ASUHAN KEPERAWATAN KX DGN G3 ELIMINASI URINE DAN FEKAL

BY : NURUL HIKMAH

Proses Kep. U/ mslh Urinarius

PENGKAJIAN
Pola Perkemihan Gejala perubahan perkemihan  faktor yg mpngaruhi pkemihan

pkajian fisik (kulit, ginjal, KK, Meatus Uretra) pkajian Urine

Diagnosa Keperawatan NANDA untuk eliminasi urine :
Nyeri berhubungan dengan :
Inflamasi uretra Obstruksi pada uretra

Defisit perawatan diri; toileting berhubungan dengan :
Kerusakan kognitif Keterbatasan mobilitas

Lanjutan..........
Inkontinensia urine

Kerusakan integritas kulit atau risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan : Perubahan pola eliminasi urine berhubungan dengan :
 kerusakan sensorik-motorik

Gangguan citra tubuh berhubungan dengan :
Perasaan yang dirasakan akibat diversi urinarius  perasaan yang dirasakan akibat inkontinensia

Lanjutan......
Resiko infeksi berhubungan dengan :
 higiene personal yang buruk  insersi kateter uretra

Inkontinensia fungsional berhubungan dengan :
 terapi diuretik Keterbatasan mobilitas

.........Lanjutan .. Ikontinensia refleks berhubungan dengan :  kerusakan neurologis Penggunaan anastesi untuk pembedahan Inkontinensia stress berhubungan dengan :  peningkatan tekanan intraabdomen Kelemahan otot panggul Inkontinensia urgensi berhubungan dengan :  Iritasi mukosa kandung kemih Penurunan daya tampung/kapasitas kandung kemih .

...Lanjutan.................. Inkontinensia total berhubungan dengan:  Adanya fistula Kerusakan neurologis Retensi Urine berhubungan dengan : Obstruksi kandung kemih  Terhambatnya lengkung refleks ..

perawat menetapkan 7an dan hasil akhir yang diharapkan untuk setiap diagnosis .Perencanaan dalam mengembangkan suatu rencana keperawatan.

7an askep u/ kx mliputi hal-hal dbwh ini : 1. Mdapatkan rasa nyaman . Mningkatkan pngeluaran kemih yang normal 3. Mpertahankan integritas kulit 6. Mmahami eliminasi urine yg normal 2. Mcapai pngosongan kk yg lngkap 4. Mcegah infeksi 5.

Implementasi merupakan fase tindakan dlm proses keperawatan Perawat akan melakukan tindakan kolaboratif dan tindakan mandiri untuk mencapai hasil akhir serta tujuan yang di harapkan .

perawat mengukur keefektifan semua intervensi .Evaluasi Untuk mengevaluasi hasil akhir dan respon klien terhadap askep.

Deskripsi kx ttg karakteristik feses . Pengkajian . Penentuan pola eliminasi kx yg biasa .Identifikasi rutinitas yg dilakukan u/ mningkatkan eliminasi normal .Gambaran setiap perubahan tbaru dlm pola eliminasi .Proses Kep.& eliminsi fekal 1.

Rwyt diet Pkajian alat bantuan di rumah  Rwyt pembedahan atau pnyakit yang mempengaruhi sistem GI Kberadaan & status diversi Rwyt Pengobatan Status emosional Rwyt Sosial  mobilitas dan ketangkasan .

Pengkajian Fisik  Mulut Abdomen Rektum .

auskultasi. Pemeriksaan rektum dan anus meliputi inspeksi dan palpasi.Pemeriksaan fisik abdomen terkait dengan eliminasi alvi meliputi inspeksi. Auskultasi dikerjakan sebelum palpasi. perkusi dan palpasi dikhususkan pada saluran intestinal. sebab palpasi dapat merubah peristaltik. .

bau dan adanya unsur-unsur abdomen. Perhatikan tabel berikut : . bentuk permukaan. konsistensi.INSPEKSI FESES Observasi feses klien terhadap warna. jumlah.

pemeriksaan diagnostik menggunakan ba Rium Obat (spt. diet tinggi buah merah dan sayur hijau tua (spt. Bayam) Hitam / spt ter. PSPA (lambung. Fe). .Karakteristik feses normal dan abnormal KARAKTERISTI K Warna NORMAL Dewasa : kecoklatan Bayi : kekuningan ABNORMAL Pekat / putih KMGKINAN PNYBAB Adanya pigmen empedu (obstruksi empedu). usus halus).

Infeksi usus Pucat Orange atau hijau . Malabsorbsi lemak. Rektum). beberapa makanan spt bit. diet tinggi susu dan produk susu dan rendah daging.Merah PSPB (spt.

bentuk pensil atau seperti benang . lunak. agak cair / lembek.5 cm u/ orang dewasa Mengecil. basah. Keras. kering Diare Dehidrasi. Kondisi obstruksi rektum Bentuk Silinder (bentuk rektum) dgn Æ 2. akibat iritasi kolon oleh bakteri). gangguan emosi dan laksantif a buse. kurang latihan. Peningkatan motilitas usus (mis. penurunan motilitas usus akibat kurangnya serat.Konsistensi Berbentuk.

protein. sel epitel. unsur-unsur kering cairan pencernaan (pigmen Tajam.Jumlah Bau Tergantung diet (100 – 400 gr /hari) Aromatik : dipenga-ruhi oleh makanan yang dimakan dan flora bakteri. pedas Infeksi. perdarahan Unsur pokok Pus Mukus Parasit Darah Lemak dalam jumlah besar Benda asing Infeksi bakteri Konsidi peradangan Perdarahan gastrointestinal Malabsorbsi Salah makan . potongan bakteri yang mati. lemak. Sejumlah kecil bagian kasar makanan yg tdk dicerna.

.PEMERIKSAAN DIAGNOSA Pemeriksaan diagnostik saluran gastrointestinal meliputi tehnik visualisasi langsung / tidak langsung dan pemeriksaan laboratorium terhadap unsur-unsur yang tidak normal.

Pemeriksaan Laboratorium dan diagnostik Diagnosa Keperawatan : kmampuan prwt u/ m’identifiksi dx kep tdk hanya b’gantung pd p’kajian menyeluruh ttapi jg pd batasan karakteristik dan faktor2 yg dapat m’ganggu eliminasi .

DIAGNOSA Label diagnostik masalah eliminasi alvi menurut NANDA meliputi : .Resiko terjadi konstipasi .Konstipasi .Inkontinensia alvi .Diare (aplikasi klinis dari diagnosa ini lihat pada pedoman diagnosa NANDA yang meliputi tujuan dan intervensi) .Konstipasi yang dirasakan .

Resiko defisit volume cairan berhubungan dengan : Diare berkepanjangan Hilangnya cairan abnormal melalui ostomy Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan : Diare berkepanjangan Inkontinensia alvi Harga diri rendah berhubungan dengan: Ostomy Inkontinensia usus Perlunya bantuan untuk toileting .

Defisit pengetahuan tentang bowel training. manajemen ostomy berhubungan dengan kurangnya pengalaman Ansietas berhubungan dengan a. Respon lain terhadap ostomy . Hilangnya kontrol eliminasi alvi akibat ostomy b.

Sebagai contoh untuk mengumpulkan riwayat keperawatan. perhatikan Assesment review sebagai berikut : .Riwayat Keperawatan Riwayat Keperawatan Riwayat keperawatan eliminasi fekal membantu perawat menentukan pola defekasi normal klien. Perawat mendapatkan suatu gambaran feses normal dan beberapa perubahan yang terjadi dan mengumpulkan informasi tentang beberapa masalah yang pernah terjadi berhubungan dengan eliminasi. adanya ostomy dan faktor-faktor yang mempengaruhi pola eliminasi.

bau feses .dorongan defekasi .tetesan konstan dari masa lunak .kotoran feses dari celana/t4 tidur .Inkontinensia Usus Batasan karakteristik .ketidakmampuan menunda defekasi .laporan : ktdkmampuan mrasakan rectal penuh .

 mngenali rectal penuh tetapi tidak mengeluarkan feses yg berbentuk Tidak perhatian pada keinginan defekasi Kulit perianal kemerahan .

krusakan kognitif Krusakan saraf motorik bawah Ktdknormalan tkanan otot abdominal atas Pnurunan kkuatan otot scara abdominal Khilangan kontrol spinkter rektal .Faktor yang berhubungan : Faktor lngkungan (kamar mandi tdk ada) Pngosongan usus tdk komplit Abnormal spinkter rektum Diet Stress.

 krusakan saraf motorik atas  Diare Kronik  Defisit perawatan diri : toileting  Kerusakan kapasitas pnampungan  Pngobatan  Imobilisasi  Pnyalahgunaan laksatif .

mngembangkan kebiasaan defekasi yg teratur . Kep.mngikuti program olahraga yg t’atur .memahami eliminasi normal .mmahami dan mptahankan asupan cairan & mak yg tepat . Kx dengan mslh eliminasi Kriteria Evaluasi .m’p’o/ rasa nyaman .Perencanaan Tuj.

Tujuan utama klien dengan masalah eliminasi alvi adalah untuk : Mempertahankan atau mengembalikan pola eliminasi alvi normal Mempertahankan atau mendapatkan kembali konsisteni feses normal Mencegah resiko yang berhubungan dengan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. trauma kulit. distensi abdomen dan nyeri. .

mempertahankan minum 2 – 3 liter/hari Memberikan latihan / aktivitas rutin kepada klien Positioning .IMPLEMENTASI Peningkatan Keteraturan Defekasi Perawat dapat membantu klien memperbaiki keteraturan defekasi dengan Memberikan privacy kepada klien saat defekasi Mengatur waktu. menyediakan waktu untuk defeksi Memperhatikan nutrisi dan cairan. nasi. buah-buahan. meliputi diit tinggi serat seperti sayuran.

Perawat seharusnya menyediakan waktu sebanyak mungkin seperti kepada klien yang perlu menyendiri untuk defeksi. perawat mungkin perlu menyediakan air atau alat kebersihan seperti tissue dan tetap berada dalam jangkauan pembicaraan dengan klien.PRIVACY Privacy selama defekasi sangat penting untuk kebanyakan orang. . Pada beberapa klien yang mengalami kelemahan.

Aktivitas lain seperti mandi dan ambulasi seharusnya tidak menyita waktu untuk defekasi.WAKTU Klien seharusnya dianjurkan untuk defeksi ketika merasa ingin defekasi. . Untuk menegakkan keteraturan eliminasi alvi. klien dan perawat dapat berdiskusi ketika terjadi peristaltik normal dan menyediakan waktu untuk defekasi.

frekuensi defekasi dan jenis makanan yang dirasakan klien dapat membantu defekasi normal.NUTRISI DAN CAIRAN Untuk mengatur defekasi normal diperlukan diet. . tergantung jenis feses klien yang terjadi.

. juga masukkan serat dalam diet.UNTUK KONSTIPASI Tingkatkan asupan cairan dan instruksikan klien untuk minum cairan hangat dan jus buah.

Untuk Diare  Anjurkan asupan cairan dan makanan lunak. Untuk manajemen diare. ajarkan klien sebagai berikut : . Makan dalam porsi kecil dapat membantu karena lebih mudah diserap. Makanan tinggi serat dan tinggi rempah dapat mencetuskan diare. Minuman terlalu panas / dingin seharusnya dihindari sebab merangkasang peristaltik.

Minum minimal 8 gelas / hari untuk mencegah dehidrasi Natrium dan Kalium Makan makanan yang mengandung Tingkatkan makanan yang mengandung serat yang mudah larut seperti pisang mengandung kafein Hindari alkohol dan minuman yang Batasi makanan yang mengandung serat tidak larut seperti buah mentah. sereal .

. hidupkan kembali flora usus normal dengan minum produk-produk susu fermentasi.Batasi makanan berlemak Bersihkan dan keringkan daerah perianal sesudah BAB untuk mencegah iritasi Jika mungkin hentikan obat yang menyebabkan diare Jika diare telah berhenti.

buncis. seperti kubis. untuk meningkatkan pencernaan udara.Untuk Flatulensi Batasi minuman berkarbinat. gunakan sedotan saat minum dan mengunyah gusi. . Hindari makanan yang menghasilkan gas. bawang dan bunga kol.

LATIHAN Latihan teratur membantu klien mengembangkan pola defekasi normal. Klien dengan kelemahan otot abdomen dan pelvis (yang mengganggu defekasi normal) mungkin dapat menguatkannya dengan mengikuti latihan isometrik sebagai berikut: .

mempertahankan minum 2 – 3 liter/hari  Memberikan latihan / aktivitas rutin kepada klien  Positioning . nasi. meliputi diit tinggi serat seperti sayuran.Implementasi  Peningkatan Keteraturan Defekasi  Perawat dapat membantu klien memperbaiki keteraturan defekasi dengan  Memberikan privacy kepada klien saat defekasi  Mengatur waktu. menyediakan waktu untuk defeksi  Memperhatikan nutrisi dan cairan. buah-buahan.

.Untuk Konstipasi Tingkatkan asupan cairan dan instruksikan klien untuk minum cairan hangat dan jus buah. juga masukkan serat dalam diet.

Ulangi 5 – 10 kali sehari tergantung kekuatan klien.Latihan Klien dengan kelemahan otot abdomen dan pelvis (yang mengganggu defekasi normal) mungkin dapat menguatkannya dengan mengikuti latihan isometrik sebagai berikut: Dengan posisi supine. menahan selama 10 detik dan kemudian relax. . perketat otot sbdomen dengan mengejangkan.

latihan dan kebiasaan defekasi. Secara garis besar program ini adalah sebagai berikut : . Program ini berkaitan dengan asupan cairan dan makanan. Sebelum mengawali program ini.Program bowel training Program ini didasarkan pada faktor dalam kontrol klien dan didesain untuk membantu klien mendapatkan kembali defekasi normal. klien harus memahaminya dan terlibat langsung.

khususnya sebelum waktu defekasi Peningkatan aktivitas / latihan . meliputi : Desain suatu rencana dengan klien yang Asupan cairan sekitar 2500 – 3000 cc/hari Peningkatan diit tinggi serat Asupan air hangat.Tentukan kebiasaan defekasi klien dan faktor yang membantu dan menghambat defekasi normal.

Pertahankan hal-hal berikut secara rutin harian selama 2 – 3 minggu : Berikan suppository katarsis (seperti dulcolax) 30 menit sebelum waktu defekasi klien untuk merangsang defekasi. Catat lamanya waktu antara pemberian suppository dan keinginan defekasi. Saat klien merasa ingin defekasi. . tetapi hindari mengecan berlebihan. bantu klien untuk pergi ke toilet / duduk di Commode atau bedpan. Berikan klien privacy selama defekasi dan batasi Ajarkan klien cara-cara meningkatkan tekanan pada kolon. waktunya. karena dapat mengakibatkan hemorrhoid. biasanya cukup 30 – 40 menit.

Banyak klien memerlukan waktu dari minggu sampai bulan untuk mencapai keberhasilan . Berikan umpan balik positif kepada klien yang telah berhasil defekasi. Hindari negatif feedback jika klien gagal.

Evaluasi Apakah asupan cairan dan diet klien sudah tepat ? Apakah tingkat aktivitas klien sudah sesuai ? Apakah klien dan keluarga memahami instruksi ? .

THE END .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful