Anda di halaman 1dari 9

Muntah adalah mekanisme gastrointestinal dalam membersihkan dirinya sendiri dan isinya ketika hampir semua bagian atas

traktus gastrointestinal teriritasi secara luas sangat mengembang lalu terangsang (Depkes RI, 2011).

Derajat Dehidrasi menurut WHO (1995): Tanda/Gejala Tidak Dehidrasi Dehidrasi Berat 1. Keadaan Umum 2. Nafsu Minum 3. Mata Cekung 4. Air Mata 5. Mulut Kering 6. Turgor Kulit Kehilangan Cairan Baik/biasa Biasa (+) (+) (-) < 1 detik < 5% BB Gelisah Tampak haus (++) (-) (+) 1-2 detik 5-10% BB Jelek/Tidak sadar Tidak mampu (+++) (-) (++) >2 detik >10% BB Tidak Dehidrasi Berat

Derajat dehidrasi berdasarkan kehilangan berat badan (Noerasid et al, 2003) a. b. c. d. Tidak ada dehidrasi, bila terjadi penurunan berat badan 2 % Dehidrasi ringan, bila terjadi penurunan berat badan 2 - 5 % Dehidrasi sedang, bila terjadi penurunan berat badan 5-10 % Dehidrasi berat, bila terjadi penurunan berat badan 10 %

Faktor resiko ; dilihat dari umur bayi yang masih 11 bulan gampang memasukan semua barang ke mulut itu menyebabkan bakteri mudah masuk ke mulut sehingga mudah terserang penyakit diare.

a.

PATOFISIOLOGI DIARE AKUT et causa VIRUS DENGAN DEHIDRASI BERAT (kalo misalnya dengan virus kan belom tauu hehe) Diare dengan banyak gas

cairan dan elektrolit tubuh

Volume plasma Volume darah

frekuensi BAB Gangguan integritas kulit

Tekanan darah Mekanisme kompensasi

urin

Rasa haus

Heart rate

Vasokonstriksi pembuluh darah perifer

cap refill

Hipoperfusi jaringan

CO2 Asidosis Metabolik

Akral pucat

metabolisme tubuh ATP

Akral dingin

Lemas

Dehidrasi Berat

( Sudoyo , 2009;)

Prosedur tatalaksanan penderita diare adalah sebagai berikut (Depkes RI, 1999) : a. Menilai derajat dehidrasi

Tabel x : Penilaian Derajat Dehidrasi Cara membaca tabel untuk menentukan kesimpulan derajat dehidrasi : 1) Baca tabel penilaian derajat dehidrasi dari kolom kanan ke kiri ( C ke A ) 2) Kesimpulan derajat dehidrasi penderita ditentukan dari adanya 1 gejala kunci ( yang diberi tanda bintang ) ditambah minimal 1 gejala yang lain ( minimal 1 gejala ) pada kolom yang sama. Dengan menggunakan tabel penilaian derajat dehidrasi, lihatlah : 1) Bagaimana keadaan umum anak tersebut ? a) Apakah dia baik dan sadar ? b) Apakah dia gelisah atau rewel ? 2) Apakah dia mengantuk , lesu, lunglai atau tidak sadar ? 3) Apakah anak mengeluarkan air mata waktu menangis? 4) Apakah matanya normal cekung atau sangat cekung dan kering ? 5) Apakah mulut dan lidahnya basah , kering atau sangat kering ? ( raba lidah dan bagian dalam mulut dengan jari yang basih dan kering mengetahui keadaan mulut dan lidah anak ) 6) Saat Saudara memberikan minum , apakah anak : untuk

a) Minum biasa atau tampak tidak haus ? b) Minun banyak dan tampak haus ? c) Minum sedikit atau tampak tidak bisa minum ? 7) Periksalah Sewaktu kulit perut dicubit apakah kembali dengan cepat, lambat atau sangat lambat ( lebih lama dari 2 detik ) Catatan : Hati-hati dalam mengartikan cubitan kulit karena : a) Pada penderita yang gizinya buruk , kulitnya mungkin saja kembali dengan lambat walaupun dia tidak dehidrasi. b) Pada pemderita yang obesitas ( terlalu gemuk ) , kulitnya mungkin saja kembali dengan cepat walaupun penderita mengalami dehidrasi.

b.

Menentukan rencana pengobatan Berdasarkan hasil penilaian derajat dehidrasi gunakan bagan Rencana Pengobatan yang sesuai : 1) Rencana terapi a untuk penderita diare tanpa dehidrasi

2) Rencana tetapi B untuk penderita diare dengan dehidrasi ringan sedang 3) Rencana tetapi c untuk penderita diare dengan dehidrasi berat

Tabel x : Rencana Terapi A

Tabel x : Rencana Terapi B

Tabel x : Rencana terapi C

DAPUS ;

Depkes RI. 2009. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta.

Ditjen PPM&PLP Depkes RI. Tatalaksana Kasus Diare Bermasalah. Depkes RI 1999. Diakses www.Dinkes-Sulsel.go.id

Noerasid, Haroen. Suraatmadja, Sudaryat. Asnil, Parma O. 2003. Gastroenterologi Anak Praktis. Jakarta: Balai Penerbit FK UI.

Sudoyo, Aru W, dkk. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing

Sherwood, Lauralee. 2011. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC