Anda di halaman 1dari 6

47

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif, dengan rancangan cross-sectional. Penelitian cross-sectional adalah

penelitian yang bertujuan untuk mengetahui prevalensi suatu efek atau penyakit pada suatu waktu, oleh karena itu disebut juga dengan studi prevalensi (Notoatmodjo, 2005). Pengambilan data dilakukan dengan pembagian quisioner kepada para responden dengan tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi. B. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2013 di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung C. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Rancangan penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi. di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung 2013. D. Subyek Penelitian 1. Populasi

47

48

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap penderita hipertensi di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. 2. Sampel Sampel diambil dengan cara purposive sampling dengan objek penelitian seluruh pasien rawat inap penderita hipertensi di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Pengambilan sampel metode purposive sampling merupakan suatu metode dimana sebahagian dari anggota populasi menjadi sampel penelitian sehingga sampel yang diikutsertakan dalam penelitian tersebut berdasarkan pada pertimbangan peneliti sendiri yang mana pada awalnya telah diidentifikasi berdasarkan karakteristik populasi secara keseluruhan (Notoatmodjo, 2005). Sampel yang di dapat dengan menggunakan rumus sebagai berikut n= n =Jumlah Sampel N= Total Populasi d =Presentasi ketepatan yang diinginkan (95%) Kriteria Sampel : a. Kriteria Inklusi Pasien yang mempunyai tekanan darah diatas normal dengan atau tanpa penyakit komplikasi. b. Kriteria eksklusi Pasien yang mempunyai tekanan darah normal E. Variabel Penelitian

49

1. Variabel terikat 2. Variabel Bebas

: :

Kepatuhan minum obat anti hipertensi Tingkat Pengetahuan

F. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel Definisi operasional yang terkait dalam penelitian ini adalah : Tabel 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel No
1.

Variabel
Dependen Kepatuhan pasien untuk minum obat antihipertensi Independen Pengetahuan

Definisi Operasional
merupakan suatu kondisi yang berpotensi bagi pasien untuk melaksanakan terapi obat sesuai yang telah diinstruksikan kepadanya Pengetahuan adalah pemahaman responden hipertensi yang meliputi : 1. Pengertian 2. Tanda dan gejala 3. Komplikasi 4. Pengobatan Suatu peningkatan kronis tekanan darah arteri sistolik dan diastolik yang bisa disebabkan oleh berbagai factor

Alat Ukur
Instrumen test

Cara Ukur
Test Kepatuhan

Hasil Ukur
0 = Patuh 1 = Tidak patuh

Skala
Ordinal

2.

Instrumen test

Test pengetahuan

0= Baik ( 56 ) 1= kurang(< 56 %) (Arikunto,2006)

Ordinal

Hipertensi

Alat tensimeter

Melakukan pemeriksaa n/pengukur an tekanan darah

0 = Hipertensi 1= bukan hipertensi

ordinal

G. Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah instrumen test untuk kepatuhan dan pengetahuan pasien hipertensi berupa kuesioner, yaitu : Instrumen untuk mengetahui jumlah penderita hipertensi Kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien hipertensi sebanyak 20 pertanyaan

50

Kuesioner untuk mengetahui kepatuhan pasien hipertensi sebanyak 10 pertanyaan. 2. Uji validitas dan reliabilitas Penelitian ini akan dilakukan uji validitas dan uji reabilitas, dimana: Untuk uji pengetahuan Nilai r tabel pearson product moment dengan Jumlah responden sebanyak 30 responden didapatkan sebesar 0,361. Selanjutnya dilakukan uji Realibilitas dengan membandingkan nilai r tabel dengan nilai r hasil (ALPHA). Dari hasil uji didapatkan r Alpha (0,806) lebih besar dibandingkan dengan nilai r tabel (0,361) sehingga 20 variabel dinyatakan reliabel. Untuk variabel kepatuhan, hasil Uji Validitas didapatkan Nilai r tabel pearson product moment dengan Jumlah responden sebanyak 30 responden didapatkan sebesar 0,361. Dilakukan uji Realibilitas dengan membandingkan nilai r tabel dengan nilai r hasil (Alpha), hasil uji didapatkan r Alpha (0,695) lebih besar dibandingkan dengan nilai r tabel (0,361) sehingga 10 variabel dinyatakan reliabel

H. Pengolahan Data Dalam suatu penelitian, pengolahan data merupakan salah satu langkah yang penting hal ini disebabkan karena data yang diperoleh langsung dari penelitian masih merupakan data mentah belum memberikan informasi apapun dan belum siap untuk disajikan. Untuk memperoleh penyajian data

51

sebagai hasil yang berarti dan kesimpulan yang baik, diperlukan pengolahan data (Notoatmodjo, 2010), Beberapa teknik pengolahan data yaitu : a. Editing Tahapan ini dilakukan untuk meneliti kelengkapan hasil wawancara yang telah dilakukan.(Hastono,2007) b. Coding Bentuk kegiatan dari coding adalah merubah data berbentuk huruf manjadi data berbentuk angka Untuk variabel pengetahuan baik diberi kode 0 dan pengetahuan kurang diberi kode 1. Untuk variabel kepatuhan diberi kode 0 dan tidak patuh diberi kode 1. Sedangkan untuk variabel hipertensi, untuk kategori hipertensi di beri kode 0 dan untuk kategori non hipertensi diberi kode 1. c. processing Data yang telah dimasukkan diperiksa kembali untuk memastikan bahwa data telah bersih dari kesalahan, baik pada wakto pengkodean maupun dalam waktu membaca kode, sehingga siap untuk dianalisa. Data data yang telah berbentuk angka kemudian di tabulasi dengan bantuan program komputer. d. Cleaning Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di-entry apakah ada kesalahan atau tidak (Hastono,2007). a. Analisa Data

52

a. Analisa Univariat Analisis ini digunakan untuk mendiskripsikan semua variabel penelitian dalam bentuk tabel dan grafik untuk memberikan deskripsi tingkat pengetahuan responden tentang alat kontrasepsi IUD dan sikap responden tentang alat kontrasepsi IUD b. Analisa Bivariat Analisa ini digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya akan digeneralisasikan dalam populasi. Analisa melalui variabel variabel yang diteliti dengan melihat hubungan satu variabel bebas dan terikat. Analisis menggunakan uji statistik Chi Square. Untuk mengetahui besar faktor risiko digunakan analisis Odds Ratio. (Sugiyono,2012). Dengan interpretasi : 1. Bila P value (0.05), maka bermakna / signifikan berarti ada hubungan yang bermakna antara variabel independen dengan veriabel dependen atau hipotesis (Ho) ditolak. 2. Bila P value > (0.05), Ho gagal ditolak berarti data sampel tidak mendukung adanya perbedaan yang bermakna (signifikan). Untuk mengetahui derajat hubungan yaitu dengan Resico Relative (RR) dan digunakan ukuran Odds Ratio (OR), dimana OR membandingkan odds pada kelompok dan dalam penelitian ini peneliti menggunakan OR karena merupakan jenis penelitian Cross Sectional.