Anda di halaman 1dari 11

Manajemen Strategi

Desron M K 104753 Tpl A Kementerian Perindustrian R I BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

2012

Sebagai negara kepulauan dengan panjang pantai yang mencapai 54,000 km, Rote Ndao memiliki peluang dan potensi budidaya komoditi laut yang sangat besar untuk dikembangkan. Luas potensi budidaya laut diperkirakan mencapai 20 juta ha, dan kurang lebih dua juta ha diantaranya sangat potensial untuk pengembangan rumput laut dengan potensi produksi dodol rata-rata 10 ton per Ha. Berdasarkan data DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan) RI tahun 2008, apabila seluruh lahan dapat dimanfaatkan maka akan diperoleh kurang lebih 32 juta ton per tahun. Apabila harga rumput laut sebesar Rp 4.5 juta per ton, maka penerimaan yang diperoleh berkisar Rp 100 triliun per tahun. Potensi rumput laut Indonesia dapat menjadi salah satu sumber pemasukan bagi devisa negara, dan juga mampu menjadikan Indonesia sebagai negara

pengekspor rumput laut kering terbesar dunia. Saat ini terdapat sekitar beberapa jenis rumput laut yang hidup di perairan Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari algae hijau, algae coklat, dan algae merah. Sebagai penyedia bahan baku industri, rumput laut memiliki turunan yang sangat beragam seperti untuk

Desron Kueain

Manajemen Strategi

2012

bahan makanan (dodol, minuman, kembang gula, dan lain-lain), kosmetik, dan juga untuk bahan obat-obatan. Jenis yang banyak dikembangkan dan banyak diminati pasar adalah jenis Euchema

spinosum, Euchema cottonii dan Gracilaria sp.


Rumput laut menjadi salah satu komoditas unggulan dalam program revitalisasi perikanan disamping udang dan cumi. Ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan dan juga keunggulannya, diantaranya : peluang pasar ekspor yang terbuka luas, harga relatif stabil, juga belum ada batasan atau kuota perdagangan bagi rumput laut; teknologi pembudidayaannya sederhana, sehingga mudah dikuasai; siklus pembudidayaannya relatif singkat, sehingga cepat memberikan keuntungan; kebutuhan modal relatif kecil; merupakan komoditas yang tidak tergantikan, karena tidak ada produk sintetisnya; usaha pembudidayaan rumput laut tergolong usaha yang padat karya, sehingga mampu menyerap tenaga kerja.

B. Rumusan masalah 1. Bagaimana cara untuk mengetahui persaingan dari industri dodol rumput laut ? 2. Bagaimana memenangi persaingan C. Tujuan 1. Untuk mengetahui persaingan industri dodol 2. Untuk memenangi persaingan

Desron Kueain

Manajemen Strategi

2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Rumput Laut Rumput laut atau

seaweeds sangat populer dalam dunia

perdagangan, dalam ilmu pengetahuan dikenal sebagai algae. Algae atau ganggang terdiri dari empat kelas, yaitu Rhodophyceae (ganggang merah),

Phaeophyceae

(ganggang

coklat),

Cholorophyceae (ganggang hijau), dan Cyanophyceae (ganggang


hijau-biru). Bila dilihat dari ukurannya, ganggang terdiri dari mikroskopik dan makroskopik. Ganggang makroskopik inilah yang kita kenal sebagai rumput laut. Rumput laut dikenal pertama kali di China kira-kira 2700 SM. Pada masa tersebut, rumput laut digunakan untuk obat-obatan dan sayuran. Tahun 65 SM bangsa Romawi menggunakan rumput laut sebagai bahan baku kosmetik, namun dari waktu ke waktu pengetahuan tentang rumput laut semakin berkembang. Spanyol, Perancis, dan Inggris menjadikan rumput laut sebagai bahan baku pembuatan gelas (DKP, 2007) Pertumbuhan dan penyebaran rumput laut sangat tergantung dari faktor-faktor oseanografi (fisika, kimia, dan dinamika air laut) serta jenis substratnya. Rumput laut banyak dijumpai pada daerah

Desron Kueain

Manajemen Strategi

2012

perairan yang dangkal (intertidal dan sublitorral) dengan kondisi perairan berpasir, sedikit lumpur, atau campuran keduanya. Kandungan rumput laut umumnya adalah mineral esensial (besi,

iodin, alluminium, mangan, calsium, nitrogen terlarut, fosfor, sulfur, chlor silicon, rubidium, strontium, barium, titanium, cobalt, boron, copper, kalium, dan unsur-unsur lainnya yang dapat dilacak),
protein, tepung, gula, vitamin A, D, dan C. Presentase keberadaan bahan-bahan ini bervariasi, tergantung dari jenisnya. Pemanfaatan rumput laut dewasa ini semakin luas dan beragam, karena peningkatan pengetahuan akan komoditi ini. Umumnya rumput laut banyak digunakan sebagai bahan makanan bagi manusia, sebagai bahan obat-obatan (anticoagulant, antibiotics,

antimehmetes, antihypertensive agent, pengurang kolesterol, dilatory agent, dan insektisida). Rumput laut juga banyak digunakan
sebagai bahan pakan organisme di laut, sebagai pupuk tanaman dan penyubur tanah, sebagai pengemas transportasi yang sangat baik untuk lobster dan clam hidup (khususnya dari jenis Ascophyllum dan focus), sebagai stabilizer larutan, dan juga kegunaan lainnya. Perkembangan produk turunan dewasa ini juga sudah banyak diolah menjadi kertas, cat, bahan kosmetik, bahan laboratorium, pasta gigi, es krim, dan lain-lain (Indriani dan Suminarsih, 1999). Tumbuhan ini bernilai ekonomis tinggi karena penggunaannya yang sangat luas dalam industri kembang gula, kosmetik, es krim, media cita rasa, roti, susu, sutera, pengalengan ikan/daging, obat-obatan dan batang besi untuk solder atau las. B. Kajian tentang Daya Saing

Desron Kueain

Manajemen Strategi

2012

Analisis daya saing dodol hitam Indonesia di pasar internasional yang dilakukan oleh Annisa (2011) menjelaskan bahwa Rote Ndao merupakan salah satu negara eksportir dodol terbesar di NTT. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi besarnya pangsa pasar ekspor dodol keluar daerah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data panel. Pengolahan dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu pooled OLS, metode fixed effect, dan metode random effect. Selajutnya dilakukan uji F dan uji Hausman untuk mengetahui metode mana yang terbaik dalam estimasi model. Berdasarkan hasil pengolahan data dan uji kesesuaian model, disimpulkan bahwa metode yang terbaik dalam estimasi model adalah metode fixed effect. Dari hasil penelitian diketahui bahwa produksi dan jumlah konsumsi teh hitam dalam negeri berpengaruh nyata terhadap perubahan pangsa pasar dodol Indonesia di pasar internasional. Suprehatin (2006) melakukan penelitian daya saing ekspor dodol Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa nenas berpotensi menjadi komoditas andalan ekspor Rote. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengetahui daya saing ekspor dodol di rote berdasarkan pangsan pasar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data sekunder yang digunakan terdiri dari data

time series dan data cross section serta dianalisis dengan metode
regresi data panel. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa tren pangsa pasar dodol di rote cenderung menurun. Berdasarkan estimasi dengan

Desron Kueain

Manajemen Strategi

2012

regresi data panel, daya saing ekspor rumput laut di rote dipengaruhi oleh volume ekspor dodol rote. segar dalam negeri. Peningkatan volume ekspor dodol rote dan produksi dalam daerah akan meningkatkan pangsa pasar ekspor Dodol rote ndao. Sedangkan peningkatan GDP per kapitas negara pengimpor akan menurunkan pangsa pasar ekspor dodol rumput laut rote ndao. Analisis daya saing rumput laut Indonesia di pasar internasional yang diangkat dalam penelitian ini memiliki kesamaan alat analisis yang digunakan dengan beberapa penelitian daya saing di atas. Sedangkan perbedaannya adalah komoditi yang diangkat, serta pemasalahan yang juga berbeda ditemukan dengan beberapa penelitian lain.

Desron Kueain

Manajemen Strategi

2012

BAB III PEMBAHASAN A. Perspektif Dinamika Persaingan Perbedaan karakter pasar antara Dodol rumput laut dan produkproduk lain dapat dilihat dari hal hal sebagai berikut: Teknologi pembuatan atau proses pengolahannya sudah tersebar (diffused) dan banyak yang menguasainya, kondisi semacam ini

mengakibatkan patent bukan merupakan upaya menghalangi masuknya pemain baru (isolating mechanism) yang efektif. Di sisi lain, meskipun semua IKM pembuat semikonduktor berangkat dari teknologi yang hampir sama, Namun dodl memiliki keunikan dan dilindungi oleh perizinan perlindungan hak cipta intelektual. Hal inilah yang menjadi awal kasus dinamika persaingan antara dodol dan produk lain Pada umumnya perusahaan perusahaan Amerika mendominasi bisnis microprocessor dibandingkan dengan perusahaan dari negara lain yang menghasilkan produk serupa, hal ini diduga disebabkan oleh beberapa hal: a) Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, oleh sebab itu mayoritas standar produk berasal dari Kabupaten

Desron Kueain

Manajemen Strategi

2012

rote dari pada kabupaten-kabupaten lain seperti kupang, dan kabupaten lainnya b) Sebagian besar Industri dodol mengalokasikan anggaran yang sangat kecil bagi membiayai kegiatan penelitian dan pengembangan; Tanpa persaingan yang bebas dan terbuka, inovasi sulit muncul. Konsumen mengalami kerugian karena adanya keterbatasan pilihan, harga yang relatif tinggi, dan pertumbuhan yang lambat. Munculnya Dodol rumput laut dengan kemampuan membuat produk-produk yang setara dengan produk dodol, mendorong terjadinya dinamika persaingan. dodol berulang kali mengumumkan akan melakukan tuntutan hukum bila ada pihak yang melanggar hak cipta dan paten atas produk dodol-nya. Hal ini dibuktikan ketika dodol menuntut produk-produk lain dengan tuduhan telah

melanggar paten dan hak cipta. Langkah dodol merupakan sinyal yang dimaksudkan untuk mengecilkan hati (discourage) pesaing utamanya untuk tidak coba coba meniru produknya. Selain menggunakan sinyal untuk mengurungkan niat pesaing, dodol juga membuat komitmen yang dimaksudkan sebagai senjata strategik mengalahkan pesaing.

B. Memenangi Persaingan Pada saat ini ada bebrapa produk eksis, masing-masing memiliki keunggulan kompetitif yang berbeda. dodol mengandalkan

kecepatan masuk ke pasar (time to market) sebelum produk lain sejenis diluncurkan. Strategi ini dapat pula dianggap sebagai sinyal agar para pesaingnya mulai merasa bahwa produknya sudah

Desron Kueain

Manajemen Strategi

2012

ketinggalan jaman. Selain itu, meluncurkan produk baru dalam siklus produk yang semakin cepat juga merupakan upaya isolasi untuk menjamin perusahaan tetap memiliki keunggulan kompetitif. Citra sebagai Industri yang selalu terdepan dalam menghasilkan produk TI dapat dijaga dengan strategi time to market. dodol meraih keuntungan besar dari strategi ini. Di sisi lain, dodol sulit mencegah terjadinya imitasi atas produk produk yang dihasilkannya. Pada umumnya pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari keterbukaan informasi menjadikan teknik membuat dodol sudah tidak dapat dikategorikan sebagai

tacit

knowledge

karena

semuanya

tersusun

dalam

suatu

dokumentasi yang terinci sehingga siapa saja termasuk pesaing dapat memelajarinya. Makin berkembangnya penggunaan produk ini sebagai jaringan terbuka memudahkan pihak pihak yang memiliki kepentingan terhadap industri dodol mendapatkan

informasi tentang bagaimana membuat dodol yang berkualitas, reliable, dan murah.

Desron Kueain

Manajemen Strategi

2012

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Perbedaan karakter pasar antara Dodol rumput laut dan produkproduk lain dapat dilihat dari hal hal sebagai berikut: Teknologi pembuatan atau proses pengolahannya sudah tersebar (diffused) dan banyak yang menguasainya, kondisi semacam ini

mengakibatkan patent bukan merupakan upaya menghalangi masuknya pemain baru (isolating mechanism) yang efektif. Di sisi lain, meskipun semua IKM pembuat semikonduktor berangkat dari teknologi yang hampir sama, Namun dodl memiliki keunikan dan dilindungi oleh perizinan perlindungan hak cipta intelektual. Hal inilah yang menjadi awal kasus dinamika persaingan antara dodol dan produk lain dodol mengandalkan kecepatan masuk ke pasar (time to market) sebelum produk lain sejenis diluncurkan. Strategi ini dapat pula dianggap sebagai sinyal agar para pesaingnya mulai merasa bahwa produknya sudah ketinggalan jaman. Selain itu,

meluncurkan produk baru dalam siklus produk yang semakin cepat juga merupakan upaya isolasi untuk menjamin perusahaan tetap memiliki keunggulan kompetitif. Citra sebagai Industri yang selalu

Desron Kueain

10

Manajemen Strategi

2012

terdepan dalam menghasilkan produk TI dapat dijaga dengan strategi time to market. dodol meraih keuntungan besar dari strategi ini.

B. Saran Studi mengenai dinamika persaingan dalam pasar oligopoli sudah banyak dilakukan. Berbagai strategi untuk memenangkan

persaingan dalam persaingan semacam ini juga sudah diajukan bahkan diterapkan. dinamika persaingan industri dodol cukup menarik untuk diamati.Terkait dengan kondisi Indonesia sebagai peminat dodol, masih dari banyak ini peluang misalnya riset yang dapat dampak

dikembangkan

topik

bagaimana

persaingan antara dodol dan produk lain. Terlepas dari tujuan utama penulisan makalah ini, mudah mudahan substansi yang berhasil disusun dapat bermanfaat bagi pembaca.

Desron Kueain

11