Anda di halaman 1dari 58

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Berdasarkan penelitian Words Health Organization (WHO) di seluruh dunia terdapat kematian bayi khususnya neonatus sebesar 10 juta jiwa pertahun. Kematian maternal dan bayi tersebut terjadi terutama dinegara berkembang sebesar 99 % . Seperti dinegara afrika angka kematian bayi yang disebabkan oleh infeksi tali pusat sebesar 126.000 (21%), Negara Asia tenggara diperkirakan ada 220.000 kematian bayi diakibatkan oleh perawatan tali pusat yang kurang bersih serta disebabkan oleh kelainan-kelainan pada bayi seperti BBLR (Bayi Baru Lahir Rendah) yang disebabkan oleh hipotermi, infeksi pernafasan ( manuaba, 2010 ). Di Indonesia program kesehatan bayi baru tercakup didalam progam kesehatan Ibu dan Bayi. Dalam rencanan strategi nasional making pregnancyfer, target untuk kesehatan bayi baru lahir adalah menurunkan angka kematian neonatal dari 25/1000 kelahiran hidup (tahun 1997) terjadi 15/1000 kelahiran hidup. Tiga penyebab utama bayi meninggal adalah akibat berat badan rendah sebesar 29%, mengalami gangguan pernafasan sebeasar 27% dan masalah nutrisi sebesar10% (DEPKES RI, 2009). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumatera Selatan pada tahun 2008 angka kematian bayi adalah 2/1000 kelahiran hidup yang mengalami penurunan dari tahun 2007 sebesar 4/1000. Penyebab utama kematian neonates yaitu sepsis (infeksi sistemik), kelainan bawaan BBLR, hipotermi serta gangguan saluran pernafasan Menurut data survey demografi dan kesehatan Indonesia tahun 2007 angka kematian sebesar 19 kematian /1000 kelahiran hidup, angka kematian bayi sebesar 34 kematian/1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita sebesar 44 kematian/1000 kelahiran hidup (Dinkes SUMSEL, 2008). Menurut data survey demografi dan kesehatan Indonesia tahun 2007 angka kematian sebesar 19 kematian /1000 kelahiran hidup, angka kematian bayi sebesar 34 kematian/1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita sebesar 44 kematian/1000 kelahiran hidup Data yang kami peroleh dari rekam medik RSUD Palembang BARI, jumlah kelahiran selama tahun 2010 adalah 1.849 kelahiran hidup sedangkan jumlah kematian bayi baru lahir yaitu 19 kematian bayi (Profil RSUD Palembang BARI tahun 2010).

Berdasarkan data diatas maka, penulis tertarik untuk membuat makalah yang berjudul Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal (BBLN) Pada bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI 2012. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Agar mahasiswa dapat melaksanakan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI 2012. 1.2.2 Tujuan Khusus ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 2. Menginterprestasikan data dasar Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 3. Mengidentifikasikan masalah dan diagnosa potensial Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 4. Menetapkan kebutuhan terhadap masalah Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 5. Menetapkan rencana asuhan yang dibutuhkan Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 6. Mengimplementasikan Asuhan Kebidanan yang telah direncanakan Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 7. Mengevaluasi rencana asuhan yang telah diberikan Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 1.3 Waktu Pengumpulan pengkajian kasus pada tanggal 09 Januari 2012 pada pukul 13.00 Wib. 1.4 Tempat Pengumpulan dan Pengkajian kasus di ruang Neonatus RSUD Palembang BARI. 1. Melakukan pengumpulan data dan pengkajian data Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Profil RSUD Palembang BARI 2.1.1 Selayang Pandang Rumah Sakit Umum daerah Palembang BARI merupakan unsur penunjang pemerintah daerah di bidang pelayanan kesehatan yang merupakan satu-satunya Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Kota Palembang. Rumah Sakit Umum Palembang BARI terletak di jalan Panca Usaha No 1 Kelurahan 5 Ulu daerah Kecamatan Seberang Ulu, dan berdiri di atas tanah seluas 4,5 H. Bangunan berada lebih kurang 800 meter dari jalan raya jurusan Kertapati. Sejak tahun 2001 dibuat jalan alternatif dari jalan jaka baring menuju RSUD Palembang BARI. Saat ini sedang di upayakan pembangunan jalan langsung menuju RSUD Palembang BARI dari jalan poros jakabaring. 2.1.2 Visi dan Misi RSUD Palembang BARI Visi Rumah Sakit Andalan dan terpercaya di Sumatra Selatan Misi

1. 2.

Melaksanakan pelayanan kesehatan bermutu Melaksanakan manajemen adaministrasi yang efektif dan efisien Anda sembuh, kami puas Anda puas kami bahagia

Moto RSUD Palembang BARI

2.1.3 Sejarah 1. Sejarah berdirinya RSUD Palembang BARI Pada tahun 1985 sampai dengan 1994 RSUD Palembang BARI merupakan gedung poliklinik/ Puskesmas Panca Usaha. Pada tanggal 19 juni 1995 diresmikan menjadi RSUD Palembang BARI dengan SK Depkes nomor 1326/menkes/SK/ XI/ 1997, tanggal 10 november 1997 di tetapkan menjadi Sakit Umum Daerah kelas C. Kepmenkes RI Nomor: HK.00.06.2.2.4646 tentang pemberian status Akreditas penuh tingkat lanjut kepada Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI, tanggal 7 Nopember 2003. Kepmenkes RI Nomor : YM.01.10/III/334/08 tentang pemberian status Akreditas penuh tingkat lanjut kepada Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI, tanggal 5 Februari 2008 Kepmenkes RI Nomor : 241/MENKES/SK/IV/ 2009 tentang peningkatan kelas Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI menjadi kelas B, tanggal 2 April 2009. Ditetapkan sebagai BLUD-SKPD Palembang BARI berdasarkan keputusan Walikota Palembang No: 915 B tahun 2008 tentang keputusan RSUD Palembang BARI sebagai SKPD Palembang yang menerapkan pola keuangan BLUD (PPK BLUD) secarah penuh. 2. Sejarah Pemegang Jabatan Direktur 1. Tahun 1986 s.d 1995 : dr. jane Lidya Titahelu sebagai kepala poliklinik/ puskesmas Panca Usaha. 2. Tanggal 1 Juli 1995 s.d Juni 2000 : dr. Eddy Zakarty Manasir, SpOG selaku Direktur RSUD Palembang BARI. 3. Bulan Juni 2000 s.d November 2000 : Pelaksana tugas dr. H. Dachlan Abbas,SpB 4. Bulan Desember 2000 s.d februari 2001 : Pelaksana tugas dr. M. Faisal Soleh, SpPD 5. Tanggal 14 November 2001 s.d januari 2012: dr. Hj. Indah Puspita, H.A, MARS sebagai Direktur RSUD Palembang BARI. Rumah

6.

Januari 2012 s.d sekarang di pimpin oleh dr. Hj. Makiani, MM, sebagi plt direktur RSUD Palembang BARI.

2.1.4 Fasilitas dan Pelayanan a. Fasilitas 1. Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam 2. Farmasi / Apotik 24 jam 3. Rawat Jalan / Poliklinik Spesialis 4. Bedah Sentral 5. Control Sterilized Suplay Departement (CCSD) 6. Rehabilitasi Medik 7. Radiologi 8. Laboratorium Klinik 9. Patologi Anatomi 10. Bank Darah 11. Hemodialisa 12. Medical Check Up 13. ECG/EEG 14. USG 4 Dimensi 15. Endoscopy b. Pelayanan Rawat Jalan 1. Poliklinik Spesialis kebidanan dan Penyakit Kandungan 2. Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam 3. Poliklinik Spesialis Anak 4. Poliklinik Spesialis Bedah 5. Poliklinik Spesialis Mata 6. Poliklinik Spesialis THT 7. Poliklinik Spesialis Kulit dan Kelamin 8. Poliklinik Spesialis Syaraf 9. Poliklinik Spesialis Jiwa 10. Poliklinik Spesialis Patologi Anatomi 11. Poliklinik Spesialis Anasresi

12. Poliklinik Spesialis Patologi Klinik 13. Poliklinik Spesialis Radiologi 14. Poliklinik Sub Spesialis Penyakit Jantung 15. Poliklinik Sub Spesialis Bedah Orthopaedi 16. Poliklinik Sub Spesialis Bedah syaraf 17. Poliklinik Sub Spesialis Bedah Urologi 18. Poliklinik Sub Spesialis Bedah Digestif 19. Poliklinik Akupuntur 20. Poliklinik Psikologi 21. Poliklinik Gigi 22. Poliklinik Umum c. Instalasi Rawat Darurat 1. Dokter Jaga 24 jam 2. Ambulance 24 jam d. Pelayanan Rawat Inap 1. Rawat Inap Kebidanan dan penyakit kandungan 2. Rawat Inap Neonatus dan NICU 3. Rawat Inap Penyakit Anak 4. Rawat Inap Bedah 5. Rawat Inap Laki-Laki 6. Rawat Inap Perempuan 7. Rawat Inap Non Infeksi 8. Rawat Inap VIP dan VVIP 9. Rawat Inap Penyakit Dalam 10. ICU e. Pelayanan Penunjang 1. Instalasi Laboratorium Klinik 2. Instalasi Radiologi 3. Instalasi Bedah Sentral 4. Instalasi Farmasi (Apotek) 5. Instalasi Gizi

6. Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit 7. Instalasi Pemeliharaan Lingkungan 8. Centarl Sterlizer Suplay Departement (CCSD) 9. Bank Darah 10. Instalasi Laundry 11. Kasir f. Hemodialisa g. Instalasi Rehabilitasi Medik 2.2 Bayi Baru Lahir Normal 2.2.1 Definisi Bayi Baru Lahir Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran ( Saifuddin, 2002 ). Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu. Lahirnya biasanya dengan usia gestasi 38 42 minggu (Danna, 2003). Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram (Depkes.RI, 2005). Bayi baru lahir normal adalah berat badan lahir antara 2500 4000 gram, cukup bulan, lahir lasung menangis, dan tidak ada kelaian kongenital (cacat bawaan) yang berat (Sholeh, 2007).

2.2.2 Ciri ciri Bayi Baru Lahir Menurut Eka, ( 2009 ). Ciri ciri bayi baru lahir normal yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Berat badan 2500 4000 gram Panjang badan 48 - 52 cm Lingkar dada 30 -38 cm Lingkar kepala 33 35 cm Frekuensi jantung 120 160 kali/menit Pernapasan 40 kali/ menit cukup

Kulit kemerah merahan dan licin karena jaringan sub kutan

Rambut lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna

9.

Kuku agak panjang dan lemas laki laki testis

10. Genitalia, perempuan labia mayora sudah menurut labih minora dan sudah turun, skrotum sudah ada. 11. Reflek morrow atau gerakan memeluk bila di kagetkan sudah baik 12. Reflek graps atau menggenggam sudah baik 13. Eliminasi baik, mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, hitam kecoklatan

mekonium berwarna

2.2.3

Manajemen Bayi Baru Lahir Normal Menurut JNPK-KR/POGI,APN,(2008). Manajemen bayi baru lahir normal yaitu : PENILAIAN Bayi cukup bulan Air ketuban jernih,tidak bercampur mekonium Bayi menangis atau bernapas Tonus otot bayi baik

Asuhan Bayi Baru Lahir


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jaga kehangatan Bersihkan jalan nafas bila perlu Keringkan dan tetap jaga kehangatan Potong dan ikat tali pusat tanpa membubuhi apapun,kira-kira 2 menit setelah bayi lahir Lakukan inisiasi menyusui dini (IMD ) Beri salep mata antibiotika tetrasiklin 1 % pada kedua mata Beri suntikan vitamin K 1 mg intramuskuler , dipaha kiri anterolateral, setelah IMD Beri imunisasi hepatitis B 0,5 ml intramuskuler, dipaha kanan anterolateral,diberi kira kira 1 2 jam setelah pemberian vitamin K.

2.2.4 Adaptasi Bayi Baru Lahir Segera setelah lahir, Bayi Baru Lahir harus beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung menjadi mandiri secara fisiologis. Banyak perubahan yang akan dialami oleh bayi yang semula berada dalam lingkungan interna (dalam kandungan ibu ) yang hangat dan segala kebutuhannya terpenuhi (O2 dan Nutrisi) ke lingkungan eksterna (diluar kandungan ibu) yang dingin dan segala kebutuhannya memerlukan bantuan organ lain untuk memenuhinya. Saat ini bayi tersebut harus dapat oksigen melalui system sirkulasi pernapasannya sendiri yang baru, mendapatkan nutrisi oral untuk mempertahankan kadar gula yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit ( Lia,2009 ). Periode adaptasi terhadap kehidupan di luar rahim disebut periode Transisi. Periode ini berlansung hingga 1 bulan atau lebih setelah kelahiran untuk beberapa system tubuh. Transisi yang paling nyata dan cepat terjadi adalah pada system pernapasan dan sirkulasi, system termoregulasi, dan dalam kemampuan mengambil serta menggunakan glukosa ( Lia, 2009 ). Menurut Lia ( 2009 ), Adaptasi bayi baru lahir meliputi perubahan perubahan sebagai berikut : 1. Perubahan Sistem Pernapasan a. Dua faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi : Hipoksia pada akhir persalinan Rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernapasan di otak .

b. Tekanan terhadap rongga dada yang terjadi karena komprensi paru paru selama persalinan yang merangsang masuknya udara kedalam paru - paru secara mekanis ( Varney, 2008 ). Interaksi antara system pernapasan, kardiovaskuler dan susunan syaraf pusat menimbulkan pernapasan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang diperlukan untuk kehidupan. c. Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk : Mengeluarkan cairan dalam paru paru Mengembangkan jaringan alveolus dalam paru paru untuk 2. Perubahan Dalam Sistem Peredaran Darah Setelah lahir darah bayi harus melewati paru untuk mengambil O2 dan mengantarkannya ke jaringan. Untuk membuat sirkulasi yang baik guna mendukung kehidupan luar rahim harus terjadi 2 perubahan besar : a. Penutupan foramen ovalen pada atrium jantung Oksigen menyebabkan system pembuluh darah mengubah tekanan dengan cara mengurangi dan meningkatkan resistensinya sehingga mengubah aliran darah. 1. Pada saat tali pusat di potong, tekanan atrium kanan menurun Karena berkurangannya aliran darah ke atrium kanan. Kedua hal ini membantu darah dengan kandungan O2 sedikit mengalir ke paru - paru untuk oksigenasi ulang. 2. Pernafasan pertama menurunkan resistensi pembulu darah paru paru dalam meningkatkan tekanan atrium kanan. O2 pada pernapasan pertama menimbulkan relaksasi dan terbukanya system pembuluh darah paru paru. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru menggakibatkan peningkatan volume darah dan tekanan pada atrium kanan. Dengan peningkatan tekanan atrium kanan dan penurunan tekanan atrium kiri, foramen ovale secara fungsional akan menutup. Dengan pernafasan, kadar O2 daam darah akan meningkat,mengakibatkan ductus arteriosus berkontraksi dan menutup. Vena umbilicus, ductus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat menutup dalam beberapa menit setelah lahir dan setelah tali pusat diklem. Penutupan anatomi jaringan fibosa berlangsung 2 3 bulan. 3. Sistem Pengaturan Suhu, Metabolisme Glukosa, Gastrointestinal dan Kekebalan Tubuh 1. Pengaturan Suhu b. Penutupan ductus arteriosus antara arteri paru- paru dan aorto. pertama kali .

Suhu dingin lingkungan luar menyebabkan air ketuban menguap melalui kulit sehingga mendinginkan darah bayi. Pembentukan suhu tanpa mengigil merupakan usaha utama seorang bayi yang kedinginan untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya melalui penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. Lemak coklat tidak diproduksi ulang oleh bayi dan akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin. 2. Metabolisme Glukosa Untuk memfungsikan otak memerlukan glukosa dalam jumlah tertentu. Pada Bayi Baru Lahir, glukosa darah akan turun dalam waktu cepat ( 1-2 jam ). Bayi Baru Lahir yang tidak dapat mencerna makanan dalam jumlah yang cukup akan membuat glukosa dari glikogen dalam hal ini terjadi bila bayi mempunyai persediaan glukogen cukup yang disimpang dalam hati. 3. Perubahan Sistem Gastrointestinal Reflek gumoh dan reflek batuk yang matang sudah terbentuk pada saat lahir. Sedangkan sebelum lahir bayi sudah mulai menghisap dan menelan. Kemampuan menelan dan mencerna makanan (selain susu) terbatas pada bayi. Hubungan antara esofagus bawah dan lambung masih belum sempurna yang berakibat gumoh. Kapasitas lambung juga terbatas, kurang dari 30 cc dan bertambah secara lambat sesuai pertumbuhan janin.

4. Perubahan Sistem Kekebalan Tubuh Sistem imunitas Bayi Baru Lahir belum matang sehingga rentan terhadap infeksi. Kekebalan alami yang dimiliki bayi diantaranya : 1. Perlindungan oleh kulit membrane mukosa. 2. Fungsi jaringan saluran nafas 3. Pembentukan koloni mikroba oleh kulit dan usus 4. Perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung. Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel oleh sel darah yang membantu membunuh organism asing. 2.2.5. Penanganan Segera Bayi Baru Lahir Menurut JNPK-KR/POGI, APN ( 2008 ) asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir ialah :

1. Pencegahan Infeksi a. Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi b. Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan c. Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan,terutama klem,gunting,penghisap lendir Delee dan benang tali pusat telah didesinfeksi tingkat tinggi atau steril. d. Pastikan semua pakaian, handuk, selimut dan kain yang di gunakan untuk bayi, sudah dalam keadaan bersih. Demikian pula dengan timbangan, pita pengukur, thermometer, stetoskop.

2. Pencegahan kehilangan panas Ada 2 Pencegahan Kehilangan Panas a. Mekanisme kehilangan panas 1. Evaporasi ; penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan. 2. Konduksi ; Kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin, co/meja, tempat tidur, timbangan yang termperaturnya lebih randah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi bila bayi diletakkan di atas benda benda tersebut. 3. Konveksi ; Kehilangan panas tubuh terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin, adanya aliran udara dari kipas angin, hembusan udarah melalui ventilasi, atau pendingin ruangan. 4. Radiasi ; Kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan didekat benda benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi, karena benda benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi ( walaupun tidak bersentuhan secara langsung ) b. Mencegah kehilangan panas Mecegah kehilangan panas melalui upaya berikut : a. Keringkan bayi secara seksama: Mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya. b. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat : Ganti handuk atau kain yang telah basah olah cairan ketuban dengan selimut atau kain yang baru ( hangat, bersih, dan kering)

c. d.

Selimuti bagian kepala bayi : bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yang relative luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya: pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu (1) jam pertama kelahiran.

e.

Jangan segera menimbang atau menandikan bayi baru lahir: karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya, sebelum melakukan penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/diselimuti dikurangi dengan berat pakaian/selimut. Bayi sebaiknya dimandikan sedikitnya enam jam setelah lahir.

f.

Tempatkan bayi dilingkungan yang hangat. bayi tetap hangat dan mendorong ibu untuk segera memberikan ASI.

g. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan ditempat tidur yang sama dengan ibunya, untuk menjaga c. Membebaskan Jalan Nafas Dengan cara sebagai berikut yaitu bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir, apabila bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : a. Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. tidak menekuk. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. c. Bersihkan hidung, rongga mulut dan tenggorokan ai dengan jari tangan yang dibungkus kassa steril. d. Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi denagn kain kering dan kasar. e. f. Alat penghisap lendir mulut (De Lee) atau alat penghisap lainnya yang steril, tabung oksigen dengan selangnya harus sudah ditempat. Segera lakukan usaha menghisap mulut dan hidung. g. Memantau dan mencatat usaha bernafas yang pertama (Apgar Score). h. Warna kulit, adanya cairan atau mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan. d. Merawat tali pusat b. Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala

a.

Setelah plasenta dilahirkan dan kondisi ibu dianggap stabil, ikat atau jepitkan klem plastik tali pusat pada punting tali pusat.

b. Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5% untuk memebersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya. c. e. Bilas tangan dengan air matang atau desinfektan tingkat tinggi. Ikat ujung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan mengunakan benangdesinfektan ingkat tinggi atau klem plastik tali pusat (desinfektan tingkat tinggi atau steril). Lakukan simpul kunci atau jepitkan secara mantap klem tali pusat tertentu. f. Jika menggunakan benang tali pusat, lingkarkan benang sekeliling ujung tali pusat dan dilakukan pengikatan kedua simpul kunci dibagian tali pusat pada sisi yang berlawanan. g. Lepaskan klem penjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klorin 0,5%. h. Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering, pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik. (Depkes. RI, 2002). e. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu lahir, bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya, dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir harus dibungkus hangat. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. Suhu bayi harus dicatat. (Prawirohardjo, 2002). Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhn secara memadai dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Bayi yang mengalami kehilangan panas (hipotermi) beresiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal, jika bayi dalam keadaan baah atau tidak diselimuti mungkin akan mengalami hipoterdak, meskipun berada dalam ruangan yang relative hangat. Bayi prematur atau berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia. Pencegahan terjadinya kehilangan panas yaitu dengan : 1. 2. 3. 4. 5. Keringkan bayi secara seksama. Tutup bagian kepala bayi. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusukan bayinya. Lakukan penimbangan setelah bayi mengenakan pakaian. Selimut bayi dengan selimutatau kain bersih, kering dan hangat. d. Keringkan tangan (bersarung tangan)tersebut dengan handuk atau kain bersih dan kering.

6.

Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. (Depkes. RI, 2002)

f.

Pencegahan infeksi Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K per oral 1 mg/hari selama 3 hari, dan bayi beresiko tinggi di beri vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 1 mg IM.

1. Memberikan vitamin K

2. Memberikan obat tetes atau salep mata Untuk pencegahan penyakit mata karena klamadia (penyakit menular seksual) perlu diberikan obat mata pada jam pertama persalinan, yaitu pemberian obat mata eitromisin 0,5% atau tetrasiklin 1%, sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam setelah bayi lahir. Perawatan mata harus segera dikerjakan, tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesai dengan perawatan tali pusat. Yang lazim dipakai adalah laruan perak nitrat atau Neosporin dan langsung diteteskan pada mata segera setelah lahir. Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi, pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi berikut ini : a. c. Cuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan bayi. Pastikan bahwa semua peralatan, termasuk klem gunting dan benang tali pusat telah didesinfektan tingkat tinggi ata steril jika menggunakan bola karet penghisap, pakai yang bersih dan baru. d. e. Pastikan bahwa semua pakaian, handuk, selimut serta kain yang digunakan untuk bayi telah dalam keadaan bersih. Pastikan bahwa timbnagan, pipa pengukur, thermometer, stetoskop dan benda-benda lainnya yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih dekontaminasi dan cuici setiap setelah digunakan). (Depkes. RI, 2002). g. Identifikasi bayi Menurut Saifudin Abdul Bahri (2002), identitas bayi meliputi : b. Pakai sarungtanan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan.

a.

Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu dipasang segera pasca persalinan. Alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada bayi setiap bayi baru lahir dan harus tetap ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan.

b. Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien, di kamar bersalin dan di ruang rawat bayi. c. d. e. Alat yang digunakan, hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tia mudah sobek dan tidak mudah lepas. Pada alat atau gelang identifikasi harus tercantum nama (bayi, nyonya), tanggal lahir, nomor bayi, jenis kelamin, unit, nama lengkap ibu. Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor identifikasi. 2.2.6 Tanda-tanda bahaya bayi baru lahir Menurut Suryanta (2007), tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir diantaranya : 1. Tidak mau menyusu anau memuntahkan semua yang diminum. Dalam hal ini tandanya bayi terkena infeksi berat. 2. Bayi kejang. Kejang pada bayi baru lahir kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal. Jika melihat gejala atau gerakan yang tak biasa dan terjadi secara berulang-ulang seperti menguap, mengunyah, menghisap, mata berkedip-kedip, mata mendelik, bola mata berputar-putar dan kaki mengayuh sepeda yang tidak berhenti kemungkinan bayi kejang. 3. Bayi lemah. Bergerak jika hanya dipegang. Ini tandanya bayi sakit berat. 4. Sesak nafas 60 kali per menit. 5. Bayi merintih. Ini tanda bayi sakit keras. 6. Pusar kemerahan sampai dinding perut. Jika kemerahan sudah sampa ke dinding peruttandanya sudah terjadi infeksi berat 7. Demam. Suhu tubuh bayi 37,50 C atau tubuh teraba dingin suhunya dibawah 36,50 C. 8. Mata bayi bernanah banyak. Ini dapa menyebabkan bayi menjadi buta. 9. Bayi diare., mata cekung, tidak sadar. Jika kulit perut dicubit akan kembali lambat. Ini tandanya bayi kekurangan cairan yang berat bias menyebabkan kematian.

10. Kulit bayi terlihat kuning. Kuning pada bayi brbahaya jika muncul pada hari pertama atau muncul setelah 24 jam setelah lahir. Ditemukan pada umur 14 hari dan kuning sampai ke telapak tanganatau kaki. 11. Buang air besar ata kotoran bayi berwarna pucat segera periksakan bayi ke dokter, bidan atau perawat. Jika menemukan satu atau lebih dari tanda bahay dari bayi, usahakan bayi tetap hangat selama dalam perjalanan ke tempat pemeriksaan. Dengan cara membungkus bayi dengan kain yang tebal.

2.2.7 Reflek-reflek fisiologis Menurut Hila (2009), tanda-tanda bahaya bayi lahir diantaranya : 1. Mata a. Berkedip atau reflek corneal : Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba-tiba atau pada pandel atau objek ke arah kornea, harus menetapkan sepanjang hidup, jika tidak adamaka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial. b. Pupil : Pupil kontraksi bila sinar terang diarahkan padanya, reflek ini harus sepanjang hidup. c. Glabela : Ketukan harus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan mata menutup dengan rapat. 2. Mulut dan tenggorokan a. Menghisap : Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respon terhadap rasangan, reflek ini harus tetap ada selama masa bayi, bahkan tanpa rangsangan sekalipun, seperti pada saat tidur. b. Muntah : stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan, hisapan atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami reflek muntah, reflek ini harus menetap sepanjang hidup. c. Rooting : Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikkan kepaka kea rah sisi tersebutdan ulai menghisap, harus hilang pada usia kira-kira 34 bulan. d. Menguap : Bila lidah disentuh atau ditekan bayi merespon dengan mendorongnya keluar harus menghilang pada usia 4 bulan.

e. Batuk : Iriasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk, reflek ini harusetap ada sepanjang hidup, biasanya ada setelah hari pertama lahir. 3. Ekstrimitas Macam macam refleks pada bayi baru lahir a. b. c. Mengenggam : Sentuhan pada telapak tangan atau telapa kaki dekat kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari. Babinski : Tekanan di telapak kaki bagian luar kearah atas tumit dan menyilang batalan kaki menyebabkan jari kaki hiperektesi dan haluks dorso fleksi. Reflek Morrow : Kejutan atau perubahan tiba-tiba dalam ekuilibrium yang menyebabkan ekstensi dan abduksi ekstrimitas yang tiba-tiba serta menghisap jari dengan jari telunjuk dan ibu jari membentuk C diikuti dengan fleksi dan abduksi ekstremitas, kaki dapat fleksi dengan lemah. d. e. f. g. Startle : uara keras yang tiba-tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku tangan tetap tergenggam. Tonik Leher : Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah sisi, lengan dan kakinya akan berekstensi pada sisi tersebut dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi. Neck Righting : Jika bayi terlentang, kepala dipalingkan ke salah satu sisi, bahu dan batang tubuh membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvis. Inkurvasi Batang Tubuh (gallant) : Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul bergerak kearah sisi yang terstimulasi.

BAB III TINJAUAN KASUS


Pengkajian dilakukan pada hari senin tanggal 09 Januari 2012 pada 13.00 WIB

3.1 Data Subjektif a. Biodata Nama bayi Umur bayi Tgl/Jam lahir Jenis kelamin BBL bayi PBL bayi Identitas orang tua Nama Ibu Umur Agama Suku bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat Nama Ayah Umur Agama Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat : Tn. A : 28 tahun : Sumatera/ Indonesia : S.1 : Swasta : Komplek Sukarame : Ny.H : 35 tahun : Islam : Sumatera/ Indonesia : S.1 : IRT : Komplek Sukarame : Bayi Ny. H : 0 hr : 09 Januari 2012/ 09.00 WIB : Laki-laki : 3000 gr : 48 cm

b. Riwayat persalinan Jenis persalinan Ditolong oleh Lama Persalinan : Seksio Cesarea : dokter Sp.OG

Kala I Kala II Kala III Kala IV Penyulit/komplikasi Tindakan pasca persalinan Indikasi SC 3.2 Data Objektif Pemeriksaan fisik Kesadaran Keadaan umum RR Nadi Suhu Pemeriksaan obstetric

: Pembukaan tiga tidak ada kemajuan : Seksio Cesarea : Plasenta : Masa Nifas : Tidak ada : Tidak ada : Letak Lintang

: Compos Mentis : Baik : 46 x/menit : 124 x/ menit : 36,6 C

:simetris,caput(-),cephalohematom(-) Telinga :seclera tidak ikterus, konjungticva Hidung dan mulut Leher Dada Bahu, lengan dan tangan System syaraf Perut Genetalia Ektremitas Anus Kulit :tidak ada kelainan tidak anemis :tidak ada kelainan, polip (-) : tidak ada pembengkakan : simetris : refleks (+), tidak ada kelainan : refleks morro (+) : simetris : tidak ada kelainan : simetris, tidak ada kelainan :(+) : merah muda (+), biru (-)

TANDA Frekuensi Jantung Usaha Bernafas

0 ada

1 tidak < 100 tidak ada Lambat

2 > 100 menangis

JUMLAH =8 =9

Tonus Otot

lumpuh

ektremitas fleksi sedikit

kuat gerakan aktif reaksi melawan kemerahan

Refleks

tidak bereaksi

gerakan sedikit tubuh kemerahan & kaki biru

Warna Kulit

biru/ pucat

: Penilaian 1 menit sesudah lahir lengkap : Penilaian 5 menit sesudah lahir lengkap Pemeriksaan reflek Reflek morro Reflek rooting Reflek isap Antropometri Lingkar kepala Lingkar dada BBL/PBL 3.3 Analisa Data : Bayi sehat umur 0 hari : 1. Membersihkan jalan nafas : 33 cm : 37 cm : 3000 gr / 48 cm :(+) :(+) :(+)

2. 3. 4. 5. 6. 3.4 Perencanan Perawatan tali pusat Memberikan Vit. K

Menjaga kehilangan panas

Memberikan Zalf Mata Identifikasi

rsihkan jalan nafas Membersihkan jalan nafas bayi dengan menggunakan suction dan melakukan rangsangan taktil Jalan nafas bayi tampak lebih bersih RR: 46 x/ menit 2. Menjaga kehangatan bayi baru lahir Menjaga kehangatan bayi baru lahir yaitu dengan meletakkan bayi di inkubator Suhu tubuh bayi normal 36,6 C dan tidak terjadi sianosis pada bayi 3. Melakukan perawatan tali pusat Melakukan perawatan tali pusat pada bayi baru lahir, yaitu tali pusat yang telah diikat dengan cord klem dibalut dengan kasa streril yang telah diberi bethadine, mengganti kassa setiap basah dan kotor Tali pusat telah dibalut dan tidak terjadi infeksi tali pusat bayi 4. Menyuntikan vitamin K pada bayi Menyuntikann Vit K pada bayi dengan cara menginjeksi secara intramuskuler di paha kiri bayi Penyuntikan Vit K telah dilakukan 5. Memberikan Zalf mata pada bayi Memberikan zalf mata chloramphenicol 1 % pada kedua mata bayi Pemberian zalf mata telah dilakukan 6. Mengidentifikasi bayi Mengidentifikasi bayi dengan pemberian papan nama dan gelang nama berwarna pink Pemberian papan nama dan gelang nama telah dilakukan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Pada Bayi Ny.H hari Ke 2 S/D hari Ke 3 1. Hari ke Dua

Pengkajian dilakukan ada tanggal 10 Januari 2012 pada pukul 10.00 WIB. a. Subjektif : ibu bayi mengatakan anaknya sudah menyusu : - KU :36,6C :126x/menit : 46 x/ menit : 6x/hari : 2x/hari : Diagnosa : Bayi sehat umur I hari : - Memandikan Bayi : baik Frekuensi 12x/hari b. Objektif - Temp - Nadi - RR - BAK - BAB c. Anamnesis -

Kebutuhan

Perawatan tali pusat Pemeriksaan Vital sign Rawat gabung Memberikan ASI KIE ASI on demand KIE tentang perawatan bayi baru lahir

d. Perencanaan 1. Memandikan bayi Memandikan bayi pada waktu pagi hari dengan menggunakan air hangat Bayi sudah dimandikan Melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan kassa streril yang telah diberi bethadine Tali pusat telah dibalut dan tidak terjadi infeksi tali pusat bayi Melakukan pemeriksaan Vital Sign pada bayi, RR 46x/menit, polse 126x/menit, suhu 37,1C Vital Sign telah dilakukaN 4. Rawat gabung Lakukan rawat gabung Ibu dan bayinya Melakukan rawat gabung pada ibu dan bayinya, Rawat gabung telah dilakukan pada pukul 07.00 WIB

an tali pusat

saan Vital Sign

5. Pemberian ASI Memberikan ASI pada bayi apabila bayi mengiginkan Bayi telah diberikan ASI 6. KIE tentang ASI On Demand Memberikan KIE pada ibu tentang pentingnya ASI sekehendaknya untuk tumbuh kembang bayi Ibu mngerti dengan penjelasan bidan tentang ASI On Demand 7. Menjelaskan pada Ibu tentang keadaan bayi baru lahir Menjelaskan pada ibu bahwa keadaan bayi baru lahir yang dilahirkan dalam keadaan sehat dan normal. Ibu mengerti dengan penjelasan bidan tentang keadaan bayinya dan merasa tenang

2.

Hari Ke Tiga Pengkajian dilakukan pada tanggal 11 Januari 2012 pukul 10.00 WIB. a. Subjektif : Ibu bayi mengatakan anaknya sudah menyusui : - KU :36,6C :128x/menit : 44 x/ menit : bayi sehat umur 2 hari Kebutuhan 4. Vital sign 5. KIE ASI On Demand 6. Jadwal kunjungan ulang : 1. Kebersihan 3. Perawatan tali pusat : baik Ibu bayi mengatakan anaknya sudah BAB, BAK

b. Objektif - Temp - Nadi - RR

c. Anamnesis : Diagnosa

d. Perencanaan 1. Memandikan bayi Memandikan bayi pada waktu pagi hari dengan menggunakan air hangat Bayi sudah dimandikan

2. Perawatan tali pusat Melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan kasa streril yang telah diberi bethadine Tali pusat telah dibalut dan tidak terjadi infeksi tali pusat bayi 3. Vital Sign Melakukan Vital Sign pada bayi, RR 44x/menit, polse 128x/menit, suhu 36,76C Vital Sign telah dilakukan

4. KIE tentang ASI On Demand Memberikan KIE pada ibu tentang pentingnya ASI Esklusif pada bayi yang berperan penting untuk proses tumbuh kembang bayi Ibu mengerti dengan penjelasan bidan tentang ASI On Deman 5. Memberitahu ibu untuk melakukan kunjungan ulang Ibu mengerti dan mau melaksanakan kunjungan ulang

BAB IV PEMBAHASAN
Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran ( saudin, 2002 ). Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai 4000 gram ( Depkes RI, 2002 ). 1. Menurut JNPK KR/ POGI, APN tahun ( 2008 ) asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir Yaitu membersihkan jalan nafas dengan alat suction. Di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI juga di lakukan penghisapan jalan nafas dengan menggunakan suction. 2. Menurut JNPK KR/ POGI, APN tahun ( 2008 ) Asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir. Yaitu Asuhan mencegah kehilangan panas dengan cara menyelimuti kain bersih dan hangat Di Rumah Sakit Daerah Palembang BARI juga di lakukan pencegahan kehilangan panas dengan cara menyelimuti kain bersih dan hangat 3. Menurut JNPK KR / POGI, APN tahun ( 2008 ) Asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir. Yaitu melakukan perawatan tali pusat dengan menjepit tali pusat menggunakan benang steril atau memakai penjepit umbilikal Di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI juga melakukan perawatan tali pusat dengan menjepit tali pusat menggunakan benang steril atau memakai penjepit umbilikal

Dalam melakukan Asuhan Kebidanan pada bayi baru lahir Ny.H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. pada dasarnya sama dengan teori yang kami dapatkan di pendidikan yaitu :

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


1.1 Kesimpulan Setelah dilakukan pengkajian asuhan kebidanan pada bayi baru lahir Ny, H didapatkan hasilnya, yaitu : 1. Pada tanggal 09 Januari 2012 pukul 09.00 wib, diketahui bayi baru lahir pada Ny, H umur 0 hari, jenis kelamin Laki - Laki dengan BB 3000 gram dan PB 48 cm, jenis kelahiran seksio sesarea. 2. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, RR 46x/menit, polse 124x/menit, suhu 36,6 C. pemeriksaan obstetric meliputi kepala semetris, caput (-), cephalohematom (-), perut simetris, dada tidak ada kelainan, ektremitas tidak ada kelainan, genetalia tadak ada kelainan, anus (+). 3. Dari hasil pemeriksaan tidak terdapat masalah. Diagnosanya yaitu bayi sehat lahir SC atas indikasi Letak Lintang. 4. Kebutuhan bayi baru lahir pada Ny, H a. Menjaga kehangatan b. Membersikan jalan nafas c. Perawatan tali pusat d. Memberikan suntikan Vitamin K Intramuskuler, di paha kiri luar e. Memberikan Zalf mata f. Mengidentifikasi bayi berupa papan nama dan gelang nama g. Rawat gabung h. KIE tentang ASI On Demand i. KIE pada Ibu tentang keadaan bayi 5. Rencana asuhan pada bayi baru lahir pada Ny,H a. Menjaga kehangatan b. Membersikan jalan nafas c. Perawatan tali pusat

d. Memberikan suntikan Vitamin K Intramuskuler, di paha kiri luar e. Memberikan Zalf mata f. Mengidentifikasi bayi berupa papan nama dan gelang nama g. Rawat gabung h. KIE tentang ASI On Demand i. KIE pada Ibu tentang keadaan bayi 1. Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan yang dilakukan pada bayi baru lahir Ny, H a. Menjaga kehangatan bayi dengan memakaikan pakaian bayi dan meletakkan bayi dibawah pemanas b. Membersikan jalan nafas dengan menggunakan slym zoiger c. Perawatan tali pusat dengan mengikat tali pusat menggunakan cord klem dan membalut tali pusat dengan kassa steril yang ditetwesi betadine d. Memberikan suntikan Vitamin K intramuskuler, di paha kiri luar e. Member Zalf mata cholamphenicol 1 % pada kedua mata bayi f. Mengidentifikasi bayi berupa papan nama dan gelang nama g. Melakukan rawat gabung h. KIE tentang ASI On Demand ( ASI ekskulusif ) i. KIE pada ibu tentang keadaan bayi 2. Evaluasi dari asuhan yang diberikan, yaitu : a. Bayi tampak hangat dengan pakaian dan meletakan bayi dibawah pemanas b. Jalan nafas dibersihkan dan tidak terjadi sianosis pada bayi c. Perawatan tali pusat telah dilakukan dan tidak ada gejala infeksi pada tali pusat d. Pemberian suntikan Vitamin K telah dilakukan e. Pemberian Zalf mata cholamphenicol 1 % telah dilakukan f. Identifikasi bayi berupa papan nama dan gelang nama telah dilakuakn g. Rawat gabung telah dilakukan tanggal 09 Januari 2012 pukul 10.00 WIB h. Ibu mengerti tentang ASI On Demand yang dijelaskan oleh bidan i. Ibu mengerti KIE tentang keadaan bayi dan ibu tampak tenang

5.2 Saran 1. Bagi Pihak RSUD Palembang BARI Penulis berharap pihak Rumah Sakit agar pelayanan yang di berikan kepada masyarakat dapat dimpertahankan dan di tingkatkan sehingga RSUD Palembang BARI menjadi Rumah Sakit Sumatera Selatan sesuai dengan visi dan misi RSUD Palembang BARI. 2. Bagi Pendidikan Di harapkan institusi pendidikan agar tetap meningkatkan keterampilan pada mahasiswi Kebidanan Pondok Pesantren Assanadiyah Palembang dalam melaksanakan asuhan kebidanan bayi baru lahir normal dengan memperbanyak latihan baik di institusi pendidikan maupun langsung di lahan praktik.

3. Bagi Mahasiswa Dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam pelaksanaan perawatan bayi baru lahir yang diperoleh selama proses pembelajaran di dalam praktik.

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Berdasarkan penelitian Words Health Organization (WHO) di seluruh dunia terdapat kematian bayi khususnya neonatus sebesar 10 juta jiwa pertahun. Kematian maternal dan bayi tersebut terjadi terutama dinegara berkembang sebesar 99 % . Seperti dinegara afrika angka kematian bayi yang disebabkan oleh infeksi tali pusat sebesar 126.000 (21%), Negara Asia tenggara diperkirakan ada 220.000 kematian bayi diakibatkan oleh perawatan tali pusat yang kurang bersih serta disebabkan oleh kelainan-kelainan pada bayi seperti BBLR (Bayi Baru Lahir Rendah) yang disebabkan oleh hipotermi, infeksi pernafasan ( manuaba, 2010 ). Di Indonesia program kesehatan bayi baru tercakup didalam progam kesehatan Ibu dan Bayi. Dalam rencanan strategi nasional making pregnancyfer, target untuk kesehatan bayi baru lahir

adalah menurunkan angka kematian neonatal dari 25/1000 kelahiran hidup (tahun 1997) terjadi 15/1000 kelahiran hidup. Tiga penyebab utama bayi meninggal adalah akibat berat badan rendah sebesar 29%, mengalami gangguan pernafasan sebeasar 27% dan masalah nutrisi sebesar10% (DEPKES RI, 2009). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumatera Selatan pada tahun 2008 angka kematian bayi adalah 2/1000 kelahiran hidup yang mengalami penurunan dari tahun 2007 sebesar 4/1000. Penyebab utama kematian neonates yaitu sepsis (infeksi sistemik), kelainan bawaan BBLR, hipotermi serta gangguan saluran pernafasan Menurut data survey demografi dan kesehatan Indonesia tahun 2007 angka kematian sebesar 19 kematian /1000 kelahiran hidup, angka kematian bayi sebesar 34 kematian/1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita sebesar 44 kematian/1000 kelahiran hidup (Dinkes SUMSEL, 2008). Menurut data survey demografi dan kesehatan Indonesia tahun 2007 angka kematian sebesar 19 kematian /1000 kelahiran hidup, angka kematian bayi sebesar 34 kematian/1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita sebesar 44 kematian/1000 kelahiran hidup Data yang kami peroleh dari rekam medik RSUD Palembang BARI, jumlah kelahiran selama tahun 2010 adalah 1.849 kelahiran hidup sedangkan jumlah kematian bayi baru lahir yaitu 19 kematian bayi (Profil RSUD Palembang BARI tahun 2010). Berdasarkan data diatas maka, penulis tertarik untuk membuat makalah yang berjudul Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal (BBLN) Pada bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI 2012. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Agar mahasiswa dapat melaksanakan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI 2012. 1.2.2 Tujuan Khusus ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 2. Menginterprestasikan data dasar Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 1. Melakukan pengumpulan data dan pengkajian data Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di

3. Mengidentifikasikan masalah dan diagnosa potensial Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 4. Menetapkan kebutuhan terhadap masalah Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 5. Menetapkan rencana asuhan yang dibutuhkan Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 6. Mengimplementasikan Asuhan Kebidanan yang telah direncanakan Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 7. Mengevaluasi rencana asuhan yang telah diberikan Bayi Baru Lahir Normal bayi Ny H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. 1.3 Waktu Pengumpulan pengkajian kasus pada tanggal 09 Januari 2012 pada pukul 13.00 Wib. 1.4 Tempat Pengumpulan dan Pengkajian kasus di ruang Neonatus RSUD Palembang BARI.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Profil RSUD Palembang BARI 2.1.1 Selayang Pandang Rumah Sakit Umum daerah Palembang BARI merupakan unsur penunjang pemerintah daerah di bidang pelayanan kesehatan yang merupakan satu-satunya Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Kota Palembang. Rumah Sakit Umum Palembang BARI terletak di jalan Panca Usaha No 1 Kelurahan 5 Ulu daerah Kecamatan Seberang Ulu, dan berdiri di atas tanah seluas 4,5 H. Bangunan berada lebih kurang 800 meter dari jalan raya jurusan Kertapati. Sejak tahun 2001 dibuat jalan alternatif dari jalan jaka baring menuju RSUD Palembang BARI. Saat ini sedang di upayakan pembangunan jalan langsung menuju RSUD Palembang BARI dari jalan poros jakabaring. 2.1.2 Visi dan Misi RSUD Palembang BARI Visi Rumah Sakit Andalan dan terpercaya di Sumatra Selatan Misi 1. 2. Melaksanakan pelayanan kesehatan bermutu Melaksanakan manajemen adaministrasi yang efektif dan efisien Anda sembuh, kami puas Anda puas kami bahagia 2.1.3 Sejarah 1. Sejarah berdirinya RSUD Palembang BARI Pada tahun 1985 sampai dengan 1994 RSUD Palembang BARI merupakan gedung poliklinik/ Puskesmas Panca Usaha. Pada tanggal 19 juni 1995 diresmikan menjadi RSUD Palembang BARI dengan SK Depkes nomor 1326/menkes/SK/ XI/ 1997, tanggal 10 november 1997 di tetapkan menjadi Sakit Umum Daerah kelas C. Rumah

Moto RSUD Palembang BARI

Kepmenkes RI Nomor: HK.00.06.2.2.4646 tentang pemberian status Akreditas penuh tingkat lanjut kepada Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI, tanggal 7 Nopember 2003. Kepmenkes RI Nomor : YM.01.10/III/334/08 tentang pemberian status Akreditas penuh tingkat lanjut kepada Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI, tanggal 5 Februari 2008 Kepmenkes RI Nomor : 241/MENKES/SK/IV/ 2009 tentang peningkatan kelas Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI menjadi kelas B, tanggal 2 April 2009. Ditetapkan sebagai BLUD-SKPD Palembang BARI berdasarkan keputusan Walikota Palembang No: 915 B tahun 2008 tentang keputusan RSUD Palembang BARI sebagai SKPD Palembang yang menerapkan pola keuangan BLUD (PPK BLUD) secarah penuh. 2. Sejarah Pemegang Jabatan Direktur 1. Tahun 1986 s.d 1995 : dr. jane Lidya Titahelu sebagai kepala poliklinik/ puskesmas Panca Usaha. 2. Tanggal 1 Juli 1995 s.d Juni 2000 : dr. Eddy Zakarty Manasir, SpOG selaku Direktur RSUD Palembang BARI. 3. Bulan Juni 2000 s.d November 2000 : Pelaksana tugas dr. H. Dachlan Abbas,SpB 4. Bulan Desember 2000 s.d februari 2001 : Pelaksana tugas dr. M. Faisal Soleh, SpPD 5. 6. Tanggal 14 November 2001 s.d januari 2012: dr. Hj. Indah Puspita, H.A, MARS sebagai Direktur RSUD Palembang BARI. Januari 2012 s.d sekarang di pimpin oleh dr. Hj. Makiani, MM, sebagi plt direktur RSUD Palembang BARI. 2.1.4 Fasilitas dan Pelayanan a. Fasilitas 1. Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam 2. Farmasi / Apotik 24 jam 3. Rawat Jalan / Poliklinik Spesialis 4. Bedah Sentral 5. Control Sterilized Suplay Departement (CCSD) 6. Rehabilitasi Medik 7. Radiologi 8. Laboratorium Klinik 9. Patologi Anatomi

10. Bank Darah 11. Hemodialisa 12. Medical Check Up 13. ECG/EEG 14. USG 4 Dimensi 15. Endoscopy b. Pelayanan Rawat Jalan 1. Poliklinik Spesialis kebidanan dan Penyakit Kandungan 2. Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam 3. Poliklinik Spesialis Anak 4. Poliklinik Spesialis Bedah 5. Poliklinik Spesialis Mata 6. Poliklinik Spesialis THT 7. Poliklinik Spesialis Kulit dan Kelamin 8. Poliklinik Spesialis Syaraf 9. Poliklinik Spesialis Jiwa 10. Poliklinik Spesialis Patologi Anatomi 11. Poliklinik Spesialis Anasresi 12. Poliklinik Spesialis Patologi Klinik 13. Poliklinik Spesialis Radiologi 14. Poliklinik Sub Spesialis Penyakit Jantung 15. Poliklinik Sub Spesialis Bedah Orthopaedi 16. Poliklinik Sub Spesialis Bedah syaraf 17. Poliklinik Sub Spesialis Bedah Urologi 18. Poliklinik Sub Spesialis Bedah Digestif 19. Poliklinik Akupuntur 20. Poliklinik Psikologi 21. Poliklinik Gigi 22. Poliklinik Umum c. Instalasi Rawat Darurat 1. Dokter Jaga 24 jam

2. Ambulance 24 jam d. Pelayanan Rawat Inap 1. Rawat Inap Kebidanan dan penyakit kandungan 2. Rawat Inap Neonatus dan NICU 3. Rawat Inap Penyakit Anak 4. Rawat Inap Bedah 5. Rawat Inap Laki-Laki 6. Rawat Inap Perempuan 7. Rawat Inap Non Infeksi 8. Rawat Inap VIP dan VVIP 9. Rawat Inap Penyakit Dalam 10. ICU e. Pelayanan Penunjang 1. Instalasi Laboratorium Klinik 2. Instalasi Radiologi 3. Instalasi Bedah Sentral 4. Instalasi Farmasi (Apotek) 5. Instalasi Gizi 6. Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit 7. Instalasi Pemeliharaan Lingkungan 8. Centarl Sterlizer Suplay Departement (CCSD) 9. Bank Darah 10. Instalasi Laundry 11. Kasir f. Hemodialisa g. Instalasi Rehabilitasi Medik 2.2 Bayi Baru Lahir Normal 2.2.1 Definisi Bayi Baru Lahir Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran ( Saifuddin, 2002 ).

Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu. Lahirnya biasanya dengan usia gestasi 38 42 minggu (Danna, 2003). Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram (Depkes.RI, 2005). Bayi baru lahir normal adalah berat badan lahir antara 2500 4000 gram, cukup bulan, lahir lasung menangis, dan tidak ada kelaian kongenital (cacat bawaan) yang berat (Sholeh, 2007).

2.2.2 Ciri ciri Bayi Baru Lahir Menurut Eka, ( 2009 ). Ciri ciri bayi baru lahir normal yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Berat badan 2500 4000 gram Panjang badan 48 - 52 cm Lingkar dada 30 -38 cm Lingkar kepala 33 35 cm Frekuensi jantung 120 160 kali/menit Pernapasan 40 kali/ menit cukup

Kulit kemerah merahan dan licin karena jaringan sub kutan 9. Kuku agak panjang dan lemas

Rambut lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna laki laki testis

10. Genitalia, perempuan labia mayora sudah menurut labih minora dan sudah turun, skrotum sudah ada. 11. Reflek morrow atau gerakan memeluk bila di kagetkan sudah baik 12. Reflek graps atau menggenggam sudah baik 13. Eliminasi baik, mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, hitam kecoklatan

mekonium berwarna

2.2.3

Manajemen Bayi Baru Lahir Normal Menurut JNPK-KR/POGI,APN,(2008). Manajemen bayi baru lahir normal yaitu : PENILAIAN Bayi cukup bulan Air ketuban jernih,tidak bercampur mekonium Bayi menangis atau bernapas Tonus otot bayi baik

Asuhan Bayi Baru Lahir


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jaga kehangatan Bersihkan jalan nafas bila perlu Keringkan dan tetap jaga kehangatan Potong dan ikat tali pusat tanpa membubuhi apapun,kira-kira 2 menit setelah bayi lahir Lakukan inisiasi menyusui dini (IMD ) Beri salep mata antibiotika tetrasiklin 1 % pada kedua mata Beri suntikan vitamin K 1 mg intramuskuler , dipaha kiri anterolateral, setelah IMD Beri imunisasi hepatitis B 0,5 ml intramuskuler, dipaha kanan anterolateral,diberi kira kira 1 2 jam setelah pemberian vitamin K.

2.2.4 Adaptasi Bayi Baru Lahir Segera setelah lahir, Bayi Baru Lahir harus beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung menjadi mandiri secara fisiologis. Banyak perubahan yang akan dialami oleh bayi yang semula berada dalam lingkungan interna (dalam kandungan ibu ) yang hangat dan segala kebutuhannya terpenuhi (O2 dan Nutrisi) ke lingkungan eksterna (diluar kandungan ibu) yang dingin dan segala kebutuhannya memerlukan bantuan organ lain untuk memenuhinya. Saat ini bayi tersebut harus dapat oksigen melalui system sirkulasi pernapasannya sendiri yang baru, mendapatkan nutrisi oral untuk mempertahankan kadar gula yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit ( Lia,2009 ). Periode adaptasi terhadap kehidupan di luar rahim disebut periode Transisi. Periode ini berlansung hingga 1 bulan atau lebih setelah kelahiran untuk beberapa system tubuh. Transisi yang paling nyata dan cepat terjadi adalah pada system pernapasan dan sirkulasi, system termoregulasi, dan dalam kemampuan mengambil serta menggunakan glukosa ( Lia, 2009 ). Menurut Lia ( 2009 ), Adaptasi bayi baru lahir meliputi perubahan perubahan sebagai berikut : 1. Perubahan Sistem Pernapasan a. Dua faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi : Hipoksia pada akhir persalinan Rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernapasan di otak . b. Tekanan terhadap rongga dada yang terjadi karena komprensi paru paru selama persalinan yang merangsang masuknya udara kedalam paru - paru secara mekanis ( Varney, 2008 ). Interaksi antara system pernapasan, kardiovaskuler dan susunan syaraf pusat menimbulkan pernapasan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang diperlukan untuk kehidupan. c. Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk : Mengeluarkan cairan dalam paru paru Mengembangkan jaringan alveolus dalam paru paru untuk 2. Perubahan Dalam Sistem Peredaran Darah Setelah lahir darah bayi harus melewati paru untuk mengambil O2 dan mengantarkannya ke jaringan. Untuk membuat sirkulasi yang baik guna mendukung kehidupan luar rahim harus terjadi 2 perubahan besar : a. Penutupan foramen ovalen pada atrium jantung pertama kali .

b. Penutupan ductus arteriosus antara arteri paru- paru dan aorto. Oksigen menyebabkan system pembuluh darah mengubah tekanan dengan cara mengurangi dan meningkatkan resistensinya sehingga mengubah aliran darah. 1. Pada saat tali pusat di potong, tekanan atrium kanan menurun Karena berkurangannya aliran darah ke atrium kanan. Kedua hal ini membantu darah dengan kandungan O2 sedikit mengalir ke paru - paru untuk oksigenasi ulang. 2. Pernafasan pertama menurunkan resistensi pembulu darah paru paru dalam meningkatkan tekanan atrium kanan. O2 pada pernapasan pertama menimbulkan relaksasi dan terbukanya system pembuluh darah paru paru. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru menggakibatkan peningkatan volume darah dan tekanan pada atrium kanan. Dengan peningkatan tekanan atrium kanan dan penurunan tekanan atrium kiri, foramen ovale secara fungsional akan menutup. Dengan pernafasan, kadar O2 daam darah akan meningkat,mengakibatkan ductus arteriosus berkontraksi dan menutup. Vena umbilicus, ductus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat menutup dalam beberapa menit setelah lahir dan setelah tali pusat diklem. Penutupan anatomi jaringan fibosa berlangsung 2 3 bulan. 3. Sistem Pengaturan Suhu, Metabolisme Glukosa, Gastrointestinal dan Kekebalan Tubuh 1. Pengaturan Suhu Suhu dingin lingkungan luar menyebabkan air ketuban menguap melalui kulit sehingga mendinginkan darah bayi. Pembentukan suhu tanpa mengigil merupakan usaha utama seorang bayi yang kedinginan untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya melalui penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. Lemak coklat tidak diproduksi ulang oleh bayi dan akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin. 2. Metabolisme Glukosa Untuk memfungsikan otak memerlukan glukosa dalam jumlah tertentu. Pada Bayi Baru Lahir, glukosa darah akan turun dalam waktu cepat ( 1-2 jam ). Bayi Baru Lahir yang tidak dapat mencerna makanan dalam jumlah yang cukup akan membuat glukosa dari glikogen dalam hal ini terjadi bila bayi mempunyai persediaan glukogen cukup yang disimpang dalam hati. 3. Perubahan Sistem Gastrointestinal

Reflek gumoh dan reflek batuk yang matang sudah terbentuk pada saat lahir. Sedangkan sebelum lahir bayi sudah mulai menghisap dan menelan. Kemampuan menelan dan mencerna makanan (selain susu) terbatas pada bayi. Hubungan antara esofagus bawah dan lambung masih belum sempurna yang berakibat gumoh. Kapasitas lambung juga terbatas, kurang dari 30 cc dan bertambah secara lambat sesuai pertumbuhan janin.

4. Perubahan Sistem Kekebalan Tubuh Sistem imunitas Bayi Baru Lahir belum matang sehingga rentan terhadap infeksi. Kekebalan alami yang dimiliki bayi diantaranya : 1. Perlindungan oleh kulit membrane mukosa. 2. Fungsi jaringan saluran nafas 3. Pembentukan koloni mikroba oleh kulit dan usus 4. Perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung. Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel oleh sel darah yang membantu membunuh organism asing. 2.2.5. Penanganan Segera Bayi Baru Lahir Menurut JNPK-KR/POGI, APN ( 2008 ) asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir ialah : 1. Pencegahan Infeksi a. Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi b. Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan c. Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan,terutama klem,gunting,penghisap lendir Delee dan benang tali pusat telah didesinfeksi tingkat tinggi atau steril. d. Pastikan semua pakaian, handuk, selimut dan kain yang di gunakan untuk bayi, sudah dalam keadaan bersih. Demikian pula dengan timbangan, pita pengukur, thermometer, stetoskop.

2. Pencegahan kehilangan panas Ada 2 Pencegahan Kehilangan Panas a. Mekanisme kehilangan panas 1. Evaporasi ; penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan. 2. Konduksi ; Kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin, co/meja, tempat tidur, timbangan yang termperaturnya lebih randah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi bila bayi diletakkan di atas benda benda tersebut. 3. Konveksi ; Kehilangan panas tubuh terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin, adanya aliran udara dari kipas angin, hembusan udarah melalui ventilasi, atau pendingin ruangan. 4. Radiasi ; Kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan didekat benda benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi, karena benda benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi ( walaupun tidak bersentuhan secara langsung ) b. Mencegah kehilangan panas Mecegah kehilangan panas melalui upaya berikut : a. Keringkan bayi secara seksama: Mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya. b. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat : Ganti handuk atau kain yang telah basah olah cairan ketuban dengan selimut atau kain yang baru ( hangat, bersih, dan kering) c. d. Selimuti bagian kepala bayi : bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yang relative luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya: pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu (1) jam pertama kelahiran. e. Jangan segera menimbang atau menandikan bayi baru lahir: karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya, sebelum melakukan penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/diselimuti dikurangi dengan berat pakaian/selimut. Bayi sebaiknya dimandikan sedikitnya enam jam setelah lahir. f. Tempatkan bayi dilingkungan yang hangat. bayi tetap hangat dan mendorong ibu untuk segera memberikan ASI. g. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan ditempat tidur yang sama dengan ibunya, untuk menjaga

c.

Membebaskan Jalan Nafas Dengan cara sebagai berikut yaitu bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir, apabila bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut :

a.

Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. tidak menekuk. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang.

b. Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala c. Bersihkan hidung, rongga mulut dan tenggorokan ai dengan jari tangan yang dibungkus kassa steril. d. Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi denagn kain kering dan kasar. e. f. Alat penghisap lendir mulut (De Lee) atau alat penghisap lainnya yang steril, tabung oksigen dengan selangnya harus sudah ditempat. Segera lakukan usaha menghisap mulut dan hidung. g. Memantau dan mencatat usaha bernafas yang pertama (Apgar Score). h. Warna kulit, adanya cairan atau mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan. d. Merawat tali pusat a. Setelah plasenta dilahirkan dan kondisi ibu dianggap stabil, ikat atau jepitkan klem plastik tali pusat pada punting tali pusat. b. Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5% untuk memebersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya. c. e. Bilas tangan dengan air matang atau desinfektan tingkat tinggi. Ikat ujung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan mengunakan benangdesinfektan ingkat tinggi atau klem plastik tali pusat (desinfektan tingkat tinggi atau steril). Lakukan simpul kunci atau jepitkan secara mantap klem tali pusat tertentu. f. Jika menggunakan benang tali pusat, lingkarkan benang sekeliling ujung tali pusat dan dilakukan pengikatan kedua simpul kunci dibagian tali pusat pada sisi yang berlawanan. g. Lepaskan klem penjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klorin 0,5%. h. Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering, pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik. (Depkes. RI, 2002). d. Keringkan tangan (bersarung tangan)tersebut dengan handuk atau kain bersih dan kering.

e.

Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu lahir, bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya, dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir harus dibungkus hangat. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. Suhu bayi harus dicatat. (Prawirohardjo, 2002). Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhn secara memadai dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Bayi yang mengalami kehilangan panas (hipotermi) beresiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal, jika bayi dalam keadaan baah atau tidak diselimuti mungkin akan mengalami hipoterdak, meskipun berada dalam ruangan yang relative hangat. Bayi prematur atau berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia. Pencegahan terjadinya kehilangan panas yaitu dengan : 1. Keringkan bayi secara seksama. Tutup bagian kepala bayi. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusukan bayinya. Lakukan penimbangan setelah bayi mengenakan pakaian.

2.

Selimut bayi dengan selimutatau kain bersih, kering dan hangat. 3. 4. 5.

6.

Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. (Depkes. RI, 2002)

f.

Pencegahan infeksi Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K per oral 1 mg/hari selama 3 hari, dan bayi beresiko tinggi di beri vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 1 mg IM.

1. Memberikan vitamin K

2. Memberikan obat tetes atau salep mata Untuk pencegahan penyakit mata karena klamadia (penyakit menular seksual) perlu diberikan obat mata pada jam pertama persalinan, yaitu pemberian obat mata eitromisin 0,5% atau tetrasiklin 1%, sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam setelah bayi lahir. Perawatan mata harus segera dikerjakan, tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesai dengan

perawatan tali pusat. Yang lazim dipakai adalah laruan perak nitrat atau Neosporin dan langsung diteteskan pada mata segera setelah lahir. Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi, pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi berikut ini : a. c. Cuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan bayi. Pastikan bahwa semua peralatan, termasuk klem gunting dan benang tali pusat telah didesinfektan tingkat tinggi ata steril jika menggunakan bola karet penghisap, pakai yang bersih dan baru. d. e. Pastikan bahwa semua pakaian, handuk, selimut serta kain yang digunakan untuk bayi telah dalam keadaan bersih. Pastikan bahwa timbnagan, pipa pengukur, thermometer, stetoskop dan benda-benda lainnya yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih dekontaminasi dan cuici setiap setelah digunakan). (Depkes. RI, 2002). g. Identifikasi bayi Menurut Saifudin Abdul Bahri (2002), identitas bayi meliputi : a. Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu dipasang segera pasca persalinan. Alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada bayi setiap bayi baru lahir dan harus tetap ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan. b. Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien, di kamar bersalin dan di ruang rawat bayi. c. d. e. Alat yang digunakan, hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tia mudah sobek dan tidak mudah lepas. Pada alat atau gelang identifikasi harus tercantum nama (bayi, nyonya), tanggal lahir, nomor bayi, jenis kelamin, unit, nama lengkap ibu. Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor identifikasi. 2.2.6 Tanda-tanda bahaya bayi baru lahir Menurut Suryanta (2007), tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir diantaranya : b. Pakai sarungtanan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan.

1. Tidak mau menyusu anau memuntahkan semua yang diminum. Dalam hal ini tandanya bayi terkena infeksi berat. 2. Bayi kejang. Kejang pada bayi baru lahir kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal. Jika melihat gejala atau gerakan yang tak biasa dan terjadi secara berulang-ulang seperti menguap, mengunyah, menghisap, mata berkedip-kedip, mata mendelik, bola mata berputar-putar dan kaki mengayuh sepeda yang tidak berhenti kemungkinan bayi kejang. 3. Bayi lemah. Bergerak jika hanya dipegang. Ini tandanya bayi sakit berat. 4. Sesak nafas 60 kali per menit. 5. Bayi merintih. Ini tanda bayi sakit keras. 6. Pusar kemerahan sampai dinding perut. Jika kemerahan sudah sampa ke dinding peruttandanya sudah terjadi infeksi berat 7. Demam. Suhu tubuh bayi 37,50 C atau tubuh teraba dingin suhunya dibawah 36,50 C. 8. Mata bayi bernanah banyak. Ini dapa menyebabkan bayi menjadi buta. 9. Bayi diare., mata cekung, tidak sadar. Jika kulit perut dicubit akan kembali lambat. Ini tandanya bayi kekurangan cairan yang berat bias menyebabkan kematian. 10. Kulit bayi terlihat kuning. Kuning pada bayi brbahaya jika muncul pada hari pertama atau muncul setelah 24 jam setelah lahir. Ditemukan pada umur 14 hari dan kuning sampai ke telapak tanganatau kaki. 11. Buang air besar ata kotoran bayi berwarna pucat segera periksakan bayi ke dokter, bidan atau perawat. Jika menemukan satu atau lebih dari tanda bahay dari bayi, usahakan bayi tetap hangat selama dalam perjalanan ke tempat pemeriksaan. Dengan cara membungkus bayi dengan kain yang tebal.

2.2.7 Reflek-reflek fisiologis Menurut Hila (2009), tanda-tanda bahaya bayi lahir diantaranya : 1. Mata

a. Berkedip atau reflek corneal : Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba-tiba atau pada pandel atau objek ke arah kornea, harus menetapkan sepanjang hidup, jika tidak adamaka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial. b. Pupil : Pupil kontraksi bila sinar terang diarahkan padanya, reflek ini harus sepanjang hidup. c. Glabela : Ketukan harus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan mata menutup dengan rapat. 2. Mulut dan tenggorokan a. Menghisap : Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respon terhadap rasangan, reflek ini harus tetap ada selama masa bayi, bahkan tanpa rangsangan sekalipun, seperti pada saat tidur. b. Muntah : stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan, hisapan atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami reflek muntah, reflek ini harus menetap sepanjang hidup. c. Rooting : Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikkan kepaka kea rah sisi tersebutdan ulai menghisap, harus hilang pada usia kira-kira 34 bulan. d. Menguap : Bila lidah disentuh atau ditekan bayi merespon dengan mendorongnya keluar harus menghilang pada usia 4 bulan. e. Batuk : Iriasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk, reflek ini harusetap ada sepanjang hidup, biasanya ada setelah hari pertama lahir. 3. Ekstrimitas Macam macam refleks pada bayi baru lahir a. b. c. Mengenggam : Sentuhan pada telapak tangan atau telapa kaki dekat kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari. Babinski : Tekanan di telapak kaki bagian luar kearah atas tumit dan menyilang batalan kaki menyebabkan jari kaki hiperektesi dan haluks dorso fleksi. Reflek Morrow : Kejutan atau perubahan tiba-tiba dalam ekuilibrium yang menyebabkan ekstensi dan abduksi ekstrimitas yang tiba-tiba serta menghisap jari dengan jari telunjuk dan ibu jari membentuk C diikuti dengan fleksi dan abduksi ekstremitas, kaki dapat fleksi dengan lemah.

d. e. f. g.

Startle : uara keras yang tiba-tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku tangan tetap tergenggam. Tonik Leher : Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah sisi, lengan dan kakinya akan berekstensi pada sisi tersebut dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi. Neck Righting : Jika bayi terlentang, kepala dipalingkan ke salah satu sisi, bahu dan batang tubuh membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvis. Inkurvasi Batang Tubuh (gallant) : Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul bergerak kearah sisi yang terstimulasi.

BAB III TINJAUAN KASUS


Pengkajian dilakukan pada hari senin tanggal 09 Januari 2012 pada 13.00 WIB 3.1 Data Subjektif a. Biodata Nama bayi Umur bayi Tgl/Jam lahir Jenis kelamin BBL bayi PBL bayi Identitas orang tua Nama Ibu Umur Agama : Ny.H : 35 tahun : Islam : Bayi Ny. H : 0 hr : 09 Januari 2012/ 09.00 WIB : Laki-laki : 3000 gr : 48 cm

Suku bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat Nama Ayah Umur Agama Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat

: Sumatera/ Indonesia : S.1 : IRT : Komplek Sukarame

: Tn. A : 28 tahun : Sumatera/ Indonesia : S.1 : Swasta : Komplek Sukarame

b. Riwayat persalinan Jenis persalinan Ditolong oleh Lama Persalinan Kala I Kala II Kala III Kala IV Penyulit/komplikasi Tindakan pasca persalinan Indikasi SC 3.2 Data Objektif Pemeriksaan fisik Kesadaran Keadaan umum RR : Compos Mentis : Baik : 46 x/menit : Pembukaan tiga tidak ada kemajuan : Seksio Cesarea : Plasenta : Masa Nifas : Tidak ada : Tidak ada : Letak Lintang : Seksio Cesarea : dokter Sp.OG

Nadi Suhu Pemeriksaan obstetric

: 124 x/ menit : 36,6 C :simetris,caput(-),cephalohematom(-)

Telinga :seclera tidak ikterus, konjungticva Hidung dan mulut Leher Dada Bahu, lengan dan tangan System syaraf Perut Genetalia Ektremitas Anus Kulit

:tidak ada kelainan tidak anemis :tidak ada kelainan, polip (-) : tidak ada pembengkakan : simetris : refleks (+), tidak ada kelainan : refleks morro (+) : simetris : tidak ada kelainan : simetris, tidak ada kelainan :(+) : merah muda (+), biru (-)

TANDA Frekuensi Jantung Usaha Bernafas

0 ada

1 tidak < 100 tidak ada Lambat

2 > 100 menangis

JUMLAH =8 =9

Tonus Otot

lumpuh

ektremitas fleksi sedikit

kuat gerakan aktif reaksi melawan kemerahan

Refleks

tidak bereaksi

gerakan sedikit tubuh kemerahan & kaki biru

Warna Kulit

biru/ pucat

: Penilaian 1 menit sesudah lahir lengkap : Penilaian 5 menit sesudah lahir lengkap Pemeriksaan reflek Reflek morro Reflek rooting Reflek isap Antropometri Lingkar kepala Lingkar dada BBL/PBL 3.3 Analisa Data : Bayi sehat umur 0 hari : 1. Membersihkan jalan nafas : 33 cm : 37 cm : 3000 gr / 48 cm :(+) :(+) :(+)

2. 3. 4. 5. 6. 3.4 Perencanan Perawatan tali pusat Memberikan Vit. K

Menjaga kehilangan panas

Memberikan Zalf Mata Identifikasi

rsihkan jalan nafas Membersihkan jalan nafas bayi dengan menggunakan suction dan melakukan rangsangan taktil Jalan nafas bayi tampak lebih bersih RR: 46 x/ menit 2. Menjaga kehangatan bayi baru lahir Menjaga kehangatan bayi baru lahir yaitu dengan meletakkan bayi di inkubator Suhu tubuh bayi normal 36,6 C dan tidak terjadi sianosis pada bayi 3. Melakukan perawatan tali pusat Melakukan perawatan tali pusat pada bayi baru lahir, yaitu tali pusat yang telah diikat dengan cord klem dibalut dengan kasa streril yang telah diberi bethadine, mengganti kassa setiap basah dan kotor Tali pusat telah dibalut dan tidak terjadi infeksi tali pusat bayi 4. Menyuntikan vitamin K pada bayi Menyuntikann Vit K pada bayi dengan cara menginjeksi secara intramuskuler di paha kiri bayi Penyuntikan Vit K telah dilakukan 5. Memberikan Zalf mata pada bayi Memberikan zalf mata chloramphenicol 1 % pada kedua mata bayi Pemberian zalf mata telah dilakukan 6. Mengidentifikasi bayi Mengidentifikasi bayi dengan pemberian papan nama dan gelang nama berwarna pink Pemberian papan nama dan gelang nama telah dilakukan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Pada Bayi Ny.H hari Ke 2 S/D hari Ke 3 1. Hari ke Dua

Pengkajian dilakukan ada tanggal 10 Januari 2012 pada pukul 10.00 WIB. a. Subjektif : ibu bayi mengatakan anaknya sudah menyusu : - KU :36,6C :126x/menit : 46 x/ menit : 6x/hari : 2x/hari : Diagnosa : Bayi sehat umur I hari : - Memandikan Bayi : baik Frekuensi 12x/hari b. Objektif - Temp - Nadi - RR - BAK - BAB c. Anamnesis -

Kebutuhan

Perawatan tali pusat Pemeriksaan Vital sign Rawat gabung Memberikan ASI KIE ASI on demand KIE tentang perawatan bayi baru lahir

d. Perencanaan 1. Memandikan bayi Memandikan bayi pada waktu pagi hari dengan menggunakan air hangat Bayi sudah dimandikan Melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan kassa streril yang telah diberi bethadine Tali pusat telah dibalut dan tidak terjadi infeksi tali pusat bayi Melakukan pemeriksaan Vital Sign pada bayi, RR 46x/menit, polse 126x/menit, suhu 37,1C Vital Sign telah dilakukaN 4. Rawat gabung Lakukan rawat gabung Ibu dan bayinya Melakukan rawat gabung pada ibu dan bayinya, Rawat gabung telah dilakukan pada pukul 07.00 WIB

an tali pusat

saan Vital Sign

5. Pemberian ASI Memberikan ASI pada bayi apabila bayi mengiginkan Bayi telah diberikan ASI 6. KIE tentang ASI On Demand Memberikan KIE pada ibu tentang pentingnya ASI sekehendaknya untuk tumbuh kembang bayi Ibu mngerti dengan penjelasan bidan tentang ASI On Demand 7. Menjelaskan pada Ibu tentang keadaan bayi baru lahir Menjelaskan pada ibu bahwa keadaan bayi baru lahir yang dilahirkan dalam keadaan sehat dan normal. Ibu mengerti dengan penjelasan bidan tentang keadaan bayinya dan merasa tenang

2.

Hari Ke Tiga Pengkajian dilakukan pada tanggal 11 Januari 2012 pukul 10.00 WIB. a. Subjektif : Ibu bayi mengatakan anaknya sudah menyusui : - KU :36,6C :128x/menit : 44 x/ menit : bayi sehat umur 2 hari Kebutuhan 4. Vital sign 5. KIE ASI On Demand 6. Jadwal kunjungan ulang : 1. Kebersihan 3. Perawatan tali pusat : baik Ibu bayi mengatakan anaknya sudah BAB, BAK

b. Objektif - Temp - Nadi - RR

c. Anamnesis : Diagnosa

d. Perencanaan 1. Memandikan bayi Memandikan bayi pada waktu pagi hari dengan menggunakan air hangat Bayi sudah dimandikan

2. Perawatan tali pusat Melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan kasa streril yang telah diberi bethadine Tali pusat telah dibalut dan tidak terjadi infeksi tali pusat bayi 3. Vital Sign Melakukan Vital Sign pada bayi, RR 44x/menit, polse 128x/menit, suhu 36,76C Vital Sign telah dilakukan

4. KIE tentang ASI On Demand Memberikan KIE pada ibu tentang pentingnya ASI Esklusif pada bayi yang berperan penting untuk proses tumbuh kembang bayi Ibu mengerti dengan penjelasan bidan tentang ASI On Deman 5. Memberitahu ibu untuk melakukan kunjungan ulang Ibu mengerti dan mau melaksanakan kunjungan ulang

BAB IV PEMBAHASAN
Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran ( saudin, 2002 ). Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai 4000 gram ( Depkes RI, 2002 ). 1. Menurut JNPK KR/ POGI, APN tahun ( 2008 ) asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir Yaitu membersihkan jalan nafas dengan alat suction. Di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI juga di lakukan penghisapan jalan nafas dengan menggunakan suction. 2. Menurut JNPK KR/ POGI, APN tahun ( 2008 ) Asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir. Yaitu Asuhan mencegah kehilangan panas dengan cara menyelimuti kain bersih dan hangat Di Rumah Sakit Daerah Palembang BARI juga di lakukan pencegahan kehilangan panas dengan cara menyelimuti kain bersih dan hangat 3. Menurut JNPK KR / POGI, APN tahun ( 2008 ) Asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir. Yaitu melakukan perawatan tali pusat dengan menjepit tali pusat menggunakan benang steril atau memakai penjepit umbilikal Di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI juga melakukan perawatan tali pusat dengan menjepit tali pusat menggunakan benang steril atau memakai penjepit umbilikal

Dalam melakukan Asuhan Kebidanan pada bayi baru lahir Ny.H di ruang neonatus RSUD Palembang BARI. pada dasarnya sama dengan teori yang kami dapatkan di pendidikan yaitu :

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


1.1 Kesimpulan Setelah dilakukan pengkajian asuhan kebidanan pada bayi baru lahir Ny, H didapatkan hasilnya, yaitu : 1. Pada tanggal 09 Januari 2012 pukul 09.00 wib, diketahui bayi baru lahir pada Ny, H umur 0 hari, jenis kelamin Laki - Laki dengan BB 3000 gram dan PB 48 cm, jenis kelahiran seksio sesarea. 2. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, RR 46x/menit, polse 124x/menit, suhu 36,6 C. pemeriksaan obstetric meliputi kepala semetris, caput (-), cephalohematom (-), perut simetris, dada tidak ada kelainan, ektremitas tidak ada kelainan, genetalia tadak ada kelainan, anus (+). 3. Dari hasil pemeriksaan tidak terdapat masalah. Diagnosanya yaitu bayi sehat lahir SC atas indikasi Letak Lintang. 4. Kebutuhan bayi baru lahir pada Ny, H a. Menjaga kehangatan b. Membersikan jalan nafas c. Perawatan tali pusat d. Memberikan suntikan Vitamin K Intramuskuler, di paha kiri luar e. Memberikan Zalf mata f. Mengidentifikasi bayi berupa papan nama dan gelang nama g. Rawat gabung h. KIE tentang ASI On Demand i. KIE pada Ibu tentang keadaan bayi 5. Rencana asuhan pada bayi baru lahir pada Ny,H a. Menjaga kehangatan b. Membersikan jalan nafas c. Perawatan tali pusat

d. Memberikan suntikan Vitamin K Intramuskuler, di paha kiri luar e. Memberikan Zalf mata f. Mengidentifikasi bayi berupa papan nama dan gelang nama g. Rawat gabung h. KIE tentang ASI On Demand i. KIE pada Ibu tentang keadaan bayi 1. Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan yang dilakukan pada bayi baru lahir Ny, H a. Menjaga kehangatan bayi dengan memakaikan pakaian bayi dan meletakkan bayi dibawah pemanas b. Membersikan jalan nafas dengan menggunakan slym zoiger c. Perawatan tali pusat dengan mengikat tali pusat menggunakan cord klem dan membalut tali pusat dengan kassa steril yang ditetwesi betadine d. Memberikan suntikan Vitamin K intramuskuler, di paha kiri luar e. Member Zalf mata cholamphenicol 1 % pada kedua mata bayi f. Mengidentifikasi bayi berupa papan nama dan gelang nama g. Melakukan rawat gabung h. KIE tentang ASI On Demand ( ASI ekskulusif ) i. KIE pada ibu tentang keadaan bayi 2. Evaluasi dari asuhan yang diberikan, yaitu : a. Bayi tampak hangat dengan pakaian dan meletakan bayi dibawah pemanas b. Jalan nafas dibersihkan dan tidak terjadi sianosis pada bayi c. Perawatan tali pusat telah dilakukan dan tidak ada gejala infeksi pada tali pusat d. Pemberian suntikan Vitamin K telah dilakukan e. Pemberian Zalf mata cholamphenicol 1 % telah dilakukan f. Identifikasi bayi berupa papan nama dan gelang nama telah dilakuakn g. Rawat gabung telah dilakukan tanggal 09 Januari 2012 pukul 10.00 WIB h. Ibu mengerti tentang ASI On Demand yang dijelaskan oleh bidan i. Ibu mengerti KIE tentang keadaan bayi dan ibu tampak tenang

5.2 Saran 1. Bagi Pihak RSUD Palembang BARI Penulis berharap pihak Rumah Sakit agar pelayanan yang di berikan kepada masyarakat dapat dimpertahankan dan di tingkatkan sehingga RSUD Palembang BARI menjadi Rumah Sakit Sumatera Selatan sesuai dengan visi dan misi RSUD Palembang BARI. 2. Bagi Pendidikan Di harapkan institusi pendidikan agar tetap meningkatkan keterampilan pada mahasiswi Kebidanan Pondok Pesantren Assanadiyah Palembang dalam melaksanakan asuhan kebidanan bayi baru lahir normal dengan memperbanyak latihan baik di institusi pendidikan maupun langsung di lahan praktik.

3. Bagi Mahasiswa Dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam pelaksanaan perawatan bayi baru lahir yang diperoleh selama proses pembelajaran di dalam praktik.