Anda di halaman 1dari 58

TUGAS SOFTSKILL BAB I - IV (PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN #) Dosen : Bapak Sri Waluyo

Disusun Oleh : Firda Annisa : 12211885

Kelas : 2EA27 UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN

Kata pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Tugas Makalah Softskill Pendidikan Kewarganegaraan ini, tanpa adanya suatu halangan. Selain itu saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada

1. Bapak Nurhadi selaku Dosen Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang saat ini membimbing saya 2. Ke Dua Orang Tua Saya yang saat ini selalu meberikan dukungan Moral, Material dan Doa yang senantiasa di berikan kepada saya. 3. Teman Teman Sekelas 2EA27 yang selalu memberikan Semangat satu sama lain.

Saya menyadari bahwa saya masih dalam tahap belajar, dimana pengetahuan yang saya miliki masih sedikit. Sehingga masih banyak kesalahan dan kekurangannnya. Semoga tugas terstruktur ini akan bermanfaat bagi orang banyak. Demikian yang dapat saya tulis dan atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Bekasi, 19 Mei 2013

Firda Annisa

Page 2 of 54

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ......................................................................................................... 1 Daftar Isi BAB I ........................................................................................................ 2 KOMUNIKASI ANTARBUDAYA 1.A Latar Belakang Komunikasi Antarbudaya ................................4 1.B Perumusan Masalah ....................................................................5 1.C Kebutuhan Mempelajari Komunikasi Antarbudaya ...................5 1.D Suatu Pendekatan Terhadap Komunikasi Antarbudaya ............. 7 1.E Komunikasi......... 8 1.F Budaya ................ 10 1.G Komunikasi Antarbudaya .......................................................... 11 1.H Budaya dan Komunikasi ............................................................ 12 1.I Kesimpulan .................................................................................. 17

BAB II

MULTIKULTURALISME 2.A Latar Belakang Multikulturalisme ............................................ 18 2.B Perumusan Masalah .................................................................... 19 2.C Tantangan Keindonesia-an .........................................................19 2.D Multikulturalisme ....................................................................... 20 2.E Masyarakt Multikultural. 21 2.F Multikultural dalam Pembentukan Identitas Diri ........... 23 2.G Budaya Politik Masyarakat Multikultural .................................. 24 2.H Demokrasi sebagai Budaya Politik Mayarakat Multikultural Modern ................................................................. 25

Page 3 of 54

2.I Kesimpulan ................................................................................ 28

BAB III

PEREKONOMIAN INDONESIA 3.A Latar Belakang Perekonomian Indonesia ................................. 29 3.B Perumusan Masalah ................................................................... 31 3.C Perekonomian Indonesia ............................................................ 31 3.D Sistem Ekonomi Gerakan Benteng 33 3.E Perekonomian Indonesia Saat Ini ... 34 3.F Laporan Perekonomian Indonesia .............................................. 37 3.G Macam Macam Sistem Perekonomian Indonesia .................. 38 3.H Kesimpulan ................................................................................ 40

BAB IV

HUKUM DI INDONESIA 4.A Latar Belakang Hukum di Indonesia ........................................ 41 4.B Perumusan Masalah ....................................................................42 4.C Hukum Indonesia ....................................................................... 43 4.D Pengertian Hukum Menurut Para Ahli Hukum .. 44 4.E Bidang Hukum ................ 4.F Sistem Hukum di Indonesia ........................................................ 48 4.G Peradilan di Indonesia ................................................................ 49 4.H Kesimpulan ................................................................................ 53 46

5. Daftar Pustaka ............................................................................. 54

Page 4 of 54

BAB I KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

1.A. Latar Belakang Komunikasi Antarbudaya


Istilah Komunikasi antarbudaya sering dipertukarkan dengan istilah komunikasi lintas budaya (cross-cultural communication) dan terkadang diasosiasikan dengan komunikasi antaretnik (interethnic communication), komunikasi antarras (interracial communication) dan komunikasi internasional (international communication). Komunikasi antarbudaya sebenarnya lebih inklusif daripada komunikasi anaretnik atau komunikasi antarras, karena bidang yang dipelajarinya tidak sekedar komunikasi antara dua kelompok etnik atau dua kelompok ras. Komunikasi antarbudaya lebih informal, personal dan tidak selalu bersifat antarbangsa / antarnegara, komunikasi, internasional cenderung, mempelajari komunikasi antarbangsa lewat saluran formal dan media massa. Bila komunikasi terjadi antara orang orang yang berbeda bangsa, ras, bahasa, agama, tingkat pendidikan, status social, atau bahkan jenis kelamin, komunikasi demikian disebut komunikasi antarbudaya. Hal ini sepintas mengisyaratkan bidang yang harus dikuasai para diplomat kawakan, mahasiswa asing di suatu Negara, guru di sebuah sekolah internasional, wisatawan mancanegara, pengusaha internasional, manaj sebuah hotel international, pekerja social atau antropolog terkemuka itu tidak salah. Namun sebenarnya setiap komunikasi kita dengan orang lain mengandung potensi antarbudaya seyogianya merupakan kepedulian siapa saja yang ingin berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Para ilmuwan social mengakui bahwa budaya dan komunikasi itu mempunyai hubungan timbale balik, seperti dua sisi dari satu mata uang. Budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi, dan pada gilirannya komunikasi pun turut menentukan, memelihara, mengembangkan atau mewariskan budaya. Budaya budaya yang berbeda memiliki system system nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda dan bahwa memang benar ada kesulitan kesulitan komunikasi yang dihadapi, yang diakibatkan perbedaan dalam ekspektasi kultural masing masing. Perilaku manusia memang tidak bersifat acak, semakin kita mengenal budaya orang lain, semakin terampilah kita memperkirakan ekspektasi orang itu dan memenuhi ekspektasinya tersebut. Ekspektasi ini dan cara kita memenuhinya didasarkan pada apa yang telah terjadi sebelumnya. Setelah terjadi banyak pengulangan, kita biasanya dapat memastikan apa yang bakal terjadi, sehingga kita merasa tidaklah mungkin untuk melanggar aturan atau norma itu.
Page 5 of 54

Perbedaan perbedaan ekspektasi budaya dapat menimbulkan risiko yang fatal, bahwa perbedaan ekspektasi itu membawa resiko besar juga. Perbedaan perbedaan ekspektasi dalam komunikasi sekurang kurangnya menyebabkan komunikasi tidak lancar, timbul perasaan tidak nyaman atau kesalahpahaman, kesalahpahaman masih sering terjadi ketika kita bergaul dengan kelompok kelompok budaya yang berbeda. Problem utamanya adalah kita cenderung menganggap budaya kita sebagai suatu kemestian, tanpa mempersoalkannya agi (taken for granted) dan karenanya kita menggunakannya sebagai standar untuk mengukur mengukur budaya lain. Bila seseorang tidak menyetujui nilai nilai kita, sebenarnya itu tidak berarti bahwa orang itu salah, bodoh atau sinting, secara cultural orang itu sedikit berbeda dari kita. Ketika kita berkomunikasi dengan orang orang lain, dan dihadapkan dengan bahasa bahasa, aturan aturan, dan nilai nilai yang berbeda. Sulit bagi kita untuk memahami komunikasi mereka bila kiita sangat etriosentric, etrionsentric itu sendiri mempunyai arti yaitu : memandang segala sesuatu itu, dan hal hal lainnya di ukur dan dinilai berdasarkan rujukan kelompoknya. Pandangan pandangan etriosentric itu antara lain berbentuk stereotip yaitu suatu generalisasi atas sekelompok orang, objek atau peristiwa yang secara luas dianut suatu budaya.

1.B. Rumusan Masalah


Dalam kesempatan kali ini saya akan memaparkan poin-poin tersebut di bawah ini : 1. Apakah Kebutuhan Mempelajari Komunikasi Antarbudaya penting ? 2. Bagaimana Suatu Pendekatan antarbudaya dapat di jalankan ? 3. Seperti apa Unsur-unsur Komunikasi ?

1.C. Kebutuhan Mempelajari Komunikasi Antarbudaya


Kebutuhan mempelajari komunikasi antarbudaya semakin terasakan karna semakin banyak orang asing yang datang kenegara kita. Untuk bangsa Indonesia, pengajaran komunikasi antarbudaya lebih penting lagi mengingat bangsa kita terdiri dari berbagai suku bangsa dan ras. Dalam kehidupan sehari hari apalagi di kota kota besar, pertemuan kita dengan mereka tidak terhindarkan. Di Negara kita terdapat banyak subkultur : ras, suku bangsa, agama, latar belakang daerah, latar belakang pendidikan, dan sebagainya. Banyak orang orang Indonesia atu bahkan keluar negeri untuk belajar, bisnis atau bekerja. Demi kelancaran tugas mereka, penting bagi mereka untuk mengetahui asas asas komunikasi antarbudaya. Page 6 of 54

Meskipun berbagai kelompok budaya semakin sering berinteraksi, bahkan dengan bahasa yang sama sekalipun, tidak berarti komunikasi akan berjalan mulus atau bahwa dengan sendirinya akan tercipta saling penertian, antara lain, sebagian diantara kita masih punya prasangka terhadap kelompok budaya lain, sebagian diantara kita masih punya prasangka terhadapa kelompok budaya lain dan enggan bergaul dengan mereka. Masih sering terdengar juga bahwa orang Sunda dan orng Jawa beranggpan bahwa mereka halus dan sopan dan bahwa orang batak kasar, nekad, suka berbicara keras, pemberang, dan sering berkelahi. Tapi orang Batak sendiri menganggap bahwa mereka pemberani, terbuka, suka berterus terang, pintar, rajin, kuat dan tegar. Mereka menganggap orang Sunda dan Jawa Halus dan Sopan, tapi lemah dan tidak suka berterus terang. Apa yang orang sunda kekasaran bagi orang batak justru kejujuran. Apa yang orang sunda anggap kehalusan, bagi orang batak justru kemunafikan dan kelemahan. Bila ada orang kita enggan bergaul akrab dengan suku lain, meskipun satu bangsa, kemungkinan besar ia lebih enggan untuk bergaul dengan orang dari bangsa - bangsa lain. Kesamaan bahasa saja belum belum menjamin bahwa orang yang bersangkutan mampu bergaul secara luwes dengn orang asing berbahasa tersebut, meskioun kesamaan bahasa merupakan bekal penting untuk menciptakan hubungan yang memuaskan. Ada pula alas an dan tujuan mempelajari Komuikasi antarbudaya : 1. Dunia sedang menyusut dan kapasitas untuk memahami keanekaragaman budaya sangat diperlukan. 2. Semua budaya berfungsi dan penting bagi pengalaman anggota anggota budaya tersebut meskipun nilai nilai berbeda. 3. Nilai nilai setiap masyarakat sebaik nilai nilai masyarakat lainnya. 4. Setiap individu dan atau budaya berhak menggunakan nilai nilainya sendiri. 5. Perbedaan perbedaan individu itu penting, namun ada asumsi asumsi dan pola pola budaya mendasar yang berlaku. 6. Pemahaman atas nilai nilai budaya sendiri merupakan prasyarat untuk mengidentifikasi dan memahami nilai budaya budaya lain. 7. Dengan mengatasi hambatan hambatan budaya untuk berhubungan dengan orang lain kita memperoleh pemahaman dan penghargaan bagi kebutuhan, aspirasi, perasaan dan masalah manusia. 8. Pemahaman atas orang lain secara lintas budaya dan antarpribadi adalh suatu usaha yang memerlukan keberanian dan kepekaan. Semakin mengancam
Page 7 of 54

pandangan dunia orang itu bagi pandangan dunia kita, semakin banyak yang harus kita pelajari dari dia, tapi semakin berbahaya untuk memahaminya. 9. Pengalaman pengalaman antarbudaya dapat menyenangkan dan memenuhi kepribadian. 10. Keterampilan keterampilan komunikasi yang diperoleh memudahkan perpindahan seseorang dari pandangan yang monokultural terhadap interaksi manusia ke pandangan multicultural. 11. Perbedaan perbedaan budaya menandakan kebutuhan akan penerimaan dalam komunikasi, namun perbedaan perbedaan tersebut secara arbitrer tidaklah menyusahkan atau memudahkan. 12. Situasi situasi komunikasi antarbudaya tidaklah static dan bukan pula stereotip, karena itu seorang komunikator tidak dapat dilatih untuk mengatasi situasi.

Alas an pertama untuk mempelajari komunikasi antarbudaya , yaitu bahwa dunia sedang menyusut, proses itu sering disebut globalisasi. Dunia pendidikan ditantang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu menghadapi pencepatan proses globalisasi yang ditimbulkan liberalisasi ekonomi dan system perdagangan bebas secara global. Untuk bisa memahaminya, langkah pertama yang harus dilakukan seorang professional adalah memahami budayanya sendiri (nilai keyakinan, asumsi, dan dorongan internal) berikutnya barulah mencoba memahami budaya ekspatriat. Bermodal itu, kedua professional lantas mengidentifikasi perbedaan dan persamaan budaya masing masing, dan akhirnya mengidentifikasi unsur unsur yang bisa mensukseskan bisnis. Langkah puncaknya, para professional itu secara bersama sama membentuk strategi lintas budaya yang terpadu guna mencapai tujuan bisnis.

1.D. Suatu Pendekatan Terhadap Komunikasi Antarbudaya


Dalam decade 1960-an dn 1970-an, berbagai peristiwa telah menimbulkan pengaruh besar di dunia. Pembangunan yang cepat dan luas dalam bidang transportasi dan komunikasi menyebabkan dunia susut. Kita memasuki era dunia. Mobilitas kita teah meningkat sehingga jarak tidak lagi merupakan masalah. Pesawat pesawat jet dapt membawa kita kemana saja dengan waktu yang singkat. Orang orang di seluruh dunia bergerak. Para pedagang inernasional, mahasiswa mahasiswa asing, diplomat diplomat, dan terutama turis turis masuk dan keluar dari aneka ragam budaya yang
Page 8 of 54

sering tampak asing dan kadang kadang misterius. Kini kita mempunyai banyak kesempatan untuk melakukan hubungan hubungan antarbudaya dalam hidup kita sehari hari. Sementara fenomena global ini tengah berlangsung, ada pula sejenis revolusi budaya di Negara kita sendiri. Kejadian kejadian domestic telah memaksa kita memperhatikan budaya budaya, subbudaya budaya, dan subkelompok subkelompok yang baru. Orang orang dari suku bangsa lain, orang orang Cina, kaum Wanita, kaum homoseks, kaum miskin, para pecandu obat bius, kaum remaja, dan kelompok kelompok lain yang tak terhitung jumlahnya, semakin nyata dan vocal, dan mereka merisikan banyak orang. Sering, perilau komunikatif mereka tampak asing, bahkan aneh, dan gagal memenuhi harapan kita. Perhatian terhadap kelompok kelompok minoritas ini telah menyadarkan kita bahwa kontak antarbudaya tidak saja tak terhindarkan, tapi juga tak berhasil. Pendeknya kita telah dapatkan bahwa komunikasi antarbudaya itu sulit. Bahkan bila habatan bahasa pun tertanggulangi, kita masih juga gagal memahami dan dipahami. Kegagalan ini baik di arena international ataupun di arena domestic, memaksa kita mengawinkan budaya dan komunikasi dan menjadikan komunikasi antarbudaya sebagai suatu bidang studi. Dalam perpaduan ini adalah gagasan bahwa komunikasi antarbudaya memerlukan penelitian tentan budaya dan kesulitan kesulitan berkomunikasi dengan pihak pihak yang berbeda budaya. Komunikasi antarbudaya terjadi bila pengirim pesan adalah anggota dari suatu budaya dan penerimaan pesannya adalah anggota dari suatu budaya lain. Oleh karena itu, kita akan membahas hubungan antara komunikasi budaya dan komunikasi antarbudaya.

1.E. Komunikasi
Untuk memahami komunikasi antarbudaya, terlebih dulu kita harus memahami komunikasi manusia. Memahami komunikasi manusia berarti memahami apa yang trjadi selama komunikasi berlangsung, mengapa itu terjadi, apa yang dapat terjadi, akibat akibat apa yang terjadi, dan akhirnya apa yang akan kita perbuat untuk mempengaruhi dan memaksimalkan hasil hasil dari kejadian tersebut.

Memahami dan Mendefinisikan Komunikasi Kita mulai dengan asumsi dasar bahwa komunikasi berhubungan dengan perilaku manusia dan kepuasan terpenuhinya kebutuhan berinteraksi dengan manuia manusia
Page 9 of 54

lainnya. Hampir setiap orang membutuhkan hubungan social dengan orang orang lainnya, dan kebutuhan ini terpenuhi melalui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia manusia yang tanpa berkomunikasi akan terisolasi. Pesan pesan itu mengemuka lewat perilaku manusia. Ketika itu melambaikan tangan, tersenyum, bermuka masam, menganggukan kepala, atau memberikan suatu isyarat, kita juga sedang berperilaku. Sering perilaku perilaku ini merupakan pesan pesan. Pesan itu digunakan untuk mengkonsumsikan sesuatu kepada seseorang. Sebelum perilaku itu dapat disebut pesan, perilaku itu harus memenuh dua syarat. Pertama, perilaku harus diobservasi oleh seseorang dan kedua, perilaku harus mengandung makna. Dengan kata lain, setiap perilaku yang dapat diartikan adalah suatu pesan. Bila kita memeriksa pernyataan akhir tersebut, kita dapat menemukan beberapa implikasi. Pertama, kata setiap menunjukan kepada kit, baik perilaku verbal ataupun perilaku nonverbal dapat berfungsi sebagai pesan. Pesan verbal terdiri dari kata kata terucap atau tertulis (berbicara dan menulis adalah perilaku perilaku yang menghasilkan kata kata) sementara pesan nonverbal adalah seluruh perbendaharaan perilaku lainnya. Kedua, perilaku mungkin disadari ataupun tidak disadari, kadang kadang kita itu bersifat nonverbal. Kebiasaan kebiasaan seperti menggigit kuku jari tangan, mengagukkan kepala, menatap dan tersenyum misalnya, seringkali berlangsung tanpa disadari. Bahkan perilaku perilaku seperti duduk membungkukj di kursi, mengunyah permen karet, atau menyesuaikan letak kacamata, seringkali merupakan perilaku perilaku tak disadari. Oleh karena suatu pesan terdiri dari perilaku perilaku yang dapat diartikan, kita harus mengakui kemungkinan memberikan pesan yang tidak kita ketahui. Implikasi ketiga dari pesan perilaku ini adalah bahwa kita sering berperilaku tanpa sengaja. Misalnya, bila kita malu kita mungkin menampilkan muka yang bersemu merah atau berbicara tidak lancar. Kita tidak bermaksud untuk menampilkan muka yang meah atau suara yang gagap, tetapi toh kita berperilaku demikian. Perilaku yang tidak disengaja ini menjadi pesan bila seseorang melihatnya dan menangkap suatu makna dari perilaku itu. Dengan konsep mengenai hubungan hubungan perilaku sadar taksadar dan sengaja tak disengaja ini, sekarang kita siap merumuskan suatu definisi komunikasi. Disini, komunikasi didefinisikan sebagai apa yang terjadi bila makna diberikan kepada suatu perilaku. Bila seseorang memperhatikan perilaku kita dan memberinya makna, komunikasi telah terjadi terlepas dari apakah kita menyadari perilaku kita atau tidak menyengajanya atau tidak. Bila kita memikirkan hal ini, kita harus menyadari bahwa tidak mungkin bagi kita untuk tidak berperilaku. Setiap perilaku memiliki potensi
Page 10 of 54

komunikasi. Maka tidaklah mungkin bagi kita untuk tidak berkomunikasi dengan kata lain, kita tak dapat tidak berkomunikasi.

Unsur Unsur Komunikasi Sebelum kita memeriksa unsure unsure komunikasi, kita harus memiliki suatu definisi yang menegaskan unsure unsure tersebut dan hubungan antar unsure. Karena tujuan kita dalam mempelajarai komunikasi antarbudaya adalah untuk mengembangkan keterampilan keterampilan yang kita terapkan dengan sengaja, definisi kerja komunikasi di sini akan menealnkan komunikasi yang dilakukan dengan sengaja. Komunikasi sekarang didefinisikan sebagai suatu proses dinamik transaksional yang mempengaruhi perilaku sumber dan penerimanya dengn sengaja menyandi (to code) perilaku mereka untuk menghasilkan pesan yang mereka salurkan lewat suatu saluran (channel) guna merangsamg atau memperoleh sikapatau perilaku tertentu. Komunikasi akan lengkap hanya bila penerima pesan yang dimaksud mempersepsi atau mencerap perilaku yang disandi. Memberi makna kepadanya dan terpengaruh olehnya. Dalam transaksi ini harus dimasukkan semua stimuli sadar taksadar, sengaja taksengaja, verbal, nonverbal dan kontekstual yang sebagai isyarat isyarat kepada sumber dan penerima tentang kualitas dan kredibilitas pesan. Pertama, komunikasi itu dinamik. Komunikasi adalah suatu aktifitas yang terus berlangsung dan selalu berubah. Sebagai para pelaku komunikasi, secara konstan kita dipengaruhi oleh pesan orang lain dan sebagai konsekuensinya, kita mengalami perubahan yang terus menerus. Setiap orang kita dalam hidup seharii hari bertemu dan berinteraksi dengan orang orang dan orang orang ini mempengaruhi kita. Setiap kali kita terpengaruh, kita berubah, seberapa kecilpun perubahan itu. itu berarti bahwa kita menjalani hidup ini sebagai orang orang yang terus menerus berubah orang orang dinamaik. Kedua, komunikasi itu interaktif. Komunikasi terjadi antara sumber dan penerima. Ini mengimplikasikan dua orang atau lebih yang membawa latar belakang dan pengalaman unik mereka masing masing ke peristiwa komunikasi. Latar belakang dan pengalaman mereka tersebut mempengaruh interaksi mereka. Interaksi dapat menandakan situasi timbale balik yang memungkinkan setiap pihak mempengaruhi pihak lainnya. Ketiga, komunikasi itu tak dapat dibalik (irrevisible) dalam arti bahwa sekali kita mengatakan sesuatu dan seseorang telah menerima dan mendecode pesan, kita tak dapat menarik kembali pesan itu dan sama sekali meniadakan pengaruhnya. Sekali penerima telah dipengaruhi oleh suatu pesan, pengaruh tersebut tidak dpat ditarik kembali sepenuhnya..
Page 11 of 54

Keempat, komunikasi berlangsung dalam konteks fisik dan konteks social. Ketika kita berinteraksi dengan seseorang, interaksi tidaklah terisolasi. Tetapi ada dalam lingkungan fisik meliputi objek objek fisik tertentu seperti mebel, gorden jendela, cahaya, karpet, kehebingan atau kebisingan, tumbuh tumbuhan, ada atau tidak adanya kesemrawuta, pesan pesan lain yang menyaingi dan sebagainya. Konteks social menetukan hubungan social antara sumber dan penerima. Perbedaan perbedaan posisi seperti guru murid, atasan bawahan, orangtua anak, laksamana pelaut, kawan musuh, dokter pasien, dan sebagainya. Bagaimanapun konteks social tersebut dpat mempengaruhi komunikasi.

1.F. Budaya
Budaya berkenaan dengan cara manusia hidup. Manusia bekajar berpikir, merasa, mempercayai, dan mengusahakan apa yang patut menurut budayanya. Bahasa, persahabatan, kebiasaan makan, praktik komunikasi, tindakan tindakan social, kegiatan kegiatan ekonomi dan politik, dan teknologi, semua itu berdasarkan pola pola budaya. Budaya adalah suatu konsep yang membangkitkan minat. Secara formal budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, keruang, konsep alam semesta, objek objek materi dan milik yang di peroleh sekelompok besar orang dari generasi ke generasi melalui usaha individu dan kelompok. Budaya menampakan diri dalam pola pola bahasa dan dalam bentuk bentuk kegiatan dan perilaku yang berfungsi sebagai model model bagi tindakan tindakan penyesuaian diri dan gaya komunikasi yang memungkinkan orang orang tinggal dalam suatu masyarakat di suatu lingkungan geografis tertentu pada suatu tingkat perkembangan teknis tertentu dan pada suatusaat tertentu. Budaya juga berkennaan dengan sifat sifat dari objek materi yang memainkan peranan penting dalam kehidupan sehari hari.

Subbudaya dan Subkelompok Subbudaya atau subkultur adalah suatu komunitas rasial, etnik, regional, ekonomi atau siosial yang memperlihatkan pola perilaku yang membedakannya dengan subkultur subkultur lainnya dalam suatu budaya atau masyarakat yang melingkupinya. Suatu unsure masyarakat lainnya yang tak memenuhi krieria yang diperlukan untuk disebut subkultur, tapi meskipun demikian menghadapi masalah masalah komunikasi serupa adalah subkelompok menyimpang. Termasuk dalam subkelompok menyimoang ini adalah kaum homoseks, para germo, para pelacur, para pecandu obat bius, gang gang anak muda, sekte agama sesat, dan organisasi revolusioner. Subkelompok
Page 12 of 54

subkelompok ini merupakan produk budaya yang dominan, tetapi keberadaan kelompok mereka belum berlangsung cukup lama dan belum mengembangkan pola perilaku yang memadai untuk disebut sebagai suatu budaya atau subbudaya. Setiap subkultur atau subkelompok adalah suatu entitas social yang meskipun merupakan bagian dari budaya dominan, unik dan menyediakan seeprangkat pengalaman, latar belakang, nilai nilai social, dan harapan harapan bagi anggota anggotanya, yang tidak bisa didapatkan dalam budaya dominan. Sebagai akbitnya, komunikasi antara orang orang yang tampak serupa ini tidaklah mudah oleh karena dalam kenyataan mereka adalah anggota subkultur atau subkelompok yang sangat berbeda dan latar belakang pengalaman mereka pun berbeda pula.

1.G. Komunikasi Antarbudaya


Hal hal yang sejauh ini dibicarakan tentang komunikasi, berkaitan dengan komunikasi antarbudaya. Fungsi fungsi dan hubungan hubungan antara kompoen komponen komunikasi juga berkenaan dengan komunikasi antarbudaya. Namun, apa yang terutama menandai komunikasi antarbudaya adalah sumber dana penerimanya berasal dari budaya yang berbeda. Cirri ini saja memadai untuk mengidentifikasi suatu bentuk interaksi komunikatif yang unik yang harus memperhitungkan peranan dan fungsi budaya dalam proses komunikasi. Kini kita akan mendefinisikan komunikasi antarbudaya dan membahasnya melalui perspektif suatu model. Kemudian kita akan melihat pula berbagai bentuk komunikasi antarbudaya.

Model Komunikasi Antarbudaya Komunikasi atarbudaya terjadi apabila produsen pesan adalah anggota suatu budaya dan penerima pesannya adalah anggota suatu budaya dan peenrima pesannya adalah anggota suatu budaya lainnya. Dalam keadaan demikian, kita segera dihadapkan kepada masalah masalah yang ada dalam suatu situasi dimana suatu pesan disandi dalam suatu budaya dan haus disandi balik dalam budaya lain. Budaya bertanggung jawab atas seluruh perbendaharaan perilaku komunikatif dan makna yang dimiliki setiap orang. Konsekuensinya, perbendaharaan perbendaharaan yang dimiliki dua orang yang berbeda budaya akan berbeda pula, yang dapat menimbulkan segala macam kesulitan. Namun, melalui studi dan pemahaman atas komunikasi antarbudaya, kita dapat mengurangi atau hamper menghilangkan kesulitan kesulitan ini. Dalam setiap budaya ada bentuk lain yang agak serupa dengan bentuk budaya. Ini menunjukan individu yang telah dibentuk oleh budaya. Bentuk individu sedikit berbeda
Page 13 of 54

dari bentuk budaya yang telah dibentuk oleh budaya. Bentuk individu sedikit berbeda dari bentuk budaya yang mempengaruhinya. Ini menunjukan dua hal. Pertama, ada pengaruh pengaruh lain disamping budaya yang membentuk individu. Kedua, meskipun budaya meruoakan kekuatan dominan yang mempengaruhi individu, orang orang dalam suatu budaya pun mempunyai sifat sifat yang berbeda. Penyandian dan penyandian balik pesan antarbudaya dilukiskan oleh panah panah yang menghubungkan budaya budaya itu. panah panah ini menunjukan pengiriman pesan dari budaya yang satu ke budaya lainnya. Ketika suatu pesan meninggalkan budaya dimana ia disandi, pesan itu mengandung makna yang dikehendaki oleh penyandi. Ini ditunjukan oleh panah yang meninggalkan suatu budaya yang mengandung pola yang sama seperti pola yang ada dalam individu penyandi. Persepsi social adalah proses pemberian makna kepada objek objek social dan peristiwa yang kita temukan di lingkungan kita dan merupakan suatu aspek komunikasi yang sangat penting. Budaya mempengaruhi proses proses persepsi sedemikian rupa sehingga kita memiliki tatanan tatanan perceptual yang bergantung pada budaya. Tatanan tatanan perceptual ini tidak saja mempengaruhi stimuli. Adalah keyakinan kami bahwa komunikasi antarbudaya akan lebih dapat dipahami sebagai perbedaan budaya dalam mempersepsi objek objek social dan kejadian kejadian. Hambatan komunikasi yang disebabkan perbedaan persepsi ini dapat dikurangi dengan pengetahuan dan pemahaman atas factor factor budaya yang dapat berbeda yang harus disertai dengan keinginan yang tulus untuk berkomunikasi antarbudaya yang berhasil. Suatu keinginan yang tulus melakukan komunikasi yang efektif adalah penting, sebab komunikasi yang berhasil mungkin tidak hanya terhambat oleh perbedaan perbedaan budaya, tetapi juga oleh sikap sikap yang tidak bersahabat atau bermusuhan. Prasangka prasangka rasial dan kesukaan dapat menghambat komunikasi antarbudaya. Bila terdapat masalah masalah ini, pengetahuan budaya dan keterampilan berkomunikasi tidak akan banyak menolong.

1.H. Budaya dan Komunikasi


Hubungan antar budaya dan komunikasi penting dipahami untuk memahmi komunikasi antarbudaya, oleh karena melalui pengaruh budayalah orang orang belajar berkomunikasi. Kemiripan budaya dalam persepsi memungkinkan pemberian makna yang mirip pula terhadap suatu objek social atau suatu peristiwa. Cara cara kita berkomunikasi, keadaan keadaan komunikasi kita, bahasa dan gaya bahasa yang kita gunakan, dan perilaku perilaku nonverbal kita, semua itu terutama merupakan respons terhadap dan fungsi Page 14 of 54

budaya kita. Komunikasi itu terikat oleh budaya. Sebagaimana budaya berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, maka praktik dan perilaku komunikasi individu individu yang diasuh dalam budaya budaya tersebut pun akan berbeda pula. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsure unsure sosio budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan social manusia. Unsure unsure sosio budaya ini merupakan bagian bagian dari komunikasi antarbudaya. Bila kita memadukan unsure unsure tersebut, sebagaimana yang kita lakukan ketika kita berkomunikasi, unsure unsure tersebut bagaikan komponen komponen suatu system stereo setiap komponen berhubungan dengan dan membutuhkan komponen lainnya. Unsure unsure tersebut akan dipisahkan guna mengidentifikasi dan mendiskusikannya satu persatu. Dalam keadaan sebenarnya, unsure unsure tersebut membentuk suatu matriks yang kompleks mengenai unsure unsure yang sedang berinteraksi yang beroperasi bersama sama, yang merupakan suatu fenomena kompleks yang disebut komunikasi antarbudaya.

Persepsi Persepsi adalah proses internal yang kita lakukan untuk memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Dengan kata lain, Persepsi adalah cara kita merubah energy energy fisik lingkungan kita menjadi pengalaman yang bermakna. Secara umum dipercaya bahwa orang orang berperilaku sedemikian rupa sebagai hasil dari cara mereka mempersepsi dunia yang sedemikian rupa pula. Perilaku perilaku ini dipelajari sebagai bagian dari pengalaman budaya mereka. Baik dalam menilai kecantikan atau melukiskan salju, kita memberikan respons kepada stimuli tersebut sedemikian rupa sebagaimana yang budaya kita telah ajarkan kepada kita. Kita cenderung memperhatikan, memikiran dan memberikan repons kepada unsure unsure dalam lingkungan kita yang penting bagi kita. Komunikasi antarbudaya akan lebih dapat dipahami sebagai perbedaan budaya dalam mempersepsi objek objek social dan kejadian kejadian. Suatu prinsip penting dalam pendapat ini adalah bahwa masalah masalah kecil dalam komunikasi sering diperumit oleh perbedaan perbedaan persepsi ini. Dalam komunikasi antarbudaya yang ideal sangat akan diharapkan banyak persamaan dalam pengalaman dan persepsi. Tetapi karakter budaya cenderung memperkenalkan kita kepada pengalaman pengalaman yang tidak sama, dan oleh karenanya, membawa kita kepada persepsi yang berbeda beda atas dunia eksternal.

Page 15 of 54

Tiga unsure sosio-budaya mempunyai pengaruh yang besar dan langsung atas makna makna yang kita bangun dalam persepsi kita. Unsure unsure tersebut adalah system system kepercayaan, nilai, sikap, pandangan dunia, dan organisasi social. Ketika ketiga unsure utama ini mempengaruhi persepsi kita dan makna yang kita bangun dalam persepsi, unsure unsure tersebut mempengaruhi aspek aspek makna yang bersifat pribadi dan subjektif.

System System kepercayaan, Nilai, Sikap Kepercayaan secara umum dapat dipandang sebagai kemungkinan kemungkinan subjektif yang diyakini individu bahwa suatu objek atau peristiwa memilki karakteristik karakteristik tertentu. Peristiwa melibatkan hubungan antara objek yang dipercayai dan karakteristik karakteristik yang membedakannya. Derajat kepercayaan kita mengenai suatu peristiwa atau suatu objek yang memiliki karakteristik karakteristik tertentu menunjukan kedalaman atau intensitas kepercayaan. Budaya memainkan suatu peranan penting, dalam pembentukan kepercayaan. Dalam komunikasi antarbudaya tidak ada hal yang benar atau hal yang salah sejauh hal hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan. Nilai Nilai adalah aspek evaluative dari system system kepercayaan, nilai nilai dan sikap dimensi dimensi evaluative ini meliputi kualitas kualitas seperti kemanfaatan, kebaikan, estetika, kemampuan memuaskan kebutuhan, dan kesenangan. Meskipun setiap orang mempunyai suat tatanan nilai yang unik, terdapat pula nilai nilai yang cenderung menyerap budaya. Nilai nilai ini dinamakan nilai nilai budaya. Nilai Nilai budaya biasanya berasal dari isu isu filosofis lebih besar yang merupakan bagian dari suatu milieu budaya. Nilai nilai ini umumnya normative dalam arti bahwa nilai nilai tersebut menjadi rujukan seorang anggota budaya tentang apa yang baik dan apa yang buruk, yang benar dan yang salah, yang sejati dan yang palsu, positif, dan negative, dan sebagainya. Nilai nilai budaya menentukan bagaimana orang layak mati dan untuk apa, apa pantas dilindungi, apa yang menakutkan orang orang dan system social mereka, hal hal apa yang patut dipelajari, dan dicemoohkan, dan peristiwa peristiwa apa yang menyebabkan individu individu memiliki solidaritas kelompok. Nilai nilai budaya juga menegaskan perilaku perilaku mana yang penting dan perilaku perilaku mana pula yang harus dihindari. Nilai nilai budaya adalah seperangkat aturan terorganisasikan untuk membuat pilihan pilihan dan mengurangi konflik dalam suatu masyarakat. Nilai Nilai dalam suatu budaya menampakan diri dalam perilaku para anggota bdaya yang dituntut oleh budaya tersebut. Nilai ini disebut nilai nilai normative. Kepercayaan
Page 16 of 54

dan nilai memberikan kontribusi bagi pengembangan dan isi sikap. Boleh mendefinisikan sikap sebagai suatu kecenderungan yang diperoleh dengan cara belajar untuk merespons suatu objek secara konsisten. Sikap itu dipelajari dalam suatu kontek budaya. Bagaimanapun lingkungan kita, lingkungan itu akan turut membentuk sikap kita, kesiapan kita untuk merespons, dan akhirnya perilaku kita.

Pandangan Dunia (World View) Unsure budaya ini, meskipun konsep dan urainnya abstrak, merupakan salah satu unsure terpenting dalam aspek aspek perceptual komunikasi antarbudaya. Pandangan dunia berkaitan dengan orientasi suatu budaya terhadap hal hal seperti Tuham, kemanusiaan alam, alam semesta, dan masalah masalah filososfis lainnya yang berkenaan dengan konsep makhluk. Pendek kata, pandangan dunia mebantu untuk mengetahui posisi dan tingkatan kita dalam alam semesta oleh Karena pandangan dunia begitu kompleks, kita sulit melihatnya dalam suatu interaksi antarbudaya. Isu isu pandangan dunia bersifat abadi dan merupakan landasan paling mendasar dari suatu budaya. Pandangan dunia sangat mempengaruhi budaya. Efeknya seringkali tak kentara dalam hal hal tampak nyata dan remeh seperti pakian, isyarat, dan perbendaharaan kata. Bayangkan pandangan dunia suatu budaya analog dengan sebuah batu kerikil yang dilemparkan ke kolam. Pandangan dunia menyebar pula pada budaya dan menembus setiap fasetnya. Pandangan dunia mempengaruhi kepercayaan, nilai, sikap, penggunaan waktu, dan banyak banayk aspek budaya lainnya. Dengan cara caa yang tak terlihat dan tidak nyata, pandangan dunia sangat mempengaruhi komunikasi antarbudaya, oleh karena sebagai anggota suatu budaya setiap pelaku komunikasi mempunyai pandangan dunia yang tertanam dalam pada jiwa yang sepenuhnya dianggap benar dan ia otomatis menganggap bahwa pihak lainnya memandang dunia sebagaimana ia memandangnya.

Proses Proses Verbal Proses proses verbal tidak hanya meliputi bagaimana kita berbicara dengan orang lain namun juga kegiatan kegiatan internal berpikir dan pengembangan makna bagi kata kata yang kita gunakan. Proses proses ini secara vital berhubungan dengan persepsi dan pemberian serta pernyataan makna. Setiap diskusi tentang bahasa dalam peristiwa peristiwa antarbudaya harus mengikutsertakan pembahasan atas isu isu bahasa yang umum. Sebelum membahas
Page 17 of 54

masalah masalah khusus tentang bahasa asing, penerjemahan bahasa, dan dialek serta logat subkultur dan subkelompok. Secara sederhana bahasa dapat diartikan sebagai suatu system lambang terorganisasikan, disepakati secara umum dan merupakan hasil belajar yang digunakan untuk menyajikan pengalaman pengalaman dalam suatu komunitas geografis atau budaya. Objek objek, kejadian, pengalaman pengalaman, dan perasaan perasaan mempunyai suatu label atau nama tertentu semata mata karena suatu komunitas orang, atas kehendak mereka, memeutuskan untuk memakan haal hal tersebut demikian. Bahasa merupakan alat utama yang digunakan budaya untuk menyalurkan kepercayaan, nilai, dan norma. Bahasa merupakan alat bagi orang orang untuk berinteraksi dengan orang orang lain dan juga sebagai alat untuk berpikir. Maka, bahasa berfungsi sebagai suatu mekanisme untuk berkomunikasi dan sekaligus sebagai pedoman untuk melihat realistis social. Bahas mempengaruhi persepsi, menyalurkan, dan turut membentuk pikiran. Proses proses mental, bentuk bentuk penalaran, dan pendekatan pendekatan terh adap pemecahan masalah yang terdapat dalam suatu komunitas, merupakan suatu komponen penting budaya.

Proses Proses Nonverbal Proses proses verbal merupakan alat utama untuk pertukaran pikiran dan gagasan, namun proses proses ini sering dapat diganti oleh proses proses nonverbal. Walaupun tidak terdapat kesepakatan tentang bidang proses nonverbal ini. Sebagai suatu komponen budaya, ekspresi nonverbal mempunyai banyak persamaan dengan bahasa. Keduanya merupakan system penyandian yang dipelajari dan diwariskan sebagai bagian pengalaman budaya.

Page 18 of 54

1.I. Kesimpulan

Dalam banyak hal, hubungan antara budaya dan komunikasi bersifat timbale balik. Keduanya saling mempengaruhi. Apa yang kita bicaraka, bagaimana kita membicarakannya, apa yang ita lihat, perhatikan, atau abaikan, bagaimana kita berpikir, dan apa yang kita pikirkan dipengaruhi oleh budaya. Pada gilirannya, apa yang kita bicarakan, bagaimana kita membicarakannya, dan apa yang kita lihat turut membentuk, menentukan dan menghidupkan budaya kita. Budaya takkan hidup dalam komunikasi, dan komunikasi pun takkan hidup tanpa budaya. Masing masing tak dapat berubah tanpa mnyebabkan perubahan pada yang lainnya. Kami telah menyebutkan bahwa masalah utama dalam komunikasi antarbudaya adalah kesalahan dalam persepsi social yang disebabkan oleh perbedaan perbedaan budaya yang mempengaruhi proses persepsi. Pemberian makna kepada pesan dalam banyak hal dipengaruhi oleh budaya penyandi balik pesan. Bila pesan yang ditafsirkan disandi dalam suatu budaya lain, pengaruh pengaruh dan pengalaman pengalaman budaya yang menghasilkan pesan mungkin seluruhnya berbeda dari pengaruh dan pengalaman pengalaman budaya yang digunakan untuk menyandi balik pesan. Akibatnya, kesalahan kesalahan gawat dalam makna mungkin timbul yang tidak dimaksudkan oleh pelaku pelaku komunikasi. Kesalahan kesalahan ini diakibatkan oleh orang orang yang berlatar belakang berbeda dan tidak dapat memahami satu sama lainnya dengan akurat. Pendekatan yang telah dilakukan juga berdasarkan suatu asumsi yang fundamental. Pihak pihak yang melakukan komunikasi antarbudaya harus mempunyai keinginan yang jujur dan tulus untuk berkomunikasi dan mengharapkan pengertian timbal balik. Asumsi ini memerlukan sikap sikap yang positif dari para pelaku komunikasi antarbudaya dan penghilangan hubungan hubungan superior infrerior yang berdasarkan keanggotaan dalam bdaya budaya, ras ras, atau kelompok kelompok etnik tertentu. Bila asumsi ini tidak dipenuhi, teori kami tentang perbedaan budaya dalam persepsi social tidak akan menghasilkan perbedaan dalam komunikasi antarbudaya. Disini juga telah dibahas tentang beberapa variabel utama sosio budaya yang menjadi sumber sumber kesulitan komunikasi. Meskipun kita membahasnya secara terpisah pisah, variabel variabel itu saling berhubungan dalam suatu matriks kompleksitas. Untuk terciptanya komunikasi antarbudaya yang berhasil, kita harus menyadari factor factor budaya yang mempengaruhi komunikasi ini, baik dalam budaya kita maupun dalam budaya pihak lain. Kita perlu memahami tidak hanya perbedaan perbedaan budaya tetapi juga persamaan persamaannya. Pemahaman atas perbedaan perbedaan budaya ini akan menolong kita mengetahui sumber sumber masalah yang potensial,
Page 19 of 54

sedangkan pemahaman atas persamaan persamaan akan membantu kita menjadi lebih dekat kepada pihak lain dan pihak lain pun merasa lebih dekat.

Page 20 of 54

BAB II MULTIKULTURALISME

2.A. Latar Belakang Multikulturalisme


Bangsa Indonesia mengalami tantangan yang sangat berat dan rumit, tantangan tersebut bisa dilihat dari beberapa aspek social ekonomi, social politik, social budaya, social religious, moralitas dan lingkngan hidup. Dari aspek social ekonomi terjadi kesenjangan yang semakin lebar antara mereka yang kaya dan mereka yang miskin. Terjadi akumulasi kekayaaan hanya pada sebagia kecil masyarakat, di lain pihak terjadi akumulasi utang bagi seluruh bangsa Indonesia, tidak peduli yang kaya atau yang miskin. Selain daripada itu telah terjadi perubahan dan peningkatan pola hidup yang sangat konsumtif. Dimana pola hidup yang sangat konsumtif membuat manusia terjebak pada usaha usaha mencari uang sebanyak banyaknya, dengan melupakan cara cara mencari uang yang wajar dan tidak melanggar hak orang orang lain. Berkaitan dengan ini mengingtkan tentang serang pemikir dari Belanda bernama A.Th. Van Leeuwen menyatakan bahwa kini telah muncul agama baru, yaitu agama ekonomi yang menawarkan keselamatan (pekerjaan, sandang, pangan, papan, kesejahteraan, kebebasan, dan keadilan bagi para pemeluknya). Para pemeluknya agama baru ini percaya bahwa uang adalah ilah-nya, sedang tempat beribadatnya tidak lain adalah pasar (bisa dalam bentuk bursa efek, mal, dan lain lain), sedang tata cara liturginya adalah persaingan bebas. Dari aspek social politik ada gejala yang menarik, bila terjadi pergantian kepemimpinan maka ada harapan baru, namun setelah berlangsung beberapa waktu maka terjadi kekecewaan, makin lama kepercayaan makin berkuran, hal ini berkaitan dengan kurangnya kemampuan untuk memanfaatkan momentum yang baik untuk memenuhi cita cita bersama sejak awal kemerdekaan yaitu terciptanya masyarakat yang adil dan makmur. Munculnya suatu krisis kepemimpinan politik. Kepemimpinan diperoleh lewat politik uang dan bukan lewat visi dan kompetensi. Berkaitan dengan aspek social ekonomi dan social politik, maka ada kecenderungan kuat telah terjadi kolusi dan nepotisme yang tidak wajar, sehingga menimbulkan masalah korupsi yang parah. Keparahaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut, korupsi di Indonesia bagaikan sebuah pohon besar dengan akar yang tunggang menggambarkan bahwa korupsi telah terjadi dari strata paling atas sampai paling bawah. Sedang akar serabut menggambarkan bahwa korupsi telah menjalar kemana mana sehingga butuh usaha ekstra keras untuk menebangnya.
Page 21 of 54

Dari aspek social budaya ada gejala gejala yang sangat memprihatikan, upamanya menggejalanya budaya kekerasan, entah itu kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan social, bahkan kekerasan oleh Negara. Selain ada budaya kekerasan, juga muncul budaya kematian. Tentunya kecenderungan tersebut tidak dapat tidak harus dikaitkan dengan berkembangnya budaya materialistic, dimana materi bukan sekedar sebagai sarana melainkan sebagai tujuan dan jaminan kehidupan itu sendiri. Dari aspek social religious, penghayatan agama sekedar formalism (sangat meemntingkan dan menekankan bentuk bentuk peribadatan) dan legalisme (ketaatan buta terhadap hukum hukum agama secara hitam putih) yang lebih menyedihkan lagi adalah sering agama dipakai pembenaran terhadap pandangan, ide dan pendapat seseorang atau sekelompok orang. Padahal agama bertujuan untuk menghantar manusia bertemu dengan Allah. Setiap pertemuan dengan Allah selalu menantang manusia untuk menjadi lebih baik atau dengan perkataan lain setiap perjumpaan dengan Allah selalu menantang manusia untuk melakukan pertobatan (pembaharuan hidup agar sesuai dengan rencana Allah) secara terus menerus, akhirnya antara kehidupan beragama dan kehidupan social kemasyarakatan bagaikan rel kereta api yang tidak pernah beretemu. Kehidupan beragama yang begitu marak tidak menyebabkan kehidupan pribadi dan kehidupan social menjai lebih baik. Dari aspek moral, dapat terlihat bahwa telah terjadi proses pengabaian dan pembunuhan suara hati atau hati nurani. Dari aspek lingkungan hidup, tampak bahwa telah terjadi kerusakan ekosistem yang sangat mengkhawatirkan, salah satu gejala yang sangat menonjol adalah pada musim kemarau sebagian masyarakat mengalami kebanjiran dan longsor. Lebih lebih para pengambil kebijakan kurang memiliki kepedulian.

2.B. Perumusan Masalah


Berkaitan dengan subpokok-subpokok yang akan dikaitkan dengan pemicu multikultural, yaitu aliran-aliran yang tentu perlu dikaji lebih dalam subpokok-subpokok tersebut agar dapat dikaitkan dengan multikulturalisme, sehingga akan ada rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana Mayarakat multikulturalisme? 2. Apa pengertian multikulturalisme ? 3. Bagaimana multikultural dalam Pembentukan Identitas Diri ?

2.C. Tantangan Ke Indonesia-an


Page 22 of 54

Sejak tahun 1997 indonesia mengalami tantangan yang bersifat multidimensional (orang sering mememakai istilah Kristal = krisis Kristal). Tantangan yang diawali dengan masalah moneter, selanjutnya berkembang ke politik dan akhirnya bermuara pada masalah keadaban bangsa itu sendiri, sampai sekarang belum bisa diatasi secara tuntas, bahkan mungkin tantangannya menjadi semaknin rumit. Kerumitan tersebut semakin menjadi jadi berkaitan dengan kenyataan bahwa Indonesia merupakan sebuah Negara yang majemuk secara etnis dan budaya. Tantangan ini menjadi nyata dengan problem kekerasan antar etnis yang melanda Indonesia akhir akhir ini, bahkan telah memasuki dunia kampus, dunia pendidikan, mulai dari SD sampai perguruan Tinggi. Selanjutnya ada dua tantangan lain yang sangat menggejala yaitu korupsi dan kerusakan ekosistem yang sangat parah. Ketiga tantangan tersebut dapat mengancam Negara Kesatuan Republic Indonesia yang baru berusia 63 Tahun. Berkaitan dengan itu maka kita bisa mengerti mengapa para pendiri bangsa mencanangkan adagium Bhineka Tunggal Ika dan Soekarno selalu meneriakan perlunya usaha untuk merealisasikan apa yang disebutnya sebagai proses nation building. Namun rupanya selama 20 tahun pemerintahan Soekarno, proses tersebut belum selesai. Selama Orde Baru seolah olah masalah tersebut dapat diredam, karena pemerintah orde baru menggunakan pendekatan yang bersifat represif. Kini problem tersebut menggejala lagi setelah pendekatan represif mulai ditinggalkan. Mengusahakan nation building merupakan suatu pekerjaan rumah yang masih harus dilanjutkan. Dengan perkataan lain bagaimana adagium Bhineka Tunggal Ika dapat direalisasikan? Untuk itu dari sudut pendekatan budaya ditawarkan jawaban berupa usaha membangun sikap multicultural.

2.D. Multikulturalisme
Apa itu Multikulturalisme? Mengingat Multikulturalisme berkaitan dengan Budaya. Ada banyak definisi budaya yang pernah diajukan oleh para ahli, sehingga Raymond Williams menyatakan bahwa istilah culture merupakan salah satu istilah yang paling sulit didefinisikan di dalam kamus bahasa inggris. Selain dari pada itu multikulturalisme juga menunjuk pada kemajemukan budaya dan akhirnya multikulturalisme juga mengacu pada sikap khas terhadap kemajemukan budaya tersebut. Multikulturalisme meliputi sebuah pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, serta sebuah penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis lain. Multikulturalisme meliputi sebuah penilaian terhadapa budaya budaya orang lain, bukan dalam arti menyetujui seluruh aspek dari budaya budaya tersebut, melainkan mencoba melihat bagaimana sebuah budaya yang asli dapat mengekspresikan nilai bagi anggota anggotanya sendiri.
Page 23 of 54

Sedangkan bagi H.A.R. Tilaar multikulturalisme merupakan upaya untuk menggali potensi budaya sebagai capital yang dapat membawa suatu komunitas dalam menghadapi masa depan yang penuh resiko. Pengertian lain diusulkan oleh Dwicipta dalam tulisannya yang berjudul : Sastra Multikultural sebagai Multikulturalisme jangan dipahami sebagai suatu doktrin politik dengan suatu kandungan program maupun suatu aliran filsafat dengan suatu keketatan teori tentang ruang hidup manusia di dunia, melainkan sebagai suatu perspektif atau suatu cara pandang tentang kehidupan manusia. Dari empat definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa multikulturalisme di satu pihak merupakan suatu pendekatan yang menawarkan paradigm kebudayaan untuk mengerti perbedaan perbedaan yang selama ini ada di tengah tengah masyarakat kita dan di dunia. Namun, multikulturalisme bukan merupakan cara pandang yang menyamakan kebenaran kebenaran local, melainkan justru mencoba membantu pihak pihak yang saling berbeda untuk dapat membangun sikap saling menghormati satu sama lain terhadap perbedaan perbedaan dan kemajemukan yang ada, agar tercipta perdamaian dan dengan demikian kesejahteraan dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia.

Ada Lima Jenis Multikulturalisme 1) Multikulturalisme Isolasionis : mengacu pada visi masyarakat sebagai tempat kelompok kelompok budaya yang berbeda menjalani hidup mandiri dan terlibat dalam saling interaksi minimal sebagai syarat yang niscaya untuk hidup bersama. 2) Multikulturalisme Akomodatif : mengacu pada visi masyarakat yang bertumpu pada satu budaya dominan, dengan penyesuaian penyesuaian dan pengaturan yang pas untuk kebutuhan budaya minoritas. 3) Multikulturalisme Mandiri : mengacu pada visi masyarakat dimana kelompok kelompok budaya besar mencari kesetaraan dengan budaya dominan dan bertujuan menempuh hidup mandiri dalam satu kerangka politik kolektif yang dapat diterima. 4) Multikulturalisme Kritis atau Interaktif : merujuk pada visi masyarakat sebagai tempat kelompok kelompok cultural kurang peduli dalam menciptakan satu budaya kolektif yang mencerminkan dan mengakui perspektif mereka yang berbeda beda. 5) Multikulturalisme Kosmopolitan : mengacu pada visi masyarakat yang berusaha menerobos ikatan ikatan cultural dan membuka peluang bagi para individu yang Page 24 of 54

kini tidak terikat pada budaya khusus, secara bebas bergiat dalam eksperimen eksperimen antarkultur dan mengembangkan satu budaya milik mereka sendiri.

2.E. Masyarakat Multikuktural


Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan ratusan suku dengan budayanya masing masing, dalam dunia yang semakin terbuka maka perjumpaan dan pergaulan antar suku semakin mudah. Di satu sisi kenyataan ini menimbulkan kesadaran akan perbedaan dalam berbagai aspek kehidupan. Perbedaan bila tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan konflik, yangbahkan akhir akhir ini sudah menjadi kenyataan. Di lain pihak kenyataan ini juga menimbulkan kesadaran perlunya dan pentingnya dialog dalam kehidupan yang makin terbuka saat ini. Dengan demikian sikap multicultural merupakan sikap yang terbuka pada perbedaan. Mereka yang memiliki sika multicultural berkeyakinan : perbedaan bila tidak dikelola dengan baik memang bisa menimbulkan konflik, namun bila kita mampu mengelolanya dengan baik maka perbedaan justru memperkaya dan bisa sangat produktif. Salah satu syarat agar sikap multicultural efektif adalah bila kita mau menerima kenyataan hakiki bahwa manusia adalah makhluk sempurna, manusia adalah makhluk yang selalu menjadi. Padahal agar dapat menjadi, manusia membutuhkan sesamanya. Dengan perkataan lain sikap yang seharusnya mendasari masyarakat multicultural adalah sikap renah hati, bahwa tidak ada seseorang pun yang mampu memeliki kebenaran Absolut, karena kebenaran Absolut melampaui ruang dan waktu, padahal manusia adalah makhluk yang berjalan bersama menuju kebenaran Absolut tersebut. Untuk itu kita perlu mengembangkan sikap hormat akan keunikan masing masing prbadi / kelompok tanpa membeda bedakan entah atas dasar gender, agama dan etnis. Selain daripada itu perlu juga mengembangkan sikap hormat pada masing masing pribadi / kelompok dengan cara cara berada mereka masing masing. Namun ada satu tantangan yang harus kita hadapi dan atasi yaitu essensialisme bdaya. Apa itu essensialisme budaya? A.L Kroeber dan Clyde Kluckhon pernah melakukan studi terhadap definisi definisi kebudayaan yang pernah dirumuskan oleh para ahli, mulai dari Mathew Arnold sampai D.M. Taylor dn mereka mengumpulkan tidak kurang dari 171 definisi. Dari studi tersebut Kroeber dan Kluckhon berhasil mengelompokan menjadi 13 kategori, kemudian disederhanakan menjadi 6 kategori, yaitu definisi yang bersifat deskriptif, historis, normati, psikologis, struktual dan genetis. Bila keenam kategori tersebut disederhanakan
Page 25 of 54

lagi maka akhirnya hanya ada dua kategori, yaitu yang bersifat normative dan yang bersifat deskriptif, Yang menarik adalah bahwa kedua kategori tersebut cenderung melihat kebudayaan sebagai kata benda, sebagai sesuatu yang sudah jadi, sudah selesai, maka tidak berubah lagi. Oleh karena itu layaklah bahwa kebudayaan dijadikan pegangan dan acuan oleh mereka yang terkait dengan kebudayaan tersebut dalam menentukan sikap, perilaku terhadap sesamanya dan lingkungannya. Pandangan seperti inilah cenderung melihat budaya sebagai suatu hakikat (essensi) yang tidak bisa berubah lagi. Pandangan ini dicirikan sebagai pandangan essensialisme. Dalam panangan ini terkandung pengertian bahwa ada kebenaran yang bersifat tetap, stabil dan tidak berubah, dan akhirnya manusia dilihat sebagai hasil dari kebudayaan dimana mereka hidup ; mereka yang berbeda adalah orang lain, orang asing atau orang dalam yang sudah menyimpang. Bahaya yang terkandung dalam pandangan ini adalah munculnya sikap eksklusif, dan yang lebih berbahaynya lagi bila sikap eksklusif tersebut berkembang menjadi sikap memaksakan pandangannya atau keyakinannya pada orang lain. Oleh karena itu pandangan tersebut di atas ditolak oleh mereka yang menganut faham konstruksionisme. Dalam pandangan ini, kebudayaan dipandang sebagai kata kerja. Suatu proses yang berlangsng terus. Dengan demikian kebudayaan bersifat dinamis, kebudayaan kini dilihat sebagai interaksi manusia dengan sesamanya, dengan dunia dan dengan Allah. Dengan demikian kebudayaan di konstruksikan oleh mereka yang terlibat dalam kebudayaan itu sendiri, kebudayaan dikontruksikan oleh para stakeholders-nya. Pandangan ini memungkinkan perubahan di dalam kebudayaan yang bersangkutan, karena situasi social yang ada di luar kebudayaan tersebut mengalami perubahan. Berhadapan dengan beraneka ragam budaya yang terus menerus berinteraksi dalam dunia yang sudah mulai kehilangan sekat sekat budayanya, sikap konstruksionisme budaya lebih masuk akal dan lebih sesuai dengan perkembangan pemikiran dalam perputaran zaman. Dalam pandangan ini manusia terus menerus berada dalam proses membentuk sekaligus dibentuk oleh budayanya. Manusia disatu pihak merupakan hasil dari kebudayaan, artinya manusia itu lahir, dibesarkan dan dididik dalam kebudayaan tertentu. Namun di lain pihak manusia juga merupakan agen pembaru kebudayaannya, artinya manusia dengan kemampuannya, entah itu kemampuan spiritual maupun kemampuan moralnya, mamu mengkonstruksi kebudayaan yang baru. Atau dengan perkataan lain manusia adalah subyek dan obyekkebudayaan. Atau dengan perkataan lain sebagaimana diungkapkan oleh van pauren yang menguti kata kata Immanuel Kant bahwa cirri khas kebudayaan terdapat dalam kemampuan manusia untuk mengajar dirinya sendiri.

Page 26 of 54

2.F. Multikulturalisme dalam Pembentukan Identitas Diri


Multikulturalisme berhadapan dengan dua aspek yag harus mendapat perhatian berimbang. Keanekaragaman di satu pihak, dan kesamaan di pihak lain. Yang menjadi tujuan dalam masyarakat multicultural adalah menciptakan kehidupan bersama yang harmonis dan dinamis dalam keberagaman. Maka hanya memperhatikan aspek keberagamaan, atau hanya memperhatikan kesamaan, akan menjadi sikap yang tidak berimbang dalam membangun masyarakat multicultural. Dengan kata lain pembntukan identitas diri oleh kebudayaan tidak hanya menekankan aspek perbedaan melainkan kesamaan. Bagian ini menggali esensi kebudayaan dengan berbicara sekitar apa itu kebudayaan dan kebudayaan sebagai identitas diri keragaman budaya dan nilai nilai bersama. Tidak bisa disangkal bahwa manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Sejak awal bahkan untuk adanya saja manusia membutuhkan orang lain. Interaksi dan Korelasi dengan sesama membuat setiap orang sanggup membangun kepribadiannya sebagaimana adanya. Walaupun setiap orang memiliki perbedaan karena sejak adanya selalu membentuk ruang dan waktu sendiri yang tak pernah bisa direbut oleh orang lain, manusia selalu masuk dalam satu komunias budaya tertentu. Kesamaan lingkungan seperti geografis, kesamaan nasib, keluarga, nilai nilai, praktik keagamaan, kebiasaan, adat istiadat dari komunitas budaya ikut membentuk identitas komunitasnya.ini membuat tidak hanya memiliki identitas diri sebaai persona tetapi jua punya cirri cirri yang bisa sama dengan orang lain komunitasnya. Karena dengan menjadi komunitas budaya seseorang membentuk personalitasnya tetapi sekaligus juga dilingkupi oleh budaya dan diidentifikasikan dengan kelompok orang dalam budayanya. Pengaruh budaya itu bukan pilihan melainkan merupakan satu keterlemparan. Secara otomatis setiap orang di besarkan dalam satu lingkup budaya tertentu. Dan tentu sekali orang tidak dapat dipersalahkan karena keterlemparan itu. dan konsekuen dengan itu orang juga tidak dapat membanggakan secara berlebihan karena keterlemparan tersebut, apalagi sampai tidak menyenangi orang lain hanya karena dia berbudaya lain, dan bertindak laku sesuai dengan budayanya.

2.G. Budaya Politik Masyarakat Multikultural


Salah satu aspek yang penting dalam menata kehidupa bersama masyarakat Multikultural adalah budaya Politik. Suatu masyarakat bangsa akan berkembang sehat kalau budaya politknya sesuai dengan situasi masyarakat bangsa tersebut. Keanekaragaman bdaya dalam masyarakat multikultural juga merupakan kondisi yang menuntu adanya budaya politik yang sesuai. Pertanyaannya adalah budaya politik mana yang lebih sesuai dengan Page 27 of 54

masyarakat multikultural? Sampai saat ini jawabannya adalah demokrasi. Tidak berarti demokrasi adalah sistem paling baik melainkan sistem yang, dibandingkan dengan sistem lain, masih lebih memadai dengan bagi masyarakat multkultural. Gejala ini tampak sejalan dengan apa yang dinyatakan Fukuyama dalam karyanya The End of History and The Last Man Fukuyama memproklamirkan kemenangan kapitalisme dan demokrasi liberal menyusul runtuhnya rezim komunis di Eropa Timur dan Uni Soviet.

Demokrasi : Apa itu? Scara Etimologis, Demograsi berasal dari kata Yunani demos : rakyat, dan kratein : memerintah. Demokrasi artinya pemerintah dengan pengawasan rakyat. Sistem ini pertama tama berkembang di polis polis Yunani, dan hanya berlaku untuk warga negara tidak berlaku bagi budak dan orang asing. Demokrasi di polis Yunani ini pernh mendapat kecaman dari Sokrates dan Plato terutama karena kadang kadang pemimpinnya hanya dipilih dengan cara membuang Undi. Demokrasi kemudian dikembangkan oleh Aristoteles. Menurut Aristoteles suatu bentuk negara dikatakan baik apabila diarahkan pada kepentingan umum, yakni kepentingan setiap individu. Karena itu menurutnya, ada Tiga dasar untuk membangun sebuah negara yang baik, ialah : keebasan prbadai, pemerntahan yang brdasarkan undang undang dan kelompok mayoritas yang memegang kekuasaan. Pemerintah oleh rakyat dapat dilakukan secara langsung atau melalui waki wakil Rakyat ; secara langsung terdapat dalam demokrasi murni, dan secara perwakilan dalam demokrasi perwakilan. Pemiiran Modern mengartikan demokrasi sebagai ide politis filosofis tentang kedaulatan rakyat. Hal ini berarti semu kekuasaan politik dikembangkan pada rakyat itu sendiri sebagai subyek asali otoritas ini. Dalam pemikiran modern ditambahkan syarat untuk berdemokrasi secara benar jika seluruh rakyat menggunakan rasionya dan mempunyai hatinurani. Dan hendaknya Rakat sendiri bebas dan setara. Dengan demikian meereka berperan serta dalabagaimanapunm mengambil keputusan tentang maslah masalah politik yang menjadi perhatian mereka. Bagaimanapun, rakyatseara keseluruhan dapat menjalankan kekuasaan tertinggi secara bersama hanya pada tingkat yang sangat terbatas. Karena itu proses hukum harus ditungkan dalam undang undang dasar. Proses semacam ini memungkinkan pembentukan kebijakan politik dengan pemilihan secara bebas dan rahasia wakil wakil rakyat yang menduduki jabatan dalam jangka waktu tertentu. Wkil wakil ini dipilih menurut prinsip prinsip yang ditentukan oleh suatu mayoritas tertentu dan mereka diberikan hak dan kewajiban yang digariskan secara jelas.

Page 28 of 54

2.H. Demokrasi sebagai Budaya Politik Mayarakat Multikultural Modern


Sudah disadari bahwa dalam masyarakat multikultural ada keanekaragaman. Di sini di temkan adanya kanekaragaman budaya, suku, agama, keyakian, nilai, cara berpikr, dengan segala kepentingannya masing masing di belakngnya. Tidak jarang kita menemukan berbagai kepentingan yang tidak hanya berbeda melainkan juga bahkan bertentangan satu sama lain. Kepentingan kepentingan ni bukan haya harus dipenuhi, melainkan juga berlomba lomba untuk dipenuh bahkan dengan mengabaikan kepentingan kelompok aau pihak lain. Saling mendahului dan bahkn saling meniadakan. Artinya bukan hanya ada kemungkinan bahwa kepentingan kentingan itu cua menejar prioritas untuk dipenuhi terlebih dahulu dari kelompok lain, melainkan juga ada kemungkinan keinginan lain, bahwa kepentingan kelompoknya terpenuhi dan atau sehingga kepentingan kelompok lainnya tidak terpenuhi. Keanekaragaman semacam itu dalam masyarakt multikulturl harus di akomodasi dalam satu komunitas kehidupan bersama. Perbedaan perbedaan bahkan pertentangan pertentangan itu harus di ramu dalam satu budaya politik yang mengkondisikan satu komunitas yang harmonis dan dinamis.persoalannya adalah bagaimana menemukan budaya politik dan kebijakan publik yang dapat menampung semua kepentingan itu sehingga sanggup membangun satu komunitas yang bekembang secara sehat. Memang ada wilayah keanekaragaman yang bisa disepakati, tetapi ada juga yang tidak bisa disepakati sama sekali. Misalnya, masalah keyakinan agama merupakan hal yang tdak bisa di kompromi. Batas batasnya sangat jelas kalau masuk satu agama berarti serta merta meninggalkan agama lain. Bahkan bisa dimusuhkan oleh kelompok agama yang di masuki, bahkan diminta bersaksi untuk meyatakan bahwa agama yang di tinggalkan itu salah da yang di masuki ituah yang benar. Tidak aneh bahwa ada peralihan agama di anggap sebagai pertobatan oleh pihak agama yang di masuki, dan sebagai murtad oleh pihak agama yang di tinggalkan. Fakta sediit banyak menunjukan bahwa budaya politik demokrasi lepas dari kelemahan kelemahannya, masih merupakan budaya politik yang cukup relevan untuk menciptakan satu komunitas masyarakat multikultural. Artinya sampai sekarang masyarakat multikultural belum menemukan satu budaya politik lain yang lebih memadai dari budaya politik demokrasi. Memamg harus diakui bahwa sistem politik dalam faham demokrasi bukan yang terbaik dan anpa kelemahan. Kelemahan kelemahan yang sering dikemukakan adalah bahwa budaya demokrasi penuh dengn gejolak dan dinamika yang kadang kadang justru sedikit banyak mengganggu stabilitas dalam masyarakat. Budaya demokrasi dianggap menyedot energi dan biaya dalam pengamblan keputusan karena harus mempertimbangkan banyak kepentigan. Bahkan yang paling dikritik pada zaman Yunani kuno adalah bahwa
Page 29 of 54

demokrasi menghasilkan kesepakatan dan pemimpin pemimpin yang kurang bermutu karena rakyat hanya melakukan voting untuk mengambil keputusan atau membuang undi untuk memilih pemimpin. Namun Demokrasi tetap dianggap sebagai budaya politik yang memadai dalam masyarakat multikultural karena menghargai kebebasan dan kesetaraan. Dan kelemahan kelemahan itu dapat dihinarkan kalau demokrasi dilakukan dalam public reason dan pulic delibration. Artinya demokrasi itu menggunakan akal sehat untuk kepentingan bersama dan atas pertimbangan yang matang dan mendalam. Masyarakat multikultural merupkan arena bagi berkemang dan hidupnya budaya politik demokrasi dmana semua kepentingan mendaatkan tempat, perhatian, dan penghargaan. Dalam budaya politik demokrasi, bukan hanya kesepakatan kesepakatan yang dicari melainkan jugaadanya pegakuan terhadap hal hal yang tidak dapat disepakati menyangkut soal keykinan dan nilai nilai kelompok dan agama misalnya. Prinsip demokrasi adalah kebebasan dan kesetaraan. Kebebasan mengandaikan keanekaragaman dan kesetaraan mengandaikan kesaaan atau tidak adanya diskriminasi. Di sinilah letak ketegangan bagaimana menemukan satu kebijakan publik yang di satu pihak tetap menjaga kebebasan, dan di piak lain tetap menjaga kesetaraan. Di satu pihak tetap mengakui adanya keanekaragaman tetapi di pihak lain memperjuangkan adanya kesetaraan.

Demokrasi Deliberatif Sbuah model budaa demokrasi yang banyak diwacanakan adalah demokrasi deliberatif. Mdel demokrasi ini terutama muncul di dunia ketiga karena kegagalan demokrasi liberal yang berbasiskan pada sistem perwakilan. Biasanya disebabkan karena lembaga lembaga formal tidak berfungsi dengan baik seperti partai partai politik, pemilu parlemen, pemerintah.

o Demokrasi Deliberatif Menenkankan Partisipasi warga negara dalam pemerintahan lokal dan juga kemitraan negara masyarakt melalui pembukaan ruang publik bagi organisasi organisasi masyarakat sipil berhubungan dengan negara, terutaa di tingkat lokal. Itu berarti ruang publik itu punya akses tidak hanya ke pemerintahan lokal, melainkan juga ke negara melalui pemerintahan lokal.
Page 30 of 54

Musyawarah pada tingkat masyarakat sipil tanpa intervensi negara. Hak rkyat sebagai warga negara untuk menentukan masa depannya yang bisa dicapai dengan berbagai kebijakan haus dihargai dan keiatan masyarakat sendiri sebagai pemegang kedaulatan tetap endapat tempat. Kata kuncinya demokras deliberatif adalah partispasi dan dialog setara diantara warga di dalam satu komunitas untuk merumuskn kebijakan terbaik. Akal sehat. Kata sifat delberatif yang kata bendanya adalah deliberation artinya pertimbangan yang mendalam. Karena itu pertimbangan menjadi penting. Kemufakatan terjadi bukan terutama karena suara mayoritas melainkan karena pertimbangan akal sehat. Itu berrti demokrasi delibratif mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang bersma sama membentuk satu masyarakat bangsa. Karena itu demokrasi deliberatif adalah demokrasi yang terbuka, yang siap berdialog, siap menjelaskan segala sesuatu seara gamblang.

Public Reason Seperti sudah dikatakan konsep bersama untuk menghadapi kepentingan bersama dalam masyarakat plural tidak dapat diambil dari satu budaya atau keyakinan tertentu karena tidak ada budaya, keyakinan, agama, nilai, yang di anut secara bersama atau oleh seluruh lapisan masyarakat multikultural. Karena itu instrumen yang paling bisa menjadi arena bersama untuk berdialog dan berdiskusi menemukan konsep bersama unuk menghadapi masalah bersama dalam masyarakat plural adalah akal budi. Maka akal budi menjadi sarana untuk berdialog, yang berfungsi sebagai public reason ntuk bertukar pendapat dalam menentukan konstitusi dan ketentuan bersama demi mengejar tujuan bersama. Satu hal yang diyakini di sini bahwa dalam masyarakat multikultural yang berbeda beda suku keyakinan, bahasa, semua anggota memiliki akal budi sebagai manusia.

Page 31 of 54

2.I. Kesimpulan

Isu Multikulturaisme, baik sebagai kerngka wacana maupun sebagai agenda praktis perjuangan politik, tidak perlu diperlawankan dengan agenda feminis yang berupaya untuk memajukan kesetaraan dan keadilan jender. Meskipun di sana sini masih nampak adanya ketegangan konseptual dan praktis antara kedua isu besar ini, namun ada satu hal yang saya lihat bisa menjadi kerangka kerja bersama baik bagi kaum multikulturalis maupun bagi kaum feminis, yaitu : kesadaran akan keanekargaman budaya, bangsa, kepentingan dan suara sekaligus pengakuan bahwa keanekaragaman itu bisa menyumbang pemahaman aka realitas dan gugus tindakan kita menjadi lebih kaya dan kreatif hendaknya bisa menjadi titik pijak untuk menolak model model homogenisasi, penyeragaman dan pnindasan wajah baru yang di lancarkan oleh siapapun aktornya (negara dan aparatusnya, budaya patriarkal yang dominan dengan para seepuh dan barisan penjaganya, agama dan agamawan pasar dan korporasi).

Page 32 of 54

BAB III PEREKONOMIAN INDONESIA

3.A. Latar Belakang Perekonomian Indonesia


Indonesia merupakan negara membangun yang perekonomiannya masih bersifat terbuka, yang artinya masih rentan terhadap pengaruh dari luar. Oleh karena itu perlu adanya fundasi yang kokoh yang dapat membentengi suatu negara agar tidak sepenuhnya dapat terpengaruh dari dunia luar, Seperti apa yang terjadi pada 10 tahun yang silam Ketika negara Thailand mulai menunjukkan gejala krisis, orang umumnya percaya bahwa Indonesia tidak akan bernasib sama. Fundamental ekonomi Indonesia dipercaya cukup kuat untuk menahan kejut eksternal (external shock) akibat kejatuhan ekonomi Thailand. Tetapi ternyata guncangan keuangan yang sangat hebat dari negara Thailand ini berimbas kepada perekonomian Indonesia, kekacauan dalam perekonomian ini menjadi awal dan salah satu faktor penyebab runtuhnya perekonomian Indonesia termasuk terjebaknya Indonesia ke dalam dilema utang luar negeri. Selain faktor dari luar, salah satu penyebab krisis yang terjadi di Indonesia juga berasal dari dalam negeri, yaitu proses integrasi perkonomian Indonesia ke dalam perekonomian global yang berlangsung dengan cepat dan kelemahan fundamental mikroekonomi yang tercermin dari kerentanan (fragility) sektor keuangan nasional, khususnya sektor perbankan, dan masih banyak faktor-faktor lainnya yang berperan menciptakan krisis di Indonesia. Krisis keuangan di Thailand menyebar secara cepat ke Negara-negara Asia, termasuk Indonesia, karena pasar keuangan global, maka pasar keuangan domestik juga dengan cepat telah ikut terpengaruh krisis keuangan global yang terjadi pada saat itu. Krisis ekonomi telah membawa dampak yang serius terhadap perekonomian Indonesia, yang menimbulkan stagflasi dan instabilisasi perekonomian, menurunnya tingkat produksi secara drastis sebagai akibat tingginya ketergantungan produsen domestik terhadap barang dan jasa impor, laju inflasi yang tinggi, pemutusan hubungan tenaga kerja, menurunnya pendapatan masyarakat mengaibatkan turunnya daya beli masyarakat. Awal-awal menjelang Krisis ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan perkembangan yang baik, yang artinya tidak ada tanda-tanda yang terlalu merisaukan atau memberi tanda krisis yang serius akan menerpa. Sejak akhir dasawarsa 1980-an pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata sekitar 8% per tahun pada pertengahan 1997 tumbuh dengan laju tahunan 7,4%, (Boediono, 2008:81). Justru kepanikan terjadi karena adanya peningkatan harga yang sangat tajam barang-barang dan jasa akibatnya melemahnya kurs rupiah terhadap dollar. Salah satu beban ekonomi Indonesia adalah utang luar negeri yang terus membengkak, Utang ini sudah begitu berat mengingat pembayaran cicilan dan bunganya yang begitu besar. Biaya ini sudah melewati kapasitas Page 33 of 54

yang wajar sehingga biaya untuk kepentingan-kepentingan yang begitu mendasar dan mendesak menjadi sangat minim yang berimplikasi sangat luas. Sebagai negara berkembang yang sedang membangun, yang memiliki ciri-ciri dan persoalan ekonomi, politik, sosial dan budaya yang hampir sama dengan negara berkembang lainnya,Indonesia sendiri tidak terlepas dari masalah utang luar negeri, dalam kurun waktu 25 tahun terakhir,utang luar negeri telah memberikan sumbangan yang cukup besar bagi pembangunan di Indonesia. Bahkan utang luar negeri telah menjadi sumber utama untuk menutupi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan memberikan kontribusi yang berarti bagi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.Meskipun utang luar negeri (foreign debt) sangat membantu mentupi kekurangan biaya pembangunan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) namun persoalan pembayaran cicilan dan bunga menjadi beban yang terus menerus harus dilaksanakan,apalagi nilai kurs rupiah terhadap dollar cenderung tidak stabil setiap hari bahkan setiap tahunnya. Pertengahan tahun 1997 Indonesia telah mengalami krisis moneter yang disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya besarnya jumlah hutang swasta jangka pendek dan menengah serta utang-utang pemerintah yang menyebabkan nilai tukar Rupiah tertekan, kebijakan fiskal dan moneter yang tidak konsisten, membesarnya defisit neraca berjalan dan terdepresiasinya mata uang Bath dan berimbas pada nilai dollar. Di Indonesia hal ini juga membuat terjadinya krisis kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah sehingga masyarakat menyerbu Dollar untuk mengamankan kekayaanya. Dengan adanya krisis ekonomi tersebut kinerja perbankan Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang memburuk. Hal ini ditandai dengan hilangnya kepercayaan masyarakat dengan terjadinya penarikan besar-besaran (Rush). Berdasarkan data Bank Indonesia, Jumlah pinjaman luar negeri pasca krisis pun meningkat yaitu pada tahun 2000 dalam juta dollar sebesar US$ 133.073,00 padahal sebelumnya pada tahun 1998 dan 1999 jumlah utang luar negeri Indonesia adalah US$ 20.567,00 dan US$ 110.934,00. Pasca awal terjadinya krisis, yaitu tahun 1999 pemerintah sudah mengambil langkah seribu untuk menambah jumlah hutang atau pun pinjaman dari pihak asing. Meningkatnya jumlah pinjaman pada tahun 2000 yakni sebesar US$ 133.073,00 terjadi karena adanya tindakan pemerintah untuk menstabilkan nilai rupiah terhadap mata uang asing sehingga hal ini membutuhkan cadangan devisa yang sangat besar,sementara cadangan devisa sebelumnya sudah terkuras untuk menghadapi kepanikan masyarajat yang secara beramai-ramai membeli dollar secara besar-besaran dengan asumsi dollar akan naik lagi. Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, yang didahului oleh krisis moneter di Asia Tenggara, telah banyak merusakkan sendi-sendi perekonomian negara yang telah banyak dibangun selama PJP I dan awal PJP II. Penyebab utama terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, juga sebagian negara-negara di ASEAN, adalah ketimpangan neraca pembayaran internasional. Defisit current account ditutup dengan surplus capital account, terutama dengan modal yang bersifat jangka pendek (portofolio invesment), yang relatif fluktuatif. Sehingga, apabila
Page 34 of 54

terjadi rush akan mengancam posisi cadangan devisa negara, akhirnya akan mengakibatkan terjadinya krisis nilai tukar mata uang nasional terhadap valuta asing. Hal inilah yang menyebabkan beban utang luar negeri Indonesia, termasuk utang luar negeri pemerintah, bertambah berat bila dihitung berdasarkan mata uang rupiah (Adwin Surya Atmadja, 2000:93). Sebelum terjadinya krisis hampir semua indikator-indikator kinerja ekonomi Indonesia menunjukkan perkembangan yang baik. Ada sementara hubungan terutama kalangan bank sentral yang mengkhawatirkan bahwa ekonomi mulai kepanasan (overheating),tetapi tidak ada tanda-tanda yang terlalu merisaukan tau pemberi tanda bahwa krisis yang serius akan menerpa.Salah satu indikatonya adalah pertumbuhan ekonomi yang mana sejak akhir dasawarsa 1980-an ekonomi tumbuh rata-rata sekitar 8% per tahun dan pada pertengahan 1997 tumbuh dengan laju tahunan 7,4%.(McLeod,1998 dalam Budiono 2008:81)

3.B. Perumusan Masalah


Dari latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka ada beberapa rumusan masalah yang dapat dijadikan sebagai dasar kajian dalam penelitian yang akan dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah pembelajaran ini. Selainitu, perumusan masalah ini diperlukan sebagai cara untuk mengambil keputusan di akhir pembelajaran. Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah Inflasi yang tinggi disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali ? Apakah Laporan Perekonomian Indonesia cukup menggembirakan di tengah perekonomian dunia yang melemah dan diliputi ketidakpastian ? Bagaimana hubungan antara utang luar negeri dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebelum dan sesudah krisis ekonomi ?

3.C. Perekonomian Indonesia


Indonesia memiliki ekonomi berbasis-pasar di mana pemerintah memainkan peranan penting. Pemerintah memiliki lebih dari 164 BUMN dan menetapkan harga beberapa barang pokok, termasuk bahan bakar, beras, dan listrik. Setelah krisis finansial Asia yang dimulai pada pertengahan 1997, pemerintah menjaga banyak porsi dari aset sektor swasta melalui pengambilalihan pinjaman bank tak berjalan dan asset perusahaan melalui proses
Page 35 of 54

penstrukturan hutang. Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :

Inflasi yang sangat tinggi Disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada saat itu diperkirakan mata uang Jepang yang beredar di masyarakat sebesar 4 milyar. Dari jumlah tersebut, yang beredar di Jawa saja, diperkirakan sebesar 1,6 milyar. Jumlah itu kemudian bertambah ketika pasukan Sekutu berhasil menduduki beberapa kota besar di Indonesia dan menguasai bank-bank. Dari bank-bank itu Sekutu mengedarkan uang cadangan sebesar 2,3 milyar untuk keperluan operasi mereka. Kelompok masyarakat yang paling menderita akibat inflasi ini adalah petani. Hal itu disebabkan pada zaman pendudukan Jepang petani adalah produsen yang paling banyak menyimpan mata-uang Jepang. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga. Pada saat kesulitan ekonomi menghimpit bangsa Indonesia, tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI yang baru, Letnan Jenderal Sir Montagu Stopford mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang diduduki Sekutu. Uang NICA ini dimaksudkan sebagai pengganti uang Jepang yang nilainya sudah sangat turun. Pemerintah melalui Perdana Menteri Syahrir memproses tindakan tersebut. Karena hal itu berarti pihak Sekutu telah melanggar persetujuan yang telah disepakati, yakni selama belum ada penyelesaian politik mengenai status Indonesia, tidak akan ada mata uang baru. Oleh karena itulah pada bulan Oktober 1946 Pemerintah RI, juga melakukan hal yang sama yaitu mengeluarkan uang kertas baru yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai pengganti uang Jepang. Untuk melaksanakan koordinasi dalam pengurusan bidang ekonomi dan keuangan, pemerintah membentuk Bank Negara Indonesia pada tanggal 1 November 1946. Bank Negara ini semula adalah Yayasan Pusat Bank yang didirikan pada bulan Juli 1946 dan dipimpin oleh Margono Djojohadikusumo. Bank negara ini bertugas mengatur nilai tukar ORI dengan valuta asing.

Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI. Blokade laut ini dimulai pada bulan November 1945 ini, menutup pintu keluar-masuk perdagangan RI. Adapun alasan pemerintah Belanda melakukan blokade ini adalah:
Page 36 of 54

1. Untuk mencegah dimasukkannya senjata dan peralatan militer ke Indonesia; 2. Mencegah dikeluarkannya hasil-hasil perkebunan milik Belanda dan milik asing lainnya; 3. Melindungi bangsa Indonesia dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang bukan Indonesia.

Kas negara kosong. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan. Tanah pertanian rusak

1. Tenaga kerja dijadikan romusha 2. Tanah pertanian ditanami tanaman keras Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :

Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946. Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India seberat 500000 ton, mangadakan kontak dengan perusahaan swastaAmerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia. Konferensi ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948 yaitu mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif. Pada tanggal 19 Januari 1947 dibentuk Planing Board (badan perancang ekonomi yang bertugas untuk membuat rencana pembangunan ekonomi jangka waktu 2 sampai tiga tahun). Kemudian IJ Kasimo sebagai menteri Persediaan Makanan Rakyat menghasilkan rencana produksi lima tahun yang dikenal dengan nama Kasimo Plan, yang isinya

1. Memperbanyak kebun bibit dan padi unggul 2. Pencegahan penyembelihan hewan pertanian 3. Penanaman kembali tanah kosong 4. Pemindahan penduduk (transmigrasi) 20 juta jiwa dari Jawa ke Sumatera dalam jangka waktu 1-15 tahun.
Page 37 of 54

3.D. Sistem Ekonomi Gerakan Benteng


Sistem ekonomi Gerakan Benteng merupakan usaha pemerintah Republik Indonesia untuk mengubah struktur ekonomi yang berat sebelah yang dilakukan pada masa Kabinet Natsir yang direncanakan oleh Sumitro Djojohadikusumo (menteri perdagangan). Program ini bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia). Programnya adalah:

Menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa Indonesia. Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional. Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu dibimbing dan diberikan bantuan kredit. Para pengusaha pribumi diharapkan secara bertahap akan berkembang menjadi maju. Gagasan Sumitro ini dituangkan dalam program Kabinet Natsir dan Program Gerakan Benteng dimulai pada April 1950. Hasilnya selama 3 tahun (1950-1953) lebih kurang 700 perusahaan bangsa Indonesia menerima bantuan kredit dari program ini. Tetapi tujuan program ini tidak dapat tercapai dengan baik meskipun beban keuangan pemerintah semakin besar. Kegagalan program ini disebabkan karena :

Para pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan pengusaha non pribumi dalam kerangka sistem ekonomi liberal. Para pengusaha pribumi memiliki mentalitas yang cenderung konsumtif. Para pengusaha pribumi sangat tergantung pada pemerintah. Para pengusaha kurang mandiri untuk mengembangkan usahanya. Para pengusaha ingin cepat mendapatkan keuntungan besar dan menikmati cara hidup mewah. Para pengusaha menyalahgunakan kebijakan dengan mencari keuntungan secara cepat dari kredit yang mereka peroleh. Dampaknya adalah program ini menjadi salah satu sumber defisit keuangan. Beban defisit anggaran Belanja pada 1952 sebanyak 3 Miliar rupiah ditambah sisa defisit anggaran tahun sebelumnya sebesar 1,7 miliar rupiah. Sehingga menteri keuangan Jusuf Wibisono memberikan bantuan kredit khususnya pada pengusaha dan pedagang nasional dari golongan ekonomi lemah sehingga masih terdapat para pengusaha pribumi sebagai produsen yang dapat menghemat devisa dengan mengurangi volume impor.

3.E. Perekonomian Indonesia Saat ini


Page 38 of 54

Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat.dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. dengan pendapatan nasional per tahun indonesia mampu memberikan kemajuan.ekonomi makro yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saat ini.salah satu pertumbuhan ekonomi itu dapat dilihat dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi. Di lihat dari sedikit perekonomian makro dibidang perbankan ini dapat kita rasakan pertumbuhan ekonomi itu meningkat.Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2011 masih akan tumbuh tinggi, yakni di kisaran 6,4 persen. Sehingga, sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi XI (membidangi keuangan dan perbankan) DPR, Senin (14/2). Prospek perekonomian ke depan akan terus membaik dan diperkirakan akan lebih tinggi, kata Darmin. Dia mengatakan, permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akan tumbuh pesat. Ia menambahkan, Indonesia sudah melalui tantangan yang di 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tahun lalu, yakni 6,1 persen, akan mempermudah mencapai target pertumbuhan di 2011. Meski demikian, inflasi tinggi masih akan menjadi tantangan serius di tahun ini. Kondisi Perekonomian Indonesia Dilihat dari PDB Pendapat Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini menempati urutan ke-18 dari 20 negara yang mempunyai PDB terbesar di dunia. Hanya ada 5 negara Asia yang masuk ke dalam daftar yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Kelima negara Asia tersebut adalah Jepang (urutan ke-2), Cina (urutan ke-3), India (urutan ke-11), Korea Selatan (urutan ke15). Indonesia yang kini mempunyai PDB US$700 miliar, boleh saja bangga. Apalagi, dengan pendapatan perkapita yang mencapai US$3000 per tahun menempatkan Indonesia di urutan ke-15 negara-negara dengan pendapatan perkapita yang besar. Pihak Swasta Adanya lembaga lembaga swadaya masyarakat, seperti Dompet Dhuafa, bekerja sama dengan Institut Kemandirian yang berusaha mencetak kaum muda berpotensi meenjadi
Page 39 of 54

hebat sebagai pejuang ekonomi adalah cara salah satu membuat pemerataan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh semakin banyak rakyat Indonesia. Pihak Pemerintah Sinergi antar kementrian harus dibuat semakin solid dan saling mendukung sehingga tidak tumpang tindih dan lebih banyak bermanfaat bagi masyarakat. Kampanye pembentuka jiwa kewirausahaan , seperti seminar bertaraf internasional\, adalah salah satu jalan membangkitkan potensi jiwa jiwa pejuang ekonomi yang pantang menyerah dan penuh kreativitas tinggi. Dampak Globalisasi ekonomi positif dan dampak globalisasi negatif menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia usaha. Ketika kita berfikir menjadi pengusaha dan memanfaatkan setiap peluang usaha yang kita miliki sebenarnya saat itu kita masuk kedalam sebuah sistem ekonomi dan yang paling populer adalah sistem ekonomi kapitalis yang menjadi bagian integral dari proses globalisasi. Ada banyak pengertian globalisasi yang secera umum mempunyai kemiripan salah satu pengertian globalisasi adalah proses yang melintasi batas negara di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain . Sebagaimana sebuah sistem globalisasi ekonomi mempunyai dampak positif dan juga dampak negatif, terlepas dari pendapat pro globalisasi ekonomi dan kontra globalisasi ekonomi kita akan mencoba menelaah secara sederhana dampak postif globalisasi ekonomi dan dampak negatif globalisasi ekonomi. Dampak positif globalisasi ekonomi ditilik dari aspek kreatifitas dan daya saing dengan semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor maka diharapkan tumbuhnya kreatifitas dan peningkatan kualitas produksi yang disebabkan dorongan untuk tetap eksis ditengah persaingan global, secara natural ini akan terjadi manakala kesadaran akan keharusan berinivasi muncul dan pada giliranya akan menghasilkan produk2 dalam negeri yang handal dan berkualitas. Disisi lain kondisi dimana kapababilitas daya saing yang rendah dan ketidakmampuan Indonesia mengelola persaingan akan menimbulkan mimpi buruk begi perekonomian negeri ini, hal ini akan mendatangkan berbaga dampak negatif globalisasi ekonomi seperti membajirnya produk2 negeri asing seperti produk cina yang akhirnya mamatikan produksi dalam negeri, warga negara Indonesia hanya akan menjadi tenaga kasar bergaji murah sedangkan pekerjaan pekerjaan yang membutuhkan skill akan dikuasai ekspatriat asing, dan sudah barang tentu lowongan pekerjaan yang saat ini sudah sangat sempit akan semakin habis karena gelombang pekerja asing. Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek permodalan, dari sisi ketersediaan akses dana akan semaikin mudah memperoleh investasi dari luar negeri. Investasi secara
Page 40 of 54

langsung seperti pembangunan pabrik akan turut membuka lowongan kerja. hanya saja dampak positif ini akan berbalik 180 derajat ketika pemerintah tidak mampu mengelola aliran dana asing, akan terjadi justru penumpukan dana asing yang lebih menguntungkan pemilik modal dan rawan menimbulkan krisis ekonomi karena runtuhnya nilai mata uang Rupiah. Belum lagi ancaman dari semakin bebas dan mudahnya mata uang menjadi ajang spekulasi. Bayangkan saja jika sebuah investasi besar dengan meilbatkan tenaga kerja lokal yang besar tiba2 ditarik karena dianggap kurang prospek sudah barang tentu hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi. Dampak positif globalisasi ekonomi dari sisi semakin mudahnya diperoleh barang impor yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia, alih tehnologi juga bisa terbuka sangat lebar, namun kondisi ini juga bisa berdampak buruk bagi masyarakat karena kita cenderung hanya dijadikan objek pasar, studi kasus seperti produksi motor yang di kuasai Jepang, Indonesia hanya pasar dan keuntungan penjualan dari negeri kita akan dibawa ke Jepang memperkaya bangsa Jepang. Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia. Globalisasi dan liberalisme pasar dikampayekan oleh para pengusungnya sebagai cara untuk mencapai standar hidup yang lebih tinggi, namun bagi para penentangnya globalisasi hanya kedok para kapitalis yang akan semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara kaya dengan negara berkembang dan miskin. Penguasaan kapital yang lebih besar dengan menciptakan pasar global terutama di dunia ketiga yang diyakini tidak akan mampu memenuhi standar tinggi produk global akan membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. So pilihan akan keblai kekita mana yang kita pilih Dampak Globalisasi ekonomi positif atau dampak globalisasi negatif.

3.F. Laporan Perekonomian Indonesia


Kinerja perekonomian Indonesia pada tahun 2012 cukup menggembirakan di tengah perekonomian dunia yang melemah dan diliputi ketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan pada tingkat yang cukup tinggi, yaitu 6,2%, dengan inflasi yang terkendali pada tingkat yang rendah (4,3%) sehingga berada pada kisaran sasaran inflasi 4,51%. Di tengah menurunnya kinerja ekspor, pertumbuhan ekonomi lebih banyak ditopang oleh permintaan domestik yang tetap kuat. Hal ini didukung oleh kondisi ekonomi makro dan sistem keuangan yang kondusif sehingga memungkinkan sektor rumah tangga dan sektor usaha melakukan kegiatan ekonominya dengan lebih baik. Selain itu, kuatnya permintaan domestik di tengah melemahnya kinerja ekspor menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan neraca transaksi berjalan.

Page 41 of 54

Perekonomian Indonesia pada tahun 2013 diprakirakan tumbuh lebih tinggi, namun sejumlah risiko dan tantangan perlu diantisipasi. Sejalan dengan membaiknya perekonomian dunia, terutama pada semester II 2013, perekonomian Indonesia diprakirakan akan tumbuh sebesar 6,3-6,8% dengan inflasi tetap terjaga sesuai dengan sasaran Bank Indonesia sebesar 4,51%. Permintaan domestik diprakirakan tetap menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi. Namun sejumlah tantangan dan risiko perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan. Pertama, konsumsi BBM yang terus meningkat di tengah semakin menurunnya produksi migas dalam negeri akan terus meningkatkan impor migas dan beban subsidi sehingga semakin menambah tekanan terhadap kesinambungan fiskal dan defisit transaksi berjalan. Kedua, struktur perekonomian dengan ketergantungan impor yang tinggi khususnya untuk barang modal dan bahan baku, dalam jangka pendek dapat menimbulkan kerentanan terhadap keseimbangan eksternal ketika kegiatan investasi terus mengalami peningkatan. Dengan latar belakang tersebut, kebijakan Bank Indonesia akan diarahkan pada upaya pencapaian keseimbangan internal dan eksternal. Dalam hubungan ini, kebijakan Bank Indonesia diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi dan menjaga keseimbangan neraca pembayaran. Arah kebijakan tersebut akan dilakukan melalui lima pilar bauran kebijakan. Pertama, kebijakan moneter akan ditempuh secara konsisten untuk mengarahkan inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran yang ditetapkan. Kedua, kebijakan nilai tukar akan diarahkan untuk menjaga pergerakan rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya. Ketiga, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk menjaga kestabilan sistem keuangan. Keempat, penguatan strategi komunikasi kebijakan untuk mendukung efektivitas kebijakan Bank Indonesia. Kelima, penguatan koordinasi Bank Indonesia dan Pemerintah dalam mendukung pengelolaan ekonomi makro dan stabilitas sistem keuangan.

3.G. Macam Macam Sistem Perekonomian Indonesia


Sistem ekonomi adalah cara untuk mengatur atau mengorganisasi seluruh aktivitas ekonomi, baik ekonomi rumah tangga negara atau pemerintah, maupun rumah tangga masyarakat atau swasta. Aktivitas ekonomi yang dimaksud di sini adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dimana didalamnya meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut ini macam-macam sistem ekonomi yang berlaku di dunia : SISTEM EKONOMI TRADISIONAL Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter (natura), belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/masyarakat.
Page 42 of 54

o Ciri-ciri - Belum ada pembagian kerja - Pertukaran dengan sistem barter - Jenis produksi ditentukan sesuai dengan kebutuhan - Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan - Bertumpu pada sektor agraris - Keadaan masyarakatnya masih statis, tradisional, dan miskin

o Kebaikan - Setiap masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen - Produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan - Dengan sistem pertukaran barter, masyarakat cenderung bertindak jujur

o Kelemahan - Tidak ada kerja sama antarindividu atau masyarakat - Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan - Jenis dan jumlah barang yang diproduksi sering tidak mencukupi kebutuhan - Sulit menetapkan ukuran dari barang yang dipertukarkan

SISTEM EKONOMI KERAKYATAN Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia bardasar atas demokrasi ekonomi, artinya produksi dikerjakan oleh semua masyarakat, dan untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Sistem ekonomi di Indonesia berdasar Pancasila, UUD 1945, serta GBHN, sehingga disebut sebagai sistem ekonomi berdasar demokrasi ekonomi Pancasila.
Page 43 of 54

3.H. Kesimpulan
perekonomian di indonesia yang menjadi pokok utama adalah pengagguran dan inflasi. pengertian pengagguran merupakan istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali , sedang mencari kerja,bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.pengangguran merupakan masalah dalam ekonomi yang paling sulit untuk diselesaikan sampai detik ini, apalagi untuk negara-negara berkembang seperti indonesia, di indonesia sendiri dapat dilihat dari tahun ke tahun jumlah pengangguran bukanya maki n berkurang melainkan makin bertambah, akibat penduduk yang relatif banyak ,pendidikan dan keterampilan yang rendah, terbatasnyalapangan keja, teknologi yang semakin modren dan perusahaan yang mengejar keuntungan dengan menerapakan sistem pegawai kontrak (outscoursing).ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi tidak sanggup untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih cepat dibandingkan dengan laju penduduk yang makin pesat. inflasi merupakan suatu keadaan dimana terdapat kenaikan harga dan jasa secara terus menerus, inflasi yang berkembang harus ditanggulangi karena akan merusak struktur perekonomian yang terjadi. sisi negatif dan positif inlasi dalam perekonomian : turunya pendapatan rill kekayaan masyarakat yang memiliki penghasilan tetap, berbentuk kasnilai tabungan masyarakat menjadi turun o laju pertumbuhan ekonomi masyrakat menjadi terhambat o merangsang masyarakat untuk bekerja keras dan meningkatkan kesejahteraan. suatu negara termasuk kategori negara sedang berkembang apabila keadaannya miskin, tingkat hidup penduduk masih rendah, rumah-rumah penduduk masih sederhana, di kotakota masih banyak pengemis, belum banyak pabrik atau industri, jalan-jalan dan komunikasi maupun transportasi masih kurang, sebagian besar penduduk pendidikannya masih rendah, dan usaha pertambangan dan industri besar dilakukan oleh perusahaan asing. negara berkembang yang saya jadikan acuan perbandingan adalah antara thailand dan lebanon yang sangat banyak baik dari politik ,ekonomi, demografi, budaya dan georafis. perbandingan ke duanya sangat jauh berbeda walaupun keduanya masuk kategori negara berkembang.

Page 44 of 54

BAB IV HUKUM DI INDONESIA

4.A. Latar Belakang Hukum di Indonesia


Manusia adalah makhluk sosial artinya manusia tidak dapat hidup sendiri. Dengan kata lain manusia hidup memerlukan bantuan orang lain. Adapun manusia selalu memerlukan bantuan orang lain atau selalu hidup bermasyarakat adalah : o untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum. o untuk membela diri. o untuk memperoleh keturunan. Singkatnya, manusia memerlukan orang lain untuk mempertahankan kehidupannya. Tidaklah mungkin ada orang yang dapat hidup sendirian tanpa interaksi dengan orang lain. Dalam berinteraksi dengan orang lain pasti terdapat konflik kepentingan antara orang yang satu dengan yang lainnya. Karena tiap orang mempunyai keinginan, keperluan dan kebutuhan sendiri-sendiri. Sehingga akan terjadilah perselisihan dalam kehidupan bersama apabila terdapat konflik kepentingan. Golongan yang kuat mengalahkan dan menindas golongan yang lemah. Oleh karena itulah, agar adanya suatu kedamaian atau untuk mencegah perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat diperlukan suatu peraturan-peraturan atau kaedah-kaedah yang disebut hukum. Demikianlah latar belakang yang menyebabkan munculnya hukum. Indonesia adalah Negara hukum yang memiliki konstitusi tertinggi dalam tata urutan perundang undangan yaitu Undang Undang Dasar 1945. Undang Undang Dasar 1945 hasil amandemen keempat merumuskan hal tersebut pada pasal 1 ayat 93) yaitu : Negara Indonesia adalah Negara Hukum. Negara Hukum adalah Negara berdasarkan hukum, dan kekuasaan harus tunduk pada hukum. Selain hal tersebut di dalam Negara hukum kedudukan semua orang sama dihadapan hukum. Seperti yang di kemukakan oleh Wirjono bahwa hukum adalah rangkaian peraturan mengenai tingkah laku orang orang sebagai anggota masyarakat, sedangkan satu satunya tujuan dari hukum adalah mengadakan keselamatan, kebahagiaan, dan tata tertib di dalm masyarakat.
Page 45 of 54

Indonesia sebagai Negara hukum maka Indonesia memiliki hukum sendiri di mana peraturan itu di tunjukan kepada manusia agar bertingkah laku sesuai dengan hukum yang ada di masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan pemeo yang di ungkapkan oleh Cicero dalam Roestandi yaitu :ubi societas Ibi Ius yang artinya di mana ada masyarakat, di situ ada hukum. Hukum yang baik adalah hukum yang sesuaia dengan hukum yang hidup (The Living Law) dalam masyarakat dan sesuai dengan nilai nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Konsekuensi dari hal di atas yaitu keberadaan hukum di masyarakat akan mengingat perilaku di masyarakat dimanapun dan kapanpun juga manusia itu berada. Setiap orang akan bertindak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga peraturan dalam masyrakat itu harus tetap ada. Namun seringkali kebutuhan setiap orang itu memiliki tujuan yang sama, sehingga akan menimbulkan pertikaian yang akan menimbulkan bentrokan satu sama lain. Berdasarkan hal tersebut hukum harus selalu ada dalam masyrakat untuk menyeimbangkan berbagai kepentingan yang berbeda. Salah satu tujuan utama dari hukum yang hidup dalam masyarakat yaitu menciptakan ketertiban karena dalam setiap hukum yang berlaku di masyarakat selalu mengandung unsure ketertiban. Ketertiban merupakan fakta objektif yang berlaku bagi semua manusia yang hidup dalam suatu masyarakat agar menjadi manusia yang teratur. Hukum mmiliki sifat mengatur dan memaksa, sehingga masyrakat harus mematuhi tata tertib yang berlaku. Secara sadar atau tidak, manusia dipengaruhi oleh peraturan hidup yang mengikat pada manusia sendiri untuk bertingkah laku dalam masyarakat. Setiap pelanggar hukum akan dikenakan sanksi yang tegas berupa hukuman sebagai akibat dari perbuatan yang di lakukannya. Peraturan tersebut member petunjuk kepada manusia bagaimana harus bertingkah laku dan bertindak dalam masyarakat, sehingga manusia tidak alan terjebak untuk melakukan tindak criminal atau kejahatan. Kejahatan merupakan suatu perbuatan yang melanggar hukum dan norma social. Seperti yang di kemukakan oleh Bonger bahwa Kejahatan adalah perbuatan yang sangat anti social yang memperoleh tantangan dengan sadar dari Negara berupa pembinaan penderitaan (hukum atau tindakan) dalam hal ini kejahatan merupakan perbuatan yang paling melanggar norma social dan norma hukum, sehingga orang yang melakukan kejahatan akan diberikan hukuman. Sanksi yang di berikan terhadap pelanggar hukum akan dijatuhkan oleh hakim sesuai dengan tindakan pidana yang di lakukannya. Menurut Wirjono terdapat Tiga jenis sanksi yang diberikan kepada pelanggar hukum yaitu sanksi administrasi, sanksi perdata dan sanksi oidana sanksi sanksi tersebut dijatuhkan kepada pelanggar hukum sesuai dengan bidang hukumnya masing masing. Sanksi pidana merupakan sanksi yang ada dalam hukum pidana. Sanksi tersebut dijatuhkan sesuai dengn kejahatan yang di lakukan ole pelanggar hukum, sehingga jenis hukuman yang di jatuhkan berbeda beda.

Page 46 of 54

4.B. Perumusan Masalah


Perumusan Masalah yang akan diangkat dalam peelitian ini dapat di rumuskan sebagai berikut : Bagaimana peranan Masyaraka pada Hukum di Indonesia apakah Hukum Indonesia merupakan Camuran Sistem dari Hukum Eropa, Hukum Agama, dan Hukum Adat

4.C. Hukum Indonesia


Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum Eropa, hukum agama, dan hukum adat. Sebagian besar sistem yang dianut, baik perdata maupun pidana berbasis pada hukum Eropa, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia-Belanda (Nederlandsch-Indie). Hukum agama karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam, maka dominasi hukum atau syariat Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan, kekeluargaan, dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga berlaku sistem hukum adat yang diserap dalam perundang-undangan atau yurisprudensi, yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah nusantara. Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa "Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela

Sumber - Sumber Hukum Sumber hukum Material (Welborn) : keyakinan dan perasaan (kesadaran) hukum individu dan pendapat umum yangmenentukan isi atau meteri (jiwa) hukum.b.

Page 47 of 54

Sumber hukum Formal (Kenborn) : perwujudan bentuk dari isi hukum material yang menentukan berlakunya hukumitu sendiri. Macam-macam sumber hukum formal : Undang-Undang UU dalam arti material; peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang isinya mengikat secara umum. (UUD, TAPMPR,UU)UU dalam arti formal; setiap peraturan yang karena bentuknya dapat disebut Undang-undang. (Pasal 5 ayat (1)) Kebiasaan (hukum tidak tertulis); perbuatan yang diulang-ulang terhadap hal yang sama dan kemudian diterima sertadiakui oleh masyarakat. Dalam praktik pnyelenggaraan Negara, hukum tidak tertulis disebut konvensi Yurisprudensi; keputusan hakim terdahulu terhadap suatu perkara yang tidak diatur oleh UU dan dijadikan pedomanoleh hakim lainnya dalam memutuskan perkara yang serupa. Traktat; perjanjian yang dibuat oleh dua Negara atau lebih mengenai persoalan-persoalan tertentu yang menjadikepentingan Negara yang bersangkutan. Doktrin; pendapat para ahli hukum terkemuka yang dijadikan dasar atau asas-asas penting dalam hukum dan penerapannya. Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan (TAP MPR No. III/MPR/2003) 1. UUD 1945 2. Ketetapan MPR RI 3. UU 4. Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu) 5. Peraturan Pemerintah; 6. Keputusan Presiden; 7. Peraturan Daerah
Page 48 of 54

4.D. Pengertian Hukum menurut Para Ahli Hukum


Pengertian Hukum Menurut Para Ahli Hukum adalah sebaai berikut : 1. Plato, dilukiskan dalam bukunya Republik. Hukum adalah sistem peraturan-peraturan yang teratur dan tersusun baik yang mengikat masyarakat. 2. Aristoteles, hukum hanya sebagai kumpulan peraturan yang tidak hanya mengikat masyarakat tetapi juga hakim. Undang-undang adalah sesuatu yang berbeda dari bentuk dan isi konstitusi; karena kedudukan itulah undang-undang mengawasi hakim dalam melaksanakan jabatannya dalam menghukum orang-orang yang bersalah. 3. Austin, hukum adalah sebagai peraturan yang diadakan untuk memberi bimbingan kepada makhluk yang berakal oleh makhluk yang berakal yang berkuasa atasnya (Friedmann, 1993: 149). 4. Bellfoid, hukum yang berlaku di suatu masyarakat mengatur tata tertib masyarakat itu didasarkan atas kekuasaan yang ada pada masyarakat. 5. Mr. E.M. Mayers, hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan ditinjau kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat dan yang menjadi pedoman penguasa-penguasa negara dalam melakukan tugasnya. 6. Duguit, hukum adalah tingkah laku para anggota masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama terhadap orang yang melanggar peraturan itu. 7. Immanuel Kant, hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak dari orang yang satu dapat menyesuaikan dengan kehendak bebas dari orang lain memenuhi peraturan hukum tentang Kemerdekaan. 8. Van Kant, hukum adalah serumpun peraturan-peraturan yang bersifat memaksa yang diadakan untuk mengatur melindungi kepentingan orang dalam masyarakat. 9. Van Apeldoorn, hukum adalah gejala sosial tidak ada masyarakat yang tidak mengenal hukum maka hukum itu menjadi suatu aspek kebudayaan yaitu agama, kesusilaan, adat istiadat, dan kebiasaan. 10. S.M. Amir, S.H.: hukum adalah peraturan, kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari norma-norma dan sanksi-sanksi. 11. E. Utrecht, menyebutkan: hukum adalah himpunan petunjuk hidup perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat, dan seharusnya ditaati oleh
Page 49 of 54

seluruh anggota masyarakat yang bersangkutan, oleh karena itu pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan oleh pemerintah atau penguasa itu. 12. M.H. Tirtaamidjata, S.H., bahwa hukum adalah semua aturan (norma) yang harus dituruti dalam tingkah laku tindakan-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman mesti mengganti kerugian jika melanggar aturan-aturan itu akan membahayakan diri sendiri atau harta, umpamanya orang akan kehilangan kemerdekaannya, didenda dan sebagainya. 13. J.T.C. Sumorangkir, S.H. dan Woerjo Sastropranoto, S.H. bahwa hukum itu ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat, yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman. 14. Soerojo Wignjodipoero, S.H. hukum adalah himpunan peraturan-peraturan hidup yang bersifat memaksa, berisikan suatu perintah larangan atau izin untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu atau dengan maksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat. 15. Dr. Soejono Dirdjosisworo, S.H. menyebutkan aneka arti hukum yang meliputi: (1) hukum dalam arti ketentuan penguasa (undang-udang, keputusan hakim dan sebagainya), (2) hukum dalam arti petugas-petugas-nya (penegak hukum), (3) hukum dalam arti sikap tindak, (4) hukum dalam arti sistem kaidah, (5) hukum dalam arti jalinan nilai (tujuan hukum), (6) hukum dalam arti tata hukum, (7) hukum dalam arti ilmu hukum, (8) hukum dalam arti disiplin hukum. 16. Dr. Soerjono Soekanto, S.H., M.A., dan Purnadi Purbacaraka, S.H. menyebutkan arti yang diberikan masyarakat pada hukum

4.E. Bidang Hukum


Hukum dapat dibagi dalam berbagai bidang, antara lain hukum pidana/hukum publik, hukum perdata/hukum pribadi, hukum acara, hukum tata negara, hukum administrasi negara/hukum tata usaha negara, hukum internasional, hukum adat, hukum islam, hukum agraria, hukum bisnis, dan hukum lingkungan. Hukum pidana Hukum pidana termasuk pada ranah hukum publik. Hukum pidana adalah hukum yang mengatur hubungan antar subjek hukum dalam hal perbuatan - perbuatan yang diharuskan dan dilarang oleh peraturan perundang - undangan dan berakibat diterapkannya sanksi berupa pemidanaan dan/atau denda bagi para pelanggarnya. Page 50 of 54

Dalam hukum pidana dikenal 2 jenis perbuatan yaitu kejahatan dan pelanggaran. Kejahatan ialah perbuatan yang tidak hanya bertentangan dengan peraturan perundang undangan tetapi juga bertentangan dengan nilai moral, nilai agama dan rasa keadilan masyarakat. Pelaku pelanggaran berupa kejahatan mendapatkan sanksi berupa pemidanaan, contohnya mencuri, membunuh, berzina, memperkosa dan sebagainya. Sedangkan pelanggaran ialah perbuatan yang hanya dilarang oleh peraturan perundangan namun tidak memberikan efek yang tidak berpengaruh secara langsung kepada orang lain, seperti tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman dalam berkendaraan, dan sebagainya. Di Indonesia, hukum pidana diatur secara umum dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), yang merupakan peninggalan dari zaman penjajahan Belanda, sebelumnya bernama Wetboek van Straafrecht (WvS). KUHP merupakan lex generalis bagi pengaturan hukum pidana di Indonesia dimana asas-asas umum termuat dan menjadi dasar bagi semua ketentuan pidana yang diatur di luar KUHP (lex specialis) Hukum perdata Salah satu bidang hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara individu-individu dalam masyarakat dengan saluran tertentu. Hukum perdata disebut juga hukum privat atau hukum sipil. Salah satu contoh hukum perdata dalam masyarakat adalah jual beli rumah atau kendaraan . Hukum perdata dapat digolongkan antara lain menjadi: Hukum keluarga Hukum harta kekayaan Hukum benda Hukum Perikatan Hukum Waris Hukum acara Untuk tegaknya hukum materiil diperlukan hukum acara atau sering juga disebut hukum formil. Hukum acara merupakan ketentuan yang mengatur bagaimana cara dan siapa yang berwenang menegakkan hukum materiil dalam hal terjadi pelanggaran terhadap hukum materiil. Tanpa hukum acara yang jelas dan memadai, maka pihak yang berwenang menegakkan hukum materiil akan mengalami kesulitan menegakkan hukum materiil. Untuk menegakkan ketentuan hukum materiil pidana diperlukan hukum acara
Page 51 of 54

pidana, untuk hukum materiil perdata, maka ada hukum acara perdata. Sedangkan, untuk hukum materiil tata usaha negara, diperlukan hukum acara tata usaha negara. Hukum acara pidana harus dikuasai terutama oleh para polisi, jaksa, advokat, hakim, dan petugas Lembaga Pemasyarakatan. Hukum acara pidana yang harus dikuasai oleh polisi terutama hukum acara pidana yang mengatur soal penyelidikan dan penyidikan, oleh karena tugas pokok polisi menrut hukum acara pidana (KUHAP) adalah terutama melaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. Yang menjadi tugas jaksa adalah penuntutan dan pelaksanaan putusan hakim pidana. Oleh karena itu, jaksa wajib menguasai terutama hukum acara yang terkait dengan tugasnya tersebut. Sedangkan yang harus menguasai hukum acara perdata. termasuk hukum acara tata usaha negara terutama adalah advokat dan hakim. Hal ini disebabkan di dalam hukum acara perdata dan juga hukum acara tata usaha negara, baik polisi maupun jaksa (penuntut umum) tidak diberi peran seperti halnya dalam hukum acara pidana. Advokatlah yang mewakili seseorang untuk memajukan gugatan, baik gugatan perdata maupun gugatan tata usaha negara, terhadap suatu pihak yang dipandang merugikan kliennya. Gugatan itu akan diperiksa dan diputus oleh hakim. Pihak yang digugat dapat pula menunjuk seorang advokat mewakilinya untuk menangkis gugatan tersebut. Tegaknya supremasi hukum itu sangat tergantung pada kejujuran para penegak hukum itu sendiri yang dalam menegakkan hukum diharapkan benar-benar dapat menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Para penegak hukum itu adalah hakim, jaksa, polisi, advokat, dan petugas Lembaga Pemasyarakatan. Jika kelima pilar penegak hukum ini benar-benar menegakkan hukum itu dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah disebutkan di atas, maka masyarakat akan menaruh respek yang tinggi terhadap para penegak hukum. Dengan semakin tingginya respek itu, maka masyarakat akan terpacu untuk menaati hukum.

4.F. Sistem Hukum di Indonesia


Sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum(rechstaate), masyarakat dan para penyelenggara pemerintahan indonesia mendasarkan setiap kegiatan dan kebijaksanaan pada hukum yang berlaku. Hukum itu penting bagi kehidupan manusia untuk menciptakan ketertiban dalam masyarakat. Pada umumnya, hukum diartikan sebagai peraturan atau tata tertib yang mempunyai sifat memaksa, mengikat, dan mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lainya dalam masyarakat dengan tujuan manjamin keadilan dan ketertiban dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Hukum merupakan auatu alat untuk menciptakan tatanan suatu
Page 52 of 54

kelompok bangsa, negara dan secara partikularnya suatu komunitas manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Sistem hukum di indonesia merupakan canmpuran dari sistem hukum di eropa, hukum agama dan hukum adat. Sebagian besar sistem yang dianut mengacu pada hukum eropa, khususnya belanda. Hal ini berdasarkan fakta sejarah bahwa indonesia merupakan bekas wilayah jajahan belanda. Hukum agama juga meruoakan dari sistem hukum di indonesia karena sebagian besar masyarakat indonesia menganut agama islam, maka hukum islam lebih banyak di terapkan, terutama di bidang perkawinan, kekluargaan, dan warisan. Sementara hukum adat merupakan aturan-aturan masyarakat yang di pengaruhi oleh budaya-budaya yang ada di wilayah nusantara dan di wariskan secara turun temurun. Secara umum, hukum di indonesia di bagi menjadi dua macam, yaitu hukum perdata dan hukum pidana.

4.G. Peradilan di Indonesia


Diindonesia, terdapat 3(tiga) kekuasaan dalam menjalankan pemerintahan. Kekuasaankekuasaan tersebut di antaranya eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Lembaga-lembaga peradilan termasuk kedalam kekuasaan yudikatif atau kehakiman. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan merdeka untuk menyelenggarakan peradilan, yaitu menegakan hukum dan keadilan berdasarkan pancasila demi terselengaranya negara hukum republik indonesia. Kekuasaan kehakiman pada hakikatnya bebas dari intervensi atau pengaruh pihak lain atau lembaga lain. Peranan pokok kekuasaan lehakiman adalah menerima, memeriksa, dan mengadili seta menyelesaikan setiap perkara yag diajukan. Dalam mengadili dan menyelesaikan setiap perkara, kekuasaan kehakiman harus bebas, yaitu bebas untuk mengadili dan bebas dari pengaruh siapapun. Adapun ketentuan mengenai kekuasaan kehakiman di indonesia diatur dalam undang-undang no.4 tahun 2004. Lembaga peradilan di seluruh wilayah republik indonesia adalah peradilan negara yang ditetapkan dengan undang-undang. Hal ini menunjukan bahwa, selain peradilan negara, tidak di perbolehkan ada peradilan yang bukan di lakukan oleh badan peradilan negara. Peradilan dilakukan demi keadilan berdasarkan ketuhanan yang maha esa. Setiap putusan pengadilan menghasilkan putusan akhir. Dalam hal ini, setiap putusan akhir pengadilan harus dapat diterima dan dilaksanakan untuk memberi kekuatan pelaksanaan putusan. Proses peradilan dilakukan dengan sederhana, cepat, dan biayanya ringan. Peradilan sederhana maksudnya peraturanya sederhana untuk dipahami, dan tidak berbelit-belit. Cepat berarti tidak berlarut-larut proses penyelesaianya. Pengadilan dengan biaya ringan Page 53 of 54

berarti tidak membebankan kepada pihak-pihak perkara. Pengadilan mengadili menurut hukum tanpa membendakan status seseorang. Di depan hukum, semua orang sama. Pengadilan tidak hanya mengadili berdasarkan undang-undang, tetapi mengadili menurut hukum. Kekuasaan ini memberikan kebebasan lebih besar kepada hakim. Meskipun demikian, kebebasan kehakiman bersifat pasif. Dengan kata lain, hakim bersikap menunggu datangya atau diajukanya sebuah perkara. Hakim tidak boleh menolak untuk memeriksa dan mengadili suatu perkara yang diajukan dengan alasan bahwa hukumanya tidak jelas atau kurang jelas. Untuk lebih menjamin objektivitas kekuasaan kehakiman, sidang pemeriksaan pengadilan terbuka untuk umum, kecuali apabila undang-undang menentukan lain. Terbuka untuk umum berarti setiap orang dapat menghadiri sidang. Kehadiran pengunjung di persidangan merupakan kontrol sosial. Akan tetapi, ini tidak berarti setiap pengunjung dapat mengajukan protes atau mengajukan keberatan terhadap keputusan hakim. Semua pengadilan memeriksa dan memutus perkara dengan majelis yang sekurangkurangnya berjumlah 3(tiga) orang. Tujuan ketentuan tersebut adalah untuk lebih mejamin rasa keadilan. Asas keadlian ini tidak menutup kemungkinan untuk memeriksa dan memutus suatu perkara yang dilakukan oleh hakim tunggal. Para pihak yang berperkara atau terdakwa mempunyai hak ingkar terhadap hakim yang mengadili perkaranya. Hak ingkar adalah hak sesseorang yang diadili untuk mengajukan keberatan yang disertai dengan alasan alasan-alasan putusan. Putusan pengadilan harus objektif dan berwibawa. Oleh karena itu, alasan merupakan pertanggungjawaban hakim kepada masyarakat atas putusan itu. Kekuasaan kehakiman tertinggi di indonesia dilakukan oleh mahkamah agung. Badan peradilan yang berada dibawah peradilan mahkamah agung meliputi badan peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer, dan peradilan tata usaha negara. Peradilan Umum Kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan umum dilaksanakan oleh peradilan negeri, pengadilan tinggi, dan keputusan kasasi oleh mahkamah agung. Mahkamah agung mempunyai kekuasaan dan kewenangan dalam pembinaan, organisasi, administrasi dan keuangan pengadilan. Pengadilan negeri berkedudukan di kota atau di ibi kota kabupaten dan daerah hukumnya meliputi wilayah kota dan kabupaten. Sementara pengadilan tinggi berkedudukan di ibukota provinsi dan daerah hukumnya meliputi wilayah provinsi yang dibentuk dengan undang-undang.
Page 54 of 54

Susunan pengadilan negeri terdiri atas pimpinan(ketua dan wakil ketua), hakim anggota, panitera, sekretaris, dan juru sita. Juru sita tidak terdapat di pengadilan tinggi. Juru sita bertugas melaksanakan semua perintah yang diberikan oleh ketua sidang dengan cara menyampaikan pengumuman-pengumuman, teguran-teguran, pemberitahuan putusan pengadilanm, dan melakukan penyitaan. Pengadilan negeri bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara pidana dan perkara perdata tingkat pertama. Pengadilan tinggi berwenang mengadili perkara pidana dan perkara perdata di tingkat banding. Di samping itu, pengadilan tinggi juga berwenang mengadili di tingkat pertama dan terakhir. Peradilan Agama Peradilan agama yang dimaksud, yaitu peradilan agama islam. Kekuasaan kehakiman dalam peradilan agama dilakukan oleh pengadilan gama yang terdiri atas badan peradilan tingkat pertama dan badan peradian tingka t banding. Pengadilan agama mempunyai daerah hukum yang sama dengan pengadilan negeri, mengingat pelaksanaan putusan pengadilan agama masih memerlukan pengukuhan dari pengadilan negeri. Jadi, pengadilan agama terdapat di setiap kota kabupaten dan kota. Tugas dan wewenang pengadilan agama pada pokoknya adalah memeriksa dan memutus sengketa antar orang-orang yang beragama islam mengenai bidang hukum perdata tertentu yang harus di putus berdasarkan syariat islam. Oleh karena itu, berlakuknya hukum terbatas pada orang-orang beragama islam. Perkara-perkara pengadilan agama dapat dibagi menjadi 3(tiga), yaitu: a. perkara yang tidak mengandung sengketa; b. permohonan fatwa pembagian warisan pada umumnya bukan merupakan sengketa; serta c. perkara perselisihan pernikahan. Pada 29 desember 89, disahkan undang-undang peradilan agama, yaitu UU no.7 tahun 89. Semua peraturan pelaksanaan yang telah ada mengenai peradilan agama dinyatakan tetap berlaku selama ketentuan baru berdasarkan undang-undang peradilan agama belum di keluarkan. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa peradilan bagi orang-orang beragam islam. Wewenang peradilan agama adalah memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara perdata antara orangorang yang beragama islam di bidang perkawinan, warisan, wasiat, hibah, waqaf, dan shadaqoh.

Peradilan Militer

Page 55 of 54

Susunan siadang mahkamah militer dan mahkaman tinggi terdiri atas tiga orang hakim, seorang oditur, jaksa tentara, dan sorang panitera. Peradilan militer mempunyai wewenang memeriksa dan memutus perkara pidana terhadpa kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oelh seorang anggota militer sebgai berikut. a. seseorang yang pada waktu melakukan keahatan tau pelanggaran berstatus anggota militer. b. seseorang yang pada waktu melakukan kejahatan atau pelanggaran undang-undang atau peraturan pemerintah di tetapkan sama dengan anggota militer. c. seorang yang pada waktu melakukan kejahatan atau pelanggaran adalah anggota suatu golongan atau jawatan yang dipersamakan atau di anggap sebagai anggota militer. d. seorang yang tidak termasuk hal-hal tersebut, tetapi atas ketetapan menteri pertahanan dengan persetujuan menteri kehakiman harus diadili oelh suatu pengadilan dalam lingkungan peradilan militer. Mahkamah militer mengadili dalam tingkat pertama perkara-perkara tingkat kejahatan dan pelanggaran, apabila terdakwa atau salah satu terdakwa pada waktu melakukan perbuatan adalah perwira berpangkat di bawah kapten. Mahkamah militer tinggi memutus di tingkat pertama perkara kejahatan dan pelanggaran, apabila terdakwa atau salah satu terdalwa pada waktu melakukan perbuatan adalah perwira yang berpangkat mayor ke atas. Dalam peradilan tingkat kedua, mahkamah militer tinggi memeriksa dan memutus semua perkara yang telah di putus oleh mahkamah militer oleh daerah hukumnya yang dimintakan pemeriksaan ulang. Dalam tingkat pertama dan terakhir, mahkamah militer tinggi memeriksa dan memutus perselisihan tentang kekuasaan mengadili antara beberapa mahkamah militer dalam daerah hukumanya. Peradilan Tata Usaha Negara Pada desember 1986, telah disahkan undang-undang no.5 tahun 1986 tentang peradilan tata usaha negara yang merupakan pengadilan tingakt pertama dalam pengadilan tinggi tata usaha negara. setiap putusan tingkat terakhir pengadilan dapat dimohonkan kasasi dari mahkamah agung

Page 56 of 54

4.H. Kesimpulan
Memahami hukum Indonesia harus dilihat dari akar falsafah pemikiran yang dominan dalam kenyataanya tentang pengertian apa yang dipahami sebagai hukum serta apa yang diyakini sebagai sumber kekuatan berlakunya hukum. Dari uraian pada bagian terdahulu, tidak diragukan lagi bahwa apa yang dipahami sebagai hukum dan sumber kekuatan berlakunya hukum sangat dipengaruhi oleh aliran positivisme dalam ilmu hukum yang memandang hukum itu terbatas pada apa yang tertuang dalam peraturan perundangundangan atau yang dimungkinkan berlakunya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, bahkan aliran ini akan terus mengokohkan dirinya dalam perkembagan sistem hukum Indonesia ke depan. Adapun nilai-nilai moral dan etika serta kepentingan rakyat dalam kenyataan-kenyataan sosial di masyarakat hanya sebagai pendorong untuk terbentuknya hukum yang baru melalui perubahan, koreksi serta pembentukan peraturan perundang-undangan yang baru. Kenyataan ini menunjukkan bahwa hukum adat dengan bentuknya yang pada umumnya tidak tertulis, yang sifatnya religio magis, komun, kontan dan konkrit (visual), sebagai hukum asli Indonesia semakin tergeser digantikan oleh paham positivis. Menurut Penulis, berbagai masalah kekecewaan pada penegakan hukum serta kekecewaan pada aturan hukum sebagian besarnya diakibatkan oleh situasi bergesernya pemahaman terhadap hukum tersebut serta proses pembentukan hukum dan putusan-putusan hukum yang tidak demokratis.

Page 57 of 54

5. Daftar Pustaka

Rosda, Komunikasi Antarbudaya. Bandung, 2005 Indeks, Multikulturalisme. Jakarta, 2009 Prof. Dr. M Bakri SH. MS dalam Bukunya Penganar Hukum Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Indonesia http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Laporan+Tahunan/Laporan+Perekonomian +Indonesia/ http://beristatus.blogspot.com/2013/03/macam-macam-sistem-ekonomi-diindonesia.html http://www.pustakasekolah.com/fungsi-dan-tujuan-hukum.html
http://hukum-on.blogspot.com/2012/06/pengertian-hukum-menurutpara-ahli.html http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Indonesia

Page 58 of 54