Anda di halaman 1dari 34

Metodelogi Penelitian

JENIS PENELITIAN
DASAR BERDASARKAN TUJUAN JENIS METODE PENELITIAN PENGEMBANGAN TERAPAN EXPERIMEN

BERDASARKAN KEALAMIAHAN

SURVEY OBSERVASIONAL

ANATOMY & PHISIOLOGY OF CLINICAL RESEARCH

ANATOMY OF RESEARCH
PENDEKATAN TEORITIS PENDEKATAN METODOLOGIS

THEORI& CONSEP
RESEARCH QUESTION

DESIGN

HYPOTHESIS

VARIABLE

INSTRUMENT

FINDING/ REPORT

DATA

RESULT

ANALISYS

PHYSIOLOGY OF RESEARCH
R Research Question design Target Populasi
EROR

Stdy Plan Implement

Actual Study

Intended Sample

Actual Subject
EROR

Penomena yang diteliti

Intended Variables

Actual Measurements Infer

Infer

Langkah-Langkah Pembuatan Poposal

1. Membuat Outline Protokol


(1 halaman)
No Element Purpose

1. 2. 3.
4.

Research question Rational (background) Design


Subjects

5.
6.

Variables
Statistical issues

Apa yang akan diteliti? Kenapa pertanyaan tersebut penting diteliti? Bagaimana penelitian akan dirancang? Siapa subjek dan bagaimana memilihnya? Apa variabel yang akan diukur (bebas, perancu, tergantung)? Berapa besar sampel dan bagaimana data dianalisis?

2. Membuat Pertanyaan Riset


Step1: Menentukan subjek dan area penelitian Step2: Mastering literatur Step3: Merumuskan pertanyaan penelitian

Step 1 Menentukan subjek dan area penelitian


Aspects of study
Study population
Subject area

About
People
Problem

Study of
Individuals, organisations, groups, communities.
Need, situations, profile,etc

Program Phenomenon

Contents, outcome, satifaction, etc Cause-effect relationships

Step 2: Mastering Literatur


Review literatur yang berkaitan dengan area penelitian untuk mengetahui apa yang sudah diketahui, yang sedang diteliti, dan arah penelitan kedepan

Review hasil seminar yang membahas topik yang berkaitan dengan area penelitian
Review laporan kasus/program yang berkaitan dengan area penelitian

Step 3: merumuskan pertanyaan penelitian


Initial research question
apakah wanita menopause perlu diberi terapi estrogen

More spesific research questions


Berapa banyak wanita menopause mendapat tx estrogen Apakah tx estrogen menurunkan risiko CHD Apa dampak negatif tx estrogen

Pilih topik yang akan diteliti

Good research question


Feasible Intersting
Novel
Dilihat dari jumlah subjek, fasilitas pendukung, aktu dan biaya Interesting bagi peneliti

Konfrmasi hasl yang sudah ada, memperdalam hasil yag sudah ada, atau hasilnya baru Tidak melanggar etik
Terhadap perkembangan keilmuan dan kebijakan

Ethical Relevan

Rumusan pertanyaan penelitian


Dibuat dalam kalimat tanya

Paling tidak harus berisikan tentang subjek dan variabel penelitian (bebas dan tergantung)
Spesifik dan tidak berarti ganda

contoh
Pertanyaan penelitian: Apakah Tx estrogen menurunkan risiko CHD pada wanita menopause?
Subjek: wanita menopause Variabel:
Bebas: Tx-estrogen Tergantung: CHD

3. Pemilihan rancangan penelitian


Study Design Key Feature A group followed over time Two groups, based on the outcome A group examined at one point in time Example Observasi brp tahun kejadian PJK ibu yang mendapat tx hormon dan yang tidak Membandingkan pemakian tx hormon antara wanita dengan PJK (kasus) dan non-PJK(kontrol) Menanyakan riwajat PJK dan Tx hormon pada wanita pada saat bersamaan

Observasional Design
1. Cohort study

2. Case-control study

3. Cross-secional study

Experimental Design
1.RCT Two groups created by Subjek dialokasikan menjadi dua a random process and a kelompok secara random, satu kelmpok blided intervention mendapat Tx hormon dan yang lain placebo, lalu diperiksa PJK atau tidak

4. Pemilihan subjek penelitian


Research question
Target population
Specify clinical, demographic, geographic characteristics

Design
Represents the target population Meet the sample size requirements

Study Plan
Intended sample
Selection criteria Inclusion Exclusion Sampling methods

Truth in the universe

Truth in the study

Representativitas Sampel
Research question
Target population
Specify clinical, demographic, geographic characteristics

Design

Study Plan
Intended sample
Selection criteria -Inclusion -Exclusion Sampling Method

Selection criteria Sampling methods

Truth in the universe

Truth in the study

Selection criteria
Kriteria seleksi Inskulsi Konsiderasi
Karakteristik demografi Karakteristik klinis Karakteristik geografi/administrasi Temporal

Contoh
Wanita umur 50- 60 th menopause Pasien dirawat di RS X Periode Januari Desember 2012 Alamat tidak jelas

Ekslusi

Lost to follow up

Tidak mungkin mendapatkan Disorientasi / ada hambatan data yang baik bahasa Kemungkinan terjadi efek samping Tidak etis Bila diberikan perlakuan bisa menyabkan hyperkalsemia Kontra indikasi untuk diberikan perlakuan

Prinsip Statistik dalam Perhitungan besar sampel


Side of hipothesis Statistical test variability Effect Size dan

Simple Statistical Test for use in Estimating Sample Size


Outcome Variable Predictor Variable Dichotomous Dichotomous Continuous Chi-square test T test Continuous T test Correlation coefisient

Penentuan besar sampel untuk penelitian dengan t-test


Tentukan apakah hipotesisnya satu atau dua arah Tentukan effect size (beda rerata terkecil yang dianggap bermakna/clicical importance) Perkirakan SD outcome variable di populasi (S) Hitung standardized effect size (E/S) Tentukan nilai dan Tentukan besar sampel dengan tabel

Contoh Kasus
Apakah ada perbedaan efek salbutamol dan ipratorium bromide untuk pengobatan asthma. Outcome variabel forced expiratory volume in 1 scond (FEV1). Studi sebelumnya didapatkan mean FEV1 = 2 liter dan S FEV1 = 1 liter. Berapa jumlah sampel yang diperlukan bila = 0,05 (dua sisi), ) = 0,20, Effect size E = 0,2 liter (10% x 2 liter) Solusi:
E/S = 0,2/1 = 0,2 (dua sisi) = 0,05 = 0,20 Lihat tabel : Sample size using t-Test n = 394

Sample size Required per Group When Using the t Test


One-side =
Two-side = E/S 0.10 0.15 0.20 0.25 0.30 0.40 0.50 0.60 0.70 0.05 3565 1586 893 572 398 225 145 101 75

0.005
0.01 0.10 2978 1325 746 478 333 188 121 85 63 0.20 2338 1040 586 376 262 148 96 67 50 0.05 2600 1157 651 417 290 164 105 74 55

0.025
0.05 0.10 2103 935 527 338 235 133 86 60 44 0.20 1571 699 394 253 176 100 64 45 34 0.05 2166 963 542 347 242 136 88 61 45

0.05
0.10 0.10 1714 762 429 275 191 108 70 49 36 0.20 1238 551 310 199 139 78 51 36 26

0.80 0.90
1.00

58 46
38

49 39
32

39 21
26

42 34
27

34 27
23

26 21
17

35 28
23

28 22
18

21 16
14

Penghitngan jumlah sampel bila menggunakan uji Chi-square


Tetapan Ho dan Ha (apakah satu sisi atau dua sisi) Tentukan effect size =p1-p2 dimana p1 (outcome klp terpapar) dan p2 (outcome klp kontrol) Tentukan nilai dan

Untuk case-control
Dimana RR diestimasikan dengan OR, maka penghitungan P1 dilakukan dengan rumus sbb: OR x P2 P1= --------------------------(1-P2) + (OR x P2) Misalnya kejadian paparan pd kontrol P2=0,1 dan sampel diharapkan OR=3 dapat mendeteksi adanya hubungan paparan dengan outcome, maka: P1 = (3x0,1)/{(1-0,1)+(3x0,1)} = 0,25

Contoh
RQ: apakah perokok memiliki risiko kanker kulit lebih tinggi dibandingkan tdk merokok. Dari literatur kejadian kanker kulit klp tdk merokok p2=0,2. Brp sampel bila =0,05 (dua sisi), power=0,80 dengan effect size (E)=0,20. Solusi: Ho dua sisi P2=0,20 dan p1 = 0,40 (E=p1-p2) (dua sisi) = 0,05; =1-power=0,20 Lihat tabel: n1= n2 = 91

Sample size required per group when using Chisquared statistic to compare proportion
Smaller of P1 & P2 0.05 :0.10 :0.2 :0.05 :0.2 :0.05 :0.1 :0.10 :0.2 :0.05 :0.2 :0.05 :0.1

Effect size
0.05 381 473 620 578 724 958 0.10 129 159 207 175 219 286 0.15 72 88 113 91 112 146 0.20 47 59 75 58 72 92 0.25 35 43 54 41 51 65 0.30 27 33 41 31 37 48 0.35 22 26 33 24 29 37 0.40 18 22 27 20 24 30 0.45 15 18 23 16 20 25

0.10

0.15

:0.10 :0.2 :0.05 :0.2 :0.05 :0.1


:0.10 :0.2 :0.05 :0.2 :0.05 :0.1 :0.10 :0.2 :0.05 :0.2 :0.05 :0.1

751 944 1252


900 1133 1504 1024 1289 1714

217 270 354


251 313 412 278 348 459

108 138 174


121 151 197 132 165 216

67 82 106
74 91 118 79 98 127

46 57 73
50 62 80 53 66 85

34 41 53
36 44 57 38 47 60

26 32 42
28 34 44 29 35 46

21 26 33
22 27 34 23 28 35

17 21 26
18 22 27 18 22 28

0.20

0.25

Penghitungan sampel untuk penelitian korelasi


Tentukan Ho (satu sisi atau dua sisi) Tentukan effect size adalah nilai absolut dari koef korelasi (r) terkecil yang dianggap bermakna Tentukan nilai dan

contoh
RQ: apakah kadar cotinine urine berhubungan dengan densitas tulang pada perokok. Penelitian sebelumnya melaporan r = - 0,3. Berapa sampel perokok yang diperlukan bila (dua sisi)=0,05 dan =0,10. Solusi
Ho: =0 (dua sisi) Effect size (r) = 0,3 (dua sisi)= 0,05 dan = 0,10 n = 113 (dari tabel)

Sample reguired when using correlation test


One-sided Two-sided r 0.05 0.05 7118 0.005 0.01 0.10 5947 0.20 4663 0.05 5193 0.025 0.05 0.10 4200 0.20 3134 0.05 4325 0.05 0.10 0.10 3424 0.20 2469

0.10 0.15 0.20


0.25 0.30 0.35 0.40 0.45 0.50 0.60 0.70 0.80

1773 783 436


276 189 136 102 79 62 40 27 18

1481 655 365


231 158 114 86 66 52 34 23 15

1162 514 287


182 125 90 68 53 42 27 19 13

1294 572 319


202 139 100 75 58 46 30 20 14

1047 463 259


164 113 82 62 48 38 25 17 12

782 346 194


123 85 62 47 36 29 19 13 9

1078 477 266


169 116 84 63 49 39 26 17 12

854 378 211


134 92 67 51 39 31 21 14 10

616 273 153


98 67 49 37 29 23 16 11 8

Metode Analisis Penelitian Kohort


EXPOSURE
Sampel dengan risk faktor
Follow up

OUTCOME
Disease / No disease

Sampel dengan tanpa risk faktor

Disease / No disease

Outcome variable

Statistical Test

Nominal dicotomus Interval (Continuous) Time until event

Chi-square / Regresi Logistic T-Test Kaplan-Meier

Metode Analisis Penelitian Case-Control


EXPOSURE
Risk faktor/ No risk factor
Retrospektif

OUTCOME
Kasus (Disease)

Risk faktor/ No risk factor

Kontrol (No disease)

Risk Factor Nominal dicotomus Interval (Continuous)

Statistical Test Chi-square / Regresi Logistic T-Test

Metode Analisis Penelitian Crosssectional


EXPOSURE
Sampel dengan & tanpa risk faktor

OUTCOME
Disease / No disease

Exposure Nominal Nominal nominal Ordinal Interval

Outcome Nominal Interval Ordinal Ordinal Interval

Statistical Test Chi-square T-test atau Oneway Anova Nonparametrik Spearman Rank Correlation Pearson Correlation/regression