Anda di halaman 1dari 2

EROSI GIGI Erosi gigi merupakan suatu penyakit kronik yang disebabkan berkontak gigi dengan asam yang

berulang-ulang. Asam tersebut dapat berasal dari luar tubuh (ekstrinsik) maupun dari dalam tubuh (intrinsik). Asam intrinsik berasal dari asam lambung yang mencapai rongga mulut dan gigi yang dihasilkan dari gastroesophageal reflux, vomitus dan rumination. Gastroesophageal reflux (GERD) adalah suatu kondisi dimana isi lambung (makanan dan asam lambung) secara tidak sadar sering mengalir kembali ke esofagus setelah itu masuk ke dalam rongga mulut. Gastroesophageal reflux dapat terjadi karena meningkatnya tekanan abdominal, tidak mampunya sphincter esofagus bagian bawah berrelaksasi, meningkatnya produksi asam lambung. Vomitus dapat terjadi secara spontan atau distimulasi sendiri dan dapat berhubungan dengan berbagai masalah medis seperti psikosomatik, metabolik, endokrin, ganguan pada gastrointestinal, di- induksi oleh obat-obatan. Vomitus yang distimulasi sendiri terjadi pada pasien yang menderita anorexia nervosa dan bulimia, sedangkan vomitus yang spontan terdapat pada pada penderita gangguan gastrointestinal seperti ulcus peptikum (tukak lambung) atau gastritis, wanita hamil, efek samping obat, diabetes atau gangguan sistem nervosa. Rumination adalah kondisi yang tidak umum pada seseorang yang sengaja menstimulasi isi dalam lambungnya dalam jumlah yang sedikit dan mengunyahnya sebelum ditelan kembali. Asam ekstrinsik berasal dari makanan, minuman, obat-obatan, lingkungan dan pekerjaan. Obat obatan yang bersifat asam berkontak langsung dengan gigi saat obat tersebut dikunyah atau ditempatkan di dalam mulut sebelum ditelan, contohnya tablet kunyah vitamin C dan aspirin, Obat obatan yang menyebabkan xerostomia contohnya penggunaan obat methamphetamine, ekstasi, biasanya penderita yang menggunakan obat-obatan ini mengkompensasi keadaan tersebut dengan minuman berkarbonat sehingga dapat menyebabkan erosi gigi yang parah. Obat-obatan inhaler yang digunakan oleh penderita asma dapat berefek langsung pada gigi atau tidak langsung karena menyebabkan xerostomia. Erosi gigi dapat juga disebabkan oleh pekerjaan yang berhubungan dengan asam seperti ditemukaan pada pekerja baterai, ahli laboratorium, pengecap minuman anggur profesional, pekerja pabrik dinamit dan atlet renang. Selain asam ekstrinsik di atas, terdapat penyebab erosi yang lebih utama saat ini yang akan

dibahas lebih dalam lagi karena berhubungan dengan penelitian ini yaitu Minuman yang bersifat asam. Minuman Yang Bersifat Asam Minuman yang bersifat asam dianggap sebagai faktor utama terjadinya erosi gigi. Hasil penelitian membuktikan bahwa kadar dan jumlah pelepasan kalsium dari permukaan enamel dipengaruhi oleh pH minuman. Semakin rendah pH suatu minuman semakin tinggi kadar dan jumlah pelepasan kalsium. Hasil penelitian Fathilah dan Zubaidar yang menunjukkan bahwa coca cola yang memiliki pH paling rendah (2,6) adalah minuman yang paling banyak melepaskan kalsium dari permukaan enamel gigi dibanding minuman yang bersifat asam lainnya. Penelitian-penelitian yang terdahulu menyatakan bahwa erosi gigi tidak hanya tergantung pada pH minuman saja tetapi juga dipengaruhi kandungan titratable acid, jenis asam, kadar asam, kandungan fosfor, kalsium dan fluor dalam minuman. pH dan titratable acid pada minuman ditetapkan untuk mengetahui derajat kejenuhan yang masih diterima oleh mineral gigi dan sampai terlarutnya mineral gigi. Dalam mengevaluasi tingkat erosif minuman yang bersifat asam, titratable acid diperkirakan lebih penting dari level pH karena dapat ditetapkan ion H+ yang tersedia untuk berinteraksi dengan permukaan gigi. Minuman yang memiliki pH yang tinggi, titratable acid yang rendah dan konsentarasi kalsium, fosfat dan fluor yang tinggi akan mengurangi daya potensi erosif suatu minuman. Penelitian yang telah dilakukan untuk membandingkan antara minuman ringan blackcurrent yang ditambahkan kalsium dengan orange drink yang masing-masing disediakan dalam 250 ml dan dikonsumsi 4 kali selama 20 hari. Setelah dilakukan pengukuran kehilangan enamel dengan menggunakan profilometry pada sampel gigi tersebut, hasilnya menunjukkan minuman ringan blackcurrent yang ditambahkan kalsium menyebabkan kehilangan permukaan gigi yang lebih sedikit. 1. Gandara BK, Truelove EL. Diagnosis and management of dental erosion. J Contemporary Dent Practice 1999; 1: 1-17.

Anda mungkin juga menyukai