P. 1
KOLELITIASIS

KOLELITIASIS

|Views: 38|Likes:
Dipublikasikan oleh Eva Primananda
Laporan kasus kolelitiasis. Batu empedu
Laporan kasus kolelitiasis. Batu empedu

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Eva Primananda on May 29, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2014

pdf

text

original

LAPORAN KASUS IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Umur Alamat Agama Bangsal Tanggak masuk ANAMNESIS (Autoanamnesis

) Keluhan Utama Nyeri abdomen pada regio epigastrium, hipokondrium dextra, lumbal dextra, epigastrium. Keluhan penyerta Demam, mual, pusing, sesak nafas, demam, sulit buang air besar, keluar benjolan dari anus ketika buang air besar disertai darah menetes berwarna merah segar, benjolan bisa dimasukkan lagi. Onset Keluhan dirasakan sejak 4 bulan yang lalu. Kualitas Nyeri abdomen yang dirasakan mengganggu aktivitas Kuantitas Nyeri abdomen hilang timbul. Kronologis Nyeri abdomen secara tiba – tiba Mulanya pada saat beraktivitas Sering makan makanan yang pedas dan minum kopi Riwayat Penyakit Dahulu : Nn Eny Yuniati : Perempuan : 23 tahun : Jl. Candi Prambanan V No 1529 Semarang. : Gelangu Purwokerto : Islam : Mawar : 29 Juni 2011

berminyak (-). Nafas dangkal.8 cm. dihitung selama 1 menit. karotenemia (-). Riwayat Penyakit Keluarga (-) Riwayat Sosial Ekonomi Sosial : Tinggal di Purwokerto dengan teman. Kelembapan cukup.Rawat inap di RS Bunda Purwokerto dengan diagnosa kolelitiasis berukuran diameter 1. Irama teratur. Kering (-). Pemeriksaan dilakukan pada nadi radialis. Tempetarur extremitas bawah dingin (+/+). Suhu 37 derajat Celcius. Orang tua dann saudara kandung berada di Malaysia Ekonomi: Biaya RS ditanggug pribadi PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Baik Kesadaran komposmentis Tanda Vital Tekanan darah 110/60 mmHg Nadi 80 kali/menit. prubahan melanin (-). Tidak dapat menarik nafas dalam karena diarsakan sesak. extremitas atas dingin (+/+) Mobilitas cukup (lipatan kulit mudah digerakan) Turgor cukup Lesi (-) . Irama teratur. ikterus (-). sianosis (-). Kulit Warna normal. Rawat inap di RS Tugurejo Semarang bangsal Kenanga dengan diagnosa kolelitiasis. Nafas 20 kali/menit. Diukur dengan thermometer raksa dan ditempatkan pada aksila.

sklera ikterik(-). simetris (+) Gangguan penglihatan (-) Telinga Aurikula : nyeri (-) Liang telinga : bengkak (-).Kuku Warna normal. eksoftalmus (-) Alis mata normal. dermatitis seborea (-) Kelopak mata : bengkak (-) Aparatus lakrimal bengkak (-) Konjungtiva anemi (-). mata merah (-) Pupil miosis (-). sianosis (-). midrasis (-). epistaksis (-) Sinus frontalis : nyeri tekan (-) Mulut dan faring Bibir : sianosis (-) Gusi : bleeding (-) Mukosa : luka (-) Gigi : karies (-) . pucat (-) Bentuk normal. Clubbing (-) Lesi (-) Kepala Bentuk mesochefal (Normal) Benjolan (-) Rambut Kuantitas à tebal (+) Distribusi à alopesia (-) Texture halus (+) Mata Posisi sejajar. eritem (-) Gangguan pendengaran (-) Hidung dan Sinus Hidung externa : nodul (-).

Faring : nyeri telan (-) Leher Inspeksi : jaringan parut (-). pola pernapasan normal. nyeri tekan (-). frekuensi nafas 18 x/menit (normal). supraclavicula. massa (-) Palpasi kelenjar limfe : pembesaran kelenjar limfe aksila dan supraclavicula (-) Thorak Inspeksi : jaringan parut (-). Ronchi (-) Cor (batas jantung) Kanan jantung : ICS 5 sternalis dextra Atas jantung : ICS 2 linea sternalis sinistra Pinggang jantung :ICS 3 linea parasternalis sinistra Apex jantung 2 cm medial ICS 5 linea midclavicula sinistra Auskultasi jantung : bunyi jantung 1 2 reguler. bentuk dada normal (+). pelebaran vena superficial (-). ICS 1 Suara bronkhial di ICS 2 linea sternalis Suara bronkovesikuler di ICS 1. expansi dada simetris (+) Perkusi : sonor Pulmo Batas paru hepar : ICS 6 kanan linea midclavicula Batas paru gaster : ICS 8 aksila anterior kiri Auskultasi Pulmo Nafas trakheal di trakheal site. bising (-) . ICS 2 interskapula Suara vesikuler di seluruh lapang paru Wheezing (-). Palpasi : pembesaran kelenjar getah bening (-). jenis pernapasan thorakoabdominal (+).

30 0.00 34.8 .9 – 5.5 35 – 47 80-100 26 . nyeriketuk ginjal (-) Hepar Pembesaran (-) Abnormlitas (-) Lien Pembesaran (-) Nyeri tekan (-) PEMERIKSAAN PENUNJANG Darah Rutin Pemeriksaan Leukosit Eritrosit Hemoglobin Hematokrit MCV MCH MCHC Trombosit RDW Eosinofil abs Basofil abs Netrofil abs Limfosit abs 7.8 0.34 32-36 150 – 440 11.80 83.2 1.5 – 14.80 29.13 3.8 – 5.04 Hasil Nilai Normal 3.5 0.6 – 11 3. epigastrium.7 – 15.2 11.40 35.91 4. hipokondrium dextra.2 Interpreasi Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal .60 371 12.Abdomen Inspeksi : bentuk datar Auskultasi : bising usus (+) 22 kali/menit Perkusi : timpani Palpasi : nyeri tekan pada regio epigastrium.44 0 – 0.27 12.045 – 0.02 4.09 0. lumbal dextra.

60 – 0.0 135 – 145 95.16 .10 0.105 Interpretasi Normal Tinggi Normal Normal Rendah Normal Normal Rendah Normal Normal USG Abdomen Terdapat batu pada fellea.2 135 104 Nilai Normal <125 <200 <150 10.63 1.40 2 -8 Normal Rendah Normal Normal Normal Normal Kimia Klinik Pemeriksaan GDS Kolesterol total Trigliserid Ureum Creatinin SGOT SGPT Kalium Natrium Chlorida Hasil 82 205 70 14.0 0.00 0.0 – 50.50 16 9 3.5 – 5.40 8. 8 cm Ren dextra sinistra baik Kesan : gambaran kolelitiasis DAFTAR ABNORMALITAS .90 0 – 35 0 – 35 3.70 25 . diameter 1.0 .20 38.Monosit abs Eosinofil Basofil Neutrofil Limfosit Monosit 0.0 0.30 52.1 2-4 0-1 50 .

protein. . hipokondrium dextra. epigastrium. Extracorporeal untuk mengangkat asam IPMX IpEX Terapi disolusi dengan menggunakan garam empedu yaitu Chenodeodeoxycholat Shock Wave Lithotripsi (ESWL). extremitas atas dingin (+/+) Objektif Nyeri abdomen pada regio epigastrium. serta tinggi cairan untuk mencegah dehidrasi. ANALISIS MASALAH Masalah 1 : Cholelitiasis Masalah 2 : Ulcus Pepticum Masalah 3 : Suspek Hemoroid Grade 2 TERAPI Cholelitiasis IpDx IpTX : Colesistography : Lazimnya kandung dilakukan pembedahan empedu (kolesistektomi).Subjektif Mual Pusing Sesak nafas Demam Sulit buang air besar. terutama vitamin yang larut dalam lemak. dan hidrat arang. lumbal dextra. (CDCA). : Tanda – tanda terjadinya infeksi kandung : Makan makanan yang rendah lemak. mineral dan vitamin. cukup empedu (demam) kalori. Tempetarur extremitas bawah dingin (+/+).

anoskopi. pelunak feses : Perdarahan : Makan makanan tinggi serat. tirah baring.Ulcus Pepticum IpDx IpTX IPMX IpEX : Endoscopy : Antasida. putih. penghambat H2 (simetidine. makan dalam porsi sedikit tapi sering. : Lazimnya dilakukan pembedahan. istirahat secara fisik dan emosi. ranitidine) : Perdarahan. banayk minum air untuk mencegah kostipasi. : Diet makanan halus. . pemeriksaan digital. Suspect Apendixitis IpDx IpTX IPMX IpEX : Inspeksi. perforasi. pemeriksaan protoskopi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->