Anda di halaman 1dari 7

PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP

Kelompok : 2

Pengertian
Euthanasia berasal dari kata Yunani eu : baik dan thanatos : mati. Maksudnya adalah mengakhiri hidup dengan cara yang mudah tanpa rasa sakit. Euthanasia sering disebut : mercy killing (mati dengan tenang) Euthanasia terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Euthanasia Aktif b. Euthanasia pasif

Euthanasia menurut pandangan Islam


Islam mengakui hak seseorang untuk hidup dan mati, namun hak tersebut merupakan anugerah Allah kepada manusia. Hanya Allah yang dapat menentukan kapan seseorang lahir dan kapan ia mati seperti yang telah Allah firmankan dalam QS Al Hajj : 66 Dan dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nimat dan didalam QS Al Baqarah : 243) . Oleh karena itu, bunuh diri diharamkan dalam hukum Islam meskipun tidak ada teks dalam Al Quran maupun Hadis yang secara eksplisit melarang bunuh diri.

Euthanasia menurut KUHP dan kode etik kedokteran


Prinsip umum UU Hukum Pidana (KUHP) yang berkaitan dengan masalah jiwa manusia adalah memberikan perlindungan, sehingga hak untuk hidup secara wajar sebagaimana harkat kemanusiaannya menjadi terjamin. Menurut etik kedokteran, seorang dokter tidak dibolehkan
1. Menggugurkan kandungan (abortus provocatus) 2. Mengakhiri hidup seorang penderita, yang menurut ilmu dan pengalaman tidak akan mungkin sembuh lagi.

Seorang dokter harus mengerahkan segala kepandaiannya dan kemampuannya untuk meringankan penderitaan dan memelihara hidup manusia (pasien), tetapi tidak untuk mengakhirinya. Ini jelas bahwa hukum di negara kita melarang adanya bentuk euthanasia baik yang aktif maupun yang pasif

Euthanasia sebagai hukuman mati


Euthanasia bukan hanya dikenal sebagai upaya mempercepat kematian dalam istilah medis, euthanasia juga dikenal sabagai salah satu media atau cara mengeksekusi tindak pidana berat, yang menybabkan pelakunya harus menerima hukuman mati atas perbuatanya. Hukuman mati ini dilakukan dengan cara menyuntikan cairan yang merupakan kombinasi dari tiga macam jenis obat. Pertama, Sodium thiopental yaitu obat bius atau obat tidur yangmembuat terpidana tertidur dan tidak sadarkan diri. Disusul, Pancuronium Bromide yang melumpuhkan diafragma dan paru-paru. Ketiga, Potassium Chloride akan membuat jantung berhenti berdetak. Bagaimana pandangan Islam tentang hukuman mati dengan cara ini, didalam islam dikenal sebuah metode dalam mengesksekusi hukuman mati yaitu dengan cara pancung, atau menebaskan pedang keleher terpidana sehingga membuat kepalanya terputus dari lehernya, sebenarnya didalam Islam hukuman mati jenis apapun diperbolehkan dengan syarat tidak menimbulkan penderitaan dan kesakitan yang lama.

Kesimpulan
Dari pernyataan diaatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, Euthanasia dalam prakteknya terbagi kepada dua jenis yaitu euthanasi aktif dan euthansia pasif. Euthanasia aktif tidak dibenarkan oleh hukum negara, kode etik kedokteran, dan para ulama, karena berhubungan dengan menghilangkan jiwa seseorang dengan sengaja atau membunuh, dan dalam agama islam tidak dibenarkan karena berhubungan dengan pembunuhan dan bunuh diri. Sementara untuk euthanasia pasif, para ahli, baik ahli kedokteran , ahli tindak pidana, dan para ulama sepakat memperbolehkan, dengan alasan dan kondisi tertentu. Namun sebagai manusia hendaknya kita tetap bersabar dalam menghadapi segala macam musibah, dan terus berikhtiar. Dalam hal euthanasia sebagai hukuman mati, menurut pandangan Islam hal ini sah-sah saja asalkan tidak menybabkan panderitaan, dan rasa sakit yang lama kepada terpidana.

TERIMA KASIH