Anda di halaman 1dari 15

DAFTAR ISI Daftar Isi Pendahuluan Salinan pemicu Daftar pertanyaan yang akan dibahas Isi Nama atau

tema blok Fasilitator atau tutor Data pelaksanaan Pemicu Tujuan pembelajaran Pertanyaan yang muncul dalam curah pendapat Jawaban atas pertanyaan Ulasan Kesimpulan Daftar pustaka 14 14 15 4 3 1 2 3 4

PENDAHULUAN

Blok Special Senses System adalah suatu modul yang dirancang khusus untuk membantu mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara untuk mempelajari mengenai sistem indra yang terdapat pada manusia, baik pada keadaan normal secara anatomi, histologi, dan fisiologi, maupun pada keadaan patologi.

Sistem indra adalah suatu kumpulan sistem reseptor yang sangat terspesialisasi untuk tujuan tertentu, seperti penglihatan, penciuman, pengecapan, pendengaran, dan juga perabaan. Sistem indra ini saling bekerja sama sehingga manusia dapat mengenali berbagai sensasi yang diberikan padanya.

Makalah ini secara khusus akan membahas indra penglihatan yaitu mata, terutama pada bagian kelopak mata. Pembahasannya mencakup pada anatomi, histologi, dan fisiologi kelopak mata, serta suatu keadaan patologis yang menyertainya, yaitu blepharitis.

Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari kesalahan yang tidak disengaja. Oleh karena itu penulis mohon maaf atas kesalahan yang ada, dan juga sangat mengharapkan adanya kritik yang membangun sehingga bisa memperbaiki tulisan-tulisan penulis yang berikutnya.

Medan, 28 November 2010

Penulis

1. Nama atau tema blok 2. Fasilitator/ tutor 3. Data pelaksanaan Tanggal tutorial Pemicu ke-3 Pukul Ruangan

: Blok Gastro Intestinal System : dr. Zairul Arifin, Sp. A, DAFK : : 2 November 2010 dan 5 November 2010 : 10.30 13.00; 09.30-12.00 : Ruang tutorial 1

4. SALINAN PEMICU Ny. P, 25 tahun, sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur di pasar pagi, datang ke prakter dokter umum dengan keluhan gatal dan rasa panas pada kedua kelopak mata. Hal ini dialami os selama 10 bulan belakangan ini, bersifat hilang timbul. Dirasakan os setelah sebelumnya os mengalami iritasi ringan pada kedua matanya. Selama ini os memakai obat tetes mata yang dibeli bebas di toko obat. Tidak ada riwayat keluarga tang mengalami hal seperti os. Apa yang terjadi pada os tersebut di atas?

MORE INFO: Awalnya dimulai dengan gejala yang ringan, dengan keluarnya sekret dan gatal, berlanjut menjadi sekret yang pekat terutama pada pagi hari dan bertambah gatal, kemerahan serta bulu mata rontok (madarosis). Dari hasil pemeriksaan mikrobiologi dijumpai adanya bakteri Staphylococcus aureus. Apa tindakan yang dilakukan pada Ny. P?

5. Tujuan pembelajaran : Mampu mengintegrasikan konsep dasar sistem indra manusia, baik secara anatomi, histologi, dan fisiologi dalam keadaan patologis yang timbul akibat kelainan pada keadaan normal tersebut.

6. Pertanyaan yang muncul dalam curah pendapat : Anatomi kelopak mata Histologi kelopak mata Fisiologi kelopak mata Blepharitis

7. Jawaban atas pertanyaan : Anatomi Kelopak Mata Kelopak mata adalah dua lipatan tipis yang dapat digerakkan dan menutupi bagian depan dari bola mata. Palpebrae bersifat protektif terhadap mata, baik dari eksposur cahaya berlebih ataupun trauma. Palpebrae terbagi dua, yaitu superior dan inferior, dimana bagian superior lebih besar dan bergerak lebih bebas, oleh karena terdapat m.levator palpebrae superior.

Palpebrae ditutupi oleh kulit pada bagian luar dan conjunctiva pada bagian dalam. Kulit palpebrae tipis dan hampir transparan. Jaringan pendukung utama pada setiap palpebrae adalah suatu jaringan fibrosa padat yang tersusun seperti piringan yang disebut tarsal dan septum orbita yang melekatkan piringan tersebut ke pinggiran bola mata. Otot utama pada palpebrae adalah m.orbicularis oculi.

Pada bagian pinggir palpebrae terdapat suatu tonjolan kecil berisi lacrimal papilla, sekitar 1/6 jarak dari medial canthus ke mata.

Vaskularisasi Palpebrae

Innervasi Palpebrae

Histologi Palpebrae Secara histologi, palpebrae dilapisi oleh kulit di bagian luar dan konjungtiva di bagian dalam, hal ini menyebabkan epitel penyusun palpebrae sama dengan kulit dan konjungtiva. Untuk pergerakan dari palpebrae, ada 2 otot yang berperan, yaitu: M. Orbicularis oculi Menutup palpebrae M. Levator palpebrae Membuka palpebrae Selain itu, terdapat juga beberapa kelenjar pada bagian palpebra, yaitu: Kelenjar Maebomian Kelenjar Zeiss Kelenjar Moll 7

Fisiologi Palpebrae Palpebrae berperan penting dalam 2 hal, yaitu mengedip dan lakrimasi. Mengedip (Blinking/Corneal Reflex) Mengedip adalah suatu refleks protektif bertujuan untuk melindungi bola mata dari trauma, ataupun eksposur cahaya yang berlebihan. Jalur sensorik 8

untuk mengedip diperantarai oleh N. Trigeminus, sedangkan untuk respon motorik oleh N. Facialis yang mempersarafi M. Orbicularis Oculi. Lakrimasi Lakrimasi adalah suatu proses yang bertujuan untuk membasahi dan juga membersihkan bola mata. Air mata dihasilkan oleh kelenjar lakrimal, baik utama ataupun tambahan dan dapat dipicu oleh berbagai macam hal, seperti kondisi psikis, basal, ataupun refleks.

Seperti halnya refleks lainnya, terdapat jalur sensorik dan motorik. Pada refleks lakrimasi, jalur sensorik oleh nervus trigeminus, sedangkan motorik oleh nervus facialis yang mempersarafi lacrimal gland.

Blepharitis Blepharitis adalah radang pada kelopak mata yang ditandai oleh produksi minyak yang berlebihan oleh kelenjar di dekat kelopak mata. Etiologi Infeksi: Bakteri Virus jamur

Non-infeksi: Alergi Kelainan kelopak mata Trauma kelopak

Faktor Resiko Kelainan metabolisme Kurang menkonsumsi vitamin Higiene buruk Alergi Umur

Epidemiologi 9

Blepharitis stafilokokus sering pada wanita usia 42 tahun dan biasanya disertai dengan mata kering pada 50 % kasus. Blepharitis seboroik umumnya terjadi pada wanita dan laki-laki usia 50 tahun dan disertai dengan mata kering pada 33% kasus. Blepharitis meibom umumnya terjadi pada wanita dan laki-laki usia 50 tahun dan disertai dengan mata kering pada 20-40% kasus. Klasifikasi Berdasarkan lokasinya, blepharitis dapat dibagi menjadi: Blepharitis anterior Mengenai kelopak mata bagian luar depan (tempat melekatnya bulu mata). Umumnya disebabkan oleh stafilokokus dan dermatitis seborrhoik. Blepharitis posterior Mengenai kelopak mata bagian dalam (bagian kelopak mata yang lembab, yang bersentuhan dengan mata. Umumnya disebabkan kelainan pada kelenjar minyak. Berdasarkan bentuknya, blepharitis dapat dibagi menjadi: Blepharitis superfisial Blepharitis seborrheik Blepharitis skuamosa Blepharitis ulseratif Blepharitis angularis Meibomianitis

Patogenesis Blepharitis muncul sebagai akibat dari ketidakseimbangan sistem interaksi antara host, vector, dan juga lingkungan.

10

Faktor lingkungan berperan dalam masuknya stafilokokus ke dalam tubuh. Stafilokokus yang masuk kemudian bertahan dalam tubuh inang. Hal ini dipengaruhi oleh sistem imun yang menurun dan juga akibat virulensi dari stafilokokus.

Stafilokokus sendiri menghasilkan infeksi melalui beberapa mekanisme, yaitu: Menghasilkan protein A Menghambat limfosit B sehingga tidak terbentuk antibodi Melakukan lisis eritrosit Menghasilkan Fe yang berperan dalam pembentukan dinding sel bakteri Menghasilkan TSST (Toxin) Menghambat limfosit T yang menyebabkan terhambatnya aktivasi limfosit B dan menyebabkan terganggunya proses opsonisasi Mekanisme-mekanisme tersebut menyebabkan kegagalan fagosit bakteri. Kegagalan tersebut menyebabkan kolonisasi bakteri sehingga kemudian memunculkan berbagai manifestasi klinis.

Manifestasi Klinis Manifestasi klinis yang muncul pada blepharitis adalah akibat proses inflamasi yang terjadi. Manifestasi klinis tersebut antara lain: Rasa nyeri Akibat perangsangan reseptor polimodal sehingga menghasilkan sinyal rasa nyeri Merah Vasodilatasi pembuluh darah Panas Vasodilatasi pembuluh darah Fotofobia Gangguan pada refleks mengedip dan perangsangan berlebihan pada reseptor cahaya Madarosis

11

Hipersekresi kelenjar maebomian Diferensial Diagnosis Basal cell carcinoma Conjunctivitis Meibominan gland disfunction Squamous cell carcinoma Trichiasis Chalazion Hordeolum Diagnosis dan Pemeriksaan Diagnosis ditegakkan berdasarkan: Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan lapangan pandang Pemeriksaan palpebrae Pada pemeriksaan fisik ditemukan : o o o o o o o o o o o o Sensasi terbakar Rasa gatal Kemerahan pada palpebrae Mata merah Defisiensi lakrimasi Sensasi adanya benda aneh Photophobia Penurunan penglihatan

Pada pasien infeksi stafilokokus ditemukan: Abses rekuren (external or internal hordeolum) Trichiasis Ulserasi pada akar bulu mata, jika ulserasi semakin dalam, menyebabkan rontoknya bulu mata (madarosis) Jaringan parut pada palpebrae Pemeriksaan Laboratorium Kultur mikroorganisme Biopsi Pencitraan 12

Slit Lamp Biomicroscopy Penatalaksanaan Non-Farmakologi Menjaga higienitas Kompres dengan air hangat untuk mengurangi kerak Penekanan kelenjar meibomian untuk mengeluarkan nanah Pada infeksi ringan kompres basah dengan asam bromida (HBr) Bersihkan krusta dengan cara mencuci dengan air dan shampo bayi

Farmakologi Salep antibiotik (mis. Eritromisin) Antibiotik oral tetrasiklin 2 x 250 mg / eritromisin 3 x 250 mg atau sesuai hasil kultur dan kortikosteroid topikal (short-term) prednisolon 0,125 % dua kali sehari Akibat alergi: steroid lokal atau sistemik (cegah untuk pemakaian lama), untuk mengurangi gatal berikan antihistamin Pencegahan Primer Menjaga kebersihan diri dan lingkungan Cuci tangan, rambut, dan muka secara teratur Hindari penggunaan make up terlalu lama Hindari pencabutan bulu mata Atasi penyakit lain yang berkaitan segera

Sekunder Pengobatan penyakit primer secara tuntas Pemijatan 3 -10 Segera ke dokter jika terjadi kekambuhan

Tersier Hindari faktor pencetus Segera rujuk jika terjadi komplikasi

Komplikasi Madarosis 13

Trichiasis Keratitis superficial Keratitis punctata Hordeolum Chalazion Ectropion Conjunctivitis Prognosis Umumnya baik apabila penatalaksanaan secara cepat dan tepat. Namun sering terjadi kekambuhan pada penderita. Indikasi Rujuk Blepharitis adalah suatu penyakit dengan standar kompetensi 3A. Hal ini berarti dokter umum dapat memberikan penanganan awal, namun harus segera dirujuk apabila terjadi komplikasi ataupun jika dibutuhkan tindakan pembedahan.

8. Ulasan Terjadinya sensasi silau adalah akibat peradangan menyebabkan perangsangan berlebihan terhadap reseptor. Terjadi gangguan pada refleks kedip sehingga paparan cahaya meningkat

9. Kesimpulan : Ny. P menderita blepharitis anterior tipe ulseratif karena infeksi stafilokokus Tatalaksana : kompres hangat 5-10 menit + antibiotik topikal.

14

10. Daftar Pustaka 1. Katzung, Bertram G. Farmakologi Dasar dan Klinik. 6th ed. Jakarta: EGC. 2. Junqueira LC and Carneiro J. Histologi Dasar Teks & Atlas. 11th ed. Jakarta: EGC 2005 3. Sherwood L. Human Physiology from Cells to Systems. In Cossio Y, Arbogast M, Oliveira L, Arvin S, et al., editors. 7th ed. Canada: Cengage 2010 4. Stanndring, Susan. Grays Anatomy: The Anatomical Basis to Clinical Practice. 39th ed. Philadelphia: Elsevier Inc. 200 5. Wallace RJ, Griffith DE. In : Kasper DL, Fauci AS, Longo DL, Braunwald E,Hauser SL, Jameson JL. Harrison's Principles of Internal Medicine. 16th Edition. McGraw-Hill. New York. 2005

15