P. 1
Dampak Kerusakan Jalan Terhadap Perekonomian Padangsidimpuan

Dampak Kerusakan Jalan Terhadap Perekonomian Padangsidimpuan

|Views: 206|Likes:
Dipublikasikan oleh Ucok Nasution

More info:

Published by: Ucok Nasution on May 29, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2015

pdf

text

original

DAMPAK KERUSAKAN JALAN TERHADAP PEREKONOMIAN PADANGSIDIMPUAN A.

Pendahuluan Kota Padang Sidempuan adalah sebuah kota di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota Padang Sidempuan terkenal dengan sebutan kota salak karena banyaknya kebun salak di sana, terutama pada kawasan di kaki Gunung Lubukraya. Nama kota ini berasal dari "Padang na dimpu" (padang=hamparan luas, na=di, dan dimpu=tinggi) yang berarti "hamparan rumput yang luas yang berada di temapat yang tinggi." pada zaman dahulu daerah ini merupakan tempat persinggahan para pedagang dari berbagai daerah, pedangan ikan dan garam dari Sibolga -Padang Sidempuan-Panyabungan, Padang Bolak (paluta)- Padang Sidempuan-Sibolga. Seiring perkembangan zaman, tempat persinggahan ini semakin ramai dan kemudian menjadi kota. Kota ini dibangun pertama kali sebagai benteng pada 1821 oleh pasukan Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Imam Lelo. Benteng ini membentang dari Batang Ayumi sampai Aek Sibontar. Sisa-sisa benteng peninggalan Perang Paderi saat ini masih ditemukan, walau sudah tidak terawat dengan baik. Dan pengaruh pasukan Paderi ini berdampak pada agama yang dianut oleh mayoritas penduduk kota ini beragama Islam. Pada zaman penjajahan Belanda, kota Padang Sidempuan dijadikan pusat pemerintahan oleh penjajah Belanda di daerah Tapanuli. Peninggalan bangunan Belanda disana masih dapat dijumpai berupa kantor pos polisi pusat kota padangsidimpuan. Sehingga tidak heran, kalau ingin melihat sejarah kota Padang Sidempuan, tersimpan foto-foto zaman dahulu kota Padang Sidempuan di sebuah museum di kota Leiden, Belanda.

B. Pemerintahan Sebelumnya Padang Sidempuan merupakan Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1982. Kemudian sejak tanggal 21 Juni 2001,
1

dan Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara yang sebelumnya masuk wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan. meliputi persawahan dan perkebunan. Sibolga. kopi. kemiri dan kulit manis. kakao. kelapa.berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2001. C. Salah satu puncak Bukit yang terkenal di kota padang Sidempuan yaitu Bukit (Tor) Simarsayang. dan Padang (Sumatera barat) di jalur lintas barat Sumatera. Kota ini merupakan persimpangan jalur darat untuk menuju kota Medan.Perekonomian Penghasilan masyarakat Padang Sidempuan sebagian besar bertani. antara lain sungai Batang Ayumi dan Aek Sibontar. karet. D. Sejarah pembangunan ekonomi menunjukkan bahwa pemerintahan Orde Baru telah membangun suatu pemerintahan nasional yang kuat dengan menempatkan stabilitas politik sebagai landasan untuk mempercepat proses pembangunan di berbagai bidang. Kecamatan Padang Sidempuan Batunadua. Puncak tertinggi dari bukit dan gunung yang mengelilingi kota ini adalah Gunung Lubuk Raya dan Bukit (Tor) Sanggarudang yang terletak berdampingan disebelah utara kota. Topografi wilayahnya yang berupa lembah yang dikelilingi oleh bukit barisan. produksi perkebunan yang utama adalah salak. terutama 2 . cengkeh. Kecamatan Padang Sidempuan Selatan. Kecamatan Padang Sidempuan Hutaimbaru. kota Padang Sidempuan secara keseluruhan dikelilingi oleh Kabupaten Tapanuli Selatan yang dulunya merupakan kabupaten induknya. Juga terdapat banyak sungai yang melintasi kota ini. Letak Geografis Secara geografis. wilayah kota Padang Sidempuan tak ubahnya seperti cekungan yang meyerupai danau. sehingga kalau dilihat dari jauh. Kota Padang Sidempuan ditetapkan sebagai Daerah Otonom dan merupakan hasil penggabungan dari Kecamatan Padang Sidempuan Utara.

E. pembangunan didominasi di kota provinsi dan hanya sebagian kecil yang menyentuh kabupaten dan juga antar kabupaten tidak terlihat adanya suatu pemerataan pembangunan. Terjadinya kepincangan dalam perolehan pembangunan antar wilayah dan terpusatnya sarana dan prasarana ekonomi di pusat dan di provinsi merupakan faktor utama yang mendorong meningkatnya tuntutan otonomi dalam mengelola daerahnya sendiri dan hal ini yang menyebabkan baik daerah tingkat I maupun daerah tingkat II ingin membentuk pemerintahan provinsi.1. Perkembangan beberapa tahun belakangan ini menunjukkan bahwa masyarakat menuntut hasil pembangunan yang lebih merata dan mengharapkan agar potensi yang dimiliki daerah dimanfaatkan secara maksimal untuk kemaslahatan daerah. Padahal setiap tahun ada dana rutin Rp. Dalam kerangka stabilitas tersebut pemerintah membangun struktur terpusat atau struktur yang sentralistis. Kerusakan Jalan Hampir semua ruas jalan di pusat Kota Padangsidimpuan saat ini mengalami kerusakan cukup parah. mulai dari berlubang hingga aspal terkelupas. Untuk merespon keinginan tersebut pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan 2 Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999. 3 . Pembangunan lebih didominasi oleh pusat dan begitu juga halnya di daerah tingkat satu. Usaha pembangunan yang sentralistis ternyata tidak menghasilkan suatu pembangunan yang merata. kabupaten dan kota yang baru.dalam bidang ekonomi.5 Miliar untuk pemeliharaan jalan di APBD dan diposkan di Dinas Pembangunan Umum Daerah (PUD).

Bahkan warga menempatkan pohon karet dilubang itu. Menurut Rohim. jalan dengan aspal terkelupas hingga mengakibatkan pasir tebal berserakan terdapat disimpang Taman Tugu Salak atau ujung jembatan Siboran. warga setempat kondisi ruas jalan ini seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah kota. terdapat lubang karena aspal yang terkelupas didepan stasiun angkutan umum jenis L300 dan depan Dinas Pertamanan. karena mengelakkan lubang tersebut. seperti simpang tiga Jalan SM. Memasuki inti kota. Kampung Marancar. Kenderaan yang melintas terpaksa berbelok hingga memakan ruas jalan dari arah berlawanan.Telkom dilingkaran Tugu Perjuangan Siboran. dan sepedamotor yang jatuh karena terperosok ke dalam lubang. 4 . juga ditemukan jalanrusak akibat aspalnya terkelupas. Disimpang Jalan Sutomo/Simpang IKIP terdapat banyak lubang dengan diameter sekira 30 cm hingga menutupi semua badan jalan yang dibagi menjadi dua jalur. sering terjadi kecelakaan berupa kenderaan yang laga kambing. bersenggolan. Dijalan MT Haryono. hingga kini masihbanyak lubang besar menganga menunggu mangsa. Diruas jalan yang sama.Raja yang kedalamannya hampir 50 cm. Akibatnya. Memasuki inti kota atau tepatnya di depan Plaza ATC dan samping air mancur. jalan berlubang akibat bekas galian PT. Kemudian.Jalan berlubang mirip kubangan terdapat di sejumlah titik.

juga bisa menyebakan terjadi kecelakaan lalulintas. Pemko Padangsidimpuan menambalnya setiap tahun. Kel. Jalan Sutomo 1 Km Jumlah Km 3 Km 3 Km 7 Km 2 Km Beberapa tahun terakhir. Bahkan ruas jalan rusak ini dijuluki Aek Latong II. Kota Padangsidimpuan (Psp) semakin meresahkan masyarakat terutama para pengguna jalan umum tersebut.Padangmatinggi Jalan By Pass Jembatan Siborang Hingga Pusat Pasar 5. NO 1 2 3 4 JALAN YANG RUSAK Jalan Sisingamangaraja-Tanggal Tugu Siborang . kerusakan Jalan By Pass Batu Nadua menuju Pal IV Pijorkoling. Kerusakannya sudah menahun. Mulai dari Tugu Siborang. hingga Padangmatinggi. dan daya tahannya paling lama dua minggu. mulai periode pertama Zulkarnain Nasution menjabat Walikota Padangsidimpuan hingga habis periode kedua dan kini digantikan Andar Amin Harahap. Jalan rusak yang setiap tahun secara formalitas selalu ditambal sulam terdapat di Jalan Imam Bonjol. 5 .Jalan paling rusak terdapat di Lingkungan Tanggal.Batang Ayumi Julu. Selain merusak kendaraan.

Panjang jalan yang rusak berkisar 1. sangat merugikan bagi truk yang melintas dan masyarakat. Yang sangat mengkhawatirkan.2 kilometer tersebut sebutnya. Sutan Janggajio Harahap (56) warga Simasom. seperti banyak kejadian mobil terbalik selama ini. Dengan keadaan jalan yang sudah berlarut-larut. kerusakan jalan inipun akan menimbulkan permasalahan baru yakni. keadaan jalan yang masih tanah bercampur bebatuan terjal akan menimbulkan debu yang dapat mengganggu pengguna jalan. kata Sutan yang mengaku memiliki 5 anak ini juga sangat menggangu. jelasnya. Dan bila cuaca panas. jalan yang tidak kunjung diperbaiki tersebut semakin hari semakin rusak dan berlobang. hingga mengalami kerugian bagi pengguna jalan. pengemudi anglutan khususnya truk yang melintas. akan menelan korban kecelakaan. cukup meresahkan masyarakat sekitar khususnya pengguna jalan. jika musim kemarau. sejak lama telah banyak menelan korban kecelakaan bagi truk yang melintas. “Kami sebagai warga hanya bisa berharap kepada pemerintah.Selain itu. kerusakan badan jalan beberapa tahun terakhir. badan jalan akan menyebarkan debu yang dapat merusak kesehatan masyarakat yang menghirupnya. 6 . Dengan kondisi kerusakan jalan. Kota Psp menuturkan. sehingga pada musim hujan. terlihat banyak kubangan kolam air bercampur lumpur di badan jalan. harus ekstra hati-hati. khususnya bagi pengendara sepeda motor. Bagi masyarakat yang berkebun di sekitar jalan yang rusak. Sebab. Kecamatan Psp Angkola Julu.

badan jalan yang rusak dan berlobang akan digenangi air dan kerab membuat pengendara terutama pengguna sepeda motor terjatuh. “Kondisi jalan ini sudah mengalami kerusakan parah. Warga lainnya. Sayangnya belum mendapat tanggapan yang serius dari pemerintah atau instansi yang terkait. 14 12 10 8 6 4 2 0 Kerusakan Jalan Kerusakan Jalan Kerusakan Jalan Kerusakan Jalan Series 3 Series 2 Series 1 F. apabila hujan turun. kenderaan roda empat juga kerab terperogok masuk ke dalam lobang yang digenangi air keruh di badan jalan negara itu. Jalan tersebut sangat penting bagi kelancaran lalu lintas yang berdampak pada sektor lain.” kata warga tersebut.untuk segera membangun dan memperbaiki jalan ini. Bukan itu saja. “Sering kenderaan terperosok ke dalam lobang yang digenangi air itu dan keadaan ini sudah lama terjadi. Menurut mereka. Kedalaman lobangpun bisa mencapai 30 cm. seperti perekonomian di wilayah ini.” katanya. sehingga pemerintah harus turun tangan memperbaiki jalan demi melancarkan sarana transportas. M Hasibuan juga membenarkan. KESIMPULAN 7 .” katanya. kerusakan jalan itu sudah berulangkali disampaikan kepada pemerintah setempat dan bahkan sudah berulangkali di ekpos oleh media massa.

maka untuk tidak memperbesar kesenjangan antara desa dan kota maka perlu dilakukan terobosan dalam pemilihan kebijakan yang bias desa. maka pemerintah daerah harus selalu memperhatikan kenaikan upah para pekerja namun dengan peningkatan pembangunan infrastruktur yang proporsional. Sehingga pembangunan Jalan dapat diatasi dengan baik agar prekonomian masyarakat Kota Padangsidimpuan terus berkembang. agar beban kenaikan upah terkompensasi dengan kemudahan infrastruktur yang diperoleh pengusaha.Agar pemerintah melakukan efisiensi di pos Pengeluaran Rutin dan mengalokasikannya kembali pada pos Pengeluaran Pembangunan karena memberikan dampak yang relatif baik pada kinerja fiskal dan perekonomian di kabupaten maupun kota. 8 . Untuk mendapatkan output yang baik bagi pekerja dan juga pengusaha. Setuju atau tidak pembangunan ekonomi yang terjadi selalu bias kota.

sumutmerdeka. http://www.html http://www.metrosiantar. Sinaga. Dampak Desentralisasi Fiskal Terhadap Distribusi Pendapatan dan Tingkat Kemiskinan. Tesis Magister Sains.blogspot. Institut Pertanian Bogor dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. B. Bogor.M. 2006.com/2013/03/berdebu-jalan-nasional-psidempuan-di.Siregar. Institut Pertanian Bogor.com/2013/03/jalan-di-padangsidimpuan-rusak-parah. Sekolah Pascasarjana.DAFTAR PUSTAKA Usman.2005.com/2012/jalan-by-pass-rusak/ http://barakpost.html 9 . Dampak Kebijakan Desentralisasi Fiskal Terhadap Perekonomian Daerah di Indonesia. Bogor. dan H.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->