Anda di halaman 1dari 2

DAFTAR PUSTAKA Aniszewski, Tadeusz. 2007.

Alkaloid Secret Of Life Alkaloid Chemistry, Biological Significance Aplications and Ecological Role. Elsevier: Amsterdam, Halaman 1-11. Anonim. 2009. Optimasi Pembuatan Ekstrak Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) Menggunakan Metode Soxhletasi Dengan Parameter Kadar Total Senyawa Fenolik Dan Flavonoid. Surakarta : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Atun. 2010. Pemanfaatan Bahan Alam Bumi Indonesia Menuju Riset yang Berkualitas Internasional. Prosiding Seminar Nasional Kimia. Yogakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV .Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Gandjar, Ibnu Gholib dan Abdul Rohman. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. Hal 46-47, Hal 328, Hal 329, Hal 366, Hal 553. Harborne, J., 1996. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Cetakan kedua. Penerjemah: Padmawinata, K. dan I. Soediro. Bandung: Penerbit ITB. Hartati, S. dan M. Hanafi. 2001. Reduksi, Ersterifikasi Kalanon dan Uji Aktivitas Biologinya. Prosiding Seminar Nasional X Kimia dalam Industri dan Lingkungan. ISSN: 0854-4778. Hal. 331-310. Hayati, E. K., A. G. Fasyah dan L. Saadah. 2010. Fraksinasi dan Identifikasi Senyawa Tanin Pada Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Jurnal Kimia, Vol. 4, No. 2. ISSN 1907-9850. Hal. 193-200. Hostettmann, K., M. Hostettmann, and A. Marston. 1995. Cara Kromatografi Preparatif: Penggunaan pada Isolasi Senyawa Alam. Penerbit ITB: Bandung. Hal 9-11, Hal 33-35. Kristanti, A. N., N. S. Aminah., M. Tanjung, dan B. Kurniadi. 2008. Buku Ajar Fitokimia. Surabaya: Jurusan Kimia-Laboratorium Kimia Organik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Airlangga.

Kusmardiyani, S. dan A. Nawawi. 1992. Kimia Bahan Alam. Jakarta: Pusat Antar Universitas Bidang Ilmu Hayati. Mangunwardoyo, W., E. Cahyaningsih dan T. Usia. 2009. Ekstraksi Dan Identifikasi Senyawa Antimikroba Herba Meniran (Phyllanthus niruri L), Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, Vol.7, No.2, hal 57-63. Markham K.R. 1988. Cara Mengidentifikasi Flavonoid. Penerbit ITB Bandung : 39 43. McEvoy, G. K. 2002. AHFS Drug Information. USA: American Society of Health System Pharmacist. Miroslav, V. 1971. Detection and Identification of Organic Compound. New York: Planum Publishing Corporation and SNTC Publishers of Technical Literatur. Moffat, C.A., M. D. Osselton, B. Widdop. 2005. Clarke's Analysis of Drugs and Poisons. London : Pharmaceutical Press Publications division of the Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. Sherma, J., M. W. Hajnos dan T. Kowalska. 2008. Thin Layer Chromatography in Phytochemistry. New York. CRC Press. Hal. 75. Simanjuntak, P., Bustanussalam, T. K. Prana, K. Ohashi dan H. Shibuya. 2002. Biotransformasi Senyawa Alkaloid Kinkona Oleh Kapang Xylaria Sp. Menjadi Alkaloid Kinkona N-Oksida [Studi Mikroba Endofit Tanaman Cinchona spp.]. Majalah Farmasi Indonesia, Vol 13, No. 2. Hal. 95-101. Wagner H. dan S. Bladt. 2009. Plant Drug Analysis: A Thin Layer Chromatography Atlas. New York: Springer Dordhecht Heidelberg. Hal. 22-33.