Anda di halaman 1dari 15

LI.1. CAIRAN DAN LARUTAN LO.1.1. Memahami dan Menjelaskan definisi, fungsi cairan dan larutan LO.1.2.

Memahami dan Menjelaskan Jenis-jenis cairan LI.2. KESEIMBANGAN CAIRAN DALAM TUBUH LO.2.1. Memahami dan Menjelaskan Definisi Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh LO.2.2. Memahami dan Menjelaskan Mekanisme Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh LO.2.3. Memahami dan Menjelaskan Faktor-Faktor Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh LO.2.4. Memahami dan Menjelaskan Gangguan Pada Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh LI.3. MINERAL DALAM TUBUH LO.3.1. Memahami dan Menjelaskan Definisi Mineral Dalam Tubuh LO.3.2. Memahami dan Menjelaskan Fungsi Mineral Dalam Tubuh LO.3.3. Memahami dan Menjelaskan Jenis-Jenis Mineral Dalam Tubuh LI.4. DEHIDRASI LO.4.1. Memahami dan Menjelaskan Definisi Dehidrasi LO.4.2. Memahami dan Menjelaskan Jenis-jenis Dehidrasi LO.4.3. Memahami dan Menjelaskan Gejala-Gejala Dehidrasi LO.4.4. Memahami dan Menjelaskan Mekanisme Dehidrasi LO.4.5. Memahami dan Menjelaskan Penatalaksanaan(Terapi) Dehidrasi LI.5. ETIKA MINUM DALAM ISLAM LO.5.1. Memahami dan Menjelaskan Ayat yang Menjelaskan Menurut Al-quran dan Hadist LO.5.2. Memahami dan Menjelaskan Tata Cara Minum yang Baik Dalam Islam

LI.1. CAIRAN DAN LARUTAN LO.1.1. Memahami dan Menjelaskan definisi, fungsi cairan dan larutan Cairan adalah bahan yang langsung mengalir secara alamiah, bukan padat atau gas. Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air dan zat terlarut. Komponen tunggal terbesar dari tubuh adalah air. Air adalah pelarut bagi semua zat terlarut dalam tubuh baik dalam bentuk suspensi maupun larutan. Larutan adalah campuran homogen (komposisinya sama), serba sama (ukuran partikelnya), tidak ada bidang batas antara zat pelarut dengan zat terlarut (tidak dapat dibedakan secara langsung antara zat pelarut dengan zat terlarut), partikel- partikel penyusunnya berukuran sama (baik ion, atom, maupun molekul) dari dua zat atau lebih. LO.1.2. Memahami dan Menjelaskan Jenis-jenis Cairan dan Larutan 1. Cairan tubuh dibagi menjadi dua, yaitu : a) Cairan Ekstraseluler yaitu cairan yang berada di luar sel, terdiri dari : Cairan Intravaskuler(plasma) : cairan yang berada fslsm pembuluh darah yang merupakan bagian air dari plasma darah Cairan Interstitial : cairan antar sel yang berada diantara sel-sel Cairan Transeluler : cairan yang berada pada rongga-rongga khusus, misalnya cairan otak(liquor serebrospinal), bola mata, sendi, jumlah cairan transeluler relative sedikit. b) Cairan Intraseluler yaitu cairan yang berada di dalam sel tubuh berperan sebagai Berperan proses penyimpanan dan penggunaan energi serta proses perbaikan sel, dan untuk mempertahankan volume darah dan osmolalitas cairan ekstrasel. Cairan yang terdapat didalam sel tubuh manusia.Volumenya lebih kurang 33% berat badan (60% air tubuh total). Kandungan air intrasel lebih banyak dibanding ekstrasel. Contoh : kalium sebagai kation utama, fosfat sebagai anion 2. Larutan Larutan dapat dibagi menjadi 3, yaitu: a) Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute (zat terlarut) kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang partikelpartikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi (masih bisa melarutkan zat). Larutan tak jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion < Ksp berarti larutan belum jenuh ( masih dapat larut). b) Larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan mengadakan kesetimbangn dengan solut padatnya. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat dengan konsentrasi maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila bila hasil konsentrasi ion = Ksp berarti larutan tepat jenuh. c) Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh)

yaitu suatu larutan yang mengandung lebih banyak solute daripada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga terjadi endapan. Larutan sangat jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion > Ksp berarti larutan lewat jenuh (mengendap). Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut, larutan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: a) Larutan pekat yaitu larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute dibanding solvent. b) Larutan encer yaitu larutan yang relatif lebih sedikit solute dibanding solvent. Berdasarkan daya hantar listrik, yaitu : 1. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, dibedakan atas : Elektrolit Kuat Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha = 1) a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain Elektrolit Lemah Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar: 0 < alpha < 1 a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain 2. Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak berion). Tergolong ke dalam jenis ini misalnya: a. Larutan urea b. Larutan sukrosa c. Larutan glukosa d. Larutan Alkohol Berdasarkan kemampuan menyerap :

Larutan ideal yaitu larutan yang memenuhi Hukum Roult. Pada larutan ideal tidak terjadi penyerapan atau pelepasan kalor pada saat pencampuran larutan Larutan tak ideal yaitu larutan yang tidak memenuhi hukum Roult. Larutan tak ideal ini dapat dibagi dua yaitu: a) Larutan yang mengalami pelepasan kalor pada saat pencampuran sehingga merupakan larutan yang mengalami penyimpangan positif dari hukum Roult b) Larutan yang mengalami penyerapan kalor pada saat pencampuran yang
menghasilkan penyimpangan negatif dari hukum Roult.

LI.2. KESEIMBANGAN CAIRAN DALAM TUBUH LO.2.1. Memahami dan Menjelaskan Definisi Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh Keseimbangan cairan dalam tubuh i LO.2.2. Memahami dan Menjelaskan Mekanisme Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh Keseimbangan cairan dipertahnkan dengan mengatur volume dan osmolaritas CES. Perubahan volume CES dalam jumlah kecil tidak akan memberi reaksi fisiologis. Mekanisme homeostatis air dan elektrolit bertujuan mempertahankan volume dan osmolaritas cairan ekstrasel dalam batas normal, dengan mengatur keseimbangan antara absorbsi makanan dan minuman di usus dan ekskresi di ginjal yang melibatkan system hormonal. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urin sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut. Apabila asupan air berlebihan,mengakibatkan hypervolemia atau volume cairan berlebihan ditandai dengan meningkatnya volume CES,volume darah dan disusul dengan meningkatnya tekanan darah. Pada keadaan ini,tubuh kan berupaya untuk mengurangi volume cairan hingga keadaan normal dan menurunkan tekanan darah. Kompensasi: 1. Mengurangi volume cairan dengan cara: 1) Menurunkan sekresi ADH,sehingga reabsorbsi dan retensi air oleh berkurang. Akibatnya air yang berlebihan akan dibuang lewat urin

ginjal

2) Merangsang pelepasan ANP (Atrial Natriuretik Peptide) yang berfungsi menurunkan sekresi renin dan aldosteron,sehingga reabsorpsi dan retensi Natrium oleh pembuluh darah akan menurun,sehingga natrium yang berlebihan akan terbuang lewat urin. 2. Menurunkan tekanan darah:

ANP yang dihasilkan oleh dinding atrium kanan jantung akan mengurangi retensi natrium sehingga terjadilah vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah,dan tekanan darah akan menurun. Apabila kekurangn asupan air atau terjadi pengeluaran cairan yang berlebihan seperti diare atau muntah akan mengakibatkan hipovolemia,ditandai dengan menurunnya volume ces, volume darah dan tekanan darah. Pada keadaan ini,tubuh akan berupaya untuk mencegah pengeluaran cairan yang lebih lanjut,menimbulkan mekanisme haus serta meningktkan tekanan darah. 3. Mencegah pengeluaran cairan lebih lanjut: 1) Meningkatkan sekresi ADH, sehingga reabsorbsi dan retensi air yang meningkat menyebabkan urin lebih pekat dan sedikit. 2) Pengaktifan system Renin-Angiotensin-Aldosteron,yang meningkatkan reabsorbsi dan retensi natrium. bertujuan untuk

3) Perangsangan mekanisme haus dan dorongan untuk minum agar kekurangan cairan dapat segera diatasi. 4. Menaikkan tekanan darah: 1) Pengaktifan sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron dapat membuat pembuluh darah bervasokontriksi menyebabkan tekanan darah meningkat

LO.2.3. Memahami dan Menjelaskan Faktor-Faktor Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh : - Demam - Hyperventilasi - Suhu lingkungan dan kelembapan - Aktivitas (pada atlet lebih banyak cairan tubuhnya dibanding non atlet) - Potensi cairan - Umur ( makin tua makin berkurang cairan tubuhnya) - Tekanan hydostatik (pengaruh dalam pertukaran cairan introvaskular dengan cairan ekstravaskular. - Sel lemak ( semakin banyak lemak ditubuh, semakin berkurang kandungan air) LO.2.4. Memahami dan Menjelaskan Gangguan Pada Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh A. Gangguan Keseimbangan Natrium Natrium merupakan kation utama di dalam cairan ekstraselular. Kadarnya di dalam tubuh diatur oleh ginjal dan dipengaruhi oleh hormon aldosteron.

1. HIPONATREMIA Asupan makanan - rendahnya kadar Na di makanan kurang dari 135 mEq/L - asupan air yang berlebihan : mengakibatkan pengenceran cairan ekstrasel - anoreksia nervosa - pemberian infus Dekstrosa 5 % yang berkepanjangan Keluarnya natrium dari saluran pencernaan - muntah, diare, aspirasi dari saluran cerna - operasi saluran cerna - bulimia - kehilangan potassium Keluarnya natrium dari ginjal - gangguan tubulus ginjal : tidak respon terhadap ADH pengeluaran Na, Cl dan air - diuretik Pengaruh hormon - ADH menyebabkan peningkatan reabsorbsi air dari tubulus distal cairan ekstraselular menjadi lebih banyak mengandung air kadar Na berkurang - Penurunan hormon adreno-kortikal : penyakit kelenjar adrenal (Addison) produksi hormon adreno-kortikal berkurang pengeluaran Na dan retensi K Manifestasi Klinis Hiponatremia : Manifestasi klinis hiponatremia bervariasi tergantung pada jumlah natrium yang hilang. Hiponatremia ringan biasanya asimptomatik (tidak bergejala), dan gejala awal biasanya berupa mual dan muntah. Gangguan saluran cerna : mual, muntah, diare, perut nyeri dan keram Gangguan jantung : hipotensi Gangguan neuromuskular : kelemahan otot Lain-lain : kulit kering, pucat, membran mukosa kering,sakit kepala,depresi,kejang 2. HIPERNATREMIA Terjadi karena cairan hipotonik tidak diganti secara adekuat. Hipernatremia disebabkan karena penurunan osmolalitas urin turun atau sama dengan serum B. Gangguan Keseimbangan Kalium Kalium (K) merupakan kation terbanyak di dalam sel tubuh, sebanyak 90 % terdapat di cairan intrasel dan 2-3 % terdapat di cairan ekstrasel. Kadar K di dalam sel 150 mEq dan di cairan ekstrasel 3,5 5,3 mEq. 1. HIPOKALEMIA Asupan makanan - rendahnya kadar K di makanan kurang dari 3.5 mEq/L - malnutrisi, kelaparan, diet yang tidak seimbang - anoreksia nervosa - alkoholisme Keluarnya kalium dari saluran pencernaan

- muntah, diare, aspirasi dari saluran cerna - operasi saluran cerna, fistula saluran cerna - bulimia Keluarnya kalium dari ginjal - fase diuresis (poliuria) gagal ginjal akut - diuretik, terutama diuretik yang tidak hemat kalium - hemodialisis, peritoneal dialisis Pengaruh hormon - penggunaan steroid, terutama kortison dan aldosteron dapat meningkatkan ekskresi kalium dan retensi natrium - stress, menyebabkan peningkatan produksi steroid di dalam tubuh - penggunaan licorice (mengandung asam gliserat) yang berlebihan, memiliki efek seperti aldosteron Gangguan fungsi selular - trauma, kerusakan jaringan, luka bakar, operasi - menyebabkan banyak kalium yang dilepaskan ke dalam cairan intra vaskular Redistribusi kalium - alkalosis metabolik, menarik kalium masuk ke dalam sel - insulin, menarik glukosa dan kalium ke dalam sel

Manifestasi Klinis Hipokalemia : Defisit kalium dapat memperlambat kontraksi otot, baik otot rangka maupun otot saluran pencernaan. Gangguan saluran cerna : anoreksia, mual, muntah, diare, distensi abdomen, gangguan peristaltik dan ileus Gangguan neuromuskular : kelemahan otot, penurunan refleks tendon, paralisis otot pernafasan Gangguan ginjal : poliuria dan polidipsia 2. HIPERKALEMIA Disebabkan karena defisiensi aldosteron, deplesi natrium, asidosis, trauma, hemolisis sel darah merah, diuretik pengganti kalium LI.3. MINERAL DALAM TUBUH LO.3.1. Memahami dan Menjelaskan Definisi Mineral Dalam Tubuh Mineral adalah senyawa anorganik yang biasa dikenal dengan konstruksi baja atau ion ion logam yang terlarut yang ada di cairan tubuuh berasal dari unsur-unsur hara yang berasal dari buah dan makan-makanan. LO.3.2. Memahami dan Menjelaskan Fungsi Mineral Dalam Tubuh Ada ion Fe,Feritin yang membantu proses pembekuan darah. Ada pula ion logam yang berperan membentuk senyawa kompleks.

LO.3.3. Memahami dan Menjelaskan Jenis-Jenis Mineral Dalam Tubuh Unsur Makro: KATION 1. Natrium - Aktivitas neuromuskular : transmisi dan konduksi impuls syaraf - Cairan tubuh : Mengatur osmolalitas vaskular dan mengatur keseimbangan air, bila kadar natrium meningkat akan terjadi retensi air - Selular : Pompa natrium (Na) - kalium (K) : Na masuk ke dalam sel sedangkan K keluar dari sel secara terus menerus untuk mempertahankan keseimbangan air dan aktivitas neuro muskular. Bila Na masuk ke dalam sel maka akan terjadi depolarisasi (aktivitas sel), tapi bila Na keluar dari sel maka K akan masuk ke dalam sel dan terjadi repolarisasi - Aktivitas enzim - Mengatur keseimbangan asam basa 2. Kalium - Aktivitas neuromuskular : transmisi dan konduksi impuls syaraf serta kontraksi otot rangka, otot polos dan jantung - Cairan tubuh : mengatur osmolalitas intraselular - Selular : pompa natrium (Na) - kalium (K) : Na masuk ke dalam sel sedangkan K keluar dari sel secara terus menerus untuk mempertahankan keseimbangan air dan aktivitas neuro muskular. Bila Na masuk ke dalam sel maka akan terjadi depolarisasi (aktivitas sel), tapi bila Na keluar dari sel maka K akan masuk ke dalam sel dan terjadi repolarisasi - aktivitas enzim untuk metabolisme selular 3. Kalsium - Mengatur fungsi jantung - Kontraksi dan relaksasi otot - Pertumbuhan tukang dan gigi - Aktifitas enzim 4. Magnesium - Produksi intrasel - Sintesis protein dan DNA ANION 1. Klorida - Kompenen utama asam lambung - Buffer kimiawi - Osmolaritas plasma 2. Fosfat - Pembentukan tulang dan ATP - Komponen DNA & RNA 3. Bikarbnat

Regulasi asam basa Komponen dari bikarbonat-karbonik asam buffer

LI.4. DEHIDRASI LO.4.1. Memahami dan Menjelaskan Definisi Dehidrasi Dehidrasi adalah keadaan dimana berkurangnya volume air tanpa elektrolit (Natrium) atau berkurangnya air jauh melebihi berkurangnya natrium dari cairan ekstrasel. Akibatnya terjadi peningkatan natrium dalam ekstrasel sehingga cairan intrasel akan masuk ke ekstrasel (volume cairan intrasel berkurang). Dengan kata lain, dehidrasi mengakibatkan pengurangan cairan intrasel dan ekstrasel. LO.4.2. Memahami dan Menjelaskan Jenis-jenis Dehidrasi Jenis-jenis dehidrasi berdasarkan berkurangnya cairan elektrolitnya ada 3 : 1. Dehidrasi Hipertonik Kondisi dimana kehilangan volume air lebih besar dibandingkan volume natrium. Dehidrasi ini terjadi bila konsentasi elektrolit darah naik, biasanya disertai dengan rasa haus dan gejala neorologi. Hal ini terjadi bila kadar natrium dalam plasma lebih dari 150 mEq/l . dehidrasi jenis ini juga disebut sebagai dehidrasi hipernatremia 2. Dehirasi Isotonik Kondisi dimana kehilangan volume air sama dengan volume natrium. Dehidrasi ini tidak menyebabkan terjadi perubahan konsentrasi elektrolit darah. Hal ini terjadi bila kadar natrium dalam plasma 130-150 mEq/l. 3. Dehidrasi Hipotonik Kondisi dimana kehilangan natrium lebih besar dibandingkan dengan volume air. Dehidrasi ini terjadi bila konsentasi elektrolit darah menurun. Hal ini terjadi bila kadar natrium dalam plasma kurang dari 130 mEq/l. Dehidrasi jenis ini juga disebut sebagai dehidrasi hiponatremia. Jenis-jenis dehidrasi berdasarkan tingkatannya ada 3 : 1. Dehidrasi ringan, yaitu kehilangan volume cairan sekitar 5 % dari berat badan tubuh. 2. Dehidrasi sedang, yaitu kehilangan volume cairan sekitar 5 - 10 % dari berat badan tubuh. 3. Dehidrasi berat, yaitu kehilangan volume cairan lebih dari 10% dari berat badan tubuh. LO.4.3. Memahami dan Menjelaskan Gejala-Gejala Dehidrasi Berikut ini adalah berbagai gejala dehidrasi sesuai tingkatannya :

a.

Dehidrasi ringan 1) Muka memerah 2) Rasa sangat haus 3) Kulit kering dan pecah-pecah 4) Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya 5) Pusing dan lemah 6) Kram otot terutama pada kaki dan tangan 7) Kelenjar air mata berkurang kelembabannya 8) Sering mengantuk 9) Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang

b.

Dehidrasi sedang 1) Tekanan darah menurun 2) Pingsan 3) Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung 4) Kejang 5) Perut kembung 6) Gagal jantung 7) Ubun-ubun cekung 8) Denyut nadi cepat dan lemah Dehidrasi Berat 1) Kesadaran berkurang 2) Tidak buang air kecil 3) Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab 4) Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba 5) Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur 6) Ujung kuku, mulut, dan lidah berwarna kebiruan.

c.

Sedangkan tanda dehidrasi pada bayi/anak: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Mulut dan lidah kering Tidak keluar air mata saat menangis Popok tidak basah selama lebih dari 3 jam Perut, mata, dan pipi cekung Demam Lesu atau rewel LO.4.4. Memahami dan Menjelaskan Mekanisme Dehidrasi Beberapa mekanisme bekerja sama untuk mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh. Salah satu yang terpenting adalah mekanisme dehidrasi. Jika tubuh memerlukan lebih banyak air, maka pusat saraf di otak dirangsang sehingga timbul

rasa haus. Rasa haus akan bertambah kuat jika kebutuhan tubuh akan air meningkat, mendorong seseorang untuk minum dan memenuhi kebutuhannya akan cairan. Mekanisme lainnya untuk mengendalikan jumlah cairan dalam tubuh melibatkan kelenjar hipofisa di dasar otak. Jika tubuh kekurangan air, kelenjar hipofisa akan mengeluarkan suatu zat ke dalam aliran darah yang disebut hormon antidiuretik. Hormon antidiuretik merangsang ginjal untuk menahan air sebanyak mungkin. Jika tubuh kekurangan air, ginjal akan menahan air yang secara otomatis dipindahkan dari cadangan dalam sel ke dalam aliran darah untuk mempertahankan volume darah dan tekanan darah, sampai cairan dapat digantikan melalui penambahan asupan cairan. Jika tubuh kelebihan air, rasa haus ditekan dan kelenjar hipofisa hanya menghasilkan sedikit hormon antidiuretik, yang memungkinkan ginjal untuk membuang kelebihan air melalui air kemih. Sebagai kesimpulan, pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit diperankan oleh system saraf dan sistem endokrin. Sistem saraf mendapat informasi adanya perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit melali baroreseptor di arkus aorta dan sinus karotiikus, osmoreseptor di

hypothalamus, dan volumereseptor atau reseptor regang di atrium. Sedangkan dalam sistem endokrin, hormon-hormon yang berperan saat tubuh mengalami kekurangan cairan adalah Angiotensin II, Aldosteron, dan Vasopresin/ ADH dengan meningkatkan reabsorbsi natrium dan air. Sementara, jika terjadi peningkatan volume cairan tubuh, maka hormone atripeptin (ANP) akan meningkatkan ekskresi volume natrium dan air . Sumber: www.medicastore.com

LO.4.5. Memahami dan Menjelaskan Penatalaksanaan(Terapi) Dehidrasi Ada berbagai macam pengobatan untuk mengobati dehidrasi :

1. Pada dehidrasi ringan, pengobatan dilakukan dengan minum air putih biasa 2. Pada seseorang yang kekurangan elektrolit, yaitu pemberian natrium dan kalium a. sodium, potasium, clorida, bikarbonat, total CO2, CMP, BMP, blood gases, dan osmolalitas. b. Melakukan pemeriksaan ginjal yang meliputi : - Kreatinin - Ureum - Asam urat c. Pemantauan yang invasif termasuk penurunan tekanan vena sentral (yangmenggambarkan tekanan atrium kanan) dan tekanan bagi kapiler pulmonal ,yang menggambarkan tekanan atrium kiri. Lo. 3.6 Memahami Pengobatan/Terapi Pada Dehidrasi Ada berbagai macam pengobatan untuk mengobati dehidrasi : 3. Pada dehidrasi ringan, pengobatan dilakukan dengan minum air putih biasa 4. Pada seseorang yang kekurangan elektrolit, yaitu pemberian natrium dan kalium 5. Bila tekanan darah turun dan syok, yaitu dengan pemberian larutan NaCl intravena. 6. Pada pasien diare, yaitu selain diberikan cairan pengganti, diberikan juga obat untuk mengobati atau menghentikan diare. Jika ginjal terlalu banyak mengeluarkan air karena terjadi kekurangan hormon antidiuretik, maka diberikan hormon antidiuretik jangka panjang. 7. Terapi rehidrasi oral a. Hipertonik, makan atau minum yang mengandung sodium rendah (jus apel). b. Isotonik, makan atau minum yang mengandung sodium (jus tomat). c. Hipotonik, makan atau minum yang mengandung sodium tinggi. 8. Pemberian cairan kristaloid Jenis cairan kristaloid yang digunakan untuk rehidrasi tergantung dari jenis rehidrasinya. Pada dehidrasi isotonik dapat diberikan cairan NaCl 0,9% atau dekstrosa 5% dengan kecepatan 25-30% dari defisit cairan total perhari. Pada dehidrasi hipertonik digunakan cairan NaCl, 45%. Dehidrasi hipotonik ditatalaksanakan dengan mengatasi penyebab yang mendasari, penambahan diet natrium, dan bila perlu pemberian cairan hipertonik

LI.5. ETIKA MINUM DALAM ISLAM LO.5.1. Memahami dan Menjelaskan Ayat yang Menjelaskan Menurut Al-quran dan Hadist A. Ayat terkait 1.

Artinya : Mereka menanyakan kepada mu (Muhammad) tentang Khamar dan judi. Katakanlah, Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya. Dan mereka menanyakan kepada mu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah Kelebihan (dari apa yang diperlukan) Demikian lah Allah swt menerangkan ayat-ayat Nya kepadamu agar kamu memikirkan. (Q.S. Albaqarah: 168) 2. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan salat. Maka maukah kamu berhenti (dan mengerjakan pekerjaan itu)." (Q.S Al Ma'idah: 90-91)

LO.5.2. Memahami dan Menjelaskan Tata Cara Minum yang Baik Dalam Islam 1. Meniatkan minum untuk dapat beribadah kepada Allah agar bernilai pahala. Segala perkara yang mubah dapat bernilai pahala jika disertai dengan niat untuk beribadah. Oleh karena itu, maka niatkanlah aktivitas minum kita dengan niat agar dapat beribadah kepada Allah. 2. Memulai minum dengan membaca basmallah. Diantara sunnah Nabi adalah mengucapkan basmallah sebelum minum. Hal ini berdasarkan hadits yang memerintahkan membaca bismillah sebelum makan. Bacaan bismillah yang sesuai dengan sunnah adalah cukup dengan bismillah tanpa tambahan ar-Rahman dan ar-Rahim. Dari Amr bin Abi Salamah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu. (HR Thabrani dalam Mujam Kabir) 3. Minum dengan tangan kanan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,Jika salah seorang dari kalian hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum,

hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya. (HR. Muslim) 4. Tidak bernafas dan meniup air minum. Termasuk adab ketika minum adalah tidak bernafas dan meniup air minum. Ada beberapa hadits mengenai hal ini:Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya. (HR. Bukhari Muslim) Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu. 5. Bernafas tiga kali ketika minum. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau mengatakan, Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak tiga kali. Dan beliau meniup air minum. Ada beberapa hadits mengenai hal ini:Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya. (HR. Bukhari Muslim) Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu. 6. Larangan minum langsung dari mulut teko/ceret. Menurut sebagian ulama minum langsung dari mulut teko hukumnya adalah haram, namun mayoritas ulama mengatakan hukumnya makruh. Dari Kabsyah alAnshariyyah, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk ke dalam rumahku lalu beliau minum dari mulut qirbah yang digantungkan sambil berdiri. Aku lantas menuju qirbah tersebut dan memutus mulut qirbah itu. (HR. Turmudzi no. 1892, Ibnu Majah no. 3423 dan dishahihkan oleh Al-Albani) 7. Minum dengan posisi duduk. Terdapat hadits yang melarang minum sambil berdiri. Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya. (HR. Ahmad) 8. Tenang, perlahan dan tidak terburu buru.

Jangan bersikap rakus sehingga tampak mulut penuh dengan suapan, Dari Ibnu Abas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan. Ucapkanlah bismillah jika kalian minum dan alhamdulillah jika kalian selesai minum. (HR. Turmidzi). 9. Menutup bejana air pada malam hari. Rasulullah bersabda, Tutuplah bejana-bejana dan wadah air. Karena dalam satu tahun ada satu malam, ketika ituturun wabah, tidaklah ia melewati bejana-bejana yang tidak tertutup, ataupun wadah air yang tidak diikat melainkan akan turun padanya bibit penyakit. (HR. Muslim) 10. Tidak minum dengan menggunakan tempat dari emas dan perak Diriwayatkan dari Ummu Salamah RA, dia berkata, Rasullullah SAW bersabda: Orang-orang yang makan dan minum dengan bejana emas dan perak, sungguh telah menuangkan ke dalam perutnya api dari neraka. (HR. Muslim) 11. Minum dengan tiga tegukan dimulai basmalah dan diakhiri dengan hamdalah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA,dia berkata,Rasulullah SAW bersabda, Janganlah kalian minum seperti minumnya unta,tetapi minumlah dengan minum dua-dua (teguk) atau tiga-tiga (teguk),hendaknya kalian membaca basmalah ketika minum dan membaca hamdalah setelah minum.(HR.Tirmidzi)