Anda di halaman 1dari 30

SPESIFIKASI TEKNIK TECHNICAL SPECIFICATION

A. PEKERJAAN PEMBORAN SUMUR PRODUKSI DAN SUMUR UJI A. DRILLING AND PUMPING TEST PRODUCTION WELL
I. I UMUM INTRODUCTION

1.1. LINGKUP PEKERJAAN SOPE OF WORK Spesifikasi teknik ini digunakan secara umum untuk kontrak pemboran sumur uji dan sumur produksi. Technical specifications are used in general to contract drilling test wells and production wells. 1.2. PERALATAN UTAMA DAN PERALATAN BANTU MAIN AND ADDITIONAL EQUIPMENT 1.2.1. Peralatan Utama Main Equipment Mesin bor dan perlengkapan yang akan digunakan harus lengkap dan sesuai dengan pembakuan seperti di bawah ini. Drilling machines and equipment to be used must be complete and in accordance with such standardization below. 1) Mesin bor Drilling Machine a. Mesin bor yang digunakan adalah tipe mesin bor putar (rotary drilling rig) untuk pemboran air tanah dengan sistem sirkulasi lumpur langsung (direct mud circulation). Drilling machine used is a type of rotary drilling machine (rotary drilling rig) for groundwater drilling with mud circulation system (direct mud circulation). Ukuran dan kapasitas mesin bor harus sesuai dengan ketentuan berikut ini.
The size and capacity of drilling machines must comply with the following provisions.

b.

- Kapasitas
Capacity

200 m dengan stang bor minimal berukuran 2 7/8


200 m with a minimum bore size handlebars 2 7/8

- Menara/tripod - Draw work

: :

tinggi minimum 8 m dengan kekuatan menahan beban 12.000 kg.


Minimum height at 8m with load ability 0f 12.000 kg

kapasitas 3.500 kg single line dan 200 m kawat seling diameter 16 mm


3.500 kg single line capacity at 200 m sling with 16 mm diameter

- Rotary table/ Spindle torque - Power unit c.

mampu memutar stang bor 2 7/8 dan memasang casing 16


Able to spin 2 7/8 drill rod and able to palce 16 casing

sesuai dengan karakteristik mesin bornya.


Suitable with drilling machine characteristics

Mesin bor dipasang dalam bentuk skid mounted, truck atau tractor mounted.
Drilling machine mounted in a skid mounted, truck or tractor mounted.

2) Mud Pump (pompa lumpur) Pompa lumpur untuk sirkulasi pemboran harus berupa pompa lumpur duplex atau triplex piston, double action piston, dengan kapasitas minimal 600 lt/menit dan tekanan kerja 20 kg/cm2 atau digunakan dua pompa duplek piston seperti di atas yang digabung paralel.
Pump for circulating drilling mud must be a duplex or triplex mud pump piston, "double action piston", with a capacity of at least 600 l / min and working pressure 20 kg/cm2 or use two duplex piston pumps such as the above are combined in parallel.

3) Kompresor Udara Kapasitas minimal untuk kompresor udara yang diijinkan dipakai minimal adalah 350 cfm dengan tekanan kerja 120 psi.
Minimal capacity for air compressors used minimum allowable is 350 cfm at 120 psi working pressure.

4) Semua peralatan tersebut di atas harus terbukti dalam kondisi baik dan siap pakai.
All of the above equipment must be proven in good condition and ready to use.

1.2.2. Peralatan Bantu Additional Equpment 1) Stang Bor


drill handlebar

Setiap mesin bor harus dilengkapi dengan stang bor konvensional berdiameter minimal 2 7/8 dengan total panjang tidak kurang dari 100 m. Stang bor harus lurus dan dilengkapi sambungan dalam kondisi baik dan aman dipakai.
Each boring machine shall be equipped with a conventional drill handlebar minimum diameter of 2 7/8 "with a total length of not less than 100 m. Drill handlebar should be straight and has connections in good condition and safe to use.

2) Drill Collar dan Sub Rangkaian pipa bor (drill string) harus dilengkapi dengan minimum dua buah drill collar ukuran 4 x 3 m dan satu buah ukuran 6 x 3 m, lengkap dengan kombinasi sambungan (sub) yang sesuai.
The series of drill pipe ("drill string") must be equipped with a minimum of two "drill collar" size 4 "x 3 m and one size 6" x 3 m, equipped with a combination of connections (sub) as appropriate.

3) Mata Bor (Drill Bit) Tersedia dalam jumlah cukup Roller Rock Bit dengan ukuran diameter antara 8 sampai 16 dan wing bit ukuran 17 dan 20 yang telah disetujui Direksi dan harus selalu tersedia di lokasi pemboran.
Available in sufficient quantities " Roller Rock Bit" with a diameter of between 8 "to 16" and wing bits size 17 "and 20" that have been approved by the Board of Directors and should be available at the drilling location.

4) Mesin Las
Welding machine

Mesin las kapasitas minimal 200 Amps, lengkap dengan alat pemotongnya harus selalu tersedia di lokasi pemboran.
Welding machine capacity of at least 200 Amps, complete with a cutter should always be available at the drilling location.

5) Peralatan Pemompaan Uji


Pumping test equipment

- Pompa selam (submersible) atau turbin dengan kapasitas minimum 30 l/dt dengan head 40 m lengkap dengan genset atau mesin penggeraknya dengan kapasitas yang sesuai. - Alat ukur tinggi muka air dengan akurasi 1 cm (listrik). - Alat ukur debit air : Orifice atau V-notch tank / Thomson - Termometer, pH meter, EC meter untuk lapangan - Untuk setiap paket pekerjaan minimum harus disediakan 2 (dua) unit.
- submarine/sink Pumps (submersible) or turbine with a minimum capacity of 30 l / s to 40 m head complete with a generator or propulsion engines with appropriate capacity.

- Water level gauge with an accuracy of 1 cm (electricity). - Water discharge gauges: Orifice or V-notch tank / Thomson - Thermometer, pH meter, EC meter for field - For each work package to be provided a minimum of 2 (two) units.

6) Peralatan Penyempurnaan Sumur untuk tiap Rig terdiri atas :


Well Completion equipment for each rig consists of

- Double Swabbing Block 6 (Lampiran D-1 dan D-2) - Single Swabbing Block 6 (Lampiran D-E) - Rising Pipe 3 lengkap dengan pipa air line dan fitting
Double Swabbing Block 6 (Appendix D-1 and D-2) Single Swabbing Block 6 (Appendix D-E) Rising Pipe 3 complete with pipe" water line "and fitting

1.3. PERSIAPAN LOKASI PEMBORAN DRILLING LOCATION PREPARATIONS Bila pelaksanaan pemborannya menggunakan sistem direct circulation mud flush, Kontraktor harus menyiapkan 2 mud pit untuk sirkulasi lumpur pemboran. Tiap mud pit berukuran kedalaman 2.0 meter, panjang 2.0 meter dan lebar 2 meter dengan kemiringan tertentu. Kedua mud pit tersebut harus dihubungkan dengan saluran dengan berukuran lebar 0,7 meter dan dalam 0,3 meter. Saluran itu harus diselingi dengan dua cekungan yang berukuran 1 x 1 x 1 m. Bak lumpur harus ditembok untuk mencegah keruntuhan.
When implementing its drilling mud circulation system uses direct-flush, the Contractor shall prepare 2 mud pit for drilling mud circulation. Each mud pit depth measuring 2.0 meters long, 2.0 meters wide and 2 meters with a certain slope. Both mud pit must be connected to a channel with a width of 0.7 meters and 0.3 meters in. The channel should be interspersed with two basins measuring 1 x 1 x 1 m. Bak had mud walled to prevent collapse.

1.4. JALAN MASUK KE LOKASI PEMBORAN ENTERACE TO DRILLING LOCATION Kontraktor harus membangun atau memperbaiki jalan masuk ke lokasi pemboran. Jalan masuk tersebut lebar 3 meter dan dibuat dengan lapisan batu setebal 0.25 meter sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat dalam musim hujan.
The Contractor shall construct or improve access to drilling locations. The entrance is 3 meters wide and is made with a thick layer of rock that can be passed 0:25 meter fourwheel vehicles in the rainy season ..

1.5. PEMBERITAHUAN MEMULAI KEGIATAN ACTIVITIES ANNOUNCEMENT

Kontraktor harus memberitahu secara tertulis kepada Direksi, minimum 24 jam sebelum pemboran dimulai. Jika peralatan yang diperlukan masih belum lengkap, Kontraktor tidak boleh memulai pemboran. Kontraktor harus mengirim surat pemberitahuan minimal 6 jam sebelum melaksanakan pekerjaan penting, misalnya logging listrik, pemasangan casing dan pemasangan saringan, gravel packing, pencucian sumur, pemompaan uji dan lain-lain.
The Contractor shall notify in writing to the Board of Directors, minimum of 24 hours before drilling begins. If the necessary equipment is still incomplete, the Contractor must not start drilling. Contractor shall send written notification at least 6 hours before carrying out important work, such as electrical logging, casing installation and installation of the filter, gravel packing, washing wells, pumping tests, and others.

1.6. PENGHENTIAN PEKERJAAN PEMBORAN DRILLING DISMISSAL Pekerjaan Kontraktor dapat dihentikan oleh Direksi jika terbukti Kontraktor mengabaikan instruksi dalam pelaksanaan pekerjaan atau kesalahan dalam penyediaan fasilitas, peralatan dan material sesuai dalam program yang telah disampaikan Kontraktor sebelum dimulainya pekerjaan pemboran. Kontraktor akan diijinkan meneruskan bila segala perlengkapan yang dibutuhkan telah tersedia sesuai Spesifikasi Teknik.
Contractor Employment may be terminated by the Board of Directors if convicted Contractor ignore instructions or errors in the execution of the work in the provision of facilities, equipment and materials in accordance to the program that was submitted prior to the commencement of work of the drilling contractor. The contractor will be allowed to continue if all the necessary equipment is available under Specifications.

1.7. PENYELESAIAN PEKERJAAN PEMBORAN DRILLING COMPLETION Pekerjaan harus diselesaikan paling lambat dalam waktu 100 hari kalender setiap sumur bor sesudah Surat Perintah Kerja dikeluarkan.
The work must be completed not later than 100 calendar days after each well drilled as Work Order was issued.

II.

OPERASI PEMBORAN DRILLING OPERATION

2.1. JENIS SUMUR WELL TYPE Pemboran yang akan dilaksanakan adalah untuk sumur produksi dan sumur uji yang akan ditingkatkan menjadi sumur produksi, sesuai dengan desain standar konstruksi sumur produksi.
Drilling to be carried out is to test production wells and wells that will be upgraded to production wells, according to the design standards of construction of production wells.

2.2. PEMASANGAN MESIN BOR DRILLING MACHINE INSTALLATION Sebelum memulai kegiatan pemboran, mesin bor harus ditempatkan di atas landasan yang kuat dengan memperhatikan serta menjamin memperoleh hasil pemboran yang terbaik dan menghindari semua resiko kerusakan mesin bor itu sendiri dan pada personel Kontraktor.
Before drilling started, drilling machine must be placed on a solid foundation with heed and to ensure to obtain the best drilling results and avoid all risk of damage to the machine itself and the drilling contractor personnel.

2.3. PEKERJAAN PEMBORAN DRILLING PROGRESS Kontraktor harus menyelesaikan keseluruhan mobilisasi mesin bor dan peralatan pendukungnya secara lengkap dalam waktu paling lambat 20 hari sesudah tanggal Surat Perintah Kerja. Kontraktor harus membor lubang bor sampai kedalaman seperti yang diuraikan dalam Spesifikasi Tekhnik, dengan cara bor putar, pembilasan langsung (direct rotary circulation method) baik dengan lumpur maupun udara, menurut pilihannya. Kedalaman yang sudah direncanakan dapat diubah oleh Direksi sehubungan dengan keadaan dan atau keberadaan akuifer.
The contractor must complete the entire mobilization drill machine and supporting equipment in full no later than 20 days after the date of Work Order. Contractor must drill boreholes to depths as described in the Specifications Engineering, by way of rotary drill, flushing (direct circulation rotary method) either with mud or air, according to his choice. The depth of the plan can be changed by the Board of Directors with respect to the circumstances and or the presence of aquifers.

Urutan standar pelaksanaan pekerjaan pemboran sumur produksi yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor adalah sbb.: 1) Kegiatan pendahuluan termasuk persiapan lokasi pemboran. 2) Pengangkutan mesin bor dan peralatan ke lokasi dan pemasangan rig 3) Membor lubang diamater 20 sedalam 12 m atau lebih sesuai dengan perintah Direksi. 4) Pengadaan dan pemasangan pipa konduktor permanen berdiameter minimum 18 sedalam minimum 6 m. 5) Membor lubang pandu (pilot hole) minimum diameter 6 dengan menggunakan roller rock bit dari kedalaman ujung dasar pipa konduktor hingga kedalaman 50 m - 80 m atau sesuai dengan perintah Direksi. 6) Melakukan penampangan logging listrik.

7) Membuat catatan laporan data pemboran, penampangan logging listrik termasuk penafsirannya dan deskripsi cuttings pemboran untuk digunakan sebagai dasar bagi penyusunan gambar konstruksi sumur. Gambar Konstruksi Sumur dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari Direksi. 8) Dalam hal akuifer yang tidak produktif, lubang pandu akan ditutup. Apabila dijumpai akuifer yang produktif, lubang pandu akan dijadikan sumur produksi dengan cara pelaksanaan pekerjaan mengikuti butir-butir berikut. 9) Memperbesar lubang pandu menjadi minimum berdiameter 17 untuk pemasangan jambang pompa dan menjadi minimum berdiameter 12 untuk pemasangan pipa naik, dengan menggunakan roller rock bit. 10) Pengadaan dan pemasangan pipa jambang 10 serta pipa naik dan saringan 6 hingga kedalaman yang ditentukan. 11) Pengujian ketegaklurusan dan kelurusan pipa jambang. 12) Pemasangan pipa (stang) bor/drill rod hingga dasar lubang untuk mencairkan atau membilas cairan bor sebelum pemasangan selubung kerikil (gravel pack). 13) Pengadaan dan pengisian selubung kerikil dari kedalaman dasar lubang hingga kedalaman ujung dasar pipa konduktor atau pada kedalaman yang telah ditentukan. 14) Penyempurnaan sumur dengan cara air lift, mechanic atau hydraulic swabbing, jetting berkecepatan tinggi (High Velocity Jetting) pada pipa naik 6 dan screen 15) Penyemenan bagian atas jambang pompa sebagaimana ditentukan Direksi. 16) Pembongkaran peralatan. 17) Uji kemampuan sumur dengan pemompaan percobaan, uji pemompaan surut berjenjang. 18) Penyempurnaan sumur apabila dianggap perlu 19) Pemompaan uji berdebit tetap selama 48 jam berikut pengamatan masa kambuh. 20) Pembuatan lantai beton sumur (1.0 x 1.0 x 0.40 m 3), pemasangan tutup sumur dan patok beton.
Standard sequence of execution of work drilling production wells to be used by the Contractor are as follows.: 1) The introduction including preparation of drilling locations. 2) Transportation drilling machines and equipment to the location and installation of the "rig" 3) Gimlet diameter holes 20 "deep as 12 m or more in accordance with the order of Directors. 4) Procurement and installation of permanent conductor diameter pipe at least 18 "minimum depth of 6 m. 5) Gimlet scout hole (pilot hole) minimum diameter 6 "using" rock roller bits "from the depth of the base of the conductor pipe to a depth of 50 m - 80 m or pursuant to an order of Directors. 6) Make penampangan electric logging. 7) Make note of the report of data drilling, electric logging penampangan including the interpretation and description of the drilling cuttings to use as a basis for the preparation of construction drawings wells. "Well Construction Pictures" can be carried out after obtaining approval from the Board of Directors.

8) In the case of non-productive aquifers, scout hole will be closed. If found that productive aquifers, scout holes will be production wells following the execution of work by the following items. 9) Increase the minimum hole diameter waveguides to 17 "for the installation of the pump bowl and a minimum diameter of 12" for the installation of pipes up, using a "rock roller bits". 10) Procurement and installation of pipe bowl 10 "and up pipe and strainer 6" up to a specified depth. 11) Testing ketegaklurusan and straightness pipe bowl. 12) Installation of piping (handlebar) drill / drill rod to the bottom of the hole to dilute or flush drilling fluid prior to installation of casing gravel (gravel pack). 13) Procurement and replenishment of the depth of the casing gravel pit to a depth of the base of the conductor pipe or at a predetermined depth. 14) Completion of the well by means of water lift, mechanic or hydraulic swabbing, jetting high-speed (High Velocity Jetting) on pipes up 6 "and screen 15) Cementing the upper bowl as determined by the Board of Directors pump. 16) Demolition equipment. 17) Test the ability of the well by pumping experiment, test pumping at low tide tiered. 18) Completion of the well if deemed necessary 19) Pumping test berdebit remained for 48 hours following the observation period of relapse. 20) Making concrete floor wells (1.0 x 1.0 x 0:40 m3), cap the wells and the installation of concrete poles.

2.4. DIAMETER PEMBORAN DAN KEDALAMAN PEMASANGAN PIPA BORING DIAMETER AND THE DEPTH OF THE PIPE Lubang bor harus tegak, lurus dan cukup mudah untuk pemasangan pipa casing permanen. Diameter pemboran, pipa konduktor, kedalaman pipa casing permanen (jambang dan pipa naik) dapat diubah atas instruksi Direksi, jika ditemukan keadaan yang lain, seperti batuan keras atau hal-hal lain yang tidak terduga sebelumnya.
The drill hole should be square upright, straight and easy enough for the installation of permanent casing pipe. Diameter drilling, conductor pipe, casing pipe depth permanent (beard and pipe up) can be changed on the instructions of the Board of Directors, if it is found that other circumstances, such as hard rock or anything else that is not unexpected.

2.5. PEMASANGAN PIPA KONDUKTOR PERMANEN PERMANENT CONDUCTOR PIPE INSTALLATION Pipa konduktor permanen dipasang sampai pada minimum kedalaman 6 meter dan harus terbuat dari drum oli standar 200 liter, disemen dari permukaan sampai dasar pipa.
Conductor pipe permanently mounted to the minimum depth of 6 meters and should be made of the standard 200 liter oil drums, cemented from the surface to the base of the pipe.

2.6. PENGAWASAN CAIRAN BOR DRILLING LIQUID SUPERVISION

Dalam hal penggunaan metode bor putar dengan sirkulasi lumpur langsung (direct mud circulation) untuk pemborannya, pengawasan cairan bor yang ketat harus dilakukan, sifat-sifat fisis lumpur bor diperiksa setiap jam dan dicatat dalam Laporan Pemboran Harian. Pemeriksaan sifat-sifat lumpur bor meliputi sedikitnya: berat jenis (density), kekentalan (viscocity), PH, filtrate loss, mud cake, sand content dan resistivity. Mud viscocity dan Density harus dipertahankan serendah mungkin dengan mempertimbangkan formasi yang sedang ditembus dan/atau tekanan artesis yang mungkin akan timbul. Viskositas harus dijaga sekitar 30-40 detik Marsh Funnel, dan density dijaga pada sekitar 1,07 kg/lt. Bentonit dan mud aditive yang sesuai dengan pembakuan API No. 13A, serta aditive kimia yang dapat digunakan harus memperoleh persetujuan dari Direksi. Lumpur bor harus disiapkan/dicampur dengan menggunakan pompa duplek piston dan pencampur bertekanan tinggi (pressure mixer).
In terms of the use of rotary drill with mud circulation (direct mud circulation) for its drilling, drilling fluids strict supervision should be carried out, the physical properties of the drilling mud is checked every hour and recorded in the Daily Drilling Report. Examination of drill mud properties include at least: gravity (density), viscosity (viscocity), PH, "filtrate loss", "mud cake", sand content and resistivity. "Mud viscocity" and "Density" should be maintained as low as possible by considering the formation being penetrated and / or artesian pressure that might arise. Viscosity should be kept around 30-40 seconds Marsh funnel, and density is maintained at about 1.07 kg / lt. Bentonite and mud additives in accordance with API No standardization. 13A, as well as chemical additives that can be used to obtain the approval of the Board of Directors. Drilling mud to be prepared / mixed by using duplex piston pumps and high-pressure mixing ("pressure mixer").

2.7. LOST CIRCULATION Dalam hal terjadi lost circulation, Kontraktor harus memberitahu Direksi segera untuk mendapat persetujuan bila akan menggunakan clogging additive, atau untuk penyemenan, dll tanpa penambahan biaya dari proyek untuk proses tersebut. Kontraktor diharuskan dengan tepat mencatat kemajuan pengeboran bila membor di zona lost circulation untuk dapat mengamati setiap ada perubahan formasi batuan.
In the case of "lost circulation", the Contractor shall immediately notify the Board of Directors for approval when to use clogging additive, or for cementing, etc. without adding the cost of the project to the process. Contractors are required to properly record the progress of the drilling when drilling the lost circulation zone to be able to observe any changes rock formations.

2.8. CONTOH LAPISAN (CUTTINGS) 9

Kontraktor harus mengambil 2 (dua) set contoh batuan hasil pemboran (cuttings) selama pemboran pada setiap 1 meter, dari permukaan sampai kedalaman akhir. Satu set contoh (berat minimal 0,5 kg) harus dicuci dan dikeringkan lalu ditempatkan dalam satu lapisan botol plastik yang tembus pandang. Setiap botol harus bertanda yang tidak terhapus, mencantumkan nomor sumur, lokasi sumur, kedalaman contoh diambil (kedalaman pahat), nomor seri contoh dan tanggal. Set kedua contoh lapisan (berat minimal 0,5 kg) dicuci/dibersihkan dari bentonit dan ditempatkan dalam kotak (kayu atau baja) bersekat untuk memudahkan Direksi memeriksanya di lokasi. Deskripsi sampel (contoh lapisan) harus dilakukan oleh seorang geologist dan dilaporkan dalam log pemboran.
Contractors should take two (2) sets of rock samples drilling results (cuttings) for drilling at every 1 meter, from the surface to the depth of the end. One set of samples (weighing at least 0.5 kg) should be washed and dried and then placed in a single layer of translucent plastic bottle. Each bottle should be marked that were not deleted, include the well number, location of wells, depth of sample taken (depth of chisel), serial number and date examples. The second set of sample layers (minimum weight 0.5 kg) washed / cleaned of bentonite and placed in a box (wood or steel) insulated to facilitate Directors check in location. Description of the sample (sample layer) must be done by a geologist and drilling are reported in the log.

2.9. PEMBESARAN (REAMING) LUBANG PANDU BOREHOLE / PILOT HOLE REAMING Kegiatan Pembesaran (Reaming) Lubang Pandu untuk pemasangan pipa jambang dilakukan setelah evaluasi data pemboran, deskripsi contoh lapisan (cuttings) dan penafsiran geofisika logging.
Activities Enlargement (Reaming) hole for mounting pipe bowl Pandu performed after drilling data evaluation, samples of the description (cuttings) and interpretation of geophysical logging.

2.10. PENUTUPAN LUBANG BOR BOREHOLE PLUGGING Bila diperintah oleh Direksi, Kontraktor harus menutup lubang bor dari dasar lubang bor ke atas sampai dengan kedalaman yang ditentukan dengan semen aduk dengan menggunakan pompa lumpur (mud pump) dan menggunakan pipa penghantar (drill pipe) ke dalam lubang bor.

10

When ordered by the Board of Directors, the Contractor shall close the drill hole to drill hole from the bottom up to a depth determined by the cement mix using a pump mud (mud pump) and use the conductor pipe (drill pipe) into the wellbore.

2.11. KECEPATAN PEMBORAN DRILLING PENETRATION TIME Kontraktor harus mencatat kecepatan pemboran setiap meter dalam log pemboran. Kontraktor harus juga mencatat diameter pahat, kecepatan putar tiap menit, kekentalan lumpur dan debit pompa lumpur.
The Contractor shall record each meter drilling speed in drilling logs. The Contractor shall also noted chisel diameter, rotational speed per minute, viscosity mud and sludge pump discharge.

2.12. LAPORAN TENTANG RANGKAIAN PIPA BOR (DRILL STRING) DRILL STRING REPORT Kontraktor harus menyimpan di lokasi pemboran, satu laporan dan atau buku induk (logbook) yang rapi dan berisi pencatatan rangkaian bor berikut diameter dan panjang semua bagian bor yang dipasang pada rangkaian bor, yaitu panjang pahat, stabilizer, sub-sub, drill collar, pipa bor, dan seterusnya.
The Contractor shall keep at the drilling location, or a book report and a parent (logbook) is neat and contains a series of records following drill diameter and length of all parts mounted on a circuit drill drill, the chisel length, stabilizer, sub-sub, drill collars, pipe drill, and so on.

2.13. PENGHENTIAN OPERASI PEMBORAN DRILLING TERMINATION Bila lubang bor telah mencapai kedalaman yang direncanakan atau pada kedalaman yang ditentukan Direksi, pemboran harus dihentikan. Total kedalaman pemboran harus dicatat, diperiksa dan disetujui oleh Direksi. When the borehole has reached the planned depth or to the depth specified Directors, drilling must be stopped. Total drilling depth should be recorded, checked and approved by the Board of Directors. 2.14. KETEGAKLURUSAN LUBANG BOR BOREHOLE PERPENDICULAR Lubang bor harus tegak lurus sedemikian rupa hingga memungkinkan untuk memasang pipa casing dan screen serta memungkinkan untuk pengisian gravel pack secara homogen pada rongga antara pipa naik dan dinding lubang bor.
The drill hole must be perpendicular in such a way that it is possible to install the casing pipe and screen, and allows for charging "gravel pack" homogeneously on the cavity between the pipe and the wall of the borehole up.

11

2.15. PENAMPANGAN GEOFISIKA (GEOPHYSICAL LOGGING) Penampang geofisika harus dilakukan oleh Kontraktor pada setiap lubang bor pandu dengan dua pengukuran, yakni logging listrik (Resistivity dan SP) dan gamma-ray. Lubang pemboran harus disiapkan dengan melakukan sirkulasi beberapa jam untuk membersihkan endapan lime, untuk mencegah kemungkinan ambrukan dinding lubang bor dan memungkinkan pengoperasian logging dengan sempurna. Lumpur bor harus dijaga agar viskositas dan densitasnya seminim mungkin. Logging harus dilakukan dari dasar lubang sampai dasar pipa konduktor. Hasil curva logging dan penafsirannya harus dilaporkan segera pada Direksi. Peralatan logging menggunakan alat pencatat otomatis seperti OYO GEOLOGGER 3030.
Geophysical cross-section must be performed by the Contractor on each hole scout drill with two measurements, the logging electricity (Resistivity and SP) and gamma-rays. Drilling holes to put up with that circulates a few hours to clean sediment "lime", to prevent the possibility ambrukan borehole wall and allows the logging operation perfectly. Drilling mud should be kept to a minimum viscosity and density. Logging should be done from the bottom of the hole to the base of the conductor pipe. Results logging curve and its interpretation should be reported immediately to the Board of Directors. Logging equipment using tools such as automated meter OYO GEOLOGGER 3030.

III. PENGADAAN DAN PEMASANGAN RANGKAIAN CASING


PROCUREMENT AND CIRCUIT CASING INSTALLATION

3.1. PENGADAAN PIPA CASING, SARINGAN, KERUCUT PENUTUP DASAR DAN CENTRALIZER PROCUREMENT CASING PIPES, FILTER, cones CLOSING BASIS AND CENTRALIZER Kontraktor harus mengadakan dan memasang rangkaian pipa casing dan saringan, pada sumur produksi dengan spesifikasi dan ketentuan yang ditetapkan oleh Direksi. The Contractor shall provide and install the casing pipe and filter circuit, the production wells with the specifications and conditions set by the Board of Directors.

12

3.1.1. Pipa Casing Casing pipe Pipa casing harus mempunyai standar sebagai berikut : a. Pipa baja hitam untuk jambang pompa, harus bergaris tengah dalam 10 dan mempunyai ketebalan minimum 5,00 mm. Ujung pipa harus terbevel untuk sambungan las listrik. Mutu baja ASTM 53 atau sesuai dengan ASA B36.10-59 schedule 20 atau standar API 5 L atau yang lain yang diakui standar Internasional. Pipa baja hitam untuk pipa naik bergaris tengah dalam 6 dan mempunyai ketebalan minimum 4,60 mm. Ujung pipa harus disiapkan untuk sambungan las listrik dan mutu baja sesuai dengan ASM 53 atau ASA B36.10-59 schedule 30, atau API 5 L standar. Pipa-pipa casing harus baru dan pipa terlapisi oleh cat pelindung korosi. Casing pipe shall have the following standards: a. Black steel pipe for the pump bowl, have diameters in the 10 "and have a minimum thickness of 5.00 mm. End of the pipe should be "terbevel" for electric welded joints. Quality steel in accordance with ASTM 53 or ASA B36.10-59 schedule 20 or standard API 5 L or any other recognized international standards. b. Black steel pipe for pipe diameters up to 6 "and have a minimum thickness of 4.60 mm. End of the pipe should be prepared for the connection of electric welding and quality steel in accordance with ASM 53 or ASA B36.10-59 schedule 30, or API 5 L standard. c. The pipes must be new casing and tubing coated by corrosion protective paint. 3.1.2. Pipa Saringan screen Pipa saringan harus baru dengan type continuous slot wire wound dari bahan baja low carbon dengan lebar celah 1.0 mm dan slot opening minimal 30%. Diameter pipa saringan harus 6 5/8, (diameter luar), dan disiapkan untuk sambungan las listrik.
Pipes must be new filter type "continuous slot wire wound 'of low carbon steel with a slit width of 1.0 mm and a" slot opening "at least 30%. Diameter pipeline strainer should be 6 5/8 "(outside diameter), and prepared for the connection of electric welding.

b.

c.

3.1.3. Kerucut Penutup Dasar 13

Bottom plug Ujung dasar casing harus ditutup dengan memasang kerucut berlubang-lubang khusus untuk memudahkan pengeluaran lumpur bor yang terdapat dalam ruangan antara casing/screen dengan dinding lubang bor sebelum dan selama kegiatan berlangsung.
The base of the casing shall be closed by installing a special cone with holes for easy drill mud expenditure contained in the space between the casing / screen with the borehole wall before and during the activity.

3.2. DESAIN KONSTRUKSI SUMUR Borehole construction 3.2.1. Persetujuan Desain Sumur
Well design approval

Sesudah pemboran mencapai kedalaman yang ditentukan dan logging geofisika selesai dikerjakan, Kontraktor harus menyerahkan data tentang catatan pemboran, contoh cuttings, dan logging geofisika dan usulan gambar desain konstruksi sumur kepada Direksi untuk memperoleh persetujuan atau perubahan.
After drilling reaches the specified depth and geophysical logging is completed, the Contractor shall submit data on drilling records, sample cuttings, and geophysical logging and the proposed well construction design drawings to the Board for approval or changes.

3.2.2. Pemasangan Casing dan Screen


Screen and casing installation

Setelah persetujuan Direksi, Kontraktor harus membesarkan diameter lubang bor sebagaimana diperintahkan dan memasang casing dan screen dalam lubang bor yang telah dibesarkan tersebut. Sebelum rangkaian casing dan screen ini dipasang, Kontraktor harus menurunkan wiper trip dengan full gauge bit yang dimaksudkan untuk menghilangkan mud cake pada dinding lubang bor dan lumpur bor harus disirkulasi paling sedikit 6 jam agar mengurangi kandungan lanaunya. Semua casing dan screen harus disambung serapat mungkin dengan cara pengelasan. Rangkaian casing dan screen ini harus dipasang di tengah (centralized) lubang yang telah diperbesar. Pipa jambang harus tegak dan lurus untuk memudahkan saat pemasangan pompa dan saat pengoperasian pompa.

14

Ketegaklurusan dan kelurusan akan diuji dengan menurunkan potongan pipa casing atau Dummy yang disiapkan khusus untuk pengujian tersebut, ke dalam pipa jambang. Pemasangan rangkaian pipa casing tidak boleh dimulai sebelum jumlah m3 gravel pack yang dibutuhkan tersedia di lokasi pemboran.
As Board approval, the Contractor shall raise the borehole diameter as ordered and installed casing and screen in drill holes that have been raised them. Before the series of casing and screen is installed, the Contractor shall lower the "wiper trip" with a full gauge bits that are meant to eliminate "mud cake" on the wall of the borehole and drilling mud must be circulated at least 6 hours to reduce the content of silt. All casing and screen should be connected as close as possible by welding. The series of casing and screen should be mounted in the center (centralized) holes have been enlarged. Pipe bowl should be upright and straight to facilitate the installation of pumps and pump operation time. perpendicularity and straightness will be tested by lowering the pieces of pipe casing or "Dummy" prepared specifically for the test, into the pipe bowl. Installation of casing pipe circuit should not be started before the number needed m3 gravel pack available at the drilling location.

3.3. GRAVEL PACKING 3.3.1. Bahan Gravel Gravel material Gravel yang mengisi ruangan kosong antara casing atau saringan dan dinding lubang bor untuk sumur produksi disediakan oleh Kontraktor. Gravel harus dicuci, terbentuk dari batuan silika yang bulat dengan bergradasi dari diameter 2-10 mm dengan 60% diantaranya berdiameter 4 dan 6 mm. Gravel pack harus mempunyai koefisien uniform berkisar antara 2.0 sampai 3.0. Kerikil untuk setiap sumur sudah diuji oleh Kontraktor dan telah disetujui Direksi, sebelum dipasang. Gravel dalam jumlah cukup harus disediakan di lokasi pemboran untuk pengisian lubang dan untuk setiap tambahan yang dibutuhkan apabila diperlukan selama/sesudah penyempurnaan sumur (development) dan atau pemompaan uji dilaksanakan.
Gravel filling the empty space between the casing or borehole wall filter and production wells to be provided by the Contractor. Gravel shall be washed, formed from the spherical silica rock with shades of 2-10 mm

15

diameter with 60% of them 4 and 6 mm in diameter. Gravel pack should have a uniform coefficient ranged from 2.0 to 3.0. Gravel for each well was tested by the Contractor and approved the Board of Directors, before being installed. Gravel in sufficient quantities to be provided on-site drilling for filling holes and for any required additional if needed during / after completion wells (development) and or pumping test conducted.

3.3.2. Pengisian Gravel


Gravel filling

Setelah casing dan screen dipasang ke dalam lubang bor pada kedudukan yang tepat dan disetujui ketegaklurusannya, gravel dapat diisikan pada ruang sekitar rangkaian casing dan screen dengan metode seperti diuraikan berikut ini. Sebelum pengisian gravel pack, Kontraktor harus memasukkan pipa bor ke dalam pipa casing hingga mencapai kerucut penutup dasar yang berlubang-lubang. Dengan menggunakan pompa lumpur, lumpur kental yang terdapat dalam ruang antara casing dan/atau screen dengan dinding lubang bor (anulus) akan dikeluarkan secara berangsur-angsur. Kerikil dapat diisikan secara gravitasi ke dalam ruang antara tersebut secara hati-hati dan berangsur-angsur. Sirkulasi cairan dikerjakan terus-menerus hingga pengisian gravel selesai. Kontraktor harus memasang gravel pack dari dasar lubang ke atas sehingga mencapai kedalaman dasar pipa konduktor. Kontraktor harus mencatat secara akurat volume gravel yang dipasang pada setiap lubang bor.
Once the casing and screen fitted into the drill hole on the right position and approved ketegaklurusannya, gravel may be filled in the space around the casing and screen with a series of methods as described below. Before filling the gravel pack, the Contractor shall insert the drill pipe into the casing pipe until it reaches the bottom cover cone with holes. By using mud pumps, viscous slurry contained in the space between the casing and / or screen with borehole wall (annulus) will be released gradually. Gravel can be filled by gravity into the space between these carefully and gradually. Fluid Circulation worked continuously until charging is complete gravel. The contractor shall install gravel pack from the bottom hole to the top so as to achieve the depth of the conductor pipe. Contractor must accurately record the volume of gravel placed in each drill hole.

3.4. PENUTUP RONGGA Pore pluging

16

Setelah pemompaan-uji Kontraktor harus mengisi rongga antara pipa casing dan dinding lubang bor mulai dari batas gravel pack sampai permukaan tanah dengan cairan (cement-slurry) berkomposisi semen dan/atau lempung.
After pumping-test contractor shall fill the voids between the casing pipe and the borehole wall starting from the boundary to the ground gravel pack with a liquid (cement-slurry) consist of cement and / or clay.

IV.

PENYEMPURNAAN SUMUR Well Development

4.1. TATA CARA PENYEMPURNAAN SUMUR Well developing method Kontraktor harus melakukan penyempurnaan sumur dengan metode sedemikian rupa sehingga secara efektif menyadap semaksimal mungkin butiran pasir halus, lumpur bor, mud cake dari lapisan pembawa air selama penyempurnaan sumur berlangsung dan juga menyempurnakan fungsi gravel pack sebagai penyaring. Pekerjaan penyempurnaan sumur dilakukan dengan menggunakan metode-metode: airlifting, water jetting (atau air jetting), digabung dengan pemakaian additive kimia. Penyempurnaan sumur harus dilakukan menerus sampai air yang dipompa dari sumur pada debit pemompaan maksimum bersih dan tidak mengandung pasir. Air dianggap bebas dari kandungan pasir bila dalam contoh air yang diambil selama pengujian terkandung pasir tidak lebih dari 0.2% perbandingan volume. Pekerjaan awal penyempurnaan sumur yakni membersihkan lumpur bor dengan bailing dan high velocity jetting dikerjakan dengan rig.
The contractor shall perform the well completion method in such a way so as to effectively tap into the maximum fine grains of sand, mud drilling "mud cake" of water bearing layer for improving the well in progress and also improve the function as a filter gravel pack. Work done using the well completion methods: "airlifting", "water jetting" (or "water jetting"), combined with the use of "additive" chemistry. Completion of the well should be done continuously until the water is pumped from wells pumping at maximum discharge clean and does not contain sand. Water is considered independent of the content of the sand when the water samples taken during the test sand contained no more than 0.2% volume ratio. Preliminary work for the improvement of the well drilling mud cleaning with "bailing" and "high velocity jetting" done with the rig.

4.2. PERALATAN DAN BAHAN

17

TOOLS AND MATERIAL a) Kompressor berkapasitas antara 350 CFM/6 bar hingga 1060 CFM/12 bar, b) Pipa Tiup (air line) 1 (79 m) dan Pipa Eductor 3 (79 m) termasuk elbow untuk tes c) Alat Ukur Kadar Pasir (sand content measuring), d) Sodium Poly Phospat (STP), e) Jetting Tool a) Compressor capacity between 350 CFM / 6 bar up to 1060 bar CFM/12,
b)

c) d)
e)

Blow Pipe (water line) "- 1" (79 m) and Eductor Pipe 3 "(79 m) including the elbowto the test Measurement Levels of sand (sand content measuring), Sodium Poly Phospat (STP), Jetting Tool

4.3. M E T O D A
METHODS

a) Mud Lightening (Pengenceran dengan Washing) b) Hydraulic Swabbing pada pipa naik dan saringan 6 c) Metode Pilihan
a) Mud Lightening (Dilution with Washing) b) Hydraulic swabbing the pipe up and sieve 6 " c) Method of Choice / Other methods

4.3.1. Washing - Pipa bor telah dalam keadaan terpasang sesaat sebelum gravel packing mud pit terisi air bersih, - Lakukan pengenceran lumpur bor dengan air bersih seperti pada prosedur pemasangan gravel pack, - Lakukan pencucian sumur pada bagian screen dengan jetting (water jetting), mempergunakan STP, - Bila pasir tidak masuk lagi melalui saringan dan air jernih, lakukan langkahlangkah well-development selanjutnya (Metode 31.2). - Drill pipe has been installed in the state just prior to gravel packing mud pit filled with water, Perform drilling mud dilution with water as the gravel pack installation procedures, Perform washing wells on the screen with the jetting (water jetting), using STP, If the sand does not get in again through the filter and the water is crystal clear, do the well-subsequent development (Methods 31.2)

18

4.3.2. Hydraulic Swabbing 1) Dengan Kompressor Besar (diatas 700 CFM/12 bar) - Gunakan single packer swabbing tools 6 - Pasang instalasi seperti gambar (Lampiran D-1), posisi pipa tiup pada kedalaman 30-40 meter, - Tempatkan mula-mula swabbing tool pada sisi atas susunan screen pertama, - Gerakkan swabbing tools turun naik secara perlahan dan menerus sambil meniupkan udara kompressor, kurang lebih 2 jam untuk setiap 6 m screen, - Ulangi gerakan yang sama untuk susunan screen berikutnya, dan seterusnya sampai selesai, - Ukur kadar pasir, bila memenuhi syarat, lanjutkan dengan Airlift test selama 6 jam. 2) Dengan Kompressor Kecil (350 700 CFM/6 bar) - Gunakan Double Packer Swabbing Tools 6, - Lakukan langkah-langkah operasional seperti pada (a). 1) With Kompressor Large (over 700 CFM/12 bar) Use single packer swabbing tools 6 " Insert the installation as shown (Appendix D-1), the position of inflatable pipe at a depth of 30-40 meters, Place the first swabbing tool at the top of the first screen layout, Move swabbing tools up and down slowly and continuously while blowing air compressor, approximately 2 hours for every 6 m screen, Repeat the same movement to the composition of the next screen, and so on until the end, Measure the level of the sand, if eligible, continue with Airlift test for 6 hours

2) With Small Kompressor (350-700 CFM / 6 bar) - Use Double Packer swabbing Tools 6 ", - Perform operational steps as in (a).

4.3.3. Metode Pilihan


Choosen Method

19

1) Water jetting dilakukan dengan jetting tools (nozzle). Water Jetting is done by jetting tools (nozzle). V. UJI KEMAMPUAN SUMUR WELL TESTING

5.1. PERALATAN DAN KELENGKAPANNYA EQUIPMENTS Setelah penyempurnaan sumur selesai dikerjakan, atas dasar data kadar pasir terakhir dari airlift sumur yang telah dikonstruksi, Kontraktor harus segera memasang peralatan pompa untuk pengujian sumur. Kontraktor harus menyiapkan alat-alat dan kelengkapan lainnya untuk uji pemompaan.
After the completion of wells completed, on the basis of the data content of the sand last airlift wells have been constructed, the Contractor shall immediately install pumping equipment for well testing. The Contractor shall prepare the tools and other equipment for the pumping test.

5.2. PEMOMPAAN UJI PENDAHULUAN


PILOT PUMPING TEST

Sesudah pompa dipasang, pemompaan percobaan dilakukan pada sumur dengan debit maksimum sesuai dengan kapasitas sumur dan dilangsungkan paling sedikit 4 (empat ) jam, kemudian diukur debit dan permukaan air untuk selang waktu yang telah ditentukan. Debit akhir setelah 4 (empat) jam pemompaan akan dipertimbangkan sebagai kapasitas sementara sumur, untuk perencanaan Uji Surut Berjenjang (Step Drawdown Test) selanjutnya.
After the pump is installed, pumping experiments were conducted on wells with maximum discharge in accordance with the capacity of the well and held at least four (4) hours, then measured discharge and water level for a predetermined time interval. Debit end after four (4) hours of pumping will be considered as a temporary capacity wells, for planning " Step Drawdown Test next.

5.3. UJI SURUT BERJENJANG (STEP DRAWDOWN TEST) Sebelum dimulai uji surut berjenjang, setiap sumur harus didiamkan selama minimum dua belas (12) jam, tanpa pemompaan.

20

Tujuan dari step drawdown test adalah untuk menilai keadaan konstruksi sumur dengan menentukan well loss coeficients dan untuk merancang besarnya debit pemompaan uji akuifer selanjutnya. Uji surut berjenjang harus dilakukan menerus sesuai dengan prosedur, dan sedikitnya dilakukan tiga tahap (jenjang) pengukuran dengan debit pemompaan berbeda pada setiap tahap. Waktu pemompaan adalah 120 menit setiap tahap. Debit pemompaan setiap tahap ditentukan oleh Direksi. Sedangkan debit maksimumnya sesuai dengan debit yang diperoleh dari pemompaan uji pendahuluan. Contoh: Step Step Step Step I II III IV : : : : 5 l/det. 10 l/det. 15 l/det. 20 l/det.

Kontraktor mengukur penurunan muka air sumur produksi dan penurunan muka air tiap sumber air (bila ada), khususnya sumur pisometer di sekitarnya untuk tiap interval 5 menit pada tiga puluh (30) menit pertama setelah pengujian dimulai dan pada interval sepuluh (10) menit sesudahnya. Debit pemompaan pada suatu tahap harus konstant. Naik turunnya debit pemompaan lebih dari 5 % dalam suatu tahap akan mengakibatkan kegagalan dalam test tersebut dan Direksi akan memerintahkan mengulang test step drawdown dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor sendiri.
Before the test begins receding stages, each well should be allowed to stand for a minimum of twelve (12) hours, without pumping. The purpose of the step drawdown test is to assess the state of well construction by defining "loss coeficients well" and to design the amount of discharge aquifer pumping test next. Testing must be done at low tide tiered basis in accordance with the procedures, and performed at least three stages (levels) measurements with different pumping discharge at each stage. Pumping time was 120 minutes per stage. Discharge pumping each stage is determined by the Directors. While the maximum discharge in accordance with the discharge obtained from preliminary test pumping. Example: Step I: 5 l / s. Step II: 10 l / s. Step III: 15 l / s. Step IV: 20 l / s.

21

Contractor measuring subsidence water production wells and water level decline each source of water (if any), in particular the well pisometer around for 5 minutes at each interval of thirty (30) minutes after the first test started and at intervals of ten (10) minutes later. Discharge pumping at a constant phase must. Rise and fall of discharge pumping more than 5% in a stage will result in failure of the test and the Directors be instructed to repeat the step-drawdown test with the cost borne by the contractor himself.

VI.

UJI AKUIFER
Aquifer testing

6.1. INVENTARISASI BANGUNAN PENYADAP AIR TANAH


GROUND WATER TAPPER BUILDING INVENTORY

Kontraktor harus melakukan inventarisasi semua bangunan penyadap air tanah yang berada pada radius 150 m dari sumur produksi yang diuji dan dilaksanakan sebelum uji akuifer dimulai. (Lampiran S-5) Informasi yang harus dikumpulkan/diukur dalam kegiatan ini adalah: 1) Banyaknya dan lokasi bangunan penyadap air tanah harus digambarkan pada peta topografi skala 1 : 500 yang harus dibuat oleh Kontraktor. 2) Nama pemilik bangunan penyadap. 3) Jenis dan struktur bangunan penyadap (bahan, kedalaman dan ukuran). 4) Informasi litologi bila ada. 5) Tujuan penggunaan. 6) Kedudukan permukaan air diukur dari titik datum. 7) Konduktivitas listrik Ec dan suhu air. 8) Debit pemompaan bila dimanfaatkan/mengalir sendiri. 9) Informasi lainnya seperti fluktuasi muka air sepanjang tahun, dll. Hasil kegiatan inventarisasi harus disajikan dalam bentuk lembar isian yang seragam dan diserahkan kepada Direksi sebelum Pelaksanaan Pemompaan Uji Debit Tetap dimulai.
The Contractor shall conduct an inventory of all buildings tapper groundwater is at a radius of 150 m from the production wells are tested and implemented before the aquifer test began. (Appendix S-5) Information to be collected / measured in this activity are:

22

1) The number and location of buildings tapping ground water must be drawn on a 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)
topographic map scale of 1: 500 to be made by the Contractor. Name the owner of the building bug. The type and structure tapper (materials, depth and size). lithology information if any. Intended use. Position the water level measured from the datum point. Ec electrical conductivity and water temperature. Debit pumping when used / flow itself. Other information such as fluctuations in water level throughout the year, etc.. The results of the inventory should be presented in spreadsheet form a uniform and submitted to the Board prior to implementation of Pumping Test Equipment Debit started.

6.2. PEMOMPAAN UJI DEBIT TETAP


STAEADY STATE PUMPING TEST

Kontraktor harus melakukan pemompaan uji dengan debit tetap secara menerus selama 2 hari (48 jam). Debit pemompaan akan ditetapkan oleh Direksi berdasarkan hasil uji surut berjenjang sebelumnya. Pemompaan uji debit tetap ini dapat dimulai 24 jam sesudah uji surut berjenjang selesai. Air yang dipompa selama pengujian ini harus disalurkan dan dibuang ke sungai atau saluran air, yang jaraknya harus lebih dari 100 m dari sumur produksi yang diuji atau atas persetujuan Direksi. Saluran pembuangan air harus terbuat dari pipa PVC atau selang plastik gulung atau dibuat saluran sementara dari lembar plastik atas persetujuan Direksi. Macam pengukuran yang dilakukan selama pengujian debit tetap adalah sebagai berikut : 1) Muka air pada sumur produksi dan sumur-sumur yang terletak dalam radius 150 meter, termasuk sumur gali yang ada, diukur dengan interval waktu seperti diuraikan dalam butir di bawah ini dan disetujui Direksi. 2) Debit pemompaan, suhu air, electric conductivity, pH, pada pemompaan pada setiap interval waktu pada tiap jam. 3) Curah hujan, suhu udara, tekanan udara pada daerah pemompaan (bila diperlukan). 4) Kandungan pasir pada air yang dipompa tiap 2 jam. Kontraktor harus mengukur dari muka air pada sumur yang dipompa dan bangunan penyadap air tanah lainnya selama 48 jam pada selang waktu sebagai berikut.

23

Waktu-sejak dimulai 0 sampai 10 menit 10 sampai 20 menit 20 sampai 60 menit 1 sampai 2 jam 2 sampai 3 jam 3 sampai 4 jam 4 sampai 5 jam 5 sampai 24 jam 24 sampai 48 jam

Interval-waktu-pengukuran 1 menit 2 menit 5 menit 10 menit 15 menit 20 menit 30 menit 1 jam 2 jam

Kontraktor mengukur kambuhnya (recovery) muka air dalam sumur dan bangunan penyadap air tanah lainnya dalam interval waktu yang sama sesudah pompa dihentikan sampai muka air mencapai muka air asli, atau untuk waktu dua puluh empat jam. Pemompaan uji debit tetap harus diulang apabila pemompaan terhenti sebelum pengujian 48 jam selesai, karena kerusakan mesin atau alasan lainnya yang disebabkan oleh kurangnya persiapan Kontraktor dengan biaya ditanggung oleh pihak Kontraktor.
The contractor shall perform the test pumping discharge remained continuously for 2 days (48 hours). Pumping discharge will be determined by the Board based on the results of previous trials tiered subsided. Fixed discharge pumping test can be started 24 hours after low tide tiered testing is complete. The water is pumped during the test must be channeled and discharged into rivers or waterways, the distance should be more than 100 m from the production well tested or with the approval of the Board of Directors. Drainage pipes should be made of PVC or plastic hose roll or sheet made of plastic while the channel with the approval of the Board of Directors. Range of measurements taken during the test discharge equipment are as follows: 1) The water in the wells and production wells are located within a radius of 150 meters, including the existing dug wells, as measured by the time interval as described in below and approved by the Board of Directors. 2) Pumping discharge, water temperature, electric conductivity, pH, the pumping at each time interval in each hour. 3) Rainfall, air temperature, air pressure in the pumping area (if needed). 4) Content of sand in the water that is pumped every 2 hours. The Contractor shall measure the water level in the wells of the pumped groundwater and other bugs building for 48 hours at intervals as follows. Since the beginning of time-interval-time-measurement 0 to 10 minutes 1 minute 10 to 20 minutes 2 minutes

24

20 to 60 minutes 5 minutes 1 to 2 hours 10 minutes 2 to 3 hours and 15 minutes 3 to 4 hours and 20 minutes 4 to 5 hours 30 minutes 5 to 24 hours 1 hour 24 to 48 hours 2 minutes Contractor measuring recurrence (recovery) water levels in wells tapping groundwater and other buildings in the same time interval after the pump is stopped until the water level reaches the original water level or for twenty-four hours. Pumping tests should be repeated if the discharge still pumping stopped 48 hours before the test is completed, due to engine failure or other reasons caused by the lack of preparation of the Contractor with the cost borne by the Contractor.

6.3. ANALISIS KIMIA MUTU AIR Water quality analysis Kontraktor harus mengambil 2 (dua) contoh air unntuk dianalisis mutu airnya segera setelah pemompaan debit tetap dimulai, 24 jam berikutnya dan pada akhir pumping test. Sedikirnya dua (2) liter contoh air diambil dan dimasukkkan dalam botol polythlene. Suhu air, pH, dan electric conductivity harus diukur di lokasi pengujian secepatnya. Botol harus diberi tanda yang jelas nama proyek dan nama Kontraktor, nomor urut dan lokasi sumur, tanggal dan jam pada saat contoh air diambil dan informasi lainnya yang diperlukan termasuk data pengukuran lapangan seperti disebutkan di atas. Analisis kimia contoh air untuk unsur-unsur berikut ini merupakan tanggung jawab dan dibiayai oleh Kontraktor serta dikerjakan di laboratorium yang disetujui Direksi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. PH Color Turbidity TDS (Total Disolved Solid) Suspended Solid Electrical Conductivity (EC) Hardness (CaCo3) Calcium (Ca) Magnesium (Mg) Sodium ( Na) Potassium (K) 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 25 Cloride (Cl) Sulfate (SO4) Silica (SiO4) Iron (Fe) Manganese (Mn) Boron (B) Fluoride (F) Copper (Cu) Arsenic (As) Nitrate (NO3) Nitrite (NO2)

12. 13. 14.

Carbon dioxide (CO2) Carbonate (CO3) Bicarbonate (HCO3)

26. 27. 28.

Ammonium (NH4) Phosphate (PO4) SAR

Unsur-unsur kimia dinyatakan dalam miligram per liter dan ketelitiannya harus diperiksa dengan menggunakan metode Ionic Balance Error (IBE).
Contractors should take two (2) water samples were analyzed unntuk water quality immediately after discharge remained starts pumping, the next 24 hours and at the end of pumping test. Sedikirnya two (2) liters of water samples were taken and are included in the bottle polythlene. The water temperature, pH, and "electric conductivity" should be measured at the test site immediately. Bottles should be a clear sign the project name and the name of the Contractor, number and location of wells, the date and hour when the water samples were taken and other necessary information, including data field measurements as mentioned above. Chemical analysis of water samples for the following elements is the responsibility of and paid for by the Contractor and is done in a laboratory approved by the Board of Directors: 1. PH 2. Color 3. Turbidity 4. TDS (Total Disolved Solid) 5. Suspended Solid 6. Electrical Conductivity (EC) 7. Hardness (CaCo3) 8. Calcium (Ca) 9. Magnesium (Mg) 10. Sodium (Na) 11. Potassium (K) 12. Carbon dioxide (CO2) 13. Carbonate (CO3) 14. Bicarbonate (HCO3) 15. Cloride (Cl) 16. Sulfate (SO4) 17. Silica (SiO4) 18. Iron (Fe) 19. Manganese (Mn) 20. Boron (B) 21. Fluoride (F) 22. Copper (Cu) 23. Arsenic (As) 24. Nitrate (NO3) 25. Nitrite (NO2) 26. Ammonium (NH4) 27. Phosphate (PO4) 28. SAR

Chemical elements expressed in milligrams per liter and accuracy should be checked by using the "Ionic Balance Error" (IBE).

VII. PENYELESAIAN SUMUR


BOREHOLE COMPLETION

Setelah pemompaan uji di atas selesai dikerjakan, Kontraktor harus membersihkan dasar sumur dengan bailing untuk membuang kotoran dan memasang tutup sumur lengkap dengan kunci, untuk mencegah sumur kemasukan benda-benda asing kedalamnya. 1) Flowing well (sumur yang mengalir sendiri)

26

Bila ditemui kondisi akuifer yang mengalir sendiri, maka harus dibuat suatu rancangan tutup sumur yang sesuai. Ujung dari casing diameter 10 diberi flens (flange) dan ditutup dengan plat seukuran dengan flens tersebut kemudian dibaut. Bagan gambar tutup sumur disajikan pada. 2) Patok beton Patok beton dipasang sedekat mungkin dengan titik sumur dengan diberi identitias sumur, nomor serta tahun pembuatannya.. 3) Pembongkaran Mesin Bor Setelah pemboran dan pekerjaan lain yang dinyatakan dalam kontrak setelah selesai dilakukan disuatu lokasi, mesin bor dibongkar dan diangkut dilokasi berikutnya oleh Kontraktor. Pemindahan mesin bor ke lokasi berikutnya dilakukan setelah ijin diberikan oleh direksi.
After pumping test above is completed, the Contractor shall clean the bottom of the well by bailing to remove dirt and attach complete with key wells, wells to prevent foreign objects intruding into it. 1) Flowing well (self flowing wells) If the condition of the aquifer that flows encountered alone, it must be made a cover design appropriate wells. The end of the casing diameter 10 "given the" flange "(flange) and closed with the size of the flange plate is then bolted. Graph drawing is presented in the well cap. 2) concrete Stakes Concrete poles installed as close as possible to the point of wells to be identitias wells, number and year of manufacture .. 3) Demolition Drilling Machine After drilling and other work specified in the contract after completion disuatu location, drilling machine at the location next disassembled and transported by the Contractor. Transfer of drilling machine to the next location be done after permission granted by the board of directors.

VIII. LAPORAN & DOKUMENTASI


DOCUMENTATION AND REPORT

Pencatatan rinci dari semua kegiatan kontruksi setiap sumur disimpan selama pekerjaan berjalan dan Direksi harus mempunyai semua arsip dari semua data dan 27

keterangan. Demikian pula halnya dengan wewenang untuk menyaksikan pekerjaan pada setiap saat. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi laporan kemajuan harian, yang melaporkan berbagai formasi batuan yang didapat, pekerjaan yang dilakukan setiap hari, termasuk berbagai pekerjaan yang diselesaikan, seperti kedalaman pemboran pada setiap akhir shift dan data lainnya yang diminta Direksi. Kontraktor harus menyerahkan Laporan Harian, Mingguan , Bulanan (Lihat Spesifikasi Umum- Laporan dan Foto) serta Laporan Akhir kepada Proyek tentang berbagai masalah tekhnik dari semua kegiatan pekerjaan pemboran dan disusun berdasarkan kontrak paket pemboran dengan sistematika penyajian sebagai berikut: Volume I, Laporan Utama, yang isinya: - Ringkasan - Penilaian sumur - Semua lembar gambar konstruksi sumur - Daftar hasil inventarisasi sumur termasuk di dalamnya data yang diperlukan setiap lokasi, nomor, casing, screen, debit, dll. - Rekomendasi dari Kontraktor. Volume II, Annexes - Termasuk semua data teknik lapangan (data crew) - Satu buku untuk setiap sumur yang berisi antara lain : 1) Laporan Harian Pemboran, dalam bentuk lembar isian yang seragam dan ditandatangani Kontraktor, dan menunjukkan semua kegiatan dari pemboran atau kondisi mesin-mesin, bahan-bahan yang dipakai, personel, pipa bor, ukuran casing dan lain-lainnya yang dianggap perlu. 2) Log geologi yang menunjukkan kedalaman dan catatan dari semua lapisan batuan yang ditemukan. 3) Catatan penggunaan pipa casing dan saringan. 4) Catatan dari semua kegiatan penyempurnaan sumur termasuk pencatatan tinggi muka air metode dan material yang digunakan, jangka waktu pengoperasian, hasil keseluruhan, jam kerja personel dan hal lain yang dianggap perlu 5) Catatan tentang volume bahan gravel yang dipasang pada rongga kosong antara pipa screen dan dinding lubang pada setiap sumurnya. 6) Semua catatan tentang pemompaan-uji termasuk uraian lengkap dan lamanya setiap kegiatan. 7) Peta topografi 1 : 500 berikut segala informasi yang diperlukan. 8) Pengambilan obyek foto dokumentasi tiap-tiap sumur sebagai berikut : - Dibidik dari satu arah (tidak berubah-ubah) sudut pandang, - Urutan foto jadi sebagai berikut : a. Saat lokasi sumur kondisi 0 % 28

b. c. d. e. f. g. h. i. j. k.

Saat mata bor mulai akan dioperasikan Saat pengambilan contoh cuttings dan contoh cuttings seluruhnya. Saat proses logging Saat persiapan (setting) pemasangan pipa casing Saat penyiapan gravel pack dilokasi Saat pemasangan pipa setiap tahapan Saat pengisian gravel pack Saat well development Saat pumping test Saat pemasangan tutup sumur dan atau kondisi 100 %

Bentuk pencatatan laporan akhir tersebut harus disampaikan kepada Direksi sejumlah 3 (tiga) rangkap.
Detailed recording of all construction activities each well stored for running jobs and the Board of Directors shall have all of the records of all data and information. Similarly, the power to see the work at any time. Contractor shall submit daily progress reports to the Board of Directors, who reported various rock formations obtained, the work done every day, including a variety of work completed, such as the depth of drilling at the end of each shift, and other data required of Directors. Contractor shall submit Daily Reports, Weekly, Monthly (See General Specificationsreport and photos) as well as the Final Report of the Project on the issues of the techniques of drilling and work activities prepared under contract with the systematic presentation of the drilling package as follows: Volume I, Main Report, which read: - Summary - Appraisal wells - All pieces of well construction drawings - List inventory wells including the necessary data each location, number, casing, screen, discharge, etc.. - Recommendations of the Contractor. Volume II, Annexes - Includes all engineering data field (data crew) - One book for each well that contains, among others: 1) Daily Reports Drilling, in spreadsheet form a uniform and signed by the Contractor, and shows all the activities of the drilling or the condition of machinery, materials used, personnel, drill pipe, casing size, and others as deemed necessary. 2) Log shows the depth and geological records of all the rock layers are found. 3) Note the use of casing pipe and strainer. 4) Note wells completion of all activities including the water level recording

29

methods and materials used, the operating period, the overall results, working hours and other personnel as may be necessary 5) Notes on the volume of gravel material posted on the empty cavity between the pipe and the wall of the hole screen on any wells. 6) All records of pumping-test includes a complete description and duration of each activity.

8) Making objects photo documentation of each well as follows: - shot from one direction (no change) point of view, - So the following sequence: a. At the well site conditions 0% b. When the drill began to be operated c. When taking cuttings sample cuttings and samples entirely. d. When the logging process e. When preparation (setting) the installation of casing pipe f. When preparation the location of the gravel pack g. At each stage pipelines h. When filling gravel pack i. When the well development j. When the pumping test k. When fitting lid or condition of the well and 100% Form of recording of the final report shall be submitted to the Board of Directors of a number of 3 (three) copies.

IX.

PERHITUNGAN DAN PEMBAYARAN


CALCULATION AND PAYMENT

Perhitungan dan pembayaran pekerjaan pemboran ini meliputi pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi, persiapan lokasi, pemboran pilot hole, pelebaran lubang bor, pemasangan rangkaian pipa dan saringan dengan dasar meter kedalaman terpasang, pekerjaan pembersihan sumur, uji pemompaan dan analisa air serta pemulihan lokasi hingga pelaporan seperti yang tertera dalam Daftar Volume Pekerjaan, harga termasuk pekerjaan langsung maupun tak langsung serta bersifat sementara atau permanen yang mendukung kelancaran pekerjaan atas persetujuan Direksi.
Calculation and payment of drilling work includes mobilization and demobilization work, site preparation, drilling a pilot hole, drill hole widening/reaming, installation of a series of pipes and filters with a depth meter installed base, cleaning work wells, pumping tests and water analysis and recovery as the location to reporting shown in Listing Volume of Work, the price includes direct and indirect jobs, and temporary or permanent support uninterrupted employment with the approval of the Board of Directors.

30