Anda di halaman 1dari 1

B. Ekstraksi Bahan Dalam pembuatan ekstrak, bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah bagian perikarp.

Buah yang dipilih adalah buah berwarna hijau segar, dan belum terlalu tua untuk mendapat kandungan flavonoid yang diinginkan berdasar Choi dkk., (2007). Buah diambil dari satu daerah untuk menghindari variasi kandungan kimia tanaman apabila bahan diambil dari daerah yang berbeda-beda akibat kondisi iklim dan lingkungan yang berbeda. Ekstrak etanolik kulit buah jeruk bali (EJB) dibuat dengan mengekstraksi serbuk dengan metode maserasi. Prinsip dasar maserasi adalah perendaman serbuk simplisia dalam penyari yang sesuai, sehingga zat aktif dapat terlarut dan terbawa keluar karena adanya perbedaan konsentrasi zat aktif terlarut di dalam sel dengan zat terlarut di luar sel. 32 Maserasi dilakukan dengan merendam 500 gram serbuk kulit buah jeruk bali dengan 5 liter etanol 70% (1:10) selama 7 hari. Penggojogan dilakukan 2 kali sehari. Etanol 70% merupakan pelarut yang bersifat polar bila dibandingkan dengan etanol 96% yang dapat menyari senyawa dalam bahan secara simultan. Senyawa yang terdapat dalam kulit buah jeruk bali yang diduga mempunyai efek estrogenik yaitu naringin, hesperidin, rutin. Senyawa tersebut merupakan senyawa polar sehingga penggunaan etanol 70% diharapkan dapat menyari senyawa tersebut lebih baik daripada etanol 96%. Filtrat yang diperoleh dari hasil total maserasi yang didapatkan kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator. Digunakan alat rotary evaporator karena alat ini tidak menggunakan pemanasan yang tinggi sehingga senyawa aktif tidak rusak akibat pemanasan. Hasilnya diperoleh ekstrak kental dengan berat 52,7 gram. Ekstrak yang diperoleh mempunyai konsistensi kental, berwarna hijau tua kehitaman, berbau khas jeruk bali.
Preparasi ekstrak Pengeringan simplisia

Pembuatan serbuk Ekstraksi dengan etanol 70% Ekstrak kental