Anda di halaman 1dari 12

Pharmacodynamic and Pharmacokinetic Interactions of Propranolol with Garlic (Allium sativum) in Rats

Disusun oleh : 1. Hemma Kusumaningrum 2. Ira Persiana Susanti 3. Naila Nur Hanifah 4. Nadya Priskawati 5. Okti Liftyaningsih

1040911065 1040911073 1040911103 1040911101 1040911119

TUJUAN
mengevaluasi interaksi bawang putih dengan Propanolol (PRO) melalui parameter farmakokinetik dan farmakodinamik menggunakan model eksperimental pada tikus

PENDAHULUAN
PROPANOLOL Propranolol (PRO) adalah beta-blocker nonselektif, yang memblok aksi epinefrin pada kedua reseptor adrenergik 1 dan 2. PRO memiliki BA yang buruk karena mengalami first-pass metabolisme. Tetapi kerusakan Hati dan interaksi dengan makanan dapat meningkatkan BA-nya.

BAWANG PUTIH (Allium sativum) bawang putih (Allium sativum, keluarga: Lilliaceae) banyak digunakan sebagai terapi efektif untuk penyakit kardiovaskular dan lainnya seperti aterosklerosis, aritmia, hiperlipidemia, trombosis, hipertensi dan diabetes. Kegunaan lainnya kardioprotektif , antioksidan , sifat antineoplastik dan antimikroba Konsumsi bawang putih dan penyakit kardiovaskular memiliki progres kolerasi yang berbanding terbalik.

METODE
72 tikus albino betina galur wistar Kelompok 1 : kontrol diberi Aqua ad libitum selama perlakuan Kelompok lainnya diberi larutan fruktosa 10%. 3 minggu kemudian, hewan uji tsb diberi regimen perlakuan Kel.2 : larutan fruktosa Kel.3 :fruktosa ditambah PRO (10 mg kg-1, p.o) pada minggu ke-6 Kel. 4,5,6 : Fruktosa dan suspensi bawang putih 125, 250 dan 500 mg kg-1 p.o selama 3 minggu. Kel. 7,8,9 : Fruktosa dan suspensi bawang putih 125, 250 and 500 mg kg1 p.o selama 3 minggu serta propanolol (10mgkg-1, p.o) pada minggu ke-6 Cairan / asupan makanan, berat badan, denyut jantung dan tekanan sistolik darah diukur setiap minggu Konsentrasi glukosa, kolesterol dan trigliserida dalam sampel plasma diukur pada akhir minggu ke-6

LANJUTAN...
Induksi Isoproterenol Pada akhir perlakuan, semua kelompok hewan kecuali kelompok I diberikan isoproterenol (ISO) (175 mg kg-1 s.c) selama 2 hari berturut-turut. Pengukuran Tekanan Darah dan Electrocardiogram Analisis Statistik Signifikansi statistik ditentukan dengan menggunakan Analisis Varians satu arah (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Bonferroni. Hasilnya dianggap signifikan secara statistik bila P <.05.

Interaksi farmakokinetik
Dibagi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari delapan hewan uji

Kelompok I PRO 10 mg kg-1 p.o. (Dosis tunggal)

kelompok II GH 250 mg kg-1 selama 30 hari (po) + PRO (dosis tunggal)

Segera setelah pemberian PRO, 0.5ml sampel darah diambil dengan interval 0, 0,5, 1, 2, 4, 8, 16 dan 24 jam melalui tusukan vena orbital retro dengan anestesi eter

Hipovolemia dicegah dengan pemberian 0,5 ml saline normal i.p segera setelah setiap pengambilan cuplikan darah

Pengolahan Data
Penentuan farmakokinetik
Untuk data yang dihasilkan pada interaksi PRO dan bawang putih yang dianalisis, kita mengasumsikan bahwa kinetika eliminasi PRO adalah linier. Data yang didapat dihitung (AUC) menggunakan aturan Trapezoid. Konsentrasi maksimum (Cmax) dan waktu maksimum (Tmax) Konstanta laju eliminasi (Ke) dan waktu paruh (T 1 / 2) ditentukan dengan plot semi-log dari data. Klirens (CL) dan Volum distribusi (Vd) obat pada hewan dihitung dari persamaan, CL = Vd Ke. Dan kemudian dilakukan Uji T

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tmax terjadi pada saat yang sama pada kedua kelompok. Pada perlakuan bawang putih ada peningkatan Cmax, perpanjangan T1 /2, peningkatan CL, penurunan Ka,dan penurunan Ke yang signifikan dibanding PRO tunggal.

KESIMPULAN
Bawang putih dapat menyebabkan peningkatan BA dan T 1/2 bersama dengan penurunan tingkat CL dan Ke PRO bila diberi secara oral. Mungkin menimbulkan implikasi negatif dalam praktek klinis terhadap toksisitas PRO yang dapat dengan mudah meningkat terutama saat pemberian dosis ganda akibat akumulasi obat. Bawang putih dalam dosis sedang mengakibatkan efek yang menguntungkan bagi perlakuan terhadap hewan uji yang hipertensi dengan stres miokard

TERIMA KASIH
Semoga bermanfaat