Anda di halaman 1dari 10

ASPEK KEUANGAN

Manajemen Pembiayaan 1
Dr. Idah Zuhroh, M.M* Ahyan Fuadi**
*Ketua Pusat Pengembangan Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (PPEBK) **Mahasiswa Jurusan IESP angkatan 2009

Tujuan Analisis Finansial

Tujuan menganalisis aspek keuangan adalah untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan, dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya modal, kemampuan proyek untuk membayar kembali dana tersebut dalam waktu yang telah ditetapkan menilai apakah proyek akan dapat berkembang terus.
D3 Keuangan dan Perbankan-Manajemen Pembiayaan I

Tujuan kegiatan finansial

Pemilik usaha
Tidak hanya memberi proyeksi keuntungan, tapi juga berapa besar tingkat pengembalian usaha terhadap modal yang diinvestasikan.

Pemberi pinjaman
Memberikan perkiraan kemampuan pengembalian pinjaman yang mungkin akan diberikan, yang dirinci sebagai angsuran pokok dan bunga pinjaman.

D3 Keuangan dan Perbankan-Manajemen Pembiayaan I

Kebutuhan Dana

Untuk merealisasikan suatu proyek bisnis dibutuhkan dana untuk investasi. Kebutuhan dana tersebut dapat diklasifikasikan atas dasar: Aktiva tetap berwujud Aktiva tetap tak berwujud (hak sewa, hak paten, merek dagang, franchise) Modal kerja

D3 Keuangan dan Perbankan-Manajemen Pembiayaan I

Sumber Dana

Sumber dana harus yang mempunyai biaya paling rendah dan tidak menimbulkan masalah bagi perusahaan Sumber dana yang penting antara lain: Modal pemilik perusahaan Saham yang diperoleh dari penerbitan saham di pasar modal Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dan dijual di pasar modal Kredit yang diterima dari bank Leasing dari lembaga nonbank
D3 Keuangan dan Perbankan-Manajemen Pembiayaan I

Proyeksi Pendapatan

Proyeksi ini bertujuan untuk menghitung besarnya arus kas masuk, yaitu perkiraan netto dari pemasukan yang akan diterima selama periode tertentu.

Harga jual yang ditetapkan. Jumlah penjualan Jumlah pendapatan dan tambahan lain-lain yang mungkin diperoleh karena adanya pendirian usaha ini.

D3 Keuangan dan Perbankan-Manajemen Pembiayaan I

Proyeksi Pengeluaran

Proyeksi ini bertujuan untuk menghitung besarnya arus kas keluar, yaitu perkiraan pengeluaran untuk kegiatan operasional (pengadaan bahan baku, gaji karyawan, transportasi, biaya sewa hingga pengembangan usaha) pada periode tertentu. Pelaku studi perlu menghimpun seluruh biaya yang akan dikeluarkan untuk membiayai proyek pembangunan dan usaha ini.

D3 Keuangan dan Perbankan-Manajemen Pembiayaan I

Proyeksi Laba Rugi

Neraca dan R/L performa akan mendukung penilaian finansial karena akan diketahui dengan jelas struktur keuangan dari usaha yang direncanakan dan struktur kekayaan dari usaha tersebut, serta dapat dilihat seberapa besar pinjaman yang akan diperoleh kalau usaha ini sudah beroperasi dan biaya-biaya apa saja yang harus dikeluarkan selama periode tertentu, dan besarnya laba atau rugi yang akan diperoleh jika usaha ini beroperasi di masa yang akan datang.

Laba Bersih
Laba bersih = Laba kotor beban usaha Beban usaha dalam perusahaan dagang ada dua kelompok.

1.

2.

Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan penjualan. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang tidak langsung dengan penjualan.

Laba bersih rata2 = Total laba per tahun/ total bulan


D3 Keuangan dan Perbankan-Manajemen Pembiayaan I

Terima Kasih
Contact
Ahyan_rabbani@yahoo.com 0897 1202 195/ 0815 5463 4554

JOIN ME ON
FACEBOOK

AHYAN FUADI
D3 Keuangan dan Perbankan-Manajemen Pembiayaan I