Anda di halaman 1dari 14

PENERAPAN PELAPORAN KEUANGAN PADA YAYASAN NURUL HAYAT YANG SESUAI DENGAN PSAK NO.

45 RANGKUMAN SKRIPSI

Oleh :

HENKIE PRIEMAADIENOVA BUDIRAHARDJO NIM : 2005310278

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS SURABAYA 2009

PENGESAHAN RANGKUMAN SKRIPSI


Nama : Henkie Priemaadienova Budirahardjo

Tempat, Tanggal Lahir : Surabaya, 19 April 1987 N.I.M Jurusan Program Pendidikan Konsentrasi Judul : 2005310278 : Akuntansi : Strata 1 : Keuangan : PENERAPAN PELAPORAN KEUANGAN PADA YAYASAN NURUL HAYAT YANG SESUAI DENGAN PSAK NO.45

Disetujui dan diterima baik oleh : Dosen Pembimbing, Tanggal :

Sasongko Budisusetyo, S.E, M.Si, CPA, CPMA Ketua Jurusan Akuntansi, Tanggal :

Sasongko Budisusetyo, S.E, M.Si, CPA, CPMA

RANGKUMAN SKRIPSI

1.1

Latar Belakang Masalah Kemunculan yayasan sebagai salah satu sektor keuangan di Indonesia

merupakan hal yang tabu di masyarakat. Banyaknya elemen masyarakat belum mengetahui tentang organisasi yang bersifat nirlaba ini. Menurut UU No. 16 Tahun 2001, sebagai dasar hukum positif yayasan, pengertian yayasan adalah badan hukum yang kekayaannya terdiri dari kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Yayasan dapat melakukan kegiatan usaha untuk menunjang pencapaian maksud dan tujuannya dengan cara mendirikan badan usaha dan/atau ikut serta dalam suatu badan usaha. Selain itu apabila dilihat di dalam PSAK No 45 mengenai Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba. Ditunjukkan tentang bagaimana format bentuk dari laporan keuangan yang terdapat di dalam yayasan yang meliputi laporan posisi keuangan pada akhir periode laporan, laporan aktivitas serta laporan arus kas untuk suatu periode laporan, dan catatan atas laporan keuangan. Disertakan pula tentang bagaimana model pencatatannya dan pelaporannya. Berdasarkan hasil diatas, mengenai suatu bentuk pengenalan organisasi nirlaba dilihat dari segi ekonomi khususnya dalam hal finansial, maka dalam penelitian ini penulis berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan pelaporan keuangan yang sesuai dengan ketentuan didalam PSAK Nomor 45. Pada yayasan Nurul Hayat ini akan dilakukan penelitian berkaitan dengan penerapan PSAK Nomor 45 dalam penyusunan laporan keuangan yang menggambarkan aktivitas
1

dan kondisi finansial yayasan tersebut. Dimana yayasan ini memiliki pelaporan keuangan yang berbeda bentuknya. Dikarenakan kebutuhan akan yayasan yang bersangkutan. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pemaparan yang telah dijelaskan oleh penulis dalam latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan masalah yang menjadi pokok bahasan penelitian ini adalah Bagaimana penerapan PSAK Nomor 45 dalam pelaporan keuangan pada yayasan Nurul Hayat ? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui metode pencatatan, pengukuran, pengungkapan, dan pelaporan keuangan pada yayasan Nurul Hayat sebagai organisasi nirlaba sesuai dengan PSAK Nomor 45. 1.4 Manfaat Penelitian Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : 1. Yayasan Diharapkan dapat menjadi sebuah rangkuman yang akan menjadi sebuah wacana sebagai acuan bagi sebuah yayasan dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK Nomor 45. 2. Pembaca Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan yang berarti mengenai suatu bentuk pelaporan keuangan di luar bentuk konvensional organisasi bisnis yang biasa dijumpai.

3.

Penulis Penelitian dapat memberikan pemahaman secara nyata untuk menguatkan teori yang telah didapat selama menempuh pendidikan mengenai organisasi nirlaba serta sistem pelaporan keuangannya.

1.5

Batasan Penelitian Penelitian ini terbatas pada penyusunan laporan keuangan yang diterapkan

berdasarkan PSAK No.45 baik dari segi subyek maupun objek. Subyek : Penelitian ini tidak dimaksudkan untuk membuat generalisasi tentang penerapan PSAK No. 45 pada organisasi nirlaba atau sejenisnya, namun terbatas pada Yayasan Nurul Hayat di Surabaya. Objek : Untuk analisa penelitian yaitu laporan keuangan yayasan, membatasi penelitian pada pos-pos (akuntansi) yang tampak pada berbagai laporan keuangan yang digunakan oleh yayasan yang bersangkutan. Laporan keuangan yang digunakan sebagai unit analisis adalah laporan keuangan periode tahun kerja 2008, mengingat adanya Revisi PSAK No. 45 terbaru mulai berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 januari 2007. 1.6 Metode Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Survey pendahuluan, bertujuan untuk mengetahui dan memproleh gambaran umum situasi dan kondisi permasalahan umum yang terjadi di dalam perkembangan lingkungan bisnis serta subyek utamanya (yayasan) dan menentukan kerangka berpikir dalam mencari

pemecahan masalah. Pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap yayasan secara umum untuk kemudian akan lebih dkhususkan pada permasalahan yang terjadi di dalam yayasan tersebut yang berkaitan dengan topic penelitian. 2. Wawancara, melakukan wawancara dengan narasumber terkait yang berada di yayasan yang akan diteliti. Bertujuan untuk mengetahui atau memperoleh informasi yang lebih detail dan jelas untuk objek penelitian. 3. Studi kepustakaan, bertujuan untuk mendapatkan landasan teori yang relevan berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas yaitu tentang penerapan penggunaan PSAK no 45 terhadap laporan keuangan yayasan serta analisis laporan keuangan yayasan tersebut. Pada tahap ini dikumpulkan literatur-literatur yang berisi konsep dasar serta teori-teori dan aplikasi yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas. 4. Metode dokumen, bertujuan untuk mengumpulkan data-data dari yayasan bersangkutan yang terkait dengan permasalahan yang akan diteliti. Adapun data yang digunakan adalah laporan keuangan yayasan. 1.7 Teknik Analisis Adapun teknik analisis data yang dapat dilakukan adalah dengan cara : a. Mengumpulkan data baik kuantitatif maupun kualitatifdan mempelajari latar belakang yayasan, kebijakan yang ada dalam yayasan, aturan

pencatatan akuntansi, perhitungan akuntansi, pengakuan dan kebijakan atau metode pelaporan keuangan yang ada baik dari hasil wawancara maupun dokumentasi. b. Membandingkan penerapan akuntansi dalam menyusun laporan keuangan organisasi dengan PSAK No. 45. 1.8 Pembahasan Di dalam penelitian terdapat beberapa hal yang akan dibahas berkaitan dengan fungsi pencatatan, pengakuan dan perhitungan, serta pelaporan keuangan pada yayasan Nurul Hayat sebagai berikut : 1. Pencatatan a. Aktiva 1) Aktiva Lancar Pada pos ini dicatat segala bentuk aset organisasi yang tingkat likuiditasnya tinggi. Akun-akun pada pos ini di golongkan dalam akun Kas dan Setara Kas, yaitu dalam bentuk Kas di tangan dan Kas di Bank 2) Piutang Pada pos ini mencatat segala pengeluaran organisasi dalam bentuk hutang yang harus dilunasi pihak ketiga pada organisasi. Akun-akun yang terdapat pada pos ini adalah Piutang Karyawan, dan Sewa Dibayar Dimuka 3) Aktiva Tetap Aktiva tetap yayasan dicatatkan sesuai dengan harga perolehannya b. Passiva

1) Kewajiban Pada pos ini Yayasan mencatatkan ada atau tidaknya kewajiban baik hutang jangka pendek maupun jangka panjang terhadap pihak di luar yayasan atau pihak ketiga atau pada kreditor 2) Ekuitas Pada pos ini yayasan mencatatkan adanya modal awal yang dicatat sebesar investasi yang diberikan pemilik, selain itu terdapat akun Surplus/Defisit tahun berjalan dan surplus s.d tahun lalu yaitu akumulasi surplus/defisit dari tahun pelaporan keuangan yayasan pertama kali hingga tahun sebelum tahun berjalan. c. Pendapatan Dalam pos pendapatan ini dicatatkan segala macam bentuk penghasilan atau pendapatan yang diperoleh yayasan baik dari unit usaha, program yayasan, dan dari sumbangan donatur. d. Biaya Pada pos ini dicatat berbagai macam pengeluaran yayasan yang menjadi beban seperti beban operasional yayasan, beban program yayasan, maupun beban anak cabang yayasan. 2. Pengakuan dan Perhitungan a. Aktiva 1) Aktiva Lancar Pada pos Kas dan setara Kas dihitung secara terpisah antara kas dari unit usaha, program, dan kas dari sumbangan atau donatur, serta kas

dari anak cabang yang dihitung sendiri oleh anak cabang tersebut. Penggunaan cash basic mempengaruhi pengakuan Kas yayasan, karena terjadinya kas masuk ataupun keluar hanya dapat dilakukan jika terdapat bukti fisik, atau telah terealisasi dalam bentuk riil. 2) Piutang Piutang yayasan untuk piutang karyawan dihitung berdasarkan kesanggupan karyawan tersebut dalam mengembalikan hutangnya, adapun perhitungannya jika tidak terlunasi maka terdapat kebijakan pemotongan gaji pada saat pembayaran gaji. Sedangkan pada akun Sewa Dibayar Dimuka yayasan hanya memperhitungkan nilai sisa masa pakai sewa, dikarenakan pada awal perjanjian yayasan membayar biaya sewa secara tunai dari masa awal hingga masa akhir sewa. 3) Aktiva Tetap Pada Aktiva Tetap yayasan juga memperhitungkan penyusutan aktiva tetap tersebut dengan metode garis lurus tanpa nilai sisa. Adapun jika pemakaian aktiva tetap tersebut melebihi masa taksiran maka oleh pihak yayasan diungkapkan sebagai bentuk aktiva tetap yayasan yang tidak perlu disusutkan kembali. b. Passiva 1) Kewajiban Pada kewajiban yayasan hanya terdapat akun hutang kendaraan. Akun ini dihitung berdasarkan nilai jumlah kredit yang diajukan yayasan pada pihak penjual. Dan mengurangi jumlah hutang setelah terjadi pelunasan

angsuran kredit dengan indikasi adanya pengeluaran kas untuk pelunasan tersebut. Adapun pengungkapan yang terjadi saat kendaraan diperoleh maka kendaraan tersebut dimasukkan kedalam aktiva tetap sebesar harga perolehan keseluruhan bukan harga saat membayar angsuran pertama atau uang muka, serta disusutkan seperti ketentuan pada pos aktiva tetap. Jika pelunasan telah terjadi maka pos hutang akan dihapus seiring dengan pelunasan tersebut, dan kendaraan akan tetap disusutkan hingga masa manfaatnya habis. 2) Ekuitas Pada akun modal awal, yayasan mengungkapkan modal yang di investasikan pemilik sejak berdirinya yayasan tersebut hingga tahun berjalan. Adapun perhitungan modal awal tersebut akan berkurang apabila terjadi penarikan prive ole pemilik atau pada saat yayasan sangat membutuhkan dana tambahan untuk menghindari terjadinya kepailitan. Sedangkan pada surplus s.d tahun lalu dihitung dengan mengakumulasikan jumlah surplus/defisit sejak tahun awal pelaporan keuangan hingga tahun sebelum tahun berjalan. Dan pengungkapan surplus/defisit pada tahun berjalan untuk tahun berikutnya atau akan datang juga diakumulasikan ke dalam akun surplus s.d tahun lalu. c. Pendapatan Pendapatan yayasan dihitung tiap-tiap kelompok divisi sehingga tidak ada pencampuran antara pendapatan yayasan dari program, unit usaha, sumbangan donatur maupun dari anak cabang. Pendapatan yayasan dari

sumbangan donatur diungkapkan dalam laporan keuangan sebagai pendapatan yang harus dialokasikan seluruhnya untuk operasional program yayasan, bukan untuk kepentingan yayasan pribadi. d. Biaya Pada pos ini semua akun-akun yang berkaitan dengan biaya telah dipisahkan seperti halnya pada pos pendapatan. Adapun pengungkapan pada biaya program dilakukan oleh tiap-tiap divisi yang menjalankan sebagai panitia program tersebut. Dan keseluruhan biaya program tersebut adalah sebagai bentuk nyata pengalokasian sumbangan donatur. 3. Pelaporan Dalam penyajian pelaporan keuangan yayasan Nurul Hayat telah melaporkan informasi aset dan kewajibannya berdasarkan likuiditasnya. Dan pelaporan pendapatan berdasarkan jumlah pendapatan yang diterima pada saat tahun berjalan. Pada pelaporan biaya berdasarkan realisasi pengeluaran yayasan, sedangkan pada biaya yayasan melaporkan untuk biaya program disesuaikan dengan anggaran yang telah dibuat setiap awal periode. 1.9 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis kesesuaian fungsi pencatatan, pengukuran, pengakuan, dan pelaporan keuangan pada yayasan Nurul Hayat terhadap PSAK No.45 sebagai pedoman. Dalam kaitannya tersebut maka dari beberapa pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan yayasan Nurul Hayat dalam hal fungsi :

10

1. Pencatatan, yayasan belum melakukan pencatatan jumlah nilai aset bersih sebagai penggolongan dalam nilai ekuitas, selebihnya yayasan telah melakukan pencatatan sesuai dengan ketentuan yang tercantum di dalam PSAK. 2. Pengukuran atau Perhitungan, yayasan telah memberikan pengukuran secara tepat dan diperbolehkan oleh aturan di dalam PSAK. Tetapi yayasan tidak melakukan perhitungan yang sesuai dengan PSAK No.45 khususnya dalam hal yang berkaitan dengan pendapatan dan biaya. 3. Pengungkapan, yayasan tidak mengungkapkan nilai aset bersih sebagai salah satu faktor utama dalam pembuatan laporan keuangan yayasan yang sesuai dengan PSAK No. 45. 4. Pelaporan, yayasan tidak memiliki Laporan Arus Kas sebagai bentuk laporan yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar. Dari beberapa kesimpulan tersebut diatas maka peneliti menyimpulkan bahwa pelaporan keuangan dalam yayasan belum sesuai dengan PSAK 45, hal ini dikarenakan salah satu faktor penting dalam PSAK 45 yaitu penggolongan aset bersih dalam ekuitas tidak dolakukan. Dan peneliti telah memberikan contoh bentuk laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK 45. 1.10 Saran Setelah melakukan penelitian maka dengan ini peneliti memberikan saran terbaik untuk pihak-pihak yang terkait dengan penelitian maupun bagi pengembangan ilmu selanjutnya.

11

1. Pelaporan keuangan agar diperlengkap dan diganti judulnya, karena judul laporan neraca dan laba-rugi dirasa tidak mencerminkan yayasan sebagai organisasi nirlaba. Diganti dengan Laporan Posisi Keuangan untuk Neraca, Laporan Aktivitas untuk Laba-Rugi, dan ditambahkan Laporan arus kas serta catatan atas laporan keuangan yang disesuaikan di dalam PSAK 45, untuk membantu pengguna laporan keuangan untuk membaca informasi yang terdapat di dalamnya. 2. Perlu diadakan audit terhadap laporan keuangan yayasan, mengingat perkembangan unit usaha yayasan Nurul Hayat yang telah maju pesat dan juga bertambahnya cabang yang dimiliki oleh yayasan. Audit perlu dilakukan untuk menambah tingkat kepercayaan donatur dan masyarakat pada umumnya pada kinerja yayasan Nurul Hayat. 3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat menguasai program akuntansi MYOB lebih baik lagi jika menggunakan yayasan Nurul Hayat sebagai obyek penelitian, selain itu juga diharapkan peneliti berikutnya dapat memahami alur sistem akuntansi yayasan.

DAFTAR PUSTAKA
Bastian, Indra. 2007. Akuntansi Yayasan dan Lembaga Publik. Jakarta : Penerbit Erlangga. Beams, Floyd A. 2000. Akuntansi Keuangan Lanjutan. Edisi Keenam. Diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf. Jakarta : Salemba Empat. Ikatan Akuntan Indonesia. 2007. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.45, tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba. Indonesia Ikatan Akuntan Indonesia. Indriantoro, dan Supomo. 1999. Studi Kasus (Desain dan Metode). Cetakan Ketiga. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Nainggolan, Pahala. 2005. Akuntansi Keuangan Yayasan dan Lembaga Nirlaba Sejenis. Edisi Pertama. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Norpatiwi, AM.Vianey. Aspek Value Added Rumah Sakit Sebagai Badan Layanan Umum. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online) diakses melalui Google search engine

(http://www.google.co.id, 19 September 2008) Republik Indonesia, Undang-Undang No.16 Tahun 2001 Tentang Yayasan Sugiyono. 2001. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Ketiga. Bandung : Alfabeta.