Anda di halaman 1dari 16

STRATEGI PENGUATAN UNIT KERJA DALAM RANGKA IMPLEMENTASI ROADMAP DI KEMENTERIAN KESEHATAN

Asisten Deputi Kelembagaan Bidang Kesejahteraan Rakyat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi

The Park Lane Senin 4 Maret 2013

KETATALAKSANAAN/ BUSSINESS PROCESS

PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS

KELEMBAGAAN/ ORGANISASI

PELAYANAN PUBLIK

SDM APARATUR

KELEMBAGAAN BIROKRASI
Birokrasi merupakan faktor penentu
keberhasilan upaya merealisasikan good governance Realitanya menunjukkan bahwa birokrasi tidak selalu dapat mengaktualisasikan peran dan fungsinya tersebut secara optimal dan menghasilkan kinerja yang signifikan reformasi birokrasi menjadi suatu keharusan atau sesuatu yang mutlak harus dilakukan diperlukan reformasi terhadap seluruh sumber daya birokrasi yang meliputi dimensidimensi struktur organisasi birokrasi pemerintahan, sistem atau manajemen publik, dan sumber daya manusia aparatur

PERATURAN PRESIDEN NOMOR 81 TAHUN 2010 TENTANG GDRB 2010-2015

Reformasi Birokrasi memiliki makna sebuah perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan Indonesia

AREA
ORGANISASI TATA LAKSANA

HASIL YANG DIHARAPKAN


Organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing) Sistem, proses, dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, terukur dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance Regulasi yang tertib, tidak tumpang tindah, dan kondusif SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, kapabel, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera Meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKn Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi

PERATURAN PER-UU-AN SDM APARATUR PENGAWASAN AKUNTABILITAS

PELAYANAN PUBLIK
POLA PIKIR DAN BUDAYA KERJA APARATUR

Pelayanan prima yang sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat


Birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi

SASARAN REFORMASI BIROKRASI

Birokrasi yang Efisien Mengurangi pemborosan keuangan negara melalui program-program penghematan biaya operasional birokrasi dan penghitungan beban belanja riil birokrasi yang terkait dengan besaran organisasi. Birokrasi yang Terdesentralisasi Perwujudan aturan dan mekanisme pemberian kewenangan yang lebih besar kepada daerah dan instansi terdepan, tetapi tidak menjurus pada pembengkakan organisasi pemerintah.

Menurunnya tumpang tindih tugas pokok dan fungsi antar K/L dan Pemda Meningkatnya kapasitas kelembagaan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi K/L dan Pemda

Manajemen Perubahan Konsultasi dan Asistensi Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Knowledge Management

Restrukturisasi tugas dan fungsi unit kerja pada K/L dan Pemda Penguatan unit kerja yang menangani organisasi, tatalaksana, pelayanan publik, kepegawaian & diklat

Untuk menentukan struktur organisasi : struktur yang ada harus menggambarkan tugas dan fungsi organisasi; struktur itu menunjang dan sesuai perkembangan misi dan strategi; struktur itu menggambarkan pengelompokkan fungsi yang paling logis; struktur itu mendayagunakan sumber daya di dalam organisasi.

1. Tugas adalah Kewenangan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Fungsi merupakan penjabaran dari tugas dan nantinya akan diemban oleh profesi atau jabatan yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas.

PENGUATAN ORGANISASI
Efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas dan fungsi
Menghindari duplikasi tugas dan fungsi Mengurangi Pembengkakan struktur organisasi Penghematan anggaran

SASARAN

TUJUAN

tersedianya peta tugas dan fungsi unit kerja yang tepat fungsi dan tepat ukuran perubahan budaya kerja organisasi penguatan organisasi

INDIKATOR KINERJA

PRINSIP ORGANISASI
Kejelasan Visi, Misi, dan Strategi Pembagian habis tugas Fungsionalisasi Keberlangsungan tugas Pengelompokan tugas yang sejenis Kejelasan kewenangan Rentang kendali Kejelasan dalam pembaganan

FOKUS PENATAAN ORGANISASI DALAM RANGKA PERCEPATAN REFORMASI BIROKRASI

Daerah

Evaluasi dan Penataan Organisasi K/L dan Pemda Penataan Jabatan Struktural Eselon III dan IV terutama pada unsur pelaksana dan penunjang

Penataan Struktur Birokrasi

Evaluasi LPNK Evaluasi LNS Lanjutan

Pusat Evaluasi UPT (Unit Pelaksana Teknis) Eselon II

TATALAKSANA

1.Penyusunan SOP penyelenggaraan tugas dan fungsi 2.Pembangunan atau pengembangan e-government :
a. b. c. d. e. f. e-Office; e-Planning; e-Budgetting; e-Procurement; e-Performance. e-Audit

PELAYANAN PUBLIK
a. Peningkatan Pelayanan Perizinan: Kejelasan Biaya, Persyaratan, dan Waktu pengurusan Perizinan. Penguatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; b. Penguatan Budaya Pelayanan Prima Melalui: Penetapan dan Penerapan Standar Pelayanan Publik dan Maklumat Pelayanan (Melalui Implementasi UU tentang Pelayanan Publik dengan Pembentukan Perwakilan Komisi Ombudsman di Daerah-Daerah); Pemeringkatan Pelayanan Publik Seluruh K/L dan Pemda; Survei IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat);

Pengelolaan Pengaduan Masyarakat.

KEPEGAWAIAN DAN DIKLAT a. Penetapan Standar Kompetensi Jabatan; b. Mutasi dan Rotasi Sesuai Kompetensi Secara Perodik; c. Peningkatan Kemampuan PNS Berbasis Kompetensi dengan Membangun Sistem Nasional Diklat PNS Berbasis Kompetensi; d. Sertifikasi Kompetensi Profesi; e. Penegakan Etika dan Disiplin Pegawai Negeri; f. Pengukuran Kinerja individu; g. Penguatan Jabatan Fungsional : Penambahan Jumlah Jabatan Fungsional; Penetapan Pola Karier Jabatan Fungsional; Peningkatan Kemampuan Jabatan Fungsional; dan Peningkatan Tunjangan Jabatan Fungsional.

TERIMA KASIH