Anda di halaman 1dari 39

PRAKTIKUM LAPANG AVERTEBRATA AKUATIK

disusun oleh : Acep Ivan M.I. Destriana Wulandari Hudi Amrih Wigati Tri Riski Maulana Sugiarto Adi Wibowo Fiqri Fahmi (H1G010025) (H1H010001) (H1H010025) (H1K010003) (H1K010051) (H1K010027)

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL JURUSAN PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN 2011

BAB 1. TINJAUAN PUSTAKA Ilmu avertebrata akuatik adalah cabang dari ilmu pengetahuan yang mempelajari morfologi dan anatomi suatu hewan atau organisme yang tidak bertulang belakang. Mempelajari dan mengembangkan ilmu avertebrata akuatik diperlukan ilmu biologi sebagai dasar untuk analisis suatu organisme yaitu mengidentifikasi sesuai dengan karakteristik dan ciri-ciri organisme tersebut. Identifikasi suatu organisme membutuhkan metode-

metodeanalisis lanjut baik yang bersifat instrumental ataupun bersifat dasar terapan, maka dibutuhkan buku refrensi atau buku identifikasi untuk memudahkan dalam mengiden organisme yang di dapatkan. Invertebrata atau Avertebrata adalah sebuah istilah yang diungkapkan oleh Chevalier de Lamarck untuk menunjuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Invertebrata mencakup semua hewan kecuali hewan vertebrata (pisces, reptil, amfibia, aves, dan mamalia). Contoh invertebrata adalah serangga, ubur-ubur, hydra, cumi-cumi, dan cacing. Invertebrata mencakup sekitar 97 persen dari seluruh anggota kingdom Animalia. Lamarck membagi invertebrata ke dalam dua kelompok yaitu Insecta (serangga) dan Vermes (cacing). Tapi sekarang, invertebrata diklasifikasikan ke dalam lebih dari 30 sub-fila mulai dari organisme yang simpel seperti porifera dan cacing pipih hingga organisme yang

lebih

kompleks

seperti

mollusca,

echinodermata,

dan

arthropoda.Ada lebih dari 9 filum dalam klafisikasi avertebrata. Avertebrata akuatik adalah tinjauan utama yang dipelajari dalam dunia perikanan. Beberapa avertebrata digunakan sebagai

pakan ikan, komoditas ekspor-impor tetapi juga ada yang merupakan parasit bagi ikan. Habitat dari avertebrata akuatik diantaranya adalah: sungai, rawa pasang surut, danau, kolam atau tambak, dan laut.

1.1.

Sungai Sungai merupakan salah satu habitat untuk hewan avertebrata

akuatik dimana sungai menyediakan tempat dan makan untuk hidup beberapa hewan avertebrata akuatik. Sungai terbagi atas tiga bagian yaitu: Hulu, tengah, dan muara. Praktikum lapangan avertebrata kelompok 6 dilaksanakan di sungai Banjaran Desa Kebumen Kecamatan Baturaden pada pukul 08.00-selesai. Dalam praktikum di sungai ini mahasiswa melakukan pengambilan sampel menggunakan beberapa metode yaitu: Surber, kick surber, dan Hand Sorting. Surber adalah metode pengambil sampel yang menggunakan alat berupa jala (Surber) dimana alat tersebut cara penggunaannya adalah dengan memasukkannya ke dalam sungai berlawanan dengan arus. Usap-usap beberapa bebatuan yang ada di muka surber kemudian semua serasah yang masuk ke dalam surber diambil.

Kick Surber adalah metode yang mengguanakan alat berupa surber. Sama halnya dengan metode surber dimana alat yang berupa surber tersebut dimasukkan ke dalam sungai, tetapi pada metode ini surber dibawa sejauh 5 meter sambil mengaduk-aduk dengan kaki substrat di depan mulut surber. Kemudian serasah yang masuk pada alat tersebut diambil sebagai sampel. Hand sorting adalah pengambilan sampel menggunakan tangan secara langsung.

1.2.

Segara anakan Praktikum lapangan avertebrata akuatik di juga dilaksanakan

di Segara Anakan Cilacap pada tanggal 30 April 2011 dan 1 Mei 2011. Tempat yang digunakan sebagai lokasi pengambilan sampel adalah: Rawa dan sekitar rawa, serta dermaga di Segara Anakan. Rawa juga merupakan salah satu habitat hewan avertebrata akuatik. Di beberapa rawa terdapat hutan mangrove dimana tempat tersebut menyediakan banyak manfaat bagi hewan-hewan

avertebrata akuatik sebagai habitat, tempat mencari makan, dan tempat untuk melakukan reproduksi. Dermaga juga merukpakan habitat dari hewan avertebrata akuatik. Metode yang digunakan dalam Praktikum ini adalah: Core sampler, Hand sorting, Plankton net, dan Eckman Grab.

BAB 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 2.1. HASIL Dari hasil praktikum lapangan di Sungai Banjaran Desa Kebumen dan Segara Anakan Cilacap diperoleh hasil sebagai berikut: 2.1.2. Pengamatan Makroinvertebrata Bentik Sungai Banjaran, Kebumen H (Sungai) 08.05 WIB Kingdom Filum Kelas Ordo Family Hasil searching dari internet Genus Spesies Jumlah : Animalia : Arthropoda : Insecta : Hemiptera : Gerridae : Gerris : Gerris sp. : 2 spesies

Deskripsi : Anggang-anggang merupakan hewan pemangsa yang termasuk dalam family Gerridae. Anggota-anggotanya, sekitar 340 jenis, banyak yang sulit dibedakan. Dalam literatur dikenal juga secara salah kaprah sebagai "laba-laba air", walaupun ia sama sekali bukanlaba-laba. Nama

"anggang-anggang" sendiri berasal dari gerakannya yang maju-mundur sambil mengapung. Serangga ini sangat mudah dikenali karena kebiasaan hidupnya yang selalu berjalan/melompat di permukaan air. Gerakannya cepat, dapat mencapai 1.5 m/s. Kebanyakan hidup di perairan tenang, namun ada lima jenis (dari marga Halobates) yang diketahui hidup di permukaan samudera. Dari permukaan air, anggang-anggang mengincar mangsa (biasanya serangga lain) yang berada di dekat permukaan Kemampuan mengapung berasal dari adanya rambut-rambut sangat kecil (microsetae) tersusun dengan arah tertentu dengan lekukan-lekukan dalam ukuran nanometer pada ujung tungkainya dan dilengkapi dengan lapisan malam (lilin), tetapi efek hidrofobik lebih disebabkan oleh struktur fisik tungkai daripada lapisan malam yang ada. Diketahui pula, terdapat sudut kontak efektif tungkai dengan air sebesar 167.6 4.4. Karena rapatnya rambut-rambut kecil serta lekukan-lekukan yang ada, udara terperangkap pada struktur itu dan berfungsi sebagai "bantalan" pada permukaan air. Habitat : Perairan yang tenang seperti danau atau sungai yang aliran tidak deras. Tapi ada juga beberapa jenis yang sama yang hidup di lautan

Referensi : Ahira,Anne. 2011 . Serangga Air. http://www.anneahira.com/seranggaair.htm. Diakses 26 Mei 2011.

Wikipedia. _ . Anggang-anggang. http://www.facebook.com/pages/Anggang- anggang/ 113585351988149. Diakses 26 Mei 2011. H (Sungai) 08.07 WIB Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Hasil Searching di Internet Famili Genus Spesies Jumlah : Mollusca : Gastropoda : Pulmonata : Achatinidae : Achatina : Achatina Fulica : Satu

Deskripsi : Bekicot atau Achatina fulica adalah siput darat yang tergolong dalam suku Achatinidae. Hewan ini bertubuh lunak dan memiliki lendir. Hewan ini mudah dipelihara dan di beberapa tempat bahkan dikonsumsi, termasuk diIndonesia. Meskipun berpotensi membawa parasit, bekicot yang dipelihara biasanya bebas dari parasit. Saat ini diketahui ada tiga subspesies bekicot:

Achatina fulica rodatzi Dunker, 1852 Achatina fulica sinistrosa Grateloup, 1840 Achatina fulica umbilicata Nevill, 1879

Habitat : Bekicot sangat menyukai tempat-tempat yang lembab,pada musim hujan biasanya bekicot mulai bermunculan dan hidup dengan cara menempel di tanaman atau pepohonan.seperti pada pohon pisang,padi,pohon

tomat,dan masih banyak lagi yang lainnya.

Referensi : Ahira, Anne. - . Bekicot, Si Hama Kaya Manfaat. http:// www.anneahira.com/bekicot.htm. Diakses 27 Mei 2011. Anonim. 2010. Bekicot. http://id.wikipedia.org/wiki/Bekicot. Diakses 27 Mei 2011 Koga, Firman. - . Bekicot ( Achatina Fulica L. )http://starfish7koga.blogspot.com/2011/02/bekicot-achatina-fulica-l.html. Diakses 26 Mei 2011.

H (Sungai) 08.10 WIB

Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Family : Annelida : Hirudinea : Arhyncobdellida : Hirudinidae : Hirudo : Hirudo medicinalis : 2 spesies

Hasil dari searching internet

Genus Spesies Jumlah

Deskripsi: Hirudinae adalah sub kelas dari filum Annelida yang merupakan hewan air seperti cacing, berbadan pipih bergelang-gelang, berwarna hitam atau cokelat tua, pada kepala dan ujung badannya terdapat alat untuk mengisap darah. Tubuhnya tidak memiliki parapodia atau setae dan memiliki alat penghisap pada bagian anterior dan posterior. Hewan ini mempunyai kelenjar ludah yang menghasilkan sekret yang mengandung bahan anti koagulasi (mencegah penggumpalan darah).

Habitat

lintah adalah hewan air tawar, tetapi ada juga yang hidup di darat dan laut . lintah tanah pada umumnya hidup di tanah atau di dedaunan

rendah di hutan hujan basah. Di hutan kering mereka dapat ditemukan di lapangan atau di rembesan yang membasahi tempat. Kebanyakan tidak masuk air dan tidak bisa berenang, tapi bisa bertahan hidup dalam periode perendaman. Dalam cuaca kering, beberapa spesies dapat bertahan selama berbulan-bulan bahkan dalam total kekurangan air. Dalam kondisi tubuh dikontrak kering dan kaku, penghisap tidak dibedakan, dan kulit benarbenar kering. Dalam sepuluh menit dari percikan dengan beberapa tetes air, lintah ini muncul, aktif sepenuhnya. lintah air tawar lebih suka hidup di perairan masih atau lambat mengalir. Referensi: Anonim. 2011. Pacet. http://id.wikipedia.org/wiki/Lintah_dan_pacet. Diakses tanggal 26 Mei 2011. Anonim .-. Lintah Atau Pacet. http://www.ptkas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=769:lintah -atau-pacet&catid=1:latest-news&Itemid=50. Diakses 26 Mei 2011.

H (Sungai) 08.11 WIB Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Hasil dari searching di internet : Mollusca : Gastropoda : Caenogastropoda

Subordo : Discopoda Famili Genus : Pleuroceridae : Pleurocera

Spesies : Pleurocera acuta Jumlah : 1 spesies

Deskripsi:

Pleurocera

adalah genus air tawar siput dengan operkulum ,

gastropod moluska dalam keluarga Pleuroceridae. Semua mambers dari genus Pleurocera asli Amerika Utara bagian timur. Sebagian besar mendiami sungai-sungai besar, tetapi banyak juga berkembang di waduk. Cangkang dari spesies ini bentuknya bulat dan melingkar yang memiliki 4-7 ulir. Ketinggian rata-rata shell sekitar 5mm, ukura maksimumnya sekitar 11 mm. Panjang siput biasanya 4-6 mm, tapi dapat tumbuh sampai 11 mm dalam jangkauan aslinya. Warna cangkang bervariasi seperti coklat abu-abu dan gelap serta coklat terang.

Habitat Siput ini ditemukan di air tawar, perairan yang arusnya pelan seperti sungai dan danau. Spesies ini umumnya ditemukan dikolam air tawar, danau dangkal dan kanal. Spesies ini ditemukan pada substrat seperti kerikil, pasir, tanah liat, lumpur dan dibawah batu pada musim gugur dan musim dingin, serta ditemukan juga pada tumbuhan air pada musim hangat. Referensi Anonim. 2010. Potamopyrgus antipodarum.http://guillaume.doucet .free.fr/index.php?id_partie=2&id_page=1&table=mollusque&genre =Potamopyrgus&espece=antipodarum&nom=MOLLUSQUES. Diakses pada tanggal 25 Mei 2011. Anonim. 2011. Pleurocera. http://en.wikipedia.org/wiki/Pleurocera. Diakses 25 Mei 2011.

H (Sungai) 08.15 WIB

Kingdom : Animalia Filum ntifikasi Subfilum Kelas Ordo : Arthropoda : Crustacea : Malacostraca : Decapoda

Infraordo : Brachyura Famili Genus Species Jumlah : Callinidae : Parathelpusa : Parathelpusa sp : 2 spesies

Hasil Searching di Internet Deskripsi : Hewan Yuyu adalah sejenis kepiting air tawar. Kata ini diambil dari bahasa Jawa. Dalam ilmu zoologi, jenis-jenis yuyu biasanya tergolong ke dalam suku Parathelphusidae atau Gecarcinucidae, superfamilia

Gecarcinucoidea. Yuyu tidak jarang terlihat di luar air. Berbeda dengan kepiting laut yang sepasang kaki belakangnya berbentuk pipih, kaki yuyu semuanya memiliki ujung lancip. Tempurung punggung yuyu umumnya berwarna kecoklatan, kehitaman, hingga ungu gelap; kerap memiliki lekukan seperti bekas terinjak tapak kaki kuda. Tepi tempurungnya kadang-kadang ada yang memiliki beberapa duri kecil.

Yuyu atau kepiting dapat dikenal melalui bentuk tubuhnya yang melebar melintang. Ciri khas yang dimiliki adalah karapaksnya berbentuk pipih atau agak cembung dan heksagonal atau agak persegi. Ujung pasangan kaki agak pipih dan berfungsi sebagai alat pendayung saat berenang.

Habitat

Kerap didapati disungai-sungai, danau, dan persawahan; termasuk di parit-parit dan tanah bencah di sekitarnya.

Referensi

Kozloff, EN 1990. Kozloff, EN 1990. Invertebrates. Invertebrata. Saunders College Publishing, Philadelphia and other cities. Saunders College Publishing, Philadelphia dan kota-kota lain. 866 pages. 866 halaman. Nybakken, JW 1996. Diversity of the Invertebrates: A Laboratory Manual. Keanekaragaman dari Avertebrata: A Manual Laboratorium. Wm. C. Wm. C. Brown Publishers, Dubuque and other cities. Brown Publishers, Dubuque dan kota-kota lainnya. 311 pages. 311 halaman. Anonim. - . Kepiting. http://en.wikipedia.org/wiki/kepiting. Diakses pada tanggal 21 Mei 2011. http://syl4r.blogspot.com/2009/01/pengenalan-hewan-avertebrata-yanghidup.html ( diakses pada tanggal 24 Mei 2011)

H(Sungai) 08.20 WIB Kingdom : Animalia Filum Subfilum Kelas Subkelas Foto hasil searching di internet Ordo Subordo Family Genus Spesies Jumlah Deskripsi : Hewan Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. Decapoda banyak : Arthropoda : Crustacea : Malacostraca : Eumalacostraca : Decapoda : Dendrobranchiata : Penaioidea : Penaeus : Panaeus indicus : 2 spesies

digunakan sebagai sumber makanan yang kaya dengan protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan. Kepala dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh karapaks. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki sehingga disebut juga hewan si kaki sepuluh.

Habitat : Udang adalah binatang yang hidup di perairan

khususnya sungai, laut, atau danau. Udang dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Referensi: Anonim. 2010. Ciri ciri Crustacea , klasifikasi dan peranan Crustacea (Udang-udangan)Dunia Hewan ,http://alamhewan.blogspot.com /2011/05/ciri-ciri-crustacea-klasifikasi-dan.html#ixzz1NFnl8AXY ( diakses pada tanggal 24 Mei 2011) Anonim. - . - http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/index.html ( diakses pada tanggal 24 Mei 2011) anonim.2009.crustacea.http://smayani.wordpress.com/2009/05/13/crust acea/ ( diakses pada tanggal 24 Mei 2011) anonim.2009.crustacea.http://smayani.wordpress.com/2009/05/13/crust acea/ (diakses pada tanggal 24 Mei 2011)

H (Sungai) 08.50 WIB Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Family Hasil dari searching di internet Genus Spesies Jumlah : Arthropoda : Arachnida : Araneae : :Araneus : Araneus deadematus :1

Deskripsi: Tak seperti serangga yang memiliki tiga bagian tubuh, laba-laba hanya memiliki dua. Segmen bagian depan disebut cephalothorax atau prosoma, yang sebetulnya merupakan gabungan dari kepala dan dada (thorax). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen(perut) atau opisthosoma. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle atau pedicellus. Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki, dan satu sampai empat pasang mata. Selain sepasang rahang bertaring besar (disebutchelicera), terdapat pula sepasang atau beberapa alat bantu mulut serupa tangan yang disebut pedipalpus. Pada beberapa jenis laba-laba, pedipalpus pada hewan jantan dewasa membesar dan berubah fungsi sebagai alat bantu dalam perkawinan. Laba-laba tidak

memiliki mulut atau gigi untuk mengunyah. Sebagai gantinya, mulut labalaba berupa alat pengisap untuk menyedot cairan tubuh mangsanya. Habitat : Labah-labah banyak ditemukan di area seperti langit-langit, sudutsudut ruang, dsb., sehingga di sekitar area banyak terdapat sarangsarangnya yang sangat mengganggu dalam hal kebersihan. Referensi : Anonim. 2009. Laba-laba (Araneus diadematus). http://alandnr.blogspot.com/2009/10/inventarisasi-dan-klasifikasihewan.html. Diakses 25 Mei 2011. Wikipedia. 2009. Laba-laba. Diakses 25 Mei 2011. http://id.wikipedia.org/wiki/Laba-laba.

S (Sungai) 08.58 WIB

Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo : Arthropoda : Insecta : Trichoptera : Hydropsychidae : Cheumatopsyche : Cheumatopsyche sp :2

Hasil dari searching di internet

Famili Genus Spesies Jumlah

Deskripsi : Hewan : Ekor berserabut, tubuhnya bersegmen, memiliki bulu-bulu halus, memiliki 3 pasang kaki, sebagai bentik. (Gooderham, 2002) Habitat : Sungai dengan keadaan air yang keruh dan jenis substrat dasarnya bebatuan.

S (Sungai) 08.57 WIB Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Famili Genus Jumlah Foto Hasil Searching di Internet Deskripsi : Hewan Mayflies merupakan bagian dari subkelas Insecta sehingga mereka memiliki tiga pasang kaki yang tersegmentasi. Anggota filum ini biasanya disebut sebagai mayflies ikan kecil yang unuk pada kemampuan renangnya yang kuat dalam bentuk larva. Mayflies ini adalah kolektor dan pengumpul yang memiliki panjang tubuh larva rata-rata 3-12 mm. Dari kebanyakan spesies, panjang antenna dua sampai tiga kali lebih panjang daripada lebar kepala. Larva Baetidae juga memiliki tiga filament ekor atau sepasang ekor. Insang terletak di kedua sisi segmen perut. Larva Baetidae kebal terhadap kualitas air yang buruk dan sering ditemukan di sungai tercemar. Ephemeroptera adalah satu-satunya dari jenis serangga di mana tidak dapat melipat sayapnya kembali terhadap perut tersebut; : Arthropoda : Insecta : Ephemeroptera : Baetidae : Baetis : 1 spesies

Spesies : Baetis tricaudatus

akibatnya, sayap selalu diadakan lurus ke atas. Tahap dewasa berlangsung rata-rata hanya 1 sampai 2 hari. Mayflies betina hidup lebih lama daripada jantan dari spesies yang sama. Mayflies jantan sering ditemukan dalam kawasan 5-15 meter di atas permukaan air. Larva Ephemeroptera adalah indikator yang baik kualitas air dan menjadi sumber makanan bagi ikan dan juga sebagai umpan bagi nelayan. Mayflies yang paling nyata selama keadaan darurat yang sering terjadi di musim semi atau pertengahan musim panas.. Ukuran selama keadaan darurat telah menurun dalam 50 tahun terakhir mungkin sebagai tanggapan terhadap pencemaran air meningkat dan pembangunan perkotaan. ( Anonim, 2007) Habitat Mayflies membutuhkan air yang bersih dan tidak tercemar yang umumnya baik oksigen. Mereka adalah salah satu spesies air pertama yang hilang ketika polusi air terjadi. Mayflies live in flowing or still water and occasionally can be found at depths to 200 feet. Mayflies tinggal di air yang mengalir dan kadang-kadang dapat ditemukan di kedalaman 200 kaki. Karena sebagian besar makanan mereka di bawah larva biasanya ditemukan di bagian bawah. They tend to burrow into the bottom substrates and hide under rocks and vegetation. Mereka cenderung untuk menggali ke dalam substrat dasar dan bersembunyi di bawah batuan dan vegetasi. ( Ron Newman, 2010)

Refrensi Anonim. - . Ephemeroptera (mayflies).http://watermonitoring.uwex.edu /wav/monitoring/coordinator/ecology/ephem.html. Diakses pada tanggal 26 Mei 2011. Anonim. - . Ephemeroptera. http://bcadventure.com/adventure/angling/ bugs/mayfly/mayfly.phtml. Diakses pada tanggal 27 Mei 2011.

S (Sungai) 08.57 WIB

Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo : Arthropoda : Insecta : Trichoptera : Rhyacophilidae : Rhyacophila : Brunnea vemna :1

Hasil dari searching internet

Famili Genus Spesies Jumlah

Deskripsi: Ekornya bercabang dua, tubuhnya bersegmen, memiliki bulu-bulu disetiap segmennya, memiliki 3 pasang kaki, sebagai bentik. (Merrit, 1978) Habitat: Sungai dengan keadaan air yang keruh dan jenis substrat dasarnya bebatuan.

Referensi: Gooderham, J. & Tsyrlin, E. 2002. A guide to the fresh water macroinvertebrates of temperate Australia. CSIRO Publishing : Australia. Hoell, H. V. dkk. 1998. Introdution to insect Biology and Diversity, 2nd edition. Oxford University Press. Merrit, R. W. & Cummin, K. W. 1978. An Introdution to the aquatic insect of nort America. Kendal Hunt Publishing Co : USA

Diskripsi Lokasi Praktikum Lapangan Avertebrata Air Sungai Banjaran, Kebumen

Sungai Banjaran merupakan sungai yang mengalir di Desa Kebumen. Aliran airnya cukup deras, jernih dan di sekitarnya terdapat bukit-bukit. Hulu sungai Banjaran terdapat di kecamatan Baturaden. Kemudian dari hulu air mengalir ke desa Kebumen sampai bertemu dengan sungai Logawa di kecamatan Sidabowa dan akhirnya mengalir bersatu dengan sungai Serayu.

Alat Yang Digunakan

Surber Net adalah alat yang digunakan dalam penelitian makroinvertebrata akuatik di Sungai Banjaran, Desa Kebumen.

Diskripsi Waktu

Praktikum Avertebrata

akuatik di Sungai Banjaran Desa

Kebumen dilakukan pada pagi hari pukul 08.00 WIB.

2.1.2. DATA PENGAMATAN HAND SORTING N o 1 Mollusca Pelecypo Arcoida da 2 Arthropod Malacost Decapoda a 3 raca Grapsidae Arcidae Filum Kelas Ordo Famili Genu Spesies s Anad Anadara ara Portunoidea Scyll a us Grapsidae sp. Scylla serrata

Arthropod Malacost Decapoda a raca

Graps Geograps us sp

Arthropod Malacost Decapoda a raca

Graps Grapsus, us Grapsus grapsus Palaemo n xiphias

Arthropod Malacost Decapoda a Mollusca raca

Palaemonid ae

Palae mon

Gastropo Neotaeniog Cerithidae da lossa

Pseud Pseudove overt agus nomb inomi al rtagus nobilis

Mollusca

Gastropod Neotaeniogl a ossa

Ceritihidae

Littor

Litorina

inidae scabra

CORE SAMPLER N o 1 Arthropo Malacostr da aca Decapoda Filum Kelas Ordo Famili Gen us Palaemonid Pala ae emo n 2 Mollusca Gastropod Sorbeoconch Turritellida Turri Turritell tella a terebra a a e Palaemo n xiphias Spesies

PLANKTONET N o 1
Branchiopoda Inarticulata Atremata Artemidae Artemia Artemia sp

Filum

Kelas

Ordo

Famili

Genus

Spesies

ECKMAN GRAB N o 1 Mollusca Gastropo da Filum Kelas Ordo Famili Genu s Pleurocer Pleuro Pleurocera idae cera acuta Spesies

TABEL BIODERVISITY PROFESIONAL


gastropo d1 Flagel Cilia mirip jamur Mirip tumbuhan Simetri bilateral simetri radial Tentakel Rongga Sessile tubuh keras Berduri Bertangkai Penyengat Polip Medusa Bulat Cangkang Mantel Antenna Fin Umbo Klep Mata Mulut ruas-ruas tubuh 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 gastropo d2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 1 1 2 udan g 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 Kepitin g 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 2 belalan g 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 bivalvi a 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 oceania portunu s 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 1 2 keloman g 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1

Mandibula Maxilla Kepala Thorax Abdomen Sayap Antenula Rostrum cephalotora x Periopod Pleiopod Karapax Capit Shell Segmen Ulir Apex Sucker Pipih Scoolex pseudoselo m Chaeta kaki beruas Telson

2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 gastropo d1

2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 gastropo d2 2

2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 udan g 2

2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 kepiting

1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 belalan g 2

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 bivalvi a 2

2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 oceania portunu s 2

2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 1 1 2 2 2 2 2 1 2 keloman g 2

Flagel

2.2. PEMBAHASAN Pembahasan untuk hasil dari praktikum lapangan di Sungai Banjaran Desa Kebumen dan Segara Anakan Cilacap adalah sebagai berikut: 2.2.1. Pembahasan untuk hasil di Sungai Praktikum lapangan avertebrata kelompok 6

dilaksanakan di sungai Banjaran Desa Kebumen Kecamatan Baturaden pada pukul 08.00-selesai. Dalam praktikum di sungai ini

mahasiswa melakukan pengambilan sampel menggunakan beberapa metode yaitu: Surber, kick surber, dan Hand Sorting. Surber adalah metode pengambil sampel yang menggunakan alat berupa jala (Surber) dimana alat tersebut cara penggunaannya adalah dengan memasukkannya ke dalam sungai berlawanan dengan arus. Usap-usap beberapa bebatuan yang ada di muka surber kemudian semua serasah yang masuk ke dalam surber diambil. Kick Surber adalah metode yang mengguanakan alat berupa surber. Sama halnya dengan metode surber dimana alat yang berupa surber tersebut dimasukkan ke dalam sungai, tetapi pada metode ini surber dibawa sejauh 5 meter sambil mengaduk-aduk dengan kaki substrat di depan mulut surber. Kemudian serasah yang masuk pada alat tersebut diambil sebagai sampel. Hand sorting adalah pengambilan sampel menggunakan tangan secara langsung. Spesimen yang diperoleh dalam praktikum ini adalah : anggang-anggang (Gerris sp.), Bekicot (Achatina fulica), Lintah (Hirudo medicinalis), Gastropod tawar (Pleuroceta ecuta), Kepiting yuyu (Parathelpusa sp.), Udang tawar (Panaeus indicus), Laba-laba (Araneus daedematus), Cheumatopsyche sp, Baetis tricaudatus, Brunnea vemna.

2.2.2. Pembahasan praktikum lapangan di Segara Anakan 1. HAND SORTIR Hand sortir dilakukan di rawa dan menemukan beberapa hewan yaitu dari kelas gasropoda, malacostraca, insecta, Arachnida, Crustacea, Bivalvia, dan Gastropoda. Selain yang memiliki spesies yaang sangat berfariasi. Hand sortir disini kita mencari di lumpur, rawa , dan pinggiran desa. Yang kita dapatkan pada hand sortir ini yaitu : Anadara sp., Scylla serrata, Geograpsus sp, Grapsus, Grapsus grapsus, Xiphias, Palaemon xiphias, Nobilis, Pseudovertagus nobilis, Scabra, Litorina scabra. 2. CORE SAMPLER coring ilmiah mulai sebagai metode sampling dasar laut. Segera diperluas ke danau , es , lumpur , tanah dan kayu . Core pada sangat tua pohon memberikan informasi tentang cincin

pertumbuhan mereka tanpa merusak pohon. Core menunjukkan variasi iklim , jenis dan sedimen komposisi selama sejarah geologi. Fenomena dinamis permukaan bumi adalah untuk sebagian besar siklus dalam berbagai cara, terutama suhu dan curah hujan . Ada banyak cara untuk tanggal inti. Setelah tanggal, memberikan informasi berharga tentang perubahan iklim dan medan

. Sebagai contoh, core pada lantai, tanah laut dan es telah mengubah pandangan sejarah geologi dari Pleistosen seluruhnya. Core sampler disini pada saat kita ke segara anakan yang di lakukan di lumpur, kita mendapatkan dengan membuat kaleng yang di bawahnya di lubangin dan kita masuk ke dalam lumpur dan tengelamkan kaleng tersebut ke dalamnya sedalam 20 cm. lalu tunggu sampai lumbur masuk ke dalam kalen lalu angkat, dan kita hanya menemukan beberapa salah satunya yaitu Turritella terebra dan Palaemon xiphias. 3. PLANKTON NET Plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik. Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya. Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting

untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu. Plankton net yang kita lakukan yaitu mengambil sampel sebanyak 25 kali kemudian 4. ECKMAN GRAB Eckman grab disini kita lakukan dengan alat eckmen grab, dan kita menemukan beberapa jenis seperti hewan

gastropoda.Dan disini dilakukan pada malam hari.di segara anakan. Gastropoda yang kita temukan yaitu Pleurocera acuta. 3.5 BDPRO

BAB 3. KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum ini, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: Hewan vertebrata tersusun oleh banyak sel (multiseluler). Selselnya sering mengalami diferensiasi dan spesialisasi membentuk jaringan dan organ tubuh dan aktivitasnya semakin kompleks. Hewan Invertebrata adalah yang tidak bertulang belakang, serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang

punggung/belakang. 3.2 Saran

a. Instruksinya tolong yang jelas saat di suruh bawa apa antar assisten harus sama alat yang disuruh dibawa. Contoh : disuruh membawa laptop. b. Praktikumnya cukup baik . c. Alatnya tolong di perbanyak. d. Pembuatan laporannya di perbanyak waktunya. e. Tempatnya cukup memadai.

Daftar Pustaka Kieber, David. 2005. Updates from the Ross Sea. http://www.esf.edu/ antarctica/ross.htm. Diakses 28 Mei 2011.

Anthony, V.C. 1996. The state of groundfish resources off the northeastern United States. In: The northeast shelf ecosystem: assessment, sustainability, and management. K. Sherman, N.A. Jaworski, and T.J. Smayda, eds. (Blackwell Science, Cambridge, MA). pp. 153-167. Azarovitz, T.R. 1981. A brief historical review of the Woods Hole Laboratory trawl survey time series. In: Bottom trawl surveys. Proceedings of a workshop held at Ottawa, November 12-14, 1980. W.G. Doubleday and D. Rivard, eds. Can. Spec. Publ. Fish. Aquat. Sci. 58: 62-67. Charusombat, Umarporn, Andy Sabalowsky. 1997. Environmental Sampling dan Monioring Primer. http://www.cee.vt.edu/ewr/environmental/ teach/smprimer/dredges/dredges.html. Diakses 28 Mei 2011 Anonim. 2009. Grab Samplers for slow moving river or streams. http://envscientist.blogspot.com/2009/12/grab-samplers-for-slowmoving-river-or.html. Diakses 28 Mei 2011 Ahira,Anne. 2011 . Serangga Air. http://www.anneahira.com/seranggaair.htm. Diakses 26 Mei 2011. Wikipedia. _ . Anggang-anggang. http://www.facebook.com/pages/ Anggang- anggang/113585351988149. Diakses 26 Mei 2011. Ahira, Anne. - . Bekicot, Si Hama Kaya Manfaat. http:// www.anneahira.com/bekicot.htm. Diakses 27 Mei 2011. Anonim. 2010. Bekicot. http://id.wikipedia.org/wiki/Bekicot. Diakses 27 Mei 2011 Koga, Firman. - . Bekicot ( Achatina Fulica L. )http://starfish7koga.blogspot.com/2011/02/bekicot-achatina-fulica-l.html. Diakses 26 Mei 2011 Anonim. 2011. Pacet. http://id.wikipedia.org/wiki/Lintah_dan_pacet. Diakses tanggal 26 Mei 2011.

Anonim .-. Lintah Atau Pacet. http://www.ptkas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=769:lintah -atau-pacet&catid=1:latest-news&Itemid=50. Diakses 26 Mei 2011. Anonim. 2010. Potamopyrgus antipodarum.http://guillaume.doucet .free.fr/index.php?id_partie=2&id_page=1&table=mollusque&genre =Potamopyrgus&espece=antipodarum&nom=MOLLUSQUES. Diakses pada tanggal 25 Mei 2011. Anonim. 2011. Pleurocera. http://en.wikipedia.org/wiki/Pleurocera. Diakses 25 Mei 2011. Anonim. 2010. Ciri ciri Crustacea , klasifikasi dan peranan Crustacea (Udang-udangan)Dunia Hewan ,http://alamhewan.blogspot.com /2011/05/ciri-ciri-crustacea-klasifikasi-dan.html#ixzz1NFnl8AXY ( diakses pada tanggal 24 Mei 2011) Anonim. - . - http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/index.html ( diakses pada tanggal 24 Mei 2011) anonim.2009.crustacea.http://smayani.wordpress.com/2009/05/13/crust acea/ ( diakses pada tanggal 24 Mei 2011) anonim.2009.crustacea.http://smayani.wordpress.com/2009/05/13/crust acea/ (diakses pada tanggal 24 Mei 2011) Anonim. 2009. Laba-laba (Araneus diadematus). http://alandnr.blogspot.com/2009/10/inventarisasi-dan-klasifikasihewan.html. Diakses 25 Mei 2011. Wikipedia. 2009. Laba-laba. Diakses 25 Mei 2011. http://id.wikipedia.org/wiki/Laba-laba.

Anonim. - . Ephemeroptera (mayflies).http://watermonitoring.uwex.edu /wav/monitoring/coordinator/ecology/ephem.html. Diakses pada tanggal 26 Mei 2011.

Anonim. - . Ephemeroptera. http://bcadventure.com/adventure/angling/ bugs/mayfly/mayfly.phtml. Diakses pada tanggal 27 Mei 2011. Gooderham, J. & Tsyrlin, E. 2002. A guide to the fresh water macroinvertebrates of temperate Australia. CSIRO Publishing : Australia. Hoell, H. V. dkk. 1998. Introdution to insect Biology and Diversity, 2nd edition. Oxford University Press. Merrit, R. W. & Cummin, K. W. 1978. An Introdution to the aquatic insect of nort America. Kendal Hunt Publishing Co : USA

GAMBAR ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN DALAM PENGAMBILAN SAMPEL

SURBER

Eckman Grab

Plankton Net