Anda di halaman 1dari 5

Siklus asam sitrat (bahasa Inggris: citric acid cycle, tricarboxylic acid cycle, TCA cycle, Krebs cycle,

Szent-Gyrgyi-Krebs cycle) adalah sederetan jenjang reaksi metabolisme pernapasan selular yang terpacu enzimyang terjadi setelah proses glikolisis, dan bersama-sama merupakan pusat dari sekitar 500 reaksi metabolisme yang [2] terjadi di dalam sel. Lintasan katabolisme akan menuju pada lintasan ini dengan membawa molekul kecil untuk diiris guna menghasilkan energi, sedangkan lintasan anabolisme merupakan lintasan yang bercabang keluar dari lintasan ini dengan penyediaan substrat senyawa karbon untuk keperluan biosintesis. Metabolom dan jenjang reaksi pada siklus ini merupakan hasil karya Albert Szent-Gyrgyi and Hans Krebs. Pada sel eukariota, siklus asam sitrat terjadi pada mitokondria, sedangkan pada organisme aerob, siklus ini merupakan bagian dari lintasan metabolisme yang berperan dalam konversi kimiawi terhadap karbohidrat, lemakdan protein - menjadi karbon dioksida, air, dalam rangka menghasilkan suatu bentuk energi yang dapat digunakan. Reaksi lain pada lintasan katabolisme yang sama, antara lain glikolisis, oksidasi asam piruvat danfosforilasi oksidatif. Produk dari siklus asam sitrat adalah prekursor bagi berbagai jenis senyawa organik. Asam sitrat merupakan prekursor dari kolesterol dan asam lemak, asam ketoglutaratalfa merupakan prekursor dari asam glutamat,purina dan beberapa asam amino, suksinil-KoA merupakan prekursor dari heme dan klorofil, asam oksaloasetatmerupakan [3] prekursor dari asam aspartat, purina, pirimidina dan beberapa asam amino.

[1]

Sekilas proses [sunting]


Siklus asam sitrat dimulai dengan satu molekul asetil-KoA bereaksi dengan satu molekul H2O, melepaskangugus koenzim-A, dan mendonorkan dua atom karbon yang tersisa [4][5] dalam bentuk gugus asetil kepada asam oksaloasetat yang memiliki molekul dengan empat atom karbon, hingga menghasilkan asam sitrat dengan enam atom karbon.

Substrat

Produk

Enzim

Reaksi

Keterangan

Oksaloasetat + Asetil-KoA

Asam sitrat + CoA-SH + +H

Sitrat sintase

Hidrolisis

Setelah enzim sitrat sintase melepaskan satu ion H dari molekul CH3 gugus asetil dari asetil-KoA, molekul CH2 pada gugus asetil tersebut akan bereaksi dengan asam oksaloasetat membentuk metabolit S-sitril-KoA. Reaksi hidrolisis yang terjadi selanjutnya pada gugus koenzimA akan mendorong reaksi hingga menghasilkan tiga jenis produk.

Asam sitrat

cis-Asonitat + H2O

Asonitase

Dehidrasi

Reaksi isomerisasi terjadi dengan dua tahap, enzim asonitase akan melepaskan gugus air dari asam sitrat membentuk metabolit cis-Asonitat, kemudian terjadi penambahan kembali molekul air

dengan pergeseran lokasi gugus hidroksil dan menghasilkan isomer asam sitrat. 3 cis-Asonitat + H2O Isositrat Hidrasi

Isositrat + + NAD

Oksalosuksinat + + NADH + H Isositrat dehidrogenase

Oksidasi

Oksalosuksinat

Ketoglutarat- + CO2

Dekarboksilasi

Enzim isositrat dehidrogenase bersama dengan koenzim NAD akan mengubah gugus karboksil menjadi gugus karbonil, membentuk senyawa intermediat yang + disebut oksalosuksinat. Eksitasi oleh ion H akan menyebabkan oksalosuksinat melepaskan gugus COO yang tidak stabil dan membentuk senyawa CO2.

Ketoglutarat- Suksinil-KoA + + + NAD + NADH + H + CoA-SH + CO2

Ketoglutarat- dehidrogenase

Dekarboksilasi

Kompleks dehidrogenase ketoglutarat-alfa mirip kompleks piruvat dehidrogenase yang menjadi enzim pada transformasiasam piruvat menjadi asetil-KoA. Bersama dengan koenzim + NAD akan mempercepat oksidasi yang membentuk koenzim baru, disebut suksinil-KoA, yang memiliki ikatan tioester antara koenzim-A dengan gugus suksinil.

Suksinil-KoA + GDP + Pi + H2O

Suksinat + CoA-SH + GTP

Suksinil-KoA sintetase

Senyawa Pi akan menggantikan gugus CoA pada suksinat, kemudian didonorkan ke GDP untuk fosforilasisubstrat membentuk GTP. Padabakteri dan tumbuhan, gugus Pi akan didonorkan ke ADP guna menghasilkan ATP.

Suksinat + FAD

Fumarat + FADH2

Suksinat dehidrogenase

Oksidasi

Koenzim FAD akan menarik dua atom hidrogen dari suksinat. Reaksi ini tidak terjadi di dalam matriks mitokondria, tetapi terjadi pada antarmuka antara matriks mitokondria dan rantai transpor elektron yang disebut suksinat dehidrogenase yang melintang pada membran mitokondria bagian dalam, enzim ini sering juga disebut "kompleks II".

Fumarat + H2O

Malat

Fumarase

Hidrasi

Reaksi penambahan molekul air pada fumarat akan menjadi gugus hidroksil pada senyawa baru.

10

Malat + + NAD

Oksaloasetat + + NADH + H

Malat dehidrogenase

Oksidasi

Reaksi oksidasi yang terakhir akan mengubah gugus hidroksil menjadi karbonil dan menghasilkan senyawa pertama siklus sitrat, yaitu asam oksaloasetat.

Peran utama mitokondria adalah sebagai pabrik energi sel yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Metabolisme karbohidrat akan berakhir di mitokondria ketika piruvat di transpor dan dioksidasi oleh O2 menjadi CO2 dan air. Energi yang dihasilkan sangat efisien yaitu sekitar tiga puluh molekul ATP yang diproduksi untuk setiap molekul glukosa yang dioksidasi, sedangkan dalam proses glikolisis hanya dihasilkan dua molekul ATP. Proses pembentukan energi atau dikenal sebagai fosforilasi oksidatif terdiri atas lima tahapan reaksi enzimatis yang melibatkan kompleks enzim yang terdapat pada membran bagian dalam mitokondria. Proses pembentukan ATP melibatkan proses transpor elektron dengan bantuan empat kompleks enzim, yang terdiri dari kompleks I (NADH dehidrogenase), kompleks II (suksinat dehidrogenase), kompleks III (koenzim Q sitokrom C reduktase), kompleks IV (sitokrom oksidase), dan juga dengan bantuan FoF1 ATP Sintase dan Adenine Nucleotide Translocator (ANT) Mitokondria (mitochondrion', plural: mitochondria') atau kondriosom (chondriosome) adalah organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel makhluk hidup. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel.

Mitokondria merupakan salah satu bagian sel yang paling penting karena di sinilah energi dalam bentuk ATP [Adenosine Tri-Phosphate] dihasilkan. Mitokondria mempunyai dua lapisan membran, yaitu lapisan membran luar dan lapisan membran dalam. Lapisan membran dalam ada dalam bentuk lipatan-lipatan yang sering disebut dengan cristae. Di dalam Mitokondria terdapat 'ruangan' yang disebut matriks, dimana beberapa mineral dapat ditemukan. Sel yang mempunyai banyak Mitokondria dapat dijumpai di jantung, hati, dan otot.