Anda di halaman 1dari 7

EVALUASI EFISIENSI VOLUMETRIS DAN OPTIMASI SUCKER ROD PUMP PADA SUMUR-SUMUR LAPANGAN Y TANPA MERUBAH PUMP SETTING

DEPTH
ACHMAD ADRIRAHMAN-07108004

TEKNIK PERMINYAKAN UNIVERSITAS TRISAKTI Kata Kunci : Teknik Produksi, Inflow Performance Relationship, Artificial Lift, Sucker Rod Pump
Paper ini di persiapkan untuk presentas sidang tugas akhir pada Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti di Jurusan Teknik Perminyakan pada bulan Mei 2013

RINGKASAN Jika dalam memproduksikan optimasi pompa terpasang tersebut agar laju produksi di permukaannya naik. 1. PENDAHULUAN Dalam memproduksikan minyak dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara sembur alam (natural flow) dan sembur buatan (artificial lift). Cara pertama dilakukan bila tekanan reservoir cukup tinggi, sehingga dapat mengalirkan fluida ke permukaan secara alamiah. Sedangkan cara yang kedua dilakukan apabila tekanan reservoir tidak mampu lagi mengalirkan fluida kepermukaan secara alamiah. Salah satu metode yang

minyak sudah tidak dapat menggunakan sembur alam (natural flow) yang

disebabkan tekanan reservoir lebih rendah dari tekanan hidrostatik kolom fluida, buatan

maka digunakan pengangkatan

(artificial lift), yang prinsip kerjanya adalah mengurangi tekanan hidrostatik di lubang sumur, sehingga fluida dari

reservoir dapat tetap mengalir. Sumur A, B, C, dan D terletak pada Lapangan Lirik- Blok Japura, saat ini ke-4 sumur tersebut berproduksi menggunakan sucker rod pump buatan. sebagai Seiring metode dengan

pengangkatan

berjalannya waktu produksi pada sumur tersebut menurun. Untuk itu dilakukan evaluasi efisiensi volumetris dan optimasi dari pompa sucker rod yang terpasang, dengan tujuan dapat mengetahui efisiensi volumetris dari pompa tersebut dan hal apa yang dapat dilakukan untuk melakukan

digunakan dalam menangani masalah yang kedua adalah dengan menggunakan Sucker Rod Pump (SRP). Pompa sucker rod atau pompa angguk adalah salah satu alat yang digunakan dalam metode artificial lift yang paling baik diterapkan pada sumursumur dangkal. Dalam pengoperasiannya,

pompa

sucker

rod

memiliki

banyak

dengan laju alir di permukaan. Setelah evaluasi dilakukan optimasi yang meliputi perhitungan terpasang langkah kapasitas dengan dan total pompa panjang serta

masalah yang sering timbul, diantaranya adalah tidak sesuainya laju produksi yang diinginkan sebenarnya. Karena sering terjadi dengan laju produksi

merubah

kecepatan

pompa

melihat berapa kenaikan laju produksinya di permukaan. Dari hasil yang didapat

ketidaksesuaian antara laju produksi dari pompa yang terpasang dengan laju

maka dapat diketahui seberapa besar nilai efisiensi volumetrisnya dan berapa besar kenaikan laju produksinya setelah

produksi pada saat perencaan pompa, maka akan dievaluasi efisiensi volumetris dari pompa SRP tersebut, sehingga

dilakukan optimasi sucker rod pump tanpa merubah pump setting depth.

nantinya dapat di ketahui seberapa besar penyimpangannya, dan kemungkinan apa yang menjadi penyebab ketidaksesuaian dari perencanaan sebelumnya. Dalam penulisan dititik beratkan pada efiensiensi volumetris dari pompa SRP yang merupakan perbandingan dari laju alir fluida yang ada di permukaan

2.

IPR (INFLOW PERFORMANCE RELATIONSHIP) SATU FASA

Kurva

IPR

(Inflow

Performance

Relationship) merupakan gambaran secara grafis untuk mengetahui ukuran

kemampuan

berproduksi

(pruductivity

dengan kapasitas pompa maksimum yang terpasang di lapangan, serta dapat

index) suatu sumur. Selanjutnya dengan data indeks produktivitas tersebut, laju

melakukan optimasi pada sumur kajian yang didasarkan dari naiknnya laju alir fluida di permukaan. Dari data potensi sumur yang ada kemudian di buat kurva IPR untuk mengetahui seberapa besar kemampuan produksi sumurnya. Selajutnya di lakukan evaluasi efisiensi volumetris terhadap

dilakukan

perkiraan

perubahan

produksi terhadap tekanan alir dasar sumurnya yang secara matematika dapat ditulis dengan modifikasi Persamaan

Gilbert, yaitu : q = PI (Ps Pwf) Dimana: PI q Pwf Ps = Index Produktivity, bpd/psi = Laju produksi, bpd = Tekanan alir dasar sumur, psi = Tekanan statis reservoir, psi

sucker rod pump terpasang yang meliputi menghitung kapasitas total pompa serta membandingkan kasitas total pompa

Untuk sumur Sucker Rod Pump, Pwf dan Ps dihitung dari data SFL dan DFL yang diperoleh dengan alat sonolog. Kurva ini dibuat berdasarkan hubungan antara tekanan aliran dasar sumur (Pwf) dengan laju produksi minyak (qo). Bentuk kurva IPR satu fasa adalah berupa garis lurus, dimana fluidanya dapat berupa minyak atau juga minyak dan air. Sebagai contoh berikut adalah hasil A
Pwf (psi) 600 400 200 0 0 10000 20000 Q (BFPD) 30000 IPR

IPR

Gambar 3.1 - Grafik IPR pada Sumur

perhitungan beserta grafik IPR pada salah satu sumur. 3. PERHITUNGAN POMPA

Berikut adalah langkah perhitungan untuk Tabel 3.1 - Hasil perhitungan laju alir produksi pada Sumur A Pwf (psi) 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 498.50 510.35 Qt (BFPD) 19771 17833.98 15896.96 13959.94 12022.92 10085.90 8148.88 6211.86 4274.84 2337.82 459 0 evaluasi dan optimasi pompa yang

terpasang, yaitu : A. EVALUASI POMPA Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara produktivitas formasi sumur kajian terhadap kapasitas pompa yang terpasang. Hal ini dapat diketahui dari analisa efisiensi volumetrisnya

(%Ev), di bawah ini adalah langkahlangkah perhitungan sebagai berikut: 1) Penentuan harga Ap, At, dan K. Ap = 0.25(dp)2 Ar = 0.25(dr)2 K = 0.1484(Ap) 2) Penentuan berat rod string (Wr) dan berat fluida (Wf). Wr = Mrod x L

Wf

0.433xSGl[(LxAp)-

(0.294xWr)] Tabel 3.2 Hasil Evaluasi Pompa Sumur 4) Penentuan PPRL dan MPRL. PPRL = Wf + Wr (1 + ) MPRL = Wr (1 0.127SGl) 5) Penentuan stress maximum (max) dan stress minimum (min).
i

3) Penentuan faktor percepatan ().

A 5.9 0.4 0.9 2004.9 2945.6 0.15 5246.41 1450.9 11881.47 3285.9 3348.66 88802.55 0.3 5.1 1.39 79.81 883.4 55.07

Ap, in2 Ar, in2 K, bpd/spm Wr, lb Wf, lb PPRL, lb MPRL, lb max, psi min, psi

6) Penentuan counterbalance effect ideal (Ci).


( i )

Ci, lb Tp, in-lb ep, in er, in et, in Sp, in V, bpd Ev, %

7) Penentuan peak torque (Tp). ( i)

()

8) Penentuan plunger over travel (ep). e 9) Penentuan rod stretch (er) dan tubing stretch (et). e e
( ( ) )

A. OPTIMASI POMPA Optimasi pompa dilakukan dengan

10) Penentuan effective plunger stroke (Sp). Sp = S + ep (er + et) 11) Penentuan Pump Displacement (V). V = K x Sp x N 12) Penentuan efficiency volumetric (Ev). melakukan perubahan pada parameterparameter pompa, seperti stroke length pompa (S) dan kecepatan pompa (N) untuk dapat meningkatkan laju alir fluida. Untuk langkah perhitungan optimasi tidak jauh

berbeda dengan perhitungan evaluasi, hanya ditambahkan perhitungan laju alir produksi (q) dengan tingkat anggapan efisiensi

efisien karena berdasarkan evaluasi dari efisiensi volumetris pompa terpasang, efisensinya berada di bawah 65%.

mempertahankan

volumetris tidak berubah (konstan), yaitu:


Q (BFPD) 459 134 225 74 V (BPD/SPM) 833,412 214,66 350,31 176,59 EV (%) 55,07 62,42 64,22 41,9

SUMUR

Sumur Ap, in2 Ar, in2 K, bpd/spm Wr, lb Wf, lb PPRL, lb MPRL, lb max, psi min, psi Ci, lb Tp, in-lb ep, in er, in et, in Sp, in V, bpd Ev, % Qt, BFPD

A 5.9 0.4 0.9 2004.9 2945.6 0.15 5246.41 1450.9 11881.47 3285.9 3348.66 88802.55 0.3 5.1 1.39 79.81 880.98 55.07 485.20

2. E f i s i

A B C D

ensi volumetris pada sumur kajian ini lebih dipengaruhi oleh faktor mekanis dari pompa, karena pompa yang terpasang sudah tidak dalam kondisi optimal.

3. Bola yang ada pada standing dan traveling valve sudah tidak bulat sempurna , sehingga menggangu proses menutupnya valve yang menyebabkan kebocoran.

4. Jika

optimasi pompa,

melakukan kenaikan

penggantian

produksinya cukup banyak, namun juga menghabiskan biaya yang cukup banyak pula, dibandingkan dengan hanya merubah kecepatan

4.

KESIMPULAN

dan

panjang

langkah

pompa

tersebut. 1. Efisiensi volumetris pada sumur A, B, C, dan D di anggap belum

5. Disarankan

melakuan

optimasi

Pen

Well

Publishing

Company,

tanpa menggati pompa selain biaya yang lebih murah, tidak kenaikan jauh 6.

Tulsa, Oklahama, 1980. http://en.wikipedia.org/wiki/Pumpjac k 7. yo , W Working and Guide to Gas

produksinya berbeda

terlalu

dibandingkan

dengan

mengganti pompa.

Petroleum DAFTAR PUSTAKA Production 2010. 1. Ahmed, T., Reservoir Engineering Handbook, Second Edition, Gulf 9. u 8. u u , d

Natural

gi ee Elsevier Inc.

od

gi ee i g

e so , 9 e e og,

Professional Publishing 2. u I s esific io d for Subsurface I ec

i g U i

Lufkin. 10. PT. Pertamina UBEP Lirik, File Data, Jakarta. 11. ck s, u 2003 12. 13. www.ingenieriadepetroleo.com www.pappareta.wordpress.com ucke e We od u i g io ,

i i gs,

11AX, seventh edition, Dallas, June 1979 3. B ow , K ifici Pen Well if , he ech o ogy of ou e ,

o o

e hod, Publishing

Company,

Tulsa, Oklahama, 1980. 4. B ow , K , he ech o ogy of ou e ,

Artificial Lift Me hod, PennWell Publishing

DAFTAR SIMBOL H L D DFL = Kedalaman sumur, ft = Kedalaman pompa, ft = Mid-Perforasi, ft = Dynamic Fluid Level, ft

Company,

Tulsa, Oklahama, 1980. 5. B ow , K ifici if , he ech o ogy of ou e ,

e hod,

SFL SGl Ps Pwf PI q qt qo K

= Static Fluid Level, ft = Specific Gravity Liquid = Tekanan statik, psi = Tekanan alir dasar sumur, psi = Produktivity Index, bpd/psi = Laju produksi, bpd = Laju produksi total, bfpd = Laju produksi minyak, bopd = Konstanta plunger, bpd/inchi/spm

min ep er

= Stress minimum, psi = Plunger Overtravel, inchi = Perpanjangan rangkaian batang isap, inchi

et Sp Tp V Ev

= Perpanjangan tubing, inchi = Effective plunger stroke, inchi = Torsi maksimum, inchi-lb = Pump Displacement, bpd = Efisiensi volumetris pompa, %

M N S

= Berat nominal rod, lb/ft = Kecepatan pompa, spm = Panjang langkah pemompaan, inchi

Ap Ar At

= Luas permukaan plunger, inchi2 = Luas penampang rod, inchi2 = Luas penampang dinding tubing, inchi2

Ci Wf

= Counterbalance effect ideal, lb = Beban fluida, lb

PPRL = Peak Polished Rod Load, lb MPRL = Minimum Polished Rod Load, lb Wr = Beban rod, lb = Faktor percepatan max = Stress maksimum, psi