Anda di halaman 1dari 4

TUGAS BU NAOMY

1. Kenapa harus ada volume sisa pada respirasi ?


Jawaban :
Udara yang tidak bisa dikeluarkan dari paru-paru walaupun dengan ekspirasi yang maksimal. Fungsinya untuk menyediakan udara dalam alveolus untuk mengabrasikan darah diantara dua siklus pernafasan. Seandainya tidak ada udara sisa ,konsentrasi O2 dan CO2 dalam darah akan naik dan turun secara jelas pada setiap pernafsan sehingga akan merugikan proses pernafasan. Volume udara yang masih tersisa didalam paru paru setelah ekspirasi kuat .volume ini kurang lebih 1200ml .

2. Apa guna volume cadangan inspirasi (IRV) dan volume cadangan ekspirasi (ERV) pada paru paru?
Jawaban :
a. Volume cadangan inspirasi (IRV) adalah volume udara ekstra yang dapat di inspirasi setelah dan di atas volume tidal normal bila dilakukan inspirasi kuat dengan kontraksi maksimal dari diafragma, m. intercostalis externi, dan otot inspirasi aksesori, biasanya mencapai 3000 mililiter. b. Volume cadangan ekspirasi (ERV) adalah volume udara ekstra maksimal yang dapat diekspirasi melalui ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi tidak normal; jumlah normalnya adalah sekitar 1100 mililiter. Tujuan : Mengetahui besarnya masing-masing volume paru dan kapasitas paru serta mengetahui fungsi paru. Kegunannya : Untuk menyimpan cadangan co2 dan untuk menyimpan oksigen untuk bernafas

3. Mengapa reflek Heuring Beeur ,mempengaruhi respirasi ?

Jawaban :
Karena the Hering-Breuer inflasi refleks adalah sebuah refleks dipicu untuk mencegah over-inflasi dari paru-paru . reseptor peregangan paru hadir dalam otot polos saluran napas menanggapi berlebihan peregangan paru selama besar inspirasi . Setelah diaktifkan, mereka mengirimkan potensial aksi melalui besar myelinated serat
[4]

dari pasangan saraf vagus ke area inspirasi di medula dan daerah apneustic dari

pons Sebagai tanggapan, area inspirasi dihambat secara langsung dan daerah apneustic dihambat dari mengaktifkan area inspirasi. Hal ini menghambat inspirasi, ekspirasi yang memungkinkan terjadi. Refleks inflasi Hering-Breuer seharusnya tidak menjadi bingung dengan refleks deflasi ditemukan oleh individu yang sama,Sebagian dari halaman ini membahas refleks inflasi; refleks deflasi dianggap secara terpisah di akhir.

4. Kenapa tekanan darah,emosi,suhu,nyeri,aktivitas spinkterlani dan iritasi saluran nafas mempengaruhi respirasi? Jawaban :
Tekanan darah
Manusia biasa bemafas sekitar 16-20 kali per menit. Hasil rekaman EEG menampilkan pola gelombang otak orang yang mudah terserang stress, gampang tersinggung, suka marah dan sikap mental negatif lainnya. Secara fisik, orang demikian mudah terserang penyakit disfungsional organ tubuh seperti tekanan darah tidak normal, kolesterol tingggi, Hb darah rendah, gangguan maag, ganggguan fungsi jantung, diabetes mellitus, sesak nafas, alergi dan sebagainya. Dengan pusat kontrol yang kacau dan tidak bekerja baik, otomatis fungsi kontrol terganggu sehingga organ dan bagian tubuh menjadi disfungsional, tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Pada kelompok manusia yang dapat bemafas hanya 4 kali per menit, hasil rekaman gelombang otak adalah sangat teratur, yang disebut sebagai gelombang alfa. Temyata secara mental orang tersebut tidak mudah terserang stress, tidak mudah tersinggung, mempunyai rasa percaya diri yang besar, sabar dan mempunyai

sikap positif lainnya. Secara fisik, tidak dijumpai penyakit disfungsional. Dengan pusat kontrol yang baik dan teratur, otomatis dapat mengontrol semua organ dan bagian tubuh bekerja dengan baik pula. Emosi Emosi di bagi dalam beberapa kriteria antara lain : Emosi Gembira.Gembira atau suka cita merupakan emosi kepuasan yang mendalam dan berhubungan dengan jantung. Tapi ketika seseorang terlalu bersemangat untuk sukacita, maka ia dapat mengalami insomnia, demam dan juga jantung berdebardebar. Emosi KemarahanKemarahan atau amarah erat hubunganya dengan kebencian. Emosi ini disimpan dalam hati dan kantung empedu, yang keduanya berfungsi memproduksi dan menyimpan cairan empedu. Kemarahan dapat mempengaruhi proses biologis yang banyak menyedot energi dan bisa menyebabkan sakit kepala seperti pusing dan bahkan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Emosi Gelisah dan CemasGelisah dan Cemas merupakan emosi khawatir yang berlebihan dan dapat menyebabkan seseorang tidak mampu menggunakan energi,sehingga menderita sesak napas serta peradangan di usus besar. Emosi KesedihanKesedihan menciptakan atau sedih dapat menyebabkan seseorang

menangis,sehingga

ketidakharmonisan

di paru-paru dan dapat

menghambat energi beredar di seluruh tubuh, oleh karena itu emosi kesedihan dapat mengganggu paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan. Emosi MelankolisMelankolis melibatkan pemikiran yang berlebih,melankolis dapat mempengaruhi limpa dan menyebabkan kelelahan, lesu serta ketidakmampuan untuk berkonsentrasi. Selain itu emosi ini juga dapat menyempitkan sistem pencernaan dan membuat perut jadi penuh gas serta kembung. Emosi KetakutanKetakutan dapat menyebabkan ketidakharmonisan di dalam ginjal yang kadang membuat seseorang buang air kecil tanpa disengaja. Hal ini karena

ketakutan yang ekstrim akan membuat seseorang kehilangan kontrol dari ginjal dan kandung kemih. Dalam jangka waktu pendek, ketakutan akan mempengaruhi jantung. Pengaruh Temperatur Perubahan temperature mempengaruhi tingkat saturasi (pengikatan O2 oleh Hb) hemoglobin. Jika temperature naik maka saturasi Hb turun sehingga oksigen banyak dilapas. Sebaliknya, jika temperature turun, Hb akan mengikat oksigen lebih kuat sehingga oksigen akan sulit dilepas ke jaringan. Temperatur ini mempengaruhi sistem pernapasan secara signifikan pada jaringan aktif yang panasnya terus ditingkatkan. Contoh, otot skelet aktif meningkatkan panas, dan panas ini menghangatkan darah yang mengalir melalui organ. Karena darah menjadi hangat, molekul Hb melepaskan lebih banyak oksigen. Aktivitas. Seseorang yang aktivitas fisiknya tingi seperti olahragawan akan membutuhkan lebih banyak energi daripada orang yang diamatau santai, oleh karena itu, frekuensi pernapasan orang tersebut juga lebih tinggi. Gerakan dan frekuensi pernapasan diatur oleh pusat pernapasan yang terdapat di otak. Selain itu, frekuensi pernapasan distimulus oleh konsentrasi karbondioksida (CO) dalam darah. Nyeri Sebagai akibat stimulasi simpatik sehingga meningkatkan frekuensi dan kedalaman pernafasan. Klien dapat menghambat pergerakkan dada bila ada nyeri pada area dada.