Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

Ayah penulis pernah memberitahu kepada penulis bahwa Al-Quran merupakan sumber dari segala pertanyaan dan jawaban yang ada di muka bumi ini. Ayah penulis pun juga telah memberitahu penulis bahwa sebenarnya AlQuran merupakan hadiah dari Allah SWT kepada umat Islam agar hidup di dunia dan di akhirat dengan makmur, damai, aman, tentram, sentosa.

Banyak sekali umat manusia di muka bumi ini yang menginginkan kebahagiaan di dalam hidupnya. Kebanyakan manusia mendefinisikan kebahagiaan di dalam hidupnya seperti menjadi orang yang memiliki harta berlimpah, hidup mewah, dan kebanyakan yang bersifat materi.

Namun dibalik semua itu, Al-Quran sebenarnya telah memberitahu para umat Islam di dunia kebahagiaan menurut Al-Quran yang akan membuat kita semua bahagia di dunia maupun di akhirat. Pada akhirnya, penulis telah membuat makalah muatan lokal ini dengan berbagai tujuan yang tertera pada pembahasan sehingga umat manusia di muka bumi ini selain yang umat Islam dapat hidup bahagia juga seperti yang ada pada Al-Quran yakni kitab suci dari Agama Islam yang diturunkan secara bertahap melalui ayat oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW atas perintah Allah SWT.

PEMBAHASAN

1. Tujuan
Penulisan makalah ini memiliki beberapa tujuan, antara lain: a. Tujuan Umum: 1) Menjelaskan mengenai kebahagiaan menurut Al-Quran kepada pembaca; 2) Menjelaskan mengenai dampak yang akan diperoleh apabila menerapkan kebahagiaan menurut Al-Quran; 3) Membuka mata pembaca agar menjadi pribadi yang lebih menyenangkan. b. Tujuan Khusus: 1. Melengkapi salah satu nilai dari pelajaran muatan lokal kelas 10 SMA Islam Al Izhar Pondok Labu tahun ajaran 2012-2013.

2. Cara Meraih Kebahagiaan


a. Ridha

Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.

Di atas merupakan kutipan ayat 51 dari Surat At-Taubah yang merupakan surat ke sembilan di Al-Quran. Ayat tersebut menjelaskan mengenai cara meraih sakinah atau kebahagiaan menurut Al-Quran yaitu dengan cara ridha atau rela.

Ridha berarti rela dalam Bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rela berarti bersedia dengan ikhlas hati. Sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah SWT, kita harus memiliki sifat ridha atau rela agar meraih kebahagiaan di dalam hidup kita. Ada berbagai cara untuk meraih kebahagiaan dengan ridha yaitu dengan menerima setiap peristiwa, baik atau buruk.

Namun, ada juga dua perkara yang dapat umat Islam jalani demi meraih ridha Allah antara lain: 1. Kesempurnaan Akal Saat seseorang mendapati teman yang selalu memberi kritik membangun, dan ia senang dengan hal itu, petanda kesempurnaan akal. Sebaliknya, pada saat ia dikritik ia tidak mau menerima, itu artinya ia menganggap pendapatnya

yang terbaik, ingin menang sendiri, egois, selalu mencari kesalahan orang lain dan selalu hendak menjadi nomor satu, meskipun ia tak layak.

2. Keikhlasan Bukti nyata keikhlasan ialah tidak mencari muka pada makhluk, tidak mencari ridhanya makhluk ketika dia membawa kebenaran. Ikhlas, berarti tidak mengharapkan pujian, menjalankan kebenaran tanpa memperhatikan manusia itu senang atau tidak padanya.

b. Kerendahan Hati

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orangorang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orangorang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik, Al Furqan:63.

Bukti nyata kerendahan hati misalnya, ada seorang pejabat. Seharusnya ia ditempatkan di tempat yang terhormat namun ternyata ditempatkan di tempat yang bukan selayaknya untuk orang sekelas pejabat, tapi ia tidak marah, berarti ia orang yang rendah hati. Ia rela menerima perlakuan demikian, maka itu bukti jelas dari ke-tawadhuan-nya.

Tawadhu, atau rendah hati adalah tidak melihat diri kita memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah yang lainnya. Orang yang tawadhu adalah orang menyadari bahwa semua kenikmatan yang didapatnya bersumber dari Allah SWT, bersikap tenang, sederhana dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabbur (sombong).

c. Dzikir

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) Ku. (Al Baqarah 152)

Dzikir atau mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran Allah SWT, adalah amalan istimewa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Dzikir merupakan media yang membuat kehidupan Nabi dan para sahabat benarbenar hidup. Ada beberapa manfaat dari dzikir, antara lain: Membahagiakan dan melapangkan hati Menghilangkan rasa sedih dan gelisah dari hati manusia Menolong hamba saat kesepian Hati selalu terjaga Mendekatkan jiwa seorang hamba dengan Allah SWT Menolak kekafiran Pangkal kesyukuran Mendapatkan kebaikan dan anugrah yang tak terhingga Mendapat berkah Allah SWT Melahirkan kecintaan

d. Berdoa

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al Baqarah : 186).

Berdoa adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah yang sudah ditentukan. Berdoa tentu memilki banyak manfaatnya seperti mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan mendekatkan diri bisa melalui berdoa, sholat, dzikir, baca Al Quran, dan banyak lagi.

Berikut adalah manfaat dari berdoa, antara lain: Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan Meningkatkan ketegaran hati Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain Layak menerima keselamatan Menjadikan yang tidak baik menjadi baik

PENUTUP

1. Kesimpulan
Berikut adalah kesimpulan yang didapat dari makalah ini, yaitu: Demi meraih sakinah atau kebahagiaan di dunia, ada empat hal yang harus dilakukan, yaitu: o Ridha: dengan ikhlas dan kesempurnaan akal o Tawadhu: rendah hati o Dzikir o Berdoa

2. Saran
Ada baiknya sebagai seorang Muslim yang beriman untuk memiliki meraih kebahagiaan yang diinginkan dan disarankan oleh Al Quran ialah untuk mengikuti tata cara yang sudah ditetapkan oleh Al Quran dalam memperoleh kebahagiaan yaitu dengan mengikuti beberapa yang ada dalam makalah ini. Karena sesungguhnya kebahagiaan yang ada menurut Al Quran, tidak hanya memberikan kebahagiaan di dunia, namun juga memberikan kebahagiaan kelak di akhirat nanti.

DAFTAR PUSTAKA

1. Hamid, Syamsul Rijal, 2008. Buku Pintar Hadits, Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer. 2. Rohman, Izza, dkk, 2009. Buku Pintar Islam, Jakarta: Penerbit Zaman. 3. Irham, Muhammad Iqbal, 2010. Panduan Meraih Kebahagiaan Menurut Al-quran, Jakarta: Penerbit Hikmah.

4. Al Quran.