Anda di halaman 1dari 8

NCP PADA PENYAKIT KOMPLEKS

NCP PADA PENYAKIT DIABETES MELLITUS

NELLA AMALIA NIM. 20132420011


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN PONTIANAK PROGRAM STUDI D-IV JURUSAN GIZI TAHUN AKADEMIK 2013/2014

Judul Materi : DIABETES MELLITUS Gb. Umum Penyakit : Diabetes melitus adalah sindrom yang disebabkan ketidakseimbanganantara tuntunan dan suplai insulin. Sindrom ditandai oleh hiperglikemi dan berkaitan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Abnormalitas metabolik ini mengarah pada perkembangan bentuk spesifik komplikasi ginjal, okular, neurologik dan kardiovaskuler. Ketoasidosis diabetik (KAD) adalah komplikasi akut diabetes mellitus yang serius, suatu keadaan darurat yang harus segera diatasi. Ketoasidosis diabetik merupakan akibat dari defisiensi berat insulin dan disertai gangguan metabolisme protein, karbohidrat dan lemak. Keadaan ini terkadang disebut akselerasi puasa dan merupakan gangguan metabolism yang paling serius pada diabetes ketergantungan insulin. Ketoasidosis diabetikum adalah kasus kedaruratan endokrinologi yang disebabkan oleh defisiensi insulin relatif atau absolut. Ketoasidosis Diabetikum terjadi pada penderita IDDM (atau DM tipe II) A. Data Personal Nama Usia Jenis Kelamin Status Pekerjaan Berat Badan Tinggi Lutut Diagnosis Medis

: : : : : : : :

Ny. L 47 Tahun Perempuan Menikah Buruh Tani 43 cm 45 cm KAD (Ketosidosis Diabetik) + Ulkus

B. Proses Asuhan Gizi Terstandar 1. Data Subjektif a. Keluhan/Keadaan Umum Lemas, px lumpuh badan, badan terasa linu, badan terasa panas. b. Riwayat Penyakit Sekarang KAD (Ketosidosis Diabetik) +Ulkus c. Riwayat Penyakit Dahulu Sejak 1 tahun yang lalu px di diagnosis DM (GD=350) 160/... dan 1 tahun yang lalu katarak. 1 bulan yang mengalami bisul di belakang leher dan lama kelamaan terasa kaku dan nyeri. d. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada

dingin, namun

dan hipertensi lalu tumbuh / semakin besar

e.

Riwayat Gizi Kebiasaan Makan Makanan Pokok : 3 kali Lauk Hewani : 3 kali Lauk Nabati : 2 kali Sayuran : 2 kali Riwayat Gizi Dahulu 1 minggu setelah sakit sulit makan, jarang makan, 3 hari yang lalu tidak mau makan sama sekali. Sering mengkonsumsi gorenggorengan dan minum jamu-jamu yang dibeli di toko-toko, jamu pegel linu diminum bila sakit sebanyak 2x seminggu dan belum pernah mendapatkan konseling. Riwayat Gizi Sekarang Nasi 1 porsi 3x sehari, lauk ayam, tahu tempe dengan sayur dan buah. Dengan hasil recall : E = 951,3 kkal (59,2%), P = 45,8 gr(57,06%), L = 24,4 gr(68,40%), Kh = 139,2 gr(57,81%). Aktifitas Fisik Pekerjaan : Ibu rumah tangga Tingkat Aktivitas : Ringan Data Sosial Ekonomi : Ibu rumah tangga bekerja sebagai buruh tani Masalah Gastrointestinal : Tidak ada

2.

Data Objektif a. Hasil Pengukuran Antropometri Berat Badan : 43 kg Tinggi Lutut : 45 cm Tinggi Badan : 156,4 cm b. Hasil Pemeriksaann Biokimia Jenis Hasil pemeriksaan pemeriksaan Hb-A1C 18,40 % GDP 154 mg/dl GD 2 jam pp 315 mg/dl Kolesterol total 217 mg/dl TG 201 mg/dl HDL 45 mg/dl LDL 115 mg/dl Kalium 3,25 mmol/l

Batas normal < 5,7 % 60-100 mg/dl <130 mg/dl <200 < 150 mg/dl >50 mg/dl <100 mg/dl 3,5-5 mmol/l

Keterangan Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Rendah

c.

Hasil Pemeriksaan Fisik/Klinis Hasil Pemeriksaan Fisik Ulkus dibelakang leher badan lumpuh Hasil Pemeriksaan Klinis Jenis Hasil Keterangan pemeriksaan pemeriksaan GCS 456 Compos Mentis Tekanan darah 110/60 mmHg Normal

d. Hasil Recall Konsumsi Makanan/Diet Energi (kkal) Asupan Makan 951,3 % Tingkat Konsumsi 59,2 Kategori Tingkat Konsumsi Kurang C. Penilaian Status Gizi Status Gizi Diagnosa Medik Diagnosa Gizi

Protein (gr) 45,8 57,06 Kurang

Lemak (gr) 24,4 68,4 Kurang

Kh (gr) 139,2 57,81 Kurang

: Normal : KAD (Ketosidosis Diabetik) +Ulkus :

D. Intervensi Gizi 1. Rencana Terapi Diet a. Terapi Diet : Diet Diabetes Melitus b. Prinsip Diet : 3J (Tepat Jenis, Tepat Jadwal, Tepat Jumlah) c. Bentuk Makanan : Biasa d. Cara Pemberian : Oral e. Tujuan Diet : Memberikan cukup energi untuk mempertahankan berat badan agar tetap normal. Menurunkan kadar glukosa darah agar berada pada nilai normal dengan cara menyeimbangkan asupan makanan. Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal. f. Syarat Diet : Energi cukup untuk mencapai dan mempertahankan berat badan normal. Kebutuhan energi ditentukan dengan memperhitungkan

kebutuhan untuk metabolisme basal sebesar 25-30 kkal/kg BB normal, ditambah kebutuhan untuk aktivitas fisik dan keadaan khusus, misalnya kehamilan atau laktasi serta ada tidaknya komplikasi. Makanan dibagi menjadi 3 porsi besar, yaitu makan pagi (20%), siang (30%), dan sore (25%), serta 2-3 porsi kecil untuk makanan selingan (masing-masing 10-15%). Kebutuhan protein normal, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total. Kebutuhan lemak sedang, yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total, dalam bentuk <10% dari kebuthan energi total berasal dari lemak jenuh, 10% dari lemak tidak jenuh ganda, sedangkan sisanya dari lemak tidak jenuh tunggal. Asupan kolesterol makanan dibatasi, yaitu 300 mg/hari. Kebutuhan karbohidrat adalah sisa dari kebutuhan energi total, yaitu 60-70%. Penggunaan gula murni dalam minuman dan makanan tidak diperbolehkan kecuali jumlahnya sedikit sebagai bumbu. Bila kadar glukosa darah sudah terkendali, diperbolehkan mengkonsumsi gula murni sampai 5% dari kebutuhan energi total. Penggunaan gula alternatif dalam jumlah terbatas. Gula alternatif adalah bahan pemanis selain sakarosa. Ada dua jenis gula alternatif yaitu yang bergizi dan yang tidak bergizi. Gula alternatif bergizi adalah fruktosa, gula alkohol berupa sorbitol, monitol, dan silitol, sedangkan gula alternatif tak bergizi adalah aspartam dan sakarin. Penggunaan gula alternatif hendaknya dalam jumlah terbatas. Fruktosa dalam jumlah 20% dari kebutuhan energi total dapat meningkatkan kolesterol dan LDL, sedangkan gula alkohol dalam jumlah berlebihan mempunyai pengaruh laksatif. Asupan serat dianjurkan 25gr/ hari dengan mengutamakan serat larut air yang terdapat di dalam sayur dan buah. Menu seimbang rata-rata memenuhi kebutuhan serat sehari. Pasien DM dengan tekanan darah normal diperbolehkan mengkonsumsi natrium dalam bentuk garam dapur seperti orang sehat, yaitu 3000 mg/hari. Apabila mengalami hipertensi, asupan garam harus dikurangi. Cukup vitamin dan mineral. Apabila asupan dari makanan cukup, penambahan vitamin dan mineral dalam bentuk suplemen tidak diperlukan.

2.

Perhitungan Kebutuhan Gizi

IMT BBI Kalori Basal Kalori Basal Koreksi

= = = = : - 5% x 1075 + 20% x 1075 + 30% x 1075 = = = = - 53.75 + 215.00 +1075.00 + 322.50 TB 100 = 156 100 = 56 kg 25 kal/kg BB 25 kal x 43 kg = 1075 kal/kg BB

Umur > 40 thn = Aktivitas ringan = Kebutuhan Penambahan kebutuhan = TOTAL

= 1558.75 kal

Protein Lemak Karbohidrat 3.

: : :

Bahan Makanan Yang Tidak Dianjurkan Semua bahan makanan boleh diberikan dalam jumlah yang telah ditentukan kecuali gula murni seperti terdapat pada: gula pasir, gula jawa, gula batu, sirop, jam, jelly, buah-buahan yang diawet dengan gula, susu kental manis, minuman botol ringan, es krim, kue-kue manis, dodol, cake, tarcis, abon, dendeng, sarden dan semua produk makanan yang diolah dengan gula murni. Rencana Parameter Yang Dimonitor Asupan makanan Status gizi Pemeriksaan biokimia (laboratorium) Pemeriksaan klinis Implementasi a. Kajian Terapi Diet Macam Diet Bentuk Makanan Cara Pemberian Kandungan Gizi Energi

4.

5.

: Diet Diabetes Melitus : Biasa : Oral : : 1590.3 kkal (102%)

Protein Lemak Karbohidrat b. Perencanaan Menu


Waktu Pagi 07.00 Hidangan Makanan Bubur ayam Bahan beras ayam wortel bayam Subtotal 10.00 Jus sawo sawo skm 100 10 Brt (gr) 50 50 10 20 E 180 152 4 7.2 343.2 92 33.5 125.5 beras giling ayam tahu kecap Jagung Wortel Buncis Melon 100 50 50 10 50 20 20 90 360 152 34 4 17 8.4 7 25.2 607.6 agar-agar mangga skm 2 20 10 0 10.2 33.5 43.7 beras giling Ikan tenggiri tahu Wortel kacang panjang minyak k. sawit Pepaya 75 50 50 25 50 5 75 270 57 34 9 23.3 45 32 470.3 1590.3

: 57.79 gr (98.9%) : 43.44 gr (100.4%) : 245.37 gr (104.9%)

P H 9.2 0.12 0.72 13.44 0.5 0.82 1.32 6.8 9.2 3.9 0.58 1.1 0.24 0.48 0.45 22.75 0 0.14 0.82 0.96 5.1 8.5 3.9 0.25 1.37 0 0.2 19.32 57.79 98.9% N 3.4

L 0.367 12.6 0.03 0.12 13.117 1.1 1 2.1 0.7 12.6 2.3 0.14 0.1 0.08 0.04 0.18 16.14 0 0 1 1 0.525 2.3 2.3 0.6 0.16 5 0.2 11.085 43.442 100.4%

Kh 39.47 0 0.93 1.3 41.7 22.4 5.5 27.9 78.9 0 0.8 0.9 3.7 1.86 1.54 6.21 93.91 0 2.46 5.5 7.96 59.175 0 0.8 1.85 3.9 0 8.18 73.905 245.375 104.9%

Ca 3 7 3.9 53.6 67.5 25 27.5 52.5 6 7 62 12.4 4 8 1.3 6.3 107 8 4 27.5 39.5 4.5 10 62 7.8 24.67 0 24 132.97 399.47

Fe 0.567 0.8 0.08 0.8 2.247 1 0.02 1.02 0.8 0.8 0 0.58 0.3 0.16 0.22 0.18 3.04 0.1 0.4 0.02 0.52 0.6 0.5 0 0.16 0.36 0 1.1 2.72 9.547

Vit A 0 406 180 182.8 768.8 60 51 111 0 406 0 0 15 360 19 81.9 881.9 0 24 51 75 0 24 0 360 26.67 400 3 813.67 2650.37

Vit B1 0.06 0.04 0.006 0.016 0.122 0.01 0.005 0.015 0.12 0.04 0.03 0 0.04 0.012 0.016 0.045 0.303 0 0.006 0.005 0.011 0.09 0.03 0.03 0.12 0.06 0 0 0.33 0.781

Vit C 0 0 0.6 16 16.6 21 0.1 21.1 0 0 0 0 4 1.2 4 5.4 14.6 0 2.4 0.1 2.5 0 0 0 1.24 10.67 0 17 28.91 83.71

Subtotal Siang 12.00 Nasi lunak Ayam panggang Semur tahu sup jagung

Buah Subtotal Snack 15.00 puding mangga

Subtotal Malam 17.00 Nasi lunak Pepes ikan Pindang tahu Tumis sayuran

Buah Subtotal TOTAL PERSENTASE

102.0%

c.

Konseling Gizi Sasaran Tempat Media Metode Waktu Materi

: : : : : :

Pasien Dan Keluarga Poli Gizi Leaflet, Brosur Ceramah 20 Menit Penyakit Diabetes Melitus dan komplikasinya

E.

Monitoring dan Evaluasi Monitoring perkembangan bertujuan untuk melihat apakah hasil yang terjadi sesuai dengan yang diharapkan oleh klien maupun petugas, meliputi: Mengecek pemahaman dan ketaatan pasien, Menentukan apakah intervensi dilaksanakan sesuai dengan rencana diet. Menentukan apakah status gizi pasien tetap atau tidak. Mengidentifikasi hasil lain baik positif maupun negatif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil atau data terbaru dengan data sebelumnya. Melalui kegiatan ini dapat diketahui perbedaan apa yang terjadi setelah diberikan intervensi gizi