Anda di halaman 1dari 7

A.

Informasi tentang obat (bahan obat) : Theophyllinum Teofilina

1,3-dimetil-7H-purin-2 ,6-dion atau 1,3-dimetilxantin o Nama Obat Nama Resmi Nama Populer Nama Daerah o Karakteristik bahan Bentuk Warna Bau Rasa Kelarutan dalam air : Teofilina : Theophyllinum ::: : Serbuk hablur : Putih : Tidak berbau : Pahit : Larut dalam lebih kurang 180 bagian air ; Lebih mudah larut dalam air panas ; larut dalam lebih kurang 120 bagian etanol (95%)p, mudah larut dalam larutan alkali hidroksida dan dalam ammonia encer p. : Bebas alkohol teofilina cairan dikemas ulang di jelas atau kuning polypropylene lisan jarum suntik bisa disimpan pada suhu kamar dibawah terus-menerus neon pencahayaan untuk sekurang-kurangnya 180 hari tanpa perubahan signifikan dalam konsentrasi theophylline.namun, dianjurkan bahwa solusi dilindungi dari cahaya karena potensi untuk perubahan warna. Persiapan lisan yang dilakukan tanpa persiapan teofilina. 5 mg/mL dalam keadaan komersial suspense yang found 2 harus

Stabilitas

stabil 90 hari dalam ambar botol plastic yang disimpan pada 23-25. (Martindale edisi 36 tahun 2009)

o Kategori perundang undangan dari bahan obat : Kategori : Obat keras Obat keras adalah kelompok obat yang hanya diserahkan kepada pasien/konsumen dengan resep dokter, hanya di apotik. Kemasan di tandai dengan lingkaran berwarna merah tua dengan garis tepi berwarna hitam dan huruf K berwarna hitam tertulis di dalam lingkaran. Kemasan sediaan obat keras disertai tanda Harus Dengan Resep Dokter o Farmakoterapi Kegunaan : : Spasmolitikum bronchial (obstruksi saluran nafas yang reversible, serangan asma berat) Jenis terapi : Simptomatis, yaitu pengobatan untuk menghilangkan atau meringankan gejala penyakit, sedangkan penyebabnya yang lebih mendalam tidak dipengaruhi, misalnya pemberian analgetik pada rematik atau sakit kepala o Ketentuan tentang wadah dan kondisi penyimpanan dalam Farmakope Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, yaitu wadah tertutup baik harus melindungi isi terhadap masuknya bahan padat dan mencegah kehilangan bahan selama penanganan, pengangkutan, penyimpanan, dan distribusi

o Bentuk sediaan dan rute pemberian yang terdapat di pasaran : Bentuk sediaan : 1. Tablet : Sediaan padat kompak, dibuat secara kempacetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, zat pengembang, zat pengikat, zat pelican, zat pembasah atau zat lain yang cocok. 2. Eliksir (Elixir) : Larutan oral dengan rasa manis, mengandung etanol atau pelarut nonalcoholic sebagai co-solvent. : Umumnya berisi cairan dalam pembawa minyak. : Sediaan steril untuk kegunaan parenteral, yaitu dibawah atau menembus kulit atau selaput lendir.

3. Kapsul lunak

4. Injeksi (ampul)

Rute Pemberian 1. Parenteral Intra vena (i.v)

: Penyuntikan dilakukan didalam pembuluh darah, efeknya paling cepat (18 detik) karena benda asing langsung dimasukan kedalam aliran darah, sehingga mengakibatkan reaksi-reaksi hebat seperti turunnya tekanan darah. : Obat yang cara penggunaannya masuk melalui mulut. Rute ini paling banyak digunakan karena cara pemakaian mudah, aman dan efektif. Tetapi rute per oral tidak dapat digunakan a.l. bila : (a) obat dirusak /terurai oleh asam lambung, (b) obat

2. Oral

mengiritasi mukosa dinding lambung, (c) pasien yang sulit menelan.

o Mekanisme kerja

: Bekerja dengan menghalangi kerja enzim osfodiesterase sehingga menghindari perusakan cAMP dalam sel, antagonis adenosine, stimulasi pelepasan katekolamin dari medulla adrenal, mengurangi konsentrasi Ca bebas di otot polos, menghalangi pembentukan prostaglandin, dan memperbaiki kontrak tilitas diafragma. Teofilin dalam kadar rendah dapat memblokir reseptor adenosine A. pada konsentrasi terapi yang lebih tinggi akan terjadi penghambatan fosfidiesterasekenaikan kadar cAMP. Reaksi-reaksi yang dicetuskan oleh cAMP Sebagai second messenger mengakibatkn Relaksasi otot-otot bronchial dan penghambatan pengeluaran zat-zat mediator dari sel-sel mast dan granulosit. suatu kombinasi dengan simpatomimetik mengakibatkan obat ini sudah efektif bahkan pada dosis yang sangat rendah sehingga suatu desensibilisasi dari reseptor dapat dicegah. Arteriol dan pembuluhpembuluh kapasitas akan mengalami dilatasi. Pada jantung, teofilin bekerja notrop positif pemakaian oksigen bertambah. Peningkatan volume sekuncup jantung dan dilatasi pembuluh ginjal mengakibatkan kenaikan filtrasi glomerular. Teofilin dimetabolisme oleh hati. Pada pasien perokok atau gangguan fungsi hati dapat menyebabkan perubahan kadar teofilin dalam darah. Kadar teofilin dalam darah dapat meningkat pada gagal jantung, sirosis, infeksi virus dan pasien

lanjut usia. Kadar teofilin dapat menurun pada perokok, pengkonsumsi alcohol, dan obat-obatan yang meningkatkan metabolism di hati.

o Farmakokinetik

: Teofilin biasanya diabsorpsi dengan baik Setelah diberikan oral, tetapi absorpsi Dapat bervariasi sesuai dengan bentuk Dosis. Teofilin juga di absorpsi dengan Baik dalam bentuk cairan yang diminum Dan tablet polos yang tidak disalut gula. Bentuk dosis yang dilepas perlahan-lahan Akan di absorpsi dengan lambat. Makanan Dan antasida dapat menurunkan tingkat Absorpsi, tetapi bukan jumlahnya, cairan Dalam jumlah besar dan makanan Berprotein tinggi dapat meningkatkan Absorpsi. Tingkat absorpsi juga dapat Dipengaruhi oleh ukuran dosis, dosis besar Diabsorpsi lebih lambat. Teofilin dapat Diberikan secara intravena dalam cairan IV. obat-obat teofilin dimetabolisme oleh Enzim hati, dan 90% dari obat ini Dikeluarkan melalui ginjal. Merokok Meningkatkan waktu paruhnya. Waktu Paruh menjadi lebih pendek pada perokok Dan anak-anak. Dengan waktu paruh yang Pendek, teofilin segera dikeluarkan oleh Ginjal, dan dosis obat mungkin perlu Dikeluarkan oleh ginjal, dan dosis obat Mungkin perlu ditingkatkan untuk Mempertahankan kadar terapeutik dalam Serum. Pada perokok atau orang tua, bayi Premature dan klien dengan penyakit hati, Rata-rata waktu paruh teofilin adalah 7 Sampai 9 jam, dan dosis yang diperlukan Mungkin kurang. Pada perokok dan anak-anak, waktu

Paruhnya adalah 4 sampai 5 jam dan dosis Yang diperlukan bisa meningkat.

o Farmakodinamik

: Teofilin meningkat kadar AMP, menyebabkan terjadinya brokodilatasi. waktu rata-rata yang diperlukan sampai terjadi omset kerja untuk teofilin oral oral adalah 30 menit, untuk kapsul yang pelepasannya dihambat adalah 1 sampai 2 jam. Lama kerja untuk bentuk yang pelepasannya dihambat adalah 8 sampai 24 jam, dan untuk bentuk teofilin oral dan intravena kira-kira 6 jam.

o Efek samping dan reaksi yang merugikan : Efek samping dan reaksi yang merugikan mencakup mual dan muntah, nyeri lambung karenan peningkatan sekresi asam lambung, perdarahan usus, disritmia jantung, palpitasi (berdebar), hipotensi berat, hiperrefleks, dan kejang. Keracunan teofilin kemungkinan besar akan terjadi apabila kadarnya dalam serum melampaui 20/mL. Teofilin dapat menyebabkan hiperglikemia, menurunkan waktu pembekuan darah, dan meningkatkan jumlah sel darah putih (lekositosis). Karena efek diuretik xantin termasuk teofilin, klien harus dinasihati untuk tidak minum kopi, teh dan minuman semacam koka-kola, dan coklat dan harus banyak minum.

o Interaksi obat

: Beta bloker, simetidin (tagamet), propanolol (inderal) dan eritromisin menurunkan etabolism hati dan meningkatkan waktu paruh dan efek teofilin barniturat dan karbamazepin. Waktu paruh dan efek teofilin barbiturate dan karbamazepin menurunkan efeknya. Pada masing-masing keadaan dosis teofilin harus disesuaikan. Teofilin meningkatkan kerja digitalis, dan menurunkan kerja fenitoin

(dilantin) dan litium. o Dosis : Dosis oral. Oleh karena terdapat variasi antara setiap individu maka dosis harus disesuaikan dengan melihat perbaikan klinis, efek samping, dan kadar pemeliharaan dalam darah antara 10-20 g/ml. Dosis tergantung juga dari tiap merk teofilin. Secara umum dosis 200-400 mg tiap 12 jam. Anak 6-12 tahun : 125-200 mg tiap 12 jam Anak 2-12 tahun : 9mg/kg setiap 12 jam (maksimal 200 mg). Dosis permulaan yang umum antara 10-16 mg/kgBB/hari, bilamana dosis akan ditingkatkan maka perlu monitor kadar teofilin dalam plasma.Untuk preparat lepas lambat dosis seharinya lebih rendah dari preparat biasa bila tampak tanda intoksikasi maka dosis harus segera diturunkan. Dosis intravena, tujuan utama pemberian teofilin intravena adalah untuk secara cepat mendapatkan kadar dalam plasma antara 10-20 sel/ml. Bila pasien belum mendapat teofilin sebelumnya, diberikan loading dose 6 mg/kgBB selama 20-30 menit melaui infus, selanjutnya diteruskan dengan dosis pemeliharaan. : -Infark baru -Epilepsi : 1x pakai 500mg; sehari 1 gram

o Kontraindikasi

o Dosis maksimum