Anda di halaman 1dari 30

TABLE DD SISTEM UROGENITALIA

SINDROM NEFROTIK
Definisi suatu sindroma (kumpulan gejala-gejala) yang terjadi akibat berbagai penyakit yang menyerang ginjal dan menyebabkan terjadinya proteinuria ,menurunnya kadar albumin dalam darah,penimbunan garam dan air yang berlebihan dan meningkatnya kadar lemak dalam darah. ETIOLOGI Lebih banyak pada anak laki-laki. Insidens SN primer setiap tahun= 2 kasus/100.000 anak umur <16 th, Angka prevalensi kumulatif 16 /100.000 anak umur <14 th. Sindrom nefrotik bawaan : Diturunkan sebagai resesif autosom atau karena reaksi fetomaternal. Sindrom nefrotik sekunder : Disebabkan oleh parasit malaria, penyakit kolagen, glomerulonefritis akut, glomerulonefrits kronik, trombosis vena renalis, bahan kimia (trimetadion, paradion, penisilamin, garam emas, raksa), amiloidosis, dan lain-lain. Sindrom nefrotik idiopatik (tidak diketahui penyebabnya) Bengkak scr perlahan Bengkak secara Intermiten Urin Gangguan GI

GLOMERULONEFRITIS AKUT (GNAP)


Kelainan ginjal beupa proliferasi dan inflamasi glomeruli yang disebabkan sekunder oleh mekanisme imunologis terhadap antigen tertentu yang sering didahului infeksi. Suatu reaksi imunologis pd ginjal krn bakteri atau virus tertentu, yg paling sering terjadi akibat infeksi kuman Streptococcus hemolitikus group A tipe 12. Terjadi pada anak laki-laki dan perempuan 2:1 Umur 5- 15 tahun Anak umur 3-7 tahun Anak laki-laki > anak perempuan Streptokokus beta hemolitikus grup A bakteri gram positif berbentuk bulat yang secara khas membentuk spt rantai. diberi spesies nama S. pyogenes Infeksi bakteri Gizi alergi

EPIDEMIOLOGI

GEJALA KLINIS

1-2 minggu infeksi saluran napas 3mgg infeksi kulit Bengkak mgg 1 timbul didaerah periorbital saat bangun tidur & menghilang, ke tungkai
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 1

Terjadi Hepatomegali Anoreksia Sakit kepala Malaise Asites berat Hernia Umbilikalis Distensi abdomen ggn pernapasan Psikososial

PEMERIKSAAN FISIK

edema di kedua kelopak mata, tungkai, atau adanya asites. Edema skrotum/labia. Kadang-kadang ditemukan hipertensi Uji urine - Protein urin > meningkat - Urinalisis > cast hialin dan granular, hematuria - Dipstick urin > positif untuk protein dan darah - Berat jenis urin > meningkat Uji darah - Albumin serum > menurun - Kolesterol serum > meningkat - Hemoglobin dan hematokrit > meningkat (hemokonsetrasi) - Laju endap darah (LED) > meningkat - Elektrolit serum > bervariasi Uji diagnostik - Biopsi ginjal merupakan uji diagnostik yang tidak

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Hematuria Oliguria Pucat,malaise,letargi dan anoreksia Edema ringan di sekitar mata dan seluruh tubuh Demam tinggi pd hari pertama, setelah itu ringan Hipertensi Muntah Konstipasi Anoreksia Diare Edema berat jika ada oligouri dan gagal jantung BENGKAK PADA: PERIORBITAL, PRATIBIAL,SKROTUM RUAM KULIT ASITES HIPERTENSI Bakteriologis (hapusan tenggorok) BIOPSI GINJAL Laboratorium : LED meningkat Hb menurun krn retensi urin yg disebabkan hipovolemia ASTO + Aktivitas komplemen (C3 menurun (B1C globulin)) krn mudah. Urine : Makroskopik : Jml urin berkurang BJ meningkat
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 2

dilakukan secara rutin

PENATALAKSANAAN

PENCEGAHAN

Istirahat sampai edema tinggal sedikit Diet protein 3 - 4 gram/kg BB/hari Diuretikum : furosemid 1 mg/kgBB/hari. Bila edema refrakter, dapat digunakan hididroklortiazid (25 - 50 mg/hari), selama pengobatan diuretik perlu dipantau kemungkinan hipokalemi, alkalosis metabolik dan kehilangan cairan intravaskuler berat. Kortikosteroid : 28 hari prednison per oral 60 mg/hari luas permukaan badan (1bp) dengan maksimum 80 mg/hari. Prednison per oral 28 hari dosis 40 mg/hari/1bp, setiap 3 hari dalam satu minggu dengan dosis maksimum 60 mg/hari. Terdapat respon selama pengobatan, maka pengobatan ini dilanjutkan secara intermitten selama 4 minggu Antibiotika bila ada infeksi : cyclosporin 6mg/kgBB/hari dalam 2 dosis Punksi ascites PRIMER

Hematuri Mikroskopik : Anorganik : Silinder eritrosit, leukosit, hialin Organik : eritrosit (++), leukosit (+++) proteinuria negatif sampai ++ sedimen: hematuria mikroskopis Prolonged bed rest selama 3-4 minggu/berbulan-bulan Diet tanpa garam(dibatasi) sebanyak 0,5-1gram/hari (bila edema) Amoksisilin : dosis 3 x 250-500mg sehari, untuk anakanak 50-100mg/kgBB. Hipertensi berat dg gejala ensafalopati : diberikn klonidin (0,002-0,006mg/kgBB) dpt diulang sampai 3 kali/ diazoxide 5/mg/kgBB/hari secara IV. Juga bisa diberikan nifedipin secara sublingual dosis 0,25-0,5 mg/kgBB/hri dpt diulangi 30-60 menit bila diperlukan Pemberian penicillin pd fase akut, selama 10 hr

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

Bagi individu yg tidak maupun beresiko dengan memiliki keluarga yg berpenyakit ginjal ataupun umum untuk chekup ataupun periksa laboratorium sesekali SEKUNDER Hati-hati obat rematik, antibiotika tertentu, Infeksi: obati segera, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik TERSIER Terapi Pengganti Ginjal Infeksi sekunder mungkin karena kadar imunoglobulin yang rendah akibat hipoalbuminemia. Shock terjadi terutama pada hipoalbuminemia berat (< 1 gram/100ml) yang menyebabkan hipovolemia berat shg menyebabkan shock. Trombosis vaskuler mungkin akibat gangguan sistem koagulasi sehingga terjadi peninggian fibrinogen plasma. Komplikasi yang bisa timbul adalah malnutrisi atau kegagalan ginjal. Prognosis umumnya baik, kecuali pada keadaankeadaan sebagai berikut : 1. Menderita untuk pertamakalinya pada umur di bawah 2 tahun atau di atas 6 tahun. 2. Disertai oleh hipertensi. 3. Disertai hematuria. 4. Termasuk jenis sindrom nefrotik sekunder. 5. Gambaran histopatologik bukan kelainan minimal.

KOMPLIKASI

Oligouri sampai anuria Ensefalopati hipertensi Dispnea, orthopnea, ronki basah Kardiomegali Anemia GNC kematian

PROGNOSIS

Baik, sembuh dlm 2-3 minggu dg penurunan gejala2 dan tidak ada kompilikasi 95% sembuh sempurna, 2% meninggal, 2% mjd GNC Jika dlm 1thn, gejala tdk berkurang GNC (deteksi dg pemeriksaan LED)

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

GAGAL GINJAL AKUT


Definisi Adalah penurunan fungsi ginjal yang mendadak dengan akibat hilangnya kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Gagal ginjal akut pada anak-anak lebih sering terjadi pada bayi.

KWASHIOKOR
salah satu bentuk malnutrisi protein berat yang disebabkan oleh intake protein yang inadekuat dengan intake karbohidrat yang normal atau tinggi

EPIDEMIOLOGI

Umumnya pada anak usia sekolah ( > 1-4 thn) dan bayi Pada dewasa akibat komplikasi parasit / infeksi lain Penduduk di negara berkembang : Afrika, Asia, Amerika tengah, Amerika Selatan, dan bag. Termiskin Eropa Pola makan Faktor sosial Faktor ekonomi Faktor infeksi & penyakit lainnya

ETIOLOGI

1. Penyebab Prarenal pada anak adalah menurunya tekanan arteri efektif akibat perfusi ke ginjal menurun,adapun penyebab dari hipoperfusi ginjal adalah : a. Hipovolemia b. Penurunan volume vaskuler c. Penurunan curah jantung 2. Penyebab Renal,disebabkan oleh : a.Kelainanan vaskuler intrarenal b.Glomurulonephritis c. Nephritis Interstisial d. Kerusakan Tubulus e. Anomali kongenital Ginjal 3. Penyebab Pascarenal Penyebabnya adalah uropathy obstruktif yang

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

bisa terjadi karena : a. Kelainan kongenital b. Tumor c. Terdapat asam urat GEJALA KLINIS Pada Bayi Baru Lahir Tidak Kencing Dalam 24-48 Jam Anak-anak Riwayat Muntah-berak 1-2 Hari Sebelumnya GGA Prarenal/Sindrom Hemolitik Uremik Sakit Tenggorokan 1-2 Minggu Sebelumnya Kencing Berdarah Atau Sangat Nyeri Ada Riwayat Sering Panas Memakai Obat Yg Bersifat Nefrotoksik Sebelumnya Oliguri-poliuri Pucat Edema Mual,muntah Letargi Kesadaran Menurun Koma GGA Lama Pernapasan Kusmaul Sesak Napas Pada Penderita CHF Hipertensi Mulut Kering Turgor kulit jelek Edema Wujud Umum (pucat, kurus, edema pedis &pretibial,moon face) perubahan mental (cengeng, nafsu makan menurun, rambut rapuh pertumbuhan yang terhambat BB & TB rendah : BB baku Keluhan yanga sering ditemukan adalah pertumbuhan anak yang kurang keluhan anak yang tidak mau makan (anoreksia), anak tampak lemas serta menjadi lebih pendiam, dan sering menderita sakit yang berulang

PEMERIKSAAN FISIK

Edema kurus pucat moon face Hiperpigmentasi Palpasi : hepatomegali

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Urinalisis Bj >1.020 GGA Prarenal Proteinuria + / ++ Nefritis Interstisial Ditemukan Eosinofiluria Proteinuria/albuminuri Sedimen leukosit mengandung: leukosit, RBC Konsentrasi Na dlm urin Osmolaritas urin rendah Indeks Urin BJ Tinggi Dan Osmolalitas Tinggi (Ggaprarenal) GGK Renal Tinggi : >40 Meq/L (Renal) GGK Renal Rendah : <20 Meq/L (Pasca Renal) Pemeriksaan Radiologis Evaluasi aliran darah dan evaluasi keadaan ginjal Biopsi Ginjal Bila Curiga Kemungkinan GGA Prarenal Dan Pascarenal.

Albumin , K+ & Mg , Kolesterol serum , Vit & Mineral , kadar amino plasma

PENATALAKSANAAN

GGA Pascarenal Pemasangan nefrostomi segera untuk menghilangkan bendungan urin dan memperbaiki keadaan umum menunggu tindakan definitif dapat dilakukan. GGA Prarenal Pemasangan CVP untuk menentukan adanya hipovolemia, pada gastroenteritis dehidrasi diberikan

1.DIIETIK - Makanan TKTP = 1 setengah x kebutuhan normal Kebutuhan normal 0-3 tahun : 150 175 kcal/kg/hari, diberikan bertahap 2.PENAMBAHAN SUPLEMENTASI VITAMIN Vitamin A 1 tahun : 200.000 SI (1 kali dalam 6 bulan) Vitamin D + B kompleks + C
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 7

PENCEGAHAN

cairan ringer laktat/darrow glukosa sesuai protokol,pada syok hemorhagik diberikan transfusi darah,sedangkan syok pada sindrom nefrotik akibat hipovolemia di berikan albumin/plasma. Diuresis paksa dan challenge cairan dgn manitol 20%0,5 gr dan flurosemid 1mg/kgbb terapi konservatif Terapi cairan dan kalori ,pada keadaan : asidosis,hiperlakemia,hiponatremia,tetani,hiperfosfate mia,kejang,anemis,hipertensi,edema paru,asam urat serum dan nfeksi Terapi dialisis dapat dilakukan dengan dialisis peritoneal atau hemodialisis Medikamentosa: Prarenal: Furosemid Dialisis (hemodialisis/ peritoneal dialisis) Renal: Furosemid Dialisis Operasi Pascarenal: Operasi Hindari dehidrasi Hindari obat obatan nefrotoksik Pengobatan segera penyakit yg dapat mnyebabkan gagal ginjal Pengobatan teratur Hemodialisis/peritoneal dialisis

3 .MINERAL - Jumlah cairan : 130 200 ml/kg/BB/hari (per oral / NGT) - Kalau edem dikurangi - Porsi kecil tetapi sering

Pemberian air susu ibu (ASI) sampai umur 2 tahun. Ditambah dengan pemberian makanan tambahan yang bergizi pada umur >6 tahun Pencegahan penyakit infeksi, dengan meningkatkan kebersihan lingkungan dan kebersihan perorangan
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 8

KOMPLIKASI Kelebihan volume intravaskuler Hiponatremia Hiperkalemia Asidosis metabolik Hiperfostatemia Hipokalsemia Hipertensi Gagal jantung Kurang baik Tergantung penyebab, umur, dan luas kerusakan yang teradi Ginjal Angka Kematian > 50% Disebabkan Sepsis, Syok Kardiogenik, Opersi Jantung terbuka

Imunisasi

Shock Koma Cacat permanen

PROGNOSIS

Penanganan yang cepat dan tepat pada kasus-kasus gizi seperti kwashiorkor, umumnya dapat memberikan prognosis yang cukup baik Std. lanjut maningkatkan kshatan umum, kmngkinan gangg. fisik permanen dan gangg. Intelektual Terlambat fatal

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

DEFINISI

BPH - Hiperplasia Prostat Jinak Pembentukan jaringan yang berlebihan karena jumlah sel bertambah, tetapi tidak ganas (Jinak). Yang sering terjadi pada pria diatas usia 50 tahun.

EPIDEMIOLOGI ETIOLOGI Teori Dihidrotestosteron Ketidakseimbangan antara estrogentestosteron Interaksi stroma-epitel Berkurangnya kematian selprostat

GAGAL GINJAL KRONIK Perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat,biasanya berlangsung beberapa tahun Ketidak mampuan ginjal untuk mempertahankan keseimbangan dan integritas tubuh yang muncul secara bertahap sebelum terjun ke fase penurunan faal ginjal tahap akhir. Insiden penyakit ginjal stadium terminal berkisar 148 dari 1.000.000 orang pertahun Penyakit infeksi tubulointerstitial, Penyakit peradangan, Penyakit vascular hipertensif, Penyakit metabolic Nefropati Toksik Infeksi inflamasi Gangguan jaringan penyambung Gangguan kongenital dan herediter Penyakit metabolik Gejala Dini: Lethargi Sakit kepala Kelelahan fisik BB Mudah tersinggung Depresi Gejala Lanjut: Anoreksia
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 10

GEJALA KLINIS

Penyempitan lumen uretra prostatika tekanan intravesikal LUTS Hesitansi dan mengejan saat berkemih Penurunan VOLUME dan kekuatan aliran urine Perasaan berkemih tidak tuntas Nyeri pada area lumbosakral yang menyebar ke panggul dan turun ke kaki Ketidaknyamanan perineal dan rectal

Anemia, penurunan berat badan Kelemahan Mual

Mual disertai muntah Nafas dangkal/sesak Edema yg disertai lekukan Pruritus mungkin tp mungkin sgt parah

Stadium 1: penurunan cadangan ginjal kreatinin serum dan kadar Blood Ureum Nitrogen (BUN) normal dan penderita asimtomatik. Stadium 2: Insufisiensi ginjal > 75% jaringan yg berfungsi telah rusak (GFR = 25% dari normal). Pd tahap ini BUN mulai >normal, kadar kreatinin serum mulai > normal, azotemia ringan, timbul nokturia, & poliuri Stadium 3: Gagal ginjal stadium akhir (uremia) Timbul jk 90% massa nefron telah hancur, GFR 10% dr normal, kreatinin klirens 5-10 ml permenit/kurang. Pada tahap ini kreatinin serum & kadar BUN sangat mencolok dan timbul oliguri PEMERIKSAAN FISIK Tanda - tanda hipertensi Perhatikan apakah pasien terlihat sesak nafas
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 11

Perhatikan ad/adny tanda2 Anemia Perhatikan ad/adny tanda 2 penyakit sistemik perhatikan adanya bengkak pd bag 2tubuh tertentu/slrh tbh (anasarka), dll tergantung pada stadium mana pasien datang dengan penyebab GGK PEMERIKSAAN PENUNJANG Prostate-Specific Antigen (PSA) Blood Test Test ini untuk mendeteksi ada tidaknya kanker BPH. Urin analisa : Hematuria dan Infeksi Ureum dan kreatinin untuk mengetahui fungsi ginjal Pemeriksaan Radiologi : a. Cystouretroscopy : Test ini untuk mengamati uretra, kandung kemih dan ukuran prostat. b. USG. Medikamentosa Penghambat adrenergik- Penghambat reduktase- Hormonal Operasi Prostatektomi terbuka TURP TUIP Elektrovaporasi Invasif Minimal TUNT Pemeriksaan Lab Pemeriksaan EKG USG Foto polos abdomen IVP Pielografi Retrograd Pemeriksaan foto dada Pemeriksaan radiologi tulang

PENATALAKSANAAN

Memperlambat Kerusakan Ginjal Tx hipertensi, target <140/90 mmHg Pembatasan asupan protein mengurangi hiperfiltrasi glomerulus Restruksi fosfor cegah hiperparatiroidisme sekunder Mengurangi proteinuria, ada kolerasi antara proteinuria & fungsi ginjal terutama pada glomerulonefritis dan diabetes. Penghambat ACE dan mengurangi
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 12

TUBD Stent uretrs TUNA

PENCEGAHAN

ekskresi protein Mengendalikan hiperlipidemia Mencegah Kerusakkan Ginjal Pencegahan kekurangan cairan Sepsis Hipertensi yang tidak terkendali Obat-obat Nefrotoksik Kehamilan Koreksi asidosis dengan pemberian NaHCO3 1-2 mmol/kg/hari peroral dalam dosis terbagi Terapi dengan recombinant growth hormon (rhGH) dapat diberikan untuk mempercepat pertumbuhan dengan dosis 0,35 mg/kgBB atau 30 UI/m2 perminggu dibagi 7 dosis Pencegahan Uremia dan Komplikasinya Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit Asidosis metabolik Hiperkalemia Diet rendah protein Anemia Pencegahan Kerusakan Ginjal Lanjut Penatalaksanaan konservatif dihentikan jk pasien sudah perlu dialisis tetap/ transplantasi. Pada tahap ini biasanya GFR sekitar 5-10 mL/menit. Dialsis dapat dilakukan apabila terdapat : Asidosis metabolik yang tidak
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 13

dapat diatasi dengan obatobatanHiperkalemia yang tidak dapat diatasi dengan obat-Obatan Overload cairan (edema paru) Ensefalopati uremik, penurunan kesadaran Efusi perikardial Sindrom uremia ; mual, muntah, anoreksia, neuropati yang memburuk

KOMPLIKASI

Gangguan keseimbangan cairan dan eletrolit Asidosis metabolik Hiperkalemia Anemia Hiperurisemia

PROGNOSIS

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

14

FIMOSIS
DEFINISI kondisi kulup (bagian kulit yang menutupi ujung kepala penis) tidak dapat ditarik sehingga kulit tersebut menutupi lubang atau saluran kemih yang menyebabkan anak merasa nyeri saat buang air kecil Insidens fimosis adalah sebesar 8% pada usia 6 sampai 7 tahun dan 4% bayi yang seluruh kulit preputiumnya dapat ditarik ke belakang penis pada saat lahir, namun mencapai 90% pada saat usia 3 tahun

INFEKSI SALURAN KEMIH


keadaan infeksi (ada pertumbuhan perkembangbiakan bakteri) dalam saluran kemih, meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih dengan jumlah bakteriuria yang bermakna Bakteremia sering terjadi (30%) pada neonatus dan bayi dibawah umur 3 bulan. 5% pada anak perempuan 1-2% pada anak laki laki pada anak laki-laki yang disunat, risiko ISK menurun hingga menjadi 1/5-1/20 dari anak laki-laki yang tidak disunat Pada neonatus - 3 bln ISK lebih banyak pada laki-laki, pada bayi 3 bln-1 thn ISK laki-laki = perempuan. Pada bayi laki-laki sebanyak 1- 3 % dan pada bayi perempuan sebanyak 0,13 2,1 %. KLASIFIKASI: - ISK BAWAH : infeksi pada uretra dan kandung kemih - ISK ATAS : infeksi pada ginjal Klebsiella, Proteus, Staphylococcus saphrophyticus, coagulase-negative
15

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

Kegagalan kulup untuk melonggar selama proses pertumbuhan

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

Infeksi seperti balinitis Cacat yang disebabkan oleh trauma Penyakit pada alat kelamin

staphylococcus, Pseudomonas aeroginosa, Streptococcus fecalis dan Streptococcus agalatiiae Pria : Proteus species , Wanita : Staphylococcus, Klebsiella sp, dan Aerobacter species Faktor Penyebab: Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan Cara cebok yang salah Suka menahan kencing Tidak kencing sebelum melakukan seks. penyakit kelamin. batu di daerah saluran kencing.

GEJALA KLINIS

Bagian depan penis yang menggelembung Anak menangis saat buang air kecil karena timbul rasa sakit Urine yang keluar tidak lancer Kadang disertai dengan demam tinggi atau iritasi pada penis

Bayi:

Bakteriuria asimptomatis (tanpa disertai gejala) - Bakteriuria simptomatis (disertai gejala) Demam Nyeri saat berkemih Hematuria Urin keruh & bau busuk Nyeri pada tulang atas kemaluan Mengompol Demam Malas minum, anorexia
16

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

Ikterus Pertumbuhan lambat Diare dan kencing berbau Pra Sekolah: Sakit perut Muntah Demam Sering kencing Mengompol Sekolah: Mengompol Sering kencing Demam Nyeri saat kencing Sakit pinggang PEMERIKSAAN FISIK inspeksi penis jika pasien tidak disunat, kulupnya harus diretrasikan Bahan putih seperti keju dibawah kulup adalah smegma dan itu adalah normal kulup tidak dapat diretraksikan dan menghalangi pemeriksaan glans secara memadai Pemeriksaan ultrasonografi Pemeriksaan darah lengkap (Didapatkan leukositosis, peningkatan LED atau di dapatkan sel-sel muda pada sediaan hapusan darah menandakan adanya proses inflamasi

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Ultrasonografi ginjal, ureter, dan kandung kemih. DMSA Cystogram

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

17

akut Pada keadaan infeksi berat perlu diperiksa faal ginjal. Menggunakan krim tropis, steroid dan non-steroid yang dioleskan pada bagian kulup. Peregangan bertahap untuk membuka kulup sehingga lebih longgar. Pembedahan untuk membentuk kembali kulup dan membuatnya lebih lebar. 1. Pengobatan secara umum yaitu terhadapn panas,muntah dan dehidrasi. Pengobatan simptomatik terhadap keluhan sakit kencing dapat diberikan fenazopiridin (pyridium) 7-10 mg/kgbb/hari. 2. Pengobatan khusus Penanggulangan ISK ditujukan terhadap 3 hal yaitu: Pengobatan terhadap infeksi akut Pengobatan & pencegahan infeksi berulang Mendeteksi dan melakukan koreksi bedah terhadap kelainan anatomis, congenital maupun didapat, pada traktus urinarius. Cara cebok yang benar Menghindari mandi bathub BAB & BAK tidak di tahan sunat

PENATALAKSANAAN

PENCEGAHAN

Menjaga kebersihan agar tidak terjadi infeksi yang dapat menghambat saluran kemih kembali Memperhatikan kebersihan daerah penis anak dengan setiap habis BAK dibersihkan dengan air. Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi urin. Penarikan preputium secara paksa

KOMPLIKASI

ISK sederhana (tanpa faktor predisposisi) - ISK berkomplikasi (disertai


18

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

dapat berakibat kontriksi dengan rasa nyeri dan pembengkakan glans penis yang disebut parafimosis. Pembengkakan / radang pda ujung kemaluan yang disebut ballonitis. Timbul infeksi pada saluran air seni(ureter)kiri dan kanan, kemusian menimbulkan kerusakan pada ginjal. Fimosis merupakan salah satu factor risiko terjadinya kanker penis.

faktor perdisposisi) Pembentukan Abses ginjal atau perirenal Gagal ginjal

PROGNOSIS

Kebanyakan penderita penderita fimosis berprognosis baik apabila ditangani dengan tepat dan cepat

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

19

BATU GINJAL
DEFINISI Nefrolithiasis atau batu ginjal adalah bendabenda padat yang terjadi di dalam ginjal yang terbentuk melalui proses fisikokimiawi dari zat-zat yang terkandung di dalam air kemih. Batu ginjal atau nefrolithiasis menyerang sekitar 4% dari seluruh populasi, dengan rasio pria : wanita adalah 4 : 1, dan penyakit nefrolithiasis disertai dengan morbiditas yang besar karena rasa nyeri Pembentukan batu dipengaruhi gangguan aliran urine, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi dan keadaankeadaan lain yang masih belum terungkap ( idiopatik ) Penyebab secara epidemiologis : 1. Faktor intrinsik : Hereditar dan Ras, Umur, Jenis kelamin. 2. Faktor ekstrinsik : Geografi, Iklim dan temperatur, Asupan air, Diet, Pekerjaan, Infeksi, Obstruksi dan stasis urin 2/3 batu s. kemih terdiri atas kalsium oksalat / campuran ka-oks & ka-fosfat dalam bentuk hidoksi apatite Sifat - Sifat 1. Penyakit tersering di saluran kemih 2.Endemik didaerah tertentu

BATU URETHER
Ureterolithiasis adalah kalkulus atau batu di dalam ureter, Batu ureter pada umumnya berasal dari batu ginjal yang turun ke ureter.

EPIDEMIOLOGI

Di Amerika Serikat 5 10% penduduknya menderita penyakit ini, sedangkan di seluruh dunia rata-rata terdapat 1 12 % penduduk menderita batu saluran kemih pembentukan batu meliputi idiopatik, gangguan aliran kemih, gangguan metabolisme, infeksi saluran kemih oleh mikroorganisme berdaya membuat urease (Proteus mirabilis), dehidrasi, benda asing, jaringan mati (nekrosis papil) dan multifaktor

ETIOLOGI

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

20

GEJALA KLINIS

3. Residif 4.Batuobstruktif timbulkan gejala 5. Batu yg tidak obstruktif tidak ada gejala Dulpain nyeri pada pinggang Kolik Hematuri akibat trauma pada mukosa saluran kemih karena batu Rangsang Peritonium (mual & muntah) Demam

PEMERIKSAAN FISIK nyeri ketok pada daerah kosto-vertebra teraba ginjal pada sisi yang sakit akibat hidronefrosis terlihat tanda-tanda gagal ginjal adanya retensi urine

dulpain; obstruksi dan tegangan kapsul ginjal Refleks gastro-intestinal nyeri hebat (kolik),Nyeri ini dapat menjalar hingga ke perut bagian depan, perut sebelah bawah, daerah inguinal, dan sampai ke kemaluan. nyeri pada saat kencing atau sering kencing Batu kecil (<5 mm)dapat keluar spontan,tp bila besar tetap berada di ureter menyebabkan : reaksi peradangan (periureteritis) obstruksi kronik berupa hidroureter/hidronefrosis Suhu dan nadi meningkat Tekanan darah turun Pem. Abdomen : Inspeksi : pembesaran daerah pinggang atau abdomen sebelah atas; asimetris ataukah adanya perubahan warna kulit Auskultasi : bruit di atas arteri renal Palpasi : Ginjal di sudut kostavertebra Perkusi : Nyeri ketok pada sudut kostavertebra
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 21

PEMERIKSAAN PENUNJANG

PENATALAKSANAAN

Urinalisis pH yang rendah (pH<7). Ditemukan adanya kristal, misalnya kristal oksalat,asam urat Pemeriksaan kultur urine,menunjukkan adanya pertumbuhan kuman pemecah urea Darah Hb meningkat,timbul anemia Leukositosis Ureum kreatinin, parameter ini digunakan untuk melihat fungsi ginjal Radiologi Foto Polos Abdomen : kalsium oksalat dan kalsium fosfat bersifat radioopak PIV : deteksi batu semi opak ataupun batu non opak USG : pasien hamil dan alergi bahan kontras adanya batu di buli-buli Tujuan pengelolaan batu pada ginjal,untuk menghilangkan obstruksi, mengobati infeksi, menghilangkan rasa nyeri, mencegah terjadinya gagal ginjal dan mengurangi kemungkinan terjadinya rekurensi dengan cara : Medikamentosa untuk batu yang ukurannya kurang dari 5 mm, karena diharapkan batu dapat keluar

Laboratorium : urin berwarna kuning/coklat gelap, berdarah Lekositosis, kalau ada infeksi Anemia, kalau fungsi ginjal terganggu Sedimen urine ada banyak lekosit, eritrosit dan bakteri Ureum dan kreatinin darah meningkat Radiologis 1. FPA / PIV, batu radiopaque 2. RPG, batu radiolusen

1. Konservatif : Dengan melakukan : Banyak minum (3 liter/ 24 jam)/ diuretik (medikamentosa) Olah raga Bentuk-ukuran batu oval - < 5mm, maka : 80% batu dapat keluar spontan
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 22

spontan,dengan memberikan diuretikum, dan minum banyak supaya dapat mendorong batu keluar. Analgesik Opioid Morphine sulfate (Astramorph):2-5 mg IV q15min Oxycodone (Percocet): 1-2 tab or cap PO q46h prn Nonsteroidal anti-inflammatory drugs Ibuprofen (Motrin, Advil):600-800 mg PO q8h Calcium channel blockers Nifedipine (Procardia):30 mg/d PO cap Alpha blockers Tamsulosin (Flomax) :0.4 mg tab PO qd Uricosuric agents Allopurinol (Zyloprim):200-600 mg PO qd ESWL ( Extracorporeal Shockwave Lithotripsy ) memecah batu ginjal tanpa melalui tindakan invasif dan tanpa pembiusan Endourologi dengan PNL ( Percutaneous Nephro Litholapaxy ) dan Uretero atau Uretero-renoskopi Bedah Terbuka (pielolitotomi atau nefrolitotomi ) Setelah terjadi batu : Menghindari dehidrasi usahakan produksi urine sebanyak 2-3L/hari

2.Pembedahan (Ureterolitotomi) : Indikasi : Konservatif gagal Bentuk batu bergerigi & diameter > 5 mm Di barat 1%-2% 3. Minimal invasive : Dilatasi / Basket / ESWL / URS / Laparascopy Bedah terbuka : 1). Pielolitotomi atau nefrolitotomi 2). Ureterolitotomi 3). Vesikolitotomi 4). Ureterolitotomi

PENCEGAHAN

Minum cukup Usahakan produksi urin 2-3 liter/hari Diet untuk mengurangi kadar zat-zat komponen pembentuk batu
23

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

KOMPLIKASI

Aktivitas harian yang cukup Diet untuk mengurangi kadar zat-zat komponen pembentuk batu Obstruksi ureter : hidroureter & hidronefrosis Batu di pielum:hidronefrosis Batu di kaliks mayor : kaliekstasis pada kaliks yang bersangkutan Bila terjadi infeksi sekunder: pionefrosis Urosepsis Abses ginjal Abses perinefrik Pielonefritis Pada keadaan lanjut, dapat terjadi kerusakan ginjal Jika mengenai kedua sisi dapat mengakibatkan gagal ginjal permanen batu pada salurankemih, dan ginjal khususnya tergantung dari : ukuran batu letak batu adanya infeksi adanya obstruksi. Makin besar ukuran suatu batu, makin jelek prognosisnya

Medikamentosa

Komplikasi akut : Obstruksi ginjal Perdarahan Infeksi Hidronefrosis Komplikasi jangka panjang yaitu striktur ureter

PROGNOSIS

Prognosis batu saluran kemih tergantung dari faktor-faktor antara lain: Besar batu Letak batu Adanya infeksi Adanya obstruksi Makin besar batu makin jelek prognosisnya

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

24

DEFINISI

BATU VESIKA URINARIA Vesikolitiasis adalah batu yang ada di vesika urinaria ketika terdapat defisiensi substansi tertentu, seperti kalsium oksalat, kalsium fosfat, dan asam urat meningkat Berasal dari batu ginjal atau batu ureter yang turun akibat stasis pada striktur uretra, kontraksi leher buli-buli, sistokel, bulineurogenik dan divertikel, infeksi traktus urinarius serta diet yang banyak mengandung kalsium dan oksalat. Asimptomatik Retensi urin Terminal Disuria Hematuri Infeksi gejala sistitis Demam Nyeri saat miksi Kadang-kadang hematuria Pancaran urin tersendat-sendat Sering miksi ( polakisuria ) : menarik2 penis : menggosok2 vulva Miksi dengan mengedan Demam Tanda2 dehidrasi Pada foto polos abdomen tampak batu terlihat radiopak pada buli-buli

BATU URETHRA

EPIDEMIOLOGI ETIOLOGI

GEJALA KLINIS

pancaran melemah & bercabang *pernah sakit pinggang *pada wanita, dispareunia

PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN PENUNJANG

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

25

PENATALAKSANAAN

Laboratorium ditemukan eritrosit dan leukosit pada sedimen urin, proteinuria, hiperoksaluria Operasi (lithotomi) *Litotripsi (mekanik, ESWL, laser) Medikamentosa 1) Obat diuretika, analgesika, obat sedativa 2) Antibiotik diberikan setelah infeksi 3) Litotripsi 4) Jika batu > 4 cm lakukan vesikolitotomi Non Medikamentosa 1) Mengurangi makanan yang mengandung tinggi oksalat, purin 2) Mengurangi makan jengkol

Ekstraksi Forcep -lithotripsi/ operasi vesicolithotomi -Urethrolitho tomi

PENCEGAHAN KOMPLIKASI PROGNOSIS

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

26

DEFINISI EPIDEMIOLOGI

APENDISITIS peradangan pada apendix vermiformis Apendisitis merupakan kasus laporotomi tersering pada anak dan orang dewasa,terutama dewasa muda (20-40 th). Hampir 7% orang Amerika sekitar 200.000/tahun melakukan apendiktomi. Di negara berkembang justru semakin meningkat, kemungkinan disebabkan perubahan ekonomi dan gaya hidup Penyebabnya umumnya terjadi karena infeksi bakteri,hampir selalu akibat obstruksi lumen appendix oleh apendikolit, fekalomas (tinja yang mengeras), parasit (biasanya cacing ascaris), benda asing, karsinoid, jaringan parut, mukus, dan lain-lain Nyeri perut,dimulai dari ulu hati, lalu setelah 4-6 jam berpindah ke daerah perut kanan bawah (sesuai lokasi apendiks) Anoreksia Mual dan muntah Ingin BAB atau kentut. Demam (suhu naik td >1) Inspeksi : pada apendisitis akut sering ditemukan adanya abdominal swelling, sehingga pada pemeriksaan jenis ini biasa ditemukan
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 27

ETIOLOGI

GEJALA KLINIS

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN PENUNJANG

distensi perut Palpasi : pada daerah perut kanan bawah apabila ditekan akan terasa nyeri. Dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Rovsing Sign &Blumberg Sign). Inspeksi : Pasien selalu meletakkan tangan di perut kanan bagian bawah Nyeri tekan defence musculare perut kanan bawah, Berbaring telentang dengan fleksi pada paha kanan , Gerakan ekstansi pada paha kanan menambah rasa nyeri, Rebound tenderness + uji psoas dan uji obturator /colok dubur: untuk mengetahui letak apendiks yang meradang. Pem. laboratorium Leukositosis & neutrofil >75% CRP ditemukan jumlah serum yang meningkat. Radiologi USG : Terdapat bagian memanjang tempat inflamasi pada apendiks CT-scan : bagian yang menyilang dengan apendikalit apendiks yang mengalami inflamasi serta adanya pelebaran sekum
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 28

PENATALAKSANAAN

Bila diagnosis positif apendisitis akut maka segera dilakukan apendektomi yaitu cara terbuka dan cara laparoskopi Apabila apendisitis baru diketahui setelah terbentuk massa periapendikuler, maka diberi terapi antibiotik kombinasi,yang aktif terhadap kuman aerob dan anaerob.Setelah gejala membaik, yaitu sekitar 6-8 minggu, baru lakukan apendektomi Namun bila terbentuk abses, maka dianjurkan melakukan drainase dan sekitar 6-8 minggu kemudian dilakukan apendisektomi Bila tidak ada tanda dan gejala serta telah diberi antibiotik tidak ada tanda abses/radang,maka pembedahan dibatalkan Analgesik opioid Morfin Sulfat (Astramorph, Duramorph, Oramorph)Starting dose: 0.1 mg/kg IV/IM/SC Maintenance dose : 5-20 mg/70 kg IV/IM/SC q4h Antibiotics Metronidazole (Flagyl) : 7.5 mg/kg IV before surgery Gentamicin (Gentacidin, Garamycin) Before surgery:2 mg/kg IV loading dose before surgery After surgery :3-5 mg/kg/d divided tid/qid thereafter
TABLE DD SISTEM UROGENITAL 29

PENCEGAHAN

Non Medikamentosa Appendectomy Insisi besar (>2cm) Waktu penyembuhan agak lama Laparoscopic surgery Insisi kecil (0.51.5 cm) Minim perdarahan Harga lebih mahal Primer Sering makan makanan berserat dan menjaga kebersihan. Sekunder menurunkan resiko obstuksi dan peradangan pada lumen appendiks Perforasi Peritonitis Abses apendiks Kebanyakan pasien sembuh dengan pembedahan Komplikasi dapat terjadi jika pengobatan terlambat atau terjadi pertonitis. Waktu penyembuhan tergantung umur, kondisi dan komplikasi.

KOMPLIKASI

PROGNOSIS

TABLE DD SISTEM UROGENITAL

30