Anda di halaman 1dari 17

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


1

Dalam perkembangan Islam di Indonesia selalu menimbulkan sentiment

terhadap bangsa Barat, bahkan terus meluas seiring dengan perkembangan peradaban modern yang menempatkan komunitas Muslim dalam posisi tertinggal. Memori Perang Salib kemudian menjadi actual dalam momen-momen tertentu yang bisa memicu semangat jihad dan anti Barat. Suasana tragis dan gemilang sekaligus dalam sejarah perluasan dan perkembangan islam itu selalu dihidupkan kembali dalam hampir semua kegiatan Islam, khutbah-khutbah, pengajian dan pendidikan di rumah hingga pendidikan formal disekolah (dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi). Islam memandang bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap orang (education for all), laki-laki atau perempuan dan berlangsung sepanjang hayat (long life education). 2Dalam bidang pendidikan islam memiliki rumusan yang jelas dalam bidang tujuan, kurikulum, guru, metode, sarana dan lain sebagainya. Dalam AlQuran dapat dijumpai berbagai metode pendidikan seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan, teladan dan nasihat seperti yang terdapat pada surat Al-Alaq.
1

Singh, Bilver & Abdul Munir Mulkhan. Jejaring Radikalisme Islam Di Indonesia. 2012. Yogyakarta : Percetakan Galangpress. Hal. 25 2 Nata, Abuddin. 2009. Metodologi Studi Islam. Jakarta : Rajawali Press. Hal. 88.

Kalau di review, Masyarakat Indonesia pada masa penjajahanpun mayoritas sudah mengenal adanya pendidikan islam seperti yang diajarkan oleh para ulama dan itu menjadi pengaruh besar terhadap perkembangannya, juga sangat besar fungsinya untuk kemerdekaan Indonesia dari penjajahan,
3

sehingga Jepang

berpendapat, organisasi-organisasi Islamlah yang sebenarnya mempunyai masa yang patuh dan hanya dengan pendekatan agama, penduduk Indonesia dapat dimobilisasi. Oleh karena itu, kalau organisasi-organisasi non keagamaan dibubarkan, organisasi-organisasi besar Islam seperti, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan kemudian Persyarikatan Ulama (Majalengka), Majlis Ala Indonesia (MIAI), yang kemudian dilanjutkan dengan Majelis Syura Muslim Indonesia (Masyumi) diperkenankan kembali meneruskan kegiatannya. Permohonan Masyumi juga diterima pemerintah pendudukan jepang untuk mendirikan barisan Hizbullah, padahal ini adalah politik para ulama dan santri untuk dijadikan alat melawan penjajah. Setelah itu dialog resmi ideologis antara dua golonganpun dilakukan dengan terbuka dalam suatu forum. Panitia Sembilan sebagai panitia persiapan kemerdekaan Indonesia melaksanakan dialog semacam sebuah komisi dari forum itu, membahas hal-hal yang sangat mendasar, preambul UUD. Lima orang mewakili golongan nasionalis sekuler (Soekarno, Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, Maramis dan Subardjo) dan empat orang lainnya mewakili Islam yaitu Abdul Kahar Muzakir, Wachid Hasyim, Agus Salim dan Abikusno Tjokrosujoso. Kompromi yang dihasilkan panitia ini kelak dikenal dengan
3

Yatim, Badri. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Hal. 263-264.

Piagam Jakarta. Pada prinsip ketuhanan terdapat anak kalimat dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Dalam sejarah kehidupan masyarakat, pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang paling hakiki bagi kelangsungan hidup umat manusia. Karena dengan pendidikanlah manusia mampu mengantarkan hidupnya secara ideal. Pendidikan juga merupakan penolong utama bagi manusia untuk menjalani hidup ini. Karena tanpa pendidikan, manusia sekarang ini tidak akan berbeda dengan keadaan masamasa purbakala dahulu. Sehingga maju mundur atau baik buruknya suatu bangsa akan ditentukan oleh keadaan pendidikan yang dijalani bangsa itu. Kalau kita kaitkan teori tersebut dengan keaadaan pendidikan yang ada di Negara kita ini memang benar adanya, negara kita belum dikatakan negara maju salah satu faktornya adalah keadaan pendidikan di negara kita yang kacau balau, salah satu contohnya adalah belum meratanya pendidikan bagi rakyat Indonesia, padahal mendapat pendidikan adalah hak setiap warga negara Indonesia. Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk setiap umat manusia, karena dengan pendidikan semua dapat mencapai derajat yang di inginkan oleh setiap manusia, sesuai dengan tujuan yang dicita-citakannya, sebagimana Allah berfirman dalam surat Al-Mujadalah ayat 11, yang berbunyi :

Artinya :Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan

orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan.(QS.Al-Mujadalah:11)

Ayat tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi setiap insan, untuk menggapai semua apa yang di cita-citakannya sesuai dengan tujuan dasar manusia itu sendiri, yaitu dengan memiliki keimanan dan memiliki ilmu pengetahuan sesuai dengan bidangnya serta metode dan senantiasa mengedepankan kemaksimalan ikhtiar pada setiap langkah (proses) menuju tujuan tersebut. 5Secara umum tujuan hidup manusia tercermin dalam doa sapu jagat yang senantiasa dimohonkan oleh kaum muslimin. Pada jangka pendek, kesejahteraan dunia menjadi sasaran untuk meraih tujuan jangka panjang, yakni kebahagiaan akhirat. Islam menegaskan bahwa dunia adalah lahan investasi akhirat, kebahagiaan akhirat lebih kekal daripada kebahagiaan dunia. Dalam perkembangan kebudayaan manusia, tumbuhlah tuntutan akan adanya pendidikan yang terselenggarakan lebih baik, lebih teratur dan didasarkan atas pemikiran yang matang dan sistematis. Manusia ingin lebih mempertanggung jawabkan cara ia mendidik generasi penerusnya agar lebih berhasil dalam melaksanakan hidupnya dalam pertemanan dan perjalanannya dengan sesama dan dunia serta hubungannya dengan Tuhan. Karena sesungguhnya dalam dunia dinamis ini, masyarakat selalu mengalami perubahan. Bila tidak turut berubah dan

4 5

Departemen Agama RI. 2007. Al-Quran dan Terjemahan. Jakarta : CV. Nala Dana Fadlullah, dkk.2005.Islam Progresif.Serang:Untirta Press. Hal.18

mengikuti pertukaran zaman justru akan membahayakan eksistensi masyarakat itu sendiri. Disadari atau tidak kita sesungguhnya adalah islam turunan yang secara logis kita mengikuti orang-orang sebelum kita, melalui orang tua dan kakek atau nenek moyang kita semua, cara bagimana kita mempelajari islam yang benarpun sangat penting kita ketahui, belajar kepada para ulama dan bersandar pada kitab-kitab sebagai sumber dan referensi untuk menambah ilmu pengetahuan serta wawasan keislaman, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Shod ayat 29 :

Artinya :ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh

dengan keberkahan supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya, dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.

Pada ayat tersebut sesungguhnya dijelaskan setiap apa yang kita lakukan harus bersumber dari kitab Al-Quran (Referensi Keilmuan yang relefan) dan senantiasa belajar (mencari ilmu) kepada orang yang berpengetahuan agar selalu selaras dengan tujuan yang diharapkan, tidak menyimpang dan salah kaprah, sehingga tujuan dari pendidikan yang sesungguhnya dapat digapai dan direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ibid.

Analisis keilmuan harus dilakukan oleh setiap insan, apalagi kita sebagai insan akademik yang haus akan pengetahuan, khusunya dalam bidang pendidikan, sehingga dengan adanya analisis tersebut kita dapat membedakan mana sumber pengetahuan yang baik dan relevan, mana sumber dan referensi yang tidak relevan. Sebagai islam turunan tentunya harus banyak mengkaji dan menganalisis sumber-sumber dan referensi keislaman khusunya dalam bidang pendidikan, karena semua aktivitas keilmuan itu berawal dan bersumber pada pendidikan. Sebagai salah satu upaya untuk mengkaji dan menganalisis referensi keIslaman khusunya dalam bidang pendidikan, maka penulis akan mencoba

menganalisis sebuah Konsep Pendidikan Islam Perspektif Abudin Nata (Prof. Dr. Abudin Nata). Beliau memandang sejarah Islam merupakan salah satu bidang studi yang banyak menarik perhatian para peneliti baik dari kalangan sarjana muslim maupun nonmuslim, karen banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut. Bagi umat Islam, mempelajari sejarah Islam selain akan memberikan kebanggaan juga sekaligus pengingat agar berhati-hati. Dengan mengetahui bahwa umat islam dalam sejarah pernah mengalami kemajuan dalam segala bidang selama beratus-ratus tahun misalnya, akan memberikan rasa bangga dan percaya diri menjadi orang muslim. Demikian pula dengan mengetahui bahwa umat Islam juga mengalami kemunduran, penjajahan dan keterbelakangan, akan menyadarkan umat Islam untuk memperbaiki keadaan dirinya dan tampil untuk berjuang mencapai kemajuan.

Sementara itu, 7bagi para peneliti Barat, mempelajari sejarah Islam selain diajukan untuk pengembangan ilmu, juga terkadang dimaksudkan untuk mencaricari kelemahan dan kekurangan umat Islam agar dapat dijajah dan sebagainya. Disadari atau tidak, selama ini informasi mengenai sejarah Islam banyak berasal dari hasil penelitian para sarjana Barat. Ilmu pendidikan Islam yang diterapkan di lembaga formal, nonformal dan informal harus seiring dengan kebutuhan dan perkembangan hidup manusia. Jika memang selama ini ada yang kurang lengkap mengenai ilmu pendidikan dalam membangun kemajuan pendidikan Islam, rasanya harus ada anlisis yang lebih dalam mengenai ilmu pendidikan Islam. Karena pada hakikatnya Pendidikan Islam memerlukan konsep dan teori yang jelas dan terarah sesuai dengan tujuan pendidikan Islam yang sebenarnya. Berdasarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah penelitian dengan judul ANALISIS ILMU PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM MENURUT PROF. Dr. H. ABUDDIN NATA, MA. Semoga dapat menambah khazanah baru mengenai keilmuan dalam pendidikan Islam untuk sebuah kemajuan pendidikan Islam.

Nata, Abuddin. 2009. Metodologi Studi Islam. Jakarta : Rajawali Press.

B. Rumusan Masalah Rumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pernyataan-pernyataan apa saja yang ingin kita carikan jawabannya, atau dengan kata lain rumusan masalah merupakan penyataan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalah yang akan diteliti8. Rumusan masalah awal yang terurai dalam latar belakang masalah di atas memberikan petunjuk yang belum jelas. Oleh karena itu untuk mengetahui sekaligus membatasi studi pustaka yang akan dibahas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. 2. Bagaimana analisis Ilmu pendidikan dalam Perspektif Islam? Bagaimana analisis Prof. Dr. Abuddin Nata mengenai ilmu pendidikan Islam? 3. Bagaimana korelasi antara ilmu pendidikan dalam perspektif Islam dengan pemikiran Abuddin Nata?

C. Tujuan Penelitian Setiap penelitian tentu mempunyai tujuan dan kegunaan, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk menganalisis Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam? 2. Untuk mengetahui analisis Abuddin Nata mengenai ilmu pendidikan Islam?

Suharsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran Secara Manusia,(Jakarta: Rineka Cipta, 1980), hlm. 312

3. Untuk mengetahui korelasi antara ilmu pendidikan dalam perspektif islam dengan pemikiran Abudin Nata? Kegunaan Penelitian Penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Secara Teoretis, a. Dapat memberikan kontribusi dan sumbangsih ilmu pengetahuan

sebagai khazanah dan cakrawala keilmuan terutama ilmu pendidikan Islam. b. Dapat menambah teori-teori baru dalam pengembangan keilmuan pendidikan Islam 2. Secara praktis, a. Bagi para pembaca yang mempunyai kemauan untuk mengkaji keilmuan pendidikan khususnya ilmu pendidikan Islam sehingga ilmu pendidikan Islam akan semakin berkembang dan berimplikasi terhadap kemajuan pendidikan itu sendiri b. Dapat menambah referensi baru bagi para dosen dan mahasiswa untuk dijadikan referensi dalam ilmu pendidikan Islam. 3. Bagi penulis a. Dapat menambah wawasan keilmuan bagi penulis khususnya dalam bidang ilmu pendidikan Islam. Karena penelitian studi conten analisis ini merupakan hasil dari pendidikan yang sudah ditempuh sesuai

10

jurusannya yaitu di Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Manshur (STAISMAN) jurusan/prodi Pendidikan Agama Islam. b. Dapat meningkatkan kepercayaan diri penulis untuk lebih

mengembangkan lagi dalam berbagai penelitian lain sehingga menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke tahap berikutnya. E. Definisi Istilah Agar pengertian judul skripsi tentang Analisis Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam Menurut Prof. Dr. Abudin Nata tidak menyimpang dari makna yang dikehendaki, maka disini perlu dijelaskan istilah pada judul yang telah diangkat penulis. Analisis : Analisis adalah penguraian pokok persoalan atas bagian bagian, penelaahan bagian-bagian tersebut dan hubungan antar bagian untuk mendapatkan pengertian yang tepat dengan pemahaman secara keseluruhan.9 Ilmu Pendidikan : Ilmu pendidikan adalah ilmu yang mengenai teori-teori yang

mempelajari

berkaitan dengan masalah pendidikan baik yang berupa tujuan, isi, kurikulum, evaluasi dan sebagainya.

M. Dahlan Al Barry & Lya Sofyan Yacub, Kamus Induk Istilah Ilmiah, (Surabaya : Arkola 2003), hlm. 606

11

Perspektif Islam

: :

Pandangan sebagai acuan, sudut pandang.10 AL-Islam berasal dari kata bahasa Arab yaitu Aslama, Yuslimu, Islaaman yang berarti

penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Menurut Istilah yaitu agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW untuk disampaikan kepada segenap umat manusia agar memperoleh keselamatan, kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Islam juga adalah agama terakhir yang diturunkan Allah SWT dan menjadi penyempurna agama yang diturunkan

sebelumnya, bahkan menjadi agama yang diridhoi di sisi-Nya.11 F. Langkah-Langkah Penelitian Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research). Penelitian ini dilakukan dengan bertumpu pada data kepustakaan tanpa diikuti
10

M. Dahlan Al Barry & Lya Sofyan Yacub, Kamus Induk Istilah Ilmiah, (Surabaya : Arkola 2003), hlm. 606
11

Hasbi Ashshidiqi dkk, op, cit. cet Ke-4

12

dengan uji empirik. Jadi, studi pustaka disini adalah studi teks yang seluruh substansinya diolah secara filosofis dan teoritis.12 Karena penelitian ini seluruhnya berdasarkan atas kajian pustaka atau literer, sedangkan pendekatan yang digunakan dengan dua pendekatan. Pertama, pendekatan historis, yaitu pendekatan untuk mengkaji biografi Abuddin Nata, karya-karya beliau, khususnya yang berkaitan dengan ilmu pendidikan Islam. Kedua, pendekatan filosofis, yaitu pendekatan yang mengkaji pemikiran Abuddin Nata secara kritis, evaluatif reflektif yang berkaitan dengan ilmu pendidikan Islam. 2. Sumber Data 2.1. Sumber Data Primer Sumber data primer adalah data yang diambil dari karya asli pada tokoh yang dibahas dalam penulisan skripsi. 13Beberapa sumber yang digunakan yaitu : a. Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Rajawali Pers, 2009), Cet. Ke-1 b. Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, (Jakarta : Rajawali Pers, 2009), Ed. Revisi-16 c. Abuddin Nata, Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran. (Jakarta : Prenada Media, 2010)

12 13

Noeng Muhadjir, Metode Kualitatif, (Yogyakarta : Rake Sarasin, 1996), hlm. 158-159 http://ppsuika.ac.id/2012/02/prof-dr-h-abuddin-nata-ma

13

d. Abuddin Nata. Politik Pendidikan Islam (Politic of Education). (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006) e. Abuddin Nata, Pendidikan dalam Perspektif Hadits (Education in the Prophet Muhammad Tradition Perspective). (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006) f. Abuddin Nata. Pendidikan dalam Perspektif Al-Quran (Education in the Quranic Perspective). (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006)

2.2

Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber data yang diambil yang berkaitan dengan pembahasan skripsi ini. Beberapa sumber yang digunakana di antaranya : a. Yatim, Badri. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Hal. 263-264. b. Singh, Bilver & Abdul Munir Mulkhan. Jejaring Radikalisme Islam Di Indonesia. 2012. Yogyakarta : Percetakan Galangpress. c. Departemen Agama RI. 2007. Al-Quran dan Terjemahan. Jakarta : CV. Nala Dana d. Fadlullah, dkk.2005.Islam Progresif. Serang : Untirta Press. Hal.18 e. http://mpiuika.wordpress.com/2009/11/08/makalah-diskusianalisis-kebiajakan-pendidikan-islam-kelompok-2

14

f. M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumui Aksara, 2008), Cet. Ke-3 g. H. Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002) h. Dzakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009) Cet. Ke-8 i. Beni Ahmad Syaebani, ilmu Pendidikan Islam, (Bandung:

Pustaka Setia, 2009) Jilid I j. Hasan Basri dan Beni Ahmad Syaebani, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka Setia, 2010) Jilid II a. Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2006) b. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009) Cet ke-19 c. Amsal Bahtiar, Filsafat Ilmu, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007) d. Marwan Saridjo, Mereka Bicara Pendidikann Islam; Sebuah Bunga Rampai (Jakarta: Remaja Rosdakarya, 2009), cet, Ke-1 e. Dan referensi lainnya yang bersangkutan dengan judul yang penulis angkat.

15

3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian kajian pustaka ini

menggunakan metode dokumentasi . Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.14 Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), ceritera, biografi, peraturan dan kebijakan.15 Metode dokumenter merupakan metode paling tepat dalam memperoleh data yang bersumber dari buku-buku sebagai sumber dan bahan utama dalam penulisan penelitian ini.16

4. Analisis Data Data yang telah terkumpul tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode sebagai berikut : a. Metode analisis isi (content analysis). Analisis isi merupakan suatu teknik sistematis untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan.17 b. Metode anlisis deskriptif, yaitu suatu metode yang menguraikan secara teratur seluruh konsepsi dari tokoh yang dibahas dengan lengkap tetapi ketat.18
14 15

Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung, Alvebeta, 2009), Cet. Ke- 8 2009 Ibid. 16 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 1996), hlm. 234 17 Amirul Hadi dan Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung : Pustaka Setia, 1998), hlm. 175

16

c.

Metode anlisis menggunakan

komparatif, yaitu logika

metode

dengan

cara

perbandingan dengan teori - teori untuk

mendapatkan keragaman teori yang masing - masing mempunyai relevansi.19 Dalam penelitian ini, metode komparatif digunakan untuk membandingkan sudut pandang pandang para ahli yang lainnya. G. Sistematika Penulisan Untuk memperoleh gambaran skripsi ini secara singkat, maka sistematika penulisan terbagi menjadi lima bab, dengan perincian sebagai berikut : BAB I Pendahuluan, berisi tujuh uraian tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, definisi istilah, langkah-langkah penelitian serta yang terakhir sistematika penulisan BAB II Biografi Singkat Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA yang di dalamnya meliputi: kelahiran Abuddin Nata, Pendidikan dan Pengalaman Abuddin Nata, Ilmu dalam Pespektif Abuddin Nata, Pendidikan Islam dalam Perspektif Abuddin Nata, Latar Belakang Pemikiran Abuddin Nata dan Karya-karya Abuddin Nata.
18

Abudin Nata dengan sudut

Anton Bakker, Metodologi Penelitian Filsafat, (Yogyakarta : Kanisius, 1990), hlm. 70

19 25

Noeng Muhadjir. Penelitian Kualitatif. ( Yogyakarta : Rake Sarasih, 2002 ) hlm. 23 Peter Salim dan Yeni Salim, Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer. (2002)

17

BAB III

Perspektif

Teoretis

dan

Kajian

Pustaka

tentang

Ilmu

Pendidikan Dalam Perspektif Islam menurut Abuddin Nata meliputi: Pengertian ilmu pendidikan dalam perspektif Islam, ruang lingkup Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Pengertian Ilmu Pendidikan Islam menurut Abuddin Nata, Ruang lingkup Ilmu Pendidikan Islam, dasar ilmu pendidikan Islam, sejarah Ilmu Pendidikan Islam, tujuan Ilmu Pendidikan Islam, perspektif filsafat ilmu pendidikan Islam serta korelasi antara ilmu pendidikan dalam perspektif Islam dengan Pemikiran Abuddin Nata. BAB IV Berisi tentang Analisis Hasil Penelitian, meliputi: Ilmu pendidikan Islam menurut Abuddin Nata, dasar ilmu

pendidikan Islam, perbedaan antara Filsafat, Ilmu dan Teknik Pendidikan Islam, masalah-masalah Ilmu Pendidikan Islam menurut Ahmad Tafsir, serta analisis kritis terhadap pemikiran Ahmad Tafsir tentang Ilmu Pendidikan Islam BAB V Penutup meliputi : Simpulan dan Saran