Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN PENGAMATAN KEGIATAN LAPANGAN BERSAMA (KLB) FAUNA

DI SUSUN OLEH : ANGGOTA KELOMPOK FAUNA

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS BENGKULU 2013

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Definisi,Fauna dapat merujuk pada kehidupan hewan atau binatang klasifikasi dari daerah tertentu, jangka waktu, atau lingkungan. Fauna juga berasal dari bahasa Latin. Dalam Mitologi RomawiFauna adalah kakak dari Faunus, roh yang baik dari hutan dan dataran. Fauna adalah satwa liar, yang asli liar di wilayah geografis yang sering disebut sebagai wilayah fauna. Kedua-duanya adalah istilah kolektif, merujuk pada kelompok tanaman atau satwa liar tertentu ke suatu daerah atau suatu periode waktu. Misalnya, fauna yang hangat dapat terdiri dari daerah tropis ke sedang hangat jenis burung eksotis. Fauna di suatu wilayah yang biasanya dijelaskan dalam istilah biologi untuk menyertakan genus dan spesies tanaman dan hewan hidup, pilihan mereka tumbuh berkembang biak atau kebiasaan, dan sambungan ke satu sama lain di lingkungan juga. Selain kelompok geografis, lingkungan juga akan membantu lebih lanjut klasifikasi fauna. Misalnya, fauna di kawasan merujuk kepada hewan yang hidup di dalam air atau sekitar satu wilayah geografis. Ahli zoologi dan paleontologi menggunakan fauna untuk merujuk ke koleksi khas hewan yang ditemukan dalam waktu atau tempat tertentu, misalnya yang "fauna Gurun Sonora" atau "Burgess Shale fauna". Hal ini juga dapat merujuk untuk subset tertentu fauna di suatu wilayah, seperti dalam: "... lembah Amazon memiliki fauna yang kaya semut ...".

Ahli paleontologi terkadang merujuk ke urutan tahap fauna, yang merupakan serangkaian batuan semua fosil yang serupa mengandung. Nama fauna berasal dari, suatu kesuburan Romawi dan bumi dewi, dewa Romawi Faunus, dan roh hutan terkait yang disebut faun. Ketiga kata-kata yang serumpun dari nama dewa Yunani Pan, dan panis adalah setara Yunani fauna. Fauna juga kata sebuah buku yang katalog hewan sedemikian rupa. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Linnaeus dalam judul karyanya 1747 Suecica Fauna. Infauna Hewan air yang hidup di substrat badan air, khususnya di dasar laut lunak ini

Epifauna Epifauna, epibenthos juga disebut, adalah hewan air yang hidup di substratum bawah sebagai lawan di dalamnya, yaitu, fauna bentik yang hidup di atas permukaan sedimen di dasar laut. Macrofaun Macrofauna adalah organisme bentik atau tanah yang tetap saringan 0.5mm. Studi di laut dalam mendefinisikan macrofauna sebagai hewan tertahan pada saringan 0.3mm untuk menjelaskan ukuran kecil dari banyak taksa tersebut. Megafauna Megafauna adalah hewan besar wilayah tertentu atau waktu. Misalnya, megafauna Australia. Meiofauna Meiofauna adalah invertebrata bentik kecil yang hidup di lingkungan air laut dan segar. Dalam prakteknya ini adalah hewan metazoan yang dapat lulus terluka melalui 0,5 - 1 mm tetapi jala akan disimpan oleh 30 - 45 pM jala, tetapi dimensi yang tepat akan bervariasi dari peneliti untuk peneliti. Apakah organisme melewati mesh 1 mm juga tergantung pada apakah itu hidup atau mati

Pengelompokan Fauna Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber adalah orang-orang yang mengelompokkan tipe fauna Indonesia ke dalam tiga kelompok, yaitu : 1. Fauna Asiatis Wilayah = Indonesia bagian barat (sumatera, jawa, kalimantan hingga selat makassar danselat lombok)Hewan = badak, harimau, orangutan, gajah, dsb. 2. Fauna Peralihan dan Fauna Asli Wilayah = Indonesia bagian tengah (sulawesi dan nusa tenggara)Hewan = Babi rusa, kuskus, burung maleo, kera, dll. 3. Fauna Australis Wilayah = Indonesia bagian timur (papua)Binatang = Burung cendrawasih, burung kakatua, kangguru, dsb. Dalam peta persebaran fauna Indonesia :Antara fauna tipe asiatis dan peralihan terdapat garis wallace.Antara fauna tipe peralihan dan tipe australis terdapat garis weber.Kondisi fauna di setiap daerah dipengaruhi oleh banyak hal seperti : 1. Tinggi rendah dari permukaan laut 2. Jenis tanah 3. Jenis hutan

4. Iklim 5. Pengaruh manusia, dan lain-lain.

1.2

Landasan Teori

A. Avertebrata Semua hewan yang tidak memiliki tulang belakang dikelompokkan dalam Invertebrata (avertebrata). Hewan invertebrata ada yang tersusun oleh satu sel (uniselluler) dimana seluruh aktivitas kehidupannya dilakukan oleh sel itu sendiri. Sedangkan hewan invertebrata yang tersusun oleh banyak sel (multiselluler/metazoa) sel selnya mengalami deferensisasi dan spesialisasi membentuk jaringan dan organ tubuh dan aktivitasnya semakin komplek. 1. Porifera Porifera adalah hewan yang berlubang lubang (berpori), hidup diair tawar, dirawa, dilaut yang dangkal , air jernih dan tenang. Tubuhnya tersusun atas jaringan diploblastik ( dua lapisan jaringan ). Lapisan luar tersusun oleh sel epidermis dan lapisan dalam tersusun atas sel sel lehesr (koanosit). Tubuh menyerupai vas bunga, memiliki rongga tubuh (spongosol) dan lubang keluar (oskulum), tubuh lunak, permukaannya berpori (ostium). Porifera terdapat 4 klas, yaitu : 1. Calcarea, contohnya : Scypha sp. 2. Hexactinellida, contohnya : Pheronema sp. 3. Demospongiae, contohnya : Spongia sp. 4. Selenospongiae

2. Coeleonterata Colenterata merupakan hewan yang memiliki rongga. Termasuk hewan diploblastik, tubuh simetri radial. Lapisan selnya terdiri dari ektoderm dan endoderm. Antara ekstoderm dan endoderm terdapat mesoglea. Pada tubuh bagian atas terdapat mulut, yang dikelilingi tentakel. Pada permukaan tentakel terdapat knidoblas (sel penyengat / nematosis). Hidup di air tawar maupun air laut.Tubuhnya dapat melekat pada dasar perairan. Coelenterata memiliki 3 klas, yaitu : 1. Hydrozoa, contohnya : Hydra sp.,Obelia sp.

2. Schypozoa, contohnya : Aurelia aurita 3. Anthozoa, contohnya : Euplexaura antipathes

3. Plathelminthes Cacing merupakan hewan yang tubuhnya lunak, tidak bercangkang, tubuh simetri bilateral. Hidup dialam bebas, parasit pada organisme. Cacing memiliki tiga lapisan kulit, yaitu : 1. Ektoderm, lapisan luar berkembang menjadi kulit. 2. Mesoderm, lapisan tengah berkembang menjadi otot, dan beberapa organ tubuh. 3. Endoderm, lapisan dalam berkembang menjadi usus. Tubuh cacing pipih dorsoventral (pipih kearah punggung dan perut), tidak berbuku buku. Tempat hidup disungai, di danau, dilaut , parasit pada tubuh organisme lain. Plathelminthes dibagi dalam 3 klas, yaitu : 1. Turbelaria, contohnya : Planaria sp. 2. Trematoda, contohnya : Fasciola hepatica 3. Cestoda, contohnya : Taenia saginata

4. Nemathelminthes Tubuh tersusun 3 lapisan (triploblastik),tidak beruas, gilig, pada bagian depan terdapat mulut, ukuran tubuh kecil. Kulit halus dan licin dan dilapisi kutikula. Hidup dialam bebas, air, tanah, parasit pada manusia dan hewan. Nemathelminthes dibagi dalam 2 klas, yaitu : 1. Achantochepala, contohnya : Achantochepalis sp. 2. Nematoda, contohnya : Ascaris lumbricoides

5. Annelida Bentuk tubuh gilig, memanjang, tersusun atas ruas atau segmen. Segmen segmen yang sama dinamakan metameri. Tubuh tersusun triploblastik. Annelida terdiri 3 kelas, yaitu : 1. 2. 3. Polychaeta, contohnya : Nereis virens Oligochaeta, contohnya : Pontoscolex corethrurus Hirudinea, contohnya : Hirudo medicinalis

6. Molusca Tubuh lunak, tidak beruas-ruas, simetri bilateral, memiliki lapisan mantel yang berfungsi memproduksi zat kapur sebagai bahan cangkang, memiliki cangkang atau tidak. Cangkang terbuat dari zat kapur, terletak diluar tubuh, ada juga yang didalam tubuh. Molusca terbagi dalam 3 klas, yaitu : 1. 2. 3. Gastropoda , contohnya : Achantina fulica Pelecypoda, contohnya : Anodonta sp. Chepalopoda, contohnya : Loligo sp., Sephia sp.

7. Atrhropoda Tubuh bersegmen, alat gerak bersegmen, rangka luar berupa kutikula. Hidup didarat, air tawar, air laut, pohon -pohon, menempel pada hewan piaraan. Arthropoda terdiri dari 4 kelas, yaitu : 1. 2. 3. 4. Crustaceae, contohnya : Penaeus sp. Arachnida, contohnya : Thelyphonus condutus. Insecta, contohnya : Locusta sp. Myriapoda, contohnya : Scolopendra sp

8. Echinodermata Hewan yang memiliki kulit berduri, kulit keras terbuat dari zat kapur maupun kitin, tubuh simetri radial, memiliki lima lengan, mulut dibawah dan anus diatas, hidup dilaut dengan air yang jernih, dan tidak bergelombang. Echinodermata, dibagi dalam 5 klas, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Asteroidea, contohnya : Astropecten irregularis, Crossaster supposus, Culcita sp. Ophiuroidea, contohnya : Ophiolepsis sp. Echinoidea, contohnya : Deadema saxatile Holothuroidea, contohnya : Holothuria atra Crinoidea, contohnya : Ptilocrinus pinnatus

B. Vertebrata Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan

memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya. Ciri-ciri tubuh hewan yang bertulang belakang: Mempunyai tulang yang terentang dari balakang kepala sampai bagian ekor.Mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak.Tubuh berbentuk simetris bilateral. Vertebrata terbagi atas beberapa klas yaitu : A. Pisces Ikan adalah anggota vertebratapoikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak (jv, bjn), jukut (vkt). Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai "ikan", seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan. Sampai saat ini, ikan pada umumnya dikonsumsi langsung. Upaya pengolahan belum banyak dilakukan kecuali ikan asin. Ikan dapat diolah menjadi berbagai produk seperti ikan kering, dendeng ikan, abon ikan, kerupuk ikan, ikan asin, kemplang, bakso ikan dan tepungdarah ikan sebagai pupuktanaman dan pakan ikan. B. Amphibi Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai

hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. Pada fase berudu amphibi hidup di perairan dan bernafas dengan insang. Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor. Pada fase dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru. Pada fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaan menghilang. Pada anura, tidak ditemukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat. Amphibia memiliki kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang baik. Pada mata terdapat membrana nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu, kekeringan dan kondisi lain yang menyebabkan kerusakan pada mata. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup.Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat.Walaupun demikian, tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. Pada beberapa amphibi, misalnya anggota Plethodontidae, tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Selama hidup tetap dalam fase berudu, bernafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan, tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. Tapi ada juga beberapa jenis yang hanya hidup di darat selama hidupnya. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air. Adapun ciri-ciri umum anggota amphibia adalah sebagai berikut: 1. Memilliki anggota gerak yang secara anamotis pentadactylus, kecuali pada apoda yang anggota geraknya terduksi. 2. Tidak memiliki kuku dan cakar, tetapi ada beberapa anggota amphibia yang pada ujung jarinya mengalami penandukan membentuk kuku dan cakar, contoh Xenopus sp. 3. Kulit memiliki dua kelenjar yaitu kelenjar mukosa dan atau kelenjar berbintil ( biasanya beracun). 4. Pernafasan dengan insang, kulit, paru-paru. 5. Mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum. 6. Jantung terdiri dari tiga lobi ( 1 ventrikel dan 2 atrium).

7. Mempunyai struktur gigi, yaitu gigi maxilla dan gigi palatum. 8. Merupakan hewan poikiloterm.

C. Reptilia Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan peru-paru. Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan Kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota ordo atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian kulit baik secara total yaitu pada anggota Sub-ordo Ophidia dan pengelupasan sebagian pada anggota Subordo Lacertilia. Sedangkan pada Ordo Chelonia dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami pergantian atau pengelupasan. Kulit pada reptil memiliki sedikit sekali kelenjar kulit . Reptilia termasuk dalam vertebrata yang pada umumnya tetrapoda, akan tetapi pada beberapa diantaranya tungkainya mengalami reduksi atau hilang sama sekali seperti pada serpentes dan sebagian lacertilia. Reptilia yang tidak mengalami reduksi tungkai umumnya memiliki 5 jari atau pentadactylus dan setiap jarinya bercakar. Rangkanya pada reptilia mengalami osifikasi sempurna dan bernafas dengan paru-paru . Semua Reptil bernafas dengan paru-paru. Jantung pada reptil memiliki 4 lobi, 2 atrium dan 2 ventrikel. Pada beberapa reptil sekat antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri tidak sempurna sehingga darah kotor dan darah bersih masih bisa bercampur. Reptil merupakan hewan berdarah dingin yaitu suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan atau poikiloterm. Untuk mengatur suhu tubuhnya, reptil melakukan mekanisme basking yaitu berjemur di bawah sinarmatahari. Saluran ekskresi Kelas Reptilia berakhir pada kloaka. Ada dua tipe kloaka yang spesifik untuk ordo-ordo reptilia. Kloaka dengan celah melintang terdapat pada Ordo Squamata yaitu Sub-ordo Lacertilia dan Sub-ordo Ophidia. Kloaka dengan celah membujur yaitu terdapat pada Ordo Chelonia dan Ordo Crocodilia. Pada anggota lacertilia, lidah berkembang baik dan dapat digunakan sebagai ciri penting untuk identifikasi. Semua reptil memiliki gigi kecuali pada ordo testudinata. Pada saat jouvenile, reptil memiliki gigi telur untuk merobek cangkang telur untuk menetas, yang kemudian gigi telur tersebut akan tanggal dengan sendirinya saat mencapai dewasa. Beberapa jenis reptil memiliki alat pendengaran dan ada yang yang dilengkapi telinga luar atupun tidak. Pada beberapa jenis lainnya, alat pendengaran tidak berkembang. Mata pada reptil ada yang

berkelopak dan ada yang tidak memiliki kelopak mata. Kelopak mata pada reptil ada yang dapat digerakkan dan ada yang tidak dapat digerakkan dan ada juga yang berubah menjadi lapisan transparan. Habitat dari Kelas Reptilia ini bermacam-macam. Ada yang merupakan hewan akuatik seperi penyu dan beberapa jenis ular, semi akuatik yaitu Ordo Crocodilia dan beberapa anggota Ordo Chelonia, beberapa Sub-ordo Ophidia, terrestrial yaitu pada kebanyakan Subkelas Lacertilia dan Ophidia, bebepapa anggota Ordo Testudinata, sub terran pada sebagian kecil anggota Sub-kelas Ophidia, dan arboreal pada sebagian kecil Sub-ordo Ophidia dan Lacertilia. Kelas reptilia dibagai menjadi 4 ordo, yaitu Rhyncocephalia (contohnya:

Tuatara)Testudinata / Chelonia (contohnya: Penyu, Kura-kura, dan Bulus), Squamata (Contohnya: Serpentes, Lacertilia, dan Amphisbaena)danCrocodilia (contohnya: Buaya, Aligator, Senyulong, dan Caiman).

D. Aves Burung merupakan hewan bersayap, berkaki dua, berdarah panas dan bertelur dalam kelompok hewan vertebrata yang besar dan terdapat di seluruh dunia, dari daerah gurun sampai di kutub utara, juga di hutan hujan Amazon, dan Greenland. Ada lebih dari 8,600 spesies burung yang telah diidentifikasi yang dibagi menjadi 27 order. Selain itu, ada banyak subspesies yang jika dihitung beserta dengan spesies yang diketahui mengandung lebih 3200 jenis. Burung merupakan homoioterma, berdarah panas, dengan suhu tetap 40-44 C. Tulang burung ringan dan berongga di berbagai ruas untuk mengurangi densitas dan beratnya. Semua burung memiliki paruh, yang berbeda hanyalah bentuk dan ukuran paruhnya. Kebanyakan burung memiliki bulu kecuali sedikit yang tidak memiliki bulu. Burung diyakini merupakan evolusi dari reptil, seperti dinosaurus, yang hidup sekitar 180 juta tahun lampau. Burung berubah dan kehilangan gigi dan ciri reptilia yang lain, saat mengalami proses evolusi yang memakan waktu jutaan tahun. Pada waktu yang sama, bulu tumbuh pada ekornya dan sayapnya. Ciri-ciri utama hewan burung adalah seperti berikut: 1. Badan ditutupi oleh bulu. 2. Memiliki paruh yang tidak bergigi dan dua sayap. 3. Memiliki sisik pada kakinya. 4. Bertelur dan telurnya dilindungi oleh cangkang keras. 5. Bernafas melalui paru-paru. Juga terdapat punid-pundi udara atau kantung udara

6. Berdarah panas. Meskipun kebanyakan burung bisa terbang ada beberapa spesies yang tidak mampu terbang seperti burung unta, rea, emu, Kiwi dan penguin yang tidak bisa terbang. Semua burung memiliki sayap meskipun pada burung yang tidak dapat terbang, meskipun kecil dan tidak berguna. Burung adalah oviparous yaitu bertelur. Biasanya burung betina akan mengeram telur, terkadang kedua pasangan akan bergilir, dan dalam beberapa spesies burung hanya burung jantan akan mengeramkan telur tersebut. Ada juga spesies burung yang bertelur dalam sarang burung lain untuk dierami oleh keluarga angkat burung. E. Mamalia Mamalia adalah kelashewanvertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina me nghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau "berdarah panas". Otak mengatur sistem peredaran darah, termasuk jantung yang beruang empat. Mamalia terdiri lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai. Secara filogenetik, yang disebut Mamalia adalah semua turunan dari nenek moyang monotremata (seperti echidna) dan mamalia therian (berplasenta dan berkantung atau marsupial) Karakteristik Sebagian besar mamalia melahirkan keturunannya, tapi ada beberapa mamalia yang tergolong ke dalam monotremata yang bertelur. Kelahiran juga terjadi pada banyak spesies non-mamalia, seperti pada ikanguppy dan hiu martil; karenanya melahirkan bukan dianggap sebagai ciri khusus mamalia. Demikian juga dengan sifat endotermik yang juga dimiliki oleh burung. Monotremata tidak memilki puting susu, namun tetap memiliki kelenjar susu. Artinya, monotremata memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kelas Mamalia. Perlu diketahui bahwa taksonomi yang sering digunakan belakangan ini sering menekankan pada kesamaan nenek moyang; diagnosa karakteristik sangat berguna dalam identifikasi asal-usul suatu makhluk.

Jika ada salah satu anggota Cetacea ternyata tidak memiliki karakteristik mamalia, maka ia akan tetap dianggap sebagai mamalia karena nenek moyangnya sama dengan mamalia lainnya. Mamalia memiiki 3 tulang pendengaran dalam setiap telinga dan 1 tulang (dentari) di setiap sisi rahang bawah. Vertebrata lain yang memiliki telinga hanya memiliki 1 tulang pendengaran (yaitu, stapes) dalam setiap telinga dan paling tidak 3 tulang lain di setiap sisi rahang. Mamalia memliki integumen yang terdiri dari 3 lapisan: paling luar adalah epidermis, yang tengah adalah dermis, dan paling dalam adalah hipodermis. Epidermis biasanya terdiri atas 30 lapis sel yang berfungsi menjadi lapisan tahan air. Sel-sel terluar dari lapisan epidermis ini sering terkelupas; epidermis bagian paling dalam sering membelah dan sel anakannya terdorong ke atas (ke arah luar). Bagian tengah, dermis, memiliki ketebalan 15-40 kali dibanding epidermis. Dermis terdiri dari berbagai komponen seperti pembuluh darah dan kelenjar. Hipodermis tersusun atas jaringan adiposa dan berfungsi untuk menyimpan lemak, penahan benturan, dan insulasi. Ketebalan lapisan ini bervariasi pada setiap spesies.

1.3Metodologi Pengamatan
1.3.1. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan dalam pengamatan ialah sebagai berikut : a) Insecting Net b) Bubu c) Perangkap tikus d) Alat tembak ikan e) Jala f) Plastik g) Pill Fall Trap h) Killing Jar i) Senter j) GPS C. Bahan-bahan yang digunakan a) Alkohol 70 % b) Formalin 8 % k) DeoMeter l) Baki m) Karter n) Gunting o) Lup p) teropong q) ATK

c) Formalin 40 % d) Formalin 76% e) Kloroform f) Kapas

g) Tissue h) Ikan Asin i) Keong mas j) Kelapa busuk

1.3.2. Langkah Kerja

A. Avertebrata 1. 2. 3. Siapkan alat dan bahan Bahan yang digunakan kapas berkloroform dan formalin. Setelah siap semua dimulailah kerja : a. Alat insecting net Dilapangan mencari insecta (kupu-kupu, capung), menangkap hewan ini

menggunakan alat insecta net. Setelah hewan tertangkap dimasukkan dalam killing jar yang berisi kapas berkloroform. b. Fit fall trap Di lapangan disiapkan lubang-lubang sebanyak 10 lubang yang seukuran dengan ukuran perangkap. perangkap tersebut diisi dengan formalin. Setelah siap alat dan bahan, dimasukkan kedalam lubang yang telah disiapkan, dan setelah selesan dibiarkan selama semalam. B. Pisces 1) Pertama Siapkan Alat dan Bahan 2) Bahan yang digunakan kelapa busuk, Keong mas Kemudian semua bahan di cacah dan di masukkan ke dalam jaring 3) Setelah bahan siap,semua bahan dimasukkan didalam bubu 4) Bubu kemudian di pasang di sungai pada malam hari 5) Setelah pagi Bubu diangkat. Setelah bubu diangkat ikan yang didapat didalamnya di masukkan di dalam botol lalu di beri formalin kemudian baru di identifikasi 6) Percobaan kedua menggunakan alat tembak. Cara ini digunakan langsung didalam perairan dengan menyelam lalu ketika ada ikan lewat barulah alat tembak tadi digunakan

7) Percobaan ketiga menggunakan Jaring. Cara ini digunakan menggunakannya dengan cara jaring di bentang di dasar perairan lalu di tarik,setelah ikan di dapat lalu dimasukkan didalam botol barulah diidentifikasi. C. Amfibi 1. Pertama siapkan alat dan bahan 2. Pencarian spesimen dilakukan pada malam hari dan pagi hari. 3. Spesimen ditangkap menggunakan jaring 4. Lalu dimasukkan kedalam killing jar. 5. Setelah itu dilakukan pengukuran melalui GPS 6. Kemudian spesimen di foto dan dilakukan identifikasi.

D. Reptilia 1. Disiapkan alat dan bahan 2. Pengamataninidilakukanuntuk mencari spesimen pada malam hari dan pagi hari 3. Setelahdilakukanpencariandanmenemukanspesimennyaditangkapdenganmenggunakanjar ing 4. Kemudiandimasukkan kedalam killing jar 5. Selanjutnya dilakukan pengukuran melalui GPS 6. Laluspesimen di foto dan dilakukan identifikasi

E. Mamalia 1. Sediakanalatdanbahan bukutentangmamalia. 2. Lalukitaakanberjalanmenelusuri Air PutihLebongkira-kira 2-3 km. 3. Jikakitamenemukanhewanmamaila, perhatikan cirriyang akandigunakanmisalnya :kamera, rekamansuara,

cirinyalalutentukandenganliteraturbukutentangmamalia. 4. Jikakitamendengarsuarahewan, rekamlahsuarateresbutlalusuarahewantersebutdicocokkandenganliteraturdanakandiketah uinamjenishewantersebut. 5. Jikadidapatjejak kaki hewan, gambarlahjejak kaki diataskertas plastic transparan, laluukurpanjangkakinyadancocokkandenganliteraturbukudanakandiketahuijenishewanter sebut

F. Aves

1. Sediakanalatdanbahan bukutentangaves.

yang

akandigunakan,

misalnya

:kamera,

rekamansuara,

2. Laluakanberjalanmenelusuri Air PutihLebongkira-kira 2-3 km. 3. Selamaperjalanan, perhatikanburung yang

andatemukanlalufotodancocokkandenganbukutentangaves. 4. Jikakitamendengarsuaraburung, rekamlahsuaratersebutlalucocokkandenganbukuatau

video tentangsuaraburungdandapatdiketahuinamajenisburungtersebut

BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN


2.1 HASIL

A. Avertebrata Tabel Data Invertebrata Yang Ditemukan di Lapangan NO 1 2 3 Ordo Lepidoptera Lepidoptera Hymenoptera Famili Nymphanidae Papilionidae Formicidae Habitat Di semakbelukar Di semakbelukar Tanah GemburdanSerasah 4 5 6 7 8 9 10 Coleptera Orthoptera Orthoptera Orthoptera Odonata Odonata Diptera Cleridae Grylidae Acrididae Blatidae Coenagrionidae Libellulidae Di semakbelukar Di semakbelukar Di semakbelukar Di semakbelukar Di semakbelukar Di semakbelukar Di semakbelukar 13 1 3 1 1 1 Keterangan 1 1 5

Jumlah Inveterbrata yang di temukan : 27 ekor B. PISCES No 1 2 Ordo Famili Habitat siring sungai Keterangan 1 5

cyprinodontiformes Aplocheilidae Cypriniformes Cyprinidae

3 4

Ostariophysi Ostariophysi

Poeciliidae Aplocheilidae

Siring siring

1 2

Jumlah Piscesyang ditemukan : 10 ekor C. AMPHIBI No 1 2 3 Famili Ranideae Bufonideae Bufonideae Serasah Serasah Serasah Habitat Keterangan 1 2 1

Jumlah Amphibi yang ditemukan : 4 ekor

D. REPTILIA No Ordo 1 2 Lacertia Lacertia Famili Agamidae Gekkonidae Habitat Pepohonan Rumah/Pondok Keterangan 2 2

Jumlah Reptilia yang ditemukan : 4 ekor E. AVES No Ordo 1 2 3 4 5 6 7 Passeriformes Columbiformes Cuculiformes Apoidiformes Coraciiformes Famili Columbidae Cuculidae Apolidae Alcedinidae Hirudinidae Pycnonotidae Sylvidae Habitat Pepohonan Pepohonan Pepohonan Pepohonan Pepohonan Pepohonan Pepohonan Keterangan 9 1 2 2 2 15 8

8 9 10 11

Laniidae Necktariniidae Dicainidae Ploceidae

Pepohonan Pepohonan Pepohonan Pepohonan

1 6 9 8

Jumlah Aves yang ditemukan : 63 ekor F. Mamalia NO 1 2 3 4 FAMILI Cercopitecidae Hylobatidae Servidae mustelidae HABITAT Pepohonan Pepohonan Hidup bebas Air sungai KETERANGAN 1 2 1 1

Jumlah Mamalia yang ditemukan : 5 ekor

2.2 PEMBAHASAN

A. INVETEBRATA MetodeInsecting Net a. Hymenoptera

Ditemukan pada semak-semak

b. Lepidoptera Euploeaecamaralzeman

Ditemukan pada semak-semak c. Lepidoptera Papilionidae

Ditemukan pada semak-semak

d. Lepidoptera Nymphanidae Sp 1

Ditemukan disemak

e. Larva Insecta

Ditemukan disemak f. Arthropoda Myriapoda Julussp

Di tempat yang lembabdisekitar siring.

g. Molusca Gastropoda Achatinafulica

Habitat : Ditempat yang lembabsepertidijalansekitarselokan Metode Pit Fall Trap h. Orthoptera (Grylidae)

i. Orthoptera (Blatidae)

Habitat :Ditanahgemburdanserasah

j. Hymenoptera (Formicidae)

Habitat :Ditanahgemburdanserasah k. Diptera

Habitat :Disemakbelukar

B. Pisces
1. Lobiobarbus leptochelius

Filum :Chordata Kelas : Pisces Ordo :Cypriniformes Famili :Cyprinidae Genus :LobiobarbusSpecies : Lobiobarbus leptochelius Ciri-ciri Khusus: Memiliki dua pasang sungut dimulut Jari-jari bercabang pada sirip punggung Garis warna gelap samar-samar sepanjang deretan Ditemukan dialiran sungai deras 2. Aplocheilus panchax

Filum :Chordata Kelas : Pisces Ordo :Ostariophysi Famili :Aplocheilidae Genus :Aplocheilus Species :Aplocheilus panchax

Ciri-ciri Khusus: Satu bintik hitam pada sirip punggung Bintik hitam mengkilat pada kepala 3. Puntius sp 1

Filum :Chordata Kelas : Pisces Ordo :Cypriniformes Famili :Cyprinidae Genus :Puntius Species :Puntius sp 1 Ditemukan pada siring yang dindingnya banyak ditumbuhi rerumputan. 4. Puntius sp 2

Filum :Chordata Kelas : Pisces Ordo :Cypriniformes

Famili :Cyprinidae Genus :Puntius Species :Puntius sp 2 Ditemukan pada siring yang dindingnya banyak ditumbuhi rerumputan.

5. Puntius sp 3

Filum :Chordata Kelas : Pisces Ordo :Cypriniformes Famili :Cyprinidae Genus :Puntius Species :Puntius sp 3 Ditemukan pada siring yang dindingnya banyak ditumbuhi rerumputan. 6. Puntius sp 4

Filum :Chordata Kelas : Pisces Ordo :Cypriniformes Famili :Cyprinidae Genus :Puntius Species :Puntius sp 4 Ditemukan pada siring yang dindingnya banyak ditumbuhi rerumputan. 7. Panchax pancax

Filum :Chordata Kelas : Pisces Ordo :cyprinodontiformes Family : Aplocheilidae Genus :Panchax Species :Panchax pancax Nama lokal : Ikan Palak Timah Ditemukan pada siring yang dindingnya banyak ditumbuhi rerumputan

8. Rasbora jacobsony

Filum :Chordata Kelas : Pisces Ordo :Cypriniformes Famili :Cyprinidae Genus :Rasbora Species :Rasbora jacobsony Ciri-ciri Khusus: Burat sisi 23 Buah Ditemukan dialiran sungai deras 9. Poecilia reticulata

Filum :Chordata Kelas : Pisces

Ordo :Ostariophysi Famili :Poeciliidae Genus :Poecilia Species :Poecilia reticulata Ciri Khusus : Jantan berwarna terang dengan bintik-bintik hitam diatas sirip dubur dan dibawah sirip punggung Memiliki beberapa pola pewarnaan

C. Amphibi
a) BufoSp

Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Species

: Animalia :Chordata :Amfibia : :Bufonidae :Bufo :BufoSp

b) BufoAsper

Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Species Identifikasi :

: Animalia :Chordata :Amfibia : :Bufonidae :Bufo :BufoAsper

Tubuhbesardankuat,

alur

supra

orbital

dihubungkandengankelenjarparatoidolehalursupratimpanik. Teksturkulitkasar. Kaki belakangberbentukgada. Kaki depanmempunyaiujung yang pipihdenganlekuksirkum marginal

danmemilikitonjolanantarruas. Terdapatgarisberupalekukan di bagianpunggung. Warnahitamdantertutupolehbintil-bintil

c) Ranahosii

Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Species Identiffikasi :

: Animalia :Chordata :Amfibia : :Ranidae :Rana :Ranahosii

Bentuktungkai kaki belakang :ujungberbentukgada Tubuhlicin Tubuhpanjangdan ramping Tungkaibelakangpanjang

IsiperutBufosp

Keterangan : Jenisamfibiinimerupakanamfibipemakan : semutmerahdansemuthitam, isopthera (rayap) Orthopthera(Lipas) IsiperutBufoaspar

Keterangan : Jenisamfibiinimerupakanamfibipemakanserangga air (Coleopthera) danjugamemakanserasah.

D. Reptilia
Draco sumatranus

Klasifikasi Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Class : Reptilia Ordo : Lacertia Family : Agamidae Genus : Draco Spesies : Draco sumatranus Ciri-ciri umum : Berwarna hijau, pada jantan terdapat tonjolanseperti duri-duri (crest) di belakang leher,ukuran tubuh betina lebih panjang dari yangJantan.Lebih aktif di siang hari.

Broncocella cristatella

Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Class Ordo Family Genus : Reptilia : Lacertia : Agamidae : Broncocella

Spesies : Broncocella cristatella

Ciri umum : Berwarna hijau, pada jantan terdapat tonjolanseperti duri-duri (crest) di belakang leher,ukuran tubuh betina lebih panjang dari yangJantan lebih aktif di siang hari.

Hemidactylus frenatus

Phylum : Chordata Class Ordo Famly Genus Spesies : Reptilia : Lacertia : Gekkonidae : Hemidactylus : Hemidactylus frenatus

Ciri umum : Warna tubuh coklat terang, pada pangkal ekorterdapat duri-duri kecil, hidup di dalam rumahdan aktif pada malam hari untuk mencarimakan.

Gehyra mutilata

Klasifikasi Kingdom : Animalia Phylum Class Ordo : Chordata : Reptilia : Lacertia

Family : Gekkonidae Genus: Gehyra Spesies: Gehyra mutilata Ciri umum : Tubuh berwarna coklat terang, selalu ditemukan di atap atau dinding rumah atau pondok, aktif pada malam hari untuk mencarimakan.

E. Aves
Jenis-jenisburung yang ditemukan

F. Mamalia
Jenis-jenismamalia yang di temukan

Gambarjenishewan data penemuan


Simpai (Presbytismelalophos)

Ungko (Hylobatesagilis) Tidakadagambarhanyasuarasaja.

Siamang (Hylobatessyndactilus)

Kijang(Muntiacusmuntjac)

Jejak kaki

Berang berang Sumatera (Lutrasumatrana) Jejak kotoran

BAB III KESIMPULAN


1) Inveterbrata yang ditemukan di kawasan desa Air putih yaitu : Hymenoptera,Lepidoptera(Euploeaecamaralzeman),Papilionidae,Nymphanidae(sp 1,sp 2),Larva Insecta,Myriapoda(Julussp),Gastropoda (Achatinafulica),Orthoptera (Grylidae),Orthoptera (Blatidae),Hymenoptera (Formicidae),Diptera. 2) Pisces,amphibia dan reptilia yang ditemukan di kawasan desa Air putih yaitu : Lobiobarbus leptochelius ,Aplocheilus panchax,Puntius sp 1 ,Puntius sp 2 ,Puntius sp 3,Puntius sp 4,Panchax pancax ,Rasbora jacobsony,Poecilia reticulata,Ranahosii,BufoAsper,BufoSp,Draco sumatranus,Boncocella cristatella,Hemidactylus frenatus,Gehyra mutilata 3) Aves dan mamaliayang ditemukan di kawasan desa Air putih yaitu : Presbytismelalophos,Hylobatesagilis,Hylobatessyndactilus,Muntiacusmuntjac,Lutras umatrana,