Anda di halaman 1dari 3

1. Dewi Ariesi R. -Bagaimana penentuan standar kualitas setelah produk memperoleh lisensi?

Jawab: penentuan standar kualitas dengan mengendalikan produksi untuk mendapat produk yang aman dengan penghapusan variasi batch-to-batch yang signifikan dalam kualitas. Kontrol kualitas sendiri berkaitan dengan pengambilan sampel, spesifikasi, pengujian, organisasi, dokumentasi dan produk rilis prosedur. -Apa-apa saja yang menjadi faktor penentuan kualitas produk? Jawab : Kontrol kualitas produk berkaitan dengan pengambilan sampel, spesifikasi, pengujian, organisasi, dokumentasi dan produk rilis prosedur. Faktor penentuan kualitas produk antara lain bahan baku,proses pembuatan dan bagaimana cara pengemasannya. 2. Dewi Nugrahani -Pada slide awal terdapat cara penanganandan penyimpanan bahan kimia. Tata cara seperti apa yang dimaksudkan? Jawab : Tergantung jenis dan sifat bahan kimia yang digunakan, misal asam disimpan d lemari asam, bahan radioaktif disimpan dalam barrier berbahan platinum, dll. -Pada slide pertengahan, ada klasifikasi Hazard atau apakah itu. Di situ dikatakan high individual risk.low community risk. Individual dan community yang dimaksud disitu artinya apa? Jawab: Individual adalah secara perorangan, hazzard yang dimaksud adalah bagaimana efeknya terhadap suatu individu. Sedanngkan community adalah secara kelompok, hazzard yang dimaksud adalah bagaimana tingkat penyebaran hazzard tersebut dari satu individu ke individu lain 3. Alfonsina A.A.T -Pada pengelompokan mikroorganisme berdasarkan bahayanya, bahaya terhadap siapa?Bagaimana penanganan terhadap masing-masing level bahaya mo tersebut? Jawab: Pada dasarnya dibagi menjadi bahaya secara Individu dan kelompok. Individu meliputi pekerja d dalam pabrik maupun semua makhluk hidup d luar pabrik namun dilihat secara perorangan/individu. Sedangkan secara kelompok adalah tingkat penyebarannya dari satu individu k individu lain. Penanganan detail ada dalam tabel containment level. -Kenapa pada quality assurance yang mendasarinya hanya GMP saja, bagaimana dengan quality controlnya? Jawab : GMP (Good Manufacturing Practices) merupakan suatu pedoman bagi industri pangan, bagaimana cara berproduksi pangan yang baik. GMP merupakan prasyarat utama sebelum suatu industri pangan dapat memperoleh sertifikat sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)

-Apa standar GMP misalnya pada proses fermentasi keju? Jawab : GMP (Good Manufacturing Practices) merupakan suatu pedoman bagi industri pangan, bagaimana cara berproduksi pangan yang baik.Contoh dalam proses fermentasi yaitu higienis pada bahan bakunya, alat yang digunakan, pekerjanya dalam proses fermentasi keju. 4. Sharfina W. -Jelaskan apa yang terjadi di GMM dan Non-GMM, apa yang terjadi disana? Jawab: GMM (Genetically Manipulated Microorganism) yaitu sebuah organisme rekayasa genetika yang materil genetika organisme tersebut dengan menggunakan teknik rekayasa genetika. Sedangkan non-GMM bukan organisme rekayasa genetika. 5. Teza Nur F. -Pada setiap pabrik itu menggunakan sistem K3 yang sama?contohnya pada pabrik makanan berat dan ringan, apakah K3 yang digunakan sama? Jawab: Setiap pabrik mempunyai sistem K3 yang beda. Kalau pabrik yang menghasilkan produk berat menggunakan standar sistem K3 yang lebih lengkap dan lebih komplit. Sedangkan pabrik yang memproduksi produk ringan menggunakan standar sistem K3. -GMP itu kepanjangannya Good Manufacturing Product atau Good Manufacturing Practice?Jelaskan perbedaannya?? Jawab: GMP (Good Manufacturing Practices) merupakan suatu pedoman bagi industri pangan, bagaimana cara berproduksi pangan yang baik.GMP digunakan sebgai prasyarat utama agar menghasilkan produk yang aman. 6. Queen Sitanggang -Pada Keselamatan dan Kesehatan kerja pada pekerja dijelaskan bahwa diberi pakaian atau perlindungan bagi para pekerja. Namun pada saat ini seringkali perlindungan yang diberikan tidak optimal. Contohnya pada pabrik rokok. Pekerja diberi masker namun tidak sedikit yang terkena penyakit. Pada kasus seperti itu bagaimana cara mengoptimalkannya? Jawab: Cara mengoptimalkan dengan sosialisasi keselamtan pekerja di setiap pabrik, bahwa keslamatan pekerja itu perlu dan penting. -Pada kualitas dan keselamatan produk ada tahap-tahap juga untuk mengeluarkan satu produk. Ketika produk tersebut apakah ada kemungkinan setelah produk lolos pada tahap pemberian lisensi namun tidak memenuhi standar kualitas?Kalau ada bagaimana itu bisa terjadi? Apa penangannnya? Jawab: Kemungkinan terjadi pasti ada. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan pihak pemeriksaan melakukan kesalahan yang tidak sengaja. Cara penanganan apabila ditemukan produk tersebut, yaitu diambil dari pemasaran .Lalu diteliti penyebab kesalahan tersebut.

7. Nanang Adi S -Pada keselamatan kerja apakah setiap alat yang digunakan sama seperti yang Anda jelaskan untuk setiap pabrik dan alat-alat yang anda jelaskan itu untuk pabrik apa? Jawab: Standar alat keselamatan yang digunakan oleh tiap pabrik berbeda tergantung dari bahan baku dan prosesnya. Kami menjelaskan alat-alat keselamatan pada pabrik yang menggunakan mikroorganisme di dalam prosesnya