Anda di halaman 1dari 28

KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI

KASUS PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)

Oleh :
Novtafia Endri Nurmawita Resti Yuni Hastari Rico Juliardi Rita Astuti Rizky Rindiana Sarjono Septaria Titi Sunjaya (1001065) (1001071) (1001077) (1001082) (1001084) (1001086) (1001089) (1001090) (1001100)
1

Dosen Pembimbing :
Septi Muharni,M.Farm.,Apt

Keterangan resep : Lipitor20 satu kali sehari tablet pada malam hari Concor5 satu kali sehari tablet pada pagi hari Cedocard5 dua kali sehari 1 tablet Amplodipin 5 satu kali sehari 1 tablet pada pagi hari Thrombo aspilet80 mg satu kali sehari 1 tablet pada malam hari Plavix75 mg satu kali sehari 1 tablet pada pagi hari

Berdasarkan resep diatas disimpulkan bahwa pasien menderita penyakit jantung koroner (PJK).

Penyakit Jantung Koroner


Penyakit Jantung Koroner merupakan keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan miokardium atas oksigen dengan penyediaan yang diberikan oleh pembuluh darah koroner.

Gejala Klinis
Gejala klinis timbul bila sudah terjadi obstruksi pada arteri koronaria, dapat diakibatkan oleh plak yang sudah menutupi pembuluh darah atau plak terlepas membentuk thrombosis sehingga perfusi darah ke miokard menjadi sangat minim dan dapat menimbulkan tanda-tanda infark miokard. Tanda- tanda tersebut adalah : Nyeri dada (angina pectoris) Sesak nafas, merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Kelelahan atau kepenatan, jika memang tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Palpitasi (jantung berdebar-debar) Pusing dan pingsan, penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal serta kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
5

Lipitor
Komposisi : Atorvastatin Ca 10-80 mg sekali sehari. Indikasi : Tambahan pada diet untuk menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL, apolipoprotein b dan trigliserida pada hiperkolesterolemia primer, hiperlipidemia campuran dan familial hiper-kolesterolemia bila respon terhadap diet dan cara nonfarmakologik lain tidak adekuat.
6

Kontra indikasi: Penyakit hati aktif atau peninggian serum transaminase >3x batas atas nilai normal; kehamilan, laktasi. Efek samping : Gangguan saluran cerna, sakit kepala, mialgia, astenia, insomnia, edema angioneurotik, kram otot miopati, miositis, neuropati perifer, ikterus kolestatik, pruritus. Interaksi obat : 1. cyclosporin, derivat asam fibrat, niacin, azol antijamur. 2. Obat antasida (mengandung Mg dan AlOH) 3. eritromisin
7

Farmakokinetika: Berada dalam bentuk asam -hidroksi. Lipitor (atorvastatin) diabsorbsi sekitar 40-75%. Obat ini mengalami metabolisme lintas pertama di hati sehingga bioavailabilitasnya lebih rendah. Waktu paruhnya berkisar 14 jam dan terikat pada protein plasma. Sebagian besar dieksresikan oleh hati kedalam cairan empedu dan sebagian kecil lewat ginjal. Farmakodinamik : Bekerja dengan cara menghambat sintesis kolesterol dalam hati, dengan menghambat enzim HMG CoA reduktase. Akibat penurunan sintesis kolesterol ini, maka SREBP yang terdapat pada membran dipecah oleh protease, lalu diangkut kenukleus. Faktorfaktor transkripsi kemudian akan berikatan dengan gen reseptor LDL, sehingga terjadi peningkatan sistesis reseptor LDL. Peningkatan jumlah reseptor LDL pada membran sel hepatosit akan menurunkan kadar kolesterol darah lebih besar lagi. Selain LDL, VLDL dan IDL juga menurun, sedangkan HDL meningkat. 8

Biosintesa Kolesterol
HMG-CoA-reduktase

Asetil-CoA

HMG-CoA

Mevalonat

Kolesterol

Concor
Komposisi : Tiap tablet mengandung : Bisoprolol Fumarat 5 mg atau 10 mg. Indikasi : Gagal jantung kronik stabil, sedang hingga parah, umumnya pengobatan hipertensi dan angina.
10

Farmakodinamika : -bloker menghambat secara kompetitif efek obat adrenergik, baik NE dan Epi endogen maupun obat adrenergik eksogen, pada adrenoseptor . Potensi hambatan dilihat dari kemampuan obat dalam menghambat takikardia yang ditimbulkan oleh isoproterenol atau oleh excercise. Karena hambatan bersifat kompetitif reversibel, maka dapat diatasi dengan meningkatkan kadar obat adrenergik. Farmakokinetika : Golongan -bloker yang kelarutannya terletak diantara golongan -bloker yang mudah larut dalam lemak dan air. Obat ini diabsorbsi baik dari saluran cerna, tetapi mengalami metabolisme lintas pertama yang bebeda derajatnya (10%). Eliminasinya melalui ginjal dan hati sama banyak atau hampir sama banyak. Waktu paruh eliminasinya 10-12 jam
11

Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap bisoprolol Perhatian khusus harus dilakukan pada pasien yang menderita berikut: Asma, bronkitis, penyakit pernapasan kronis, bradikardia(<60 denyut/mnt), penyakit pembuluh darah perifer dan fenomena Raynaud. Gagal jantung yang tidak terkendali karena kardiomiopati obstruktif hipertrofik. Tidak digunakan selama kehamilan atau menyusui. Dosis normal harus dikurangi pada pasien usia lanjut, atau pada pasien yang menderita disfungsi ginjal. Pasien dengan asidosis metabolik dan bradikardia sinus.

12

Efek Samping : Lesuan, pusing, sakit kepala ringan, keringat, bradikardia, gangguan tidur, gelisah, ekstremitas dingin, mual, muntah, diare dan ruam kulit. Sembelit, hipotensi, hipertensi paradoks, depresi, kenaikan massa, parestesia, kehilangan pendengaran, blok jantung, halusinasi, gangguan penglihatan, gangguan darah, retensi cairan, kram otot, reaksi alergi, gangguan metabolisme, alopecia, miopati dan stomatitis dapat terjadi. Hipoglikemia, kelemahan otot rangka dan gangguan gastro-intestinal dapat terjadi selama pengobatan dengan beta-blocker. Penyakit pembuluh darah perifer parah. Interaksi Obat : o Agen hipoglikemik, fenotiazin dan berbagai agen antiarrhythmic dapat memiliki konsekuensi yang mengancam jiwa. Ini dapat meningkatkan efek dari agen hipoglikemik pada pasien dengan DM serta efek depresan miokard seperti lignocaine, procainamide dan quinidine. o Waktu paruh dari bisoprolol dapat sedikit dipersingkat oleh administrasi simultan rifampisin. Peningkatan dosis umumnya tidak perlu. Farmakokinetik bisoprolol tidak signifikan dipengaruhi oleh cimetidine. 13

Cedocard 5
Komposisi : Tiap tablet mengandung : Isosorbide dinitrate .....................5 mg Indikasi : Cedocard (Isosorbide dinitrate) mencegah atau mengobati nyeri dada (angina) pada penyakit koroner kronis, payah jantung, gangguan angina setelah infark miokard. Obat ini mengandung Isosorbide Dinitrat yang merupakan vasodilator dan bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah ke jantung, sehingga suplai darah dan oksigen ke jantung meningkat. Obat ini merupakan tablet sublingual (dihisap dibawah lidah).
14

Kontra Indikasi : Efek buruk pada janin (teratogenik atau embryocidal atau lainnya). Anemia Hipotensi Syok kardiogenik Efek Samping : Pusing Sakit kepala Hipotensi postural Mual Interaksi Obat : Menambah efek hipotensif dengan obat-obat anti hipertensi
15

Farmakokinetika : Mula kerja isosorbide dinitrate : Pemberian sublingual 30 detik-20 menit, oral 10 menit. Lama efek : Pemberian sublingual 30-60 menit, oral 5-8 jam. Absorpsi : Terjadi setelah pemberian sublingual secara sempurna. Setelah diabsorpsi di saluran lambung-usus, hanya 22 % yang mengalami metabolisme lintas pertama, untuk pemberian oral dosisnya lebih ditinggikan. Protein plasma : Sebanyak 30 % yang berikatan dengan protein plasma, dengan waktu paruh (t ) 30-40 menit. Metabolisme : Terjadi di hati, di uraikan oleh suatu organonitrat reduktase isosorbide 5(5-ISMN) dan -2- mononitrat (2-ISMN). Ekskresi : Melalui urin, setelah glukuronidasi (reaksi asam glukukuronat membentuk 16 glukuronida dengan cara mengikat gugus OH) di ginjal.

Amlodipin
Indikasi : Amlodipine digunakan untuk pengobatan hipertensi, angina stabil kronik, angina vasospastik (angina prinzmetal atau variant angina). Amlodipine diberikan sebagai terapi tunggal ataupun dikombinasikan dengan obat antihipertensi dan antiangina lain. Kontra Indikasi : Amlodipine tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap amlodipine dan golongan 17 dihidropiridin lainnya.

Dosis : Dosis awal yang dianjurkan 5 mg satu kali sehari, dengan dosis maksimum 10 mg satu kali sehari. Untuk melakukan titrasi dosis, diperlukan waktu 7-14 hari. Pada pasien usia lanjut atau dengan kelainan fungsi hati, dosis yang dianjurkan pada awal terapi 2,5 mg satu kali sehari. Bila amlodipine diberikan dalam kombinasi dengan antihipertensi lain, dosis awal yang digunakan adalah 2,5 mg. Dosis untuk angina stabil kronik ataupun angina vasospastik adalah 5-10 mg, dengan penyesuaian dosis pada pasien usia lanjut dan kelainan fungsi hati. Amlodipine dapat diberikan dalam pemberian bersama obatobat golongan tiazida, ACE inhibitor, -bloker, nitrat dan nitrogliserin sublingual. Efek Samping : Secara umum : fatigue, nyeri, peningkatan atau penurunan berat badan.
18

TROMBO ASPILET
Komposisi : Tiap tablet mengandung : Asam asetil salisilat ................. 80 mg Indikasi : Mengurangi resiko infark miokard pada pasien dengan riwayat infark miokard atau anagina pektoris tidak stabil. Kontra indikasi : Tukak lambung aktif, hipersensitif, gangguan perdarahan.
19

Efek samping : Perdarahan, terutama pada traktus GI dengan menghambat sintesa prostaglandin, yang berfungsi meningkatkan sekresi bikarbonat dan mukus. Interaksi obat : Pemberian bersama warfarin dapat menambah resiko perdarahan saluran cerna dan perdarahan otak (jarang). Farmakodinamik : Aspirin digunakan pada pasien angina untuk mengurangi kejadian trombosis koroner. Aspirin menghambat enzim cyclooksigenase (COX-1 dan COX-2), yang memegang peranan dalam biosintesis trombosan dalam platelet dan prostasiklin dalam endotel vaskuler yang amt poten, sedangkan prostasiklin adalah vasodilator poten. Dengan dosis kecil aspirin, maka efek terhadap pembentukan sel endotel juga kecil. Sehingga memungkinkan pembentukan prostasiklin. Karena itu, rasio trombosan A2 dan prostasiklin akan bergeser kearah prostasiklin sehingga dapat mencegah adhesi 20 platelet.

Farmakokinetika : Absorbsi aspirin berlangsung cepat dilambung, dan masuk kedalm plasma dalam waktu kurang 30 menit, dan mencapai kadar puncak dalam 2 jam kemudian menurun. Waktu paruhnya 2-3 jam pada dosis kecil dan metabolisme terjadi di hati dan ginjal. Berikatan dengan protein plasma sebesar 50-70%. Ekskresi aspirin bergantung pada pH urin. Pada urin alkali, lebih dari 30% dieliminasi dalam bentuk salisilat bebas, sedangkan pada urin asam, ekresi sebesar kecil dari 2%.

21

PLAVIX 75
Komposisi : Tiap tablet salut film mengandung : Clopidogrel bisulfat 97,9 mg setara dengan Clopidogrel basa 75 mg. Indikasi : Mengurangi kejadian aterosklerotik (infark miokard), kematian karena stroke dan penyakit-penyakit pembuluh darah. Kontra Indikasi : Hipersensitivitas terhadap obat ini, pendarahan patologis aktif seperti pada tukak peptic akut, pendarahan intrakarnial, perubahan gambaran darah, gangguan hati berat, kecenderungan perdarahan, 22 kehamilan.

Farmakokinetika : Dosis : 75 mg/hari Waktu paruh : 8 jam Eliminasi : feses/ginjal Farmakodinamika : Clopidogrel secara selektif menghambat ikatan Adenosine DiPhosphate (ADP) pada reseptor ADP di platelet, dengan demikian menghambat aktivasi kompleks glikoprotein GPIIb/IIIa yang dimediasi ADP, yang menimbulkan penghambatan terhadap agregasi platelet. Clopidogrel tidak menghambat aktivitas fosfodiesterase. Efek Samping : Pendarahan saluran cerna, hematom epistaksis, hematuria, pendarahan pada mata, pendarahan intrakarnial, nyeri perut, dyspepsia, gastritis dan sembelit, ruam, gatal-gatal.
23

Dosis dan Cara Pemberian : Serangan infark miokard, serangan stroke atau penyakit pembuluh darah perifer: Dewasa dan usia lanjut : dosis 75 mg satu kali sehari. Dosis asetosal yang lebih tinggi yang berkaitan dengan meningkatnya resiko terjadinya perdarahan, direkomendasikan dosisnya tidak melebihi 100 mg. Interaksi Obat : Asetosal Heparin Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) Warfarin Trombolitik Lain-lain

24

Mekanisme Pembentukan Tromboxan


Lipoxigenase
Leukotrien Fosfolipida a Endoperoksida Arachidonat PgE2, PgI2

Tromboxan-A2

a = fosfolipase b = cyclo-oxygenase PgI2 = prostacyclin

c = tromboxan-synthetase PgE2 = prostaglandin E2


25

Pelayanan Informasi Obat (PIO) PIO AMLODIPINE

Obat ini memiliki beberapa efek samping yang biasanya dapat ditoleransi dengan baik, tetapi pasien perlu waspada terhadap beberapa efek sampingnya seperti konstipasi, sakit kepala, mual, pembengkakan pada pergelangan kaki, dan rasa panas. Oleh karena itu, obat ini diminum 1 kali sehari setiap pagi setelah makan. Bila tekanan darah menjadi rendah dapat membuat beberapa orang merasa pusing atau kepala terasa ringan. Ini dapat dihindari dengan membatasi berdiri terlalu cepat setelah berbaring.

26

PIO PLAVIX CPG dapat memperpanjang waktu perdarahan sehingga penggunaannya harus hati-hati yang mana dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan pada keadaan seperti trauma, operasi atau keadaan patologis (sering terjadi pada gastrointestinal dan intraokuler) dan pada pasien yang melakukan pengobatan menggunakan Asetosal, AINS, Heparin, inhibitor Glikoprotein IIb/IIIa atau trombolitik. Pasien dengan gangguan gastrointestinal harus hati-hati penggunaannya karena dapat menyebabkan perdarahan. Penggunaan CPG pada pasien dengan gangguan fungsi hati berat dengan diatesis perdarahan penggunaannya harus hati-hati begitu pula dengan pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat karena pengalaman penggunaan CPG masih terbatas pada pasien tersebut.
27

28

Anda mungkin juga menyukai