benar penting dan memang harus segera diselesaikan. Selain itu diperlukan ukuran-ukuran dan data untuk menemukan masalah kesehatan yang ada. Penentuan prioritas masalah merupakan hal yang sangat penting, setelah masalah-maslah kesehatan teridentifikasi. Penentuan prioritas masalah harus memperhatikan beberapa faktor antara lain : besarnya masalah, pertimbangan politik, persepsi masyarakat, dan bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan. Cara memilih prioritas masalah dibedakan atas dua yaitu secara Scoring dan Non Scoring. Kedua cara tersebut pelaksanaannya berbeda-beda. Pemilihan kedua cara tersebut berdasarkan ada tidaknya data yang tersedia. DAFTAR PUSTAKA Azwar, Azrul, DR. MPH. Administrasi Kesehatan ; JakartaBina Rupa Aksara, 1988Maidin, Alimin,dr.MPH, Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan Ujung Pandang, FKM Unhas jilid 2 _____________________ Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan Ujung Pandang , FKM Unhas, 1993 jilid 1 Reinke A, William, Perencanaan Kesehatan Untuk Meningkatkan Efektifitas Manajemen, Yogyakarta, Gadjah Mada University ,Press 1994Notoatmojo Sockidjo Prof, DR, Ilmu Kesehatan Masyarakat,Jakarta, Rineka Cipta , 1997 Proses Perencanaan Perencanaan dalam suatu organisasi adalah suatu proses, dimulai dari identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, perencanaan pemecahan masalah, implementasi (pelaksanaan pemecahan masalah) dan evaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut akan muncul masalah-masalah baru kemudian dari masalah-masalah tersebut dipilih prioritas masalah dan selanjutnya kembali ke siklus semula. Di bidang kesehatn khususnya, proses perencanaan ini pada umumnya

menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving) seperti bagan Proses Perencanaan. Secara terinci, langkah-langkah perencanaan kesehatan adalah sebagai berikut : 1. Identifikasi Masalah Perencanaan pada hakekatnya adalah suatu bentuk rancangan pemecahan masalah. Oleh sebab itu, langkah awal dalam perencanaan kesehatan adalah mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan masyarakat di lingkungan unit organisasi yang bersangkutan. Sumber masalah kesehatan masyarakat dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain : a. Laporan-laporan kegiatan dari program-program kesehatan yang ada. b. Surveilance epidemiologi atau pemantauan penyebaran penyakit. c. Survei kesehatan yang khusus diadakan untuk memperoleh masukan perencanaan kesehatan. 80 d. Hasil kunjungan lapangan supervisi, dan sebagainya. Suatu rencana yang baik haruslah mengandung uraian tentang asumsi perencanaan (planning assumption). Maksudnya adalah mengetahui dengan jelas berbagai faktor penopang dan ataupun penghambat yang diperkirakan akan dihadapi apabila rencana tersebut dilaksanakan. Pengetahuan tentang berbagai faktor penopang dan ataupun penghambat ini, dalam pekerjaan administrasi dipandang cukup penting. Dengan diketahuinya berbagai faktor penopang serta penghambat tersebut akan dapat dilakukan berbagai persiapan, sedemikian rupa sehingga pelaksanaan rencana akan dapat lebih lancar. Untuk dapat mengetahui secara lengkap berbagai faktor penopang serta penghambat, perlu dilakukan kajian seksama tentang keadaan organiasasi yang akan melaksanakan rencana tersebut. Kajian yang seperti ini dikenal dengan nama analisis SWOT. 2. Pengertian Analisis SWOT Pengertian analisis SWOT banyak macamnya. Secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kajian yang dilakukan terhadap suatu organisasi sedemikian rupa sehingga diperoleh keterangan yang akurat tentang berbagai faktor kekuatan, kelemahan, kesempatan serta hambatan yang dimiliki dan atau yang dihadapi oleh organisasi. 81 a. Unsur-unsur SWOT Dari batasan sederhana ini, segera terlihat dalam analisis SWOT ditemukan ada empat unsur pokok yang perlu dipahami. Keempat unsur yang dimaksud adalah : 1. Kekuatan Yang dimaksud dengan kekuatan (strength) disini adalah berbagai kelebihan yang bersifat khas yang dimiliki oleh suatu organisasi, yang apabila dapat dimanfaatkan akan berperan besar tidak hanya dalam memperlancar berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh organisasi, tetapi juga dalam mencapai tujuan yang dimiliki oleh organisasi. 2. Kelemahan Yang dimaksud dengan kelemahan (weaknesses) disini adalah berbagai kekurangan yang bersifat khas yang dimiliki oleh suatu organisasi, yang apabila berhasil diatasi akan berperan besar, tidak hanya dalam memperlancar berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh organisasi, tetapi juga dalam mencapai tujuan yang dimiliki oleh organisasi. 3. Kesempatan

Yang dimaksud dengan kesempatan (Opportunity) ialah peluang yang bersifat positif yang dihadapi oleh suatu organisasi, yang apabila dapat dimanfaatkan akan besar peranannya dalam mencapai tujuan organisasi. 82 4. Hambatan Yang dimaksud hambatan (threat) ialah kendala yang bersifat negatif yang dihadapi oleh suatu organisasi, yang apabila berhasil diatasi akan besar peranannya dalam mencapai tujuan organisasi. 3. Menetapkan Prioritas Masalah Penetapan prioritas dinilai oleh sebagian besar manager kesehatan sebagai inti proses perencanaan. Langkah yang mengarah pada titik ini, dapat dikatakan sebagai suatu persiapan untuk keputusan penting dalam penetapan prioritas. Sekali prioritas ditetapkan, langkah berikutnya dapat dikatakan merupakan gerakan progresif menuju pelaksanaan. Dalam penentuan prioritas, aspek penilaian dan kebijaksanaan banyak diperlukan bersama-sama dengan kecakapan unik untuk mensintesiskan berbagai rincian yang relevan. Hal ini merupakan bagian dari proses perencanaan yang biasanya dikatakan paling naluriah. Namun, penetapan prioritas mungkin dapat jauh lebihbermanfaat dibandingkan dengan langkah-langkah lain bila dibuat eksplisit dan menjadi tindakan yang ditentukan secara jelas. Untuk dapat menetapkan prioritas masalah ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu : a. Melakukan pengumpulan data untuk dapat menetapkan prioritas masalah kesehatan, perlu tersedia data yang cukup. Untuk itu perlulah dilakukan pengumpulan data. Data yang perlu 83 dikumpulkan adalah data yang berkaitan dengan lingkungan, perilaku, keturunan, dan pelayan kesehatan, termasuk keadaan geografis, keadaaan pemerintahan, kependudukan, pendidikan, pekerjaan, mata pencaharian, sosial budaya dan keadaan kesehatan b. Pengolahan data apabila data yang telah berhasil dikumpulkan, maka data tersebut harus diolah,maksudnya adalah menyusun data yang tersedia sedemikian rupa sehingga jelas sifat-sifat yang dimiliki oleh masing-masing data tersebut. Cara pengolahan data yang dikenal ada tiga macam, secara manual, elektrikal dan mekanik. c. Penyajian data-data yang telah diolah perlu disajikan, ada tiga macam penyajian data yang lajim dipergunakan yakni secara tekstular, tabular dan grafikal. d. Pemilihan prioritas masalah hasil penyajian data akan memunculkan pelbagai masalah. Tidak semua masalah dapat diselesaikan. Oleh karena itu diperlukan pemilihan prioritas masalah, dalam arti masalah yang paling penting untuk diselesaikan. Penentuan prioritas masalah kesehatan adalah suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan metode tertentu untuk menentukan urutan masalah dari yang paling penting sampai dengan kurang penting. Penetapan prioritas memerlukan perumusan masalah yang baik, yakni spesifik, jelas 84 ada kesenjangan yang dinyatakan secara kualitatif dan kuantitatif, serta dirumuskan secara sistematis. Dalam menetapkan prioritas masalah ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, yakni : a. Besarnya masalah yang terjadi b. Pertimbangan politik c. Persepsi masyarakat

d. Bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan Cara pemilihan prioritas masalah banyak macamnya. Secara sederhana dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: a. Scoring Tehnique. Pada cara ini pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan score (nilai) untuk berbagai parameter tertentu yang telah ditetapkan. Parameter yang dimaksud adalah : 1) Besarnya masalah 2) Berat ringannya akibat yang ditimbulkan 3) Kenaikan prevalensi masalah 4) Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut 5) Keuntungan sosial yang dapat diperoleh jika masalah tersebut terselesaikan. 6) Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah 7) Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan uuntuk mengatasi masalah. 85 Dalam menentukan prioritas masalah terdapat salah satu cara yang mudah yaitu dengan menggunakan analisis CARL (Capability / kemampuan, Accibillity / kemudahan, Reaccneess / kesiapan, Levareage / faktor pendukung). 1) Capabillity / kemampuan Penilaian prioritas masalah dengan mengukur kemampuan penilai sendiri dalam menyelesaikan masalah yang menjadi prioritas. 2) Accibillity / kemudahan Penilaian prioritas masalah dengan mengukur kemudahan dalam alternatif pemecahan masalah. 2) Reaccneess / kesiapan Penilaian prioritas masalah dengan mengukur kesiapan penilaian dalam menyelesaikan masalah yang ada. 3) Levareage / faktor pendukung Penilaian prioritas masalah dengan mengukur faktor-faktor yang dapat menunjang dalam penyelesaian masalah. b. Non Scoring Tehnique. Teknik ini masalah dinilai melalui diskusi kelompok, oleh sebab itu juga disebut Nominal Group Technique (NGT). Ada 2 NGT yakni : 86 1) Delphi Tehnique Masalah-masalah didiskusikan oleh sekelompok orang yang mempunyai keahlian sama. Melalui diskusi tersebut akan menghasilkan prioritas masalah yang disepkati bersama. 2) Delbeq Tehnique Menetapkan prioritas masalah menggunakan teknik ini adalah juga melalui diskusi kelompok namun peserta diskusi terdiri dari para peserta yang tidak sama keahliannya maka sebelumnya dijelaskan dulu sehingga mereka mempunyai persepsi yang sama terhadap masalah-masalah yang akan dibahas. Hasil diskusi ini adalah prioritas masalah yang disepakati bersama. e. Menetapkan Tujuan Menetapkan tujuan perencanaan pada dasarnya adalah membuat ketetapan-ketetapan tertentu yang ingin dicapai oleh perencanaan tersebut. Penetapan tujuan yang baik apabila dirumuskan secara konkret dan dapat diukur. Pada umumnya dibagi dalam tujuan umum dan tujuan khusus.

a. Tujuan umum Suatu tujuan masih bersifat umum dan masih dapat dijabarkan kedalam tujuan-tujuan khusus dan pada umumnya masih abstrak. Contoh : Meningkatnya status gizi anak balita di Kecamatan Cibadak. 87 b. Tujuan khusus Tujuan-tujuan yang dijabarkan dari tujuan umum. Tujuan khusus merupakan jembatan untuk tujuan umum, artinya tujuan umum yang ditetapkan akan tercapai apabila tujuan-tujuan khususnya tercapai. Contoh : Apabila tujuan umum seperti contoh tersebut di atas dijabarkan ke dalam tujuan khusus menjadi sebagai berikut : 1) Meningkatnya perilaku ibu dalam memberikan makanan bergizi kepada anak balita. 2) Meningkatnya jumlah anak balita yang ditimbang di posyandu. 3) Meningkatnya jumlah anak yang berat badannya naik, dan sebagainya. f. Menetapkan Rencana Kegiatan Rencana kegiatan adalah uraian tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Pada umumnya kegiatan mencakup 3 tahap pokok, yakni: a. Kegiatan pada tahap persiapan, yakni kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan pokok dilaksanakan, misalnya rapatrapat koordinasi, perizinan dan sebagainya. b. Kegiatan pada tahap pelaksanaan yakni kegiatan pokok program yang bersangkutan. c. Kegiatan pada tahap penilaian, yakni kegiatan untuk mengevaluasi seluruh kegiatan dalam rangka pencapaian program tersebut. 88 g. Menetapkan Sasaran (Target Group) Sasaran (target group) adalah kelompok masyarakat tertentu yang akan digarap oleh program yang direncanakan tersebut. Sasaran program kesehatan biasanya dibagi dua, yakni : a. Sasaran langsung, yaitu kelompok yang langsung dikenai oleh program tersebut. Misalnya kalau tujuan umumnya : meningkatkan ststus gizi anak balita seperti tersebut diatas maka sasaran langsungnya adalah anak balita. b. Sasaran tidak langsung, adalah kelompok yang menjadi sasaran antara program tersebut namun berpengaruh sekali terhadap sasaran langsung. Misalnya : seperti contoh tersebut di atas, anak balita sebagai sasaran langsung sedangkan ibu anak balita sebagai sasaran tidak langsung. Ibu anak balita, khususnya perilaku ibu dalam memberikan makanan bergizi kepada anak sangat menentukan status gizi anak balita tersebut. h. Waktu Waktu yang ditetapkan dalam perencanaan adalah sangat tergantung dengan jenis perencanaan yang dibuat serta kegiatankegiatan yang ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan. Oleh sebab itu, waktu dan kegiatan sebenarnya dapat dijadikan satu dan disajikan dalam bentuk matriks, yang disebut gant chart. 89 i. Organisasi dan staf Dalam bagian ini digambarkan atau diuraikan organisasi sekaligus staf atau personel yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan atau program tersebut. Disamping itu juga diuraikan tugas (job description)

masing-masing staf pelaksana tersebut. Hal ini penting karena masingmasing orang yang terlibat dalam program tersebut mengetahui dan melaksanakan kewajiban. j. Rencana Anggaran Uraian tentang biaya-biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan sampai dengan evaluasi. Biasanya rincian rencana biaya ini dikelompokkan manjadi : a. Biaya personalia b. Biaya operasional c. Biaya sarana dan fasilitas d. Biaya penilaian k. Rencana Evaluasi Rencana evaluasi sering dilupakan oleh para perencanaan padahal hal ini sangat penting. Rencana evaluasi adalah suatu uraian tetntang kegiatan yang akan dilakukan untuk menilai sejauh mana tujuan-tujuan yang telah ditetapkan tersebut telah tercapai 90 K. Pelaksanaan Program Kesehatan Pekerjaan pelaksanaan bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah, karena dalam melaksanakan suatu rencana terkandung berbagai aktifitas yang bukan saja satu sama lain saling berhubungan, tetapi juga bersifat komplek dan majemuk. Kesemua katifitas ini harus dipadukan sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan memuaskan. Memadukan berbagai aktifitas yang seperti ini dan apalagi menugaskan semua orang yang terlibat dalam organisasi untuk melaksanakan aktifitas yang dimaksud, memerlukan suatu keterampilan khusus. Untuk dapat melaksanakan suatu rencana, seorang administrator dan ataupun manager, perlu menguasai berbagai pengetahuan dan keterampilan yang jika disederhanakan dapat dibedakan atas 6 macam, yaitu : 1. Pengetahuan dan keterampilan motivasi (motivation). 2. Pengetahuan dan keterampilan komunikasi (communication). 3. Pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan (leadership). 4. Pengetahuan dan keterampilan pengarahan (directing). 5. Pengetahuan dan keterampilan pengawasan (controlling). 6. Pengetahuan dan keterampilan supervise (supervision). Untuk melaksanakan program kesehatan, pengetahuan, dan keterampilan yang seperti ini juga amat diperlukan. Apalagi jika yang ingin dilaksanakan tersebut adalah program kesehatan masyarakat. 91 Mudah dipahami karena memanglah ruang lingkup program kesehatan masyarakat tidak hanya menyangkut pengaturan bawahan yang dimiliki, tetapi juga masyarakat banyak kepada siapa program kesehatan masyarakat tersebut ditujukan.