Anda di halaman 1dari 2

SISTEM PAKAR INVESTIGASI CRIMINAL DENGAN MENGGUNAKAN RULE BASED REASONING UNTUK GAMBARAN REKA ULANG KEJAHATAN Latar

Belakang
Sistem pakar adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi. Pengetahuan dari pakar didalam sistem ini digunakan sebagi dasar oleh Sistem Pakar untuk menjawab pertanyaan (konsultasi). Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks (Wikipedia). Rekonstruksi kejahatan atau rekonstruksi TKP adalah disiplin ilmu forensik di mana satu keuntungan "pengetahuan eksplisit dari rangkaian peristiwa yang mengelilingi kejahatan yang menggunakan penalaran induktif dan deduktif, bukti fisik, metode ilmiah, dan hubungan mereka.(Wikipedia) Tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang

pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris. Walaupun begitu kategori terakhir, teroris, agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham.(Wikipedia). Saat sekarang ini, kriminalitas sangat meningkat. Tahun ini, diprediksikan kejahatan yang terjadi sekitar 209.673 kasus, sedangkan tahun lalu 196.931 kasus. Dan itu membuat pihak penegak hukum kesulitan dalam menggambarkan reka ulang kejahatan dan menangani kejahatan ( TEMPO Interaktif, Jakarta). Metode system pakar yang ada Case-based reasoning (CBR) yang merupakan representasi pengetahuan berdasarkan pengalaman termasuk kasus dan solusinya. Rule-base reasoning (RBR) mengandalkan serangkaian aturan-aturan yang merupakan representasi dari pengetahuan dan pengalaman karyawan (manusia) dalam memecahkan kasus yang rumit. Model-based reasoning (MBR) melalui representasi pengetahuan dalam bentuk atribut, perilaku antar hubungan maupun simulasi proses terbentuknya pengetahuan. Constraint-Satisfaction Reasoning yang merupakan perpaduan antara RBR & MBR (Wikipedia). Dari metode tersebut RBR yang sesuai dengan permasalahan kasus penelitian. Kelebihan dari RBR yaitu pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk fakta(facts) dan aturan (rules) jadi bentuk representasinya terdiri atas premise dan kesimpulan. Kelemahan metode ini tidak menjamin solusi terbaik atau optimum karena penalaran ini berdasarkan fakta yang sudah pernah ada.

Jadi jika belum pernah terjadi atau kasus baru, tidak akan bisa ditangani. Meskipun demikian, hal tersebut dapat ditangani dengan diberikannya tempat untuk menampung data baru atau kasus baru. System ini diharapkan dapat membantu pihak penegak hukum khususnya polisi dalam menangani kasus kasus kejatahatan, yang akan menghasilkan gambaran reka ulang kejahatan.