'"EH[,,1il1?

1"^
i ENTERI KEUANGAN

W

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA N O M O R 3 7/ P M K . 0 2| 2 A L 2
a

TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (S) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Pen5rusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2Ol3 1. Peraturan Pemerintah Nomor 9A Tahun 2O1O tentang Penlrusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor I52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57781; 2. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2O1,O; MEMUTUSKAN:

Mengingat

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negaraf Lerrrbaga yang selanjutnya disingkat RKA-K/L, adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian NegaralLembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 2. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-K/L.
//

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2-

3 . Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menJrusun biaya komponen masukan kegiatan. 4 . Standar Biaya Keluaran adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.

5 . Harga Satuan Biaya Masukan adalah nilai suatu barang
yang ditentukan pada waktu tertentu untuk biaya komponen masukan kegiatan. penghitungan

6 . Tarif

Biaya Masukan adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan. biaya yang satuan adalah 7 . Indeks Biaya Masukan masukan gabungan beberapa barang/jasa merupakan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.

8 . Indeks Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang
menghasilkan satu volume keluaran kegiatan. 9 . Total Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang menghasilkan total volume sebuah keluaran kegiatan. yang Mutlak Jawab Tanggung Pernyataan 1 0 . Surat pernyataan adalah SPTJM selanjutnya disingkat pertanggungjawaban Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas penggunaan jenis satuan biaya di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2 Standar Biaya Tahun Anggaran 2OI3 terdiri atas: a. Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2013; dan b. Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3. BAB II STANDARBIAYA MASUKANTAHUNANGGARAN2013 Pasal 3 Anggaran' 2013 (1) Standar Biaya Masukan Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berfungsi sebagai acuan bagi'Kementerian Negara/Lembaga untuk menJrusun biaya koinponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja Tahun Anggaran 2OL3.

r/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3(21 Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3
.a

sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas tertinggi yang besaran biayanya tidak dapat dilampaui dalam penJrusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2013.

(3) Dalam

rangka pelaksanaan anggaran, Standar Masukan Tahun Anggaran 2OI3 berfungsi sebagai : a. batas tertinggi; atau b. estimasi.

Biaya

(4) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3 sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan besaran biaya yang tidak dapat dilampaui.

(5) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3
sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi prinsip ekonomis anggaran dengan memperhatikan pada ketentuan efisiensi, efektifitas, serta mengacu peraturan perundang-undangan. Pasal 4 ( 1 ) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(21Standar

Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 5

Selain Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri Keuangan dapat menyetujui Standar Biaya Masukan lainnya berdasarkan usulan dari Menteri/Pimpinan hal-hal antara lain Lembaga dengan mempertimbangkan sebagai berikut: a. kekhususan satuan biaya yarrg dimiliki Negara/Lembaga; oleh Kementerian tertentu;

b. tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan/atau c. daerah terpencil/daerah perbatasan/pulau terluar.

,/

mempunyai jenis dan satuan yang jelas dan terukur. Pasal 7 ( 1 ) Dalam rangka perencanaan ar'lggarar:. bukan merupakan keluaran dari Komponen Kegiatan 001 dan Komponen Kegiatan 002. b. (21Dalam rangka pelaksanaan anggaran. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4BAB III STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 Pasal 6 ( 1 ) standar 2Ol3 Anggaran Tahun Keluaran Biaya berfungsi b sebagaimana iimaksud dalam Pasal 2 huruf sebagai acuan bagi Kementerian Negara/Lembaga untuk kegiatan dalam RKA-K/L biaya keluaran *"ttfrr"ttt berbasis kinerja Tahun Anggaran 2013. (21Kriteria keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi Standar Anggaran 2OL3 sebagaimana Biaya Keluaran rahun dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. bukan merupakan keluaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana. batas tertinggi dalam Anggaran 2Ol3.engan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan. merupakan keluaran kegiatan yang bersifat berulang. dan/atau Kementerian 2) bahan penghitungaq pagu indikatif Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2OL4. Standar Biaya Keluaran berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi anggaran d. (3) standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2Ot3 dapat berupa Indeks Biaya Keluaran atau Total Biaya Keluaran.' Standar Keluaran Tahun Anggaran 2}rc berfungsi sebagai : a. referensi untuk: penyusunan RKA-K/L Biaya Tahun 1) penyusunan prakiraan . komponen/tahapan c. . b. yarrg jelas dalam d.maju. mempunyai pencapaian keluaran.

. pegawai negerif non negaraf untuk pejabat (41Penggunaan satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai SPTJM yang ditandatangani oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan dilampiri data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. usulan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (s)Berdasarkan (6) Tata cara penyusunan dan penelaahan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 tercantum dalam Lampiran dari terpisahkan bagian tidak III yang merupakan Peraturan Menteri ini. Kementerian Keuangan c. Direktorat Jenderal Anggaran Standar Biaya penelaahan atas usulan melakukan Keluaran Tahun Anggaran 2013. (21Dalam (3) Satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dikecualikan terhadap satuan biaya fasilitas penghasilan dan menambah pegawai negeri.q. Kementerian Negar a f Lembaga menggunakan : a. Pasal 9 Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OI3 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. dan/atau b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5Pasal 8 ( 1 ) Kementerian dan men5rusun Negara/ Lembaga mengusulkan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 kepada Menteri Keuangan c. Direktur Jenderal Anggaran. Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5. Tahun pen5rusunan Standar Biaya Keluaran Anggaran 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Satuan biaya lain yang tidak termasuk Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran harga satuan biaya dimaksud.q.

W. MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal9 Maret 2OL2 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. -./.t wffirffi *RW -6BAB IV ftlElffEnl lfl=UANt]AN lNDoNuslA HEPt't.^m.Jl-ll( KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan' memerintahkan mengetahuinya. AGUS D. ttd. orang setiap Agar pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia' Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2OL2 MENTERI KEUANGAN. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2OI2 NOMOR 287 Salinan sesuai dengan aslinya ENTERIAN ii . *\N. ttd.

Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas RplO0juta s.OOO Rp72O.58o.O8O.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas RpZS miliar s.58O.d.61O. npSO mitia.d. Nilai pagu dana di'atas Rp250 miliar s. Rp5O0juta d. Rp5 miliar g. Rpl triliun p. Rp2.000 Rp1.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun I. Nilai pagu dana s.d. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50O miliar s.01o. Nilai pagu dana di atas Rp2./ .d.d. Rp75 miliar k.5 miliar f.330. Nilai pagu dana di atas RplOOjuta s. Nilai pagu dana di atas RpZS0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rpl00 miliar l.d.d.170.OO0 Rp61O.0O0 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.d.0O0 Rpl. Rp5O0 miliar n.NESIA ilBffi H*dfllwft .d.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.d.O0O I.d.0OO Rp99O. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.430.d.O00 Rp48O.2. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rpl0O miliar s.d.'AWAB PENGELOLA NEUAIVGAN r. Rpl triliun p.580. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.O0O Rp1.d.0O0 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Rp400.00O Rp2.d.o0o Rp2. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.0O0 Rp82o. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s. Rpt0O juta b.d.d. Rps0ojuta d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a.890.0O0 Rp2. RplOOjuta b.000 Rp2.0O0 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.08O.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.0O0 RpSr0.d.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp50O juta s. 1.000 Rp1. Rp25 miliar i.0O0 Rp1. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.250.OO0 Rp2.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun PEJABAT PENGUJITAGIHAN &PENANDATANGAN SPM a. Nilai pagu dana s.0O0 Rp57O. RpSOOmiliar n.d.d.TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 20T3 ' LI KIND. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. RplO miliar h.d. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas RpSOOmiliar s.110. PEJABAT KUASA PENCGUNA ANGGARAN a.O0O Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. j.OO0 Rps.d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rploojuta s.000 Rp4.O0O Rp6l0.590. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.00O Rp1. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.d. Rpl miliar e.O0O Rp2. Rp25Ojuta c.d.44O.5 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.OOO Rp770. Rpl triliun Nilai pagu dana di atas Rpl OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp5O0. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Rp250juta c. RpS miliar g.d.00O Rp970.S miliar f. RpTS miliar k. Nilai pagu dana s.O0O Rp2. RplOOjuta b. Rp250 miliar m.620. Rp25Ojuta c. Rp250 miliar m. Rp25 miliar i.58O.0O0 Rp4.580.0O0 Rp7OO.O0O Rp930.0OO Rp1.O0O Rp3. Rp10 miliar h.5 miliar f.5 miliar s. Rp2.69O.Rp7S0 miliar o.O00 Rp4.00O . Rp10 miliar h. Rp1O0 miliar l. Rp500 miliar n.05O. Nilai pagu dana di atas Rp2S miliar s.d.850.3. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas RpS0 miliar s.9rO.0O0 Rp3.d.d.d.d.0OO Rp83O. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.830. Rp750 miliar o.oOO Rp660.040.000 Rp88O.250.d. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Rp50 miliar j. RpS miliar g.250.O0O Rps.t97t0\Bl'PUB LAMPIRAN I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDARBIAYA MASUKANTAHUN ANGGARAN 2Oi3 YANG BERFUNGSISEBAGAIBATASTERTINGGI PENIINGGUNC .00O Rp1.000 Rp3.d. RpZS miliar k.520. Rp5OOjuta d.000 Rp3.d. Rpl miliar e.S miliar s. Rp2.23o.78O.

000 Rp420. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp430. Nilai pagu dana di atas RpIOO miliar s.000 Rp4. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Nilaipagudana s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 Rp4.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s. Rpl00 miliar l. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.520. Nilai pagu pengadaan sampaidengan RplOOjuta b.580.840.000 Rp3. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun 2. Rp2S miliar i.0OO Rp850. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.020.d.d. STAF PENCELOLA/BENDAHARA PENGELUARANPEMBANTU/PETUGASPENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI (PPABP) a. RpS00 miliar n. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250juta s.d. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.000 Rp1.000 Rp310.000 Rp500.000 Rp570.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s.000 Per Paket OP OP OP Rp460.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp5O0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s. 5 . Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp2.000 RpS. Rp250 juta c.d. Rp2S0 miliar m.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d.5 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.5 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2.560.000 Rp2.d.d.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rps miliar s. Rp25 miliar i. I.470.O00 Rp1.d.270.d.000 Rp370.OO0 Rp3.'ASA /I'MT LAYAITAN PEIVGADAAIT luLPl 2.330. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s. Rp750 miliar o.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. RpSO0juta d. Rp10 miliar h. Rpl triliun p.000 Rp77O. Rpsoojuta d. RpTS miliar k.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK t{o lll URAIAN SATUAII (3) BIAYA TA 2OI3 (21 1 . Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s./ .d. Nilai pagu pengadaan di atas RplO0 juta s.000 Rp640. Nilaipagudana s.d. Rp75 miliar k.000 Rp4.d.d. Rpl miliar e.5 miliar s.000 Rp980.000 Rp2.000 Rp1. Rp5O0miliar n.000 Rp2.000 2 HOIiIORARIIIM PE. Rp2.d.860. Rp7S0 miliar o.d.d. Rpl triliun p.5 miliar f.000 Rp1.d. Rpl miliar e.78o.350. Rp25Ojuta c.000 Rp2.d. Rp50 miliar j.d. Rpl0 miliar h.OO0 Rp1.32O.d.d.3. PANITIA PENGADAANBARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a.81o.000 Rp1.000 Rp680.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun (41 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Rp25 miliar i.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp25O miliar m.940.d.790. Rp500 juta d.d.d.0OO RpSl0.d.d. Rp2. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. PANITIAPENGADAANBARANG (NON KONSTRUKSD a. PEJABAT PENGADAANBARANG/JASA 2.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50O miliar s.030.000 Rp3. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00juta s.d. Nilai pagu pengadaan sampai dengan RplOOjuta b. Rpl miliar OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rpsl0.090.d.5 miliar f.d.d. Rpl0ojuta b.d. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.490.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s. 4 . Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl0Ojuta s.2.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.120.000 Rp6rO.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00 miliar s. Rp100 miliar l.130.0OO Rp500. Rp2.580. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.000 Rp570.0OO Rpl.000 Rp3.000 Rp810. RptO0 miliar I.000 Rp2. RpS miliar g.000 Rp1.'ABAT/PANITIA PENAADAAIiI BARA$G/.d.120. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s. Rpl triliun p.d. RpSOmiliar j.450. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.550. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2sOjuta s. RplO miliar h.000 RDg2O-OOO . Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Rp500 miliar n.840. Rpl miliar e.d.000 Rp2.O0O Rp2.d. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.000 Rp1. Rp25Omiliar m.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2.O90. BENDAHARA PENGELUARAN a.d. Rp25Ojuta c. Rp500 juta d.160.150.780.000 Rp670. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rp2S0juta c. Rp75 miliar k. Nilai pagu pengadaan di atas RpSOO futa s.d. RpS0 miliar j. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1 . Rp750 miliar o. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s. Rpl0ojuta b.00O Rp860. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.00O Rp760.

'A3AT/PAITITIA 3.640.O4O.000 Rp2.91O. PEIVTRIMA IIASIL PEIITRJAAN OB OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP oP' OP Rp33O. p.260. Rp2. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s.090.OO0 Rp2.d Rp50O miliar p. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s. RplOO miliar n. Rp500 juta d. Rploojuta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s. 3 HOITORARII'M PE. Nilai pagu peke{aan/pengadaan di atas RpS miliar s. Rp75 miliar Rp75 miliar s.d.000 Rp520.d.oO0 000 Rp72O.000 Rp1. g.d.250.OO0 Rp1. RpS miliar Rp5 miliar s.d.000 Rp45O.560. k.000 Rp2.d.d. c. Rp750 miliar o. m.520.000 PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN/PENGADAANBAMNG/JASA 3.000 Rpl. Rp10 miliar Rp10 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s. Rp10 miliar j. b. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rps miliar s.d.5 miliar Rp2. Rpl miliar g. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun a.d.650. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.000 Rp2.820. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s. Rp10 miliar h.000 Rp62O. 000 Rp91O. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas RpSOmiliar s.d Rp750 miliar q.000 Rp2.000 Rp2.d.270. d.d.750.OO0 Rp4.510. Rp500 juta f. Rp50Omiliar Rp50O miliar s.840. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 rniliar s. RpSOmiliar l. n. Rp100 juta b. Rpl .370.d.0O0 Rp3.210.d.d. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rpl0 miliar s.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpsoojuta s.d.d. l.880.000 Rp3.d.000 Rp420.d.0O0 Rp77O.450. PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN/ PENGADAANBARANG/JASA a.d.890. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s. Nilai pagu peke{aanlpengadaan di atas Rp250 juta s. Rp250 juta c.230.000 Rp1. Rpl00 juta Nilaipagu pengadaan jasalainnya s.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK ilo URAIA. h. RpS miliar i.010. f.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5O0juta s.d.0O0 Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rp450.d Rp250 miliar o. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s.230.060. o. Rp25 miliar k.0O0 Rp60O. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.000 Rp2.000 Rp3.000 Rp1. Rp250 iuta e.000 2. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 miliar s.d RpSO Nflai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s.000 Rp450. PANITIA PENGADAANJASA (NON KONSTRUKSI) juta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s.d. Rpl miliar e.d./ . Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s.2.5 miliar s. atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas (41 Rp1.d Rpl triliun r.IT Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLaipagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di QI Rpl miliar s.d.d.4.000 Rp2.OOO Rp1. Rp500 miliar n. i. Rp750 miliar Rp750 miliar s.990.450. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp750 miliar s.5 miliar h.5 miliar f.d. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun Rp330. Rp5 miliar g.520.600. Rp250 miliar m.0O0 Rp48O.d. Nilai pagu pekeq'aan/pengadaan di atas Rp50 miliar s. Rp75 miliar k.200.d. Rp25 miliar Rp25 miliar s.d.d.960.d. RplOO miliar Rp10O miliar s.OO0 Rp1.100.000 Rp5. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s. Rp2.000 R p l . Rp100 miliar l. j.O00 . Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp750 miliar s.d. Rp75 miliar m. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp100 juta s.630.000 Rp3.000 Rp3.d.000 Rp4. Rp250 miliar Rp25O miliar s. Nilaipagupengadaanjasakonsultansi/jasalainnyadiatas Rp2.000 Rpl.5miliars.000 Rp2. Rpl triliun Rpl triliun SATUI\IT (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP BIAYA TA 2013 t1t e.370.140. Rp25 miliar i.000 Rp1.d. Rp50 miliar Rp50 miliar s. Rp50 miliar j.5 miliar s.000 Rpl.000 Rp2.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s.d.OO0 Rp1.d.OO0 Rp9lO. I. Rp2.000 Rps.

9ro.0O0 Rp2.5 miliar s. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d.d.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2. RplO miliar h.OOO Rp1.d. Nilai pagu dana di atas Rp25O miliar s.000 Rp1.0o0 Rp7OO.000 Rp2.000 Rp2. Rp2.950.000 Rp540.d.3. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.1 unitAkuntansiringkatKementerianNegara/tembaga(uApA/Barang) Dasar Keputusan Menteri a.070. RpZS miliar k.030.d.500.d.880.d.d.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rp2.5 miliar f.000 Rp880. BENDAHARA a.370.1 10.000 Rp420. Rp25 miliar i.72O.000 Rp570.d. Rp750 miliar o. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp10O miliar s.000 Rp2.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. RpS miliar g. Rpl rniliar e.000 Rp2.S miliar f.d.000 Rp500.0O0 Rp6l0.d.380.oo0 Rp1.d. PenanggungJawab c.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 RpS10. Rp25 miliar i.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK lto URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 (4) IU 4 HONORARIUM PEI{CELOLA 4.000 Rp1. Rp5O0 miliar n. Rp50 miliar j. Rpl miliar e. Rp250 miliar m.260.000 Rp66O.d. Nilaipagudana s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp2.000 Rp500. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.000 Rp3lO.000 4. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Rp5O0 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp25Ojuta s-d.d.62O.280. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.56O.5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Rp10 miliar h.10O.o00 Rp730. Rpl00 miliar l. Rp2sojuta c.000 yangditetapkanatas OB OB OB OB OB Rp7O0.000 Rp3.d.O00 Rp3. Rp500 miliar n.450. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 4. Rp500 juta d.d.870.000 Rpl.d.000 Rp3.820.000 Rp1. Rp50 miliar j. Pengarah b.760. Rpl0ojuta b. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.I.260. Rp250juta c. Nilai pagu dana di atas Rp100juta s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.d. Rpl triliun p.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.540.d.00O Rp400.000 Rp430.d.O00 Rp4.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun {3} OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.d. RpsoOjuta d.d. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d.000 Rpr. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. RpZSOmiliar o. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Rpl triliun p. Rpl0 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.000 Rpl.79O. RpZS miliar k.490.260. Rp2. Ketua/Wakil Ketua e.0o0 Rp1.d.d.000 Rp1.000 Rn35O. Nilaipagudana s. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. ANGGOTA a.000 Rp1.0O0 Rp370.0O0 Rp770. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Rp25 miliar i. PNBP (21 ATASAN LANGSUNG BENDAHARA a. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.000 Rp2.d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.000 Rp2. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp2S0 miliar m. Rpl00juta b.5 miliar f.d. Nilai pagu dana di atas Rp5O0juta s. Koordinator d.00O Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.000 Rp1.000 Rpr.680.000 Rp2.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 IIOUORARIUM PENGPLOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5.d.000 Rp3.170.5 miliar s. Rpl miliar e.000 Rp3.2. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp7S0 miliar Ld. Rp250 juta c.130.d.140. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.000 Rp600. Anssota/Petusas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Rp5 miliar g. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. RplOOjuta b. RpS00 juta d. Nilaipagudana s.d.000 Rp940. Rp50 miliar j.OOO 'l/ .820.000 Rp89o.

Pengarah b.THAN. Anggota/Petugas PEI{GURUS/PENYIMPAN 6. Ketua/Wakil Ketua d. Peneliti/perekayasa Madya c.1 Narasumber/pembahas : a' Menteri/pejabat setingkat Menteri/pejabat Negara Lainnva/yang disetarakan b.2 OJ OJ OJ OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Responden OH 8.al a.4 Anggota PEIfYULUH I{ON PEGAWAI ITEGERI SLTA Sarjana Muda Sarjana Master (S2) KEBER. Sekretariat peneliti/perekayasaan d. Peneliti/perekayasa Muda d. Pelabat Eselon ItI ke bawah/yang disetarakan Moderator SEJENIS BMN 5. PenanggungJawab b. PenanggungJawab b. Peneliti/Perekayasa pertama Honorarium penunjang penelitian/perekayasaan a.2 Tingkat Pengguna Barang Tingkat Kuasa pengguna Barang PTNELITIAN/PEREKAYASAAN 7.I 10. Pembantu peneliti/perekayasa b.1 6.1 Satpam dan pengemudi I l'2 Petugas Kebersihan dan pramubakti ROIIANIWAN TIM PILAKSAITA KEGIATAN l3.1 Honorarium Kelebihan Jam penelitian/perekayasaan a. Peneliti/Perekayasa Utama b.000 . Anggota/Petugas 5'4 Unit Akuntansi ringkat Satuan Keq'a (uAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar sI( Eselon II atau unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran/Barar! wuy"t atau Koordinator Unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran WiL]. Pembantu Lapangan NARASUMBER SETIIIN/IR/ RAKOR/ SOSIALISASI/ DISEMINASI/ I.l Yang Ditetapkan Oleh presiden a. OB OB OB OB OB OB Rp2. Koordinator/Ketua d.0o0 Rp2. Koordinator c. PElfcEMuDI. Anggota/petugas 5'3 unit Akuntansi Tingkat wilayah (uAPPA/Barang-wlyang ditetapkan atas Dasar sK Eselon I a. PenanggungJawab b. ptrucAs ll.GD/ KEGIATAN 8. Ketua/Wakil Ketua d.3 10.1 PenanggungJawab 9.2 KetualWakil ketua 9. Pejabat Eselon ll/yang disetarakan d.4 Rpr.5OO.O0O Ho![oRARruM SATPAM.3 Sekretaris 9. Sekretaris f. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c.2 OB OB OB OB OB OB OB OB 7. Pengolah Data e.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAp a. Koordinator peneliti/ perekayasa c. Koordinator c. Ketua/Wakil Ketua d. Koordinator c.2 OJ OJ OJ OJ OJ IIOIIORARIT'M PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN 9. Wakil Ketua e.90o.000. Petugas Survey f. DAN 'RAI''BAKTT IO.2 10. PenanggungJawab c.

000 Rp180.000 Rp15O. Wakil Ketua e.0OO Rp22O.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18.0o0.000 Rp600.3 16. Rp50 miliar c.OO0 Rp400.2 16.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a.2 Anggota OB OB Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp250.6 Pembuat artikel t6 IIONORARIT'M TIM PEIWI'SI'NAN BT'LETII/MAJALAII 16.d Rp25 miliar b.00O 1Ii / . Nilai pasu dana di atas Ro2O0 miliar OB OB OB OB OB OB OB OB OB oB.00O Rp650.000 Rp4rO.000 Rp50o. Anggota (3) OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB (41 Rp1. PenanggungJawab c.o00 Rp450.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 tll (21 13. Rp200 miliar e. Wakil Ketua e.5 Web Developer 17.000 Rp500. Anggota 13.000 Rp500.OO0 Rpl5O.000 Rp400.2 Redaktur 15. Rp50 miliar c.000 Rp350.00o Rp850.d.000 Rp1. Pengarah b.5 16. Pengarah b.000 Rp100.000 Rp580. Rp350.5 Sekretariat 15.6 PenanggungJawab Redaktur Penyunting/Editor Desain Gra{is & Fotografer Sekretariat Pembuat artikel Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp400. Rp200 miliar e.1 ATASAN LANGSUNG PEMECANG KAS/KPA a.3 Yang Ditetapkm Oleh Pejabat Eselon I a. Sekretaris f.6 Pembuat Artikel 17.4 WebAdmin I7.d. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Anggoia 13.4 16.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a.000 Ro570.000 Rp810.4 Desain Gralis & Fotografer 15.IUTJURNAL 15.d.0OO HONORARIIIM PEI{ANGGI'NG} JAWAB PENGELOLA KEUAI{GAIT PADA SATKDR YANG MEIYGELOL^6 AELAITJA PEGAWAI 18. Pengarah b.d Rp25 miliar b.000 l5 IIOITORARII'M TIM PEITYUSI'N. Ketua d.000 Rp450. RplOO miliar d. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Nilai pagu dana s.0OO Rp750.0OO Rp750.000 Rp350. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.1 16. Rp10Omiliar d.7 Penerjemah l8 OB OB OB OB OB Halaman 1500 karakter Rp500. PenanggungJawab c.000 Rp250.000 Rp460.2s0. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 t 7 IIOITORAnIUM TIM PEITGELOLA WEBSITD 17.000 Rp690.0O0 Rp100. Sekretaris f.0oo Rp300.O0O Rp490. Nilai pagu dana di atas RpSOmiliar s.00O t4 ITONORARIT'M SEKRSTARIAT TIM PELAKSANA KTGIATAIT 14. Ketua d.000 Rp250. PenanggungJawab c.OO0 Rp100. Sekretaris f.1 PenanggungJawab 17.000 Rp330.1 PenanggungJawab 15. Ketua d.000 Rp7OO.000 Rp250.3 Editor 77.2 Yang Ditetapkan oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a. Wakil Ketua e.O00 Rp4O0. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.500.000 Rp100.3 Penyunting/Editor 15.000 Rp300.d.00O Rp300.000 Rp3Oo.2 Redaktur 17.1 Ketua/Wakil ketua 14.d. Nilai pagu dana s.000 Rpr80.000 Rp7s0.000 Rp300.

000 Rp60O.1 Vakasi a.9 Sekretaris panitia | tS.tO Anggota l9. pendidikan Menengah I ul pemeriksaan hasit Ujian Rp2O.OOO Rp65O. Rp200 miliar e .oO0 RpSO0 Rp4 Rp450.9 Selcetaris | Anggotapaniria 120.OOO Rp350.d.000 Rp24O.3 Ketua/Wakil Ketua 19.d.5 Tim Asistensi | 20.7 Koordinator | 19.7 Koordinator | 20.iaran OH ry .5O0 Mahasiswa/ Mata Ujian trang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian urangl Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian o rang/Mahasiswa Rpl0.:::l-ll':mbuatan bahan ujian I Nrtskah/Pela.12 Stafpendukung | INTDRIYASIOIVAL .OOO c.0OO Rp7.0o0 Rp27O. pendidikan Tinggi I tt Diploma Uillfit/N dan Strata I (St) I pemeriksaan hasil Ujian | "t I Ut pengujiTugas AkhirlSkripsi I Zl Strata 2 (S2) I 4 Pemeriksaan hasil Ujian | Ot penguji Tesis I I I zo. Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari BERSKALA INTERflASIONAL Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari RpS50.2 penanggungJawab | | 19.0o0 Rp340.l 1 Liasion offcer lt ol | 19. Rp400.OO0 Rp150.l Narasumber Kelas A | 21.O00 Rp27O.3 Ketua/Wakil Ketua | 20.KTM.2 Narasumber Kelas B | 21.000 Nrrskah/Pelqiaran OH ] Rplso.4 Ketua Delegasi | 20.O00 Rp470.3 Narasumber Kelas C | I 22 D/rN HONORARTUM pEtryELEl\rccARA UJrAr{ lVAr{Asr | 22.12 21 BIAYA NARASUMBER KEiEIATAN DI LUAR NEGERI ISATUAN 2l.d Rp25 miliar b.000 Rp41O. Nilai pagu dana s.OO0 Rp400 tl I 20 IHONORARIUM WORKST.8 Ketua BidanS | 20.d.5 fim Asistensi | 19. RpSOmiliar miliar OB OB OB OB OB TIUM SIDANC/KOT{FERTNSI I I | I I I I | | | | | | llD&ArDe/IC.8 Ketua Bidang | | 19.6 Anggota Detegasi Rt | 19.4 Ketua Detegasi | 19. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar s.10 l2o.0001 Rp4OO. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.o00l RpssO.0O0 Rpl9O.2 PenanegungJawab I 20.000 Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari )iswa/Mata Ujian iiswa/Mata Ujian RpS.OO0 I at strata3 (s3) I Of penguji Disertasi I 22.l Pengarah t9. pendidikan Dasar I Penyusunan/pembuatan bahan Ujian | 1l . pendidikan Menengah I pemeriksaan hasil Ujian I c.0OO I il i::::.000 Rp15.O00 Rpsso. SOM Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari.qIoNAL/MITLTILATERALI I l9. Nilai pagu dana di htas Rpl00 miliar s.OPISEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN I 20. pendidikan Dasar I pemeriksaan hasil Uiian I b.l pengawas Ujian | b.l7 Liasion Officer (LOl Stafpendukung 120.2 Honoraium penyelenggara Ujian | a.O0O Rp25O.MENTEBI KEUANGAN REPUBLTK INDONESTA NO flt URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (3) a .000j Rpsso.6 AnCCotaDelegasi RI | 20. RptOO miliar d . Nilai pagu dana di atas Rp25 (41 Rp2OO.r Pengarah Rp250.O0ol Rps00.

/ .2 Golongan III 23.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- NO URAIAIT I2l c.000 Rp29.000 Rp29. Golongan IV 2 5 SATUAT| BIAYA UANG SAKI' RAPAT DI DAIAM KAI{TOR DAII UAI'TC MAKAI| LEMBUR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK RplO.000 OH OH OH Rp25. Golongan I dan II b.0OO Rp260.000 Rp300. Golongan IV 24.1 Golongan I dan II 23.OO0 Rp280.000 Rp27. Golongan II c.O0O Rpl7.3 Golongan IV 24 SATUAIT BIAYA UANG LEMBI'n' 24.O00 Rpr3.O0O 41.000 Rp30O. Golongm I b.OO0 Rp290.2 UANG MAKAN LEMBUR a.000 Rp27. Golongan III c.000 Rp25.OO0 OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH 23 SaTUAN BIAYA UAJIG MAKAII PEGAWAI IIEGERI SIPE (PNSI 23. Golongan III d.I UANG LEMBUR a.000 Rp250.O00 Rp20. PendidikanTinggi 1) Diploma I/IIIIII/Man Strata I (Sr) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (S2) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian SATUAIT (3) BIAYA TA 2013 t1l (41 Naskah/Mata Kuliah Rp2sO.

000 370.000 480. {USA TENGGARA BARAT 19.O00 20.OOO 1 0 . 7.000 360. 8. 9.000 380. 3ANTEN 12. iORONTALO 26.CEH (3) OH OH OH OH OH OH (4) 360.O00 370.O00 370.000 370. SULAWESI TENGGARA 30.I.000 430.000 580.000 370. 4. ). JULAWESI UTARA 25. PAPUA BARAT 360.000 360. 3ANGKA BELITUNG 11. \4ALUKU 3 1 . 3 A L I 1 8 . ]UMATERA UTARA tIAU KEPULAUAN RIAU ]AMBI ]UMATERA BARAT ]UMATERA SELATAN .OOO 9t_ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 369:999 380.000 370. ]ULAWESI SELATAN 24.000 370. ). 5.000 420.000 360. 6.000 370.OOO 480. MALUKU UTARA 32.K.000 420. P A P U A 33. KALIMANTAN BARAT 2l (ALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 22.000 430.000 370. NUSA TENGGARATIMUR 440. 370:999 430. JAWA TIMUR t7.O00 370. JAWA BARAT 1 3 .IALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAIY BIAYA TA 2013 (1) I (2) q.AMPUNG 3ENGKULU 360.OOO .ooo 410./ .I.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -9 - 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PER. YOGYAKARTA 1 6 .O00 2. JAKARTA t4. KALIMANTAN TIMUR 24. ]ULAWESI BARAT 27.000 530.000 360. 3. SULAWESI TENGAH 29. IAWA TENGAH 1 5 .OOO 23.000 370.

000 110.000 95.000 110.000 - r40. KALIMANTAN SELATAN 23.000 50.000 120.000 150.000 1 1 0 .000 85. ]ANGI(A BELITUNG 1t.K.000 95.o00 20.000 io.000 .OOO 110.OOO Cs.000 105.000 25. KALIMANTAN BARAT .oob 100.nArv-rpNcCA2 2 .. 0 0 0 -"--110.000 r 15.000 9s.OO0 3c. JAKARTA t4. BENGKULU 1 0 . SULAWESI TENGAH 120. PAPUA - _?e_ lv!4yPqr 20.000 115. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 160.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK SATUAN BIAYA SAKU PAKET UANG IIARIAN PAI{ET FULLBOARD SERTA TULLBOARD DI LUAR KOTA. NUSA TENGGAM BAMT 1 9 .O00 (61 85.000 170.ooo 100.000 110.000 30.000 .o00 UANG SAKU FULLBOARD EULLDAY/ DI DALAIII HALTDAY DI KOTA DALAII KOTA (51 100..- 85.000 bo.I.6.-PAPUA BARAT ^/ . B A L I 1 6 .000 oo.OOO ioo.000 125.ooo s. PROVINSI 1 T (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPUI. ? 30.O00 95.000 95.I.000 130..000 110.ooo 30.ooo 130. I-AMPUNG 9 ._ ]ULAWESI BARAT 27.000 95. JAWA TENGAH 1 5 . J.OOO 130. 6.000 tooobo r00.-ooo 30.000 95.s0.LDAYftIALFDAY DI DALAM KOTA rupiah) No.000 8s.AWESISELATAN 28. D..O00 sb.000 rg5.000 200. MALUKU 3 1 . DAN UANG WI.UANRIAU JAMBI UAT{G HARIAN SATUAN FUUAOARD DI LUAR KOTA +l {3) OH OH OH OH OH -oH OH OH -o iiOH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH -orOH OH OH 120.160.000 25. 3ANTEN ! 2 .000 95.000 2.000 85.obo .o00 30. D.000 ob.000 180.0d0 15.000 150.000 r05.O00 106. \4ALUKU UTARA 32. JUI.000 10.000 9s. iORONTALO _26.o00 zs.000 reo.000 4. SULAWESI UTARA 25.ooo 30.000 30.oiiri 95.000 140. JAWA TIMUR 17.000 130.000 -*- tos.ooo 85.000 10.000 r00.ooo95.boo 120. rnirrvrnr.ooo 10.000 150.000 ios.000 95.000 50.000 110.000 1 1 0 . SUMATERA SELATAN 8.000 140.000 15.000 10.A. 0 0 0 --115.ooo r 10.000 130. YOGYAKARTA 1 6 .--z L .000 140.000 30. IAWA BARAT 1 3 .000 30.ooo roti.000 35.SUMATEM BARAT 7 . KALIMANTAN TIMUR -'iq.obo 95.

_0:gg0 _ .0OO 7?o._!-?qq.6*SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN SULAW!.ggq 720.000 _.000 900.ggQ.-_l.-00_0_ -o-H66r.1q9.lqo-qQg p.?-6qgg_q.3e9:0gq -Zsa.qqo zao.Qgq_.!'89:q00 I * .000 _95.OOO I (6) (71 2 3 5 RIAU JAMBI l--?! *-oH BARAT --oH- 6 _Lq9q.030.. l 8 NUSA TENGGARA RAR 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2.-e?o.000 -.0J0 _1.000l- I _qel.-__1.___ .boo.0.qqql____9_4!..-1.000 I -ess0eql-_zqq.030.q_q-q 4t2.90q..q9q | 1.350.s?10_0q .o-qg e!0.q00.0._ ?.obo OH -oH--_1:5l-q:-009_ .SI TENGAH _9.. 6 _ Z 9 1 0 0_ g.OOO . __!. YOGYAKARTA 16_ _ 1 7.q2g.!g 360.qgq I -_-oH OH 4.-3.qqg ___?99'q0_q 91o..q_ _?LKALIMANTAN TENGAH 3?.qoo _ 720.o r i .0!g __L11s-qqg I _ r.000.o00 I J2o.9?p.qQg_ 1:11910_00 I _ _ o H .o00 I .OOO .ooo 460.QF_o.oqo _ -_i1q. .io ____ 41o.000 _______q4q.pge l'_--.000| 4. 580.__l.."ooo .9g2:90_0 _ -___Fsq.Qg(__3110.-_i!q. 830. OH OH -oH t 4nn nnn OH -oC* I r. 1:l.q | oH-.260.--+io.4q0_1q0! .?-5_0-.__ | _-"oq.oNcaN UI GOLONGAIT rlrr (8) (21 {CEH SUMATERA UTARA (3) OH OH (4) 4.000 -. .qoq . -_qfl..000.000 [-lbTooit .000 1.IKALTMANTAN _SELATAN .oqo__ _ _ 7sQ.000| 336.000 .470._-.o. qqg.o00 __3. -_ . ---t5-o.g.g-0-9.9?9.030.qgg l--4o8bbo -l}s.og.Q-00 | 1.9_0_0_ 45O. __ _z9gp_o_0" 4.OO0 4 -qnn non 1..Lq.-4gq.-o._ .q-o_q I OH __q-09!.._o_oq .?.goq 1.Jl_O:qgg l. __ -_-23 IKALIMANTAN TIMUR lsulAwEsr UrARA _?!_ 25 GORONTALo 2.lsooob OH --itH -1.gqq iao-ooo I rc0.0qgjq0_0. I 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU _x1_ \.__ _*_J1_u:. L-q12.sgo.1?q.--sgb. _.?.?4q0-0p _ _ _ ..:1_1260.9q0.-BARAf-= l-.q00_ ___.g_qq r.q-qo.q_0_q0_9._qgQ.716.ooo l-_ --47!.--9-q9.000 __..LoJq.90 l$o0:g0q| _ .000 lt-- l- _q -:-_ l3 14 LAMPUNG 9_ BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG t'AN'I'EN JAWA BARAT UAWA T I'NIiATI _ls_D.000 I 6_qq. PROVINSI SATUAN PA'ABAT NEGARA PF^'ABAT ESELON I/II (5) | 3()R PEJABAT ESELOIV IIt/coLoNGAlf -rv I PF^'ABAT ESELOIY IVlcol..ooo 400.-ogq 3Co.ooo .rsz. .000 1.400.oog.I.8lp_.Q9q iio.r4_!q5v_ul4-RA _32 PAPUA 33 PAF-u.-.000 -_ _ ___45q.._ . .240.gqq -_.000 _1.768.000 3go. _l:229_:g0g_ l-.qq_o.420._-q.qqg.-0-Qq I tisol. _-Lqqp.. ---1.ooi_._.oqq_ -.qqq| 3zq..q2._.ooo __q.gg1.o00 600.ooo OH 750...qgc oH' -.4go:gqo i ._0_q0 _*.__-2--8_g:O.-ooo 800.ooc .o OH H .___49_q.77o.500.q-qq.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK BIAYA PENGINAPAN PERTIAL/INAN DINAS DALAM ITEGIERI ru TARIF HOTEL lIO.?1o__og_g_ r.ooi 510.oqq.gg! _ l.___ g..-i.Q99.o_o:qgo +oo. . ..920.0_0q __1.3se.oooI ___3.1g:0_0_g 400.00q 600.o-qo_ _ 25q.oq0 _ ___ -qqq.oog .o_g! __!z_s.8r9.820. .O00 czg.000l OH -oii _.qqq_ l---s3b"ood .72o._-?.iz+.g_09 _ lr4s-?. _.Qao.0-q9 ..qqq -__-.000 I OH __4.oso.079.ooo __3.-_1go_=o_gq _-_9!9:o-o*q OH 4.ooc l.q99 ". .ono __1.poo * .99.QQ( 380.99-0._0_0( _ q9.371..o_qg 1.ooo -_9-t1_ _1.srgri.ooo .ooo .-_1.u-!lg | ___.ibts.ooo .000 .q99 1.0_0_q .0-.Q99 _.150.__?j1l0_.9q! . -.0q.ooo . l:g_.gg_o l-.qq:o_o_o_ .

Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile r) 527 447 473 404 417 368 _" _ 91q 307 o 4 395 464 5 Columbia Peru _8_ _ 9 Suriname 1 0 Ekuador AMERIKA TENGAH 1 1 Mexico L2 Kuba 1 3 Panama EROPA BARAT Austria 1 5 Belgia 436 415 386 383 398 277 323 347 316 242 287 24r 286 241 222 t21 29r 270 240 237 281 277 295 273 221 9._21r_.O7 2s2 242 241 429 4n6./ . () GOL.nal" Norwegia DWCLlla 504 466 5t2 453 419 4+3 463 464 4LL 416 509 _ . D AMDRIKA UTARA I . _ !91_ 287 27t 321 _20 2L 22 23 24 _172 453 517 409 465 354 288 432 ?7s _ _____. Federasi Jerman-1 8 Belanda 1 9 Swiss EROPA UTARA Denmark Pi"i. 318 ?n< 282 28r 27r ?17 414 307 _ _?61 272 _lq_Perancis I 7 Rep.L.11 431 ------33 352 286 25 Bqsnia Herzegovina 26 27 runanl --_--_-_-'i6 483 457 444 29 rur LLtHal +22 s20 473 379 472 334 353 287 242 372 24r 371 3 1 Serbia _t?s 401 __ ?8? 361 ?12 313 ______. 313 286 Ker4jaan Ingsris EROPA SELATAN ___.l' GOLONGAN (i(. !21 318 282 382 282 272 322 28'1 ___.24_L 277 ._____iff. A (iIJL.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -12- 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAII DINAS LUAR NEGERI da-lam US$ NO NEGARA GOL.___!59587 _ 439 534 420 ?1?__ _ __ ___q.

_ 3q1 361 381 _ 512 387 382 293 _ _..-?-186 _ .? 334 296 257 276 244 __ __i. -257207 275 364 20t 196 186 2 2 ? ___=--zqg_ __ ____2_qq 196 6 n K.__1_q_ -. D 426 421 407 416 .// .__. 4 GOLONGAIT B GOL.2 244 263 _ _?q3-___ _ -___1_82 216 212 2t5 211 AFRII(A SELATAN- 48 Namibia 1? AFRIKA UTARA y)*gl].MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam US$ NO NEGARA GOL._ 342 368 _ -_ _**L9? 342 308 308 273 251 247 282 254 2R6 190 191 186 _ !81_ 2ro 189 184 16.UWart --- 6 1 rJrDanon 62 Qatar _63 64 T\rrki 65 Pst..t-97 215 301 l06 2tL 276 254 r97 207 185 / / . -202 287 212 192 161 201 5 1 Mesir 52 53 Tunisia 54 Sudan OD Libya -. Arab Emirat rlr _99_ 67 Saudi Adbi".qq_ 206 t82 19? r67 196 141 285 319 _ ?7.-._____9_1.0*6297 290 328 AFRIKA BARAT 40 Niseria 4 l 9srlgRal AFRII(A TIMUR Ethiopia 43 Kenva t.esultanan Omq4 357 386 358 365 459 _ 353 391 359 _ _2Qq .5 ASIA BARAT 56 \zerbaiia 58 59 lral< nrrlanio 498 397 365 406 459 283 254 ---__-. A (i()L. _q_0* 300 247 25I 135 ._ -q99_ _=___30q 197 277 39 Ilzra _-.|u5 361 313 276 292 206 291 201 -_.^ 44 I\f a r{ 45 L d t z a u l L i 46 Zimbabwe 47 rvrvzquut\. C E 33 34 35 36 *33_ Rusia 38 Slovakia EROPA TIMUR Bulsaria wzecn Hongaria Polandia Rumania (s 367 390 320 331 3i3 31 c?c GOL._____196_ 2to 188 302 . 293 267 276 257 270 323 365 224 t97 ._ _sq6 +29 425 277 __l.

tJ 385 Bangladesh 76 India 339 352 343 348 351 226 L96 263 77 Pakistan 78 Srilanka 79 ran ASIA TENGAH 80 Uzbekistan 8 1 Kazakhstan ASIA TENGGARA 203 20L 260 173 t67 242 182 t67 202 172 1. 211 201 L96 t96 t96 196 t96 796 2rI 197 202 204 197 r97 229 272 222 276 237 22I 92 93 94 95 96 Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nueini Fiii 439 392 425 385 363 403 246 387 s53 329 27t 221 224 L92 t79 / . E Gc|l.66 241 181 166 181 392 456 352 420 287 334 222 224 212 254 333 82 Philipina 83 84 85 86 87 88 89 Singapura Malaysia fhailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam 90 Kamboia 9 L limor Leste ASIA PASIFIK 4L2 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 221 221. A GOLONGAN GOL. (J (21 ASIA TIMUR 69 Rep..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4(dalam US$) NO NEGARA GOL.Rakyat Cina 70 Hongkong 7 l Iepqag 72 Korea Selatan 73 Korea Utara ASIA SELATAN 74 Mganistan GOL. D (6) (3) 378 472 519 421 395 (4) (5) 238 320 303 326 238 207 287 262 297 207 206 286 261 296 206 .

420 5.830 850 3.490 3.670 3.OOO 8.440 11.204 4.370 2.520 1.800 1.000 5.180 4.60 6.520 6.320 t6.410 7.160 2.s.330 550 630 890 3.890 1.680 1.890 3.L70 s8o .430 (s) 2.O50 1.020 5.400 5.910 11.480 3.L60 3.220 7.510 3.610 6.920 r.240 2.470 r.JAKARTA Ekonomi {6) Bislis Bisnis (3) 1.560 3.720 2.000 3.I30 3.350 4.470 9.330 12.840 7.430 6 7 8 9 10 11 Amsterdam Ankara Antananarivo Astana Athena B.780 4.050 4.500 6.810 t.450 2.200 3.400 1.810 6.670 2.330 3.330 3.220 880 2.590 5.S Begawan - 890 1.890 3.640 7.520 4.240 Eksekutif (8) Abu Dhabi A.360 5.610 1.820 ftl 4.060 3.7tO 2.240 .260 t.570 4.600 1.270 10.860 2.550 5.400 3.010 7.980 1.400 920 2.220 3.310 4.370 10.220 3.300 8.500 5.690 7.999 2.490 5.o20 4.220 1.990 10.010 1./ .O80 LO.340 9.200 4.760 5.690 5.500 13.620 9.730 3.060 3.310 3.830 4.680 3.370 1.880 t.MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA -15- 30 SATUAN BIAYA TrKET PER.5i0 t.150 3.920 10.650 t.980 4.900 3.460 5.L30 4.530 7.490 1.520 4.so0 1. (1) I 2 3 4 D PERWAKILAN QI JAI(ARTA.780 7.110 5.440 5. Ekonomi PERUIAKILAN Eksekutif AI PERUIAKILAN .550 5.a20 680 r.5rO 2.530 3.040 6.820 8.330 7.O10 3.810 3.130 6.600 1.r20 5.020 5.790 3.450 3.0.900 730 1.100 2.310 3.040 5.860 2.800 t.220 8.4{o 1.770 6.140 6.910 3.770 2.720 4.960 1.990 3.770 5.810 4.800 t 2 Baghdad 1 3 Baku T4 Bangkok 1 5 Beijing L 6 Beirut 1 7 Beograd 1 8 Berlin 1 9 Bern 20 Bogota 2l Brasilia 22 Bratislava 23 Brussel 24 Bucharest 2 5 Budapest 26 Buenos Aires 27 Oairo 28 Canberra 29 Cape Town 30 3aracas 3 1 Chicago 32 Colombo 2.240 9_.490 1.200 4.800 1.770 2.600 2.160 6.150 7.390 12.660 7.buia Addis Ababa Alger Amman 2.270 4.660 4.220 4.'ALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGpRT IONE WAYI dalam NO.sLO 9.080 3.660 3.010 2.500 9.150 1.600 2.960 4.900 1.750 5.060 1.010 3.890 3.91O 7.700 4.730 2.860 t.

O20 4.930 750 1.800 2.730 1.1.560 1 .790 1.340 2.9-so 7.rso 3.290 1.700 6.660 3.920 8.t20 4.260 860 1.050 10.400 3.520 3.470 2.9-99 840 i.L20 8.630 8.600 4.130 3.930 3.r80 1.100 r.740 2.r20 7.500 2.670 6.060 1.700 7.140 2.200 3.780 1.O40 9.180 r .440 9.I40 3.460 2:9ro 660 890 .240 3.190 2.920 6.600 6.400 3.190 z.600 3.800 5.640 2.680 4.570 2.500 3.1 .430 4.010 7.500 5.690 .450 450 2.630 640 3.610 4.100 5./ .040 3.ar9 7.r7o.420 2.150 1.9r0 370 1 .940 2.500 1.330 3.730 3.920 1:.840 3. PERWAKILAN PERUIAKILAN .360 r.-1.980 1.990 2.860 2.300 5.870 560 360 63 64 65 66 67 68 69 Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles s30 2.640 2.190 1.260 37 38 39 40 4l Darwin Davao Citv Den Haag Dhaka 3.100 3.950 2.490 4.750 3.600 6.180 7.LOO 2.340 5.030 2..tLO 1.460 3.420 3.030 3.150 1.630 2.600 3.430 4.650 7.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK lq4ralu vuv NO.980 .530 (41 7.160 1.420 ro.060 3.860 2.O00 3.2rO 3.080 2.JAKARTA Ekonomi (6) Blsnis ffl Eksekutif (8) 10.570 2.170 7.320 7.890 4.510 --z.610 {s) 2r.620 8.080 5.800 2.450 1.7lo 4.oro 2. 510 720 610 1.900 4.660 3.180 Ekonomi Bisnis Eksekutif 33 Dakar 34 Damascus 35 36 Dar Es Salaam (3) 5.350 1.530 830 750 750 4.390 2.2rO 920 2.690 2.100 8.240 5.560 6. 0 5 0 880 sso eio 580 340 1 . 11 0 6.270 6.530 5.100 .490 1.100 2.290 4. 1 9 0 2.+70 2.270 3.580 1.410 52 53 Islamabad 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jeddah Jenewa Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston 7.460 3.500 1.140 3.280 3.400 4.530 590 980 3.890 3.220 4.100 2.950 _ _ _ 7 .050 5.660 1.O70 1. 0 6 9 ?.050 7.590 t.380 2.170 7.370 810 2.430 10. 0 2 0 790 1.290 1.* .soo 3.390 2.930 3.930 2.820 1.210 4iio 3.230 Dili Doha 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Dubai Frankfurt Guangzhou Hamburg Hanoi Harare Havana 3.820 990 L.600 r.o29__ 1?e_9 2.720 1.390 1.r70 5.560 3.220 9.720 13.000 5.oso a.630 5. 1 PERWAKILAN QI JAI{ARTA.0i0 750 _3€99_ 4.060 2.620 Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen 2.

890 1.860 5.230 Eksekutif (3) (sl 7.400 4.ee9.720 4.gtO 12.000 r . PERUIAKILAN Ekonoml QI dalam U PERWAKILAN JAKARTA Ekonoml (6) Bisnis Eksekutif {8) 8.O24 7.290 640 1.1.31O 570 2.050 - 2.830 4.060 6.640 6.420 2.970 2.1 10 2.660 2.320 2.440 2.470 2.760 3.870 3.750 8. (1) PERWAKILAN Bisnls {4) 4.890 2.500 10.900 1.420 4.920 9.270 650 1.280 10.O20 4.500 3.480 4.500 4.060 3.970 Quito Rabat Riyadh 4.350 - i.980 2.320 4.340 6.370 2.130 1.130 4.030 3. 7.L40 70 7l 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Madrid Manama Manila Maputo 3.030 3.310 640 1.680 2.300 3.r20 4.060 8.450 3.060 3.O20 5.690 7.440 1.600 6.410 11 .890 6.020 2.L90 3.s0o 8.260 2.300 11.390 2.740 11.750 i.180 l:^l.670 rr.450 1.900 6.340 4.860 3.050 6.420 2.600 4.240 __ _5:059 __-7.330 ?'9-99 1.050 920 3.930.630 880 3.OOO 4.700 4.700 860 t40 1.280 1.230 LO.540 7.r 70 3.920 3.250 Perth Phnom Penh to.300 3.180 2.380 3.580 7.t20 2. 11 0 t.890 2.560 1.310 730 7ro .990 5.520 _3.7LO 1.850 5.050 L.8-oo 8.20 2.750 2.620 10.950 2.300 5.570 7.070 t.320 L2.940 600 3.460 4.910 9.970 5.690 Roma San Francisco _10_1 1"02 Sana'a 103 Santiago 104 Sarajevo 1 0 s Seoul 106 Singapura ro0 3.aoo 4.990 2.870 2.370 Port Moresbv Praha Pretoria Pyongyang 3.500 2.180 9.670 8.610 7.540 1.430 1.030 950 3.n 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -17JAI(ARTA.020 6.610 5.580 4.71O 2.230 3.630 7.510 J.360 4.200 4.880 8.480 3.610 5. 1 9 0 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 g6 97 98 99 Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbav Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama Citv Paramaribo Paris Penang 700 1.240 6.300 3.7IO 5.350 3.100 1.O70 1.340 4.040 4.650 to.360 L.130 8..4LO 3. 11 0 t.070 8.520 6.580 6.540 4 .t20 1.350 3.640 3 .130 3.360 1.370 (71 4.290 6.280 530 t.330 2.8391.670 600 2.280 5.620 7.690 1. 13.260 5.970 3./ .120 2.890 1.380 6.500 4.590 5.440 NO.O20 3:110 1.980 1.470 6.650 960 3.350 3.900 1.490 9.480 2 3_102 730 1.500 5.820 4.450 z.630 2.O40 5.050 460 520 790 3.

990 6.500 5.590 3.200 -"t.670 VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington t26 Wina r 2 7 Windhoek t28 Yangoon L29 Za*reb 2.500 4.370 1.380 6.250 4.410 2.270 4.970 1.obo 370 2.380 t.790 2.890 2.330 3.970 5.200 800 4.200 1.460 1.OOO 800 5.860 3.200 1.390 3.100 1.000 2.870 2.r40 7.700 1.480 2.320 4.890 2.L90 5.800 4.800 3.700 3.440 900 1.100 5.970 2.050 8.490 Eksekutif PERWAKILAN .460 3.560 // .680 3.370 13.2tO t.890 6.100 2.320 950 6.200 5.-6J9: 6.420 3.700 3.480 t.260 750 3.340 1.100 6.810 3.930 r . P9RWAKILAN Ekonomi f3) 1.100 6.810 1.500 7.840 740 600 2.9LO 6.570 " 1.t70 1.480 1.160 4.740 700 1.160 12.980 .910 7.460 1.o70 1.960 t.520 2.000 4.930 Bisnis (4) 4.610 750 1.510 700 2.620 2.690 4.200 1.580 1.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA -18U NO.520 5. I L07 108 109 110 111 LL2 113 LL4 115 116 t17 118 119 120 12T 122 t23 t24 t25 PERWAKILAN JAI{ARTA.460 (21 Sofia Songkhla Stockholm (s) 8.4tO 1.610 2.120 3.210 (71 4.670 Suva Sydney Tashkent lawau Teheran Tokyo Toronto oli 3.580 1.190 1.230 7.280 2.dCo 1.810 t.204 8.680 1.800 4.370 3.JAKARTA Ekonomi (6) Bisnis Eksekutif (8) 7.400 3.650 3.410 4.750 950 10.550 2.280 t.900 4.190 7.250 1.200 4.204 6.440 750 1.740 3.090 5._e-.690 5.230 3.320 3.870 2.180 2.410 950 3.620 910 3.

2. Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan (ULP| Pengadaan Barangl JasalUnit Layanan a. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP. menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. c. termasuk PPABP. Honorarium Pejabat Pengadaan BaranglJasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang/Jasa melaksanakan untuk pemilihan penyedia barang/jasa penunjukan melalui langsung/pengadaan langsung paket pengadaan untuk barangl pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi 8p10o. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA.TERI INDONESIA REPUBLIK _19_ PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya.00 (seratus iuta rupiah) untuk paket pensadaan iasa .00o. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang. e. b. Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK.KEUANGAN MEN. Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 1O% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya bedauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran danfatau beban keda Bendahara Pengeluaran sangat berat.000. d. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP).

Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan.00(lima puluh juta rupiah).Sllsf. Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP.O0O.O0O. b. pencatatan.ts4i'?3ll -24 konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. Honorarium Panitia Pengadaan Barang lJasaltJnit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan oleh Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk melakukan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan kepada BMN diberikan pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tusas rutin selaku rus . 5. Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang. 3. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a. baik yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang.A'. 4. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. 6. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing.t\f. b. Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam I (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN).

Koordinator Peneliti/Perekayasa. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyele nggara I masyarakat. Peneliti/Perekayasa Madya. 1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -21 barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan. Peneliti/Perekayasa Muda. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/perekayasa. Pengolah Data. narasumber dapat . Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7. 7 . Honorarium ketentuan: narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelen ggara. Catatan: Honorarium penelitianlperekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. 8. dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnyal masyarakat. Petugas Survey. 7. paling banyak 4 (empat) jam sehari.2 Honorarium Penunjang Penelitian/ Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah melakukan pejabat yang untuk dari berwenang penelitian/perekayasaan. Terhadap pembantu peneliti/perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Jumlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengums/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang.

Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan Setingkat berdasarkan surat keputusan Presiden/Menteri/Pejabat Menteri/ Pejabat Eselon I/ KPA. Untuk satpam. 11. 9. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja. wal meru s tertentu kePada atau "/ . Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan.INDONESIA -22- diberikan uang narasumber. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. (sepuluh persen) dari jumlah peserta. Jumlah panitia maksimal lOo/o 1O. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yarrg berwenang.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK. Pengemudi. harian perjalanan dinas dan honorarium selaku FGD/ Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ Kegiatan Sejenis Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yar.g diberi tugas kegiatan panitia melaksanakan sebagai untuk seminar/rakor/sosialisasi/diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara I masyarakat. b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya. Honorarium Satpam. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. 13. c) bersifat temporer. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (outpuf)jelas dan terukur. pengemudi. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. L2.

dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. 14. dan e) dilakukan secara selektif. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Unsur sekretariat adalah pembantu rlmum. Honorarium Tim Penyusunan Buletin/MaJalah Honorarium tim pen5rusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menJrusun dan menerbitkan buletin/majalah. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri f non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. dan efisien. 18. 17. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara. efektif. pelaksana dan yang sejenis. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/ Menteri. Honorarium Tim Pengelola Webslte Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola uebsite. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. v/ . Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim PenSrusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. 16. 15.

Honorarium Internasional : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hati setelah kegiatan. ketua dan wakil ketua iembaga negara. sidang/konferensi Honorarium (bilateral/regional/ muliiiateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior offtcial berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: t hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + t hari setelah kegiatan. pegawai negeri Gol IV/C ke atas. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -24- lg Honorarium Sidang/ Konferensi Internasional-KTM. v/ . Narasumber Kelas B yang pegawai negeri non : Narasumber disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. anggota lembaga negara. yang pegawai negeri Narasumber Kelas A non : Narasumber disetarakan dengan menteri. 20. perwira tinggi TNI/Polri. Regional/ Multilate ralf SOM {Bilateral/ SOM internasional-KTM. Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Senior OJficiaIMeeting (SOM) Pegawai negeri penyelenggara perjalanan dinas. tidak diberi uang harian Berskala kegiatan Workshop/Seminar/Sosialisasi/Sarasehan berskala Honorarium uorkshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara berskala kegiatan workshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. 21. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI yang untuk kegiatan workshoplseminar/sosialisasi/sarasehan diselenggarakan di luar negeri.

dan tinggi. ujian akhir semester dan ujian akhir. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi Honorarium pen5rusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. ujian tengah semester. 25.it??Xl"1engan rvlb dan perwira menengah Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. 24. dan tinggi. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c. 22. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNSI Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang berdasarkan jumlah hari masuk kerja. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1(satu) kali per hari. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. menengah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESTA -25- Narasumber Kelas C pegawai : Narasumber yang non negeri disetarakan dengan pegawai negeri Gol Ill/c . Yakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. 23. b. rapat melibatkan eselon I lainnya b. dilenekapi de surat i oleh peiabat ne ditan r/ . c. menengah. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi.

bagi peserta yang karena untuk faktor tambahan waktu transnortasi memerlukan . pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250. maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c.000. dan uang saku. MENTER!KEUANGAN REPUBLIK. 27. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara.00 (dua ratus lima puluh ribu dan rupiah).INDONESIA -26- setingkat eselon ll/kepala satuan kerja. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b. Rp130. Satuan Biaya Uang Harian PerJalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. e. surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja. Selama melakukan perjalanan dinas. Satuan Biaya Uang Harian Paket Fullboard Saku Paket Fullboard serta FulldaglHalfdag di Luar Kota dan Uang di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor kegiatan paket sebagaimana biaya dimaksud satuan dalam rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota. 26.000. Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian. *rrt"i pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a. transpor lokal. Uang saku paket fullboard dan fultdag/halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/ pertemuan paket fullb oard dan fulldag / halfdag di dalam kota. Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian NegarafLernbaga paling tinggi eselon I.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). dan f.". menteri serta setingkat menteri).00 (seratus tiga puluh ribu rupiah). Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran.190.000. Rp.

pejabat eselon II. Golongan B duta besar. transpor lokal. dan uang pengmapan. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk peraturan perundangberdasarkan undangan dan pejabat eselon I. utusan khusus presiden (special enuog) dan pejabat lainnya yang setara. uang saku. 29. pegawai negeri sipil golongan lV /c ke atas. untuk l(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan. . b. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaanrlya. wakil ketua dan anggota lembaga negara. pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. c. pegawai negeri sipil golongan IIIIc sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negerifnon pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. Golongan D Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. duta besar luar biasa berkuasa penuh /kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. ketua. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. Golongan C d. perwira tinggi TNI/Polri. Golongan A menteri. 24.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -27 - berangkat/pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku. Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: a.

Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Klasifikasi Firsf diberikan untuk Golongan A. belum pernah menikah. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi.W. anak kandung perempuan. ENTERIAN KEPA AGUSD. anak kandung. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. lit "i untuk satu kali jalan (one taagl.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- egawai Yang melaksanakan perjalanan dinls ke negara Uganda. b. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one wag) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya p"*"*"1 udara perjalanan dinas pindah dan diberikan pembeliar. atau 3) Klasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D. dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. isteri/suami Perkawinan. 2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negataf pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Neglri y. anak tiri perempuan. anak tiri. atau d. MARTOWARDOIO GIA NIP. . Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: Undang-Undang ketentuan yang menurut sah a. anak tiri. yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab ia tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai silan sendiri. c. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh iima) tahun. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM IGUANGAN. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya.ng digunakan untuk meiaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. anak kandung. MENTERI ttd.

000 36.000 2.OOO 22.000 42.O00 45.MPIRAN II iBffi -S TEMANG 2013 BIAYATAHUNANGGARAN STANDAR flP1{i{3b}'ruU1?IK INDONESIA .OOO 11.2 3.000 36.000 50."A.li Ormg/Kali Omg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali OranglKali Orilg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali 36.000 36.000 35.OOO 33.OO0.000 37. Iv OK I 10.300.000 34..000 35.000 36.000 1.000 33.O00 33.000 6.1 2.000 37.OOO 30.3 Peserta/Angkatan Peserta/Angkatm Peserta/Angkatm 4.000 30.O00 37. MENTERT kruRrucRru nepuauk'rr.000 31.1 3.limantm Tengah Kalimstu Selatm Kalimmtm Timur Sulawesi Utila Gorontalo Sulawesi Btrat Sulawesi Selatm Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggila Maiuku Maluku Uttra Papua Papua Barat b.I.000 Ormg/Kali Ormg/Kali l2.000 38.2 Paket/Tahun OT 52.000 34. Makm Aceh Sumatem Utda Riau Kepulaum Riau Jmbi Sumatera Bilat Sumatera Selatm Lmpung Bengkulu Bagka Belitung Banten Jawa Bdat DKI Jakdta Jawa Tengah Dl Yostaka$a Jawa Timur Bali NusaTenggila Btrat Nusa Tenggila Timur Kalimantm BaRt Ka.OOO 5.HARI PERKANTORAN DI DALAM NEGERI Memiliki sampai dengm 40 Pegawai Memiliki lebih dart 40 Pegawai BIAYA DIIILAT PIMPINAN/STRUKTURAL Diklat Pimpins Tk. III Diklat Pimptne Tk.000 36.000 33.tooNEStA STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI ESTIMASI BIAYA UANG TNANSPOR KECIATAN DALAII{ '(ABUPATEN/KOTA BIAYA KEPERLUAN SEIIARI.000 36.230.OOO 4.000 37.o00 3. Kudapan {snack) Aceh Sumatera Utsa Riau ormg/Kali orms/Kali 9s.261.000 36.OO0 33.545.000 45.000 7 .000 32.000 3s.1 4.2 GolongilldsGotongilIt Golongm lll Peserta/Angkatm Peserta/Angkatm OH BIAYA MAKANAN PENAMBAII DAYA TAHAN TUBUH BIAYA KONSUMSI RAPAT 6.O00 33. 1 RAPAT KOORDINASI TINGKAT MENTERI/ESELON I/SETAM a. ll Diklat Pimpins Tk.oo0 10.li Ormg/Kali O|ug/Kali Omg/Kali Offig/Kali Omg/Kali OHg/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orilg/Kali Orsg/Kali Orsg/KaIi Ormg/Kali Orang/Kali Orsg/Kali Omg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Orang/Ka.470.000 39.000 3 l.2 Orang/Kali Ormg/Kali Orang/Kali Orang/Kali Ormg/Ka.000 39. KudaDan {srock.OOO 20. Makm b. RAPATBIASA a.125.

000 11.000 | 14.000 11. RayonII Drerah Khusus Rayon II c.000| 14.OOO 30.000 41.000 18.OOO 34.2 Rayon II Rayon III ".000 36.000 25.OOO 30.00o I 14.000 I I I | I I I I I I | | I | 7.000 15. Anggotayang sakit d.000 l I 11.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.OO0 10..3 Rayon III c. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c.t Anggota TNI/POLRI Non Organik a.000 22.000 27.O00 13. OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42.000 17.2 Rayon II d.000 36.000 | 11.nglKaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kati Orang/Kali Orang/Kali Orarg/Kali Orang/KaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Kali Orang/Kali BIAYA TA 2013 (4) rs.1 Rayon I .000 34.000 14. Rayon II c.OOO 25.000 14.000 41..000 10.2 I I I I I I | 7. Operasi Pasukan termasuk creut kapeJ laut/terbang a.000 13.OO0 13.. Ravon III I I | *1 l"vo"J.O00 r 1. Tahanan AnggotaTNl/Polri .O00 12.2 Rayon II b.000 15.000 17.l RayonI ..000 | 13.000 11.OOO I I r3.000 16.1 Rayon I d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (dalam NO (i Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yograkarta JawaTimur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa TenggaraTimur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 7 URAIAN SATUAN (21 (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kdi Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Ituli Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orc.z r<ayonlr .oo0 | 14..000 15.o00 32.3 d.O00 36.000 11.O00 14.000 32.3 Rayon III b.000 51.000 11.000 20.OO0 19.000 36. Dikma TNI/Polri b. Rayon I b.OO I O l 14.3 I I I .2 Rayon II .000 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAIIAN MAKANAN 7.OOO 45. Rayon I Drerah Khusus Rayon I b.l Rayon I b.3 Rayon III e.000 30. Rayon III Dterah Khusus Rayon III PasienRumah Sakit a.

12 7.16 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a. Rayon III OH OH OH OH OH OH OH OH OH 25. Rayon I b. Rayon III ABK Aktif pada Kapal Negara a.000 32. Rayon II c.000 34.000 s74. Rayon II c. Rayon II c. Rayon I b. Rayon I b.OOO 36.8 7 . Rayon III Kelompok Tenaga Kesehatair Kerja Pelayaran a.718.000 30.11 7.OOO 30.OOO 6.000 Seruice (VTIS) OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30. Rayon II c.000 32.4 7.5 7.13 7.OOO 5.000 41.1 9.000 OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.15 7. Rayon III Malasiswa/Siswa Sipil a. Rayon I b.000 37.6 9. Rayon I b.000 27.aOO 30. Rayon II c.000 36.000 482.000 36. Rayon II c.554.ooo 32.OO0 36.7 7 .000 BIAYA KONSI'MSI TAHANAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR 9. Rayon III Petugas Pabrik GasAga untuk Lampu Suar a. Rayon I b.000 8.000 17. Rayon III Mahasiswa Militer/Semi Militer a. Rayon III Petugas Pengamatan Laut a.000 32.000 36.000 18.000 20.4 9.2 9. Rayon II c.6 7. Rayon I b. Rayon I b. Rayon II c. Rayon I b. Rayon lll Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a.000 32.000 25.000 32.000 36.000 36. Rayon II c.000 25. Rayon I b.10 7.OO0 .OOO 27.5 9.OOO 30. Rayon III RescueTeam a.000 27. Rayon I b.OOO 546.OO0 8. Rayon II c.000 30. Rayon III Penjaga Menara Suar (PMS) a.059.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 7.000 32.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75KYA Genset 10OKVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 59.859.000 36. Rayon I b. Rayon II c.OOO 30.7 9.000 30.o00 32. Rayon III ABKCadangar padaKapal Negara a. Rayon II c.000 30. Rayon III Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Trafrc Information a.9 7. Rayon II c.3 9.OO0 34.14 7. Rayon I b.000 30. Rayon III Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a.

13 9.OO0 2.1 ProgramDiploma I.000 11.o00 300.000 5.100. Ke Bahasa Mandarin. Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.754.000 800.OO0 13.340.500. Belanda d. Ke Bahasa Asing Lainnya INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN II|VENTARIS I I I Halaman Halaman Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 125.500.000 145.LA7.589.000 3.000 1.250.000 16.000 2.O00.t\\\\\ .000 19.000 1 1 SATUANBTAYATOGAMAHASISWA ] L2 SATUAN BIAYA PENER.Diploma I .1 Mesin FotokopiAnalog I f 5.tesinFotokopi Drgftal 1 6 IHOIVORARIUM NARASUMBER KIIUSUSI IPAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA Bulan/Unit Bulan/Unit OJ I I sEMTNAR/RAKoR/sosrALIsAsr/DrsEMINAsr/FGD/TGGIATAN Iunrur KEGIATAN ISE.l lO.OOO 1 0 SATUANBIAYATOGAHA(IMDANJAKSA l0. Dari Bahasa Prancis. Jerman e.000 800.530.'v I / .11 9.72 9.000 5. Dari BahasaJepang c.637. Jerman e. Uang Buku dan Referensi per tahun . Ke BahasaJepang c.000.t/l/.000 12.000. Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.750.O00 125.000 200.Z tr.000 145.000 12. Ke Bahasa Prancis.IA Genset30O KVA Genset350 KVA Genset450 KVA Genset 5O0 KVA I I I I I I I I I I 10.3 70.L5 9. Dari Bahasa Mandarin.2 Halaman Halamaa Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 1 3 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN UNTUKPEGAWN BARU Pegawai/Tahun 1 4 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON. III. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .OOO 16. Dari Bahasa Asing Lainnya Dari Bahasa Indonesia ke Asing a.000 25. Belanda d.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a.OOO 20.Strata 3 dan Spesialis2 b.O00 I4.000 1.000 200.16 9.000 145.000 200. Uang Buku dan Referensi per tahun . wffi@ KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -4- (daIam tYo t URAIAN SATUAN (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun BIAYATA 20L3 (4) t2l g.226.'EMAIIAN DAN PENGETIKAN 12.oo0 1.L4 9.2 10.17 Genset 15OKVA Genset 175 KVA Genset200 KVA Genset 250 KVA Genset275k{.Diploma IV dan Strata 1 14.000. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .o00 1.1 DariBahasa Asing ke Indonesia a.000 1.oo0 I I i I I I I OT OT OT OT 1 5 ISATUAIT BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI | 15.000 200.225.326.100.OO0.Diploma III .Diploma I dan Diploma III .000 LA.rN eR h^ '€r* -.Strata 2 dan Spesialis 1 .000 145.800. dan Diploma lV/Strata 1 a.'ENIS .LO 9.ooo 20.Strata 2 dan Spesialis 1 Strata 3 dan Spesialis 2 OT OT OT OT OT 15.GELAR DALAM NEGERI 14.g 9.000..343.Diploma IV dan Strata 1 b.4 TogaHakimAgung Toga Hakim Konstitusi Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan P4jak TogalaksapadaPengadilanNegeri/Tinggi I I I I I I Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5.200.

750.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAIiI DAIiI OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17.000 36.450.O00 29.OOO 3.000 29.000 29.060. 7 SUMATERA SELATAN 3 .230.880. 2 5 GORONTALO 3.430.380.430.OOO 29.000 29.090.230. 2 4 SULAWESI UTARA 3 .26 SULAWESI BARAT un!t/Tahg1 Unit/Tahun Un t/Tahun 2e:21q. 1 6 JAWA TIMUR 29.41o.OOO _ UnitlTalun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .860.O00 30.000 29.930.000 30.000 29.340. 1 0BANGKA BELITUNG 3 .510.560.430. PRIABAT ESELON II 38. PRIABAT ESELON I 3 . 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 3 . r 7B A L ] 3 .010. 1 3D.O00 29.-q9_9 29. 2 9 SULAWESI TENGGARA 3 .000 3 .000 29.K.1 3. 9 BENGKULU 3 .800.ooo 30. 1 5 D.:090 29.OOO 29. 2 1 KALIMANTAN TENGAH UnitlTahul Unit/Tahun Unit/Tahun 29.oqg 29._56_0-:.340.840.OOO 3 . 11 B A N T E N 29:410.4OO 29.5 JAMBI 3 .OOO 29. 2 8 SULAWESI TENGAH 3 .430.32 PAPUA 3 . 3 0 MALUKU 3 .880. 2 0 KALIMANTAN BARAT 3 . 1 2JAWA BARAT 3 .4 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU 3. 6 SUMATERA BARAT Ulit/Tahun Unit/Tahun UnitlTahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .430.I.2 3. 1 4 JAWA TENGAH 3 .OO0 29. 1 8 NUSA TENGGARA BARAT 3 .800.450. 8 LAMPUNG 3 . JAKARTA 3 .1 Pejabat ru NO. YOGYAKARTA 3 .000 29. PROVINSI SATUAI{ BIAYA TA 2013 (1) (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 1 . PF^IABAT NEGARA 2 .000 29. 3 1 MALUKU UTARA 3.430. 2 7 SULAWESI SELATAN 3 .OOC 3 .190.3 3.I.OOO 3 .O00 29.730.000 .000 29. 3 3 PAPUA BARAT Un t/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun Unit/Tahu1_ Unit/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun 2e.100.OOO 293_4_q:g_0_o 29. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 29.0_00 29.4lO. 2 2 KALIMANTAN SELATAN 3 .000 29.

580.240. 26 27 28. 0 0 0 3.000 33..730.000 25.000 34.OOO 34.qqo.000 25.000 3.._31o. 18.450.470.000 26.480.450.570. 0 0 0 39.250.520.OOO 25.000 3.430.000 3.540.000 26. 29 30 31 31 33 34.520._000 34. 2.000 25. 24 25.24O.O00 3 4 .000 93:920.480.3:sqO:O-oO 3. 0 0 0 25.I.000 3:539j0_9_g 3.020. 17. 3.OOO 34.570.000 . (21 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.730.000 34. O O O 3.000 7.O00 34.110.000 g.O0O 34.480. 3 1 0 . 0 0 0 25. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO (3) 25.000 3:189.380. 6.500.000 3.000 3:8q0.0_0-0 25.000 26. 0 0 0 25.3 Roda 6 & Boqt 26.0OO 3.000 3.000 34.0O0 3.480. 19.pqq 2q:199:ooo34:3?_9:qOO 26.000 34 1 1 0 . 0 0 0 25.000 94 1_10:000 3:190. Speed Boat V'i! Unit 2 1 .L90. 8 9. np{e 9_{!t}9gq lShanan Kejaksaan 3 .2 Operasional lalam NO. 1 5 0 .000 25.OOO 3.I. 1 1 0 .450.OO0 34.000 .680.000 25.630.530. 5 1 0 .680.000 3 4 .000 26.300.000 _ s ! 1lo:o9o 25.490.630.690.430.000 3. JAKARTA JAWA TENGAH D. 10 11 I2 13.920.000 3.450.000 3.370.200.570.580.380. 0 0 0 3 4 .009 _ es.530.540.000 216.650.340. 14.540.560. 15.000 g:13_g:o_0_0 3.000 34.090.. 0 0 0 25.000 2s.OO0 26.000 (s) 3.000 3.99q 26.570.. 1 1 0 .000 3 4 .730.0O0 17.000 No. 22.330.530.520.OOO 34.000 3.780.699.380.4O0 34 1 1 0 .OOO 25. (1) Uraian Satuan (3) Unit Biaya TA 2013 (4) (2) 1 Roda 6 2 .540.380.000 34 1 1 0 .4501099341020-.430.000 3.150. 27.11 0 .250. 23.000 34.0O0 _ _ ?s.OO0 34.K.430. 5.:oOO 3. 4.880.000 3 4 .480.530.480. 1 1 0 .000 3.000 25.630.020.000 3.250.960.540. 20.000 2 6 .OOO34.000 26.000 3..000 25.ggo 33. PROVINSI RODA EMPAT DOUBLE GARDAN (4) RODA DUA 1) t.410.000 3.530.000 SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH pur:jtwE_srrENGG{RA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT L7.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- t7.000 34.540. 0 0 0 25.000 3.630.OOO 34.290. 16.000 34 150.

O0O 9-5.000 42. 7 7 0oo0 35.130.000 :17:61O:go0 3_1:1.000 17.420-OOO 39j59O:009 43.250.OOO 39. 9 9 0 .OOO35. 6 7 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8 .000 38.250. 0 0 0 34.130.260.420 o00 39.400. SULAWESI BARAT 43. 31. BANTEN (3) (41 (s) 1 2 . P_.000 40.480.770. BALI 1 8 . KEPULAUAN RIAU 5. KALIMANTAN TIMUR 24.420.090.000 42.430.000 1 7 . GORONTALO 2 6 .260.550.000 12930:oo9 36. KALIMANTAN SELATAN 42. NUSA TENGGARA TIMUR 20.080.000 18.000 42.130.OOO 18.390.I.000 1 8 .040.580.0O0 18.090.000 37.000 181090:909 37.ooo 42.160. JAWA BARAT 1 3 .720.0003 7 .260:ooO 43.000 18.000 17.900.000 1 7 .00"0 . 8 6 0 000 43.370.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA L7.000 38.000 42. 0 0 0 23. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT t-/ .000 30. JAWA TIMUR 17.400. BENGKULU 1 0 . SUMATERA UTARA 3.080.930.080. KALIMANTAN BARAT 2 t .000 !?.o90 19:0?01ooo37.040.090.3-q:13-q:gqq 4 1 .770.890.000 17. BANGKA BELITUNG 11.860.000 44.260.650.940:OOO 17.000 1 8 250. q_ql.000 _38:720:OO0 18.000 41. 31.9o-q 77.130.000 18.000 _ 1?10q0.580. RIAU 4 .000 42.000 36.000 44.770.000 42. 7 2 0 . JAKARTA L 4 . 0 0 0 42.6T0 41.7_40.000 41.860.930.000t0:1-s_o-:goo 43.930.000 36. 0 0 0 17. 2 5 0 .OO0 18.050.000 oo0 34.000 T7.590. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .000 43570.000 42.590.000 41.000 42.590. 0 0 0 3 8 . 1 3 0 . LAMPUNG 9 .000 17.130..970.O80.080.000 43.000 17.890.O00 36.OOO 35.K.650.130. D.060.930.4lyEs-l _urARA 2 5 .OOO 9q'?qo.OOO 18.25-0. 7 7 0000 35.000 18.420. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000 3 6 .860.930.740.930.000 17.870.000 43.000 36. 33.OOO 43.890.720.770.220. 6 1 0 . ACEH 2 .:oqo 41.OOO 18.000 41.OOO 18.280.000 ?7 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 2 9 . PROVINSI F 75Occl (2) I 1 .000 43.r_Y_OGIIKARTA 1 6 .450.0q.000 1 7 .4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJRI dalam ru PJR RODA EMPAT PJR RODA DUA (< 25O CCI PJR RODA DUA NO.260.OOO 18. SULAWESI TENGGARA 42.720.77A.000 41.000 39.320.OOO L7.130.00O 19. JAWA TENGAH 1 5 .000 37.000 44.860.

D.81:00_g 91.000 146.000 MALUKU UTARA 9l P A P U A 33 PAPUABARAT m'Ttahun -27t"h"" 203:0og 138.000 1-o-'90.000 14.000 10.000 10.000 98. YOGYAKARTA 1 6 .000 154.KALIMANTAN 21.000 T7 BALI 18 NUSA TENGGARA BARAT BARAT 1 9 .000 165.8.ooo 188.000 173. BANGKA BELITUNG t 2 JAWA BARAT 1 3 .000 146. 22 23 24 25.000 148.000 13.Qq-g i0.0-:900 81.000 83:90q 93.000 143. D.000 10.000 (5) 92.000 82-:oo_9 84..rrt m'ltahurt m'ltahut 1 5 .000 154.9J:0oo 97. 31 !r:1!sh\r'.i9-. NUSA TENGGARA TIMUR -2o.OOO 1O.000 10. m'ltahun m'/tahun KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 145.000 143.000 87.OO.o00 10._o!9 10.000 164.000 156.000 10.000 KAL_IMANTAN TIV_UF SULAWESI UTARA m'?llqhql m'ltahun *'/tahut 900 170 168.00o 106.000 .00C 10.I.000 10.000 eq:oqo _ 1q.AMPUNG 157.OOO .000 10.000 87.000 357.000 10. 27.000 106.C r44.000 10.000 84.000 80.000 Lu .OOA L42.000 6 8.00c . JAWA TIMUR 153.000 c.000 13.00-9 82.000 10. m:1!4s' mtltahun ls2.000 10.000 86.000 10.9 10. JAKARTA L 4 JAWA TENGAH s:l!?l'el m'ltahun m'ltahun 81.000 10.000 10.000 nf ltanan *'Ttahun *'/tahun *'/tah.000 GORONTALO SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU BSF4r ?6. ACEH (3) m'ltahun 2 3 A qf lFh]1t m'ltahun m'ltaltun KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT T.000 13.000 243. 29 30.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI ru GEDUNG BERTINGKAT (4) GEDUNG TIDAI{ BERTINGI{AT HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN I{ANTOR NO. I PROVINSI Satuan t (21 SUMATERA UTARA RIAU 1 .000 92.000 (6) 10.000 165.00C r42.OOO 162.0o9___ _.000 153.oo0 _ 87.O00 157.o0o 145.000 95.K.I.0-90 83. SUMATERA SELATAN BENGKULU BANTEN m'/tahun m'Ttahun tn'/tahun -'ltahun r0.000 87.000 96.000 171.000 10.000 10. 28.000 149.OOC 86:9_0q 82.000 i 0 .000 10. suLA-wESr m'Ttahun m'Ttahun m'7t"hurt _ p'1-t+uq m'ltahun m'ltahun - rai.000 148.OOO 99.000 13.OOO A2. . 9 I1 7 .

700.OOO 20. LAMPUNG 9.500.OOO 3 0 .000 _ 15_:OOo:OOO 7.700.100.000 7.I. 27.000 7.q:_600:_oog 6. PAPUA 3 3 . JAWA TENGAH 1 5 .OOO 15. D.000 10. 28.OO0.OOO.000 9.000 10.000. BANGKA BELITUNG 11. 29.o0o 1_1:000:0o_0 7. 24.OO0 11. NUSA TENGGARA TIMUR 17.OOO 8.000 1 2 . 25.800.500. 22.000 7. MALUKU UTARA 31.OOO:OOq6.000 7.500.400.OOO.200. BENGKULU 6. 1 0 .o00 7.500.ooo_ 11. KEPULAUAN RIAU 1.OOO.ooo* 8.000 p_u_LAwESr_ TENGGARA 7.300.o00 7. PROVINSI BIAYA TA 20L3 (21 _ {3) 6. PAPUA BARAT .OOO.000 6.100.I. 23. SUMATERA UTARA 3.500. D.300.209.000 5 .000 1O:50_0:O9O 10.ooo 17. 26. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 . .0oo 7.000 7.K. JAKARTA L 4 . J_414E r_ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN _q. JAWA TIMUR L7.200. 7.500. MALUKU 3 1 . (1) ACEH 2 . BALI 1 8 . JAWA BARAT 1 3 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK.600. YOGYAI(ARTA 1 6 .O00 .500. RIAU 4 .ooo 7. BANTEN 8.INDONESIA SATUAN BIAYA SEIIIA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jamf dalam rupiah NO. 2L.400.200.OOO. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KA_LI\{4NT4N rr}lrlR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH 7.

100.OO0 680.400.000.000 1.900.000 3.000 650.500..q90 2.000 730.800. NUSA TENGGARA TIMUR - isoo. SULAWESI TENGAH 29. 650.o00 2.000 1.800.000 640.800. PAPUA BARAT _ s.000 1.000 7 9.000.000 640. B .099 3.000 730. KALIMANTAN SELATAN 23.ioo.9_00 640.000 650.000 649.800.00_0 2.LOO.000 2.000 2.000 640.000 2.000 650.000 1:900. SULAWESI UTARA 25.700.000 3. SUMATERA UTARA RIAU 2.ooo 20.400.800.lq00. JAWA TENGAH 1 5 .000 KEPULAUAN RIAU 5 '6 { ly g_r_ _ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN - f.000 2.000 2.900.800.000 650.000 1.000 2.ooo 760. BANGKA BELITUNG 11. JAWA BARAT 1 3 . PAPUA 3 3 . D.000 710.000 900.000 6s0.000 740.I.000 3.000 9.000 1-800.OOO 1. GORONTALO 2 6 .000 1.700.900.000 1.OO0 730.000 2 3 4. SULAWESI BARAT 2 7 .000 2.800.000 PA_NJP{_ L 2 . !20.800.000 1.600.000 2 2 .709.100. SULAWESI TENGGARA 30.000 2:boo:ooo 2.s-oo.800. JAKARTA t4.000 .900.900.900.ooo 2.100.000 17.MEN.600.700.000 3.000 1.000 2.900.000 750.000 1.B A L 1 8 .000 740. _1-:7q910_q9 2.000 710.ooo 2.000 2.0_ 2.ooo 2. D.800. KALIMANTAN BARAT 2 L .700. NUSA TENGGARA BARAT L9. ACEH PROVINSI RODA 4 RODA 6 / BUS SEDANG RODA 6 / BUS BESAR 710.000.s-00.000 3. JAWA TIMUR 1.000 _.700.000 950.000 2._.000 3. MALUKU 3 1 .000 650.400.000 820.000 2.000 2.500. KALIMANTAN TENGAH .OO0 1.ooo 2.I. MALUKU UTARA 32.000 t.000 640.000 2.000 7i0.000 2.e00. YOGYAKARTA 16.ooo 3.800.000 4.300.009 2.800.300.00.ioo.900.000 640.000 -1.000 1.500.400.TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA SEUIA KENDARAAN (per delapan jam) ru NO 1 1 .900.000 1.000 650.Q_qg 1.800. SULAWESI SELATAN 28.ZOO:090 1.000 1.000 760.800.900.000.ooo 3.700.000 830.000.200.K.000 2. KALIMANTAN TIMUR 24. LAMPUNG BENGKULU 1 0 .000 3.700.000 3.700.

09. L TB A N T E N 2 1 .000 . 2 SUMATERA UTARA 2L.2. 4 KEPULAUAN RIAU 2r.000 349.000. 389:0.000. 2 .OOO.000 350.000 .0_.000 366. 1 5 f .2.2.24 SULAWESI UTARA 2 L . 2 5 GORONTALO 21.33 PAPUABARAT Unit Unit Unit Unit 364.000.090 355.000 348.000.000 349.2.000 349.000. Unit Unit Unit Unit 2r. 2 ..MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BTAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PN'ABAT dalam NO PROVTNSI SATUAN BIAYA TA 2013 466.000.000. 2 .2.22 KALIMANTAN SELATAN 2 1 .r7 BALI 2 t . 2 .000 350.OOO.000 369. r 8NUSA TENGGARA BARAT 2 t .000 366.000.000. 9 BENGKULU 2L.OO0 368. 2 .000 355.000.o00 349.000. t 9 \USA TENGGARA TIMUR -U1it.000 345.000 372.000.2.000.. 2 . 2 .q9_9 378. 1 6 JAWA TIMUR Ugrit Unit Unit Unit Unit Unit _Unit Unit Unit Unit Unit Unit _ 340:900'09q 340. 8 LAMPUNG 2 I . 2 . 2 .000.000.000.I.000.000 Peiabat Eselon I Peiabat Eselon II 2 1 . 2 . 2 8 SULAWESI TENGAH 2 L . 2 L KALIMANTAN TENGAH 21. 345. 1 4 'AIil/A TENGAH 2 L 2 .CEH 2r. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 21.000. 2 . L 2 'AWA BARAT 2 1 .O00-000 348. 2 .LO BANGKA BELITUNG 2 I . Unit Unit _.5 JAMBI 2 t .2.000 353:00. 2 . YOGYAKARTA 2 1 . 2 . 6 SUMATERA BARAT 21. 2 .000 349.7 SUMATERA SELATAN 2 I . 3 1 MALUKU UTARA 21.OOO 338. 2 .2.000.000. 2 .000. 1 3 ).-.000.20KALIMANTAN BARAT 2 1 . 2 .2 2 t .000 362. 2 .000.000 349.2.000 348. 2 9SULAWESI TENGGARA 2 L .K.000 376.2.000.000 2L.I.l Unit Unit 21.3 R I A U _u"iI Unit Unit 2 r . 2 . JAKARTA 2 t .000.000. 3 0MALUKU 2 t .000 370.26 SULAWESI BARAT 2 t .000.000 347.000 _ Il$r Unit Unit uti! Unit Unit -.000. 2 7 SULAWESI SELATAN 2 t .2.32 P A P U A 21. 2 ._099 345.000 363. 1 q.

000. J A M B I 6.000.000 272.000.000 449.000.000.056.000 306.000 304. YOGYAKARTA 1 6 .I.000.000.000. GORONTALO 2 6 . D. KALIMANTAN TENGAH 2 2 . SULAWESI TENGGARA 30.000.000 270. 3ANGKA BELITUNG 11 3ANTEN 1 2 JAWA BARAT 1 3 . RIAU 270.000.000 182.00o 177.000.000 418.00o 407.000.000.000 432. SULAWESI TENGAH 29.000.000 204. SULAWESI BARAT 27.000.000 210.000 1.OOO.000 181.000.000.AMPUNG 272.000 17. SUMATERA UTARA 3.000 206.000.OOO 418.000 299.I.000. D.000.000.000 414.OOO.000 181.000.000 431.000.000 422.000 441.000 181.0o0 170.OOO.000.000 314.000.000.000.000 208.000 271.000.000.000 202.000.000.000.000. B A L I 1 8 .000 ACEH Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 181.000 312.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -12- 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (dalam ru NO PROVINSI SATUAN PICKW MINIBVS DOWLD GARDAN 418.000.0O0.000. P A P U A 3 3 .000 180.000 187.000 267. KALIMANTAN TIMUR 2 4 .000.000 439.000.000.000.O00.000 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 438. KALIMANTAN BARAT 2 r .000 433.000.000 300.000 182.000.000 435.000.000 214.000.000.000 418.OOO 2 .000 181.000 271.000 302.000.OOO.000 417.000 269.000.000 316.000 267.000.000.000 271.OO0.000 172. JAKARTA 1 4 .000.000.000 267.000.000 s05. JAWA TENGAH 1 5 .000.355.000 409.000.000 262.000.000 185.000 414. KEPULAUAN RIAU 5.o00. I I Unit Unit Unit Unit Unit 302.000 200.000 30B.000.000 204.000 271.OOO.000 275.000.000.OOO 425.000 420.000 262.OOA.000 437.000 i87.000 260.000 418.000 445.000.000 180.000.000. NUSA TENGGARA BARAT i 9 .000 414.000 418.000.000.000.000 418.000.000. JAWA TIMUR Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit r77. .000.000 218.OOO 277. 9. SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8.000.o00 207.000.000.000. SULAWESI UTARA 25. MALUKU UTARA 32.000 298.000 271.000 181.000.000.000. SULAWESI SELATAN 28.000.000 277.000 201.000.000 179.000 447.OOO 420. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000.000.000.000.O00.000 435.000 180.000 409.000 425.000.000.000 172. PAPUA BARAT 23 No. KALIMANTAN SELATAN 23.000 418.000 Unit SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASTONAL BUS Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (21 Roda 6 dan/atau Bus Sedang (3) Unit Unit (+l 522.000 177.000.000.000 216.OO0 418.K.000.000 2 Roda 6 dan/atau Bus Besar Vrl .000.OOO 3ENGKULU 1 0 .000.000 271.000 270.000.000 +.000. MALUKU 3 1 .

q-o_o_ 34.000.000j00_0 29:OOO1OOO 19: uqi!.000.0-oo ?9_1q0_o_:0.-ooo 30. LAMPUNG 30.000 ?8:000.000.000.000 lAlu{_ -9e-.099:-0_q0 31.000.oqg:qog 31.000 31. JAWA BARAT 1 3 .000. KALIMANTAN SELATAN u41 9ni! uri! Unit Unit Unit Unit Unit _ _ tlnit Unit _.000.O00.:OOO.000.000.000.000 _ ..000_.009 32.000. MALUKU UTARA 32. .000. .000 23. ?8.000.00O 33.-_ .000.000 28.000 3&000.000 34.92.000_ 33.000 31.. NUSA TENGG.0o0 _ 3l:OOO:qqo .00-oj_00--o- 5..000.000 33.000.OOq.000.0o 29.OOO -.000 q0.000 34.000.000.qgo _ -_35. BANTEN t 2 .Ufttl U-ltt .000 29.090:099 33.OOO _-9-0:9. SUMATERA UTARA 3 4 3 1 .000 _ _29:900. GORONTALO 2 6 . YOGYAKARTA 1 6 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1324 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN (dalam NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR t4l LAPANGAN (51 12l I . SULAWESI SELATAN 28.00q. O O O .OOO.o00 _99.000.00_0 3O.000.000.ARATIMUR 20. SULAWESI TENGGARA 30. t3t V-ri!.000. ___ 30.q3:gog:qoq q-s_.___q9_:09q000 35.000 30. D. MALUKU 32:000.ooo _3-0. KALIMANTAN TENGAH 2 2 . Unit Unit Unit RIAU KEPULAUAN RIAU 30. _ ?e.ooo.000 11.000.OOO 30.OOO.000 36.000 2 . O O O .. 36.OOO 31.000 _ 35.33.000 35.OO9 _3_1.000. SULAWESI BARAT 27.oo0 19:NUSA _ 29. KALIMANTAN BARAT 2 L .00{ __ 35.09_q unit_.000 . JAWA TENGAH 1 5 D.000. KALIMANTAN TIMUR 24.000 . BALI .I. -__ 31-.000 33.00q..ooq:qoo -.000.000 9"it Unit _ Unjt Unit Unit 3 1 .qo. O O O .000. SULAWESI UTARA 25. JAKARTA 1 4 . PAPUABARAT .OOO. J A M B I 6 u$t Unit I-lfr_it Unit Unit 9yl4trERABARAI SUMATERA SELATAN BENGKULU BANGKA BELITUNG 3l:qoq:qq-o 3 1 .000.-ooqpqo_ 37.000.000 7: 9 8 . JAWA TIMUR 17.000.I.000.000 30. _3-2:000.0q0 29.000 TENGGARA BARAT L9. U-n!t . Unit 30.000 30.K. _ Unit Unit 3l:090.9:q90.000 -33j0q0:000 34.000 ?. SULAWESI TENGAH 29.. O O O 33._ _rt4!.

000 520. J A M B I 6 . )IUSA TENGGARA BARAT 610.100.000 450.000 660.o00 400.000 23 KAL]MANTAN TIMUR 4so.000 780.ssq'.000 900.000 390.000 550.000 460.000 6so.0 460.000 660.000 SUMATERA SELATAN 8 .000 600.0oo 440. ]ULAWESI TENGGARA 30.000 6s0.000 1.000 610.000 900. ]UI.000 900.O00 650.O00 1qg. O O O _* 44_0:qq_q360.000 390.000 400.00o 530-OOO 500.OOO 9 .000.000 850.000 440. ]ULAWESI SELATAN 24.000 450.o00 590.000 450.o00 650.000 6sq:q0o _ .000 440.000 600.000 950.000 380.O00 650.000 900.000.000 400.000 1.000 390.000 450.O00 610.000 sgo.000 460.000 750.000 t"l .000 490.000 650. GORONTALO 26.000 800. ]ULAWESI TENGAH 29.000 850.000 660.OO0 450.q09 450.000 550.000 530.qg-o 400.o00 lo.000 650.I.000 500.O00 900. JAKARTA l4 IJ.000 500.000 6 1 0 .000 500.OOO PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I PAI{AIAII KER. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN 22 KALIMANTAN TENGAH SELATAN __-. YOGYAKARTA JAWA TIMUR 3s0.09q 430.{WESI UTARA 25.000 490.000 500.000 1.000 8so-ooo 910.000 610.000 610.000 460.000 _149:9_0_0_ 390.000 700.O00 360.000 600.000 JAWA TENGAH D.s00.OOO _ 110jp_o_o 44o.000 _460:0_0.000 450.000 650.000 440.qq_o 500.O00 440.000 1.000.000 590.O00 610.000 1.000 24.000 450.000 450.I. L7 B A L I 1 8 .'A soPIR/ PTSURUH (6) PAKAIAN KEzuA SATPAM (U \CEFI (2) SUMATERA UTARA (s) 400.000 500.9-qg 500.000 520.000 460.K. SUMATERA BARAT RIAU 4so.000 s9q.000 t7l 980.O00 440.000 340. LAMPUNG _ _15o.000 400.000 900.000 800.000 500.000 500.000 440.OO0 350.000 500.O00 650.000 500. JAWA BARAT 13 D. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 390.000 1.200.000 4s0.000 650.000 6qg:000 _ 6s0.Q00 380.200.OO0 930. 6so.000 1.000 900.000 500. R I A U 4 .000 1.000 680.000 900.499900.000 440.000 410. I(EPULAUAN 5.000 620.000 790.O00 3.000 550.000 450.000 _ _ .000 390.000 450.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK -L425 SATUAN BIAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS ISTEL} ITO PROVINSI PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.O00 360.O00 390.000 400.000 360.000 __ *914.000 850.000 s40.000 970.1O_O-:0-0_q 400.000 440.000 460. BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG 1l BANTEN t 2 .O00 380. SULAWESI BARAT 27.000 ___q9o:090_ 460.300. PAPUABARAT s90.000 920.400.000 490.000 850.000 650_OOO 1 9 NUSA TDNGGARA TIMUR 20.000 440.000 500.

000 1. 31 32 33 310.O00 450.000 220.000 930.000 310.000 350.000 270.o00 3i0.000 330.ooo 400.000 1. 2L 22.. 26 27 28.350.000 545.000 400. 23 24 25.OOO 200.000 300. L4 260.000 910.OO0 MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 310.000 930.OOO 240. 20.000 450.240.000 310.000 960.000 458.OOO 240.000 .000 240.000 260.000 450.OOO 15.000 240:OOO 290.ooo 450.OOO 350.020.000 .000 1. I I PROVINSI QI ACEH HALFDAY FULLDAY FULT.OOO 425.O00 .000 350.oo0 305:O00_ 482.000 930.ooo 930.000 910.OO0 1.020.OOO el 435.000 450.OOO 240.870.OOO 300.O00 250.025.000 910.000 220. 29.116.000 380. 13.300.OOO 41s. 1 6 .OOO 240.000 1. 5 6 7 8 9 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D K.q00 432.032.100.000 1.OOO 370.000 910.SOARD 2 3 4.000 240.000 930. JAKARTA JAWA TENGAH D I.000 420.000 930. YOGYAKARTA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWES BARAT SULAWES SELATAN SULAWES TENGAH SULAWESI TENGGARA (3) 260.000 521.120.000 540.000 910.000 1.o00 910.000 400.OOO 18 t9.OOO 800. JAWA TIMUR 17 ?sq.OOO 400.O00 372.ooo 825.000 1.450.1 Menteri & Setingkat Menteri DI LUAR KANTOR ru NO.OOO 350.000 370.000 1.O00 1.OOO 400.I.000 400.160.000 260.OOO (s) 1.000 800. 30.000 930.000 350.000 260.000 260.000 760.000 2.O00 10.000 500.040. l1 12.000 350.260.000 800.OO0 350.o00 1.000 930.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1526 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN 26.000 310.00o 275.

SULAWESI UTARA 25.000 490.000 740.000 350.000 210.000 274.000 730.000 815.000 230.640.000 280.000 337.000 245.000 287.000 320.O00 A.000 690.000 1.000 408.000 170.000 188. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN TENGAH 22.000 335. JAWA TENGAH 1 5 .000 690.000 355.OOO 290.000 700.000 340. SUMATERA UTARA 3 RIAU 4 .000 190.000 280. BENGKULU 10.000 400.000 740. JAWA BARAT 1 3 .OOO 770.000 181.CEH 2 .000 340. SULAWESI BARAT 27 SUT.ooo 300.000 785.000 750.000 725.OOO 270.000 280.OAO 190.000 678.000 336.OOO 340. SUT-A.OOO 200. SUMATERA BARAT 7 .OOO 185.I.000 456. YOGYAKARTA 1 6 JAWA TIMUR t7 BALl 1 8 NUSA TENGGARA BARAT t9.000 190.000 640.000 645.000 fULLDAY TULLBOEND NO. BANGKA BELITUNG 11 BANTE N L 2 .000.000 800.000 324.000 165.AWESISELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29.000 210.WESI TENGGARA 400.000 320.000 230.000 190.OO8. GORONTALO 26. J A M B I 6 .OOO 740.OOO 744.OOO 350.OOO 280.OOO 720.16- 26. KEPULAUAN RIAU 5.000 280. JAKARTA t4.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK .000 335.000 270.000 1.000 675.000 200. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 30. D. SUMATERA SELATAN 8 .000 250.OOO 978.OOO 280.2 Pejabat Eselon I & II dalam ru HALFDAY (3) 207.000 790.000 401.000 830. D.000 210.000 379. PAPUA BARAT 230.000 840.000 820.000 600.000 235.000 190.000 24t.000 LV .000 760.000 190.000 820.000 262.OOO 740.000 180.000 390.000 280.K.000 190. KALIMANTAN SELATAN 23.000 340.000 740. KALIMANTAN TIMUR 24. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 344. LAMPUNG 9 .000 405.I.000 420. {1} I PROVINSI (21 &l (s) 1.000 810.O00 250.

000 260.000 295.3 PeJabat Eselon III Kebawah NO. SULAWESI UTARA 25.000 825.000 640.000 240.000 395.OOO 2 .OOO -208.O00 iab-.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -L7- 26.000 210. 33.OOO 30.000 329. D.000 160.000 494. JAKARTA L+ JAWA TENGAH 1 5 .000 157. SUMATERA UTARA 3.000 185.000 335.000 160.000 150. JAWA TIMUR L7 BALI 1 8 .000 135.000 645.000 T'L .000 540. GORONTALO 26 SULAWESI BARAT 27.000 755.OOO 228.O00 140. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 168.000 228.O00 235.000 210.000 550.000 570. 13.000 200.000 132.OOO FULLBOARD (21 ACEH (s) 650.000 505.I.000 530.000 175.000 277.000 176. 31 32.K. YOGYAKARTA 1 6 .000 1.000 130. 6.000 563. BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT 192.000 630. 10 11 12.000 465.000 200.000 165.000 534. NUSA TENGGARA BARAT L 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2 t .000.OOO 305.000 157.000 665.000 480.000 605.o00 275.000 _ 140. I I PROVINSI HALFDAY (3) i80.000 170.000 433. KEPULAUAN RIAU 5.OOO 230.000 595.I.000 630.000 330.O00 180. KALIMANTAN TENGAH 22 KALIMANTAN SELATAN 23 KALIMANTAN TIMUR 24. 8 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG 185.000 180.000 498.000 280.000 347.000 540.000 535.OOO D. RIAU 4 .000 251.000 144.000 132.000 665.000 288.ooo 310.000 220.000 240.OOO 9.000 FULLDAY HI 300.000 145.000 564.000 540.000 445.000 183.000 175.OOO 256.000 305.000 205. SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 230.000 240.000 336.000 205.000 480.000 705.O00 t62.000 297.000 479.000 576.000 130.000 162.000 230.

0 0 0 2.00O 2.000 9.OOO I 7 B 9 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA BATAM BENGKULU BIAK DENPASAR 4A67.583.OOO 7.000 3.000 7.23r .460.O00 4.OOO 14.18- DINAS DALAM NEGERI (PPI 27 SATUANBIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN (dalam ru NO KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) AMBON BALIKPAPAN BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANJARMASIN BISNIS @l (1) 1 2 3 4 5 el JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA 13.OOO 5.000 2.829.86t.000 10.000 7.262.000 2.O22.664.O4O 5.455.000 3.434.ooo 7.824.OOO .856.OOO 2.000 3.L82.001.177.861.O16.OOO 5.000 7.830.995.OOO 5.252." MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .000 4.316.492.000 10.081.305.OOO 20 2I 22 23 24 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 25 26 27 28 29 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA t6.348. 4 7 L 000 4.OOO 5.000 2.000 EKONOMI (5) 7.252.OOO 2.867.797.000 3.583.081.OOO 4. 4 t 2 000 5.861.OOO 2.OOO 2.000 4.OOO t7 1B L9 JAKARTA JAKARTA MAMUJU MANADO MANOKWARI 1.000 3.824.O.000 z.OOO 2.O00 10 11 T2 13 I4 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA GORONTALO JAMBI 7.226.824.888.364.OOO 4.OOO 4.000 7.000 3.44+.000 7.695.000 5.808.413.OOO 6.599.000 3. 11 3 .466.ooo PALU PANGKAL PINANG _3q 31 32 33 34 35 36 37 3B 39 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TERNATE TIMIKA AMBON AMBON AMBON AMBON DENPASAR JAYAPURA KENDARI MAKASSAR MANOKWARI 9.984.000 2.268.285.000 8.000 3 .000 2.7 Br .268.000 4.161.519.Qqo 4.OOO 8.000 2.065.107.O4O 6.OOO 2.139.000 3.OOO 4.487.952.568.342.000 14.ozt.9B4.000 - s.295.353.ooo 4.407.824.O54.000 r.000 7.182.000 3.674.530.44O 4 .000 13.193.OOO 4.658.O00 5.4L2.000 15 I6 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAYAPURA JOGJAKARTA KENDAR] KUPANG MAKASSAR MALANG ' 5.065.OOO 5 .000 2.519.000 1.000 3.230.102.027.

803.OO0 5.OO0 9.129.OOO _6.765.OOO 3.B4O..076.760..412.ooo 9.00O 19.985.000 3.199.000 7.316.530.000 3.000 7.000 18.4B2.000 ro.L29.OOO BANDAR LAMPUNG PADANG PALANGKARAYA 6.508.439.OOO 4.113.000 3. L L 9 oo0 6.493.648.369.000 5.000 5.5:3_g.000 10.000 5.408.000 9.000 11.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19(dalam NO {1) KOTA ASAL QI SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN 3) PALU SORONG SURABAYA TERNATE BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG BISNIS @l EKONOMI 40 47 42 43 44 45 46 47 4B 49 50 AMBON AMBON AMBON AMBON 6.BB91OO0 18.000 9.O00 6 .401.OOO 5_:123.000 3.354.305.380.835.OOO 15.257.487.O00 3.150.OOO 7.664.1+9.150.647.504.000 9.O00 to.445.OO0 4.000 8.OOO !.760.744.ooo 5.000 5.702.990.000 2.000 BALIKPAPAN 53 54 . 7 8 L000 7.OO0 10.O00 12.OOO 4.g4z.594.14_0.o[z.OOO BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN 6.OOO BIAK DENPASAR 1 4 .000 4.000 4.O00 9.354.445.380.O0_0 5.000 8.OOO 4.996.444.000 9.140.979.o00 5.OOO 10.OOO 4.845.445.OOO t2.q:.760.637.674.ooo L2.OOO .626.161.000 1O.246.947.o99_ 5l 52 to.000 9.134.O00 9.155.568.zcg.zz.295.798.739..ooo g0_0 5:B4q 4.000 5.5.445.O00 4.OOO t5.000 5.000 6.000 L/ .7r7.086.097.O00 3.167.749.749.OO0 f5) 3.000 3.OO0 5.449.OOO 4.279.000 811_6_1.000 t2.236.530.OOO BANDA ACEH BANJARMASIN BATAM a.305.000 8._6q_9.000 6.O4O 8.OOO 7p_ 76 77 78 79 BO B1 82 B3 B4 BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JAYAPURA JOGJAKARTA KENDARI BANDARLAMPUNG BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG I\44.071.ooo 19.813.000 6.00O 6.000 10.B_ A_LIKP_APAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN BALIKPAPAN 58 59 BANDA ACEH BANDA ACEH 60 61 BANDA ACEH 62 BANDA ACEH 63 BANDA ACEH 64 BANDAACEH 65 BANDA ACEH 66 BANDAACEH 67 BANDA ACEH 68 69 PALEMBANG TEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN 70 7I 72 73 74 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 10.000 2.KASSAR MALANG MANADO BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG MATARAM MEDAN 14.926.193.OOO 10.000 2.000 5.

OOO 4.OOO 4.OOO 0oo ).439.439.OOO 9.zaz.316.663.546.824.000 5.642.O22.792.AOO 2.ooo 8.+sa.220.000 _ 3_29?:qqo_ 1.396.OO0 /.OOO 5.129. 6 2 6oo0 92 93 94 95 96 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BATAM DENPASAR JAKARTA JAMBI JOGJAKARTA PADANG 3.OOO 2.525.000 10.49B.0OO ro.ooo i0.000 16.OOO 3.000 4.000 2.193.263.375.931.000 8.4&.049.369.Izg.407.145.OOO 3.iiz.000 120 L2l r22 r23 r24 BAiAM 125 )2Q r27 t28 BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BANDA ACEH DENPASAR JAYAPURA to.942.006.OOO 8.OOO 492O:OOO 9.OOO r02 103 104 105 106 t07 108 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG PALEMBANG PANGKALPINANG PEKANBARU SEMARANG SOLO 2.OOO 3.63i.ooq 5.000 13.OOO )ry 115 116 t!_7_ 118 i19 BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN PEKANBARU SEMARANG SOLO 7..000 4.599.000 3.707.OOO 4.000 97 9B 99 100 101 o.097.ooo 7.749.000 3.ooo 7.824.936.000 4.686.ooo " 6.498.sst.O00 6.O22. .433.856.508.936.000 2.027.792.ioo 5.OOO 5 .i23.SAR JAYAPURA JOGJAKARTA ro.OOO r29 BATAM PONTIANAK 4.13s.000 SURABAYA TANJUNG PANDAN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN roq BANJARMASIN 1 1 0 BANJARMASIN 1_11 BANJARMASIN BANDA ACEH BATAM BIAK DENPA.000 7.O06.OOO s_URABAYA TIMIKA 4.000 Ui -tl .OOO 6.594.000 3.OOO 3.000 2.000 8.ooo - D.701.gos.000 .OOO SURABAYA TIMIKA ts.OOO 3.oes.000 10.738.289.000 4.000 6.OOO 3.337.386.723.000 2.696.000 7.000 3._qq0_ 8.AOO 3.000 1.717.-395.000 5.000 7.268.000 4.B24.000 -o.OOO 4.000 8.000 8..000 4.359.OOO 4.UUU 2. 53:Ooq 7.OOO ir.957.370.482.760.ooo 4.380.958.2}b5.583.412.647.94L.OOO 5.OOO 9.936.O22.000 - JOGJAKARTA _ MAKAS_SAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU - 8.450.413.578.476.000 4.931.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- ru NO 1 KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3 PALEMBANG BISNIS EKONOMI (21 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 85 86 87 BB B9 90 9L BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO AI 4. 4:99910_00_ 6.OOO T L 2 BANJARMASIN 1 1 3 BANJARMASIN MEDAN PADANG PALEMBANG 10:516:-00o_ 9.ooo 2.OOO 4.385..

782.915.000 11.690.32L.OOO 2.OOO DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MATARAM MEDAN 4.O49.278.925.8.000 4.000 4.2.353.O00 7.541.O00 3.108.O00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA TIMIKA JAYAPURA KUPANG MAKASSAR ' 16.000 2.-99O:O09 10.4OO 6.193.000 4.621.OO0 6.653.O00 8.690.O00 9.OOO 3.OOO 2.11.407.OOO 1.10B.274.664.888.OOO 5.2.00O 8.861.589.000 L5.300.OOO 8.439.O9O 3.097.OOO SOLO SURABAYA TIMIKA PALEMBANG BALIKPAPAN BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA 1.OOO 6.733.000 5.781.091.000 4.615.000 4.952.OO0 1€4o:Q09_ 10.O11.OOO 6.O00 1.000 4.434.O00 15.OOO 2.899.851.091.600.000 7.000 8.OOO io.OOO T4T r42 r43 114 145 r46 t!7 t48 r49 150 151 L52 153 154 155 156 1.995.873.B7B.140. 7 i 8 ooo 16.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -2r- NO KOTA ASAL am ru SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN {3) SEMARANG BISNIS EKONOMI (1) e 1 3 0 BATAM 1 3 1 BATAM L32 BATAM 1 3 3 BATAM r34 BENGKULU 1 3 5 BIAK 1 3 6 BIAK L37 BIAK l 9 8 BIAK 139 I40 BIAK wl 7.72e.000 Llt I .OOO 7.568.O00 3.57 158 159 160 161 L62 163 BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MEDAN _.476.OOO 3.OOO 4.000 1.OOO 614?F:OOO 6.4+q.498.145.000 2.000 7.42B.4OO 4.942.000 4.O75.108.O00 7.OOO 4.gb6.808.193.O00 13.145.OOO 5.477 000 10.631.3110-oo 18.000 6.OO0 3.129.O00 9.000 9.OO0 4.27B.081.424.551.OOO 8.472.OO0 PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR PEKANBARU PONTIANAK JAMBI JAMBI TIMIKA BALIKPAPAN BANJ_ARM_A_qr_N DENPASAR JOGJAKARTA KUPANG MAKASSAR MALANG JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI r64 165 r66 167 JAMBI i 6 8 JAMBI L69 JAMBI 170 JAMBI t71 JAMBI L 7 2 JAMBI 173 JAMBI 1 7 4 JAYAPURA MANADO PALANGKARAYA PONTIANAK .ooo 3.r82.AOO 4.883.707.615.622 oo0 1 8 .000 8.659.444.OOO 7-.ooo 15.733.OOO 7.390.000 16.932.909.OOO 4.OOO 4.OOO " 6.728.952.000 11.OOO 1.O00 6.000 9.845.893.738.O00 7.SEMARANG SOLO 8.000 8.000 8.658.000 8.000 16.557.648.2.OOO 7.000 7.000 9.O92.000 7.OOO SURABAYA JOGJAKARTA 3.333.1 19.OOO.680.

LO2.O00 10.48r .909.000 5.OOO L75 L76 JAYAPURA JAYAPURA t 7 7 JAYAPURA 178 JAYAPURA 179 JAYAPURA 1 8 0 JAYAPURA 1 8 1 JAYAPURA r82 JOGJAKARTA 1 8 3 JOGJAKARTA 184 (5) 11.723.000 5.466.658.000 10.787.380.482.000 185 186 L87 JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG si/22.765.OOO 10.OOO 4:931.460.108.000 9.969.000 .000 ---i.000 5.776.000 4 .000 2.OOO - 3.000 8.166.493:0_0q r0.OOO 12.893.204.OOO 4.000 8.311.487.o00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA DENPASAR MAKASSAR 9.o3g.536.455.097.220.O00 B.O87.749.000 B.000.0_0q 5.OOO 2TB 21.134.000 7.OOO F_Ar4ryr 196 197 KENDARI 1 9 8 KENDARI 799 KENDARI 200 KENDARI 20L KENDARI 202 KUPANG 203 KUPANG 204 KUPANG 205 KUPANG 206 KUPANG g.7_.770.000 1.000 9.000 11.861.167.193.381.000 7.000 7.000 MAKASSAR 5.380.OOO 10 129.:q_59j9OO 9.O00 5.000 6.108.102.. 0 0 0 6.932.000 3.OOO 4.327:OO_qLr.000 5.663.103.OOO 3.348.ooo 7.000 5._000 i5.000 6.953.1. 3 1i .722.140.027.633.706.717.000 3.OOO 5.OOO 9.000 5.407.840.798.129.000 8.435.786.000 3.O00 18.327.000 3.OOO 5.000 P_9NTIAIIAK e.O00 16. 0 0 0 6.000 16.519.273.MENTEBIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -22- dalam ru NO I KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) MANADO MEDAN BISNIS EKONOMI el 22.OOO 4.166.ooo_ 2. 6 4 8 .O00 5.9 MALANG ro.873.536.OO4 5.OOO 8.o0o PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO SURABAYA ?97 208 209 2LO MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR Br4K JAYAPURA KENDARI MANADO TIMIKA BALIKPAPAN 2tr 2L2 2L4 MAKASSAR MALANG ?-r_3 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG 2t5 BA-NDAACPH BANJARMASIN BATAM TQ BI4II JAYAPURA KENDARI 2L7 11.LO9.obii 4.567.263.O00 9.000 5.659.000 16._q37:OOO 11 .000 10.O00 2.000 17.161.7.000 4.000 3.322.054.386.289.O22.722.615.000 4.OOO 1BB 189 190 191 193 t94 195 r9_? KENDARI KENDARI JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI PEKANBARU PONTTANAK TIMIKA BANDA ACEH DENPASAR JOGJAKARTA PADANG PALEMBANG 6.000 7 819.568.OOO 2.525.OOO 8.O92.000 4.O00 11.000 14.000 10.182.322.OOO 9.os9.OOO 18.000 17.

000 14.000 9.000 4.937.915.OOO 3.873.OOO 4.230.O55.N*.000 7.739.OOO 12.OOO 9.744.OO0 6.803.000 15.867 ooo 4.000 6.461.364.OOO 9.OOO 8.990.552.000 15.0O0 MATARAM MATARAM PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH 2.000 10.000 5.835.385.7.000 4.000 5.11.000 5.765.PADANG PALEMBANG PEKANBARU 13.316.000 6.012.000 11.000 g:p46.OOO 6:396.000 8.OOO 2.000 9.000 9.461.ooo 10.OO0 24r 242 243 244 MATARAM MATARAM .55r.OOO PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH 7.000 4.000 6.OOO 2.OOO 5.958.i* -.000 LO.615.246.193.OOO 8.r72.461.102.OOO 4.000 12.552.000 3.065.ogg s.OOO MATARAM MEDAN 25r 252 253 254 255 256 257 258 259 260 267 262 263 264 2.167.I\\\\- .744.246.311.829.O00 4.599.000 8.685.000 5.546.000 4.2B4.OO1.-ooo 7.BANDA ACEH BANJARMASIN -' - 12.134.995.2B4.637 oo0 4.909.78L.0OO MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO 12.OOO 10.000 8.O00 to.OOO 8.925.7L7.000 18.851.000 _ {5} 6.OOO .504.000 4.258.974.718.504.546.32t.803.4L7.000 5.199.OOO 4.OOO 9.846.466.262.888.402.OOO 4.OO4 3.000 6.000 9.738.000 233 234 235 236 237 MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM -_PO_l!TTANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMiKA BALIKPAPAN .327.OOO 6.OOO MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM 245 246 247 248 249 250 10.71.953.0q0.000 10.000 8_.899.000 8.000 16.OOO 238 239 240 MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM BATAM BIAK 5.504.750.000 9.000 8.696.000 9 455.926.909.000 3.OOO 4.OO0 12.407.////I N-ffi-U \W"r[iTg KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -23- dalam ru NO KOTA ASAL QI SATUAN BI AYA TIKET TUJUAN (3) BISNIS I4l EKONOMI 220 221 222 223 224 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 225 226 227 228 229 230 23L 232 PEKANBARU TIMIKA MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MEDAN .000 4.000 7.092.O00 13.O22.706.OOO 8.574.rs3.OOO 4.193.439.R h e.600.QOO5.145.460.000 4.733.O00 5.000 14.8:000 7.AYapuna-* JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 7.OOO 4.

OOO 5.845.Ju 4.47.O4O 8.241".000 6.733.444.]{.000 3.OOO 1 6 .O22.589. O9.OOO 8.936.642..000 3.391.000 8.QOU 7.O65.840.OOO 5.685.696.000 12.000 7.187.000 8.OOO 4.466.0O0 3.OOO r.9.000 6.O00 3 818.118..663.000 6.957.268.760.OOO 999 307 308 309 310 311 PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR 6.466.000 4.894.000 4.OOO 8.305.744.O00 2.878.Qo9_ 8.477.000 4.U(JU s.94 t.000 7.OOO 4.469:009 3.279.904.300.OOO 265 266 267 268 269 270 EKONOMI (5) 4.000 6.000 3 915.979.000 3.OOO ?\? 3i4 315 316 SOLO SURABAYA SURABAYA SURABAYA 3 1 3 SURABAYA MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA .659.{.OOO 9.781.O22.000 7.000 .OOO 15.ooo 1.000 SS.252.OOO - 4.000 5.24L.797.326.883.236.O4O 4.obo 5.000 7.000 6.OOO 9.000 ' .000 12.000 9.doo 3.739.000 3.626.514.000 4.000 4.883.O00 3.ogo.433.os6.204.OOO 5.210.000 9.000 1.284.oob 7.000 3.915.262.578.OOO 4.557.OO0 6.OOO 5.161.000 4.000 6.?92.878.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam rupial NO 1) KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) BATAM BISNIS el PALANGKARAYA rcl B.000 _!4AKASSAF TIMIKA i r.sioo 3.OOO 27r 272 273 274 275 276 277 PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG e.060.936.631.000 2.OOO PANGKALPINANG 29r 298 299 PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA 7.808.s85.OOO PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG 7.000 5.829.O00 - 3.198.94L.O00 3.7.412.000 4.252.000 1s.000 3.OOO 4.000 5. 7 7 1 oo0 9 915.038.4A7.O00 6.2.423.OOO 7.262.706.140.000 3.829.OOO +.888.O00 +.220.O00 3.739...578.8os.097.8E3.091.000 10.000 3.000 3.979.685.6 .765.000 3.829.000 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 2BB PANGKAL PINANG 289 SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN 290 29L 292 293 294 295 296 PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 1.337.OOO B.2gi.000 6.000 4.653.797.OOO 300 301 302 303 304 305 PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG 7.OOO 8.O00 278 279 280 287 283 284 PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALU PALU PALU 232 SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG z.000 9.086.675.236.OOO 3.888.OOO .OOO 4.23|.OOO 8.535.076.

000 91.000 110.ooo 285.000 48.000 60.OO0 125.000 70.000 .000 70. (1) 1 I PROVINSI QI ACEH SATUAN {3) OK OK OK OK OK OK OK OK BIAYA TA 2013 (41 90.000 171. JAKARTA OK OK OK OK OK 80./ .O00 t7 18 19 20 27 22 23 24 25 26 JAWA TENGAH D.K.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 2A SATUAN BIAYA TAKSI PEzuALANAN DIIVAS DALAM NEGERI NO.000 115.000 90.OOO 90.000 290.O00 110.000 125.oo0 82.O00 72.000 48.ooo 110.I.000 60. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK 100.I.000 KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33 PAPUA BARAT 125.000 90.O00 50.O00 315.000 60.OOO 2 3 4 5 6 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA SUMATERA BARAT SELATAN 70.000 125.O00 115.000 120.000 170.O00 B 9 10 11 L2 13 L4 15 i6 LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.

399 16.994 ___3.426 11.L87 6.018 2! 874 L 7 325 g.750 10.468 11.040 6./ .902 t4.564 7.393 t3.L78 3.237 L7.713 4:!7-7 _ 5.809 6.2:266 t2.832 15.518 - i.eir LL..487 5.335 23.77r 3.520 10.428 5 6 7 8 _QtJqwa San Fransisco foronto Vancouver Washington .353 12.223 3.63sLl.240 -9.870 .399 9.29r EROPA BARAT 20 2l Vienna Brussels _ 10.753 New York 14.269 _ ___ _8j900 '1.ii 5.76r 1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -2629 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PPI dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA (21 AMERII{A UTARA Eksekutif (3) Bisnis 4 Ekonomi q 1 2 3 4 Chicago Houston Los Angeles L2.587 _ _1?.749 3.:357 3.743 9 10 11 L2 13 t4 15 16 A_MERII{A SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERII{A TENGAH Mexico Citv Havana Panama Citv 18.1.130 7.458 8.623 8.s91 3.822 L4.702 i.089 2.966 7.924 6.5'5-9? I7 18 19 r7.1?4 10.970 5.24t - 9'2773.727 e_.494 16.47L 6.970 5.

433 4.277 6.931 5.334 ?.73A 3.023 9.980 9.143 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA dalam U NO t KOTA Eksekutif BIAYA TAHUN 2OL3 Bisnis 4 Ekonomi q 2l Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva 22 23 24 3) 10.856 1'e29 5.778 I4.O29 7.959 4.033 2.333 3.850 5.355 3.393 8.9L7 10./ .825 4.370 27 28 29 Amsterdam EROPA UTARA Copglhagen Helsinski Stockholm London 31 32 34 9q 93 9:696 10.056 3.753 3.34t 4.331 25 26 rI.031 5.771.9gg 8.126 6.446 4.631 3.773 3.166 5.350 - Bratislava 43 Bucharest 44 Kiev 4s-.q8q 6.:o-?q 6.9TI 9.839 10.?5*6 4.Moscow 42 PEqPAlI!4gR_ 6.O74 3.851 5.206 3.714 6.541 .478 10.041 3.506 5.TOJ?4 LO.383 3.537 4.153 4.446 14.92r 6.158 9.309 10.982 6.464 8.L13 s.767 41774 6.le3 5.945 7.746 4. 4.860 9.681 3.794 8.O49 Oslo EROPA SELATAN 35 36 37 38 39 40 4l Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd t7.331 3.

733 5.000 6.94L 11.081 9.910 6.915 5.700 7.507 7.777 t2.419 6.774 8.706 4.848 7.447 +9 50 AFRII{A BARAT Dakkar Abuja 9.779 8.818 AFRII{A TIMUR 5 1 Addis Ababa Nairobi .732 8.281 3.570 7.551 9.848 8.947 11 11B 5._?2_* 53 Antananarive 54 Dar Es Salaam 55 H_etq{g AFRII{A SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg 7.255 7.593 9.473 6.72r 4.O37 3.451 3.I75 Ly .665 5.330 6.966 LI.808 6.555 6.958 5.904 8.tr1 4.6L2 3.524 56 57 58 18.282 5.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -28dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA Eksekutif 2 Praque Sofia Warsaw (3) Bisnis 4 Ekonomi 5 46 47 48 8.275 59 60 67 AFRII{A UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat 62 63 64 Tripoli T\rnisia 9.599 5.820 5.747 10:6_q0_ 17.484 7.900 10.770 4.24r 14.975 4.438 8.552 8.052 ro.536 7.748 6'1!9 5.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29 dalam BIAYA TAHUN 2OI3 NO I KOTA Eksekutif 2 ASIA BARAT 3 Bisnis 4 Ekonomi (s) 5.156 3.999 2.727 3.581 2.f+o 2.785 5.835 L.633 2.283 8.727 3.617 13.205 6.962 80 81 Beijing Hongkong 2.966 82 83 84 85 _OS_ete__ To\yo 3:?o4 3.233 L.878 3.9q9 Uqrryang Seoul ASIA SELATAN 2.343 8.148 6.66L 8:453 L2.703 5.O89 7.475 3.O28 .321 3.421 3.?73 4.545 65 66 vteryrqe Baghdad Amman 64oo5.976 5.737 7.595 3.490 3. __ 87 Teheran _ 6:3oJ 4.257 1.545 3.745 _ 3.359 4.- z.469 5.734 _ 2.623 1.510 3:110 3.000 77_ Muscat giyadh ASIA TENGAH _ 7 8 _ Tashkent 79 Astana ASIA TIMUR !3.9=9 _2 4.679 3.675 I.416 _9.684 9.639 5:390_ 6.730 2.298 2.643 4.920 .446 6.56L 67 68 69 70 7I 72 73 74 75 76 Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah 6:77! 7.3?s 3.433 7.700 3.449 5.905 3.864 1.216 8.737 _qq_ Eebp_sl.43I 4.

780 1.202 997 r.740 4.063 5.344 2.558 1.687 .628 2.633 2.96+ 5.801 7.926 4.503 9tL 919 823 I.506 6.195 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu 1 0 0 Kuala Lumpur 1 0 1 Manila IA2 Penang 1 0 3 Pnom Penh 97 98 99 1 r!7 1 155 2.o92 2.557 t14 Vanimo __ll_s_wgtti[gJo_q_ _ 2.689 M_-elbqqryg 10_e___ " 1 1 0 Noumea 111 Perth _ 4.900 3:8_14 2.?'8F8 3.9r7 1.318 6.235 525 694 585 1.453 918 2.333 L.628 r.677 1.252 4.150 545 r.500 3.629 3.380 3.327 92 ASIA TENGGARA Baqdar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi _e_9- 93 94 95 L.501 4.398 4.158 2.053 L07 108 Canberra Darwin s.656 r.757 1.833 L.561 J\2 113 _ f_o1!\{qrepby Sydney 5.77r _ _ 8.427 659 I.237 2.886 6.525 5.034 2.6L4 766 1.468 2.2T2 r.981 673 r.627 403 to4 105 106 Singapore Vientiane Yangon ASIA PASIFIK _ ?Q74 I.226 3.562 2:4L7 3.MENTFRIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30dalam U BIAYA TAHUN 2OT3 NO KOTA Eksekutif Bisnis (4 Ekonomi (5 I 2 Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi 3 3 .482 88 89 90 91 2.833 1.O25 1.420 1.OO9 2.894 1.940 4. 11 9 3.413 .64L 1.

270 I.768 96 153 84 l07 85 95 8l 89 Caracas 20 L6 18 15 17 Paramaribo Santiaso de Chile Quito Lima .319 1.. Houston Los Angeles r.Iamuan (oHl (8) (s) 18 18 18 T9 (71 94 94 94 99 106 94 106 106 94 I 1.777 1.f ATKr Langganan Koran/Mqialah.2.150 90 77 85 r.I70 L. Lampu.?.307 r.52L 3._ r.256 1.691 2. NO KOTA ATK (or) (3) I (21 AMERIKA UTARA Ohicago Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf (41 Lampu (buah) Pengamanan Sendiri (oBl (6) Kantong Diplomatik (kgl .262 18 i9 AMERIKA TENGATI Mexico Citv Havana 1.270 37 37 37 39 2 a.307 r..553 2.368 ry+t27 L66 127 166 L27 r34 103 101 105 105 99 27 28 29 130 99 " _L9_19 1.9 30 334 254 130 99 2. Pengamanan Sendiri.836 100 89 __19 _ Fogg!q 11 1.899 1.307 42 37 42 42 37 20 18 100 89 100 Vancouver W3lhi11$on AMERII{A SELATAN r. Kantong Jamuan Diplomatik.521 2.3q 264 259 269 269 254 334 254 254 .o?? 1.O76 2.779 3.947 2. 1.185 L2 13 T4 15 16 L7 Brazilia Boenos Aires r.509 i0 1.910 2.657 T6 I6 20 Panama Citv EROPA BARAT Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva Amsterdam _ .L95 ).O22 .038 _ .O3L 3.I20 rs2 r29 2.373 3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -31 30 SATUAI{ BIAYA PTNYTLENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 3O.L7O 1.690 2.220 1.270 t.776 L?7 * _ 9 e 2.270 20 20 18 2.690 2.220 7.910 - 2?22 28 22 .963 4 5 6 8 9 New York (termasuk KJRI New Yorkl Ottawa San Fransisco loronto 89 89 89 94 1.799 5.985 35 35 L7 2.220 r.270 2.420 2.099 38 47 33 42 33 37 32 35 18 22 16 1.509 22 22 23 23 22 28 -.839 90 88 84 85 83 79 21 22 23 24 25 26 r.391 1.150 91 113 79 101 80 r.690 .478 T.L72 1.001 1.1.?.1s0 2.

867 t9 47 48 49 50 51 Kig_y -_ Moscow r:229 _ _ _ .967 _ 1.220 1.232 2.220 t7l 150 22 79 _ 79.??o L. + ' Bratislava 45 Bucharest r.? 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -32alam NO KOTA ATK (or) (3) (1) (21 BROPA UTARA Jopenhagen Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan! (4) Lampu (buah) Pengamanan Sendiri Kantong Dlplomatik (oBl (6) (ke) (71 232 2L3 Jamuan (oH) (8) 110 101 99 (s) 24 3t 32 Helsinski Stockholm London 2.19 19 20 1.275 1. -2-:_585 3.220 r.O29 r32 L23 732 sq D/ Dql Es Qalaee Harare r.947 1.34r 2.220 _L:22Q r48 145 6 6 2.220 22 t9 22 L32 113 86 to2 87 r.220 L.o7o 7.978 3.+rasvc 1.895 2.340 3li 145 156 158 161 165 L77 151 177 22 22 22 26 209 2L5 ro2 L27 2F6 108 36 37 38 39 40 4L 42 43 Zaereb Athens Lisbon Madrid Rome 9.749 3.732 rt7 118 12I I23 84 90 91 _?o 2L 93 95 2.962 2. 23 I9 .220 _ L48 148 148 161 __ L.232 2. 128 i36 5 5 5 5 5 r.773 161 158 55 55 53 54 55 2.220 r.270 18 20 20 2.ILs r.082 2.ere4 Vatican EROPA TIMUR r.375 2.966 28r 259 254 26L 3.27L 110 96 95 L17 95 85 i06 85 85 85 93 95 95 103 52 53 n"huie AFRIKA TIMUR Addis Ababa Nairobi {ntananarive I.341 .9?e_ 1.978 33 34 35 Oslo EROPA SELATAN 2.668 1.690 7. _ ! 4 8 r.220 Eqo.220 t.910 1.179 L.73.?eF 2.096 _.936 r.773 L43 t34 143 13e 148 40 35 35 40 35 ral rr' li r .478 ro2 99 86 + .760 _ 2.732 1.220 183 Praque Sofia Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar t.776 2.669 2.O82 2.220 L.

557 2.035 2.150 46 46 1.SIABARAT 68 69 Manama 1..270 Tolcyo _ 9 ! _ _ -Uglry-g4e 9 1 Seoul 92 Shanshai r.035 +6 44 45 48 48 86 87 88 89 Beijing 1.1o 40 43 62 L.690 1.]97 1.L70 L.220 5 73 74 7S 76 77 78 79 80 B1 Damascus Ankara _9 5 5 5 c 1:515 1.220 t.I7O L.233 le __-.170 4t2 J 51 70 7l 72 Saghdad Amman Kuwait Beirut Doha r.T7O 42r 385 363 399 385 381 399 408 372 376 394 376 399 408 5 5 J r.250 83 84 85 lashkent 1.233 ?.220 381 412 439 q 5 6 _ .962 2.096 r32 L28 136 60 61 9sse-lqllr Johannesburs Maputo AFRII{A UTARA Alsiers Cairo Khartoum Rabbat Iripoli Iunisia +?8 5 5 2.270 t..493 t.220 140 L47 151 6 6 7 r.270 1.547 r.19 46 48 49 i.L70 4a _ _.220 1.220 I-longkong Osaka r.270 r.167 2.547 1.250 L.575 2.324 2.SIATENGAH 1.220 L.524 2.244 r29 189 A.r70 1.229 1._ ?.450 47 47 51 51 r.398 2..962 1.170 5 5 5 5 5 181 L73 183 t87 - .7L 173 Muscat Riyadh .220 I.449 i. !7 49 47 46 44 .220 1.815 L.220 Astana Baku ASIA TIMUR 1.534 t.372 e?8 1.2L2 1.KEUANGAN MENTERI HEPUBLIK INDONESIA 33 alam NO KOTA ATK (orl (3) (1) 58 59 (21 AFRII{A SELATAN Windhoek Langganan Koran/ Mqialah (ekslempar/ bulanf HI Lampu (buah| Pengamanan Sendiri Kantong Diplomatik (oBl (6) (kel (71 t43 Jamuan (oHl (s) o c t8) 40 2.I2O 1.464 1.I73 2. 4 9 45 46 Abu Dhabi Sanaa Jeddah t.-\.469 1.220 r.?41 1. .220 1.244 1.220 1.220 82 Istanbul Dubai A.170 63 64 65 66 67 t.469 t..574 L9+ 177 L67 183 177 t75 183 51 47 44 48 47 46 r.805 192 139 148 .220 .055 3.O29 L.150 1.220 346 346 379 379 365 361 346 6 6 6 6 6 6 6 2.363 1.L51 139 140 150 40 35 40 r37 131 +o 40 40 r.220 138 r32 130 6 6 6 1.

2:0-89 I.917 83 66 69 87 60 62 78 75 74 75 Singapore Vientiane tt4 Yangon 1 1 5 Songkhla L.??.480 942 ___1.220 i.568 2.t70 r.i70 I.945 1r3.Iamuan (oHl {8) (1) (21 ASIA SELATAN Kaboul Ieheran Colombo Dhaka (41 50 46 44 45 45 45 46 46 (sl 6 5 5 5 (71 t.L70 1.SIATEITGGARA 101 ro2 103 104 105 106 LO7 108 109 110 111 L12 113 Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi 1.9 8 2. 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 J 1.170 5 5 5 4)4r 1.220 52 52 50 52 48 49 o L23 t24 t25 Sydney Valimo L.170 1.221 2.329 58 58 59 59 A.170 1.170 1.1?o* 37 _ _ . l.8_0-.t59 2._22 100 92 1.495 1.220 1.170 1.220 1.L7O 1.170 T.170 r.r20 r.22I 60 60 60 't5 1.221 - _ .O _ q 0 t.1 5 8 6 6 6 6 llq _82 t2s 92 118 89 L23 TL4 LL7 92 86 88 5 5 _ __.350 1.840 t23 123 123 133 oo 92 _ .220 r. L.227 1.0s2 1.220 1.553 93 94 95 96 t.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -34Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf NO KOTA ATK (orl (3) Lampu (buahl Pengamanan Sendiri (oB) (6) Kantong Diplomatik (kg) .220 t26 _ L?7 t28 Wellineton Suva Dilli L.170 65 60 57 58 89 82 78 79 79 79 81 81 97 98 99 100 Islamabad Karachi New Delhi Mumbai -.7lor._?29 r.90 60 1.747 Y/ .480 5 4 4 83 82 83 66 66 _L!_6 Ett4i"e IL7 Tawau ASIA PASIFIK 1 1 8 Canberra 1 1 9 Darwin L20 Melbourne L 2 t Noumea r22 Perth L23 Port Moresbv L_l70 1.134 1 .546 2.L79 r.265 97L 75 75 75 73 65 83 83 83 B1 81 66 66 66 _-.2to t.220 52 52 52 5() 6 6 o o 2.329 2.160 642 1.362 981 1.229 L.170 1..568 642 3.463 2.170 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila 47 47 47 46 46 37 37 37 47 BgrenePnom Penh 1.220 1.220 t.t70 I.r.170 5 J _ 2.170 1.178 r.

96q 427 806 837 437 790 _ 1.9q1 681 9?9 320 a.434 33 34 3_q 13.441 80 72 80 72 72 80 9 9 9 9 9 9 777 7. 303 223 245 .2 642 895 642 377 287 247 377 247 608 596 619 50 52 52 49 64 49 49 64 49 6_r.\?.401 !_r 42 43 Madrid Rome Beograd Vatican 12.9s.t47 80 72 80 80 80 9 q 810 745 /rbb 9 9 9 731 753 896 Oslo EROPA SELATAN Saraievo Zagreb thens Lisbon 695 682 702 835 _. Sewa Kendaraan.:)_ 585 764 c6J 26 27 2a 29 17.5.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35- 3o.639 7._J9s ___ 250 261 350 3s0 418 521 366 46 58 4l 52 41 46 39 370 4L3 324 350 Q-ttitgLima 7.562 8. 10.353 80 80 80 9 9 9 681 320 .353 8.626 13.353 8.t42 12.309 13 I to Amsterdam OROPA UTARA 2l 1D 9 9 9 9 9 1._ 6 9 1 695 867 609 3:20 309 10 l1 EqC_ota Brazilia Joenos Aires 63 63 A? o 9 9 9 9 9 9 t2 1? 3:7 408 246 264 32s 250 3_50 350 t4 15 l6 lt 93IggqsParamaribo Santiaeo de Chile 72 63 774 616 688 588 645 361 290 ?e_1 qs9.q! t3.309 -t3.793 9.6s9 13.408 8.2tO 7..973 63 63 -.563 16.563 72 72 72 72 72 72 tt.496 7.434 1? 80 9 9 9 652 638 609 307 300 247 275 275 232 392 383 350 392 383 44 43 .597 t3.692 13.q -_9.408 9.r cl 2l 22 23 Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburs Seneva 72 80 ?1 25 13.176 I7.563 72 I 9 9 9 9 9 9 9 616 667 674 688 702 753 645 753 302 4q3 326 330 337 344 262 26s 275 276 275 295 533 _ 539 550 562 516 602 667 721 729 744 760 41 45 45 46 50 43 q69 Jlo 2e9 _ 6 9 ? at4 698 814 368 50 I ^/ .776 13.5?e.001 7.825 72 72 20 P-egeEe-c-ry EROPA BARAT Vienna -._ Sttawa 6 Jan Fransisco 7 loronto I Vancouver I iVaqhington $MERIKA SELATAN t3l {61 r0t 409 I rl 46 46 46 8.918 596 585 602 717 352 '242 806 79t 814 969 979 54 50 49 50 60 36 37 11 .O13 3q_ 39 40 _.97 681 767 767 337 961 320 361 361 300 390 300 300 291 300 400 __400_ 400 409 409 431 400 48 5_l 46 51 5l 46 3s9400 _4_61 409 461 461 4rl9 29r 291 350 350 400 . . dan Konsumsl Rapat Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unit/ Tahunl Gedung (m2ltahunf t+l Halaman Pengadaan Inventarls Kantor l^"1 tahunl (51 (orl (6) Pakaian Soptr/ Satpam lstell Sewa Kendaraan (harif Sedan Bus t9l Mobtl Boa Konsumsl Rapat loKl (21 AMERIKAUTARA Shicago 2 Houston 2 Ios Aneeles 4 New York _.ondon t4.. Pakaian Soplr/Satpam..7'90-0 13.408 9.95r 13:9.918 293 300 300 . 1 0 9 12.9sq 384 3_q-3 387 43 8 l9 IMERII(A TENGATI Mexico Citv Havana 8.353 9.279.038 790 790 1.2 Pemeliharaan.176 qq 80 80 72 80 72 9 9 9 o 9 760 745 774 708 695 ?74 _ 731 960 t5L _ _390 293 722 304 722 _ _394 287 642 895 68.176 73..O38 - 7il 960 731 s-tis 764 585 790 l9PgI'hecq4 ielsinski Itockholm L.500 9. Pengadaan tnventaris Kantor.

.tl .eol 9.?7r 371 407 407 300 300 33 35 U5 _-86 6t .234 \buia AFRII(A TIMUR \ddis Ababa {airobi {nfananerivc 72 72 9 9 ssc 346 315 294 JIJ 204 200 275 275 663 650 tcJ 150 43 42 53 54 J5 I 1. 9 9 304 308 329 27s_ 250 zrc . -9sq 300 350 50 4l 51 47 _?_ 9 9 .277 o.l33 t2 o._ 27t-275 389 354 359 376 359 2SO .9_q 300 350 285 275 225 275 3q0 350 1s0 50 25 50 50 33 34 3l 29 oo 50 50 50 _12= 31 3l 363 3_gg.l OJI _ 309 309 309 397 275 275 9?F 505 JUC lofia ^/arsaw }rdanesf r.500 72 72 72 9 9 9 9 304 304 325 259 251 251 ?68 25_t253 27t " 244 236 234 275 275 275 294 350 7to 646 686 8 8 8 8 3s0 233 249 733 62 63 64 OJ {!g!ers Cairo Khartoum Rabbat l nDoll 19..s22 9.154 o.889 Lt.367 4. 72 72 63 77 7A 79 80 8l Muscat Rivadh Istanbul Dubai o.905 r0.910 0. 32s 315 2s9 ?4-2 2s9 251 ztJ -.275 39_q350 147 469 447 474 444 2rl 275 300 .2s6 I 1. ?so.766 I 1.133 10.889 l l33 7? 72 72 72 72 a2 a2 83 84 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 221 ZIJ 350 _s0-o 458 431 474 458 453 474 484 442 191 367 346 380 JO/ 250 2tJ 9.j 12. _F?2 _.?71 275 250 250 250 32 33 30 30 32 30 32 33 350 ISIA TENGAH fashkent \stana 10.t76 1.889 72 72 OJ Kuwait Beirut Doha Damascus \nkara \bu Dhabi 3anaa Jeddah 72 o.?99 10.889 1.. l33 72 63 OJ 56 57 Dar Es Salaam Harare IFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA 1O.766 o.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK -36Secta Kendaraan Pengadaan Halaman Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unlt/ Tahrrr I Gedung lm2ltahunf Kantor l^tl tahunf 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 9 o lorl 731 638 631 Pakalan Soplr/ Satpam lstell lharil Konsumsi Rapat Sedan Bus Mobll Box loKl 44 45 46 47 48 49 50 }ROPATIMUR 3ratislava fucharest fiev vloscow >raoue 3..367 1.080 1.766 o.766 I 1.990 rku ISIA TIMUR l€ijing :{onskonp fsaka fokyo 63 63 63 9 acJ .399 tt.256 11.+z.350 350 350 350 25 50 50 50 150 150 3qo 389 -.399 0.--^ 363 300 6s t25 t25 3l 9 9 490 393 419 _.496 358 287 372 309 250 275 585 510 791 690 642 845 642 642 49 43 r.863 72 80 80 80 88 9 9 9 I ssz 436 +5t) 44_7 441 484 444 397 400 436 436 309 309 339 339 20 20 22 22 .s00 72 63 9 9 9 9 9 ^_.367 so5 +2 52 42 42 42 46 l8. 250 7lo 663 770 663 8 7 8 8 8 7lo 686 304 275 250 264 733 7to 686 733 58 59 60 61 1.:3ol 287 244 275 275 ?7s 350 350 350 50 50 150 47 50 46 44 lunisia ASIA BARAT Manama 10.154 66 OI 72 63 72 72 72 -?.367 9 9 63r 688 309 337 5t 2.407 _27F 300 505 550 6a2 744 AFRIKA BARAT s2 53 f)ekkar \il.277 0.863 10.522 o..s00 10.032 43 68 69 70 7l 72 73 74 75 76 ]celqeq {mman 11.9-.133 72.644 10.623 70.399 l l.

905 9.423 63 63 63 63 63 OJ o 3q1 301 301 294 294 110 140 140 t99 539 g?-.732 8.s85 10.t64 9. 2..907 9.520 4.592 2.6t7 4.101 24 ZJ 72 72 72 72 72 72 72 72 -9 9 Cs+ 334 9 9 9 9 .534 25 25 25 r 0 1 regdql_$ell B_Aeey14! r02 3anokok l03 104 l05 l06 t07 108 l09 110 111 Davao CiW Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumnur Vlanila Penang 4.585 8..-2.359 9.229 4.064 2.437 Gedung lm2ltahunf Ilalaman l^'l tahunl o Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ Satpam Kantor lstell lorl 391 4t9 414 397 397 lharil Sedan Konsumsi Rapat Mobil Box 326 Bus 4t9 4t4 397 397 loKl 2l 2l 20 20 89 Pyongyans 90 91 Seoul Shanehai r0._ fawau TSIA PASIT'IK lanberra Darwin Melboume Noumea Perth Port Moresbv Svdnev Vanimo Wellington Suva Dilli 63 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 I 9 9 9 9 9 s39 2.155 26 26 26 25 25 2l 2l 2l 240 240 430 430 662 662 240 301 240 250 314 301 297 301 240 tt2 140 430 539 430 444 662 429 662 __lt? 240 _ 116 146 1 4 0 . 11 6 2.520 4.475 28 26_ 24 25 ZJ _ 194 134 s.22L :-.229 8.534 2.-s33.585 20 2l 22 23 9..9q3 2.O04 63 63 63 t12 113 4 l5 l6 17 Pnom Penh Jingapore y'iengane {anson 9.585 9._ 98s 923 923 923 Aq7 26 27 28 72 72 72 4s 4a _gqo 557 569 476 2.197 8.443 3 .t97 9.064 2._ 138 140 tt2. ..2. 65 0/ 0 56 575 49 5t) sda 923 997 923 2.2.767 2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37 Pemeliharaan Sesa Kendataan NO KOTA Kendaraan dlnas lUntt/ 1o.0'64 2..e-.197 9.617 7.500 )ongkhla 72 63 72 72 63 63 [gq'_q!s__.534 2.905 72 80 72 72 92 Guanezhou ASIA SELATAN I 9 9 387 37t 371 465 460 441 441 322 309 309 93 94 95 Kaboul leheran 96 97 98 99 100 lolombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbay ISIATENGGARA 9.500 63 7.679 29 31 29 2A 29 28 29 27 27 .423 55 1?.500 8.767 29 29 e?q .592 _ .229 4.F63 2. 112 690 467 --.33r 9.500 7.767 .446 792 792 792 8ll 811 2..500 7.737 . 29_7_ 284 9 9 9 9 9 287 287 247 294 294 198 132 t34 s99 509 JIJ 885 420 743 2. 662 21 ll8 l9 9.443 2.443 2.563 2.58s 9.429 420 829 s63 539 533 539 2.064 26 21 22 27 26 26 26 2l 4sg 430 99?.600 644 68 600 56 5 49 .!37 137 112 lt2 -9?7 527 8ll 811 2.592 429 429 8.883 2.423 7.617 8.6!7 8.423 4.704 ."ls 515 137 137 527 527 2.475 2.585 9.592 2. JOI 334 321 9 9 9 I 9 334 321 334 311 318 600 156 600 56 56 .475 2.068 2.617 4.?.064 2.592 2.617 7. 63 63 72 72 63 63 9 9 9 321 149 575 _.592 2.500 7.883 2.

Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. Untuk yang mengharuskan kegiatan dalam kabupatenlkota menggunakan air maupun atau moda transportasi udara dan memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. d. alat-alat rumah tangga. b. dan Jakarta Selatan. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. Satuan Biaya Keperluan Sehari-hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal. Jakarta Utara. Catatan : yang a. Jakarta Timur.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2OT3 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam KabupatenlKota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. c. dan air minum . Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/ atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. barang cetak. ialah. langganan surat kabar/berita wal. Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupatenlkota jam (tidak pergi pulang memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. Jakarta Barat. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). dapat diberikan secara at cost.

diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik. ABK cadangan pada kapal negara. petugas pabrik gas aga untuk suar. pasien rumah sakit. namun belum termasuk perjalanan dinas peserta. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapatlpertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon l/setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. keluarga penjaga menara suar. Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. namrln belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. petugas pengamatan laut. petugas SROP dan VTIS. ABK aktif pada kapal negara. kelomDoK kelomook tenaga ten kesehatan Kesenatan keri Kefla lv . Satuan ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai. Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Ttrbuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh. Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yar:g digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan pejabatlpegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. dapat mengalokasikan paling banyak Rp52. penyandang masalah kesejahteraan sosial. narapidanaf tahanan. penlaga menara menara yang bagi biaya biaya suar. Sementara itu. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 4O (empat puluh) orang.0O0. suar.000.0O (lima puluh dua juta rupiah) per tahun.

Jawa Tengah. Bangka Belitung. DI Yograkarta. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidanaf tal:'anan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM. Riau. g. Papua Barat. c. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yar'g terpencil danfata'u sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. Gorontalo. Lampung. Sulawesi Selatan. e. Sulawesi Utara. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. Rayon II : Aceh. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Nusa Tenggara Barat. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) f. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. Daerah Khusus Rayon I.Pihak III. b. Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: Rayon I : DKI Jakarta. Sumatera Selatan. Bengkulu. Kalimantan Timur. Sumatera Barat. Sulawesi Tenggara. Jawa Timur. Kepulauan Riau. mahasiswa/siswa sipil. Kalimanatan Barat. Sulawesi Barat. Nusa Tenggara Timur. gas disunakan sebasai bahan bakar baei lampu-lampu rnerl.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. Papua. II. dan mahasiswa militer/semi militer. Bali.ara suar. Kalimantan Selatan. resclte team. Jambi. . Sumatera Utara. Kalimantan Tengah. Rayon III : Sulawesi Tengah. Maluku. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. Jawa Barat. d. Maluku Utara. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP).

dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah asli ke dalam bahasa yang diinginkan. kepolisian. Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan. Printer. i. b. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. khususnya meja dan kursi). Satuan atribut/ perlengkapan. Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. Akademi Migas). mahasiswa/siswa militer/semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. AC Split. L 2 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -4r- h. 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya untuk Pemeliharaan digunakan Sarana Kantor mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. dan Hakim Pengadilan Pqjak. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. mahasiswa/siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. 1 0 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. meliputi: a. Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). dan BNN. mahasiswa Penerbangan. . 1 1 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi termasuk biaya sudah negeri. Personal Computer/Notebook. Hakim pada pengadilan negeriltinggi.

Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -42- Pembelian 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama danf atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. L4 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. dan SPTJM. uang buku dan referensi per tahun. RAB. Diploma IV atau Strata 1 (satu).rnjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. L 6 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khususf untuk Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD / Ke giatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. Diploma III. besaran tunjangan tugas belajar merqiuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang T\. sudah termasuk toner dan biaya perawatan. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional. pengalokasiannya maksimal IOo/o(sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. l7 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas a tetap dalam kondisi normal vl/ . yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR. Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kemampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing.

termasuk untuk moda transportasi L/ .MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -43- dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. 1 8 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud rnenjagalmempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2Yo (d:ua persen). Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 3O0 (tiga ratus) orang. dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. satuan biayanya menggunakan harga pasar. seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). pertemuan. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. roda 6 (enam)/bus dan roda 6 (enam)/bus besar. tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. sound system. Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jaml Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). roda 6 (enam)/bus sedang. b. menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. Gedung/bangunan milik negara. sosialisasi. baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan. dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. sudah termasuk sewa meja. L 9 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jaml Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat. kursi.

dan diberikan paling banyak 2 (dua) stg! .tahun. 23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus 24 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 {Duaf Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. 22 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional danf atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu. dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien. dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus . Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan f atau angkutan antar jemput pegawai. 2 L Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II. yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif. Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penvediaannva secara selektif. c. 25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stelf Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pi:rencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. b. dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per. Sepanjang diperlukan. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif.

Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. d. e. Komponen naket m akomodasi 1 minuman selamat da . Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam. baju PDL. Kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapatlpertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/ Setingkat Menteri. paling banyak 2 (dua) stel per tahun. 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA. kaos kaki. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalarnf rnenginap. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -45- per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai. ikat pinggang. f. Satuan biaya paket kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. tali kurt dan peluit. biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Satuan biaya paket kegiatan rapatfpertemuan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. sudah termasuk perlengkapannya (sepatu. Kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon l/Eselon II. c. topi. kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. kopel. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswaf Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam MahasiswafTaruna diperuntukkan bagi mahasiswaf taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga yang tertentu penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif.

dan uang harian paket futlboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). alat tulis.ard. podium. standard sound sgstem. sound. makan 1 (satu) kali (siang). rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali. sgstem. ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. hotel untuk seluruh pejabat negaraf pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negaraf pegawai negeri. air minezx ral.t di l. rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali. standard. mikropon. uang saku dan biaya transportasi dalam kota. Akomodasi paketfullboard diatur sebagai berikut: : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. baik di dalam kota maupun di iuar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luar kota. alat tulis. Paket Halfdag paket kegiatan Satuan biaya paket hatfday disediakan untuk rapatlpertemuan-yang dilaliukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. indeks paket pertemuan lfullboard). b . ruang pertemuan (termasuk screen projector. d. mikropon. dan permen). uthite board. stand.tu. Kegiatan yang diselenggarakan secara futlboard dapat dilaksanakan.)/ / . Dalam hal rapat/pertemuan di luar kantor dilakukan secara bersamasama. air mineral. Satuan bi t. Ruang Pertemuan (termasuk screen projector.. podium. dan permen). dan permen). podium. uthite board. soind. alokasi pada RKAK/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fuIlboard/fulldag/halfdad. alat tulis. Kegiatan rapatlpertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. flip chart. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP| Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberanskatan suatu kota ke bandara kota tuiuan.. Besaran uang saku untuk kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor. alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost. b.t kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap' ko*pott"n paket mencakup minuman selamat datang. flip charL uhite board. Catatan : a.' sgstem. 2) Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -46- dan kudaPan 2 (dua) kali' ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector. fltp chart. mikropon. air mineral. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang. Paket Fulldag Satuan biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapatlpertemuan yang dilakuka. makan 1 (satu) kali.

Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. . Dalam pelaksanaan anggaran. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a. Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B. Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47 - tiket termasuk biaya asuransi. Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. Wakil Menteri Gubernur. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama ialanannya melebihi B (delanan) iam penerbansan {tidak termasuk waktu 29 . Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. dan Pejabat Eselon I. maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yograkarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yograkarta b) Kembali biaya taksi dari hotellpenginapan (Yoryakarta) ke Bandara Adi Sucipto biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PPf Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). c. satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. 2a Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan menuju taksi dari kantor kedudukan tempat bandarafpelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara / pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan dan sebaliknya. b. serta setingkat Menteri. b. Catatan: a. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon IIlkebawah. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A.

f. ATK. h.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -48- transit). merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju. Jamuan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. berupa: a. Pemeliharaan Kendaraan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yarrg dapat dipertanggungj awabkan. merupakan satuan bia5ra yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. Kantong Diplomatik. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. Langganan Koran/Majalah. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. c. Pemeliharaan Halaman. dapat menggunakan tarif bisnis. termasuk biaya bahan bakar. Kantor/Wisma merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2%o (dua persen). 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Penpakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. i. Satuan biaya pemeliharaan gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. ballpoinf. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Duta/Konsul. Pengamanan Sendiri. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar u/ . b. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim. e. Lampu.

Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. Pengadaan Inventaris. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. j. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. pengalokasiannya maksimal lOo/o (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staffl dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. k. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam. Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan. m. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaarl dan Operasional Kendaraan Dinas. Sewa Kendaraan. pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : Provinsi Provinsi dari Satuan Aceh dari Satuan Sumut biava biava L/ . Pemeliharaan Sarana Kantor. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil dan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Sewa Mesin Fotokopi. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. Konsumsi Rapat. Bus. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Roda 4). Sewa Kendaraan Sedan. Pakaian Sopir/Satpam. dan Box. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. 1. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan.

OH Orang/Hari c. AGUSD. OJ Orang/Jam b. OK Orang/Kegiatan g. OP Orang/Paket f.W. 1 Lli / . MARTOWARDOJO G NIP. Oter Orans/Terbitan Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI I(EUANGA\T. ttd. OR Orang/Responden h. OT Orang/Tahun e. OB Orang/Bulan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -50- Nias Selatan dari Satuan biava Provinsi Sumbar dari Satuan biava Provinsi Sulut dari Satuan Papua Puncak Java biaya Provinsi dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat Pengertian Istilah: a.

menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. perencanaan. pelaksanaan. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. pelaksanaan. 6. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya baik pada perencanaan. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. pelaporan dan evaluasi. misalnya: harga barang. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. secara tlmum. Penyusunan dan Peng4juan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam pen5rusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. b. 2. 4. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. 4/'t- .LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGCARAN 2013 NoMoR 37 lPYIK. 3. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. b. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. Pen5rusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar.OZ / 2OI2 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDARBIAYA KELUARANTAHUN ANGGARAN 2013 A. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/ Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan yang rincian dibutuhkan tiap alokasi anggaran komponen/tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2OL3 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu. 7. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2OL2 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. Kernenterian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. pelaporan maupun evaluasi. 5. jasa. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK, maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun pen5rusunan RAB SBK. b) Dalam hal pen5rusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yar:g digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan, maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungj awabkan. c) Contoh Pen5rusunanSBK, TOR, dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. B. menyimpan (backup)data usulan SBK; 9. membuat rekapitulasi usulan SBK sesuaiFormat 4; 10. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian Negara/Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/ToR; b) RAB; c) data pendukung (backup data)Aplikasi SBK; danf atau d) data pendukung lainnya yang diperlukan. B . Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2AI2. C . Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi SBK, menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran, dan rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran lln/Il bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. mengunggah (upload)ftIe backup data usulan SBK ke seruer; b. meneliti dan menilai usulan keluaran kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan; kegiatan dengan cara menilai

c. meneliti dan menilai komponenltahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan, kesesuaian, dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan; d. meneliti dan menilai penerapan biaya, kewajaran alokasi anggaran, dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa:

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3-

1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung; 2l kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya; 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai; 4l penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/Illlil telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK, maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. 2. Direktorat Anggaran Il[lm bersama Kementerian NegarafLembaga terkait menyepakati hasil penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran); 3. Direktorat Anggaran I/Illm mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke seruer, meneliti, mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan rriembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7; 4. Direktorat Anggaran lll!fi menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran,paling lambat minggu pertama bulan Mei 2OI2; 5. Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran; 6. Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keiuaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan.

D . Dokumen Hasil Penelaahan SBK
Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. Catatan penelaahan SBK, yang mencakup: a. uraian SBK; b. besaran SBK yang ditetapkan; c. penempatan akun; d. catatan; e. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggarant f. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian NegarafLembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran l/il|m. 2. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi Kementerian SBK merupakan tiap-tiap daftar SBK Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur AnggaranIlillUI.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -4-

Format

1

KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon Il/Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume
(l)

(21 (3)
(4)

(s)
(6)

(71 (B) (e)

A.

Latar Belakang 1. Dasar Hukum T\.rgasFungsi/Kebijakan (to) 2. Gambaran UmuP (i1)

B. C.

Penerima ![anfaaf (12) Strategi Pencapaian Keluaran 1. Metode Pelaksanaan(13) 2.Tahapan dan Waktu Pelaksanaan (1a)

D . Waktu Pencapaian Keluar2n (1s) E. Biaya Yang Diperlukan (to) Penanggung jawab
(L7l

(. r.8 ) NIP.................

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5-

PETUNJUKPENGISIAN KAI{/TOR KAK/TOR merupakan. gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang, penerima manfaat, strategi pencapaian, waktu pencapaian, dan biaya yang diperlukan, No (1) (2) (3) (4) Diisi nama unit eselonI.
Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program.

Uraian
Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga.

(s)
(6)

Diisi nama unit eselonII Diisi nama kegiatan. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi

(71 Diisi uraian indikator kinerja kegiatan.
(8) Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. Contoh: 5 peraturan PMI(, 200 orang peserta, 33 laporan LHP.

(e)

( 1 0 ) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. ( 11 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan
volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai.

( 1 2 ) Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan f atau
eksternal Kementerian Negara f Lembaga. Contoh : pegawai, petani, siswa.

( 1 3 ) Diisi dengan cara pelaksanaannya
atau swakelola.

berupa

kontraktual

(14) Diisi dengan komp onenf tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan, termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponenf tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang.

(1s)

Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. alokasi dana yang keluaran kegiatan. RAB yang merupakan rincian dalam pencapaian diperlukan

( 1 6 ) Diisi dengan lampiran

.MENTEBI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (r7) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon II I KepaIa satker vertikal). ( 1 8 ) Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan.

z z 5ro N6' -) oq F) AJ H< o H z -r.. FX! * .l p) p 5-e5!9 .a Cs) @ '5 { Fi rr 6' tr Hk cffuo o X X X G T N (/t cr p x { X o d N o H tr N F 0q F) . t s g' t.x zm U.G r 0q 0a N 9x H ooo p P P P V J ^ x x .fi1n HeHsI H[il 5x . di It 7iK 8 S zz m o a> Ez P@6{Oq+ON o--@ e H o . 6' Dr* EH L x oo fq i P Z oi J r'J0) 5F P) aJ x P g" Fl i.^t3 { *J F) F) *l F) N @ r i\ L'J oj P9(DP dX A l H p u. H <cDFXC!C'dCX It IF' lrt It\) U EF. w-)f6-\ vd H dPHF Hi Hoc qp) F z 0q g) O0) HK PP oop) It 5p w5 H z A) H D @ z H H kti "J o o A) F) E: m p. FF U . o o !D $ iv)a . H P FJ r.- i0< !lm : z u! a o + d!D u.ln lo lFl t\] z p) H H Al o z o a) o -l H z H ?frF*iL. F? 0) i".e.

. pembentuk keluaran kegiatan jika (e) (10) (11) (r2) Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan.. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Diisi nama Kementerian Negaraf Lernbaga. misalnya: 0i 1 Komponen A OI2 KomponenB dst . No Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -8PETUNJUK PENGISIANRINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN rincian RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. satuan ukur. sosialisasi. volume.. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. bahan. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. (s) (6) (7) (8) Diisi nama unit eselon II Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan' Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. Diisi jumlah keluaran (lcuantitatifl suatu kegiatan. jika ada (oPtional). (1) (21 (3) (4) Diisi nama unit eselonI Disi nam a pr o gr am hasil re strukturisasi pro gram. Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran ada (optional). jasa profesi. u-torkshop.. jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan. | ^. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check lisf (V) untuk termasuk biaya pendukung komponen yang (13) (14) (1s) (16) (17) (18) Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahaPantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. kajian. Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS). perjalanan.. komponen biaya. Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan. Contoh: survey.

(2s) {26\ (27) (28]' (2e) (30) (31) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (L7) dan nomor (19). Diisi dengan alokasi keluaran kesiatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ( 1 e ) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (231 (24) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. (2rl (22]' Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan. . (20) Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat lainnya menggunakan data dukung dipertan ggungj awabkan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.

n a F] I :] uc A) 5 A) 5 t\) z x A) z 'U *i a) oq oc o H j g o o p) pr. o A) K p) u.is 6' c r EH pk cSw @ e. A) E a N 2 o P.IEJ lo l4 F) p z A) SI?F'FSFryST 3 o o 'Jl \) zl <l l U Io l o Fll >lo a z FFFH-*Tf.E' o-9 flt 7* 5r: E = Ft HF.< ttt m LJ !D' (ne 0) o * a.a { . Z I P I tul rql E >l <l >1 >l >l F:l * HE6 . 6 1 F e s E1E s* qr t3 lAt lr+ lo) z 'g Fl o I' n tri 0) o da oq A) FI t'l al *l F1 F I i > xo tf o P f. ?68 ' o> zz mO @> e ri r-I u.z E9s3OO3cE + dD.P or' iD 3 d FI cl >l NI >l zl A'.. tq Fix oq d H o o\ qF) nlJ '5 . gr9 il#' 6'9 7p) KOC H!) p) { "J p E tr\ 3 P A) p s) H X .i i+ . F o + w Y !) > r1 z z t{l H 't A) A) d z =w i$ 6' ilq 6A) r 2. t9 o o o ?4 e A) { p x X o fr o o gq .

volume. sosialisasi. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan. misalnya: 011 KomponenA OL2 Komponen B dst. jumlah volume dan indeks biaya keluaran.. Contoh: survei. Diisi volume satuan detil akun.. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung.. Contohnya: orangljarn.il- PETUNJUK PENGISIAN RINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponenf tahapan. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 0 L L.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK . biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. kegiatan. (21 (3) (4) Diisi nama unit eselon I Diisi nama program hasil restrukturisasi program. orang.orangfhart. bahan. Contoh: 2. jasa profesi. m2. Diisi nama keluaran kegiatan. perjalanan. kajian. rincian komponen biaya. orang/bulan.. satuan ukur. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat menggunakan lainnya data dukung dip ertan ggun gjawabkan. (s) (6) (71 (8) (e) (10) (11) Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. Diisi hasil dari program. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Diisi satuan ukur detil akun.000 siswa. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi nama unit eselon II. uorkshop. km. peserta. No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. (12) (13) (14) (1s) (16) (r7) . Diisi penjabaran dari komponenf tahapan pelaksanaan kegiatan. Diisi dengan memberikan tanda ctrcck list (V) untuk komponen yang termasuk biava utama..

0OO siswa. Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a I Lembaga. eselon IV dan pelaksana dari (2s) (261 Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. eselon (271 (28) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi keterangan. suatu (1e) (20) (2Ll (22) (23) (24) Diisi jumlah total biaya seluruh komponenf tahapan.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLIK (18) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). @gian dari total biaya dibagi volume. Contoh: 2. mencakup situasi dan kondisi bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan. Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. . (2e) (30) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran.

..... .KEUANGAN MENTERI INDONESI...q REPUBT..... (4) Surat . SBK SBK Total Biaya Keluaran SBK Indeks Biaya Keluaran sBI( A (1r) SBK Total Biava l(eluaran SBK Indeks Biaya Keluaran .._tJ - Format 4 Lampiran Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBI( Kementerian Ne gara / Lernb aga :. ' (l) (2) (31 Tahun A Unit Eselon I..IK ..

Diisi nomor surat usulan SBK.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4- PETUNJUK PENGISIANREKAPITULASIUSULAN SBK No Uraian Diisi nama surat usulan SBK. (16). Diisi nama anggaran. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (1) (2J (3) (4) (s) (6) (7) (8) Diisi tahun anggaran berkenaan. Nomor (15). Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. Disi tanggal surat usulan SBK. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi besaran besaran dana diusulkan. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. (e) (10) (11) Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan. dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK. Diisi dengan angka 1 (satu).rekapitulasi usulan SBK. Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab./t . indeks biaya keluaran yang yang (r2) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi NIP pejabatpenandatangar. (15) (16) (r7) .

2... .u T A H U NA N G G A R A N : . Disetujui Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP .. 2.126l.. .1241 Tanggal .. Jumiah Catatari: (2sl (18) (le) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1 . (291. Tanggal .. .. . 1 2 1 1 Penelaah DJA Tanda Tangan 123l Tanggal . . . . .... ...(271 Penelaah DJA TandaTangan ..1221 Nama/NIP 1.(. . . 3.. 4. . .. Kementerian Negara / Lernbaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (4) (5) (6) (81 (e) (101 SBK (lu Volume (t2l Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (i4l daLam ruDnl No AKUN (15) (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan 1.. .. (2s) Tanda Tangan . .. . . . (28) Nama/NIP (301 Tanggal (311 Tanda Tangan (321 ..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -15- Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA I(ELUARAN .. ... . 2.

(e) (10) ( 11 ) Diisi volume keluaran kegiatan. Dt*ffi (21 (3) (4) Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. 2OOotangpeserta. 200 orang peserta. Mator Dtt* ""ttt" *t""n kinerja kegiatan. 33 laporan LHP' Diisi nama SBK. ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara I Lembaga. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. (25) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran @elesaian penelaahan. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Ne gar a I Lembaga. Diisi nama unit eselon II (s) (6) (7) (8) Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi volume keluaran kegiatan.KEUANGAN MENTEBI INDONESTA REPUBLIK -16- PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK. eselon (1s) (16) (17) (18) (1e) (20) (21) (22) (231 (24r. dari Ditjen . Contoh: 5 peraturan PMK. 33 laporan LHP' (t2) (13) (14) Diisi total biava keluaran. Contoh: 5 peraturan PMK.

Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Kementerian Negar a I Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang peneiaahan dari Kementerian Negaraf Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. menyetujui menyetujui hasil hasil dari Ditjen hasil (26) (27) (28l' menyetujui (2el (30) (31) (321' Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. yang menyetujui hasil . Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon III penelaahan dari Ditjen Anggaran.

(1s) AKUN (16) Usulan (171 Hasil Penelaahan 2. Jumlah Catatan: l20l (18) (1e) Ditelaah Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP T (21) Penelaah DJA Tanda Tangan ..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -18- Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (l) : TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a I{egiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (3) (41 (51 (6) (71 (81 (e) (10) SBK (l l) Volume {r2l Total Biaya Keluaran (131 Keterangan (14) dalam No ]. .261 2. (28l- Nama/NIP . . 2. (23) I Tanggal l22l Nama/NIP 124l Tanggal (2s) Tanda Tangan . Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP l27l Penelaah DJA Tanda Tangan .l2el Tanggal . (30) Tanggal (3U Tanda Tangan (32) .|.

Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi tentang penelaahan. Diisi indeks SBK yang disetujui.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLTK PETUNJUK PENGISIANCATATANPENELAAHAN USULAN SBI{ SEBAGAI INDEI(S BIAYA I{ELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (21 (3) Diisi nama unit eselon I (41 Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. eselon IV dan pelaksana dari Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. hal-hal khusus yang terkait dengan proses (e) (10) ( 11 ) (r2) (13) (14) (1s) (16) (r7l (18) (1e) (20) (2Ll (22) (23) Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian NegaralLembaga. eselon IV dan pelaksana dart (24) Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a f Lemb aga. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. (s) (6) (7'. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi nama hasil dari program. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun.| (8) Diisi nama indikator kinerja kegiatan. dari Ditjen (2s) . Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negar a / Lembaga. Diisi kode dan uraian akun.

Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. III yang menYetujui menyetujui hasil hasil (321 menyetujui hasil .baga.t penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga. tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen hasil (261 (27l.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK No Uraian Diisi tanda Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. (28) Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari l(ementerian Negar a f Lem. menyetujui (2el (30) (31) pejabat eselon III yang mg.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA NEPUELIX - zL -

Format 7
Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REI(APITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI
Kementerian negara/lembaga :
(5)

(r) (21 (31

Tahun Anggaran

No

1
I

Unit Eselon I .SBK 2
Eselon J (61 SBK Total Biava Keluaran sBK A t7l

Volume 3

Besaran

Keterangan

4

5

A
I

(8)

(e)

(10)

2
3

SBK B SBK C . dst

B I 2 3

SBK Indeks Biaya Keluaran (11) sBK A SBK B SBK C . dst

(12)

(13)

(14)

II A 1 2 3

Eselon I
SBK Total Biava I(eluaran

SBI{ A SBK B SBK C . dst

B 1 2

SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C .. dst

3

(1s)
(16)

(18)

lrTl

(le) (20)

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK

22-

PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASIUSULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Minas Dtt=t t""gg"l Diisi nomor nota dinas. dinas. ""t" Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga anggaran.
Diisi tahun anggaran berkenaan. dan

Uraian persetujuan SBK.

{2)
(3)
(4)

kode bagian

(s)
(6)

Dtt"t

(71
(8)

Dtt"t SBK T"t"l
@me

""*"

""tt "selon

I dan kode eselon I.

keluaran kegiatan yang disetujui'
anggaran yang diperlukan dalam pencapaian

(e)
(10)

Diisi total alokasi keluaran kegiatan.

informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dtt"t t*"b"h"" Total Biaya Keluaran. contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. ffi Biaya Keluaran Yang disetujui. indeks biaya keluaran yang yang
Diisi dengan angka 1 (satu).

(11)

(r2l
(13)
(14)

Diisi besaran besaran dana disetujui

(1s)
(16)

informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dti"i tr*b"h"" indeks biaya keluaran yang disetujui. contoh: pelatihan 3o orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Dffi Pengusul. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga @at Dit-t NIP P"l"b.t Eselon II Kementerian Negara/Lembaga' Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran Ilillml'

(r7l
(18)

(1e) Diisi Nama Direktur AnggaranIlIJlnl
(20) Mr Anggaranrlrllrrl
Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah telift dari satu halaman, nomor (15), (16), (I71, (18), (19) dan (20) d.iletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pej abat yang bertanggung jawab.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-23'

Format 8 SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB MUTLAI{ . . . . . . .( .1 ) NOMOR:......
(21 (3) (4)
tc,

Kode dan Nama Satuan Kerja Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, satuan menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas oleh

penggunaan Menteri atas.

biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui Standar Biaya Keluaran

Keuangan dalam penyusunan

(SBK) tersebut di

Penghitungan

satuan biaya tersebut telah dilakukan

secara professional,

efisien, efektif, dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

(6)

Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran
(71

tanggal. Diisi tahun anggaran berkenaan. nama Diisi Anggaran. (41 Diisi nama usulan SBK. bulan dan tahun. Diisi tempat. pejabat Pengguna Anggaran/I(uasa Pengguna (s) (6) (71 (8) Diisi NIP/ NRP.MENTEHI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -24- TANGGUNG JAWAB MUTLAK PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN No Uraian M (1) (21 (3) ffimakegiatan. .

H bhi po n -0 .FI X o 6 H 6'q qs o{ aa o d p F iD x u s UC !) gQl >. r a @ a ag gq co oli d= oJ. o h n0 o o H0q NP ko DP.z r! tH z L-J u w z X . 0q 0) f! 5 F-'t F r{/ F €|ord ooo t rtss g. o9d Fiold "d n L 5S @p.'t E p r:4 .'-Fd o^x vL -- 3ZZ z H .F zg I a trj a 'd t- e (1 \i t{ H= at rv== 9 Z e .fr N.

Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/ tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Asune a.CONTOH 1 SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNANSBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIKINDONESIA Kementerian NegaraI Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung . 3. Sifat Biava Pengelolaan data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditinekatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama c.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis LainnYa Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya Mahkamah Agung RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: 1. Mencermati keluaran kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun. kegiatan Agung mempunyai Badan Urusan Administrasi Mahkamah Pelaksanaan Pen5rusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung. Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. b. . 2. Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis Lainnya.

. Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk L Q ' i I .ladikan rekomlnd. Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk r' " di. menjadi rekomendasi g. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan yang 1.. I Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk diiadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pensadilan k. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a. Persiapan bahan-bahan yang berhubungan organisasi dan tata keria dengan Biaya Pendukung Biava Pendukuns Biaya Pendukung Biava Pendukune Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama e . Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk t. Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA xxx xxx xxx )o(x xxx xxx xxx xxx )c(x :orx r^/ .akan QK' dibentuk l. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h. Pelaporan peniniauan untuk diiadikan rekomendasi 4 .Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan I r . ".P Rp n___r(Pxxx'xxx xxx xxx r:r:-__r__. T:::f:. Penelahaan dan pengkaiian organisasi pengadilan f. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan yang data pendukung lainnya dapat dipertanggungjawabkan ke Biaya dalam Aplikasi Standar dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Rp D* Kp '_ RP Rp Rp n_ K --rD Rp Rp '_ t(P Rp p. h. Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk meniadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkaj ian ketatalaksanaan peradilan s.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27 - d. Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan 1_ ' D. olungKatKan ^ . Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan c reKomenqasr bahan-bahan yang berhubungan dengan d.asi j. organisasi dan tata kerja e.1--..

an Urusan Aclministrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28Dengan demikian SBK yang d"iusulkan untLrk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi RI Agung Mahkamah Kelembagaan Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. Menyimp an (backup) d. 6 . 7 . Direktur Jenderal Anggaran.q. Ree. Membuat rekapitulasi usulan SBK. data pindukung lainnya serta data pendukung (baclatp data) Aplikasi SBK.xxx 5 .ata SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. untuk selanjutnya diajukan olJh fepala Bad. dilengkapi dengan KAK/TOR. Menandatangani gsulan dan rekapitulasi usulan SBK. Itl .

q/ . Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta pen)rusunan pembakuan sarana kerja.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya Mahkamah Agung RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Indikator Kineda Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume A. B . Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/SEK/07 lIIll2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI. Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung meliputi peningkatan kelas.Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Klasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran. Dalam rangka pencapaian hai tersebut diatas perlu dilaksanakan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a). r Pengadilan Negeri Pandeglang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA _29 _ CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara I Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Mahkamah Agung . review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan. prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan. anggaran. Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penJrusunan rencana dan program.

REPUBLTK')"r.Undang51 Undang No.u.ttg No.*. 3. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1. .i<hirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan. Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pemekaran wilayah kabupaten/ kota.t datangi lokasi yJng telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadGn dan pembentukan pengadilan dan dengan melibatkan ri"ngadakan plt gt 4i"tt dan evaluasi dengan "".J:"'^ MENTERI KEUANGAN . diharapkan pelayanan hukum dapat diperluas kesempatan ni. Strategi Pencapaian Keluaran 1. D.asyarakat *"*p"iot"ft sehingga pada b. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola. Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2.Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yar-Lgaaa ai Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di + lingkungan peradilan yang dipertegas oleTrUidang-Uttd. Pengadilan Tinggi Agama Denpasar ' Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat ' Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C. akuntabel dan berkualitas serta memih. beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum semarang 2) Peradilan Agama : ' Pengadilan agama Muara Bulian ' Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b).Pembakuan Ketatalaksanaan diiaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosed. Terciptanya Organisasi dan Tata Keda baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. 49 T-ahun 2OO9.Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. SO tafrun tentang eera"dilan Agama.iil"n dlbagian tertentu dalam kegiatan review organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan. Pengadilan Negeri Rangkas Bitung. yaitu. t<epada para apararur p"ru. Undang-Undang No' Tahun 2OO9tentang Peradilan Tata Usaha Negara' c).-ab pada kebenaran dan keadilan masyarakat. . akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d). Terciptanya pembakuan barridalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingku. Pengadilan yang akan dibentuk adalah ' Pengadilan Tinggr Agama Kepulauan Riau . dengan L"ru.ur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembe'ga penegak hukum yang transparan.grn Vl"fttamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya.

3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi rekomedasi untuk disampaikan kepadapimpinan untuk ditindaklanjuti \k"-irrstansi terkait. Dari banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tataiaksana dilakukan: . kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -31 - 2. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan. c) Pembakuan Tata Laksana { -- Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain. Ta}:rap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas ke usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan dan Perencanaan Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. 1 =---====.kg Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan OrganiS-asi Bqdan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi---clan--Tata Laksana.)Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan peneiaanan-dtrn -pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. b) Reuieu Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradiian untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi L rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lai4 1. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengddilan--dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan.

Penanggung Jawab NIP..""*.RI berjumlah Rp***. ttl/ .MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK ]NDONESIA masuk hingga 1) Pengeiolaan d. sebagaimana RAB terlampir' Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. 2) Pelaksanaan dari peninjauan su{ah.dilikukan peninjauan' kemudian 3) pelaporan dari loka-t sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dilakukan penghimp. -'*". Kurun Waktu Pencapaian Keluaran terus menerus Keluaran kegiatan y"ttg terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai setiap tahun anggaran.ata dari invetarisir surat usulan yang membentrrk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan' lokasi Y?'g sudah ditetapkan.ilannya untuk Jisampaikan kepada ditindaklanjuti ke instansi terkait' E."u'" pimpinan untuk dengan jenis perad. Biaya Yang Dibutuhkan Agung Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah . . F.

ci F H H 0c E 1 5€ irY6-F) EH ffi$ 6StsK' .1 !) p Er P P ij') a hi a* o F. F E P.:R oPf F?(r) E@= cx eP g ["x FH.ta Hphjp 8 H w. o?FE tsr'r tsPS tr.d>pH >oEFF P x [t > cD o c P < ljlm LJ ld irr 6' Qru H HX o a H H $H.| gH 1 X X X X ct X . 5P "E oqF r ' 5P Z o qq p '\ H B .z r ! cm I i X- ' 2. I . [ti #B 6 B t il X X X X H H> offi o X X X X t X X { X nP ^..E P il UH N 6ts.S 0)u.q ''H A. Ep nt H F o PP 5' F ct }U p H nr '(J ts z * . fi o.O z oFDX <cDFi xc oB :c b) 'dcx :BO (tl !o t\) ( ts H H n 0q N) i)o H g- 'd'd FgF w.J n H p H P H p P Fd o FJ P n s) g) o Fl 0q A) p tJ i\ PA) Eli oC') !'F) oE 5F) rnP np xia b rW FI A) H < i'PH HP 0)n P p f' P n o p (l) EflgHF[re*giH :dFTEFE E'FFF< P g. fiK HE.PPh' PP.t 0) F oq D) H o r-+ u (-- . p iJ 0) $h FF ho pp w p Ft (l) d. $ a iE H tu >c IiH.FI F EFfi H HS 6 ii: a L Ep 5 Bn :z o + Hcu p a'l q.9) i5 g P Ed irr o l-{ Ol UH otr hr 0) p d1 d n1 c X o-Q . l..*' A.HH <p zfr (J) oc t.J0)P tqSq Fi B r.!.rJ /tJ 0) B p q9.ar E -6' fH + B fi H H $ '5 :F P}JH sd gIPq) f F: € ti X X X X il cffuo 5 F. p.rP p.> mc) CD> G!) r< ijP tJ rq FH 5H.

P r+ a (l U Fl E !) P H FJ CJ. !) H P H I o F. p) H p p) ts gq a Pm< g Pni r-]g xzm oc o> zz rn 6) u>> I OJ + >z X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X .o + (. F.H HP Pnl Fg vrd HO 5H HP PH t\) H H t rgE o0)o HHH PPY P. 0) fi Fl 5 xH (aH ti @t n1 o H tJ 11_ )v a r+ $ H 0qtr '^lH H H o P p $ H 15. o c+ n H sl F U F) F) H p H tJ U) P{ H H t' F) (t tu o x n a . f o.tI HH H (^) CJI N H N) (Jl N) H t\) t\) Yo" .Y H o A) v.. (to t\) H td'd ia o.P UP p a F. n H H o Ltr.J.c4 DF] 4H V) r+ to -o 0i ilo *B$ Fp F)E -.e ats. g U' o r+ rf tfP D AIFd '\ i) il. d 0) p) 0l F{ € pl k P p tr' Eg o. ^tD >'u Fl b) HA aA) H.J o Fl p) a H . H i7r ll H.l FI d: H p t'r) H Fl u 0q tr v) p a o H gq !) gq H '\ p a) H p H p g n H p H oc p !D H A) g F) P 0q X o d1 .+ fi F' a) o Uc. o p) FO rt o P H - r. uc 0q o H H tr !l rl z H I A) A) a) Al H p) .i H H G td H tr o H H . w n1 Ft H }J H fpi!c oa ) F FR ots HH 'U o 13 Ft H H 6. p Fl w o ltr. l. (h E o Ed n )c o H H H \-. CD DPl EH D)-< rt s? lvp x0q gEU t cr d H 9) H o o a oq X p H a 0c o rd p -.

J .ts. p H H . H tIJ m 0) H !) H 6 I DP h.l w o o) H 6. |.H @ '-l (Jl a\ (Jl Ctl N) N) H FU'g oo . lD H H e. |J|u.H uv PA FF1 F' n1 HH p H o H P o p p p H o o HH n. p H p (tt . 5 n) -0 H D H .t.^J oo -.i A )p) 4H P ira lv H P. o H p) H P pl - gq o I A) v) o H p) F) H H F) p n (/) + 0q H A) H H H p H (h p H P A) p a p H P (l) 0q p) o o H e. 'rJ E-i LA. 4 vt p H g g ct) r : + i'6 r tu o H i! P. oF) ia(D 01 a p Fl H a+ h-t a n r. H p H rJ H (.F D i-J 11 F ) !) H ru o (/) Fl ul N) N) H KP (y H q.1 P F ! p t\) tv H h-l p.1 X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X il X X X il X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X H X X X X X il X x X H X X X X X X X X X X H X t il X X X X X X X X X X il X X X n X X X X . p p E It o F) H 6 uJ H w p) P - F)H -P t+ o Fl t+ nl X H onr P p td p d Fl nt H a-O u.o w H o 'd tt p f|l p H P r+ o Ft 0q o H FX 'H 6 9-'hr n1 H ! F) H s) F) H P * { JC o 0c H E id H oc H H z H P o H X a o 11 Ft e.J o p) n a p H gq p H r-l !l F r< -t t\ F) H p ol p 2.= lll m ts4 = I ttl n x= z m (fc 9t mo >L 9....! F) H gq Fl r+ o r+ P - rt p) o c+ € c'.

. P p) i + o nlH @ iJ- ra -- 0q g . o! p H w PH p.: Ol irr \J 0) ol N N) td N) o 0q p 0) H ^tf (rl t\) ts N) lJ HH v^- (/l N) g€ l/\H p t\) (n r+ f-'1 'U H ptsu (no F.!- s) a H F] p) a p H hd F) H |i g) H H o H 0q.5.+ (a |. H Pi o n1 q g) p H ..!. $ l{ Hr UH OaHti Yts) l:.o1 E5 . e 'o H H z H FO n o H H tr . Ed o r. L '* UM pn U pl F d.1. H H Frl *b I+ gq gs LJ o H ff A) H g .rd o p Ft H 6 pr 'rJ o H lJ r.N) N) HH t\) N) 6. p 'i a) p) F) r. li H !=. nc= o a) A) a+ H p) UFt 'U o o 0) F.z r-tr X X X t t X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X X Rt X X X X X X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X .+ 'l A) pl l< um :z L --l qrd xzm oc o> zz mo CD> .ts.iHP PH N) H >'! H! aA vn 4.t HH {x xa. P H H F*i tr t' nt F) 5F m '(J td Ft H p f1 @ 5 ap{ H H d.t w p H 7i o' H H ar H 15. U p ts! F) o H o o (+ I a X 'o H.1 n i.(D n E Fr H s) w a) H F) H P .1 l4Y F) p H I { 0g Fl F) Ft /\ a '\ H 0a p H o H t) orq p . p) iJ o 0q p H p oq H P . o rl (. FE w o $ D o) HK iF) rl H P ts: X o Fl a+ H nL oiAA r+ P n1 'lJ a f. p H H a. Frl 9) H H F) td H H d 4 p a 7..i .

d ^ p w 9l iJ r -l H t- m p c z n H (h F) H td p) FI .1 U r-l F) H x -x zm oc c)> 7z ilt g p .l F) H 0c F) H i) @> . X ii L'J H Fil H .i.t\) H t-l z H P r+ (u ol F) Fi -'l z 'd H Ul N) o -l Fl n N) *l grl gq F) H P o H nl t tEd Eid 'Oo o iiFA H td o p H HS6 ts:! !l-LJ 15.(J o i H o H 0q p) p H 0) H 0q F) lJ p) c/q I H r) t\) H z m H pl orq iJ tr p z td td rl p H o H o !) T < um L I 0q 0c A) !D wm n vz --.2 !/ X il il X r z p "d o F X X X X X X X X ot H 0q H 0c X X X nl k € o oq FI - X X ..

serta 3. dan 2. Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan Negeri men3aai SBK. -*"**-tt""a) b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2 .MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38- PENYUSUNANSBKINSTITUSIPEMERINTAHDAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMANTEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Kementerian Negara f Lernbaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar NegeriMelalui Kerja Sama AS{AN Diiktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Pemerintah dan Non.lumtafr Institusi Pemahaman Pemerintah yang Memiliki Teknis Sektoral dalam Kela Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah Nondan Pemerintah Institusi 24 Pemerintah Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: diusulkan 1. Dalam program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Bidang Uelalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Ekonomi. Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah Non-Pemerintah. WorksLtop Illeqal Loqqinq in ASEAN a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan . Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan menentukan sifat fi"yr dalarn-komponen/tahapan sebagai berikut: No Sub Keluaran dan TahaPan-TahaPan ASEAN Perencanaan Sifat Biaya Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung 1 .

q. . Membuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK). Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmasing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biava Rp1. 5. 9 . Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66.000 6 . Direktur Jenderal Anggaran.OO8. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara memasukkan (input/ rincian alokaii anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungiawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar.6O3. Menyimp an (backup) data SBK. data pendukung lainnya serta data pendukung (baclatp data)Aplikasi Standar Biaya. dilengkapi dengan RAB. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c.792.000 per institusi. 7 . 8 .OOO Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Satuan Institusi Biaya Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp66.OOO Jumlah Institusi Indeks Biava per institusi = Total Biava dibaei 24 Institusi Rp66.7 92.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -39- 4. Membuat rekapitulasi usulan SBK.792.

e z ." s Ea$ F{i m el? H r.H O " Z E9 ' H g FrniFScupE{F 5 9 rd (D H H z FH Fc.8i H g .g 9.z lTt 0) E F F. ts '.F F p.u. p orq pc F" F' . s) H a H F) H o 5 .6. 0) H nl H H p z N p) FJ ) p H tH H .q ?74-.S ni I r. rnP B P p> rc iJ 5.J 0) E Pi .f Ul N . KB -.fl o. *zui'F 3 ryH HHgHBEBEF: " 9uu PO) natFE'EgFg EE$E H Eio H I= !lm :1 r !gm L_tr XI FX q H 5 6E ' cn> .Hs) p) cD PB g' A' p H l"_ n.FFs p. 5 HFg "Eq S iJ S F FFSFryFF f tt &ei*'il.n: 0) p) i PF'"$EH $'B ff ?o iH oh't.r -* h B H.> mO < g (l0) tsF HEd k c0) r< '.N) H ts U) H P. o !) (Jl N) .8. f F8. H P * 5 d € r^ tE -z cW.1.E'P. p o 9) H P :g a Fs $ E rsrs aeB + * [ ff l $ [r g g q€ B.J 0) F) tJ tD H H $ fl$v-8r.H> ti9iD tri$H I H P '-[ FF $ il 0q A) O o r+ H o H w tr o o pl F) H o p a H -s Iq a\ p) w D E. h' U) s) iJ a N al' t\) H N) t\) D) A H H Hp v) a H .r Fl '6 F d H Fi X X X X X X X X X o T EH F Hg t= J o-E X X X X X X ."' t H f iglFrFFq t E. i$ HI F$ '_Fe s-.-* hl (-P Frtr X X X X X X X X X X X X cKcu 'itr6' tr kq tl ci tr FI 9) H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X fi x \ a a -t N o r q- \ .cl.

n z U P tH P tJ z o p (h H p U) Fl p @ H p o A) v) P !) p. tH H P t' p H z s) tp) H H P !D 0) t' !) H. p w p Ft nl H Ft H F) Ft' $ H P )c z t) z P a-\ p H P a ffj n H FD H H z /1 U Ft n H z o Fl p a H H. Es) p t w A) Fl g) p H H H H E. o }{ H rrl p H (Jl Ul I w \) B N) ul ul H N) N) o n1 t\) a r a.t) o d FJ p (tl 6.. w F) A) Ft w F] )q H p F) H t0 a 9) g) n) F) H o H w o o A) F) H . F N) N) N ts P H ! w o 0) w d o o F) A) 5 H p) FJ w w n1 Ft H \o Fil 8.1 >i. (J) a+ \J o H cr € o' . P H H H P H P P P F) p A) p) AF t.u @ r+ a 4 H Ul (tl P ul w N) v) N) r-l p FJ (/) t\) t\) t\) a+ H H F Ol N) N) H \o N) H t\) v) A) H D) 0) H v ul N ln Ul t\) H -. p) F) Fri Ed H H N ts \o w o 0) ft n1 t0 a) a) H D H 5. p) H o oi H w o H a a N \o fTl w H v) r+ N) N) H - \o w w o o p) s) P t.o H H H Frl F A td OJ N) A (.= P S x= zm a> Fz 9"= rnO X X X X X X il X X X X R H X X X X X X X X n X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X il X x X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il H X X X X X X X X X X H X X X t X X X X X fr X X X X X X X X X X X il X X X X X X x X X X X X X X X X X X X X a X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il . p F{ o w p) o z .

... w o n\ H *l pl p p H d.i a TE ts rE Ctt t\) N) F K n H f1 H \.-.a . "J p) 0q F) H tz t> IZ N z d .^ o 00 .-r! !l Fl .. -l (1 l-1 H t'. H P IJ RK hz vt4 A-H P.^ o 0q F) - .P F-i z *< :z u{ ttT !!m a FJ p x= zm (fC rv r p' rtAI m6) @> o> zz . z L.i €E ?FA E oz €o FZ U Fi \' H o H p 0q H 0c e oq p o o I € lD oP{ o t! b' o (r) { @ N) .z *l oq p.J n L..H r+ o A) L.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful